cover
Contact Name
Ifah Hanifah
Contact Email
ifah.hanifah@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : 10.25134/fjpbsI
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
ANALISIS STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS EKSPOSISI PADA HARIAN PIKIRAN RAKYAT EDISI MINGGU KE 2 BULAN JANUARI 2015 DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS EKSPOSISI DI SMA KURIKULUM 2013 Sudrajat, Ajat; hanifah, Ifah; Indriani, Maya
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Judul penelitian ini adalah Analisis Struktur dan Kaidah Teks Eksposisi Pada Harian Pikiran Rakyat Edisi Minggu ke 2 Bulan Januari 2015 dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar dalam Pembelajaran Memahami Teks Eksposisi di SMA Kurikulum 2013.Rumusan masalah: 1) bagaimana struktur teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; 2) bagaimana kaidah teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; dan 3) apakah teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar memahami teks eksposisi di SMA? Metode : Deskriptif kualitatif. Simpulan: Teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015, jika dilihat dari struktur dan kaidah teks eksposisi, sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, maupun dengan materi pelajaran yang akan disampaikan, dan dengan kondisi sarana yang tersedia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar bagi siswa di SMA dalam memahami teks eksposisi Kata Kunci : Analisis Struktur Dan Kaidah,Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Kurtilas
PERBANDINGAN SK DAN KD STANDAR ISI KURIKULUM 2006 DENGAN KI DAN KD STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SD KELAS RENDAH DILIHAT DARI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, CAKUPAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN Aan Sugiantomas; Apryanti Puji Rahayu
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v6i1.365

Abstract

ABSTRAK Judul peneilitan ini adalah Perbandingan SK dan KD Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD Standar Isi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas Rendah Dilihatdari Taksonomi Tujuan Pembelajaran, Cakupan Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan. Rumusan masalah: (1) bagaimanakantaksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas rendah?  (2) bagaimanakantaksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas rendah? (3) bagaimanakan perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas rendah? (4) bagaimanakan hasil analisis cakupan keterampilan berbahasa pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (5) bagaimanakan cakupan keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (6) bagaimanakan perbandingan cakupan keterampilan berbahasa SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (7) bagaimanakan hasil analisis cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (8) bagaimanakan cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah ? (9) bagaimanakan perbandingan cakupan ilmu kebahasaan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD  dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (10) bagaimanakan hasil analisis cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (11) bagaimanakan cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (12) bagaimanakan perbandingan cakupan ilmu kesastraan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah?Tujuan penelitianini adalah: (1) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (2) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (3) ingin mengetahui perbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah dari taksonomi tujuan pembelajaran; (4) ingin mengetahui hasil analisis cakupan keterampilan berbahasa pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (5) ingin mengetahui cakupan keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (6) ingin mengetahui perbandingan cakupan keterampilan berbahasa SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas; (7) ingin mengetahui hasil analisis cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (8) ingin mengetahui cakupan ilmu kebahasaan dalam KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (9) ingin mengetahui perbandingan cakupan ilmu kebahasaan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD  dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (10) ingin mengetahui hasil analisis cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (11) ingin mengetahui cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (12) ingin mengetahui perbandingan cakupan ilmu kesastraan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah.Metode: deskriptif kualitatif. Simpulan: (1) taksonomi tujuan pembelajaran  pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indoneisa SD kelas rendah yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ranah  kognitif  pemahaman (C2), urutan kedua ranah adalah afektif penerimaan (A1), pada urutan terakhir adalah ranah psikomotor reaksi yang diarahkan (A3), hal tersebut dapat diperoleh dari hasil analisis kata kerja operasional; (2) taksonomi tujuan pembelajaran  pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indoneisa SD kelas rendah yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ranah kognitif pemahaman (C2), urutan kedua adalah ranah afektif responsif (A2) dan afektif menilai (A3), pada urutan terakhir adalah ranah psikomotor reaksi yang diarahkan (P3), hal tersebut dapat diperoleh dari hasil analisis kata kerja operasional; (3) perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang diperoleh dari simpulan hasil analisis kata kerja operasional, setelah diurutkan yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ranah kognitif pemahaman (C2), kedua adalah ranah afektif penerimaan (A1), afektif responsif (A2), dan afektif menilai (A3); (4) hasil analisis cakupan keterampilan berbahasa pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah keterampilan berbahasa pada aspek berbicara, kedua adalah keterampilan berbahasa pada aspek  menyimak, ketiga adalah keterampilan berbahasa pada sapek membaca, dan yang terakhir adalah keterampilan berbahasa pada kategori menulis; (5) cakupan keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang mendominasi pada urutan pertama adalah keterampilan berbahasa aspek menyimak ekstensif (Mny1) dan menyimak intensif (Mny2), pada urutan kedua adalah keterampilan berbahasa aspek berbicara tidak resmi (B1) dan berbicara resmi (B2), pada urutan ketiga adalah keterampilan berbahasa aspek membaca nyaring (Mbc1) dan membaca dalam  hati (Mbc2), dan yang terakhir adalah keterampilan berbahasa aspek menulis narasi (Mn1), menulis deskripsi (Mn2), menulis eksposisi (Mn3), dan menulis argumentasi (Mn4); (6) perbandingan cakupan keterampilan berbahasa SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah setelah diurutkan yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah  keterampilan berbahasa aspek berbicara tidak resmi (B1) dan berbicara resmi (B2), kedua adalah keterampilan berbahasa aspek menyimak ekstensif (Mny1) dan menyimak intensif (Mny2), pada urutan ketiga adalah keterampilan berbahasa aspek membaca nyaring (Mbc1) dan membaca dalam  hati (Mbc2), dan yang terakhir adalah keterampilan berbahasa aspek menulis narasi (Mn1), menulis deskripsi (Mn2), menulis eksposisi (Mn3), dan menulis argumentasi (Mn4); (7) hasil analisis cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah pada urutan pertama yang lebih mendominasi adalah ilmu kebahasaan fonologi pada ketegori bunyi suprasegmental (F4), pada urutan kedua ilmu kebahasaan sintaksis pada kategori kalimat (Si3), pada urutan ketiga terdapat ilmu kebahasaan semantik pada kategori jenis makna (S1), dan terakhir adalah ilmu kebahasaan morfologi pada kategori kata (M2); (8) cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang mendominasi pada urutan pertama adalah ilmu kebahasaan fonologi pada kategori bunyi segmental (F1) dan bunyi suprasegmental (F2), pada urutan kedua adalah ilmu kebahasaan morfologi pada kategori kata (M2), urutan ketiga adalah ilmu kebahasaan sintaksis pada kategori kalimat (Si3), dan yang terakhir adalah  ilmu kebahasaan semantik pada kategori jenis makna (Sem1), relasi makna (Sem2), dan majas (Sem4); (9) perbandingan cakupan ilmu kebahasaan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD  dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah setelah diurutkan, yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ilmu kebahasaan fonologi pada kategori bunyi segmental (F1) dan bunyi suprasegmental (F2), pada urutan kedua adalah ilmu kebahasaan morfologi pada kategori kata (M2), urutan ketiga adalah ilmu kebahasaan sintaksis pada kategori kalimat (Si3), dan yang terakhir adalah  ilmu kebahasaan semantik pada kategori jenis makna (Sem1), relasi makna (Sem2), dan majas (Sem4); (10) hasil analisis cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah pada urutan pertama yang mendominasi adalah ilmu kesastraan puisi pada kategori puisi (P3), urutan kedua adalah ilmu kesastraan prosa fiksi pada kategori dongeng (PF2), dan terakhir adalah ilmu kesastraan drama; (11) cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang lebih mendominasi adalah ilmu kesastraan drama, pada urutan kedua adalah ilmu kesastraan puisi pada kategori puisi lama (P1) dan puisi baru (P2), pada urutan terakhir adalah ilmu kesastraan prosa fiksi pada kategori prosa fiksi lama (PF1) dan prosa fiksi baru (PF2); (12) perbandingan cakupan ilmu kesastraan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah setelah diurutkan yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ilmu kesastraan puisi pada kategori puisi lama (P1) dan Puisi baru (P2), pada urutan kedua adalah ilmu kesastraan prosa fiksi pada kategori prosa fiksi lama (PF1) dan prosa fiksi baru (P2), serta ilmu kesastraan drama. Kata Kunci: perbandingan, kurikulum 2006, kurikulum 2013, mata pelajaran bahasa Indonesia, SD kelas rendah.
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGIS DAN SINTAKSIS PADA PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO PERIODE JANUARI 2015 Mutiadi, Ahmad Dedi; Patimah, Indah
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BAHASA INDONESIA MENUJU BAHASA INTERNASIONAL Dendy Sugono
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v11i2.722

Abstract

Dalam perikehidupan masyarakat Indonesia telah terjadi berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan tata ekonomi dan politik. Di bidang ekonomi, misalnya, telah terjadi perubahan dalam sistem perdagangan dari perdagangan tradisional ke perdagangan bebas, dari sistem tawar ke sistem harga mati. Situasi itu telah merambah ke kota-kota kecil di Tanah Air. Bahkan, sistem itu telah merambah ke perdagangan eceran (kecil), seperti pasar-pasar/toko kecil (mini market) dan kios-kios barang dan minuman. Selain hilangnya budaya tawar, ada fenomena baru sedang mewabah seolah menandai kelas sosial masyarakat, yaitu belanja secara daring (online), belanja tak perlu keluar rumah cukup memesan secara daring dan barang diantar ke rumah. Kondisi itu mendatangkan pengusaha besar memasuki area perdagangan tradisional, bahkan sejumlah pengusaha besar dari luar Indonesia mendekati pasar-pasar tradisional. Sistem perdagangan pun telah berubah diawali dengan Tata Ekonomi Eropa dan perkembangan di kawasan Asia Tenggara. Kawasan Asia Tenggara ini telah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kondisi itu telah menempatkan bahasa asing pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa itu memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan memengaruhi perkembangan bahasa di kawasan negara-negara ASEAN, seperti bahasa Indonesia (Sugono, 2014). Keadaan itu telah membawa perubahan gaya hidup dan perilaku masyarakat dalam bertindak dan berbahasa, khususnya di Indonesia. Misalnya, rasa kebersamaan telah tergeserkan oleh individualisme; interaksi sosial di tempat umum telah kehilangan ruang, seperti pusat belanja yang disebut pasar dahulu menjadi tempat interaksi sosial warga masyarakat. Kini tempat itu telah berganti pasar modern (swalayan) yang tidak memberi peluang terjadinya interaksi sosial, bahkan antara pembeli dan penjual, apalagi dengan pemilik barang dagangan, tidak ada percakapan. Gejala tersebut merupakan indikasi bahwa ruang gerak penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan mengalami pergeseran. Sebaliknya, penggunaan bahasa asing makin memperoleh tempat dalam tatanan kehidupan masa kini.
PERBANDINGAN SK DAN KD PADA STANDAR ISI KURIKULUM 2006 DENGAN KI DAN KD PADA STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA KELAS X DILIHAT DARI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, CAKUPAN ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN DAN ILMU KESASTRAAN Sugiantomas, Aan; Jaelani, Asep Jejen; Pujiastuti, Lucy Evelin
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v10i1.1033

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbandingan SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Kelas X Dilihat dari Taksonomi Tujuan Pembelajaran, Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan dan Ilmu Kesastraan. Rumusan masalah: 1) bagaimana taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X?; 2) bagaimana taksonomi tujuan pembelajaran dalam KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X (wajib)?; 3) bagaimana perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X?; 4) bagaimana perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa?; 5) bagaimana perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan?; 6) bagaimana perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X dilihat dari cakupan ilmu kesastraan? Tujuan: 1) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X; 2) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran dalam KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X (wajib); 3) ingin mengetahui perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X; 4) ingin mengetahui perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa; 5) ingin mengetahui perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan; 6) ingin mengetahui perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X dilihat dari cakupan ilmu kesastraan. Metode: deskriptif kualitatif. Simpulan: taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X lebih mendominasi kedalam ranah kognitif jenjang pemahaman (C2), selanjutnya ranah psikomotor jenjang meniru (P3), dan ranah afektif jenjang penerimaan (A1); taksonomi tujuan pembelajaran dalam KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X (wajib) lebih mendominasi kedalam ranah kognitif jenjang penerapan (C3), selanjutnya ranah afektif jenjang karakterisasi nilai (A5), dan ranah psikomotor jenjang membiasakan (P4); perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X ternyata sama-sama mendominasi kedalam ranah kognitif, namun perbedaannnya terletak pada jenjang ranah kognitif tersebut, dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 mendominasi kedalam ranah kognitif jenjang pemahaman (C2) sedangkan dalam KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mendominasi kedalam ranah kognitif jenjang penerapan (C3); perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa yang lebih mendominasi adalah ilmu keterampilan menulis, sedangkan dalam KI dan KD yang lebih mendominasi adalah ilmu keterampilan berbicara (berbicara resmi dan tidak resmi) dan menulis (menulis narasi, eksposisi, deskripsi, dan argumentasi); perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan yang lebih mendominasi adalah ilmu kebahasaan semantik (jenis makna), sedangkan dalam KI dan KD yang lebih mendominasi adalah fonologi (bunyi segmental dan suprasegmental), morfologi (kata), sintaksis (kalimat), semantik (jenis makna, relasi makna, dan majas); perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas X dilihat dari cakupan ilmu kesastraan yang lebih mendominasi adalah ilmu kesastraan prosa fiksi, sedangkan dalam KI dan KD yang mendominasi adalah puisi, prosa fiksi, dan drama, hampir semua ilmu kesastraan sama rata dapat terrealisasi dalam KI dan KD SMA Kelas X (wajib), namun kedudukan ilmu kesastraan di sini adalah hanya untuk menunjang siswa dalam memperoleh dan menyampaikan informasi melalui teks-teks yang terdapat dalam KI dan KD SMA Kelas X, artinya teks sastra tersebut bukan teks wajib yang harus dipelajari atau dipahami oleh siswa, melainkan teks-teks wajib yang seharusnya dipelajari dan dipahami oleh siswa yakni teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi.Kata kunci : perbandingan, kurikulum 2006, kurikulum 2013, bahasa Indonesia SMA.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENEMUKAN HAL-HAL MENARIK DARI DONGENG YANG DIPERDENGARKAN MELALUI KERJASAMA KELOMPOK S.Pd, Arja
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v7i2.423

Abstract

Sebuah penelitian dilakukan untuk mencapai tujuan, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul Peningkatan Kemampuan Siswa Dalam Menemukan Hal-Hal Menarik Dari Dongeng Yang Diperdengarkan Melalui Kerjasama Kelompok agar memberikan manfaat bagi peneliti, siswa, dan sekolah.Prosedur penelitian tindakan kelas terhadap pembelajaran mendengarkan dongeng telah peneliti lakukan sampai 2 (dua) siklus. Pada siklus pertama dirancang dari hasil refleksi kegiatan pembelajaran sehari-hari. Sementara itu pada fase siklus ke dua dirancang dari hasil refleksi siklus pertama. Dengan cara demikian diharapkan pada siklus kedua seluruh siswa meningkat kemampuannya dalam mendengarkan dongeng dan menemukan hal-hal menarik melalui kerja sama kelompok.Data yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan mendengarkan dongeng melalui kerja sama kelompok adalah data dari hasil kerja sama kelompok siklus pertama dan siklus kedua. Karena data tersebut berupa angka maka teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik kuantitif.Hasil observasi ditemukan beberapa peningkatan keterampilan siswa sebagai berikut: Telah terjadi peningkatan keterampilan berfikir kritis ketika siswa ditugasi menemukan hal-hal menarik dari dongeng yang diperdengarkan. Rata-rata keterampilan mendengarkan pada siklus kesatu adalah 57 dan siklus kedua adalah 100.
PERBEDAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 CIAWIGEBANG TAHUN AJARAN 2014/2015 DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI DAN MEDI TEKS NARASI Hanifah, Ifah; Permana, Rian
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Penelitian ini yaitu : 1) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 dalam Ciawigebang pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri? 2) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawigebang dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media teks narasi? 3)Adakah perbedaan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawigebang dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri dan media teks narasi? Metode: metode eksperimen sungguhan Simpulan: Berdasarkan data dan pengolahan data maka peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut. 1) Kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri, berkategori baik. Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai rata-rata 66 berada pada rentang nilai 60-80. Jadi, hipotesis yang peneliti ajukan, diterima. 2) Kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media teks narsi, berkategori cukup. Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai rata-rata 58 berada pada rentang nilai 50-60. Jadi, hipotesis yang peneliti ajukan, diterima. 3) Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri dan media teks narasi pada siswa kelas XI IPS 4 dan XI IPS 5 SMA Negeri 1 Ciawigebang tahun ajaran 2014/2015. Hal tersebut dibuktikan dari hasil penghitungan dengan uji t yang menghasilkan t hitung lebih besar daripada t tabel, yaitu t hitung 4,12 > t tabel 1,66. Artinya, kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri lebih baik dari pada media teks narasi.Kata kunci: Perbandingan, menulis cerpen, media gambar seri, dan media teks narasi
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGIS DAN SINTAKSIS PADA PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO PERIODE JANUARI 2015 Ahmad Dedi Mutiadi; Indah Patimah
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v6i1.371

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini adalah analisis kesalahan morfologis dan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015. Rumusan Masalah : 1) bagaimana kesalahan morfologis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 ?; 2) bagaimana kesalahan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 ? Metode : deskriptif analisis kualitatif. Simpulan: analisis kesalahan morfologis dan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 adalah sebagai berikut : kesalahan morfologis pada pidato Presiden Jokowi periode 2015 banyak terjadi karena menghilangkan imbuhan pada suatu kata, selain itu adanya penyingkatan morfem men-, meny-, meng-, dan menge- menjadi n-, ny-, ng-, dan nge-. Dalam penggunaan bahasa, karena pengaruh bahasa daerah, morfem men-, meny-, meng-, dan menge- disingkat menjadi n-, ny-, ng-, dan nge- dalam pembentukan kata kerja. contohnya, pada kata ngalami seharusnya mengalami, beri seharusnya memberi, kata nyenggol seharusnya menyenggol, ngejek seharusnya mengejek, make seharusnya memakai, nontonseharusnya menonton. Kesalahan sintaksis banyak terjadi karena kesalahan pada penyusunan struktur kalimat yang salah seperti pada kalimat alhamdulillah sudah, sekarang ketemu adalah contoh penyusunan struktur yang salah, seharusnya Alhamdulillah sekarang sudah bertemu kesalahan dalam bidang sintaksis juga terjadi karena adanya penggandaan subjek yaitu kata ‘Saya’ seperti pada kalimat Saya kemarin saya lihat, peraturan ko seperti ini seharusnya kalimat tersebut adalah Saya kemarin lihat peraturan ko seperti ini. Selain itu adanya kesalahan sintaksis karena berstruktur dari bahasa daerah seperti pada kalimat Kalau dibiarkan, sudah ton, bawanya ton, ya kan, dimasukkan ke penjara, eh masih mengendalikan bisnis narkobanya dari dalam penjara Kata narkobanya merupakan kesalahan sintaksis yang terpengaruh oleh struktur bahasa daerah yaitu menggunakan akhiran-nya, contoh lain seperti dalam kalimat ‘bukunya sudah di ke kantorkan’. Kata Kunci : Kesalahan, Morfologis, Sintaksis, Pidato. 
JENIS-JENIS GAYA BAHASA YANG DIGUNAKAN REPORTER SEPAK BOLA INDONESIA DALAM PERTANDINGAN FINAL ISL (INDONESIA SUPER LEAGUE) 2014 Gloriani, Yusida; Hanifah, Ifah; Fellicia, Fatimah
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) jenis gaya bahasa apa saja yang digunakan reporter sepak bola dalam pertandingan final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura; 2) gaya bahasa apa yang paling dominan digunakan oleh reporter sepak bola dalam pertandingan final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Simpulan dari penelitian ini yaitu 1) ditemukan 62 tuturan gaya bahasa yang disampaikan reporter Hadi Ahay Gunawan yang terdiri dari 2 gaya bahasa perumpamaan, 21 gaya bahasa metafora, 2 gaya bahasa personifikasi, 1 gaya bahasa antithesis, 3 gaya bahasa pleonasme, 1 gaya bahasa koreksi, 4 gaya bahasa hiperbola, 1 gaya bahasa ironi, 4 gaya bahasa inuendo, 1 gaya bahasa hipalase, 1 gaya bahasa sinekdoke, 4 gaya bahasa ellipsis, 1 gaya bahasa eponym, 1 gaya bahasa antonomasia, 10 gaya bahasa erotesis, 3 gaya bahasa epizeukis, 1 gaya bahasa anafora, dan 1 gaya bahasa epanalepsis. Dan 35 tuturan yang mengandung gaya bahasa yang disampaikan oleh reporter Titis Sudjiatmoko terdiri dari 1 gaya bahasa perumpamaan, 5 gaya bahasa metafora, 1 gaya bahasa personifikasi, 1 gaya bahasa antithesis, 1 gaya bahasa antisipasi, 1 gaya bahasa koreksi, 2 gaya bahasa hiperbola, 1 gaya bahasa litotes, 1 gaya bahasa inuendo, 5 gaya bahasa klimaks, 1 gaya bahasa antonomasia, 3 gaya bahasa erotesis, 4 gaya bahasa asindeton, 2 gaya bahasa aliterasi, 4 gaya bahasa anaphora, dan 1 gaya bahasa epistrofa. 2)Gaya bahasa yang paling dominan digunakan oleh reporter sepak bola Hadi Ahay Gunawan dalam pertandingan sepak bola final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura adalah gaya bahasa Metafora yaitu sebanyak 30%. Dan Gaya bahasa yang paling dominan digunakan oleh reporter sepak bola Titis Sudjiatmoko dalam pertandingan sepak bola final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura adalah gaya bahasa metafora dan gaya bahasa klimaks keduanya memiliki persentase yang sama yaitu sebanyak 14%.Kata kunci : Jenis-jenis gaya bahasa, reporter, pertandingan final ISL 2014.
PERBANDINGAN SK DAN KD STANDAR ISI KURIKULUM 2006 DENGAN KI DAN KD STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SD KELAS RENDAH DILIHAT DARI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, CAKUPAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN Aan Sugiantomas; Apryanti Puji Rahayu
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v7i2.1003

Abstract

Judul peneilitan ini adalah Perbandingan SK dan KD Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD Standar Isi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas Rendah Dilihatdari Taksonomi Tujuan Pembelajaran, Cakupan Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan. Rumusan masalah: (1) bagaimanakantaksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas rendah? (2) bagaimanakantaksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas rendah? (3) bagaimanakan perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas rendah? (4) bagaimanakan hasil analisis cakupan keterampilan berbahasa pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (5) bagaimanakan cakupan keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (6) bagaimanakan perbandingan cakupan keterampilan berbahasa SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (7) bagaimanakan hasil analisis cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (8) bagaimanakan cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah ? (9) bagaimanakan perbandingan cakupan ilmu kebahasaan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (10) bagaimanakan hasil analisis cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (11) bagaimanakan cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (12) bagaimanakan perbandingan cakupan ilmu kesastraan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah?Tujuan penelitianini adalah: (1) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (2) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KDdalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (3) ingin mengetahui perbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah dari taksonomi tujuan pembelajaran; (4) ingin mengetahui hasil analisis cakupan keterampilan berbahasa pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (5) ingin mengetahui cakupan keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (6) ingin mengetahui perbandingan cakupan keterampilan berbahasa SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas; (7) ingin mengetahui hasil analisis cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (8) ingin mengetahui cakupan ilmu kebahasaan dalam KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (9) ingin mengetahui perbandingan cakupan ilmu kebahasaan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (10) ingin mengetahui hasil analisis cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (11) ingin mengetahui cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (12) ingin mengetahui perbandingan cakupan ilmu kesastraan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah.Metode: deskriptif kualitatif. Simpulan: (1) taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indoneisa SD kelas rendah yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ranah kognitif pemahaman (C2), urutan kedua ranah adalah afektif penerimaan (A1), pada urutan terakhir adalah ranah psikomotor reaksi yang diarahkan (A3), hal tersebut dapat diperoleh dari hasil analisis kata kerja operasional; (2) taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indoneisa SD kelas rendah yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ranah kognitif pemahaman (C2), urutan kedua adalah ranah afektif responsif (A2) dan afektif menilai (A3), pada urutan terakhir adalah ranah psikomotor reaksi yang diarahkan (P3), hal tersebut dapat diperoleh dari hasil analisis kata kerja operasional; (3) perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang diperoleh dari simpulan hasil analisis kata kerja operasional, setelah diurutkan yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ranah kognitif pemahaman (C2), kedua adalah ranah afektif penerimaan (A1), afektif responsif (A2), dan afektif menilai (A3); (4) hasil analisis cakupan keterampilan berbahasa pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah keterampilan berbahasa pada aspek berbicara, kedua adalah keterampilan berbahasa pada aspek menyimak, ketiga adalah keterampilan berbahasa padasapek membaca, dan yang terakhir adalah keterampilan berbahasa pada kategori menulis; (5) cakupan keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang mendominasi pada urutan pertama adalah keterampilan berbahasa aspek menyimak ekstensif (Mny1) dan menyimak intensif (Mny2), pada urutan kedua adalah keterampilan berbahasa aspek berbicara tidak resmi (B1) dan berbicara resmi (B2), pada urutan ketiga adalah keterampilan berbahasa aspek membaca nyaring (Mbc1) dan membaca dalam hati (Mbc2), dan yang terakhir adalah keterampilan berbahasa aspek menulis narasi (Mn1), menulis deskripsi (Mn2), menulis eksposisi (Mn3), dan menulis argumentasi (Mn4); (6) perbandingan cakupan keterampilan berbahasa SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah setelah diurutkan yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah keterampilan berbahasa aspek berbicara tidak resmi (B1) dan berbicara resmi (B2), kedua adalah keterampilan berbahasa aspek menyimak ekstensif (Mny1) dan menyimak intensif (Mny2), pada urutan ketiga adalah keterampilan berbahasa aspek membaca nyaring (Mbc1) dan membaca dalam hati (Mbc2), dan yang terakhir adalah keterampilan berbahasa aspek menulis narasi (Mn1), menulis deskripsi (Mn2), menulis eksposisi (Mn3), dan menulis argumentasi (Mn4); (7) hasil analisis cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah pada urutan pertama yang lebih mendominasi adalah ilmu kebahasaan fonologi pada ketegori bunyi suprasegmental (F4), pada urutan kedua ilmu kebahasaan sintaksis pada kategori kalimat (Si3), pada urutan ketiga terdapat ilmu kebahasaan semantik pada kategori jenis makna (S1), dan terakhir adalah ilmu kebahasaan morfologi pada kategori kata (M2); (8) cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang mendominasi pada urutan pertama adalah ilmu kebahasaan fonologi pada kategori bunyi segmental (F1) dan bunyi suprasegmental (F2), pada urutan kedua adalah ilmu kebahasaan morfologi pada kategori kata (M2), urutan ketiga adalah ilmu kebahasaan sintaksis pada kategori kalimat (Si3), dan yang terakhir adalah ilmu kebahasaan semantik pada kategori jenis makna (Sem1), relasi makna (Sem2), dan majas (Sem4); (9) perbandingan cakupan ilmu kebahasaan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah setelah diurutkan, yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ilmu kebahasaan fonologi pada kategori bunyi segmental (F1) dan bunyi suprasegmental (F2), pada urutan kedua adalah ilmu kebahasaan morfologi pada kategori kata (M2), urutan ketiga adalah ilmu kebahasaan sintaksis pada kategori kalimat (Si3), dan yang terakhir adalah ilmu kebahasaan semantik pada kategori jenis makna (Sem1), relasi makna (Sem2), dan majas (Sem4); (10) hasil analisis cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah pada urutan pertama yang mendominasi adalah ilmu kesastraan puisi pada kategori puisi (P3), urutan kedua adalah ilmu kesastraan prosa fiksi pada kategori dongeng (PF2), dan terakhir adalah ilmu kesastraan drama; (11) cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KDdalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang lebih mendominasi adalah ilmu kesastraan drama, pada urutan kedua adalah ilmu kesastraan puisi pada kategori puisi lama (P1) dan puisi baru (P2), pada urutan terakhir adalah ilmu kesastraan prosa fiksi pada kategori prosa fiksi lama (PF1) dan prosa fiksi baru (PF2); (12) perbandingan cakupan ilmu kesastraan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah setelah diurutkan yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ilmu kesastraan puisi pada kategori puisi lama (P1) dan Puisi baru (P2), pada urutan kedua adalah ilmu kesastraan prosa fiksi pada kategori prosa fiksi lama (PF1) dan prosa fiksi baru (P2), serta ilmu kesastraan drama.Kata Kunci: perbandingan, kurikulum 2006, kurikulum 2013, mata pelajaran bahasa Indonesia, SD kelas rendah.

Page 10 of 31 | Total Record : 301


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15, No 2 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): Jurnal FON Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017) Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 7, No 2 (2015) Vol 7, No 2 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5 No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue