cover
Contact Name
Ifah Hanifah
Contact Email
ifah.hanifah@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : 10.25134/fjpbsI
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
PENGGUNAAN METODE SETIA (FAITHFUL) DALAM MENERJEMAHKAN KARYA SASTRA BERUPA CERITA PENDEK Muhammad Aprianto Budie Nugroho
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v11i2.721

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan bagaimana mahasiswa menggunakan metode penerjemahan Setia ( Faithful) dalam menerjemahkan karya sastra berupa cerita pendek berjudul “Blunder” karya Anton Chekov dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dalam mengumpulkan data dan menganalisis data yang didapat dari hasil terjemahan Inggris-Indonesia dari mahasiswa tingkat tiga. Penulis menggunakan teori-teori penerjemahan dari Newmark dalam menganalisa metode apa yang digunakan oleh para mahasiswa dan Baker untuk menganalisis kesetaraan dalam penerjemahan. Berdasarkan hasil analisa dari hasil penterjemahan yang di lakukan oleh mahasiswa bisa di ambil sebuah kesimpulan bahwa hampir semua mahasiswa menggunakan metode Faithful dalam menenerjemahkan cerita pendek tersebut. Metode penerjemahan Faithful sering digunakan oleh mahasiswa, karena mahasiswa mencoba menerjemahkan secara persis makna kontekstual dari bahasa sumber. Selain itu ditemukan kesetaraan dalam penerjemahan yang dilakukan oleh para mahasiswa yaitu persamaan gramatikal.
ANALISIS LAFAL ANAK USIA 21 BULAN DI DESA TUNDAGAN KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN DILIHAT DARI KAJIAN FONOLOGI Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Ika Nartika
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v10i1.1032

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Lafal Anak Usia 21 Bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan Kecamatan Hantara dilihat dari Kajian Fonologi. Rumusan masalah: Bagaimana pelafalan anak usia 21 bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan. Tujuan: Ingin mengetahui tentang pelafalan anak usia 21 bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan pada saat bertutur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data tes dan observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 21 bulan yang ada di desa Tundagan kecamatan Hantara kabupaten Kuningan. Simpulan:pelafalan anak usia 21 bulan dalam melafalkan kosa kata belum fasih dilafalkan karena dari hasil penelitian tersebut ditemukan tuturan yang belum lengkap, seperti penghilangan fonem, penggantian fonem, dan perubahan bunyi kata.Kata Kunci: Analisis, lafal anak usia 21 bulan, fonologi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBAWAKAN ACARA DI KELAS VIII A SMP NEGERI 2 GARAWANGI Arja S.Pd
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v7i2.422

Abstract

Proses Pembelajaran berbicara secara realita sangat memprihatinkan karena masih banyak siswa yang pemalu, tidak berani tampil dan tidak percaya diri, padahal dilihar secara sepintas siswa tersebut mampu berbicara dengan suara nyaring namun bila disuruh maju untuk tampil mereka tidak berani, dari satu kelas yang berjumlah 30 orang yang memberanikan diri untuk tampil membawakan acara hanya 25 % atau 8 orang.Berdasarkan pernyataan diatas, maka penulis berusaha dan berpikir mencari solusi pemecahannya untuk mengatasi masalah tersebut. Penulis melakukan penelitian yang dilakukan di kelas VIII A dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran  Demonstrasi Untuk meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Membawakan  Acara di Kelas VIII A SMP Negeri 2 Garawangi” Tahun Pelajara2013/2014.Dari data yang berupa angket diperoleh gambaran, bahwa pada umumnya siswa senang dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia yang bervariasi, sehingga mereka tidak lagi malu dan berani tampil didepan umum untuk membawakan acara.Sesuai dengan tujuan yang dirumuskan, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa berbicara dalam membawakan acara dan ternyata setelah dilakukan penelitian dapat dilihat dari data yang akurat terbukti dari perkembangan siklus pertama, siklus kedua dan siklus ketiga meningkat dari 25 %, 60 % sampai 100 %.Hasil akhir dari penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa, Penerapan Model Pembelajaran Demonstrasi dalam pembelajaran membawakan acara sangat tepat untuk meningkatkan keterampilan berbicara.
PERBEDAAN KEMAMPUAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 CIWARU TAHUN AJARAN 2014/2015 DALAM MENENTUKAN UNSUR ISI DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN INKUIRI Gloriani, Yusida; Hamidah, Ida; Febriyanti, Reni
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v9i2.1023

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbedaan Kemampuan Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Ciwaru Tahun Ajaran 2014/2015 Dalam Menentukan Unsur Isi Drama dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (Stad) dan Inkuiri. Rumusan Masalah: 1) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling“ karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model Student Teams Achievement Divisions (STAD)? 2) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling“ karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model inkuiri? 3) Apakah terdapat perbedaan kemampuan siswa kelas XI IIS 1 dan IIS 2 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling“ karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan model inkuiri? Metode: deskriptif komparatif. Simpulan: Perbedaan Kemampuan Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Ciwaru Tahun Ajaran 2014/2015 Dalam Menentukan Unsur Isi Drama dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (Stad) dan Inkuiri sebagai berikut: 1) Kemampuan siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling” karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunkan model pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) hasilnya baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 61,95 (62). Dengan demikian, hipotesis nomor 1 yang penulis rumuskan diterima. 2) Kemampuan siswa kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling” karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri hasilnya cukup dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 56,83 (57). Dengan demikian, hipotesis nomor 2 yang penulis rumuskan diterima. 3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa menentukan unsur isi drama “Maling” karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) dan inkuiri pada siswa kelas XI IIS 1 dan 2.Kata kunci : perbedaan, kemampuan siswa, drama, unsur isi, model STAD danInkuiri.
PERBEDAAN HASIL PEMBELAJARAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DALAM WACANA MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA SISWA KELAS VII MTS DARUSSALAM JAPARA TAHUN AJARAN 2014/2015 Ifah Hanifah; Hani hanipah
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v6i1.370

Abstract

ABSTRAKJudul penelitian ini adalah perbedaan hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match dan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015. Rumusan masalah: 1) bagaimanakah hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015?; 2) bagaimanakah hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015?; 3) adakah perbedaan hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match dan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015? Metode: deskriptif komparatif. Simpulan: 1) hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara kurang, dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 50.70; 2) hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara cukup, dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 59.36; 3) ada perbedaan yang signifikan hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match dan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menyatakan bahwa pada taraf signifikan 5% diperoleh 2,000, sedangkan nilai t hitung lebih besar yaitu 3,09. Kata Kunci: Perbedaan, Hasil Pembelajaran, Metode Make A Match, Dan Metode Talking Stick 
ANALISIS STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS EKSPOSISI PADA HARIAN PIKIRAN RAKYAT EDISI MINGGU KE 2 BULAN JANUARI 2015 DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS EKSPOSISI DI SMA KURIKULUM 2013 Ajat Sudrajat; Ifah Hanifah; Maya Indiyani
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v8i1.1013

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Struktur dan Kaidah Teks Eksposisi Pada Harian Pikiran Rakyat Edisi Minggu ke 2 Bulan Januari 2015 dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar dalam Pembelajaran Memahami Teks Eksposisi di SMA Kurikulum 2013.Rumusan masalah: 1) bagaimana struktur teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; 2) bagaimana kaidah teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; dan 3) apakah teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar memahami teks eksposisi di SMA? Metode : Deskriptif kualitatif. Simpulan: Teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015, jika dilihat dari struktur dan kaidah teks eksposisi, sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, maupun dengan materi pelajaran yang akan disampaikan, dan dengan kondisi sarana yang tersedia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar bagi siswa di SMA dalam memahami teks eksposisiKata kunci : analisis struktur dan kaidah,pemanfaatannya sebagai bahan ajar kurtilas
Literasi Media Melalui Kajian Linguistik Fungsional di Indonesia Rahmatunisa, Wulan
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempuran hoax atau berita bohong menjadi semakin menghawatirkan. Penggunaan sosial media yang menjadi salah satu arena penyebaran hoax harus mendapat perhatian utama khususnya bagi generasi Z yang merupakan konsumen mayoritas dari jejaring tersebut. Pada makalah ini akan dipaparkan mengenai bagaimana peranan literasi media melalui kajian linguistik fungsional menjadi senjata terhadap serangan berita bohong, yang diterapkan dalam ranah pendidikan di Indonesia. Literasi media merupakan sarana untuk menjadikan kita pembaca yang kritis dan tidak langsung terprovokasi oleh isu yang media sajikan (Cope, 2002). Sebagai bagian tak terpisahkan dari esensi Systemic Functional Linguistics atau tata bahasa fungsional, literasi media mengajak kita untuk faham akan bagaimana sebuah teks memiliki multidimensi dalam pengkonstruksian makna (Halliday dan Matthiessen, 2004). Oleh karena itu, sudah saatnya linguistik fungsional digalakan sebagai senjata ampuh anti hoax dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kata kunci:
Penggunaan Model Sinektik Untuk Meningkatkan Kemempuan Menulis Pada Pembelajaran Wacana Naratif Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014/2015 Sun Suntini
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v9i2.1156

Abstract

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa, dari keempat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara,membaca  dan menulis), menulis termasuk keterampilan berbahasa yang dianggap paling sulit. Menurut Tarigan (2008 : 22) menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambing-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang dan grafik tersebut. Jika kita membaca tentang teori-teori cara menulis memang sepertinya mudah tetapi ketika mulai menulis muncullah berbagai kesulitan diantaranya sulit mengembangkan ide, gagasan atau cara menyampaikan pesan. Hal ini dirasakan oleh semua orang termasuk para  siswa yang sedang belajar menulis. Salah satu cara meningkatkan keterampilan menulis yaitu dengan menggunakan model pembelajaran sinektik. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu : 1). Bagaimanakan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis pada pembelajaran wacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana tahun ajaran 2014/2015? 2).  Bagaimanakah proses pembelajaran dengan menggunakan model sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis pada pembelajaran wacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana tahun ajaran 2014/2015? 3). Bagaimanakah hasil pembelajaran dengan menggunakan model sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis pada pembelajaran wacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana tahun ajaran 2014/2015?. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan yaitu  observasi dan tes. Objek penelitian siswa SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014-2015 sebanyak 29 orang. Setelah dilaksanakan pembelajaran sebanyak tiga siklus, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pembelajran pada siklus I, sebanyak lima siswa mendapatkan nilai di atas 70 dan 24 siswa masih di bawah 70 artinya baru 17, 24% siswa yang memiliki kemampuan menulis wacana naratif. Hasil dari siklus II, mengalami peningkatan sebanyak Sembilan siswa mendapatkan nilai di atas 70, dan 20 siswa masih di bawah 70  artinya  31,03% siswa yang memiliki kemampuan menulis wacana naratif. Hasil dari siklus III, mengalami lagi peningkatan sebanyak 14 siswa mendapatkan nilai di atas 70 dan 15 siswa masih di bawah 70, rata-rata  nilai keseluruhan siswa  70, 79, maka pembelajaran pada siklus III dianggap berhasil. Berdasarkan hasil yang dicapai oleh siswa, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran dengan model sinektik dapat meningkatkan kemampuan menuliswacana naratif  siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014-2015.
KONSERVASI DAN REVITALISASI BAHASA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA Yusida Gloriani
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v11i2.717

Abstract

Jika kita menengok kembali pada isi Sumpah Pemuda tahun 1928 yang berkaitan dengan bahasa yaitu: Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia, maka kita bisa mengambil makna dari pernyataan tersebut yaitu bahwa para pemuda Indonesia pada saat diikrarkannya Sumpah Pemuda memiliki sifat dan rasa kebangsaan yang tinggi. Mereka bersumpah dengan tekad yang bulat menyatakan diri untuk menjaga tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.Apa makna dari sumpah: menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia? Kata ‘menjunjung’ menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah membawa di atas kepala, menaati, memuliakan, menghormati, menghargai. Berdasarkan arti tersebut, maka kita selaku bangsa Indonesia, sebagai generasi penerus bangsa, berkewajiban untuk melanjutkan cita-cita tersebut. Namun ternyata untuk melaksanakan amanat tersebut tidak semudah mengucapkannya. Seiring dengan perkembangan zaman, sifat bangga dan loyal pada bahasa sendiri yaitu bahasa Indonesia semakin terkikis. Masuknya budaya asing, pengaruh bahasa pada media sosial, perkembangan teknologi komunikasi ternyata memberikan dampak, khususnya anak muda lebih bangga jika berkomunikasi menggunakan bahasa milik orang lain (bahasa asing) yang dianggapnya lebih modern atau lebih dihormati.
PERBANDINGAN SK DAN KD PADA STANDAR ISI KURIKULUM 2006 DENGAN KI DAN KD PADA STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA KELAS XII DILIHAT DARI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, CAKUPAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN Sugiantomas, Aan; Jaelani, Asep Jejen; Aeniroh, Ovia Nur
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v10i1.1028

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbandingan SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Kelas XII Dilihat dari Taksonomi Tujuan Pembelajaran, Cakupan Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan. Rumusan Masalah: 1). bagaimana taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas XII? 2). bagaimana taksonomi tujuan pembelajaran dalam KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas XII? 3). bagaimana perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII? 4). bagaimana perbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa? 5). bagaimana perbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan? 6). bagaimana perbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII dilihat dari cakupan ilmu kesastraan?. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII, 2) mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII wajib, 3) mengetahui perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII, 4) mengetahui perbandingan SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII wajib dilihat dari cakupan keterampilan berbahasa, 5) mengetahui perbandingan SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII wajib dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan, 6) mengetahui perbandingan SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 matapelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII wajib dilihat dari cakupan ilmu kesastraan. Metode: kualilatatif. Simpulan: Taksonomi Tujuan Pembelajaran yang terdapat dalam SKKD Kurikulum 2006 dan KIKD Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas XII (wajib), ternyata sama-sama mendominasi kedalam ranah Kognitif. Cakupan keterampilan berbahasa secara merata terdistribusi ke dalam SKKD standar isi kurikulum 2006, sedangkan dalam KI-KI standar isi kurikulum 2013 lebih dominan pada keterampilan Berbicara dan menulis. Cakupan ilmu kebahasaan pada SKKD standar isi kurikulum 2006 didominasi ilmu kebahasaan sintaksis dan semantik, sedangkan dalam KI-KD standar isi kurikulum 2013 dapat didistribusikan ilmu kebahasaan secara merata. Cakupan ilmu kesastraan puisi lebih dominan dalam SK-KD standar isi kurikulum 2006, sedangkan dalam KI-KD didominasi oleh prosa fiksi.Kata Kunci: Standar Isi Kurikulum 2006, Standar Isi Kurikulum 2013,Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Kelas XII

Page 9 of 31 | Total Record : 301


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15, No 2 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): Jurnal FON Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017) Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 7, No 2 (2015) Vol 7, No 2 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5 No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue