cover
Contact Name
Haris Setyaningrum
Contact Email
haris.setyaningrum@unida.gontor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
haris.setyaningrum@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Gontor AGROTECH Science Journal
ISSN : 2460495X     EISSN : 24775800     DOI : -
Gontor AGROTECH Science Journal (GASJ) is a sciencetific journal published biannual (june and december), covered but not limited issues in agronomy, integrated farming, sutainable agriculture, plant cultivation, soil science, plant protection, pest and diseases. GASJ published research article, short notes, review papers or review concept in above mentioned subjects
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUG MANIS VARIETAS SD3 IPB TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI NPK DAN PUPUK HAYATI Azotobacter Elly Daru Ika Wilujeng; Sri Ismiani; Moch Rosyadi Adnan
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 8, No 2 (2022): December 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i2.8481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung manis varietas SD3 IPB. Penelitian dilaksanakan di Kebun Cikabayan Kampus IPB Dramaga- Bogor pada bulan Juni-Agustus 2018. Perlakuan yang diuji terdiri dari enam perlakuan yaitu: P0: 50% NPK, P1: 100% NPK, P2: 50% NPK + 1 ml /pot pupuk hayati cair, P3: 50% NPK + 1 ml/pot Pupuk Hayati cair steril, P4: 50% NPK +5 gram /pot Pupuk Hayati Padat, P5: 50% NPK + 5 gram/pot Pupuk Hayati Padat Steril. Enam perlakuan tersebut disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima ulangan. Parameter pertumbuhan tanaman yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, berat brangkasan basah dan brangkasan kering dan bobot akar jagung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ragam ANOVA dan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P4 (50% NPK +5 gram /pot pupuk hayati padat) memiliki rata-rata tinggi tanaman yang lebih baik jika dibandingkan dengan perlakuan lain, terdapat peningkatan tinggi tanaman sebesar 4,4% jika dibandingkan dengan perlakuan P1 (100% NPK). Perlakuan P2 (50% NPK +I ml/pot pupuk hayati cair) memiliki nilai terbaik pada pembentukan jumlah helai daun dan pembentukan biomassa akar baik basah dan kering dengan nilai berurutan 15,23 gram dan 2,25 gram. Penggunaan kombinasi pupuk hayati yang diperkaya Azotobacter 33 dan NPK memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman jagung pada fase vegetatif
KEANEKARAGAMAN GULMA PADA PERKEBUNAN SAWIT RAKYAT (TM 2) PASCA KONVERSI SAWAH DI DESA TANGGA BATU, KECAMATAN HATONDUHAN, KABUPATEN SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA Dedi Oskar Silalahi; Sari Anggraini
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 8, No 2 (2022): December 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i2.8313

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui gulma dominan yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit pasca konversi lahan sawah rakyat pada fase tanam 15 tahun. Penelitian dilakukan di Desa Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun. Waktu penelitian bulan Januari – Maret 2022. Metode yang digunakan adalah purposive sampling. Komposisi gulma pada perkebunan kelapa sawit rakyat pasca konversi adalah 21 spesies dengan jumlah 3726 individu. Asystasia intrusa merupakan gulma tertinggi dengan persentase NJD sebesar 16,42% sebanyak 827 individu. Sedangkan jenis gulma terendah adalah Phyllanthus Niruri L, dengan persentase NJD 0,58% sebanyak 9 individu di perkebunan kelapa sawit setelah konversi padi. Nilai keanekaragaman gulma yang diperoleh termasuk sedang dengan nilai H' = 2,49.
Analisis Manajemen Risiko Pada UMKM Keripik Singkong “Sugi” Menggunakan SWOT Dan Matrik Risiko Saifulloh Saifulloh; Ridho Pamungkas; Devi Alfiana Sari
Gontor AGROTECH Science Journal Vol. 8 No. 3 (2022): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i3.9398

Abstract

Industri rumahan, yang dikenal dengan sebutan UMKM dua tahun mengalami penurunan jumlah produksi dikarenakan Pandemi Covid-19 sehingga mengurangi jumlah pesanan dan berdampak pada jumlah konsumen. Penurunan jumlah kasus Covid-19 sejak 28 Februari 2022 diharapkan menjadi salah satu berita baik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya wilayah Madiun di sektor kuliner (UMKM, kaki lima, café dan lainnya). Bisnis makanan ringan banyak beredar di Madiun dikarenakan program walikota untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM salah satu keripik singkong “Sugi”. Keripik Singkong “Sugi” adalah Industri UMKM keripik singkong yang tergolong baru dan belum terlalu memiliki pangsa pasar yang luas dan SDM yang minim hal ini merupakan salah satu permasalahan dalam penelitian ini sehingga diperlukan analisis manajemen risiko mengenai UMKM keripik singkong “Sugi”. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan dengan menggunakan Analisis SWOT dan Matrik Risiko diperoleh aspek pemasaran yang membutuhkan rekomendasi perbaikan. Strategi untuk mengatasi permasalahan adalah memberikan sosialisasi kepada pelaku UMKM dalam pemanfaatan sosial media, pembuatan akun media 
PENGEMBANGAN AGROFORESTRI BERBASIS MANAGEMENT REGIM DI KAWASAN HUTAN JATI Anang - Susanto; Parwi Parwi; Marti Winarni
Gontor AGROTECH Science Journal Vol. 8 No. 3 (2022): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i3.9436

Abstract

Pengelolaan hutan saat ini harus memberikan akses atau hak izin  agar dapat  memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar hutan. Upaya yang dilakukan untuk mendapatkan legalisasi masyarakat dalam mengakses dan mengelola kawasan hutan, pemerintah mengeluarkan kebijakan perhutanan sosial. Pengelolaan lahan hutan dengan sistem management regim sangat memerlukan partisipasi masyarakat, sehingga salah satunya pengelolaan lahan berbasis agroforestry. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran masyarakat dalam pengelolaan hutan, dalam bidang pengembangan agroforestri. Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan melalui wawancara langsung. Hasil yang didapatkan dari wawancara petani sebagai responden adalah sangat puas, puas dan kurang puas dengan persentase masing-masing 80%, 10%, 3%. Kepuasan petani terhadap sistem management regim  ini dipandang sebagai produk yang telah terbukti ampuh di dalam menghadapi perubahan  keamanan hutan dan lingkungan. Hal ini menjadi bukti bahwa pengelolaan  secara management regim  mampu mendukung kestabilan  pangan masyarakat setempat. 
KARAKTERISTIK KUALITAS TELUR KOMERSIAL BERDASARKAN EKTERIOR DAN INTERIOR DARI BERBAGAI JENIS TELUR Sri Mutiar; Dewi Arziyah; malse Anggia
Gontor AGROTECH Science Journal Vol. 8 No. 3 (2022): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i3.9573

Abstract

Kualitas telur dipengaruhi beberapa faktor diantaranya penanganan dan penyimpanan telur setelah panen. Kualitas telur yang yang dijual di pasar tradisionalumumnya dapat mengalami kerusakan seperti pecah atau retak pada saat penyimpanan. Penanganan telur di pasar belum sepenuhnya dilakukan seperti penanganan telur untuk dijual di supermarket. Hal ini memicu penurunan kualitas telur ketika berpindah ke masyarakat yang mengkonsumsinya. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kualitas telur konsumsi masyarakat dari pasar tradisonal Kota Padang ditinjau secara eksterior dan interior. Jenis telur yang diamati diantaranya telur puyuh, telur itik, telur ayam kampung, telur ayam ras. Kualitas eksterior telur meliputi nilai indeks telur, kebersihan, kehalusan, warna kerabang dan berat telur. Kualitas interior atau bagian dalam telur meliputi tebal kerabang, indeks kuning telur, tinggi putih telur kental, pH putih telur, warna kuning telur, nilai haugh unit telur (HU). Berdasarkan pengamatan dan pengukuran karakteristik eksterior dalam penentuan kualitas telur komersil di KotaPadang menunjukkansebagian telur komersil, telur ayam ras, ayam kampung, itik dan  puyuh masuk kedalam kualitas A, sedangkan kualitas telur komersil masuk dalam kualitas AA dengan nilai HU besar dari 72.
Sorghum Crackers (Sorghum bicolor L.) as an Effort in Utilizing Food Material of Local Wisdom in Lamongan City Irvan Adhin Cholilie; Anni Rahmat; Azmi Alvian Gabriel; Yunita Siti Mardhiyyah; Yulia Nur Rohmawati; Ahmad Musonnif Dzulfikri; Eka Nur Fadilah; Anisah Firdausiah Oktarilivyana; Hans Febrianto Setyo
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 6, No 3 (2020): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2020
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v6i3.4942

Abstract

In an effort to meet the growing needs for food, feed and industrial materials, as well as to increase the income of farmers in dry climates, sorghum development is one of the alternatives that can be selected. This research uses sorghum to become three types of food processing, namely crackers, popped and sorghum sugar. However, at this stage only crackers are processed. The research was conducted in several stages, namely (i) making crackers, (ii) chemical analysis of crackers and (iii) organoleptic crackers testing. The independent variable which is the subject of the study is the type of shorgum used. This study used three types of sorghum, namely KD4, Kawali, and Samurai. From the results of the tests carried out for the sorghum crackers sample, it was found that this product could still be said to be balanced, even though the amount of energy from the fat was at the maximum threshold, namely in the range of 29-31%. Products with this category are not recommended for someone who is on a fat diet. As a snack category, this product can be good declared. Based on the organoleptic (sensory) test results also indicate that the product can be accepted by consumers.
ANALISIS SENSORI TERHADAP MINUMAN KOPI CELUP REMPAH YANG DISUKAI PANELIS Malse Anggia; Ruri Wijayanti; Ariyetti Ariyetti
Gontor AGROTECH Science Journal Vol. 8 No. 3 (2022): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i3.9439

Abstract

Kopi Robusta mempunyai kualitas, cita rasa, dan harga yang tinggi dibandingkan dengan jenis kopi lain. Saat ini, terdapat trend penambahan berbagai rempah pada kopi untuk memberikan aroma dan meningkatkan selera melalui efek menyegarkan dan menghangatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesukaan panelis terhadap minuman kopi celup dyang ditambahkan berbagai rempah.  Identifikasi sensori  kejernihan, rasa, aroma, dan warna terhadap minuman kopi celup rempah yang dihasilkan dengan metode hedonik. Rempah yang ditambahkan adalah jahe, sereh, kapulaga, dan cengkeh. hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis menyukai komposisi yang berbeda di tiap jenis rempahnya, yaitu 8 g Kopi + 0,2 g jahe, 1,8 g Kopi + 0,2 g sereh, 1,5 g Kopi + 0,5 g cengkeh dan1,5 g Kopi + 0,5 g kapulaga. Namun, secara keseluruhan formulasi kopi kontrol (2,0-gram kopi bubuk) lebih disukai dibandingkan dengan kopi yang ditambahkan rempah
PENGARUH PERLAKUAN TANAM TERHADAP HASIL PANEN TANAMAN PADI Anindita Rahmalia Putri; Bayu Wahyudi
Gontor AGROTECH Science Journal Vol. 8 No. 3 (2022): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i3.9554

Abstract

Ketahanan pangan menjadi isu yang diperhatikan oleh masyarakat dunia beberapa tahun ini. Ketersediaan pangan sangat bergantung pada kestabilan pertanian. Namun pertanian adalah salah satu sektor yang sensitif terhadap iklim. Meskipun perbaikan terus-menerus dalam teknologi dan varietas tanaman dilakukan tetapi faktor cuaca dan iklim tetap tak terkendal. Faktor – faktor ini mempengaruhi kuantitas dan kualitas produksi pertanian sehingga produktivitasnya pun diragukan. Sehingga untuk meningkatkan produktivitasnya diperlukan suatu penerapan strategi yang tepat. Strategi yang optimal akan lebih tepat diterapkan jika terdapat temuan terkait pengaruh – pengaruh yang dapat meningkatkan produktivitas hasil panen. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh perlakuan tanam dalam meningkatkan produktivitas hasil panen dengan metode Structural Equation Modeling(SEM). Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan pupuk memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil panen serta perlakuan tanam.  
EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SELASIH (Ocimum basilicum L.) DAN PANDAN WANGI (Padanus amaryliolius) UNTUK PENGENDALIAN LALAT BUAH BACTROCERA SP PADA TANAMAN CABAI (Capsicum fruescens L) Haris Setyaningrum; Mahmudah Hamawi; Bonang Asmoro Santo
Gontor AGROTECH Science Journal Vol. 8 No. 3 (2022): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i3.9893

Abstract

Kemampuan ekstrak daun selasih dan pandan wangi dalam menarik kedatangan lalat buah dipengaruhi oleh kandungan bahan aktif seperti Metil Eugenol (ME) (C12H14O2). Rendeman minyak hasil perebusan daun selasih adalah 1,14% dengan kadar ME mencapai 76%. Sedangkan kadar kandungan ME dalam minyak atsiri daun pandan wangi sekitar kadar 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak selasih dan pandan wangi terhadap lalat buah. Penelitian dilakukan pada buan Agustus 2019 di Kecamatan Mlarak dan Sawo, Ponorogo, Jawa Timur. Terdapat dua perlakuan yaitu ekstrak daun selasih dan daun pandan yang masing-masing diulang tiga kali. Pengambilan sampel lalat buah didapatkan dari pemasangan perangkap di delapan petak lahan. Sedangkan, pengambilan sampel buah rusak diambil dari tanaman cabai rawit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun selasih mampu menarik lalat buah. Namun, ekstrak daun kemangi lebih efektif dibandingkan dengan daun pandan. Jumlah  lalat buah yang tertangkap pada perlakuan ekstrak daun selasih di daerah Mlarak 116 ekor dan Sawo 83 ekor, lebih banyak dibandingkan dengan ekstrak daun pandan wangi  yang berjumlah masing-masing 11 ekor di kedua lahan peneltian. Kemudian, intensitas serangan pada buah cabai paling banyak pada lahan dengan perlakuan ekstrak daun pandan mencapai 33.74% di Mlarak dan 29.61% di Sawo. Sedangkan spesies lalat buah yang tertangkap ialah betina dari B. carambolea, B. umbrosa, dan B. fuscitibia.
The Test Fungi Growth Physiology of Trichoderma sp. and Gliocladium sp. from Citrus Plants Unun - Triasih; Sri Widyaningsih
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 9 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v9i1.8604

Abstract

One of the problems of citrus cultivation is disease attack which can cause a decrease in production during harvest. There are antagonistic fungi from citrus plants that can be used to control pathogens, namely Gliocladium sp. and Trichoderma sp. Antagonistic fungi will be able to control pathogens optimally if they have growth conditions that match their environment. This study aims to determine the growth development of Trichoderma sp. and Gliocladium sp. at several temperatures, media, exposure lengths, and types of light. The treatments used were four different temperatures (20°C, 25°C, 30°C, 35°C), three media (PDA, PDAY, and CMA), several exposure times (24 hours of light and 24 hours of dark, 8 hours of light and 16 hours of darkness, 16 hours of light and 8 hours of darkness) and the type of light (light from a reading lamp placed very close, light from a lamp placed habitually, and dark wrapped in carbon). The treatment used a completely randomized design (CRD) and was repeated 5 times. The test results showed that the two isolates could develop optimally on PDA and PDAY media with the best temperature of 20°C-25°C. In addition, testing of various rays showed the results of the fastest development by Trichoderma sp. under natural light treatment. Furthermore, the best length exposure test was Trichoderma sp. with a lighting time of 12 hours light and 12 hours dark. In general, the development of the two antagonistic fungal isolates had relatively the same optimal development conditions, but Trichoderma sp. has better development on various tests.