Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perbedaan Pengaruh Model Pembelajaran Six Thinking Hats Dan Pair Check Terhadap Hasil Belajar IPS Ditinjau Dari Kreatifitas Belajar Siswa Kelas V SD Negeri Sekecamatan Laweyan Diana Dewi Wahyuningsih; Ninda Beny Asfuri
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Swara Ganesha
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Pembelajaran merupakan bagian dari komponen pembelajaran yang sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran. Guru seyogyanya harus bisa memilih model pembelajaran yang tepat untuk menunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran sehingga akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Faktor-faktor yang lain yang juga berpengaruh terhadap hasil belajar, misalnya kreatifitas belajar siswa, motivasi belajar, minat belajar, tingkat intelegensi siswa, dll. Jika siswa memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran maka hasil belajar juga akan meningkat. Model pembelajaran Six Thinking Hats dan Pair Check merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar ditinjau dari kreatifitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut diuji terlebih dahulu keadaan awalnya, sebelum diberi perlakuan yang berbeda. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPS pada kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran Six Thinking Hats, model pembelajaran pair Check untuk kelompok kontrol. Pada akhir perlakuan kedua kelompok diukur Hasil Belajar IPS melalui tes. Hasil pengukuran digunakan sebagai data penelitian setelah itu diolah dan dianalisis hasilnya untuk menemukan jawaban atas masalah yang diajukan. Dari analisis data uji independent sample t test diperoleh nilai Sig(2-tailed) sebesar 0,037 < 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran The Six Thinking Hats dan model pembelajaran Pair Check terhadap hasil belajar IPS. Dilihat dari coefficients Output menggunakan SPSS sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain ada perbedaan pengaruh antara siswa yang mempunyai kreatifitas belajar tinggi, kreatifitas belajar sedang, dan kreatifitas belajar rendah terhadap hasil belajar IPS.Dari uji regresi Nilai Rsquare Hasil = 0,421. Artinya: Tidak ada interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan kreatifitas belajar siswa terhadap hasil belajar. Kata kunci: Hasil Belajar IPS, Model Pembelajaran Six Thingking Hats, Pair Check, Kreatifitas Belajar
SOSIALISASI PEMBUATAN MEDIA POP UP PADA GURU-GURU SEKOLAH DASAR NEGERI JOHO 2 SUKOHARJO Diana Dewi Wahyuningsih; Imam Setya Nugroho
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2021): BUDIMAS : VOL. 03 NO. 02, 2021
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v3i2.3479

Abstract

There are still many teachers of public elementary school 2, joho sukoharjo, who do conventional learning, so that children quickly feel bored and less interested in learning. This service focuses on developing learning media for public elementary school 2 teachers, joho sukoharjo, in the form of creative and innovative Pop Up Books. The objectives of this activity are: (1) increasing knowledge for public elementary school teachers in Joho 2 Sukoharjo about the learning model and (2) training teachers at state elementary schools in Sukoharjo 2 to make Pop Up Books as an alternative media for learning in schools. Pop Up Book is an interesting and easy to learn learning media because it is designed as a three-dimensional book. The methods used in this activity are lectures, questions and answers, demonstration discussions and assignments. The result of this activity is Pop Up Media created by public elementary school teachers in Joho 2 Sukoharjo, which is indicated by an increase in post-test scores compared to pre-test scores. In addition, teachers are able to develop learning media in the form of Pop Up Books. Keywords: Learning Media, Pop Up Book, SDN 2 Joho Abstrak : Guru-guru sekolah dasar negeri 2 joho sukoharjo, masih banyak yang melakukan pembelajaran dengan konvensional, sehingga anak-anak cepat merasa bosan dan kurang tertarik dalam pembelajaran. Pengabdian ini berfokus pada mengembangkan media pembelajaran pada guru-guru sekolah dasar negeri 2 joho sukoharjo, dalam bentuk Pop Up Book yang kreatif dan inovatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah: (1) menambah pengetahuan kepada guru-guru sekolah dasar negeri joho 2 sukoharjo tentang model pembelajaran dan (2) melatih guru-guru sekolah dasar negeri joho 2 sukoharjo untuk membuat Pop Up Book sebagai alternative media pembelajaran di sekolah. Pop Up Book menjadi media pembelajaran yang menarik dan mudah dipelajari karna didesain sebagai buku tiga dimensi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, Tanya jawab, diskusi demostrasi dan pemberian tugas. Hasil dari kegiatan ini adalah Media Pop Up hasil karya guru-guru sekolah dasar negeri joho 2 sukoharjo, yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test. Selain itu, guru-guru mampu mengembangkan amedia pembelajaran yang berupa Pop Up Book. Kata kunci: Media Pembelajaran, Pop Up Book, SDN 2 Joho
PELATIHAN PELAKSANAAN KONSELING DENGAN “PANDUAN BAGI KONSELOR DENGAN PENDEKATAN CBT” BAGI GURU BK SMK SE-KABUPATEN BOYOLALI Diana Dewi Wahyuningsih; Eny Kusumawati
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2020): BUDIMAS : Vol. 2, No. 2, 2020
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v2i2.1155

Abstract

Konselor sekolah adalah seorang yang bertugas secara professional, dengan menguasai seperangkat kompetensi yang diperlukan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan konseling yang biasa dilakukan konselor kadang masih konfesional, dengan ceramah dan menasehati tanpa menggunakan pendekatan ataupun teknik. Sehingga kadang tidak terjadi perubahan perilaku pada peserta didik. Salah satu pendekatan konseling yang didasarkan atas pemahaman pemikiran dan perilaku konseli adalah cognitive behavior therapy (CBT). Metode yang digunakan adalah memahami dan berlatih tahapan dalan pendekatan cognitive behavior terapy dengan teknik self management. Kegiatan pengabdian dilaksanakan tanggal 27 juni 2020 diikuti oleh 30 peserta bapak/ibu guru BK di sekolah SMK se kabupaten boyolali. Hasil pengabdian ini memberikan pemahaman baru tentang pendekatan cognitive behavior therapy yang tepat digunakan untuk mengubah pikiran dan perilaku konseli, melalui tahapan dalam konseling CBT. Kata kunci: konseling CBT, self management, pemikiran dan perilaku
PELATIHAN PEMBUATAN AKSESORIS DARI LIMBAH KAIN PERCA OLEH IBU-IBU RUMAH TANGGA DESA BLIMBINGAN,BATURAN Diana Dewi Wahyuningsih; Ninda Beny Asfuri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.902 KB) | DOI: 10.31949/jb.v1i3.323

Abstract

he village of Blimbingan is one of the villages in Baturan village, Colomadu District, Karanganyar Regency. The Housewives of the village Blimbingan actually have the skill of sewing but the potential they have is not developed. There are 5 handyman in Blimbingan village so that many of the patchwork fabric that should be used, but the citizen of Blimbingan village does not know the benefits of patchwork. Patchwork fabric in Blimbingan village is more often discarded and burned so it pollutes the environment of the surrounding community especially air pollution, and also many still good batik patchwork that should still be utilized to be processed into goods that have a high economic value. The majority of the community of Blimbingan Village are less concerned about environmental issues, they do not know the benefits that will be gained if they are able to utilize patchwork, their view of not the importance of a supposed patchwork cloth should be changed so that they should be adapted by being given socialization and counseling. This community service aims to provide socialization as well as training on making accessories by utilizing patchwork waste in Blimbingan village as well as providing guidance to develop into a productive economic business in order to become a new opportunity for the group of Mothers-Housewives village Blimbingan. The methods used in this activity are by counseling, training, monitoring and mentoring. This community devotion activity is a partner of mother-housewife Group has effectively understood the utilization of waste patchwork for beneficial products such as the manufacture of accessories and many people in need. Knowledge and skills of partners increased by 98%, which was marked by the success of making accessories products. Keywords: Accessories, Waste patchwork
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN KONSELING BAGI KONSELOR SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN LEARNING FROM HOME Eny Kusumawati; Imam Setyo Nugroho; Diana Dewi Wahyunigsih; Diyah Nur Hidayati; Rizki Widyanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.2098

Abstract

Bimbingan dan konseling sebagai salah satu aspek dalam pendidikan juga merasakan manfaat dari kemajuan teknologi informasi tersebut. Aplikasi yang sangat nyata adalah proses layanan bimbingan dan konseling sudah tidak harus dengan bertatap muka, melainkan bisa dengan menggunakan media informasi baik itu telepon maupun internet. tetapi semua itu bukan tanpa masalah. Banyak sekali hambatan yang menjadi duri bagi kemajuan dunia bimbingan dan konseling. Salah satunya adalah sumber daya manusianya yang belum bisa memanfaatkan dengan baik kemajuan teknologi informasi tersebut sehingga perlu sosialisasi kepada konselor maupun kepada konseli agar kedua belah pihak bisa sama-sama memanfaatkan media teknologi informasi yang sudah maju, terlebih saat masa pandemic saat ini pemanfaatan dan kemajuan teknogi sangat berperan besar bagi konselor maupun konseli. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi dan diskusi. Sosialisasi untuk meningkatkan kinerja konselor di sekolah dalam hal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar nantinya bidang bimbingan dan konseling tidak lagi menjadi bidang layanan yang membosankan dan menjenuhkan. Jika konselor dan konseli sudah paham akan manfaat dan pentingnya teknologi informasi dalam menunjang proses layanan bimbingan dan konseling, maka ke depannya bimbingan dan konseling akan menjadi suatu bidang pendidikan yang inovatif dan efisien berkat kemajuan teknologi informasi namun tetap tidak menghilangkan esensi dari layanan bimbingan dan konseling itu sendiri
PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN (UTP) SURAKARTA MENGENAI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Ninda Beny Asfuri; Purwadi; Muchammad Sholeh; Diana Dewi Wahyuningsih; Untung Nugroho
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pemahaman dan pengetahuan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta tentang Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Data responden diperoleh secara keseluruhan dari Jumlah Mahasiswa Program Studi PGSD UTP Surakarta sebanyak 254 orang. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman Mahasiswa Program Studi PGSD sudah banyak yang mengetahui kebijakan MBKM secara keseluruhan yaitu sebesar 34,57 %, sumber informasi yang diperoleh mahasiswa PGSD 42 % mengetahui dari Kanal daring Perguruan Tinggi (laman/website, media social), Kegiatan pembelajaran yang diluar program studi yang paling dominan dipilih oleh mahasiswa PGSD adalah kampus mengajar sebesar 92 %, dan mahasiswa yang menyatakan kesiapan mengikuti Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebesar 75,31%. Hasil survey juga menunjukkan mahasiswa merasa kegiatan MBKM dalam pengembangan kompentensi/keterampilan sebagai bekal bekerja setelah lulus 58,02%. Mahasiswa juga merasa tertarik program MBKM yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi 62,96 % dan merekomendasikan program sebesar 82,71 %. Dampak penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa menjadi lebih fleksibel tehadap proses perkuliahan, pengalaman bersama masyarakat dan bekal untuk bekerja setelah lulus kuliah. Kata Kunci: Persepsi;Mahasiswa UTP Surakarta; MBKM
PELATIHAN KONSELING KELOMPOK KOGNITIF BEHAVIOR BERBASIS EXPERIENTAL LEARNING BAGI GURU BK DI KABUPATEN BOYOLALI Diana Dewi Wahyuningsih; Imam Setyo Nugroho; Hartini Hartini; Ninda Beny Asfuri; Sunjoyo Sunjoyo; Catur Wahyudi; Valencia Diva Maharani
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i1.2415

Abstract

Konselor sekolah telah memiliki pengalaman dalam praktik konseling kelompok, tetapi belum semuanya memiliki keterampilan dalam pendekatan konseling. Melalui transformasi pengalaman maka diharapkan konselor dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Experiential learning adalah metode yag sesuai untuk memfasilitasi peningkatan keterampilan konselor, karena experiential learning adalah proses penciptaan pengetahuan melalui transformasi pengalaman. Melalui konseling kognitif behavioral konselor dapat belajar prinsip-prinsip dan prosedur pengubahan pikiran dan perilaku, sehingga siswa dapat memperoleh prinsip dalam pemecahan masalah secara prosedural. Kondisi saat ini disekolah perlu untuk meningkatkan keterampilan konselor, secara praktis dan tepat untuk membantu siswa mengentaskan permasalahan seperti: penyesuaian terhadap hubungan sosial, penyesuaian terhadap tuntutan kurikulum sekolah, penyesuaian dalam pergaulan dan lain sebagainya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu konselor agar memiliki wawasan konseling kelompok kognitif behavioral, melalui pelatihan ini diharapkan konselor dapat membantu siswa dalam pengentasan masalah di bidang pribadi sosial, belajar dan karir.
PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH, PENGGUNAAN APLIKASI PENCARIAN SUMBER REFERENSI DAN MANAJEMEN REFERENSI PADA MAHASISWA Imam Setyo Nugroho; Diyah Nur Hidayati; Mohammad Ali Yafi; Diana Dewi Wahyuningsih
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v3i2.2675

Abstract

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa masih rendahnya kemampuan mahasiswa untuk merencanakan penelitian dan menuliskan mempublikasikan artikel hasil penelitian pada jurnal ilmiah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pelatihan dan pendampingan dengan rincian kegiatan yaitu identifikasi kebutuhan, penyusunan program pelatihan, penentuan metode pembelajaran, penyusunan materi pelatihan, penyelenggaraan pelatihan, pendampingan dan bimbingan individu, evaluasi, publikasi dan penyebaran. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis mahasiswa, kualitas artikel yang lebih baik, produktifitas penulisan artikel ilmiah, peningkatan partisipasi dalam forum ilmiah.
Internalisasi Nilai Filosofi Tembang Lir Ilir dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Diana Dewi Wahyuningsih; Mungin Eddy Wibowo; Edy Purwanto; Mulawarman Mulawarman
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembang lir ilir dikenal sebagai kearifan lokal yang mendunia. Nilai filosofi tembang lir ilir dapat diterapkan dalam pembentukan karakter melalui layanan bimbingan dan konseling. Artikel ini membahas tentang makna nilai tembang lir ilir dalam pembentukan karakter. Internalisasi nilai tembang lir ilir memiliki makna yang dalam bila digunakan dalam pembentukan karakter dan dapat diterapkan dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunaan metode kualitatif, deskriptif dengan pengumpulan data dokumentasi kepustakaan serta analisis data dengan metode analisis isi. diartikan sebagai generasi muda yang masih memiliki waktu untuk berproses maju dan diharapkan memiliki tanggung jawab akan perilakunya, dengan harapan akan membangun dan memajukan bangsa. Makna dari setiap bait tembang lir ilir dapat digunakan sebagai dasar dari pendidikan karakter dan membangun nilai-nilai moral siswa. Layanan dalam bimbingan dan konseling menjadi salah satu cara untuk membentuk pendidikan karakter siswa, dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok pendidikan karakter dapat diterapkan kepada siswa.
The Development Of Group Counseling Model Based On Social Cognitive Career Theory To Improve Student's Career Decision Making In The Era Of Society 5.0 Diana Dewi Wahyuningsih; Mungin Eddy Wibowo; Edy Purwanto; Mulawarman Mulawarman
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The era of society 5.0 brought changes to working, this change became a challenge and opportunity for students. Where students are required to be able to keep up with rapid technological advances, this era demans students to be skilled and ability technology and information in various sectors of career and be able to adapt occupation. The ability to make career decisions is an important skill that students must have in the era of society 5.0. Group counseling based on social cognitive career theory can be a model of guidance and counseling services to improve students' career decision-making abilities. This study uses research and development methods involving 484 students, teachers and education practitioners to develop and obtain a hypothetical model. Data collection in this study through interviews, questionnaires and Career Decision Making Self Efficacy Scale. This research produces group counseling model based on social cognitive career theory to improve student career decision making in the society 5.0 era. The process and results of model development are further discussed in this article.