cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MITRA SWARA GANESHA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dan Media Video Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Sekolah Dasar (SD) Abdul Rahman; Ni KadekVianSusani Putri
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran CTL dan media video pada siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil pada siklus I menunjukan bahwa siswa yang mengalami ketuntasan menjadi 8 siswa dengan ketuntasan klasikal 25%, aktivitas guru digolongkan pada kategori cukup dengan nilai 47, dan aktivitas siswa digolongkan pada kategori kurang 54,54%. Hasil pada siklus II menunjukan bahwa siswa yang mengalami ketuntasan menjadi 22 siswa dengan ketuntasan klasikal 68,75%, aktivitas guru digolongkan pada kategori baik dengan nilai 61, dan aktivitas siswa digolongkan pada kategori cukup dengan persentase 65,90%. Hasil pada siklus III menunjukan bahwa siswa yang mengalami ketuntasan menjadi 27 siswa dengan ketuntasan klasikal 84,37%, aktivitas guru digolongkan pada kategori baik dengan nilai 69, dan aktivitas siswa digolongkan pada kategori baik dengan persentase 81,81%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran CTL dan media video dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa SD. Kata Kunci: Model Pembelajaran CTL, Media Video, Hasil Belajar IPA
Pengaruh Latihan Interval Anaerob Jarak Tempuh Renang 25 Meter, Jarak Tempuh Renang 50 Meter Dan Kombinasi Jarak Tempuh Renang 25-50 Meter Terhadap Peningkatan Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Bebas Ditinjau Dari Panjang Tungkai Danang Adhi Kusuma; Widagdo
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan pengaruh antara latihan interval anaerob jarak tempuh 25 meter, 50 meter dan kombinasi jarak tempuh 25-50 meter terhadap peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya bebas, (2) perbedaan peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya bebas antara perenang yang memiliki tungkai panjang dan tungkai pendek, (3) pengaruh interaksi antara latihan interval anaerob dan panjang tungkai terhadap peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya bebas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan desain faktorial 3 x 2. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta, berjumlah 36 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling.Teknik analisis datanya menggunakan ANAVA. Sebelum menguji dengan ANAVA Rancangan 3 x 2, terlebih dulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan = 0,05 %) dan Uji homogenitas varians (Uji Bartlett dengan = 0,05 %). Kesimpulan Penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan interval anaerob jarak tempuh 25 meter, 50 meter dan kombinasi jarak tempuh 25-50 meter terhadap peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya bebas, (2) Ada perbedaan peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya bebas yang signifikan antara perenang yang memiliki tungkai panjang dan tungkai pendek, (3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara latihan interval anaerob dan panjang tungkai terhadap peningkatan kecepatan renang 50 meter gaya bebas. Kata Kunci: Latihan Interval Anaerob Jarak Tempuh 25 Meter, 50 Meter, Kombinasi Jarak Tempuh 25-50 Meter, Panjang Tungkai, Renang.
Problematika Guru Dalam Implementasi Penilaian Kurikulum 2013 Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Bulukerto Wonogiri Rika Yuni Ambarsar; Aan Budi Santoso
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mendeskripsikan problematika implementasi penilaian kurikulum 2013 pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Bulukerto, Wonogiri. (2) mengetahui hambatan terkait permasalahan dalam implementasi penilaian kurikulum 2013 pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Bulukerto, Wonogiri dan (3) mengetahui upaya dalam mengatasi hambatan terkait permasalahan dalam implementasi penilaian kurikulum 2013 pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Bulukerto, Wonogiri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan data model Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi, display data dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan bahwa pengimplementasian penilaian kurikulum 2013 pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Bulukerto, Wonogiri belum berjalan dengan baik dan maksimal, hal ini dikarenakan dalam mengimplementasikannya guru masih mengalami problematika ketika melakukan penilaian.Problematika Guru Dalam Mengimplementasikan Penilaian Kurikulum 2013 yaitu dalam penerapan penilaian kurikulum 2013 guru kelas IV masih mengalami problematika diantaranya yaitu : (1) Penilaian kurikulum 2013 yang terlalu rumit, khususnya pada penilaian sikap guru harus melaksanakan empat teknik penilaian; (2) Waktu yang diperlukan terlalu banyak karena harus mengamati karakteristik peserta didik, (3) penggunaan aplikasi raport penilaian kurikulum 2013 yang terlalu ribet, dimana guru harus memasukkan ke aplikasi penilaian kurikulum 2013 (4) Siswa kurang aktif dalam proses penilaian, sehingga guru kesulitan melaksanakan penilaian dikarenakan siswa yang kurang aktif pada saat penilaian.Solusi mengatasi problematika dalam mengimplementasikan penilaian kurikulum 2013 yakni : (1) guru berkonsultasi kepada kepala sekolah, baru kemudian kepala sekolah dan guru berdiskusi bersama menyelesaikan problematika yang ada: (2) Mengikuti diklat yang dilaksanakan oleh pemerintah dan mengikuti program KKG guru, sehingga guru dapat bertukar informasi mengenai cara mengatasi problem yang ada; (3) Guru menambah wawasan tentang sistem penilaian kurikulum 2013 melalui internet, sehingga problem yang ada bisa teratasi dengan baik, (4) Dengan menghidupkan kelas yang lebih menyenangkan pada saat penilaian sehingga siswa menjadi aktif dan semangat pada proses penilaian kurikulum 2013. Kata kunci : problematika, implementasi, penilaian
Persepsi Peserta Ekstrakurikuler Bola Basket Di SMA Negeri 1 Grabag Terhadap Faktor Pendukung Prestasi Iwan Arya Kusuma; Pipit Fitria Yulianto
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi peserta ekstrakulikuler bola basket di SMA Negeri 1 Grabag terhadap faktor pendukung prestasi. Beberapa siswa beranggapan bahwa ekstrakulikule bola basket hanya untuk mencari teman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta ekstrakulikuler bola basket di SMA Negeri 1 Grabag terhadap faktor pendukung prestasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan survei, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakulikuler bola basket di SMA Negeri 1 Grabag yang berjumlah 30 siswa, yang terdiri dari 18 siswa putra dan 12 siswa putri. Sebelum dilakukannya penelitian telah dilakukan uji coba penelitiaan di siswa kelas 12. Analisi data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif dengan presentase. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta ekstrakulikuler bola basket di SMA Negeri 1 Grabag terhadap faktor pendukung prestasi berada pada kategori “sangat rendah”13,33% (4 siswa),kategori “rendah” sebesar 6,67% (2 siswa), kategori “sedang” sebesar 50% (15 siswa), kategori “tinggi” sebesar 6,67% (2 siswa). Kata kunci: persepsi,faktor pendukung prestasi,ekstrakulikuler bola basket
Perbedaan Pengaruh Model Pembelajaran Six Thinking Hats Dan Pair Check Terhadap Hasil Belajar IPS Ditinjau Dari Kreatifitas Belajar Siswa Kelas V SD Negeri Sekecamatan Laweyan Diana Dewi Wahyuningsih; Ninda Beny Asfuri
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Swara Ganesha
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Pembelajaran merupakan bagian dari komponen pembelajaran yang sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran. Guru seyogyanya harus bisa memilih model pembelajaran yang tepat untuk menunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran sehingga akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Faktor-faktor yang lain yang juga berpengaruh terhadap hasil belajar, misalnya kreatifitas belajar siswa, motivasi belajar, minat belajar, tingkat intelegensi siswa, dll. Jika siswa memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran maka hasil belajar juga akan meningkat. Model pembelajaran Six Thinking Hats dan Pair Check merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar ditinjau dari kreatifitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut diuji terlebih dahulu keadaan awalnya, sebelum diberi perlakuan yang berbeda. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPS pada kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran Six Thinking Hats, model pembelajaran pair Check untuk kelompok kontrol. Pada akhir perlakuan kedua kelompok diukur Hasil Belajar IPS melalui tes. Hasil pengukuran digunakan sebagai data penelitian setelah itu diolah dan dianalisis hasilnya untuk menemukan jawaban atas masalah yang diajukan. Dari analisis data uji independent sample t test diperoleh nilai Sig(2-tailed) sebesar 0,037 < 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran The Six Thinking Hats dan model pembelajaran Pair Check terhadap hasil belajar IPS. Dilihat dari coefficients Output menggunakan SPSS sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain ada perbedaan pengaruh antara siswa yang mempunyai kreatifitas belajar tinggi, kreatifitas belajar sedang, dan kreatifitas belajar rendah terhadap hasil belajar IPS.Dari uji regresi Nilai Rsquare Hasil = 0,421. Artinya: Tidak ada interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan kreatifitas belajar siswa terhadap hasil belajar. Kata kunci: Hasil Belajar IPS, Model Pembelajaran Six Thingking Hats, Pair Check, Kreatifitas Belajar
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw Pada Pelajar IPA Kelas V SD Negeri Malang Jiwan 3 Colomadu 2018/2019 Luncana Faridhoh Sasmito
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Swara Ganesha
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningakatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran jigsaw pada pelajaran IPA Kelas V SDN malangjiwan 3 colomadu. Penelitian. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Februari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Peningakatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran jigsaw pada pelajaran IPA Kelas V SDN malangjiwan 3 colomadu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model PTK. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yaitu dengan melaksanakan tindakan pra siklus, siklus I dan siklus II. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui peningkatan hasil akhir belajar siswa yaitu dari 9 siswa yang lulus menjadi 21 siswa lulus, 15 siswa yang tidak lulus menjadi 3 siswa saja yang tidak lulus. . Kata kunci: model jigsaw, hasil belajar ,IPA GAYA
Pengembangan Layanan Informasi Teknik Symbolic Model Dalam Membantu Mengembangkan Kemandirian Belajar Anak Usia Sekolah Dasar Eny Kusumawati
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Swara Ganesha
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian belajar yang rendah merupakan gejala yang masih nampak sebagai permasalahan yang serius, khususnya di Sekolah Dasar. Siswa dengan kemandirian belajar yang rendah tidak bisa memperoleh prestasi yang maksimal. Alternatif pelayanan bimbingan dan konseling yang dapat membantu meningkatkan kemandirian siswa adalah Layanan Informasi. Layanan informasi konvensional berorientasi pemberian informasi satu arah. Dalam upaya meningkatkan kemandirian belajar, seorang guru tidak bisa hanya memberikan ceramah dan arahan, dibutuhkan teladan yang memungkinkan siswa belajar mengenai hal-hal yang tidak bisa dipelajari hanya melalui proses ceramah. Salah satu teknik yang bisa diterapkan dalam kegiatan tersebut adalah modeling symbolic. Oleh karena itu, perlu dikembangkan layanan yang memungkinkan lebih banyak siswa untuk mengikuti kegiatan dengan memanfaatkan teknik modeling simbolik. Layanan informasi dianggap pola layanan tepat untuk dikembangkan dengan teknik modeling simbolik karena paling memungkinkan untuk diselenggarakan secara klasikal. Sehingga, lebih banyak peserta yang dapat mengikuti kegiatan dan berinteraksi dengan model yang disediakan. Kata Kunci: Kemandirian belajar, layanan informasi, symbolic model
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA VOLI muh.ikhwan iskandar; Rendra Agung Prabowo
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permainan bolavoli adalah suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah dilakukan oleh semua orang. Dalam pembelajaran bolavoli diperlukan teknik-teknik dasar maupun lanjutan untuk bermain bolavoli secara baik dan efektif. Salah satu teknik dasar yang digunakan adalah passing bolavoli yang merupakan gerakan pertama kali yang dilakukan oleh seorang pemain bolavoli Ketika menerimaservisdarilawan. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh model pembelajaraan kooperatif tipe STAD dan seberapa besar pengaruhnya. Salah satu materi ajar yang mengandung nilai kerjasama di dalam Penjasorkes adalah permainan bolavoli. Kajian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya penguasaan siswa terhadap teknik passing bawah dan pasing atas bolavoli yang berakibat bola hasil passing sering melenceng tidak terarah kepada lawan atau kawan yang hendak dituju dan kebanyakan diantara pemain sering berebut dalam melakukan passing karena kurangnya kerjasama antar pemain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing bola voli pada siswa kelas X SMA BK Boyolali tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA BK Boyolali dengan jumlah 105 orang siswa.dengan menggunakan rancangan penelitian pretests-postest control group design.Kelas X SMA BK terdiri dari tiga kelas yaitu kelas X A sampai dengan kelas X C. Pengundian kelompok dilakukan dengan teknik simple random sampling. Kata kunci: Bola voli, Kooperatif learning tipe STAD, Passing voli
Pengaruh Pelatihan Small Games 1 Touch Dan Games 2 Touch Terhadap Peningkatan Kapasitas Aerobik Maksimal (Vo2max) Pada Pemain Sepakbola Teguh Andibowo
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah apakah ada perbedaan pelatihan small games 1 touch dan small games 2 touch terhadap peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max). (Study Eksperimen pada Siswa Putra Usia 9-11 tahun SSB Safo Jomblo Slogohimo Wonogiri) dan jika ada perbedaan pengaruh manakah yang lebih baik antara latihan peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) dengan metode small games 1 touch dan metode small games 2 touch terhadap peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max). Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan latihan peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) dengan metode small games 1 touch dan metode small games 2 touch terhadap peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max), dan jika ada perbedaan maka untuk mengetahui mana yang lebih baik antara latihan peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) dengan metode small games 1 touch dan metode small games 2 touch terhadap peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max). Sampel penelitian adalah Siswa Putra usia 9-11 tahun SSB Safo Jomblo Slogohimo Wonogiri dengan jumlah 30 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Variabel penelitian ini yaitu latihan peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) dengan metode small games 1 touch dan metode small games 2 touch sebagai variabel bebas serta peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest design. Tes untuk mengetahui peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) menggunakan tes Multistage Fitness Test (MFT) (Kemenegpora, 2005). Metode analisis data penelitian menggunakan rumust-test yang diperhitungkan menggunakan rumus pendek. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode dengan small games 1 touch dan metode small games 2 touch terhadap peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) pada Siswa Putra Usia 9-11 tahun SSB Safo Jomblo Slogohimo Wonogiri. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing-masing kelompok yaituthitung= 15,2284 lebih kecil dari pada ttabel= 2,145 dengan taraf signifikasi 5%. (2) Metode small games 2 touch lebih baik pengaruhnya dari pada metode small games 1 touch terhadap peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) pada Siswa Putra Usia 9-11 tahun SSB Safo Jomblo Slogohimo Wonogiri. Berdasarkan persentase peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) pada Siswa Putra Usia 9-11 tahun SSB Safo Jomblo Slogohimo Wonogiri menunjukkan bahwa kelompok 1 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan metode 1 touch) adalah 13,425% < kelompok 2 (kelompok yang mendapat perlakuan metode 2 touch) adalah13,601%. Berdasarkan persentase peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 Max) pada Siswa Putra Usia 9-11 tahun SSB Safo Jomblo Slogohimo Wonogiri menunjukkan bahwa kelompok 2 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan metode small games 2 touch) adalah 13,601% > kelompok 1 (kelompok yang mendapat perlakuan metode small games 1 touch) adalah13,425%. Kata Kunci: small games 1 touch, small games 2 touch, dan kapasitas aerobik maksimal
Hubungan Antara Power Otot Tungkai, Power Otot Lengan, Dan Koordinasi Mata Tangan Dengan Keterampilan Smash Bola Voli Yudi Karisma Sari; Pawit Pratestiono
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara Power Otot Tungkai Dengan Keterampilan Smash Pada Siswa Putra Ekstrakurikuler SD Muhammdiyah 3 Surakarta Tahun 2020 (2) Hubungan antara Power Otot Lengan Dengan Keterampilan Smash Pada Siswa Putra Ekstrakurikuler SD Muhammdiyah 3 Surakarta Tahun 2020 (3) Hubungan antara Koordinasi Mata Tangan Dengan Keterampilan Smash Pada Siswa Putra Ekstrakurikuler SD Muhammdiyah 3 Surakarta Tahun 2020 (4) Hubungan Antara Power Otot Tungkai, Power Otot Lengan, Dan Koordinasi Mata Tangan Dengan Keterampilan Smash Pada Siswa Putra Ekstrakurikuler SD Muhammdiyah 3 Surakarta Tahun 2020. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan SD Muhammdiyah 3 Surakarta pada Siswa Putra Ekstrakurikuler SD Muhammdiyah 3 Surakarta Tahun 2020 dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2020. Dalam penelitian ini variabel bebas disebut juga sebagai prediktor dan variabel terikat yang disebut juga sebagai kriterium. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik tes dan pengukuran. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Tes dan pengukuran power otot tungkai dengan vertical jump test (Barry L Johnson, 1979: 201-4), (2) Tes dan pengukuran power otot lengan dengan two-hand medicine ball put (Ismaryati, 2011:64), (3) Tes dan pengukuran koordinasi mata tangan dengan tes memantulkan bola ketembok (Mulyono B, 1988: 78), (4) Tes keterampilan Smash dari Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani, Departemen Pendidikan Nasional (2003: 16). Petunjuk peleksanaan masing-masing tes terlampir. Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis, maka simpulannya: (1) Ada hubungan yang signifikan antara Power otot tungkai dengan Ketrampilan Smash, rhitung = 0.429 > rtabel 5% = 0,361. (2) Ada hubungan yang signifikan antara Power otot lengan dengan Ketrampilan Smash, rhitung = 0.410 > rtabel 5% = 0,361. (3) Ada hubungan yang signifikan antara Koordinasi mata tangan dengan Ketrampilan Smash, rhitung = 0.400 > rtabel 5% = 0,361. (4) Ada hubungan yang signifikan antara Power otot tungkai, Power otot lengan dan Koordinasi mata tangan dengan Ketrampilan Smash, R2y(123) sebesar 0.442 > rtabel5 % pada taraf signifikansi 5% sebesar 0.361 dan F0 sebesar 6.8787 > ftabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,89. Kata Kunci: Power otot tungkai, Power otot lengan, Koordinasi mata tangan, Ketrampilan Smash.

Page 8 of 16 | Total Record : 157