cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Giga
ISSN : 14108682     EISSN : 26219239     DOI : -
Core Subject : Education,
GIGA Scientific Journals is a scientific publication from research and literature study which are conducted by undergraduate, graduate, doctoral student, researchers and lecturers to be published widely and can be utilized as widely as possible for the advancement of science and technology at domestic and aroud the world.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Rancang Bangun Sistem Pencampuran Warna Tekstil Otomatis dengan Parameter Volume Fluida pewarna Agus Supriyadi; Viktor Vekky Ronald Repi; Fitria Hidayanti
Jurnal Ilmiah Giga Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Edisi 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.419 KB) | DOI: 10.47313/jig.v21i2.677

Abstract

Proses pewarnaan celup kain/benang membutuhkan alat pencampuranwarna otomatis yang cepat dan akurat. Akan tetapi alat pencampuran warna masihmemiliki error yang besar, maka desain sistem ini harus dikembangkan agar diperolehdesain dengan error yang kecil. Rancang bangun alat pencampuran warna padapenelitian ini dirancang untuk fluida pewarna tekstil yang berbasis Arduino denganGUI Processing, sensor ultrasonik HC-SR04, dan aktuator motor servo MG996R.Pada penelitian ini flowrate pewarna yang keluar dari tangki dipengaruhi oleh leveltangki. Maka dibuat sistem dengan input komposisi campuran dari GUI Processingdan perhitungan flowrate diperoleh dari pembacaan level oleh sensor ultrasonik.Selain itu, karaktristik aktuator motorized control valve membuat alat ini diberikandua mode yaitu fast dan slow. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mode fastmemiliki error lebih besar dari mode slow, tetapi mode slow membutuhkan waktuproses dua kali lebih lama. Dari pengamatan pewarna hasil pencampuran yangdiaplikasikan pada kain, dapat dilihat pola susunan memiliki degradasi warna yangsistematik. Hal ini menunjukkan bahwa alat pencampuran warna otomatis yang dibuatpada penelitian ini dapat bekerja dengan baik.
Analisis Dosis Serap CT Scan Thorax Dengan Computed Tomography Dose Index Dan Thermoluminescence Dosimeter Lutfiana Desy Saputri; Budi Santoso; Agung Nugroho Oktavianto; Febria Anita
Jurnal Ilmiah Giga Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Edisi 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.819 KB) | DOI: 10.47313/jig.v20i1.546

Abstract

Pemeriksaan CT scan thorax banyak digunakan dirumah sakit untuk mengetahui penyakit atau kelainan yang terdapat pada mediastinum atau paru-paru. Selama scanning, pasien mendapatkan radiasi pada pesawat CT scan. Perkiraan dosis yang diterima pasien sudah ada pada layar monitor yaitu nilai CTDI, namun untuk mengetahui dosis sebenarnya yang diterima pasien maka perlu pengukuran langsung menggunakan TLD yang ditempelkan pada tubuh pasien selama proses scanning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya dosis yang diterima pasien selama CT scan thorax, membandingkan besar dosis yang diterima pasien dengan menggunakan TLD dan nilai CTDI yang tertera pada layar monitor selama CT scan thorax, mengetahui hasil ukur dosis masih dalam batas panduan monitor selama CT scan yang ditetapkan atau tidak, mengetahui hubungan antara hasil ukur dosis dengan DLP pada pasien selama CT Scan thorax. Penelitian diawali dengan pengukuran konsistensi keluaran tegangan tabung sinar-X (kVp Output). Lalu dilakukan pengukuran dosis radiasi pada area thorax dengan menggunakan chips TLD-100 yang ditempelkan pada permukaan area thorax terhadap 9 pasien yang berbeda-beda. Chips TLD-100 ditempelkan pada 3 titik yaitu caput humerus kanan, caput humerus kiri, dan sternum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) besarnya dosis radiasi yang diterima pasien selama CT scan thorax sebesar 16,19 mGy sampai dengan 27,66 mGy. (2) prosentasi perbedaan hasil ukur terhadap CTDI vol sebesar 0,06%-70,74%, adanya perbedaan rerata dosis pada tiga titik pengukuran yaitu caput humerus kanan sebesar 17,6 mGy, caput humerus kiri sebesar 16,52 mGy, dan sternum sebesar 25,4 mGy. (3) penerimaan dosis rata-rata pasien pada CT Scan thorax masih dalam batas panduan dosis CT scan yang ditetapkan oleh European Commission, yaitu sebesar 30 mGyuntuk CT thorax rutin, namun nilai DLP yang didapatkan berada diatas panduan dosis yang ditetapkan. (4) hasil ukur dosis berbanding lurus dengan DLP ( dose length ProduCT) yang diterima pasien.
Perencanaan Jaringan Komunikasi Antara Patani Dan Sorong Menggunakan Radio Microwave Nurwendah Puspita; Rianto Nugroho
Jurnal Ilmiah Giga Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Edisi 2 Tahun 2016
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.627 KB) | DOI: 10.47313/jig.v19i2.567

Abstract

Pembangunan jaringan telekomunikasi antara pulau Maluku – Papuamenggunakan radio microwave dengan teknologi SDH (Synchronous Digital Hierarchy)yang dapat memenuhi kapasitas yang besar dan kehandalan yang cukup tinggi. Pemilihankomunikasi dengan radio microwave pada link ini disebabkan banyaknya kendala padaproses implementasinya, dimana link ini melewati lautan, oleh sebab itu tidakmemungkinkan membangun komunikasi kabel laut dalam waktu relatif singkat. Makasistem komuikasi radio microwave memberikan suatu solusi. Sistem ini merambat dalamgaris pandang (line of sight) atau ruang bebas sehingga tidak diperlukan syarat utama yangharus dipenuhi dalam membangun komunikasi radio microwave. Sebelum membangunsistem komunikasi radio microwave maka dibutuhkan perencanaan agar sistem inimemenuhi kebutuhan suatu sistem komunikasi. Perencanaan dilakukan terdiri atas beberapatahap seperti penentuan lokasi, penentuan rute radio link, konfigurasi radio link dan pathanalisys. Tahap-tahap tersebut dilaksanakan agar mendapatkan hasil yang maksimal padasuatu perencanaan. Hasil perencanaan dapat digunakan sebagai referensi penentuanpenggunaan perangkat yang sesuai dengan spesifikasi dalam pembangunan komunikasiradio microwave dengan rute pulau Maluku – Papua agar mendapatkan hasil yang sesuaidengan standarisasi internasional. Dalam hal ini standar yang digunakan mengacu padaITU-R
Uji Fungsi Dan Karakterisasi Pompa Sentrifugal Masyudi Masyudi; Ahmad Zayadi
Jurnal Ilmiah Giga Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Edisi 2 Tahun 2014
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.525 KB) | DOI: 10.47313/jig.v17i2.544

Abstract

Telah di bahas tentang alat pemindah dan pengubah tekanan fluida yaitupompa sentrifugal dengan latar belakang Dalam kehidupan manusia di peradaban masakini, pompa sangat penting artiannya dalam kehidupan keseharian manusia demimenunjang berbagai macam fasilitas ataupun yang berkaitan dengan sector industri padaumumnya.Pembahasan masalah pompa sentrifugal ini juga bertujuan untuk mengetahuikarakterisasi yaitu mencari head sabagai fungsi kapasitas, daya sebagai fungsi kapasitas,dan efisiensi sebagai fungsi kapasitas dengan metode yang meliputi : Studi literatur,perencanaan alat uji, perakitan alat uji, uji coba/pengambilan data, Analisis data hasilpengujian. Alat pengujian pompa sentrifugal ini menggunakan fluida yang mempunyaiberat jenis 855 kg/m3. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, diperoleh data antara lainadalah kapasitas rendah 0,36 m3/h yang terjadi pada putaran pompa 3080 rpm dankapasitas tertinggi diperoleh sebesar 0,84 m3/h yang terjadi pada putaran pompa 3840 rpm,sedangkan head tertinggi yang dapat di capai adalah 33,92 m dan efisiensi tertinggi yg dihasilkan adalah 99.17 %. Dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa alat uji fungsipompa sentrifugal dari studi literatur, perencanaan alat uji, perakitan alat uji, ujicoba/pengambilan data, analisis data hasil pengujian dapat berfungsi.
Perancangan Sistem Identifikasi Wajah dengan Teknik Feature-Based pada Aplikasi Safety Box Wahyu Artotomo; V Vekky R. Repi; Novi Azman
Jurnal Ilmiah Giga Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Edisi 2 Tahun 2014
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.636 KB) | DOI: 10.47313/jig.v17i2.539

Abstract

Identifikasi wajah dapat digunakan sebagai pelengkap untuk fungsi keamanan.Pada penelitian ini akan dilakukan pengidentifikasian wajah sebagai akses keamanan padaaplikasi safety box dimana sistemnya meliputi pendeteksian wajah, operasi geometripengolahan citra (pemotongan dan penskalaan citra), perbaikan citra, proses identifikasiwajah menggunakan Speeded-Up Robust Features (SURF) dan eksekusi menggunakansolenoid sebagai fungsi pengaman pada aplikasi safety box. Dari hasil percobaan di perolehhasil identifikasi dengan persentasi 50% menggunakan wajah yang identik dengan databasesedangkan pada pengujian lainnya yang menggunakan wajah yang tidak identik dengandatabase memiliki hasil identifikasi dengan persentasi 0% dari 50 data perbandingan.Persentasi ini di dapat berdasarkan hasil nilai poin kesamaan yang di anggap wajahteridentifikasi untuk mengakses safety box dimana pada penelitian ini batasan nilai poinkesamaan yang di anggap teridentifikasi adalah ≥ 7. Dari hasil penelitian ini disimpulkanbahwa sistem identifikasi ini berhasil karena hanya pada wajah yang identik dengandatabase yang berhasil teridentifikasi oleh sistem sehingga bisa mengakses pengunci padasafety box sedangkan pada wajah yang tidak identik pada database tidak teridentifikasi olehsistem.
Rancang Bangun Sistem Digital Kalibrator KW Meter dan KVAR Meter Analog 3 Fasa Indra Wahyudi; V Vekky R. Repi
Jurnal Ilmiah Giga Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Edisi 1 Tahun 2014
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.871 KB) | DOI: 10.47313/jig.v17i1.535

Abstract

Perancangan sistem digital kalibrator KW meter dan KVAR meter analog 3 fasa ini dibuat dengan menggunakan mikrokontroler dan instrumen PTC-8300H serta Visual Basic 6 sebagai program antarmuka serial pada komputer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil verifikasi dari kalibrasi produk memiliki penyimpangan rata-rata sebesar 0,0017 % untuk pengkalibrasian KW meter analog 3 fasa dan 0,0018 % untuk pengkalibrasian KVAR meter analog 3 fasa yang menunjukkan bahwa hasil kalibrasi cukup akurat dibandingkan sistem kalibrator yang telah ada sebelumnya dengan memiliki penyimpangan rata-rata sebesar 0,018 % untuk pengkalibrasian KW meter analog 3 fasa dan 0,016 % untuk pengkalibrasian KVAR meter analog 3 fasa.
Studi Perbandingan Alat Penukar Kalor Tipe Shell and Tube Tembaga-Aluminium Untuk Pitch Segiempat Cahyono Heri Prasetyo; Ahmad Zayadi; Basori Basori; Asmawi Asmawi
Jurnal Ilmiah Giga Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Edisi 2 Tahun 2014
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.503 KB) | DOI: 10.47313/jig.v17i2.543

Abstract

Alat penukar kalor merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan panas antara dua fluida atau lebih yang mempunyai temperatur yang berbeda. Dalam tugas akhir ini, dilakukan percobaan serta melakukan perhitungan terhadap hasil percobaan yang telah dilakukan. Hasil percobaan dan perhitungan menunjukkan bahwa dengan metode LMTD didapat laju perpindahan panas pada tube tembaga (Qcu) = 427,5409 watt lebih besar daripada laju perpindahan panas pada tube alumunium (Qal) = 372,364 Watt. Hal ini disebabkan oleh selisih temperature rata-rata pada alat penukar kalor dengan tube yang terbuat dari alumunium dan tembaga. Dengan metode NTU-efektivitas, menunjukkan bahwa laju perpindahan panas tube tembaga (Qcu) = 527 Watt lebih besar dibandingkan dengan tube Aluminium. Hal itu disebabkan oleh selisih temperatur rata-rata minimum pada alat penukar kalor dengan tube terbuat dari tembaga lebih besar dibandingkan dengan yang lain.
Analisis Jumlah Kadar Hemoglobin Dan Sel Darah Putih (Leukosit) Pada Mencit (Mus Musculus) Sebelum Dan Sesudah Radiasi Gamma Co-60 Dengan Berbagai Variasi Dosis Yulita Wulandari; Puji Hartoyo; Febria Anita; Purwantiningsih Purwantiningsih
Jurnal Ilmiah Giga Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Edisi 1 Tahun 2014
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.536 KB) | DOI: 10.47313/jig.v17i1.534

Abstract

Radiasi diketahui mempunyai efek merusak sel-sel induk dan sel-sel prekursor pada sumsum tulang (sindrom sumsum tulang), sehingga menurunkan jumlah sel-sel darah dalam peredarannya.Dalam kondisi normal, kehilangan komponen sel darah akibat konsumsi makanan, infeksi maupun umur dapat diimbangi oleh produksi sel darah induk dalam sumsum tulang. Radiasi dapat menghambat aktivitas sel darah induk atau menghentikan aktivitasnya sama sekali, tergantung pada dosis radiasi yang diterimanya. Selain itu sel darah yang bersirkulasi akan mengalami kematian interfase. Dengan demikian, radiasi akan menurunkan jumlah sel darah yang bergantung pada radiosensitivitas dan harapan hidup sel. Telah dilakukan penelitian respon adaptasi pada 30 ekor mencit jantan berumur 37 – 46 hari, dengan berat dalam rentang 23.79 – 26.66 gram. Sampel mencit dibagi menjadi 10 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 mencit yang diberi perlakuan penyinaran dengan radiasi gamma Co-60, mencit diberi dosis tunggal 0,5 Gy, 1 Gy, 1,5 Gy, 2 Gy, 2,5 Gy, 3 Gy, 3,5 Gy, 4 Gy, 4,5 Gy dan 5 Gy. Sampel darah mencit diambil sebelum dan sesudah penyinaran.Sampel yang diambil berupa hemoglobin dan leukosit. Jumlah hemoglobin rata-rata mencit 12,899 g/dl sebelum radiasi dan 12,154 g/dl sesudah radiasi dengan variasi dosis 0,5 Gy hingga 5 Gy. Jumlah leukosit rata-rata mencit 8,462 x 103/μl sebelum radiasi dan 7,207 x 103/μl sesudah radiasi dengan variasi dosis 0,5 Gy hingga 5 Gy.
Analisis Sebaran Radiasi Hambur Di Sekitar Pesawat Sinar-X Pada Pemeriksaan Tomografi Ginjal Rini Anggarini; Muzilman Muslim; Ari Mutanto
Jurnal Ilmiah Giga Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Edisi 2 Tahun 2014
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.158 KB) | DOI: 10.47313/jig.v17i2.540

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh variasi jarak antara sumber radiasi dengantitik pengukuran terhadap sebaran radiasi hambur pada pesawat sinar-X pada saatpemeriksaan tomografi ginjaldi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebrotosehingga dihasilkan kontur sebaran radiasi hambur dengan menggunakan perangkat lunaksurfer.Penelitian ini menggunakan phantom abdomen dengan kondisi penyinaran faktoreksposi tetap meliputi tegangan tabung 70 kV, arus tabung dan waktu penyinaran 50 mAs.Sampel dalam penelitian adalah jarak 50 cm, 100 cm, dan 150 cm dari titik tengah pusatpemeriksaan ke titik pengukuran. Pengukuran ini dilakukan dengan alat ukurtermoluminesensi dosimeter (TLD-100 LiF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlahpaparan radiasi akan semakin menurun terhadap penambahan jarak, sehingga dapatmengetahui titik-titik / tempat yang aman terhadap paparan radiasi.
Analisis Optimasi Citra Radiografi Pada Pemeriksaan Thorax Sistem Computed Radiography (CR) Terhadap Entrance Surface Dose (ESD) Tri Ambarsari; Budi Santoso; Nursama Heru Apriantoro; Febria Anita
Jurnal Ilmiah Giga Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Edisi 1 Tahun 2014
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.257 KB) | DOI: 10.47313/jig.v17i1.533

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis variasi faktor eksposi pemeriksaan thorax terhadap dosis permukaan dan noise pada citra radiografi. Dilakukan 10 (sepuluh) kali ekspos pada phantom thorax dengan faktor  eksposi 50 kV- 8 mAs, 50 kV-10 mAs, 55 kV- 8 mAs, 55 kV-10 mAs, 55 kV-10 mAs, 60 kV- 8 mAs, 60 kV-10 mAs, 66 kV-8 mAs, 66 kV-10 mAs dan 102 kV- 1 mAs, 102 kV - 2,5 mAs untuk teknik kV tinggi. Untuk masing-masing faktor eksposi ditempelkan satu TLD yang diletakkan di tengah lapangan penyinaran untuk mengukur nilai dosis permukaan. Kondisi eksposi optimum pemeriksaan thorax PA (dinyatakan dengan nilai lgM ) terjadi ketika penggunaan faktor eksposi 55 kV dengan 8 mAs karena nilai lgM yang didapat yaitu 1,91 , nilai standar deviasi 6,605 dan nilai ESD sebesar 0,098 mGy.

Page 6 of 17 | Total Record : 165


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 1 (2025): Volume 28 Edisi 1 Tahun 2025 Vol. 27 No. 2 (2024): Volume 27 Edisi 2 Tahun 2024 Vol. 27 No. 1 (2024): Volume 27 Edisi 1 Tahun 2024 Vol. 26 No. 2 (2023): Volume 26 Edisi 2 Tahun 2023 Vol. 26 No. 1 (2023): Volume 26 Edisi 1 Tahun 2023 Vol 26, No 1 (2023): Volume 26 Edisi 1 Tahun 2023 Vol 25, No 2 (2022): Volume 25 Edisi 2 Tahun 2022 Vol 25, No 1 (2022): Volume 25 Edisi 1 Tahun 2022 Vol 24, No 2 (2021): Volume 24 Edisi 2 Tahun 2021 Vol 24, No 1 (2021): Volume 24 Edisi 1 Tahun 2021 Vol 23, No 2 (2020): Volume 23 Edisi 2 Tahun 2020 Vol 23, No 1 (2020): Volume 23 Edisi 1 Tahun 2020 Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Edisi 2 Tahun 2019 Vol 22, No 1 (2019): Volume 22 Edisi 1 Tahun 2019 Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Edisi 2 Tahun 2018 Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Edisi 2 Tahun 2018 Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Edisi 1 Tahun 2018 Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Edisi 2 Tahun 2017 Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Edisi 1 Tahun 2017 Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Edisi 2 Tahun 2016 Vol 19, No 1 (2016): Volume 19, Edisi 1, Juni 2016 Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Edisi 1 Tahun 2016 Vol 18, No 2 (2015): Volume 18, Edisi 2, JUni 2015 Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Edisi 2 Tahun 2015 Vol 18, No 2 (2015): Volume 18, Edisi 2, Desember 2015 Vol 18, No 1 (2015): Volume 18, Edisi 1, Juni 2015 Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Edisi 1 Tahun 2015 Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Edisi 2 Tahun 2014 Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Edisi 1 Tahun 2014 Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Edisi 2 Tahun 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Edisi 1 Tahun 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16, Edisi 1, Juni 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Edisi 1 Tahun 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Edisi 1, JUni 2013 More Issue