cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PUJANGGA: Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24431478     EISSN : 24431486     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
MORFOLOGI BAHASA HITU DI MALUKU SELATAN Wiwiek Dwi Astuti
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1882.804 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v4i1.499

Abstract

Maluku adalah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai keberagaman bahasa yang cukup besar. Salah satubahasa yang mempunyai dialek dan penutur yang cukup banyak adalah bahasa Hitu di Pulau Ambon. Meskipunpersebaran penutur bahasa Hitu cukup luas dengan penutur yang cukup banyak, bahasa Hitu dapat dikategorikansebagai bahasa yang terancam punah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan berbagai upaya pengembangan danpelindungan agar bahasa Hitu terhindar dari ancaman kepunahan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk melindungidan mengembangkan bahasa Hitu di Maluku, misalnya melalui penyusunan sistem fonologi, tatabahasa, penyusunankamus, dan bahan ajar bahasa Hitu. Tujuan tulisan ini adalah meneliti aspek morfologi bahasa Hitu, yaitu aspek apasaja yang mendukung morfologi bahasa Hitu yang sudah ditetapkan sebagai dialek standar bahasa yang kini ada diJazirah Leihitu. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan aspek morfologi bahasa Hitu di Maluku Tengah. Hasilpenelitian ini adalah ditemukannya morfem bahasa Hitu, yang berupa (1) morfem bebas, morfem terikat dan (2)proses morfologis yang meliputi afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.Kata Kunci: bahasa Hitu, bahasa terancam punah, dialek standar
POSMODERNISME DAN POSKOLONIALISME DALAM KARYA SASTRA Ade Eka Anggraini
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1882.318 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v4i1.500

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan posmodernisme dan poskolonialisme dalam karya sastra. posmodernisme dan poskolonialisme bertujuan untuk menghasilkan sebuah penelaahan dan pemahaman dari karya sastra yang lebih utuh, dan tidak terikat lagi oleh struktur teks.metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Dengan asumsi yang demikian itu, maka baik posmodernisme maupun poskolonialisme lebih berusaha untuk melihat sebuah karya sastra dari berbagai sisi yang ada. Hasilnya; Posmodernisme dengan keras menolak segala penjelasan apa pun yang harmonis, universal dan konsisten, sebagaimana yang menjadi semangat kabur dalam semangat modernitas. Adapun simpulannya kajian dalam bidang kolonialisme mencakup seluruh khazanah tekstual nasional, khususnya karya sastra yang pernah mengalami kekuasaan imperial sejak awal kolonisasi hingga sekarang.Kata Kunci: sastra, posmodernisme, poskolonialisme
IMPLEMENTASI CONTENT BASED LEARNING DALAM PENGAJARAN DRAMA Noni Marlianingsih; Tita Puspitasari
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1882.084 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v4i1.501

Abstract

Pengajaran Drama sebagai mata kuliah teori dihadapkan pada banyak kendala. Pengunaan teknikceramah dan teknik presentasi murni cenderung membuat mahasiswa pasif dan tidak dapat memahamimateri dengan baik. Sementara itu, pengajaran mata kuliah ini tidak hanya diarahkan pada pemahamansaja, namun diharapkan agar mahasiswa menjadi lebih kreatif dan inovatif. Tujuan penulisan artikeliniadalah untuk berbagi pengalaman tentang keefektifan penggunaan content based learning dalampengajaran drama. Penulis menggunakan metode pengajaran Content Based Learning dalam kelas drama,jurusan pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Indraprasta PGRI. Mahasiswa yang diajar berada di tahunke dua atau semester empat. Kelas yang diajar sebanyak dua kelas, masing-masing kelas berjumlah 30orang. Hasil dari penerapan metode pengajaran ini, mahasiswa dapat menganalisa dan membandingkanunsur-unsur drama yang ada di teks aslinya dan versi film, sehingga mereka dapat mementaskannya dikemudian hari. Manfaat lain yang diperoleh dari penggunaan metode ini yaitu mahasiswa dan dosenmenjadi lebih aktif saling berkomunikasi dan mahasiswa terbiasa bekerjasama dalam kelompoknya.Kata Kunci: content based learning, drama.
ERA EDUKASI 4.0 YANG BERBASIS KINERJA GURU BAHASA PADA MASA MILENIAL E Zaenal Arifin
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v4i2.711

Abstract

ABSTRAKKonsep guru adalah status fungsional seseorang, sedangkan orang yang membelajarkan anak didik disebut pembelajar. Konsep siswa juga merupakan status fungsional peserta didik, sedangkan orang yang sedang belajar disebut pemelajar. Kata pelajaran artinya (1) ‘yang dipelajari atau yang diajarkan’ atau (2) ‘latihan’. Daftar yang biasanya ditempelkan di dinding kelas disebut daftar pelajaran, dan bukan daftar pengajaran.  Frasa tahun ajaran  artinya ‘tingkatan masa siswa belajar dan bukan tahun pelajaran. Guru bahasa dan sastra pada masa milenial hendaklah memiliki sifat a) ulet, b) sabar, c) inovatif, d) produktif, e) periang, dan f) idola  siswa. Guru pada Era Edukasi 4.0 memiliki beberapa profil, seperti 1) mau belajar sepanjang hayat, 2) sukses dan profesional, 3) memiliki kualitas pribadi yang baik, dan 4) pandai dalam pengelolaan kelas.Kata Kunci: pembelajar, pemelajar, guru, siswa, era edukasi 4.0  ABSTRACTThe concept of the teacher is the status of a person, while the person who teaches learners is called an instructors. The concept of students is also a status, while people who are studying are called learners. The word lesson means (1) "learned or taught" or (2) "practice". Lists that are usually posted on a classroom wall are called lesson lists, and not a list of teachings. The school year phrase means ‘the level of student learning time and not the school year. Language and literature teachers in the millennial era should have the characteristics of a) tenacious, b) patient, c) innovative, d) productive, e) cheerful, and f) student idols. Teachers in the Education 4.0 era have several profiles, such as 1) willing to learn throughout life, 2) success and professionalism, 3) having good personal qualities, and 4) teachers who are good at classroom management.Keywords: instructor, learner, teacher, student, the education 4.0 era
PENGEMBANGAN TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM AKTIVITAS PEMBELAJARAN DOSEN PENGAMPU PELAKSANA AKADEMIK MATA KULIAH UNIVERSITAS (PAMU) Silvia Ratna Juwita; Linda Purnamasasri
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v4i2.706

Abstract

ABSTRAK Pengembangan Tindak Tutur Ilokusi dalam Aktivitas Pembelajaran Dosen Pengampu Pelaksana Mata Kuliah Universitas (PAMU) Universitas Esa Unggul Jakarta merupakan penelitian kebahasaan yang dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penelitian ini berfokus pada tindak tutur (speech act) yang ada pada penyampaian materi yang disampaikan oleh Dosen Pengampu Pelaksana Mata Kuliah Universitas (PAMU) Universitas Esa Unggul Jakarta, yang tergolong sebagai dosen baru atau pemula (tahun pertama). Roadmap penelitian ini berlangsung selama 1 tahun dengan perluasan cakupan wilayah objek penelitian bila dilanjutkan dalam  3 tahun ke depan. Penelitian ini merupakan analisis isi dari pendekatan kualitatif dari data berupa tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif dalam penuturan dosen pemula pada aktivitas pembelajaran di Universitas Esa Unggul Jakarta yang menjadi sumber penelitian sehingga dikatakan temuan penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi pada dosen pemula pengampu Pelaksana Mata Kuliah Umum (PAMU). Hasil luaran dari penelitian ini diharapakan berupa jurnal publikasi dan buku sebagai pengantar tentang tindak tutur yang digunakan dalam aktivitas pembelajaran bagi dosen pemula (tahun pertama) mengajar di Universitas Esa Unggul Jakarta.Kata Kunci: tindak tutur, dosen, pembelajaran, bahasaABSTRACTThe Development of the Illocusion Speech Act in Learning Activities of the  Lecturers who teach the General Subjects at PAMU Esa Unggul University Jakarta” is a language research which is done by the bahasa Indonesia and English lecturers. This research is focused on speech act which is used to share the materials by the lecturers from PAMU (Pengampu Pelaksana Mata Kuliah Universitas) Universitas Esa Unggul Jakarta. It is focused on the new lecturers or beginner lecturers (1st year). The Roadmap research is for 1 year which is included to the object research that can be continued for next three years.  This research is the content analysis to the qualitative method from collecting data such as the assertive, directive, commissive, expressive, declarative speech acts related to the lecturers speech in the learning activities from Esa Unggul University so the research will find the research in illocution speech act from the beginner lecturers of PAMU.Hopely, the output of this research will be in a publication journal and reference book about the speech act in the learning activities for the beginner lecturers (first year) at Esa Unggul University Jakarta.  Keywords: speech act, lecturers, learning process, language
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA RUBRIK “ NAH INI DIA” DALAM HARIAN POS KOTA Tadjuddin Nur
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v5i1.730

Abstract

ABSTRAKPeneltian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif yang mengkaji fenomena kebahasaan dengan pendekatan sosiolingistik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk capur kode pada rubrik ― Nah Ini Dia‖ harian Poskota; (2) mendeskripsikan bentuk alih kode pada rubrik ― Nah Ini Dia‖ harian Poskota; (3) mengidentifikasi fungsi penggunaan campur kode dan alih kode pada rubrik ―Nah Ini Dia‖ harian Poskota. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah wacana pada rubrik ―Nah Ini Dia‖ harian Poskota Edisi April 2019. Sumber data berasal dari dokumen dan informan. Hasil penelitian ini adalah : bentuk campur kode pada rubrik ―Nah Ini Dia‖ harian Poskota terdiri atas (1) kata, (2) frase, (3) baster (4) reduplkasi, (5) Idiom dan (6) klausa. Bentuk alih kode pada rubrik ―Nah Ini Dia‖ harian Poskota terdiri atas Ragam bahasa formal beralih ke ragam bahasa santai. Sementara fungsi campur kode dan alih kode dari rubrik ―Nah Ini Dia‖ harian Poskota adalah: (1) untuk menciptakan suasana santai dan humoris, (2) untuk memberikan dakwah dan nasehat, (3) untuk memberikan pemahaman budaya, dan (4) untuk menyampaikan pesan politik.Kata kunci: sosiolinguistik, bahasa, campur kode, alih kode, rubrikABSTRACTThis research is a qualitative descriptive study that examines linguistic phenomena with a sociolinguistic approach. This study aims at describing the type of code mixing in the rubrics "Nah Ini Dia" of Poskota daily, describing the type of code switching in the rubric "Nah Ini Dia" of Poskota daily, and identifying the function of code mixing and code switching uses in the rubric of "Nah Ini Dia" of Poskota daily. The sample taken in this study is the discourse in the rubric of "Nah Ini Dia" of Poskota daily, edition of April 2019. The sources of data come from documents and informants. The results of this study are the type of code mixing in the rubric of "Nah Ini Dia" Poskota daily consists of (1) words, (2) phrases, (3) baster (4) reduplication, (5) idioms and (6) clauses. The type of code switching in the "nah Ini Dia" rubrik of Poskota daily consists of a variety of formal languages switch to a variety of casual languages. While the function of code mixing and code switching uses from the rubric of "Nah Ini Dia" Poskota daily are creating a relaxed and humorous atmosphere, providing missionary and advice, providing cultural understanding, and delivering political messages.Keywords: sociolinguistics, language, code mixing, code switching, rubrics
INTERFERENSI BAHASA SUNDA TERHADAP BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS VII Anne Andriani
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v4i2.707

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan terjadinya interferensi morfologi dan sintaksis bahasa Sunda terhadap bahasa Indonesian dalam karangan deskripsi siswa, tataran  ketatabahasaan yang paling banyak dipengaruhi, dan faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi morfologi dan sintaksis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan objek penelitian berupa karangan deskripsi siswa yang memiliki bahasa kesatu bahasa Sunda. Dari hasil analisis data, peneliti menyimpulkan bahwa terjadi interferensi bahasa Sunda terhadap bahasa Indonesia dalam karangan deskripsi siswa. Aspek-aspek kebahasaan yang paling banyak dipengaruhi adalah aspek morfologi. Secara keseluruhan karangan deskripsi siswa kelas VII SMPN 1 Nanggung, Kabupaten Bogor kurang  mengandung interferensi. Faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi karena pemakaian bahasa Sunda yang dominan dan kemiripan serta ketiadaan padanan dalam bahasa Sunda dengan bahasa Indonesia atau sebaliknya.Kata Kunci: interferensi morfologi,interferensi sintaksis, bahasa  Sunda     ABSTRACTThe aim of the research is to describe the occurance of morphology interference and the syntax of sundanesse language toward Indonesian in student’s writing, the gramatical aspect that mostly influenced, and the factors that causes. This research uses descriptive method with the object of the research in student’s writing which has the first language Sundanesse. From the results of data analysis, researcher concludes that the interference occurs in Sundanesse toward Indonesian in their writings. The aspect of language that mostly influenced is the morphology. As the whole descriptive writings of the students of class VII SMPN 1 Nanggung have less of interference. The factors that causes the interference is the use of Sundanesse  dominately and the similarities and no subtitude in Sundanesse language to Indonesian.  Keyword : morfology interference, syntax interference, Sundaness language.
TANTANGAN DI ERA 4.0 PADA PENYAJIAN PROGRAM TELEVISI TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA Eka Septiani
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v5i1.728

Abstract

ABSTRAKMedia televisi merupakan satu di antara tantangan yang saat ini kita hadapi di era 4.0. Tantangan yang kita hadapi melalui media televisi antara lain adalah bagaimana kita dapat memilih program tayangan televisi yang mendidik terutama yang masih mengedepankan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penyajiannya. Ironisnya, sebagian besar program televisi yang disajikan tidak lagi mengindahkan bahasa Indonesia yang baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana remaja dalam hal ini adalah mahasiswa dapat memandang dan memilih program televisi yang mereka tonton setiap harinya. Berdasar pada tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode analisis deskriptif melalui kuisioner. Sampel yang dipilih diambil sebanyak 30 mahasiswa secara acak. Hasil analisis didapatkan data bahwa program televisi saat ini merupakan tantangan di era 4.0 dan sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baku di kalangan remaja. Program televisi saat ini banyak yang belum mendidik lagi terutama dalam segi bahasa dalam penayangannya sehingga hal ini menjadi sebuah tantangan bagi para remaja agar mereka mampu menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Kata kunci: program televisi, tantangan era 4.0, pergeseran bahasa IndonesiaABSTRACTTelevision media is one of the challenges we are currently facing in era 4.0. The challenge that we face through television media are, among other things,how we can choose educational television programs, especially those that still prioritize the use of Indonesian language that is good and correct in its presentation. Ironically, most television programs presented no longer heed the standard Indonesian language. This study aims to find out how teenagers in this case are students can view and choose television programs that they watch every day. Based on these objectives, researchers used descriptive analysis methods through questionnaires. The selected sample was taken as many as 30 student randomly. From the result of the analysts, the data shows that television programs are currently very influential in facing challenge in era 4.0 againts the standard use of Indonesian among teenagers. Today‟s television programs are lacking especially in terms of language in the screening so that it becomes a challenge for teenagers so that they are able to maintain the use of goog and correct Indonesian.Keywords: television programs, the challenge of era 4.0, Indonesian language shift
PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN Kasno Atmo Sukarto
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v5i1.727

Abstract

ABSTRACTNovel “Ibuk” which was written in Indoesian language tends to use local language particularly Javanese. The javanese exists in the Indonesian written novel is the writer‟s style. It shows the uniqueness of Novel itself which was written by iwan Setyawan. This article aims at describing elements of javanese in applying Indonesian Language. This article employs descriptive qualitative method, which is describing javanese elements in the novel. The theory of SPEAKING Hymes (1972) was employed to analize the data. The finding shows that there are japanese language in the novel Ibuk include nasalisation, repeated words, root words, and sentences.ABSTRAKBahasa Indonesia yang digunakan dalam novel Ibuk ada kecenderungan menggunakan bahasa daerah khususnya bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang muncul dalam novel yang berbahasa Indonesia itu merupakan ciri dan gaya penulisnya. Hal itu merupakan keunikan novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan unsur-unsur bahasa Jawa dalam pemakaian bahasa Indonesia. Metode penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan unsur-unsur bahasa Jawa dalam pemakaian bahasa Indonesia novel tersebut. Adapun teori yang dipakai untuk mendeskripsikan pemakaian bahasa Jawa mengacu pada teori SPEAKING Hymes (1972). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pemakaian bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia novel Ibuk meliputi bentuk nasalisasi, kata ulang, kata dasar, dan kalimat.Kata Kunci: Nasalisasi, Kata Ulang, Kata Dasar, Kalimat
PSYCHOLOGICAL CONFLICT BETWEEN CHARACTERS OF FATHER AND SON IN ANIMATED MOVIE HOW TO TRAIN YOUR DRAGON Lia Dewinta
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v5i1.729

Abstract

ABSTRACTThis research is entitled ―Psychological Conflict between Characters of Father and Son in Animated Movie How to Train Your Dragon‖. The background of the study is based on my interest in the conflict of the movie. The conflict is between a strong chief of Viking with his weak son who has different perspective on dragon. To find out that internal conflict, psychological analysis is done to both characters. The objective of this research is to answer the problems of the research which focuses on the conflicting ego between Hiccup and Stoic related to the parent-children relationship they have, how they defend their ego and how Stoic finally accepts Hiccup‘s ego. Intrinsic analysis on the characters and the conflict was conducted to find out the characterization and the main conflict, while psychological approach was used to analyze the characters‘ behavior and personality to find out why both characters have the internal conflict. The result of the analysis shows that, psychologically, their ego, their attitude and behavior were governed by the superego. The different superego and the fact that they have parent-children relationship made the conflict serious. Finally, the conflict resolves after Stoick accepted his son‘s ego. It makes an impact on their relationship as father and son.Keywords: character, conflict, psychology, id-ego-superego, parent-children relationship.ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Psychological Conflict between Characters of Father and Son in Animated Movie How to Train Your Dragon” ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan terhadap konflik dalam ceritanya. Konflik dalam film tersebut ditunjukkan oleh dua tokoh yaitu Sang Kepala Suku Viking yang berperawakan kuat dan anaknya yang memiliki fisik lemah. Mereka memiliki pendapat yang berbeda tentang keberadaan naga. Untuk memahami konflik internal masing-masing karakter, digunakan analisis psikologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan tentang perselisihan ego antara tokoh Hiccup dan Stoick berkaitan dengan hubungan mereka sebagai anak dan orang tua. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana mereka mempertahankan ego masing-masing hingga akhirnya Stoick dapat menerima ego Hiccup. Analisis tokoh dan konflik dilakukan untuk memahami penokohan dan konflik utama, sedangkan pendekatan psikologi digunakan untuk menganalisis perilaku dan kepribadian tokoh untuk mengetahui alasan munculnya konflik internal pada dua karekter tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara psikologi, ego dan perilaku mereka didorong oleh superego. Perbedaan superego dan hubungan mereka sebagai ayah dan anak membuat konflik semakin rumit. Konflik tersebut berakhir setelah Stoick menerima ego anaknya. Hal itu berpengaruh besar terhadap hubungan mereka berdua.Kata Kunci: tokoh, konflik, psikologi, id-ego-superego, hubungan orang tua dan anak

Page 7 of 16 | Total Record : 154