cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH)
ISSN : 19795521     EISSN : 24433527     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
PENGEMBANGAN MANAJEMEN KOPERASI DI PONDOK PESANTREN PERGURUAN ISLAM SALAFIAH KABUPATEN BLITAR Marsudi Marsudi; Usman Arief; Siti Zahrok
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.704 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v4i2.631

Abstract

Pondok pesantren (Ponpes) merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, keberadaan dan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa telah diakui oleh masyarakat. Dalam perkembangannya pondok pesantren berfungsi sebagai pusat bimbingan dan pengajaran ilmu-ilmu agama Islam telah banyak melahirkan ulama, tokoh masyarakat dan mubaligh. Seiring dengan laju pembangunan dan tuntutan zaman serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pondok pesantren telah melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan peran dan sekaligus memberdayakan potensinya bagi kemaslahatan lingkungannya. Salah satu bentuk adaptasi nyata yang telah dilaksanakan adalah pendirian koperasi di lingkungan Ponpes dan dikenal dengan sebutan Koperasi Pondok Pesantren. Dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan koperasi di lingkungan pondok pesantren dipandang perlu melakukan pendidikan dan pelatihan manajemen koperasi agar koperasi yang sudah ada berkembang menjadi koperasi yang lebih profesional dan membawa kemaslahatan bagi anggota serta masyarakat sekitar.
BUNG KARNO, FENOMENA KEBAHASAAN DAN LAHIRNYA INDONESIA MERDEKA Edy Subali
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.322 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v2i1.663

Abstract

“Dibawah Bendera Revolusi merupakan kumpulan tulisan Bung Karno dalam majalah luar dan dalam negeri, yang terbit antara tahun 1926 sampai dengan tahun 1940-an. Bahasanya terikat konteks; penggunaan kata dan gaya bahasa sebagai wujud aksi dan reaksi terhadap konteks kondisi sosial, ekonomi dan politik yang memprihatinkan sebagai akibat sistem ekonomi kapitalis yang dijalankan penguasa asing-Belanda di Indonesia ketika itu.Kata-kata dan gaya bahasanya berenergi maskulin, “kelaki-lakian”, berkonotasi sebagai aksi bukan narasi, aktivis kehidupan bukan pengamat dan penjelas kehidupan, menggugah dan membangunkan kesadaran bukan meninabobokkan, berfungsi seperti “kejut listrik” bahkan “teror” terhadap kesadaran. Strateginya, konotasi dirangsang, polisemi diperluas optimal dan sinonimi serta antonimi diaktifkan.
UNDERSTANDING TEACHER TALK TO SUPPORT STUDENTS’ COMMUNICATIVE COMPETENCE Hermanto Hermanto
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.992 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v8i2.1249

Abstract

Most people learn a foreign language in classrooms. Classroom language is the chief source of foreign language learning and in some places it is the only source. It functions not only as a major source of language learning but also as a tool by which a foreign language is taught. Based on the theory of second language acquisition (SLA), it is believed that the language that teachers address to L2 learners will to some degree influence language learning. Since a better understanding of the use of teachers’ language can undoubtedly help students improve their learning, students can make a better use of teacher talk to learn the target language.
PERSEPSI KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT ASURANSI BINTANG Richard Tobing; Yohana F. Cahya Palupi Meilani
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.696 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v7i1.598

Abstract

Perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan dan menang dalam persaingan adalah perusahaan yang mampu mengelola sumber daya yang dimiliki.Salah satu sumber daya terpenting adalah sumber daya manusia. Faktor ini akan menjadi semakin penting dalam era globalisasi, mengingat bahwa keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan suatu produk atau jasa yang dibutuhkan konsumen, namun sangat dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan mampu menyediakan, mengelola, memelihara, serta mengembangkan sumber daya manusia agar dapat mendukung seluruh aktifitas perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT Asuransi Bintang.Variabel-variabel yang dipakai dalam penelitian ini adalah kepemimpinan, motivasi dan kinerja karyawan.Pengumpulan data dilakukan dengan judgemental sampling (purposive sample), menyebarkan kuesioner kepada karyawan dan karyawati PT Asuransi Bintang.Data diolah dengan menggunakan analisis regresi.Pengukuran dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 50 responden, yang kemudian diuji reliabilitas, dan validitasnya. Setelah itu baru dilakukan penyebaran kepada 103 responden untuk uji aktual test serta dilakukan analisis yaitu dengan multiple regression dengan menggunakan SPSS versi 15. Dari hasil pengolahan data, disimpulkan bahwa kepemimpinan dan motivasi mempunyai persepsi yang signifikan terhadap kinerja karyawan.Satu kesimpulan yang dapat diambil adalah kepemimpinan dan motivasi bagi karyawan yang mampu menambah gairah atau semangat kerja pada karyawan adalah dengan membangun komunikasi antara atasan dan bawahan secara intim (communication climate).Komunikasi intim antara atasan dan bawahan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan turut mendukung pembentukan budaya kerja yang baik.
MEMAHAMI MEKANISME PASAR DALAM EKONOMI ISLAM Sukamto Sukamto
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.145 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v5i1.621

Abstract

Pasar adalah sebuah mekanisme pertukaran produk baik berupa barang maupunjasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak peradaban awal manusia. Islammenempatkan pasar pada kedudukan yang penting dalam perekonomian. Praktekekonomi pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaurrasydin menunjukkan adanyaperanan yang besar dalam pembentukan masyarakat Islam pada masa itu.Rasulullah SAW sangat menghargai harga yang dibentuk oleh mekanisme pasarsebagai harga yang adil (price intervencion) seandainya perubahan harga terjadikarena mekanisme pasar yang wajar yaitu hanya karena pergeseran permintaandan penawaran. Namun, pasar di sini mengharuskan adanya moralitas dalamaktivitas ekonominya, antara lain; persaingan sehat dan adil (fair play), kejujuran(honesty), keterbukaan (transparancy), dan keadilan (justice). Jika nilai iniditegakkan maka tidak ada alasan dalam ekonomi Islam untuk menolak hargayang terbentuk oleh mekanisme di pasar.
ETOS KERJA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Muchammad Saifulloh
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.585 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v3i1.654

Abstract

Agama Islam adalah agama serba lengkap, yang di dalamnya mengatur  seluruh aspek kehidupan manusia baik kehidupan spiritual maupun kehidupan material termasuk di dalamnya mengatur masalah Etos kerja. Secara implisit banyak ayat al Qur’an yang menganjurkan umatnya untuk bekerja keras, diantaranya dalam Quran surat al Insirah: 7-8, yang artinya ”Apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), maka kerjakan dengan sungguh-sungguh (urusa) yang lain”. Juga dijelaskan dalam hadis Rosul yang artinya: ”Berusahalah untuk urusan duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya”.Al Qur’an dan Hadis tersebut menganjurkan kepada manusia, khususnya umat Islam agar memacu diri untuk bekerja keras dan berusaha semaksimal mungkin, dalam arti seorang muslim harus memiliki etos kerja tinggi sehingga dapat meraih sukses dan berhasil dalam menempuh kehidupan dunianya di samping kehidupan akheratnya.Namun dalam realitas kehidupan, masih banyak bangsa Indonesia khususnya umat Islam yang bersikap malas, tidak disiplin, tidak mau kerja keras, dan bekerja seenaknya. Hal ini didukung kenyataan berupa kebiasaan yang disebut dengan ”jam karet”, maksudnya kalau mengerjakan sesuatu sering tidak tepat waktu atau sering terlambat dan sebagainya. Ini berarti bahwa bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya umat Islam masih memiliki etos kerja rendah.Ada asumsi yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki etos kerja rendah, disebabkan karena banyak umat Islam yang menempuh kehidupan tasawuf. Hal ini dapat dibenarkan karena di dalam tasawuf ada ajaran yang melemahkan etos kerja seseorang.  Misalnya ajaran tasawuf tentang ‘uzlah, zuhd, tawakkal, qana‘ah, faqr, dan amalan lainnya, ditambah lagi dengan kebiasaan membaca dhikr, wirid dan do‘a  yang amat menyita waktu, sehingga mengurangi kesempatan untuk berkarya guna memenuhi kebutuhan material (duniawi).Bagaimana sebenarnya ajaran Islam tentang Etos kerja dan bagaimana umatnya seharusnya bekerja? Melalui makalah ini, penulis mencoba memaparkan tentang Etos kerja dalam perspektif Islam dengan pendekatan teoritis maupun praktis, dengan harapan semoga  dapat bermanfaat bagi umat Islam sekaligus dapat memotivasi diri untuk bekerja keras. Dan  dapat menambah khazanah keilmuan semakin mendalam.
STRATEGIC PLACE TRIANGLE PENGEMBANGAN POTENSI KAWASAN PARIWISATA BOJONEGERO Muchammad Nurif; soedarso soedarso; Suyanto Suyanto; Wahyuddin Wahyuddin
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.263 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v8i1.1240

Abstract

Kabupaten Bojonegoro ditetapkan sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Jawa Timur karena memiliki potensi obyek wisata alam dan budaya yang telah mendapatkan perhatian wisatawan nusantara pada umumnya. Dalam kebijakan pengembangan yang tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) Jawa Timur 1999-2015 Kabupaten Bojonegoro meskipun bukan sebagai gerbang utama namun memiliki peran strategis untuk mendorong pertumbuhan kawasan di sekitarnya.Dalam penelitian, peneliti melakukan pemetakan perubahan lingkungan eksternal, pemetakan pesaing dan pelanggan, analisis internal, dan analisis TOWS. Selanjutnya akan dirumuskan  Strategic Place Triangle. Yang dimaksud dengan Strategic Place Triangle adalah suatu pendekatan strategi pemasaran wilayah  yang mencakup tiga hal kunci, yaitu  (1) Strategi yang mencakup Segmentasi-Targeting-Positioning, (2) Taktik yang mencakup Diferensiasi-Marketing Mix-Selling,  (3) Value yang mencakup Brand-Servis-Proses.Analisis  pemetaan terhadap lingkungan eksternal dan internal dengan menggunakan pendekatan  Strategi Pemasaran Wilayah (Marketing Places) tersebut akan menghasilkan Positioning, Diferensiasi, dan Brand, bagi potensi kawasan pariwisata Bojonegoro.  Positioning- nya adalah ibarat  Bali bagi Jawa Timur dengan kekhasan tetap memegang nilai-nilai religi dan kultur lokal setempat. Diferensiasi-nya adalah  one-stop-shopping services, pesona wisata yang tak berakhir, cantik alami, penduduknya yang santun, ramah dan mempesona.  Brand-nya adalah  Pesona Wisata Bojonegoro.
STRATEGI PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN SEMPADAN SUNGAI (Studi Kasus : Kali Surabaya di Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom Kabupaten Gresik) Suprapti Suprapti; Usman Arief; Siti Zahrok; Heru Purwadio
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.623 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v7i2.589

Abstract

Menurut Ecoton (2014), di Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom Kabupaten Gresik sepanjang kanan kiri Kali Surabaya terdapat lebih dari 1.000 bangunan permukiman, tempat usaha dan sarana umum yang dibangun secara permanen di atas sempadan Kali Surabaya. Sementara itu Dinas Pengairan Provinsi jawa Timur mengidentifikasikan di sepanjang Kali Surabaya yang melewati Kecamatan Wringinanom dan Driyorejo terdapat 1.191 bangunan yang dibangun di daerah sempadan sungai. Di antaranya adalah pembangunan gudang dan ruko City Nine di Desa Cangkir Kecamatan Driyorejo dan pembangunan perumahan yang menggunakan alat berat yang memakan sempadan Kali Surabaya di Desa Cangkir Kecamatan Driyorejo.Dalam Keppres Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 63.PRT/1992 tentang Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan bekas Sungai; serta Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Sungai; dilarang membangun gedung di dalam daerah sempadan sungai, karena  menyebabkan penyempitan sungai yang bisa berujung terjadinya bencana banjir.Pelanggaran terhadap pemanfaatan sempadan sungai terjadi karena lemahnya pengendalian dan pengawasan yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini sebagai pengelola sempadan sungai adalah Balai besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang merupaan kepanjangan tangan dari Kementrian  Pekerjaan Umum yang berwenang mengelola Kali Brantas dan Kali Surabaya. BBWS tidak aktif melakukan pemantauan terhadap pelanggaran dan tidak memiliki komitmen kuat dalam  penegakan hukum secara tegas sehingga terjadi pelanggaran pemanfaatan sempadan sungai seperti sekarang. BBWS kurang  koordinasi dan sosialisasi kepada Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Kota  dan Pemerintah Desa yang dilalui Kali Surabaya sehingga seolah-olah Kali Surabaya menjadi kawasan tanpa pengelola.Pelanggaran terhadap pemanfaatan sempadan Kali Surabaya merupakan bentuk pelanggaran terhadap pemanfaatan  ruang. Dalam Pasal 35 Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Pemanfaatan Ruang disebutkan bahwa pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan melalui Peraturan Zonasi, perizinan, pemberian insentif/disinsentif, dan pemberian sanksi. Strategi pengendalian dan pengawasan sempadan sungai di Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom dilakukan dengan menetapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi Kecamatan Driyorejo dan Kecamatan Wringinanom yang di-perda-kan. Pengendalian melalui perizinan merupakan filter berjenjang melalui penerbitan Izin Prinsip, Izin Lokasi, Izin Site Plan, Izin Mendirikan Bangunan, dan izin lainnya yang diperlukan, oleh Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Gresik yang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan  Tata Ruang Kabupaten Gresik, Badan Pertanahan Kabupaten Gresik, dan instansi lain yang berkaitan. Pengendalian melalui pemberian disinsentif merupakan upaya untuk menghambat pemanfaatan ruang yang tidak dikehendaki perkembangannya. Pemberian sanksi berupa sanksi administratif mulai peringatan tertulis sampai pembongkaran bangunan.
PROMOTING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY THROUGH ROLE PLAY WITHIN DICOURSE BASED APPROACH Lilik Handayani
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.617 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v6i1.612

Abstract

In teaching English for engineering students, the emphasis goes to understanding the technical terms within reading scientific texts, writing technical report, and speaking on certain topics relevant to the major specialization. Students of Shipbuilding Institute of Polytechnic Surabaya (SHIPS) are demanded to be able to communicate actively either in oral or written English particularly after graduation when they work in offshore, mining  and shipyard industries.Therefore, this study is aimed to promote students’ speaking ability through role play within discourse based approach. Role play is selected to develop students’ knowledge about why, how and when to communicate based on the real-life context and their specialized background. Students are encouraged to act out the roles with a partner in speaking tasks. A continuum of spoken texts in English are provided to explore students macro and micro-level discourse awareness. This paper elaborates the stages of designing speaking tasks focusing on role play.
MENCIPAKAN SISTEM POLITIK BERDASARKAN PANCASILA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN NASIONAL Usman Arief
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.675 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v3i2.645

Abstract

Setiap bangsa yang merdeka dan berdaulat tentu mempunyai kepentingan utama, yaitu terjaminnya kelangsungan hidup bangsa yang dijiwai oleh niai-nilai ideologi yang dianutnya. Dalam upaya tersebut, setiap bangsa tentu menghadapi AGHT (ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan).  Demikian pula bangsa Idonesia, dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup berdasarkan nilai-nilai ideologi Pancasila, senantiasa menghadapi AGHT, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri, secara langsung maupun tidak langsung. Untuk keperluan tersebut perlu diciptakan kondisi ketahanan nasional yang kuat. Kondisi ketahanan nasional yang kuat akan terwujud apabila didukung kondisi politik yang kuat. Agar tercipta kondisi Ketahanan Nasional Indonesia di bidang politik yang kuat, maka perlu dibangun suatu sistem politik yang kondusif bagi terwujudnya kondisi politik yang kuat berdasarkan Pancasila. Ada strategi atau cara untuk mencapai tujuan di atas, yaitu berupa tindakan-taindakan yang perlu dilakukan, meliputi : (1) Internalisasi nilai-nilai Ideologi Pancasila, melalui berbagai jalur; (2) Pembangunan dan pemberdayaan kelembagaan, baik supra struktur politik, maupun infra struktur politik; (3) Peningkatan partisipasi politik masyarakat, dengan menyediakan ruang yang lebih lebar bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan politik. Apabila ketiga startegi di atas dapat diimplementasikan dengan baik, dalam arti dapat terbentuk sistem politik berdasarkan Pancasila, maka diduga kuat akan dapat meningkatkan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia ke level yang lebih tinggi (ulet dan tangguh).

Page 8 of 26 | Total Record : 255