cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH)
ISSN : 19795521     EISSN : 24433527     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
ICT IN EDUCATION: ITS BENEFITS, DIFFICULTIES, AND ORGANIZATIONAL DEVELOPMENT ISSUES Adi Suryani
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.077 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v1i1.677

Abstract

This essay describes some benefits of implementing ICT in classroom, especially within the area of collaborative and self-managed learning. However, implementing ICT in classroom is not an easy and simple matter. There are many issues which should be addressed. Those issues range from the school culture, teachers barriers, finance, leadership, curriculum, and ethical issues. Those problems are experienced by both developed and developing countries. This also refutes a widespread assumption that developing countries experience more barriers for implementing ICT than developed countries.  
A COMPARATIVE ANALYSIS ON: THE SIMILARITIES AND DIFFERENCES OF THE THE PHILOSOPHICAL PERSPECTIVE AND METHODOLOGY ADOPTED IN TWO DIFFERENT QUALITATIVE RESEARCHES Adi Suryani
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.803 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v6i2.603

Abstract

Qualitative research has substantial philosophical dimension difference from quantitative research. Instead of adopting positivism, qualitative research focuses on more interpretivism and Relativism philosophical perspectives. From these two analyzed researches (Local responses to decentralization policy in Indonesia and Two sides of the same coin: Modernity and tradition in Islamic Education in Indonesia), we learn that both of them put their research stance on interpretivism and constructionism, eventhough they use different methodology. This different methodology emerges because of different focus, goals (objectives), and questions of the research. The Two sides of the same coin uses ethnographic method, while The Local responses adopts interview and official document analysis. Because The Two sides of the same coin adopts ethnographic methodology, it takes one Pesantren as its research site and research it as one whole system. Meanwhile, The Local responses takes six secondary school students to be interviewed. Thus, qualitative researches can be vary depending on research goals (objectives), focus, and problems (questions.       
ABORSI DAN RESIKONYA BAGI PEREMPUAN (Dalam Pandangan Hukum Islam) Moh Saifulloh
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.167 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v4i1.636

Abstract

Membicarakan aborsi sebenarnya membicarakan perempuan. Hal ini dapat dibenarkan karena perempuan dipandang sebagai pelaku aborsi, yang secara faktual ini benar-benar terjadi dan ada  di masyarakat. Aborsi yang dilakukan oleh perempuan  sebenarnya beresiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan jiwanya, namun tetap menjadi pilihan mereka dengan alasan aborsi merupakan hak reproduksi atau bentuk otonomi perempuan atas tubuhnya.Dalam pandangan hukum Islam aborsi hukumnya haram. Seluruh ulama sepakat bahwa aborsi setelah kehamilan melewati masa 120 hari adalah haram, karena pada saat itu janin telah bernyawa. Boleh dilakukan jika kondisi “dharurat”, seperti apabila  membahayakan jiwa si ibu. Sedangkan aborsi pada usia kehamilan di bawah 40 hari hukumnya makruh. Inipun dengan syarat adanya keridhaan dari suami dan istri serta adanya rekomendasi dari dua orang dokter spesialis bahwa aborsi itu tidak menyebabkan kemudharatan bagi si ibu. Namun penulis sependapat dengan Imam Ghozali yang menyatakan bahwa aborsi adalah tindakan pidana yang haram tanpa melihat apakah sudah ada ruh atau belum, dengan argumen bahwa kehidupan telah dimulai sejak pertemuan antara air sperma dengan ovum di dalam rahim perempuan.
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN MUI (MAJELIS ULAMA’ INDONESIA) DI ERA ORDE BARU Muhtarom Ilyas
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.124 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v2i1.668

Abstract

Awal mula berdirinya Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) bukanlah kehendak umat Islam sepenuhnya dan bukan pula kehendak dari para ulama’ Islam, tetapi berdirinya MUI adalah kehendak dari pemerintah Indonesia pada saat itu (Orde Baru) dalam rangka menguatkan kedudukan pemerintahan di saat itu. Namun demikian setelah berdirinya MUI, terdapat kekurangan dan kelebihan dalam menfatwakan berbagai macam permasalahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat Indonesia karena di Indonesia terdapat berbagai aliran keagamaan, bahkan dalam Islam itu sendiri terdapat beberapa madzhab yang berbeda.
WACANA RAKSASA RAHWANA DASAMUKA DALAM DI BAWAH BENDERA REVOLUSI Edy Subali; Enie Hendrajati
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.862 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v9i1.1277

Abstract

Artikel ini berjudul Wacana Raksasa Rahwana Dasamuka dalam “Dibawah Bendera Revolusi“. Bung Karno adalah presiden pertama Republik Indonesia yang produktif menulis atau mengarang.  Bahasa yang dimanfaatkan dalam karangannya terikat konteks. Kata dan gaya bahasa yang digunakan dalam karangannya merupakan wujud aksi dan reaksi terhadap konteks kondisi sosial, ekonomi dan politik yang memprihatinkan sebagai akibat sistem ekonomi kapitalis yang dijalankan penguasa asing-Belanda.Artikel ini bertujuan memberikan paparan faktual, obyektif dan ilmiah tentang “pemikiran, sikap dan  gaya” Bung Karno dalam membahasakan raksasa Rahwana Dasamuka (selanjutnya disingkat RRD) dalam tulisan-tulisannya. Sampel yang dijadikan wilayah perburuan untuk memotret gaya membahasakan wacana RRD adalah teks-teks buah pikiran Bung Karno yang dikumpulkan menjadi satu buku dengan judul  “Dibawah Bendera Revolusi“(DBR). Tulisan Bung Karno yang terhimpun dalam buku DBR berbentuk retorika persuasif. Wacana yang dimanfaatkan sebagai senjata persuasif antara lain adalah wacana RRD, simbol Kapitalisme, Imperialisme, dan Kolonialisme-Imperialisme. Wacana RRD digelar untuk membangun resistensi terhadap penjajah, yaitu pemerintahan asing-Belanda di Indonesia ketika itu.Jenis kata yang dimanfaatkan untuk menghidupkan wacana RRD adalah kata benda, kata kerja, kata sifat, kata seru, kata bilangan dan kata ganti orang. Kata-kata yang berjenis apa pun dan dari ragam, bidang serta bahasa mana pun, selama fungsional-produktif untuk membangun struktur wacana (sistem makna atau cara pandang yang diinginkan) RRD cenderung dimanfaatkannya.Dalam wacana RRD, Bung Karno dominan memanfaatkan metafor, seperti personifikasi, ironi, sinisme dan sarkasme. Gaya bahasa hiperpola, repetisi, erotesis dan antitesis pun dimanfaatkannya. Semua gaya bahasa tersebut dimanfaatkan untuk membangun struktur wacana Raksasa Rahwana Dasamuka. simbol kejahatan dan keserakahan yang harus ditumpas. Dengan pilihan kata dan gaya bahasa tersebut, Bung Karno seperti menyediakan cara membaca, dan cara menyikapi RRD sebagai jelmaan kapitalis-imperialis. Pikiran, sikap dan perilaku gemas, dongkol dan garang pembaca seperti dibentuk dan dirahkan ke “buto” Raksasa Rahwana Dasamuka simbol keserakahan dan kejahatan.
WANITA DALAM ISLAM Zainul Muhibbin
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.739 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v4i2.627

Abstract

Emansipasi wanita dalam ajaran Islam selalu menjadi bahan diskusi yang menarik, karena ada anggapan bahwa ajaran Islam diskriminatif terhadap wanita. Benarkah Islam diskriminatif? Hal ini perlu diteliti dan dibuktikan. Dalam perspektif sejarah dapat dibuktikan bagaimana Islam telah mengangkat derajat wanita, ini dapat dilihat dengan mengkomparasikan kondisi wanita pra Islam dengan pasca Islam. Dari perspektif Syari’ah dapat dibuktikan bahwa hakikatnya tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan wanita di hadapan hukum Islam. Perspektif Al-Qur’an juga membuktikan bahwa Allah selalu mendudukkan laki-laki dan wanita dalam posisi yang sama, tidak ada diskriminasi dalam Al-Qur’an. Berdasarkan tiga perspektif di atas, terbukti bahwa Islam telah mengangkat derajat kaum wanita, sehingga terjadi kesetaraan antara  wanita dengan laki-laki. Dalam Islam ada bagian ajaran yang bersifat absolut dan ada yang bersifat relatif; yaitu yang merupakan ajaran-ajaran pokok (ushul) yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan yang merupakan hasil pemikiran manusia (ijtihad) tentang perincian dan penjabaran (furu’) tentang cara pelaksanaan ajaran-ajaran pokok tersebut. Dalam berijtihad manusia sangat mungkin terpengaruh oleh budaya yang ada, termasuk yang masih patrilineal. Sementara itu teks-teks Al-Qur’an dan Hadts (ajaran pokok) telah menggariskan prinsip dan semangat kesetaraan jender, oleh karena itu perlu dilakukan reinterpretasi untuk menghasilkan pemahaman-pemahaman yang sesuai dengan prinsip dan semangat ajaran pokok Islam tersebut.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE-SQUARE DI KELAS TPB-ITS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA BAHASA INGGRIS MAHASISWA Endang Susilowati; Arfan Fahmi
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.382 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v2i2.659

Abstract

Tujuan pembelajaran Bahasa Inggris di ITS menurut Kurikulum Tahun 2010 – 2014 adalah mahasiswa diakhir proses pembelajaran dapat membaca, memahami, meringkas, dan mempresentasikan teks berbahasa Inggris, serta menyimak dan memahami materi  berbahasa Inggris tentang sain dan teknologi.  Pada pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris di ITS yang secara administrasi diselenggarakan oleh TPB ( Tahun Persiapan Bersama ), ada beberapa kendala sering dijumpai, seperti ukuran kelas yang relatif besar dengan 40 sampai 60 mahasiswa, dan kemampuan membaca mahasiswa yang relatif heterogen. Agar supaya kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris menjadi efektif untuk meningkatkan kemampuan pembelajar dalam memahami wacana tulis berbahasa Inggris mahasiswa maka metoda yang tepat untuk tindakan kelas di TPB adalah metode pembelajaran think-pair-share-square. Metode pembelajaran tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip kerjasama (cooperative learning), yaitu metode pembelajaran yang diterapkan pada kelas yang mempunyai perbedaan kemampuan pada individu-individu anggotanya dengan membentuk kelompok-kelompok kecil sehingga memungkinkan terjadinya kerjasama dan saling membantu antar anggota kelompok dalam menyelesaikan tugas pembelajaran yang diberikan (Jacob, 1999:3). Prinsip kerjasama (cooperative learning) menitikberatkan pada  interaksi pembelajar dan antara pembelajar dan pengajar.
KESETIAAN BERBAHASA INDONESIA DIPERTANYAKAN DI ERA GLOBALISASI Marsudi Marsudi; Siti Zahrok
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.694 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v8i1.1245

Abstract

Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk mempertahankan jati diri di pusaran pergaulan antarbangsa yang sangat kompleks. Salah satu hal yang perlu diperha-tikan adalah masalah kesetiaan pemakaian bahasa Indonesia oleh masyarakat. Misalnya, adanya anggapan bahwa bahasa asing lebih modern dan bergengsi sosial yang lebih tinggi. Kesetiaan pemakai bahasa Indonesia terhadap bahasanya telah sampai pada taraf mengkhawatirkan. Banyak masyarakat pemakai bahasa Indonesia tidak sadar bahkan tidak mengetahui jika bahasa yang dipakai atau ditulis adalah salah. Bahkan, banyak masyarakat berpendapat bahwa penyimpangan berbahasa Indonesia yang digunakan adalah bahasa yang benar. Hal ini disebabkan bahasa yang salah tersebut sudah menjadi kebiasaan masyarakat dalam kesehariannya. Dengan kondisi seperti di atas, kesetiaan berbahasa Indonesia harus disosialisasikan, bahkan perlu diadakan gerakan politik bahasa secara nasional. Misalnya, peraturan dan perundang-undangan yang telah diundangkan perlu diikuti sanksi tegas jika terjadi pelanggaran berbahasa Indonesia. Sikap setia dan bahkan bangga berbahasa Indonesia terungkap melalui kesadaran bahwa bahasa Indonesia pun mampu mengungkapkan konsep yang rumit secara cermat dan dapat mengungkapkan isi hati yang sehalus-halusnya. Dengan cara seperti tersebut diharapkan mampu menekan pelanggaran pemakaian bahasa Indonesia.
READING COMPREHENSION QUESTIONS DEVELOPED BY ENGLISH TEACHERS OF SENIOR HIGH SCHOOLS IN SURABAYA Mukhlisatun Muayanah
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.32 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v7i1.594

Abstract

According to the Competence Based Curriculum (KBK) in the subject of English at Senior High School, the reading skill emphasizes the ability to read written English in the forms of narration, spoof/recount, procedures, report, news items (1st grade), anecdote, exposition, hortatory exposition (2nd grade), descriptions, explanation, discussion, and commentary  (3rd grade). Therefore, the objective of teaching reading is to enable the students to have the ability to comprehend and interpret the content of many types of written English discourse.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN Al QUR’AN HADITS DI MAN PAMEKASAN Buna'i Buna'i
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.528 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v5i2.617

Abstract

Artikel hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang manajemen pembelajaranal-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan. Ada 3 (tiga) fokus penelitian yang akandikaji secara mendalam dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana perencanaanpembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan? (2) Bagaimanapelaksanaan pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan? dan (3)Bagaimana evaluasi pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan?.Melalui penelitian ini akan diperoleh informasi tentang: (1) perencanaanpembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan, (2) pelaksanaanpembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan, dan (3) evaluasipembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan, yang dilakukan oleh gurudalam pembelajaran al-Qur’an Hadits.

Page 9 of 26 | Total Record : 255