cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MITRA SWARA GANESHA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGELOLA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BERBASIS PAIKEM DI SD NEGERI 2 GROBOGAN, KECAMATAN GROBOGAN, KABUPATEN GROBOGAN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Lilies Hartatiek
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 1 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Hasil evaluasi Pengawasan Sekolah yang berfokus pada rendahnya kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar berbasis  paikem masih rendah, Hal ini dibuktikan dari data awal dari 6 guru, hanya 1 orang (16.7%) yang mendapat kualifikasi baik, 3 guru (50.0%) yang mendapat kualifikasi cukup, dan masih ada 2 guru (33.3%) yang mendapat kualifikasi kurang dengan rata-rata 59.5. Tujuan penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Mengelola Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis PAIKEM melalui Supervisi Akademik di SD Negeri 2 Grobogan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2016/2017 di SD Negeri 2 Grobogan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, alat pengumpulan data dalam penelitian ini dapat berupa soal tes dan non tes. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supervisi Akademik dapat meningkatkan kompetensi  guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar berbasis Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) di SD Negeri 2 Grobogan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017 dari kondisi awal termasuk dalam kategori cukup dengan rata-rata nilai 59.5 setelah dilakukan perbaikan pada siklus I rata- rata meningkat menjadi 76.8 dengan kualifikasi baik, dan semakin meningkat pada siklus II dengan rata-rata nilai 83.3. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan Supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar berbasis PAIKEM di SD Negeri 2 Grobogan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Semester 1 Tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Supervisi Akademik, Kompetensi Guru Dalam Mengelola KBM, PAIKEM
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI KPK DAN FPB MELALUI METODE VARIASI PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 2 KARANGSARI KECAMATAN BRATI KABUPATEN GROBOGAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Poniyatun Poniyatun
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 1 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.824 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang dilaksanakan penelitian adalah hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Matematika materi KPK dan FPB di Kelas V Semester 1 SDN 2 Karangsari masih rendah. Dari 31 peserta didik, hanya 11 peserta didik (35,5%) yang tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Matematika materi KPK dan FPB melalui metode variasi di Kelas V Semester 1  SD Negeri 2 Karangsari Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di Kelas V dengan jumlah 31 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan di setiap siklusnya. Pada Siklus I mencapai ketuntasan sebesar 67,7% (21 peserta didik), sedangkan pada Siklus II ketuntasan mencapai 93,5% (29 peserta didik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui metode variasi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Matematika materi KPK dan FPB di Kelas V Semester 1 SD Negeri 2 Karangsari Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2017/2018. Kata Kunci : Hasil Belajar, Matematika, Metode Variasi
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS MATERI KENAMPAKAN ALAM DAN KEADAAN SOSIAL NEGARA-NEGARA TETANGGA MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING PADA PESERTA DIDIK KELAS VI SD NEGERI 2 TIREM KECAMATAN BRATI SEMESTER 1TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Sri Wartini
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 1 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.927 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi beberapa permasalahan yang dialami oleh peserta didik, rendahnya motivasi dan hasil belajar peserta didik sebagai akibat dari ketidaktertarikan peserta didik dalam belajar IPS. Peserta didik mengalami kejenuhan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, karena guru hanya menggunakan metode ceramah saja. Upaya untuk memperbaiki permasalahan tersebut adalah melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode problem solving. Metode problem solving sendiri adalah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan sejalan melatih peserta didik untuk menghadapi masalah-masalah dari yang paling sederhana sampai kepada masalah yang paling rumit. Dalam penelitian ini yang menjadi subyeknya adalah peserta didik Kelas VI Semester 1 SD Negeri 2 Tirem Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan sebanyak 31 peserta didik. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan metode problem solving, serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari metode problem solving dalam pembelajaran.Tahapan setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Hasil penelitian pada peningkatan motivasi belajar dari 32,3% (10 peserta didik) pada kondisi awal, menjadi 67,7% (21 peserta didik) pada Siklus I dan 100% (31 peserta didik) pada Siklus II.  Peningkatan rata-rata hasil belajar dari 57,1 pada kondisi awal menjadi 70,0 pada Siklus I dan 81,9 pada Siklus II. Tingkat ketuntasan belajar dari 9 peserta didik (29,0%) pada kondisi awal menjadi 19 peserta didik (61,3%) pada Siklus I, dan pada Siklus II menjadi 100% atau 31 peserta didik. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode problem solving dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas VI Semester 1 SD Negeri 2 Tirem Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2017/2018. Kata Kunci :pembelajaran, motivasi, hasil belajar, problem solving
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BERBASIS TEKNOLOGI MULTIMEDIA MELALUI IN HOUSE TRAINING DI SD NEGERI 2 KARANGSARI UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN BRATI SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Tugiman Tugiman
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 1 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.367 KB)

Abstract

ABSTRAK Suatu proses pembelajaran yang berlangsung secara baik jika dilaksanakan oleh guru yang memiliki kualitas kompetensi akademik dan profesional yang tinggi atau memadai. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan diupayakan dengan mengutamakan peningkatan mutu guru. Selengkap dan secanggih apa pun prasarana dan sarana pendidikan, tanpa didukung oleh mutu guru yang baik, prasarana dan sarana tersebut tidak memiliki arti yang signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Hal ini dapat terlihat dari nilai rata-rata kompetensi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar Berbasis Teknologi Multimedia nilai rata-ratanya hanya 58,75 masuk kualifikasi Cukup. Tidak ada guru yang masuk kualifikasi Sangat Baik, hanya 1 guru (12,50%) yang masuk kualifikasi Baik, sebanyak 6 guru (75,00%) masuk kualifikasi Cukup dan masih ada 1 guru (12,50%) yang berkualifikasi Kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam kegiatan belajar mengajar Berbasis Teknologi Multimedia melalui In House Training. Penelitian ini dilakukan pada Semester 2 Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD Negeri 2 Karangsari Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini dapat berupa soal tes dan non tes. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kompetensi  guru dalam kegiatan belajar mengajar Berbasis Teknologi Multimedia melalui In House Training dari pra siklus nilai rata-rata kompetensi guru hanya 58,75 masuk kualifikasi cukup, meningkat pada siklus I menjadi nilai rata-rata kompetensi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar Berbasis Teknologi Multimedia menjadi 77,87 dengan kualifikasi baik, dan akhirnya meningkat lagi ke kondisi akhir menjadi 85,50 dan masuk kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan In House Training dapat kompetensi  guru dalam kegiatan belajar mengajar Berbasis Teknologi Multimedia pada SD Negeri  2 Karangsari, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan Semester 2 Tahun Pelajaran 2016/2017 .   Kata Kunci : In House Training, Kompetensi  Guru, Multimedia. 
Pendidikan Karakter Untuk Menyelamatkan Peserta Didik Dalam Keterpurukan Globalisasi LUNCANA FARIDHOH SAMMITO
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 4 No. 1 (2017): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.625 KB)

Abstract

Perkembangan jaman sekarang mengarah ke era globalisasi membuat pendidikan menjadi terombang-ambing dalam ketidak pastian. Pendidikan yang keras tertanam sejak jaman pendidikan era terdahulu menanamkan beberapa dampak buruk bagi peserta didik. Setiap masuk jenjang sekolah lebih tinggi, selalu ada perpeloncoan. Masa orientasi peserta didik yang bertujuan menjadikan peserta didik tau dan lebih mengenal lingkungan sekolah di salah gunakan menjadi kearogansian dari senioritas. Pendidikan moral perlu di tanamkan dalam Pendidikan karakter anak sejak usia dini. Pendidikan karakter dapat mencegah terjadinya kebobrokan moral yang terjadi saat ini. Banyak sekali contoh insiden yang terjadi di lingkup Pendidikan yang seharsukanya tidak pantas terjadi. Pendidikan karakter berdasar oleh Pendidikan agama yang di tanamkan sejak dini di keluarga juga. Anak yang sudah memiliki benteng Pendidikan karakter akan lebih mudah di arahkan dan anak akan tau dengan persis mana yang baik dan mana yang benar. Kasus demi kasus membongkar tentang rendahnya moral peserta didik jaman sekarang yang jauh dari Pendidikan karakter yang sesuai. Penggalakan peningakatan kurikulum dari KTSP menjadi k13 adalah salah satu cara untuk memasukan Pendidikan karakter ke dalam Pendidikan dan keseharian anak sejak dini. Langkah pembaharuan ini untuk mencegah generasi yang semakin tidak terkendali karena era globalisasi. Dampak positif dan negative selalu beriringan dalam langkah setiap manusia, karena itulah mengapa selalu di lakukan peningkatan dalam Pendidikan. Langkah demi langkah dilakukan untuk menyokong kehidupan yang lebih bermartabat dan meninggalkan cara hidup yang tanpa moral.
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE ROLE PLAYING DAN JIGSAW TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JAWA KRAMA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD KECAMATAN BOYOLALI Ninda Beny Asfuri; Rika Yuni Ambarsari
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.646 KB)

Abstract

ABSTRAK Berbicara merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang bersifat produktif, artinya suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyampaikan gagasan, pikiran atau perasaan sehingga gagasan yang ada dalam pikiran pembicara dapat dipahami orang lain. Berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa khususnya krama dikalangan masyarakat Jawa merupakan suatu sarana perwujudan sikap budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur.Keberhasilan pembelajaran bahasa Jawa terutama dalam aspek keterampilan berbicara menggunakan bahasa krama dapat dilihat dari motivasi belajar siswa dan indikator pembelajaran.Selain itu, dapat juga dilihat dari tingkah laku siswa dalam berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang lain sehari-harisehingga diperlukan inovasi guru dengan menerapkan model-model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe role playing dan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsawterhadap keterampilan berbicara bahasa jawa krama. 2. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, motivasi belajar sedang, dan motivasi belajar rendah terhadap keterampilan berbicara bahasa jawa krama. 3. Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap keterampilan berbicara bahasa jawa krama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut diuji terlebih dahulu keadaan awalnya, sebelum diberi perlakuan yang berbeda. Pada kelompok eksperimen dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa jawa menggunakan  model pembelajaran cooperative learning tipe role playing, sedangkan pada kelompok kontrol dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa jawa menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw. Pada akhir perlakuan kedua kelompok diukur keterampilan berbicara bahasa jawa krama melalui tes. Hasil pengukuran digunakan sebagai data penelitian dan kemudian diolah serta dianalisis hasilnya untuk menemukan jawaban atas masalah yang diajukan. Kata Kunci: Model Cooperative Learning Tipe Role Playing, Model pembelajaran jigsaw, Motivasi belajar siswa
APLIKASI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY DAN TALKING STICK TERHADAP PRESTASI BELAJAR PKN DITINJAU DARI MINAT SISWA KELAS V SD KECAMATAN COLOMADU Luncana Faridhoh Sasmito; Aan Budi Santoso
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.094 KB)

Abstract

ABSTRAK Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut diuji terlebih dahulu keadaan awalnya, sebelum diberi perlakuan yang berbeda. Pada kelompok eksperimen dalam pelaksanaan pembelajaran PKn tentang kebebasan berorganisasi menggunakan  model cooperative learning tipetwo stay two stray, sedangkan pada kelompok kedua dalam pelaksanaan pembelajaran PKn tentang kebebasan berorganisasimenggunakan model cooperative learning tipe talking stick. Berdasarkan hasil penelitian, Penerapan model kooperatif tipe two stay two stray di ketahui bahwa coefficients Output menggunakan SPSS sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan antara Minat belajar dengan prestasi belajar. Dilihat dari coefficients Output menggunakan SPSS sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan antara metode two say two stray terhadap prestasi belajardilihat dari minat siswa. Dilihat dari coefficients Output menggunakan SPSS sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan antara metode Talking Stik terhadap prestasi belajardilihat dari minat siswa.Nilai probabilitas/p value uji T Paired atau Sig. (2-tailed): Hasil = 0,000. Artinya: Ada perbedaan minat antara sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai probabilitas/p value uji T Paired atauSig. (2-tailed): Hasil = 0,000. Artinya: Ada perbedaan prestasi belajar antara sebelum dan sesudah perlakuan.   Kata Kunci : Model Cooperative Learning Tipe two stay two stray, Model talking stick, Minat Siswa.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI TERHADAP PENINGKATAN PEMANFAATAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XII JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK WARGA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Eny Kusumawati
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.42 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian mempunyai tujuan untuk mengetahuiPengaruh layanan informasi terhadap peningkatan pemahaman Bimbingan dan Konseling di Sekolah pada siswa kelas XII Jurusan Pemesinan SMK Warga Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Mengenai penelitian eksperimen merupakan suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi faktor-faktor yang lain yang bisa menganggu. Dengan demikian dalam penelitian ini mengambil sampel 30 siswa dari seluruh populasi Kelas XII Jurusan Pemesinan SMK Warga Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan SPSS 14 dengan uji t diperoleh nilai t-hitung yang diperoleh, lebih kecil dari pada t tabel, atau (2.592 > 2.045) maka Ho ditolak, artinya bahwa ada Pengaruh Layanan Informasi terhadap peningkatan pemanfaatan layanan bimbingan dan konseling Pada Siswa Kelas XII Jurusan Pemesinan SMK Warga Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 meskipunpengaruhtersebutsangatrendahterbuktikenaika rata – rata hanya 0,55. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat layanan bimbingan konseling mengalami peningkatan ketika diberikan layanan informasi secara intensif khususnya Pada Siswa Kelas XII Jurusan Pemesinan SMK Warga Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Layanan informasi bertujuan untuk membekali individu dengan berbagi pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan, dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat. Pemahaman yang diperoleh melalui layanan informasi, digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dalam mengambil sebuah keputusan.   Kata Kunci: Layanan Informasi, Bimbingan Konseling
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI KONSELING KELOMPOK BAGI SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 3 TASIKMADU PADA SEMESER GENAP TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017 Surono Surono
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan desain Penelitian Tindakan Kelas model spiral dari Kemmis dan Taggart (1988). Sumber data diperoleh dari informan, sumber peristiwa dan dokumen. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan secara kolaboratif. Prosedur penelitian meliputi persiapan, deskripsi awal, perencanaan, tindakan, pengamatan, evaluasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kritis dan analisis komparatif. Hasil pengamatan menunjukan bahwa pembelajaran pada awalnya berorientasi pada teacher centered meningkat ke arah orientasi student active learning. Hal ini berarti suatu pembelajaran yang semula didominasi oleh guru, peserta didik hanya mendengar, mencatat, menghafal konsep-konsep berkembang ke arah pembelajaran active, kreatif, partisipatif didominasi oleh peserta didik. Berdasarkan hasil angket motivasi belajar  dan tes  prestasi belajar sebelum tindakan sampai siklus I dapat disimpulkan (a) Motivasi belajar yaitu 1) Skor terendah meningkat sebesar 72 persen dari 74 menjadi 127; 2)Skor  tertinggi meningkat sebesar 58 persen dari 118 menjadi 187; 3) Skor rata-rata meningkat sebesar 62 persen dari 95,38 menjadi 154,75; 4) Skor motivasi belajar siswa mengalami peningkatan yaitu motivasi belajar rendah menjadi 0, motivasi belajar sedang menjadi 31 siswa dan motivasi belajar tinggi menjadi 9 siswa. (b) prestasi beajar IPA Biologi Nilai terendah meningkat sebesar 9 persen dari 52.5 menjadi 57.5; 2) Nilai  tertinggi meningkat sebesar 6 persen dari 77.5 menjadi 82.5; 3) Nilai rata-rata meningkat sebesar 9 persen dari 65 menjadi 71.18; 4) Siklus I sampai dengan Siklus II yaitu (a) motivasi belajar : 1) Skor terendah meningkat sebesar 35 persen dari 127 menjadi 172; 2) Skor  tertinggi meningkat sebesar 27 persen dari 187 menjadi 238; 3) Skor rata-rata meningkat sebesar 31 persen dari 154,75 menjadi 202,90; 4) Skor motivasi belajar siswa mengalami peningkatan yaitu motivasi belajar rendah menjadi 0 siswa, motivasi belajar sedang menjadi 0 siswa dan motivasi belajar tinggi menjadi 40 siswa.  (b) Siklus I sampai dengan Siklus II yaitu 1) Nilai terendah meningkat sebesar 30 persen dari 57.5 menjadi 75; 2) Nilai  tertinggi meningkat sebesar 15 persen dari 82.5 menjadi 95; 3) Nilai rata-rata meningkat sebesar  14 persen dari 71.18 menjadi 81.94; 4) Nilai prestasi  belajar siswa mengalami peningkatan yaitu prestasi  belajar yang tuntas (di atas KKM) dari 13 siswa menjadi 40 siswa dan prestasi belajar yang belum tuntas (di bawah KKM) menurun dari 27 siswa menjadi 0 siswa.   Kata Kunci: Motivasi, Prestasi Siswa dan Belajar Kelompok Terbimbing
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ENERGI PANAS PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV A SDN SONDAKAN NO 11 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Pamuji Wiyono
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.701 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan ini adalah (1) untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran siswa pada energi panas dalam pelajaran IPA siswa kelas IV A SD Negeri Sondakan No.11. (2) untuk meningkatkan hasil belajar energi panas dalam pelajaran IPA pada siswa kelas IV A SD Negeri Sondakan No.11 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV A SD Negeri Sondakan No.11 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 32 siswa. Variabel yang menjadi sasaran perubahan dalam penelitian ini adalah pemahaman energi panas, sedangkan variabel tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Problem Based Learning. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, obseravasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang memiliki tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang pertama ada peningkatan pada kualitas proses pembelajaran energi panas setelah dilakukan tindakan kelas dengan menggunakan model Problem Based Learning. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata kegiatan siswa yaitu pada siklus I nilainya 2,65 dengan kriteria baik dan meningkat pada siklus II dengan nilai menjadi 3,45 dengan kriteria sangat baik. Nilai rata-rata kegiatan guru pada siklus I adalah 2,85 dengan kriteria baik dan meningkat  pada siklus II dengan nilai menjadi 3,5 dengan kriteria sangat baik. Kedua ada peningkatan pada pemahaman energi panas siswa setelah diadakan tindakan kelas dengan menggunakan model Problem Based Learning. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya nilai siswa pada materi energi panas sebelum dan sesudah tindakan. Pada pra siklus nilai rata-rata kelas adalah 70 dengan ketuntasan klasikal 43,75%. Pada siklus I rata-rata nilai kelas yang diperoleh menunjukkan nilai 72,97 dengan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 59,37%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80,93 dengan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 87,50%.     Kata Kunci: Hasil belajar, IPA, model problem based learning.

Page 6 of 16 | Total Record : 157