Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

POTENSI SERBUK GERGAJI KAYU SENGON SEBAGAI INSEKTISIDA BOTANI Azizah Azizah; Moch Rosyadi Adnan; Mukhamad Su'udi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i2.10518

Abstract

Serangga yang berperan sebagai hama merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi dalam bidang pertanian. Penanganan yang selama ini dilakukan untuk mengendalikan permasalahan ini adalah menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia dapat menimbulkan efek negatif baik bagi lingkungan maunpun kesehatan. Alternatif pengendalian serangga hama yang ramah lingkungan yaitu penggunaan insektisida botani. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai insektisida botani adalah sengon (Albizia sp.). Salah satu potensi tanaman sengon dijadikan bahan dasar insektisida karena menghasilkan beberapa senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan berbeda pada setiap jenisnya. Secara umum senyawa metabolit sekunder dari tanaman sengon termasuk kelompok flavonoid, saponin, tanin, terpen, dan alkaloid. Senyawa-senyawa tersebut memiliki berbagai aktivitas biologi seperti antioksidan, antikanker, antitumor, antimikroba, antiinflamasi, antidiabetes, dan lain sebagainya. Beberapa senyawa metabolit sekunder tersebut, seperti saponin dan flavonoid, ternyata dapat bersifat toksik bagi serangga. Saponin dan flavonoid telah dilaporkan memiliki aktivitas antifeedant bagi beberapa serangga. Berdasarkan aktivitas senyawa metabolit sekunder dari sengon tersebut yang membuat serbuk gergaji kayu sengon berpotensi digunakan sebagai insektisida.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUG MANIS VARIETAS SD3 IPB TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI NPK DAN PUPUK HAYATI Azotobacter Elly Daru Ika Wilujeng; Sri Ismiani; Moch Rosyadi Adnan
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 8, No 2 (2022): December 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i2.8481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung manis varietas SD3 IPB. Penelitian dilaksanakan di Kebun Cikabayan Kampus IPB Dramaga- Bogor pada bulan Juni-Agustus 2018. Perlakuan yang diuji terdiri dari enam perlakuan yaitu: P0: 50% NPK, P1: 100% NPK, P2: 50% NPK + 1 ml /pot pupuk hayati cair, P3: 50% NPK + 1 ml/pot Pupuk Hayati cair steril, P4: 50% NPK +5 gram /pot Pupuk Hayati Padat, P5: 50% NPK + 5 gram/pot Pupuk Hayati Padat Steril. Enam perlakuan tersebut disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima ulangan. Parameter pertumbuhan tanaman yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, berat brangkasan basah dan brangkasan kering dan bobot akar jagung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ragam ANOVA dan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P4 (50% NPK +5 gram /pot pupuk hayati padat) memiliki rata-rata tinggi tanaman yang lebih baik jika dibandingkan dengan perlakuan lain, terdapat peningkatan tinggi tanaman sebesar 4,4% jika dibandingkan dengan perlakuan P1 (100% NPK). Perlakuan P2 (50% NPK +I ml/pot pupuk hayati cair) memiliki nilai terbaik pada pembentukan jumlah helai daun dan pembentukan biomassa akar baik basah dan kering dengan nilai berurutan 15,23 gram dan 2,25 gram. Penggunaan kombinasi pupuk hayati yang diperkaya Azotobacter 33 dan NPK memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman jagung pada fase vegetatif
PENINGKATAN WAWASAN MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI JEMBER MELALUI EDUKASI PERAN BAHAN ORGANIK DALAM MENUNJANG PERTANIAN BERKELANJUTAN Elly Daru Ika Wilujeng; Rizky Nirmala Kusumaningtyas; Annisa Lutfi Alwi; Moch Rosyadi Adnan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 7: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i7.6929

Abstract

Pertanian berkelanjutan memerlukan edukasi yang tepat tentang pemanfaatan bahan organik seperti limbah pertanian dan rumah tangga. Kegiatan edukasi kali ini dilaksanakan di Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember dengan sasaran meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pemanfaatan bahan organik. Kegiatan ini terdiri dari dua tahap, yaitu pra pelaksanaan dan pelaksanaan. Pada tahap pra pelaksanaan, disusun panduan pembuatan pupuk organik cair (POC), rundown, dan materi. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan pemaparan materi dan praktik pembuatan POC. Kegiatan edukasi diterima dengan baik oleh mahasiswa yang antusias dalam pembuatan pupuk organik cair serta dalam evaluasi keberhasilan pembuatan pupuk organik cair. Pembuatan pupuk organik cair ini dapat menjadi alternatif solusi untuk permasalahan limbah organik dan mengurangi biaya pembelian pupuk sintetis.
Combating Soil Drought in Maize (Zea mays L.): Genetic-Engineering Strategies for Drought Tolerant Varieties Moch. Rosyadi Adnan; Ahmad Robiul Syawaluddin; Alvianti Maulidatus Sholehah; Dinik Dwi Cahyani; Fitriyatul Lailiyah; Gilang Hardi Sucahyo; Hendri Kurniawan; Nurul Aini; Elly Daru Wilujeng
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v10i1.12211

Abstract

Drought is the global challenge of crop agriculture across the globe. The detrimental effect of drought hinders a significant growth and development impairment leading to devastating harvest losses. Maize, a vital staple for food faces future challenges with a rapidly expanding drought area. To address this challenge, scientists and breeders are urged to develop new varieties that are not only resistant or tolerant but also even potentially thrive under drought planting conditions. New breeding technologies involving molecular biology and biotechnology have been developed and implemented thus offering a promising solution. Genetic engineering has allowed humans to straightforwardly transfer beneficial genes across species and varieties, thus deliberating gene pool transfer of similar species and varieties. Furthermore, this technology has evolved to the level of creation, deletion, or modification of existing alleles with high precision through CRISPR/Cas9-mediated genome editing. This review article delves into the morpho-physiology, biochemical, and molecular responses of maize varieties against drought stress. It subsequently explores how genetic engineering has been utilized to optimize the selected genes underlying those responses. By exploring the current progress of genetic engineering, this article aims to prepare the ground for future advancement in combating drought through drought-tolerant maize varieties. Thus, this review article has the potential to contribute to improving food security in the increasing drought challenges.
Agronomical Performances of Gajah Mungkur Mutant Rice Varieties Under Drought Stress: Agronomical Performances of Gajah Mungkur Mutant Rice Varieties Rahmawati, Dwi; Dewi, Azri Kusuma; Mufikasari, Venti Yanti; Wilujeng, Elly Daru; Adnan, Moch. Rosyadi
Journal of Tropical Life Science Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.14.01.08

Abstract

The productivity of the rice plant is commonly influenced by both genotype and environmental factors. One common environmental factor that leads to harvest failure is drought, often caused by low rainfall. Therefore, the development of drought-tolerant varieties should be implemented to obtain optimum productivity under an unfavorable environment. One of the canonical approaches for achieving this is genetic manipulation, such as by gamma radiation-induced mutation. This study aimed to determine the drought tolerance and quantitative characteristics of mutant rice varieties generated from gamma radiation. The methodology used was a split-plot design with two factors, including drought as the first factor consisting of three groups namely control, mid-level, and high-level. The second factor was rice genotypes, which consisted of six genotypes comprising PMG 07/PsJ, PMG 08/ PsJ, and PMG 09/ PsJ (mutant varieties), Gajah Mungkur (parental background), Limboto (drought-tolerant), and IR 20 (drought-susceptible). The data were statistically examined using Analysis of Variance (ANOVA) and further analyzed with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) with a significance level of 5%. The results showed that high-level drought significantly affected plant height during both the vegetative and mature stages. Among the mutants, PMG 08/PsJ exhibited better vegetative growth under dry conditions, retaining a relatively higher height. Drought also had a negative impact on the number of tillers and productive tillers. The PMG 08/PsJ mutant had a slightly higher number of tillers under drought cultivations. On the other hand, PMG 09/PsJ was found to have a relatively more filled grain number per panicle. Leaf rolling and dryness index showed similar trends in all varieties, while drought treatments imposed a delay on the flowering and harvesting age. Although the results demonstrated no substantial improvement over the parental lines, the selected mutant lines provided several beneficial agronomical features such as maintenance of plant height, tiller number, and shorter life cycles under severe drought. These characteristics could serve as valuable genetic resources for breeding programs focused on developing drought-resistant rice varieties for challenging environments.
Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Produk Eco-enzyme di Desa Dadapan Aisyah, Mahindra Dewi Nur; Alif, Trisnani; Wilujeng, Elly Daru Ika; Adnan, Moch Rosyadi; Alwi, Annisa Lutfi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.857

Abstract

Sampah organik merupakan salah satu sampah yang selalu dihasilkan oleh rumah tangga. Bagi sebagian masyarakat, termasuk di Desa Dadapan, Kabupaten Lamongan, belum ada upaya mengurangi jumlah sampah organik. Sampah hanya dikumpulkan kemudian akan dijadikan satu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan yang berfokus pada pengelolaan sampah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat, salah satunya adalah eco-enzyme. Kegiatan ini diinisiasi pada ibu-ibu di Desa Dadapan pada tanggal 28 Oktober 2023. Kegiatan dimulai dengan persiapan, sosialisasi dengan metode ceramah tentang eco-enzyme, praktik langsung, dan evaluasi. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat dapat mengelola sampah yang dihasilkan secara mandiri bahkan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi. Hasil praktik pembuatan eco-enzyme telah dimanfaatkan untuk pupuk dan pestisida nabati tanaman yang dibudidayakan di pekarangan rumah. Masyarakat Desa Dadapan merasakan kebermanfaatan dari kegiatan ini dan berharap ada kegiatan lanjutan untuk menambah pengetahuan terutama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar mereka. Organic waste is one of the wastes always produced by households. For some communities, including Dadapan Village, there has been no effort to reduce the amount of organic waste. The waste is only collected at the Final Disposal Site (TPA). Therefore, there is a need for activities that focus on managing organic waste into more useful products, one of which is eco-enzyme. This activity was initiated among women in Dadapan Village on October 28, 2023. The activity began with preparation, socialization using lecture methods about eco-enzymes, direct practice, and evaluation. This activity aims to enable the community to manage the waste they produce independently and even provide added economic value. The resulting activity of making eco-enzymes has been used for fertilizer and pesticides for plants cultivated in home gardens. Dadapan Village citizens feel the benefits of this activity and hope there will be further activities to increase their knowledge, especially to solve the problems around them.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) SEBAGAI ALTERNATIF PEMENUHAN UNSUR HARA DALAM MENGHADAPI KELANGKAAN PUPUK KIMIA DI DESA AJUNG JEMBER Wilujeng, Elly Daru Ika; Rosyadi, Moch. Adnan; Alwi, Annisa; Kusumaningtyas, Rizky Nirmala; Aisyah, Mahindra Dewi Nur; Alif, Trisnani; Rusdiarti
PAPUMA: Journal of Community Services Vol. 2 No. 02 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/papuma.v2i02.1338

Abstract

Ajung Village is one of the villages in Jember where the majority are farmers and generally depend on obtaining chemical fertilizers. On the other hand, there are youth who are members of Karang Taruna Persada Muda who have the potential to be developed through various activities, considering that currently, their activities are incidental. Therefore, training in making Liquid Organic Fertilizer (LOF) is a useful activity for developing youth and the resulting product can reduce dependence on chemical fertilizers. The methods used in this training activity are delivery of material and discussion, direct practice, and evaluation through questionnaires (pre and post-test). The evaluation results show that the making of LOF training increased the knowledge and insight of Karang Taruna youth in Ajung Village. It is hoped that in the future further training will be provided regarding marketing and manufacturing of other agricultural products.
Penambahan Ekstrak Bawang Merah pada Persemaian Padi Metode Terpal di Desa Sumberpinang, Pakusari Jember Kurniasari, Leli; Azizah, Maria; Rahmawati, Dwi; Adnan, Moch Rosyadi
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 2 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v2i1.26

Abstract

Padi merupakan salah satu komoditas utama di Kabupaten Jember. Persemaian padi merupakan kegiatan penting dalam budidaya padi sistem pindah tanam. Persemaian yang umum dilakukan adalah persemaian di lahan yang akan ditanami. Metode ini memiliki kekurangan yaitu lahan persemaian berada di lokasi penanaman sehingga sebagian lahan harus dikonversi menjadi lahan persemaian. Mitra sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah warga di di Desa Sumberpinang, Pakusari, Jember. Permasalahan yang ditemukan di masyarakat adalah persemaian yang umumnya dilakukan di lahan kurang efektif dan efisien dalam pemeliharaannya. Oleh karena itu solusi yang diberikan oleh tim pengabdian masyarakat adalah pengenalan metode persemaian dengan terpal. Metode persemaian ini dapat dilakukan di pekarangan rumah dan penambahan ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh alami yang dapat meningkatkan perkecambahan. Kegiatan ini terdiri dari empat tahap yaitu koordinasi kegiatan, edukasi, pelatihan pembuatan persemaian metode terpal yang diperkaya ekstrak bawang merah, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra tentang metode persemaian menggunakan metode terpal yang dapat dilakukan di pekarangan rumah serta memberikan pengetahuan pemanfaatan bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh alami.
Seed Vigor Improvement of Red Chili Seeds (Capsicum annuum L.) Using Spirulina platensis as Seed Priming Agent Samtani, Kariena; Rahmawati, Fitri Ayu; Pratiwi, Indah Wahyu; Atuillah, Nuning; Hidayatullah, Reza Aris; Sabiku, Dewi Fatmawaty; Azizah, Maria; Prasetyo, Hari; Suwardi, Suwardi; Sulistyono, Nantil Bambang Eko; Bintoro, M.; Adnan, Moch. Rosyadi
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.456

Abstract

Red chili is a crucial horticultural crop in Indonesia. The increasing demand for high-quality chili necessitates seeds with optimal germination and growth. Spirulina platensis, a microalgae species, can be cultivated in waste media such as Sugar Mill Effluent (SME). Moreover, Spirulina contains phytohormones that can stimulate seed germination. This study investigated the impact of various concentrations and soaking times of S. platensis solution on red chili seed quality. A factorial Completely Randomized Design (CRD) was employed with 5 levels of microalgae biomass concentration: control (untreated seeds), 0, 30, 45, and 60% and 3 levels of soaking time: 1, 2, and 3 hours. Data analysis involved ANOVA and Bonferroni post-hoc tests at a 5% level using GraphPad Prism version 5.01. The results demonstrated seed priming application using S. platensis significantly enhanced seed vigor. The S. platensis treatment at 60% concentration for 2 hours significantly reduced MGT by 1 day, while 30%-2 hours and 60%-3 hours treatments exhibited the highest germination rate (100%), vigor index (49.17% in 30%-2 hours), seed growth simultaneity (85.56% in 60%-2 hours and 83.33% in 30%-2 hours), and growth rate (11.48% in 60%-3 hours and 11.11% in 30%-2 hours), with the 60%-3 hours treatment showing the longest shoot (2.73 cm) and radicle (8.13 cm) lengths, compared to the control. These findings suggest that S. platensis priming can be a promising approach for improving seed quality and crop establishment.
Pendampingan Eksplorasi dan Pemetaan Potensi Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat Jember sebagai Desa Agroeduwisata melalui Pendekatan Permakultur Wilujeng, Elly Daru Ika; Adnan, Moch. Rosyadi; Rahmawati, Dwi; Ermawati, Netty; Aisyah, Mahindra Dewi Nur; Alif, Trisnani; Maulinda, Restiana
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 4 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v4i1.60

Abstract

Desa Glagahwero, yang terletak di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang kaya untuk dikembangkan sebagai desa agroeduwisata. Namun, belum adanya pemetaan potensi secara sistematis menjadi hambatan utama dalam pengembangannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam memetakan potensi desa melalui pendekatan permakultur yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, sosialisasi dan integrasi potensi desa baik aktual maupun potensial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengidentifikasi potensi ekologis, sosial, dan ekonomi lokal secara mandiri. Selain itu, pemahaman masyarakat terhadap konsep permakultur meningkat, dan terbentuknya rencana pengembangan desa agroeduwisata berbasis lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap perencanaan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan Masyarakat.