cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PUJANGGA: Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24431478     EISSN : 24431486     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
KRITIK ATAS PUISI-PUISI KARYA AHMAD NURULLAH DAN NANING PRANOTO 1 Kasno Kasno
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v5i2.841

Abstract

ABSTRAKBerbicara tentang kritik sastra, secara umum, selain untuk menghakimi karya sastra, juga memiliki fungsi untuk mengkaji dan menafsirkan nilai karya sastra baik novel, cerpen, maupun puisi. Tujuan penulisanini adalah untuk mendeskripsikan dan menafsirkan nilai karya sastra yakni Puisi-Puisi Langit Biru yangmencerminkan adanya kepedulian terhadap lingkungan hidup karena pencemaran udara. Teori yangditerapkan untuk mendeskripsikan adalah kritik pandangan ”Tiga M Krit ik Sastra Sawo Manila:Menghibur, Mendidik, dan Mencerdaskan. Metode penulisan ini adalah deskriptif kualitatif yaitumenafsirkan nilai-nilai puisi, menghibur, mendidik, dan mencerdaskan dalam Puisi-Puisi Langit Biru.Hasilnya menunjukkan bahwa dalam karya sastra khususnya dalam puisi karya Ahmad Nurullah danNaning Pranoto terdapat makna yang mengangkat pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusiaatas pencemaran udara dan lingkungan yang kurang sehat.Kata Kunci: Kritik Sastra, Puisi, Menghibur, Mendidik, MencerdaskanABSTRACT Generally, literary criticism function for both judging literary work and interpreting novel, short story,and poetry. This article aims at describing and interpreting ‘Puisi-Puisi langit Biru’which is reflecting theconcern for the environment due to air pollution. This article used the three M Sawo Manila: Menghibur, Mendidik, and Mencerdaskan (Entertaining, Educating, and Developing Mind) Theory. The method of the study employs descriptive qualitative, which is interpreting the values of poetry, those are Menghibur, Mendidik, and Mencerdaskan (Entertaining, Educating, and Developing Mind). The resultshows that in literary works, poems written by Ahmad Nurullah and Naning Pranoto, there are meanings that raise the importance of the environment for human life for air pollution and an unhealthy environment. Key Words: Literary Criticism, Poetry, Entertaining, Educating, Developing Mind
INTERNALIZING THE CULTURAL VALUES OF ANDE-ANDE LUMUT FOLKLORE THROUGH THE SOCIODRAMA METHOD IN NARRATIVE TEXT LEARNING IN SENIOR HIGH SCHOOLS Taufik Nugroho
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v5i2.842

Abstract

ABSTRAK Mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 bertujuan agar siswa mampu mendengarkan, membaca,memirsa, berbicara, dan menulis. Kompetensi dasar dikembangkan berdasarkan tiga hal yang saling berhubungan. Ketiga hal tersebut adalah bahasa, sastra, dan literasi. Makalah ini bertujuan mengapresiasi karya sastra Indonesiaberupa teks folklor Ande-Ande Lumut dengan menggunakan metode sosiodrama. Manfaat menggunakan metodesosiodrama, diantaranya: (1) mempertinggi perhatian siswa melalui adegan-adegan; (2) membuat siswa mengertipersoalan sosial psikologis dan ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain; dan (3) membuat siswa dapatmenempatkan diri pada tempat orang lain dan memperdalam pengertian mereka tentang orang lain. Penulisanmakalah ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik kepustakaan. Hasil dari penulisan makalah inidiharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi para guru atau praktisi pendidikan Bahasa Indonesia, utamanyapembelajaran teks folklor Indonesia dalam menghayati nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Kata Kunci: Nilai Budaya, Folklor, Sosiodrama ABSTRACT In general, the 2013 Indonesian Language curriculum aims to enable students to listen, read, view, speak and write.Basic competencies are developed based on three things that are interconnected and mutually supportive indeveloping students' knowledge, understanding, and having the competence to listen, read, view, speak, and write.These three things are language, literature and literacy.The purpose of this paper is to appreciate Indonesianfolklore Ande-Ande Lumut by using the sociodrama method. Some important benefits using this method are (1)heightening students' attention through scenes, which does not always occur in the lecture or discussion method, (2)making students understand psychological social problems and participate to feel the feelings and thoughts ofothers, and (3) making students put themselves in other people's places and deepen their understanding of others.The writing of this paper uses a descriptive-qualitative method with library study. The results of writing this paperare expected to become one of the references for teachers or practitioners in the field of Indonesian languageeducation, especially learning folklore texts in living the cultural values contained in them. Key words: Cultural Values, Folklore, Sociodrama 
BAHASA SLANG DALAM SITUASI KOMEDI (SITKOM) THE FRESH PRINCE OF BELL AIR Fiza Asri Fauziah Habibah
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v5i2.843

Abstract

ABSTRAKTujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui pemakaian bahasa slang beserta bentuknya yang terdapat dalam Sitkom Amerika The Fresh Prince of Bel Air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang ditemukan dalam sumberdata. Untuk ancangan analisis, penulis menggunakan teori dari Amrullah (2017) dalam bukunya yang berjudul SlangBahasa Inggris di Dunia Maya. Artikel ini berfokus untuk menganalisis dialog dalam penggalan episode 24 season4 yaitu Papa’s got a brand new excuse. Will, sang pemeran utama, merepresentasikan seorang kulit hitamberbahasa Inggris Afrika Amerika (African American Vernacular English) yang sarat dengan bahasa slang dalamberkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bahasa slang dalam bentuk: 1) kata dasar, dengankelas kata nomina, verba, ajektiva, adverbial, interjeksi, dan pronomina; 2) frasa, dengan kelas kata frasa nominadan frasa verba; dan 3) kalimat, yang terdiri dari kalimat tidak lengkap.Kata kunci: Bahasa Slang, Bentuk Slang, Sitkom ABSTRACTThis article aims at describing the slang words and their types in American sitcom “The Fresh Prince of Bel Air”. The method of the research employs qualitative descriptive which is describing some matters relating to the problemfound in the data source . The writer uses Amrullah’s theory (2017) in his book “Slang Bahasa Inggris di DuniaMaya” in analizing the slang words. This article focuses to analyze the small part of “Papa’s got a brand newexcuse”dialog in the sitcom The Fresh Prince of Bel Air,season 4, episode 24. Will, the main character, representsthe black urban who speaks African American Vernacular English which is loaded with slang words.. The resultshows the existence of slang words in the sitcom The Fresh Prince of Bel Air in the form of: 1) base words, whichcomprises of noun, verb, adjective, adverb, interjection, and pronoun; 2) phrases, which comprises nominal phraseand verbal phrase; 3) sentences, which comprises uncompleted sentences.Key Words: Slang Words, Types of Slang, Sitcom 
MAKNA PENAMPILAN GENDER PADA ATLET PEREMPUAN CABANG OLAHRAGA TAKRAW: STUDI KASUS PADA SEBUAH SEKOLAH OLAHRAGA DI INDONESIA Tri Rahayu Mayasari
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v5i2.844

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan bentuk kajian yang dilakukan di sebuah sekolah khusus di Indonesia, yaitu Sekolah Olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati penampilan gender yang muncul pada atlet perempuankhususnya pada cabang olahraga takraw. Peneliti ingin membuktikan bahwa gender tidak terikat pada jenis kelamin,begitu pula sebaliknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif dimana penelititerlibat langsung dalam aktifitas atlet perempuan, tidak hanya pada cabang olahraga takraw tetapi juga dari cabangolahraga lain. Melalui dua teori tersebut, penelitian yang dilakukan telah membuktikan bahwa atlet perempuan(takraw) tidak menampilkan gendernya sesuai dengan konstruksi budaya yang melekat pada perempuan padaumumnya. Kata kunci: sekolah olahraga, atlet perempuan, takraw, penampilan gender, fesyen ABSTRACT This study is sort of observation done at a particular school in Indonesia namely sport school. The purpose of this study is to observe the gender performance of female athletes especially in Takraw as one ofcompetition sport. Observer expects to prove that gender is not bond to sex, and vise versa. The method used in thisstudy is participative observation where the observer gets involved in female athletes’ activities, not only in Takrawbut in another sport branch also. Through the theories, the research has proven that female athletes do not showtheir gender as the cultural construction on common women. Key words: sport school, female athlete, takraw, gender performance, fashion
KRITIK MATERIALISTIK TEKS SASTRA MAJALAH PANDJI POESTAKA (1943--1945) Kurnia Rachmawati
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v5i2.846

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memaparkan struktur ideologi Teks Sastra dalam Majalah Pandji Poestaka pada masapendudukan Jepang di Indonesia (1943-1945). Pendekatan teori yang digunakan adalah materialisme yangdipaparkan oleh Eagleton. Kritik sastra materialistik mangasumsikan bahwa teks sastra tidak bertindak pasif, tetapisecara aktif menentukan proses produksi dan struktur ideologi yang membentuknya. Karya sastra merupakan produkinteraksi dan artikulasi aspek eksternal dan internal teks. Skema kritik sastra materialistik memosisikan aspekeksternal berada di luar teks yang terdiri atas kontituen-kontituen ideologi yang meliputi: corak produksi umum,ideologi umum, corak produksi sastra, ideologi kepegarangan, dan ideologi estetik. Internal teks merujuk padaideologi teks yang merupakan produk dari interaksi dan artikulasi kontituen-kontituen eksternal teks yang telahdijabarkan sebelumnya dan membentuk serangkaian tegangan, pengolahan dan transformasi. Hasil Penelitianini menunjukkan bahwa teks yang berupa Teks Sastra dalam Majalah Pandji Poestaka merupakan hasil artikulasidominasi kekuasaan Jepang yang menerapkan sistem pemerintahan fasisme-militersme. Mobilization and Control merupakan teknik Jepang guna mendominasi kekuatan dan relasi produksi di Indonesia. Dominasi tersebutmengakibatkan tekanan dan ketimpangan dalam masyarakat, sehingga memunculkan kontestasi ideologi yangdiusung oleh para pejuang nasionalis, gerakan bawah tanah, hingga pemberontakan masyarakat kelas bawah yaitupetani. Simpulannya pemberontakan tesebut melahirkan ideologi nasionalisme, sosialisme hingga anarkisme yangmemiliki cita-cita yang sama yaitu semangat kebebasan, anti imperialisme, kemerdekaan dan bayangan akan sebuahbangsa (nation). Kata Kunci: Struktur Ideologi, Teks Sastra Pandji Poestaka, Materialisme Eagleton. ABSTRACT This study describes the ideology structure of Teks Sastra in Pandji Poestaka magazine during the Japanese colonial Indonesia (1943-1945). Theory applied in this study is Eagleton’s materialism. This critic concerns on howa literary work acts in the process of production and in shaping the ideology structure. In this case, a literary workis regarded as a product of interaction and articulation in external and internal aspects of the text. The materialismcritic places the external aspect outside the text, includes ideology constituents, such as general mode of production,general ideology, literary mode of production, author ideology, and aesthetic ideology. Meanwhile, this critic refersthe internal aspect to ideology of the text. This ideology is a product of those constituents’ interaction andarticulation that form a sequence of exertions, accomplishment, and transformation. The result of the studyshows that the text Teks Sastra in Panjdi Poestaka magazine is articulation of Japanese domination that appliedfascism-militarism in their colonial. In order to dominate the strength and the production relation in Indonesia,Japan also uses mobilization and control technic. Therefore, there is inequality in society and they are pressured.This leads the society to do many kinds of struggle to fight the Japanese domination. The struggles produce theideology of nationalism, anti-imperialism. Besides, Indonesian wants to reach the Independence and to have anation.Key Words: Structure of Ideology, Teks Sastra Pandji Poestaka, Materialism, Eagleton.
AN ANALYSIS OF IMAGERIES IN E.E. CUMMINGS’ SELECTED POEMS Leni Tiwiyanti; Mu’thia Mubasyira
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v6i2.996

Abstract

This research analyzes the imageries used by E.E. Cummings in two poems by E.E. Cumming. He is a 20th century poet and novelist known for his unique style and structure. He considered himself a painter as well as a poet. Most of his poems are free verse in which he innovates a new style of writing which disregard any traditional rules and regulations of writing. The purpose of this research is to identify the types of imageries used in some of selected poems by E.E. Cummings and how the imageries are applied in the poems. The method used is qualitative descriptive method. The source of the data are two poems “All in Green” and “Your Little Voice”. Imageries are used to make abstract ideas concrete and easier to communicate specially used in poems. From the analysis, there are only five types out of seven types of imageries found in both poems. The five types of of the imageries are visual, auditory, kinesthetic internal and gustatory imageries. Both techniques by description and figurative language are applied to build the imageries. There are nine imageries applied by using description technique and seven imageries with figurative language technique.Keywords: poems, imagery, types of imagery, technique in building imageryPenelitian ini menganalisis citraan yang digunakan oleh E. E. Cummings dalam beberapa karya puisinya. Dia adalah penyair dan penulis novel abad 20 yang dikenal dengan gaya dan struktur yang unik. Dia menilai dirinya sebagai seorang pelukis dan juga penyair. Dalam sebagian besar karyanya, dia menggunakan larik lepas yakni berinovasi dengan gaya menulis baru yang tidak megindahkan aturan atau ketentuan menulis tradisional. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui jenis-jenis citraan puisi dan teknik yang digunakan untuk membangun dalam puisi karya E.E. Cummings. Sumber data diambil dari dua puisi berjudul “All in Green” and “Your Little Voice”. Citraan digunakan untuk membuat ide abstrak menjadi nyata dan lebih mudah dikomunikasikan terutama dalam puisi. Dari Analisis, hanya terdapat lima dari tujuh jenis citraan yang digunakan dalam kedua puisi. Kelima citraan tersebut adalah citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan gerak, citraan perasaan dan citraan pengecapan. Kedua teknik deskripsi dan bahasa kiasan digunakan dalam membangun cintraan. Terdapat 9 citraan menggunakan teknik deskripsi dan tujuh citraan mengunakan teknik bahasa kiasan.Keywords: puisi, citraan, tipe citraan, teknik membangun citraan
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM DIALOG KOMUNIKASI TERAPEUTIK ANTARA BIDAN DENGAN IBU HAMIL Herlina Lindaria Simanjuntak
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v6i2.989

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang kesantunan berbahasa dalam dialog komunikasi terapeutik antara bidan dengan ibuhamil di klinik praktek kebidanan di daerah Depok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penaatan danpelanggaran prinsip kesantunan Leech dalam komunikasi terapeutik antara bidan dan ibu hamil di klinik praktekkebidanan pada Klinik Bidan Emmy, yang terletak di Jalan Kemakmuran, Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok.Sumber data dari penelitian ini adalah dialog komunikasi terapeutik antara bidan dan ibu hamil yang dikumpulkanmelalui teknik rekam catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif denganmenggunakan metode deskriptif. Kesantunan berbahasa yang diteliti dalam penelitian ini adalah yang mengandungprinsip sopan santun teori Leech, prinsip sopan santun itu meliputi enam maksim yaitu (1) maksim kebijaksanaan (2)maksim kedermawanan, (3) maksim penghargaan, (4) maksim kesederhanaan, (5) maksim pemukatan, dan yangterakhir maksim simpati. Hasil penelitian ini, yakni terdapat tuturan, baik yang memenuhi maupun yang melanggarprinsip kesantunan Leech. Tuturan yang memenuhi prinsip Leech lebih banyak bila dibandingkan dengan tuturan yangmelanggar prinsip kesantunan Leech.Kata Kunci: kesantunan, komunikasi terapeutik, bidan, ibu hamilABSTRACTThis study discusses language politeness in therapeutic communication dialogue between midwives and pregnant women in midwifery practice clinics in Depok area. The purpose of this study was to determine the compliance andviolation of the Leech politeness principle in therapeutic communication between midwives and pregnant women atthe midwifery practice clinic at the Emmy Midwife Clinic, which is located on Jalan Kemakmuran, Mekarjaya,Sukmajaya District, Depok. The data source of this study is a dialogue of therapeutic communication between midwives and pregnant women which is collected through a record technique. The method used in this research is qualitative research using descriptive methods. Language politeness studied in this study contained the principles ofthe Leech theory of courtesy, the principles of courtesy include six maxims, namely (1) maxim of wisdom (2) maximof generosity, (3) maxim of appreciation, (4) maxim of simplicity, (5) maxim of trawling, and the last maxim ofsympathy. The result of this research is that there are utterances, both those that fulfill and those that violate theprinciples of Leech politeness. There are more speeches that fulfill the Leech principles than those that violate theLeech's principle of politeness.Keywords: politeness, therapeutic communication, midwives, pregnant women 
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL RANAH TIGA WARNA KARYA A. FUADI Endang Sulistyaniningsih; Fatimah Fatimah; As’ad As’ad
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v6i2.991

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis nilai pendidikan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi yang meliputinilai pendidikan agama, moral, adat/budaya, dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilaipendidikan novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Datayang digunakan berupa kutipan langsung maupun tidak langsung dari teks novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan observasi. Instrumen penelitian ini adalahpeneliti sendiri. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan teknikpenyajian informal. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tema novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi adalahperjuangan Alif demi meraih impian dan cita-cita dengan segala keterbatasan. Nilai pendidikan dalam novel Ranah 3Warna ada empat, yaitu nilai pendidikan agama meliputi beribadah, berdoa, bersyukur, tawakal, ikhlas, dan sabar,nilai pendidikan moral meliputi tekad kuat, pantang menyerah, sungguh-sungguh, kerja keras, rajin belajar, mampumengendalikan diri, disiplin, jujur, tanggung jawab, kreatif, nasionalisme, percaya diri, dan prasangka baik, nilaipendidikan adat/budaya meliputi melestarikan kesenian tradisional dan melestarikan budaya berpantun, nilaipendidikan sosial meliputi tolong-menolong, berbakti kepada orang tua, setia kawan, persahabatan, kasih sayang,memberi semangat, dermawan, musyawarah, dan rela berkorban.Kata Kunci: nilai pendidikan, karya sastra, novelABSTRACT This study analyze the value of education in the novel Ranah 3 Warna Ahmad Fuadi's work which includes the valueof religious, moral, custom/cultural, and social education. Th e purpose of this study is to describe the educationalvalue of Ranah 3 Color novel by Ahmad Fuadi. This research is a qualitative descriptive study. The data used in theform of direct or indirect quotations from the text of the Ranah 3 Color novel by Ahmad Fuadi. Data collectiontechniques in this research are literature study and observation. The research instrument is the researcher himself.Data analysis was performed using the content analysis method. Presentation of analysis results using informalpresentation techniques. The results of this study concluded that the theme of the Ranah 3 Color novel by AhmadFuadi was Alif's struggle to achieve dreams and ideals with all limitations. There are four educational values in the Ranah 3 Color novel, namely the value of religious education including worship, prayer, gratitude, trust, sincerity,and patience, the value of moral education includes determination, unyielding, earnestly, hard work, diligent learning,being able to control self, discipline, honest, responsibility, creative, nationalism, self-confidence, and good prejudice,the value of traditional / cultural education includes preserving traditional arts and preserving the culture of rhyming,the value of social education includes help, helping, serving parents, loyal friends, friendship, compassion,encouragement, generosity, deliberation, and willing to sacrifice.Keywords: educational values, novel
THE USE OF SMALL GROUP DISCUSSION STRATEGY IN TEACHING ENGLISH SPEAKING Fanny Selvia Rosadi; Cicih Nuraeni; Agus Priadi
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v6i2.992

Abstract

The objective of this research is to answer the question on how small group discussion strategy could improve thestudents speaking skill. The research was conducted at the seventh grade students of SMPN 3 Ciawi in academic year2019/2020. This paper used descriptive qualitative method. The data were collected through observation duringteaching learning process. To add important data and resource, the researchers also did library research and internetresearch. The theory that support this research is based on the theory of Giri in (Rahmat 2017). This research consistsof plans, how to develop and improve students speaking skills ability using small group discussion strategy. It alsocontains the preparation, teaching-learning process and the evaluation. The result of this research indicated that:(1)small group discussion strategy could build confidence of students’ in speaking; (2) engage students in work groupdiscussion communicatively; (3) the students have the opportunities to improve their speaking skills. Keywords: small group discussion, teaching, speakingPenelitian ini bertujuan adalah untuk menjawab pertanyaan bagaimana strategi diskusi kelompok kecil dapatmeningkatkan keterampilan berbicara siswa. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII SMPN 3 Ciawi tahun ajaran2019/2020. Makalah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasiselama proses belajar mengajar. Untuk menambah data dan sumber penting, peneliti juga melakukan studi pustakadan penelusuran internet. Teori yang mendukung penelitian ini didasarkan pada teori Giri dalam (Rahmat 2017).Penelitian ini terdiri atas perencanaan, bagaimana mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berbicara siswadengan menggunakan strategi diskusi kelompok kecil. Selain itu juga berisi persiapan, proses belajar-mengajar danevaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) strategi diskusi kelompok kecil dapat membangun kepercayaandiri siswa dalam berbicara; (2) melibatkan siswa dalam diskusi kelompok kerja secara komunikatif; (3) siswamemiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan berbicara mereka.Kata kunci: strategi diskusi kelompok kecil, mengajar, berbicara
ANALYSIS OF MANUK DADALI FOLKSONG IN TERMS OF VALUES Fiza Asri Fauziah Habibah; Fadilah Fadilah
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v6i2.993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai dasar di dalam lagu rakyat Manuk Dadali dan menganalisishubungan antara nilai-nilai dasar tersebut. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teori Schwartz tentangsepuluh nilai dasar motivasi. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif.Metode kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis darimasyarakat maupun buku. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat tujuh nilai dasar dalam lirik lagu rakyatManuk Dadali yaitu kekuasaan, prestasi, tradisi, kepatuhan, universalisme, kebajikan, dan keamanan. Dari masingmasingnilai, terdapat hubungan yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Kekuasaan dengan prestasi, tradisidengan kepatuhan, universalisme dengan kebajikan, dan keamanan dengan kepatuhan.Kata Kunci: nilai dasar, lagu rakyat manuk dadali The study aimed to investigate the basic values in Manuk Dadali folksong. This study was planned also to analyze theinterrelation of each values in Manuk Dadali folksong. In analyzing the data, the researchers used the theory ofSchwartz about ten motivational basic values. In conducting this research, the researchers used descriptive qualitativemethod. The qualitative method was a research procedure which results in descriptive data whether it is from societyor books. The result of the data analysis showed that there are seven basic values in the lyrics of Manuk Dadalifolksong. They are power, achievement, tradition, conformity, universalism, benevolence, and security. Every valuesis interrelated each other. Power and achievement, tradition and conformity, universalism and benevolence, andsecurity and conformity.Keywords: basic values, manuk dadali folksong 

Page 9 of 16 | Total Record : 154