cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Strategi Pengembangan Pasar Waru di Kabupaten Panajam Paser Utara Berdasarkan Faktor-Faktor Kenyamanan Berbelanja Rizky Bobby Anggoro; Mega Ulimaz; Elin Diyah Syafitri
Ruang Vol 6, No 2 (2020): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.6.2.112-120

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian terkait infrastruktur perkotaan dengan fokus pengembangan pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan pasar tradisional di Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara berdasarkan kenyamanan berbelanja konsumen. Pasar Waru merupakan pasar satu – satunya di Kecamatan Waru. Pasar Waru memiliki beberapa permasalahan yang dinilai dapat mempengaruhi kenyamanan konsumen untuk berbelanja, seperti permasalahan ruang gerak konsumen yang sempit, bau yang kurang sedap akibat dari kebersihan Pasar Waru yang rendah, dan kondisi beberapa koridor pasar yang terdapat genangan pada saat hujan. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT IFAS EFAS. Terdapat tujuh faktor internal yang mempengaruhi kenyamanan, yaitu keamanan pasar, pencahayaan pasar, kemudahan mobilitas konsumen, kebersihan pasar, kebersihan kios pedagang, keleluasaan  konsumen  bermobilitas,  dan  aroma  di  dalam  pasar. Selain itu juga terdapat enam   faktor  eksternal  yang mempengaruhi kenyamanan berbelanja di Pasar Waru, yaitu kemudahan mendapatkan harga murah, ketelitian pedagang, letak pasar terhadap tempat tinggal, kebisingan dari luar pasar, durasi operasional, dan gangguan curah hujan. Terdapat tiga strategi pengembangan untuk Pasar Waru, yaitu peningkatan kualitas bak sampah, pembangunan saluran pembuangan dan pengolahan limbah, serta renovasi bangunan pasar.
Penilaian Tingkat Layak Huni terhadap Aspek Sistem Jaringan Drainase Kecamatan Sungai Kunjang berdasarkan Persepsi Masyarakat Romi Alfianor; Mega Ulimaz; Achmad Ghozali
Ruang Vol 6, No 2 (2020): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.6.2.67-76

Abstract

Pada tahun 2017 Kota Samarinda diklasifikasikan oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) sebagai kota yang tidak layak huni. Standar rata-rata kota layak huni secara nasional memiliki nilai persentase sebesar 63,2 persen tingkat layak huni, sedangkan Kota Samarinda memiliki nilai lebih rendah dari nilai rata-rata nasional. Kota Samarinda hanya memiliki nilai persentase sebesar 56,9 persen tingkat layak huni sehingga diklasifikasikan sebagai kota yang tidak layak huni dari persepsi masyarakat. Salah satu penilaian kriteria layak huni yang memiliki nilai terendah adalah kondisi sistem jaringan drainase dengan persentase 45 persen tingkat layak huni. Sistem drainase yang ada saat ini belum berfungsi optimal terutama pada kapasitas saluran. Tidak tertampungnya limpasan air hujan pada saluran akan mengakibatkan genangan pada ruas jalan. Salah satunya terdapat pada Jalan Pangeran Antasari Kecamtan Sungai Kunjang. Pada saat musim pasang surut air Sungai Mahakam, ketinggian genangan mencapai sekitar 50-80 cm dengan lama genangan 6-10 jam.
Analisis Penentuan Komoditas Unggulan Subsektor Perkebunan Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara Sitinur Amaliah; Dwiana Novianti Tufail; Mohtana Kharisma Kadri
Ruang Vol 6, No 2 (2020): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.6.2.77-84

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya alam secara optimal menjadi indikator keberhasilan pengembangan ekonomi salah satunya melalui komoditas subsektor perkebunan. Kecamatan Penajammemiliki potensi terbesar pada sektor pertanian khususnya subsektor perkebunan sebagai arahan pemanfaatan lahan perkebunan seluas 39,707 ha dibandingkan kecamatan lainnya. Dengan potensi lahan yang besar membuat Kecamatan Penajam memiliki peluang untuk meningkatkan pengembangan ekonomi melalui pemanfaatan komoditas subsektor perkebunan. Disisi lain potensi fungsi lahan perkebunan yang tinggi, terdapat pemanfaatan yang belum optimal pada subsektor perkebunan. Sehingga diperlukan upaya pengembangan ekonomi sebagai identifikasi pengembangan wilayah berbasis ekonomi yang dapat dilakukan dengan penentuan komoditas unggulan subsektor perkebunan di Kecamatan Penajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikomoditas unggulan subsektor perkebunan sebagai upaya pengembangan ekonomi di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara dengan menggunakan metode analisis kuantitatif terhadap data sekunder yaitu hasil produksi komoditas perkebunan tahun 2014 – 2019. Adapuntahapan analisis terdiri dari: 1) Menentukan komoditas basis/non basis subsektor perkebunan menggunakan teknik analisa Location Quotioent (LQ), 2) Menentukan nilai pertumbuhan dan daya saing menggunakan teknik Shift Share Analysis (SSA), 3) Menentukan komoditas unggulan dengan teknik analisa komulatif hasil LQ dan SSA. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa komoditas unggulan subsektor di Kecamatan Penajam yaitu komoditas kelapa dan komoditas kelapa sawit.
Faktor-Faktor yang Menentukan Pemanfaatan Alun-alun Sebagai Ruang Terbuka Publik di Kabupaten Ngawi Achmad Fatony; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.34-45

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan pemanfaatan ruang terbuka publik yang dapat menampung berbagai aktivitas atau kebutuhan pengunjung pada hari biasa dan hari libur. Penelitian berlokasi di Alun-Alun Kabupaten Ngawi. Perubahan waktu dari pagi hingga sore hari pada hari biasa dan hari libur dapat mempengaruhi pola pemanfaatan Alun-Alun Kabupaten Ngawi. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan pemanfaatan alun-alun sebagai ruang terbuka publik di Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling kepada 100 pengunjung. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis pemetaan dengan mapmaker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengunjung pada hari biasa didominasi oleh aktivitas berolahraga dan bersantai. Sedangkan pada hari libur lebih banyak pengunjung yang melakukan berbagai aktivitas dengan rata-rata waktu lebih dari dua jam. Beberapa faktor yang melatarbelakanginya adalah kondisi fisik kawasan dan perilaku pengunjung. Dari kondisi fisik kawasan, pemanfataan alun-alun dipengaruhi oleh kenyamanan, kestrategisan lokasi, dan daya tarik masing-masing zona. Sementara itu, dari segi perilaku pengunjung dipengaruhi oleh ketersediaan waktu luang dan status hubungan sosial pengunjung.
Bentuk Hunian Informal: Studi Kasus tentang Hunian Bertahap di Kampung Melayu Semarang Desmalinda Kurniati Daraz; Wakhidah Kurniawati
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.46-55

Abstract

Permukiman informal mendominasi struktrur kota-kota di dunia dan menjadi tempat tinggal bagi mayoritas penduduk kota. Tahun 2014 tercatat sebanyak 29.7%, atau setara 881 juta penduduk perkotaan di negara-negara berkembang yang tinggal di hunian informal. Selama lebih dari 50 tahun, sudah dilakukan upaya untuk menghadapi keberadaan hunian informal, tetapi tantangan permukiman informal tidak bisa diatasi hanya dengan penggusuran. Pemerintah telah berupaya melakukan peningkatan kualitas fisik Kampung Melayu melalui program KOTAKU yang berfokus menata kawasan hunian informal agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Program tersebut seharusnya juga dapat mengakomodasi kebutuhan spasial penduduk sehingga perlu untuk memahami lokasi secara mendalam untuk dapat mengetahui kebutuhan spasial penduduk yang dilihat dari kondisi fisik eksisting dan bentuk penyediaan huniannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik hunian informal di Kampung Melayu yang berfokus pada hunian informal di Jalan Melayu Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa kondisi hunian menggunakan pencampuran material permanen dan non-permanen, fasilitas terbatas dan kondisi infrastruktur tidak sesuai standar, ruang publik terbatas pada ruang jalan dan drainase yang diokupansi hunian. Penduduk melakukan berbagai bentuk hunian bertahap yang dibangun berdasarkan kebutuhan spasial penghuninya.
Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism (CBT) Muhammad Ilham Febrian Nuur; Ariyaningsih Ariyaningsih; Nadia Almira Jordan
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.1-8

Abstract

Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangata Selatan memiliki permasalahan kawasan yang harus dibenahi seperti adanya fasilitas yang masih kurang layak, belum berkembangnya daya tarik atraksi yang disajikan, kurangnya pemberdayaan masyarakat serta lingkungan dan belum optimalnya manajemen promosi yang ditawarkan kepada wisatawan. Berdasarkan kondisi wisata Pantai Teluk Lombok ini memiliki potensi yang sangat baik apabila dikelola dengan arahan pengembangan yang sesuai dikarnakan suasana kondisi alamnya yang indah seperti pasir coklat, biota terumbu karang, dermaga yang menjorok ke laut sebagai tempat bersantai. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk merumuskan arahan pengembangan  kawasan wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism (CBT). Penelitian ini menggunakan Analisis Delphi untuk menentukan faktor-faktor prioritas perkembangan wisata berbasis Community Based Tourism (CBT). Hasil dari analisis Delphi ini ialah terdapat 9 faktor prioritas dimana terdiri dari ekonomi, sosial, lingkungan, atraksi, dukungan pemerintah, dukungan komunitas lokal, sarana prasarana, pemanfaatan dana dan citra kawasan. Faktor ini selanjutnya diskoring berdasarkan tingkat kepentingannya. Didapatkanlah Terdapat tujuh skala prioritas yang didapatkan melalui hasil skoring, untuk prioritas pertama faktor yang harus dikembangkan ekonomi dan peningkatan sarana prasarana, kedua lingkungan, ketiga dukungan pemerintah, keempat atraksi, kelima dukungan komunitas lokal, keenam pemanfaatan dana dan ketujuh citra kawasan.Kata kunci: Community Based Tourism, Analisis Delphi,Wisata Pantai
Analisis Daya Dukung Permukiman di Kelurahan Manggar Baru Nurul Pertiwi; Ajeng Nugrahaning Dewanti; Mohtana Kharisma Kadri
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.9-21

Abstract

Pertumbuhan penduduk mengakibatkan kebutuhan akan permukiman semakin bertambah. Apabila kuantitas lahan tidak sesuai dengan kebutuhan permukiman maka akan menimbulkan tumbuhnya kawasan permukiman liar atau tidak sesuai. Kelurahan Manggar Baru merupakan daerah yang berbatasan dengan kawasan pesisir, hal menyebabkan adanya kawasan permukiman yang berdiri di daerah sempadan sungai. Kondisi ini dapat mengakibatkan terganggunya fungsi ekologi sungai, termasuk bahaya banjir bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan sungai. Penelitian ini menggunakan metode analisis meliputi analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL), kesesuaian lahan permukiman, dan daya dukung permukiman. Analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL) bertujuan untuk mengetahui luas kawasan permukiman yang sesuai untuk digunakan pada analisis daya dukung permukiman. Pada daya dukung permukiman diperoleh hasil 10,25 atau lebih dari 1, hal ini berarti lahan mampu menampung penduduk untuk bermukim.
Karakteristik Morfologi Kampung Kota Gandek Puspo Kelurahan Jagalan Semarang Made Ria Anggrini Rustika; Nurini Nurini
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.22-33

Abstract

Kemunculan kampung kota di Kota Semarang dimulai sejak masa kolonial Belanda, salah satunya adalah Kampung Kota Pribumi (penduduk asli Kota Semarang). Kampung Kota Pribumi di Kelurahan Jagalan, khususnya Kampung Gandekan, Kampung Kulitan, Kampung Banginggris, dan Kampung Pusporagan dikenal dengan sebutan Kampung Gandek Puspo memiliki nilai historikal, tentang kejayaan Tuan Tasripin sebagai Tuan Tanah  Kota Semarang, kampung ini telah mengalami perkembangan baik fisik maupun nonfisik yang dapat mempengaruhi karakteristik morfologi kawasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik morfologi Kampung Kota Gandek Puspo, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Data hasil wawancara akan diolah melalui pengkodean data, kategorisasi, dan reduksi data, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deksriptif, analisis morfologi dengan pendekatan teori Urban Design, dan analisis spasial (peta komik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua karakteristik morfologi Kampung Gandek Puspo yaitu kampung bagian depan (sebagian Kampung Gandekan dan sebagian Kampung Kulitan yang berada dekat Jl. MT. Haryono), dan kampung bagian belakang (Kampung Banginggris; Kampung Pusporagan; sebagian Kampung Gandekan; dan sebagian Kampung Kulitan; yang berada dekat sungai Semarang). 
Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam Pemilihan Lokasi Relokasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Pagi, Kota Samarinda Kristia Liendika Arruan Minanga Demas; Ajeng Nugrahaning Dewanti
Ruang Vol 7, No 2 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.2.96-104

Abstract

Sesuai dengan program prioritas RPJMD Kota Samarinda tahun 2016-2021 dalam penataan Pedagang Kaki Lima di kawasan perdagangan dan jasa, bentuk usaha yang sudah diterpakan dalam upaya penataan Pedagang Kaki Lima di kawasan Pasar Pagi dengan melakukan penertiban dan penggusuran. Namun yang menjadi permasalahan adalah karena Pedagang Kaki Lima yang telah digusur terus kembali pada lokasi yang sama untuk berdagang. Sehingga sebagai salah satu langkah awal dalam penataan maka perlu adanya identifikasi karakteristik PKL serta analisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemilihan lokasi untuk relokasi bagi Pedagang Kaki Lima di kawasan Pasar Pagi. Metode yang digunakan adalah statistik deskrptif dan analisis Delphi. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik PKL di Pasar Pagi teridentifikasi dalam tiga kelompok yang dibagi berdasarkan jenis dagangan yaitu Kelompok I, Makanan/Minuman Siap Saji; Kelompok II : Non-Makanan, Kelompok III : Jasa dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam penataan pedagang kaki lima berdasarkan perspektif stakeholders yaitu (1) Sirkulas; (2) Dekat Permukiman; (3) Aksesibilitas; (4) Ekspansi; (5) Lahan Parkir; (6) Jaringan Listrik; (7) Jaringan Air Bersih; (8) Jaringan Limbah; (9) Lingkungan; (10) Visibilitas; (11) Fungsi Jalan; (12) Akses Pejalan Kaki dan (13) Kebijakan Tata Ruang.
Sense of Place Penghuni Terhadap Eksistensi Kampung Pekojan Kota Semarang Falian Alfaridzi; Nurini Nurini
Ruang Vol 7, No 2 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.2.64-73

Abstract

Kampung kota terbentuk karena sebagai kawasan permukiman etnis-etnis yang menetap di suatu kota, salah satunya Kampung Pekojan Kota Semarang. Kampung Pekojan merupakan kampung kota dihuni oleh masyarakat keturunan Koja atau etnis India-Pakistan sebagai identitas utama. Adanya identitas ini membuat makna tersendiri bagi penghuni terhadap tempat tinggalnya, yang dikenal dengan istilah sense of place. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sense of place penghuni terhadap eksistensi Kampung Pekojan Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara obersvasi, kuesioner dan wawancara. Teknik sampling yang digunakan yaitu berupa purposive proportional random sampling terhadap 3 RT yaitu RT 09, RT 10, dan RT 11 yang menjadi unit populasi. Sampling memiliki kriteria khusus yaitu penghuni yang sudah lama tinggal di Kampung Pekojan minimal 20 tahun dengan jumlah sample sebanyak 52 responden. Penelitian ini menggunakan analisis relationship to place dan place attachment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki karakteristik keterlibatan terhadap tempat. Pada place attachment, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas memiliki karakteristik cultural terhadap Kampung Pekojan. Dengan demikian, Keberadaan Kampung Pekojan sebagai pemukiman memiliki arti penting karena kemampuannya mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan, sejarah dan budaya dalam kehidupan perkotaan modern.Kata kunci: Kampung Kota; Sense of Place; Kampung PekojanKampung Kota is formed because it is a residential area for ethnic groups who live in a city, one of which is Kampung Pekojan, Semarang City. Kampung Pekojan is kampung kota inhabited by people of Koja descent or Indian-Pakistani ethnicity as the main identity. The existence of this identity creates its own meaning for residents of their place of residence, which is known as the sense of place. Therefore, this study aims to examine the residents' sense of place towards the existence of Kampung Pekojan, Semarang City. This research uses quantitative methods with quantitative descriptive and scoring analysis techniques. Data collection in this study was carried out by means of observation, questionnaires and interviews. The sampling technique used was purposive proportional random sampling of 3 RTs, specifically RT 09, RT 10, and RT 11 which were the population units. Sampling has special criteria, namely residents who have lived in Kampung Pekojan for at least 20 years with a total sample of 52 respondents. This study uses relationship to place and place attachment analysis. The results showed that most respondents had the characteristics of involvement with the place. On the place attachment, the results of the study show that the majority have cultural characteristics towards Kampung Pekojan. Thus, the existence of Kampung Pekojan as a settlement has an important meaning because of its ability to maintain human, historical and cultural values in modern urban life.Keyword: Kampung Kota, Sense of Place, Kampung Pekojan.