cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2026)" : 8 Documents clear
MEMBANGUN KONEKTIVITAS WILAYAH: PENDEKATAN SISTEM TERPADU DALAM PENYUSUNAN RENCANA UMUM JARINGAN JALAN Muljono, Slamet
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/yqxv1y71

Abstract

Abstract The Road Network Master Plan is a strategic instrument for guiding the development of an efficient, integrated, and sustainable road network. This study reviews the process of developing the Road Network Master Plan, including analyzing the existing condition of the road network and assessing gaps in capacity, service quality, and connectivity between regions. The review indicates that growing economic activity, urbanization, and land-use changes have the potential to increase transportation demands, which are not fully served by the existing network. Using an integrated transportation system approach and synchronization with spatial planning policies, this study identifies development needs, establishes priorities for addressing them, and formulates a road network development strategy. The study also emphasizes the importance of integrating the road network with activity centers and multimodal transportation hubs, strengthening institutions and funding, and applying en­vironmental sustainability principles in developing the road network master plan. Keywords: Road Network Master Plan; transportation system; connectivity; land use; spatial planning Abstrak Rencana Umum Jaringan Jalan merupakan suatu instrumen strategis untuk mengarahkan pengembangan jaringan jalan yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. Pada studi ini dilakukan tinjauan terhadap proses penyusunan Rencana Umum Jaringan Jalan, termasuk menganalisis kondisi eksisting jaringan jalan serta menilai kesenjangan kapasitas, kualitas pelayanan, dan konektivitas antarwilayah. Tinjauan yang dilakukan menunjukkan bahwa pertumbuhan aktivitas ekonomi, urbanisasi, dan perubahan tata guna lahan berpotensi meningkatkan kebutuhan transportasi, yang belum sepenuhnya terlayani oleh jaringan saat ini. Melalui pende-katan sistem transportasi terpadu dan sinkronisasi dengan kebijakan tata ruang, kajian ini mengidentifikasi ke-butuhan pengembangan, menyusun prioritas penanganan, serta merumuskan strategi pengembangan jaringan jalan. Studi ini juga menekankan pentingnya integrasi jaringan jalan dengan pusat-pusat kegiatan dan simpul transportasi multimoda, penguatan kelembagaan dan pendanaan, serta penerapan prinsip keberlanjutan ling-kungan dalam penyusunan rencana umum jaringan jalan. Kata-kata kunci: Rencana Umum Jaringan Jalan; sistem transportasi; konektivitas; tata guna lahan; tata ruang
UPAYA PENANGANAN DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT PEMBANGUNAN PASAR SENI BIRA DI KABUPATEN BULUKUMBA Dg Bau, Qadriathi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jwwswq33

Abstract

Abstract The development of trade infrastructure, particularly an art market or pasar seni, located in the Bira area, Bulukumba Regency, is an important part of supporting economic growth and improving the welfare of the people in the regency. Markets generally function as distribution centers for goods and services, which drive local and regional economic activities. However, the increased intensity of activities due to market development often gives rise to various external problems, one of which is the impact of market activities on the surrounding traffic system. The purpose of this study is to analyze the performance of the road network in the Bira area, before and after the operation of the Bira Art Market (Pasar Seni Bira), Bulukumba Regency, and to provide recommendations for efforts to address the impact of the construction of the Bira Art Market on traffic performance on the road network in the market area. This study shows that the performance of the road network in the Bira area, both before and after the operation of the Bira Art Market in 2029, has a service level of A. This result means that the presence of the Bira Art Market does not affect the existing traffic flow conditions. This study also provides recommendations for addressing the impacts of the construction of the Bira Art Market. The recommended measures are grouped into three sections: addressing the impacts of traffic disruptions, addressing the impacts of traffic safety disruptions, and addressing the impacts of road damage. Keywords: economic growth; market development; traffic performance; traffic smoothness Abstrak Pembangunan infrastruktur perdagangan, khususnya Pasar Seni, yang berlokasi di Kawasan Bira, Kabupaten Bulukumba, merupakan suatu bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten tersebut. Pasar umumnya berfungsi sebagai pusat distribusi barang dan jasa, yang mendorong aktivitas-aktivitas ekonomi lokal maupun regional. Namun, peningkatan intensitas kegiatan akibat pembangunan pasar sering kali menimbulkan berbagai permasalahan eksternal, yang salah satunya adalah dampak aktivitas pasar tersebut terhadap sistem lalu lintas di sekitarnya. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis kinerja jaringan jalan di Kawasan Bira, sebelum dan sesudah beroperasinya Pasar Seni Bira, Kabupaten Bulukumba, serta memberikan rekomendasi upaya penanganan dampak pembangunan Pasar Seni Bira tersebut terhadap kinerja lalu lintas di jaringan jalan yang terdapat di kawasan pasar tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa kinerja jaringan jalan di Kawasan Bira, sebelum maupun sesudah beroperasinya Pasar Seni Bira di tahun 2029, mempunyai tingkat pelayanan A. Hasil ini berarti bahwa adanya Pasar Seni Bira tidak memengaruhi kondisi arus lalu lintas yang ada. Studi ini juga memberikan rekomendasi untuk menangani dampak akibat pembangunan Pasar Seni Bira. Penanganan yang direkomendasikan dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu penanganan dampak akibat gangguan kelancaran lalu lintas, penanganan dampak akibat gang-guan keselamatan lalu lintas, dan penanganan dampak akibat gangguan kerusakan jalan. Kata-kata kunci: pertumbuhan ekonomi; pembangunan pasar; kinerja lalu lintas; kelancaran lalu lintas
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN PERLINTASAN SEBIDANG JALAN REL DAN JALAN UMUM DI KOTA BANDUNG Wasanta, Tilaka; Sari, Rifdah Puspita; Tridamayanti, Alfina; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/6zcvdf86

Abstract

Abstract The problem of traffic congestion and the high risk of accidents at level crossings between railways and public roads in Bandung City requires urgent handling of these crossings. Ideally, the existence of these level crossings should be eliminated, to ensure the railway safety and the safety and smooth flow of traffic on public roads. Although handling level crossings to non-level crossings is a needed solution, its implementation requires high costs. Therefore, an objective analysis is needed to determine the level crossings that really need to be prioritized for handling. In this study, the handling of these level crossings is examined, using Multi-Criteria Analysis that integrates technical and non-technical aspects as determining parameters. This study shows that the level crossing on Jln. Laswi obtained the highest score, with a total score of 46.50, followed by the level crossing on Jln. Gedebage Selatan and the level crossing on Jln. A. Yani, with total scores of 42.50 and 39.00, respectively. Based on these results, it is recommended that these three level crossings be upgraded to non-level crossings. Keywords: level crossing; railroad; road; traffic congestion; traffic safety Abstrak Permasalahan kemacetan lalu lintas dan tingginya risiko kecelakaan pada perlintasan sebidang antara jalan rel dan jalan umum di Kota Bandung menuntut adanya penanganan yang mendesak terhadap perlintasan tersebut. Idealnya, keberadaan perlintasan sebidang ini ditiadakan, untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api serta keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di jalan umum. Meskipun penanganan perlintasan sebidang menjadi perlintasan tidak sebidang merupakan solusi yang dibutuhkan, implementasinya memerlukan biaya yang tinggi. Karena itu, perlu dilakukan analisis yang objektif sehingga dapat ditentukan perlintasan-perlintasan sebidang yang memang perlu mendapat prioritas untuk ditangani. Pada studi ini dikaji penanganan perlintasan sebidang tersebut, dengan menggunakan Multi-Criteria Analysis yang mengintegrasikan aspek teknis dan aspek nonteknis sebagai parameter penentu. Studi ini menunjukkan bahwa perlintasan sebidang di Jln. Laswi memperoleh skor tertinggi, dengan nilai total 46,50, diikuti oleh perlintasan sebidang di Jln. Gedebage Selatan dan perlintasan sebidang di Jln. A. Yani, yang masing-masing bernilai total 42,50 dan 39,00. Berdasarkan hasil tersebut, ketiga perlintasan sebidang ini direkomendasikan untuk ditangani menjadi perlintasan tidak sebidang. Kata-kata kunci: perlintasan sebidang; jalan rel; jalan; kemacetan lalu lintas; keselamatan lalu lintas
STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH RUAS JALAN WAISARISA SERAM BAGIAN BARAT Siahaya, Vera Theresia Caroline; Marantika, Giovianne Friensty; Lewakabessy, Godfried; Syahailatua, Elvira Cornelia
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/0w2ed648

Abstract

Abstract Stability of a structure is a crucial aspect in structural design, as it determines its safety against various loads. This study conducted observations in Waisarisa Village, West Seram Regency, Maluku Province. At the study site, there are two retaining walls, each 7 m high, at STA 06+00 - 06+15 and STA 08+00 - 08+05. The first site is in good condition, while the second site was damaged by landslides following heavy rainfall. This study was conducted to analyze the stability of the retaining wall to determine its safety level and to use the results as a consideration in improving conditions at the study site. Based on the analysis, a retaining wall design was developed to address the problems at the study site: a cantilever retaining wall with dimensions of 7 m high, 1 m footing height, 0.3 m top width, 4.6 m base width, 1.5 m toe width, and 2.4 m heel width. Keywords: stability of the structure; retaining wall; structural safety; cantilever wall Abstrak Stabilitas konstruksi merupakan aspek terpenting dalam perancangan suatu struktur, karena menentukan keamanan struktur tersebut terhadap berbagai beban. Pada studi ini dilakukan pengamatan di Desa Waisa­risa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Di lokasi penelitian terdapat 2 titik dinding penahan tanah dengan tinggi 7 m, yaitu pada STA 06+00 - 06+15 dan STA 08+00 - 08+05. Kondisi titik pertama masih baik, sedangkan kondisi di titik kedua mengalami kerusakan akibat longsor setelah curah hujan yang tinggi. Studi ini dilakukan untuk menganalisis stabilitas dinding penahan tanah, agar dapat diketahui tingkat keamanannya serta hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memperbaiki kondisi yang terdapat di lokasi studi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh desain dinding penahan tanah untuk menyelesaikan permasalahan di lokasi studi, yaitu dinding penahan tanah tipe kantilever dengan dimensi tinggi 7 m, tinggi tapak 1 m, lebar atas 0,3 m, lebar dasar 4,6 m, lebar kaki 1,5 m, dan lebar tumit 2,4 m. Kata-kata kunci: stabilitas konstruksi; dinding penahan tanah; keamanan struktur; dinding kantilever
EMISI KENDARAAN PADA JALAN PERKOTAAN Intari, Dwi Esti; Bethary, Rindu Twidi; Annisa, Dina
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/gdp55p83

Abstract

Abstract Exhaust emissions from the transportation sector are one of the largest contributors to air pollution in large cities. This study was conducted to determine the amount of exhaust emissions from motor vehicles on 2 urban roads in Serang City, Banten Province. The two roads are Jalan Ahmad Yani and Jalan Jenderal Sudirman. Observations were conducted on Monday, 12 December 2022 and Friday, 16 December 2022. Total motor vehicle emissions passing through the two observed roads were calculated using the calculation method contained in the Intergovernmental Panel on Climate Change Guidelines 2006, using a Tier-1 approach. Based on the analysis, this study indicates that total emissions from motor vehicles on Monday, 12 December 2022, were 22,956.483 kg/day, and on Friday, 16 December 2022, were 22,157.587 kg/day. Keywords: exhaust emissions; transportation sector; motor vehicles; urban roads Abstrak Emisi gas buang yang berasal dari sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang terbesar polusi udara di kota-kota besar. Studi ini dilakukan untuk menentukan jumlah emisi gas buang yang berasal dari kendaraan bermotor di 2 ruas jalan perkotaan yang terdapat di Kota Serang, Provinsi Banten. Kedua ruas jalan tersebut adalah Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman. Pengamatan dilakukan selama 2 hari, yaitu Hari Senin 12 Desember 2022 dan Hari Jumat 16 Desember 2022. Total emisi kendaraan bermotor yang melalui kedua ruas jalan yang diamati dihitung dengan menggunakan metode perhitungan yang terdapat pada Intergovern-mental Panel on Climate Change Guidelines 2006, dengan pendekatan Tier-1. Berdasarkan analisis yang dilakukan, studi ini menunjukkan bahwa jumlah emisi total yang berasal dari kendaraan bermotor pada Hari Senin 12 Desember 2022 adalah 22.956,483 kg/hari, dan jumlah emisi total pada hari Jumat 16 Desember 2022 adalah 22.157,587 kg/hari. Kata-kata kunci: emisi gas buang; sektor transportasi; kendaraan bermotor; jalan perkotaan
SEMARANG-BATANG TOLL ROAD ECONOMIC VALUE FOR LOGISTICS AND INDUSTRIAL AREA DEVELOPMENT Gusti, Willy Hanugrah; Setiawan, Mohamad Agus; Sau’, Filianto Nugraha
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/nh9vgs45

Abstract

Abstract This study analyzed the economic value of the Semarang-Batang toll road. Data used in this study were obtained through a literature review, a primary data survey of 140 respondents consisting of toll road users, arterial road users, and Micro, Small, and Medium Enterprises, and a secondary data survey. The methodology used was quantitative analysis, utilizing regression models and externality analysis. This study showed a 35.6% reduction in travel time, a 26.5% reduction in fuel consumption, and a 1,381 reduction in vehicle incidents and breakdowns. Furthermore, the toll road also provides positive benefits of IDR 32.6 billion per year due to increased land prices and reduced vehicle emissions. Keywords: toll road; economic value of toll road; travel time; fuel consumption; vehicle emissions Abstrak Pada studi ini dilakukan analisis nilai ekonomi ruas jalan tol Semarang-Batang. Data yang digunakan pada studi ini diperoleh melalui studi literatur, survei data primer kepada 140 responden yang terdiri atas pengguna jalan tol, pengguna jalan arteri, dan pengusahaa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta survei data sekunder. Metodologi yang digunakan adalah analisis kuantitatif, dengan menggunakan model regresi dan analisis eksternalitas. Studi ini menunjukkan bahwa terdapat pengurangan waktu tempuh sebesar 35,6%, pengurangan konsumsi bahan bakar sebesar 26,5%, dan berkurangnya kejadian dan gangguan kendaraan sebesar 1,381. Selain itu, terdapat pula manfaat positif jalan tol sebesar Rp32,6 miliar per tahun, akibat meningkatnya harga tanah dan pengurangan emisi kendaraan. Kata-kata kunci: jalan tol; nilai ekonomi jalan tol; waktu tempuh; konsumsi bahan bakar; emisi kendaraan
DAYA DUKUNG FONDASI TIANG BOR PADA ABUTMEN JEMBATAN WAI RAHWAEN DI PULAU BURU PROVINSI MALUKU Hamkah, Hamkah; Paais, Enjelita; Lewakabessy, Godfried; Huwae, David Daniel Marthin; Latar, Sjafrudin; Kakaly, Sulastri
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/4spd2f69

Abstract

Abstract The foundation is the most crucial element of a bridge structure, as it plays a role in supporting the load and transmitting it to the harder soil layers. The Wai Rahwaen Bridge, located on Buru Island, Maluku Province, was built using bored pile foundations, to provide effective bearing capacity for the structure above it. The analysis of the foundation bearing capacity in this study was conducted using a pre- and post-installation approach. This is very important to ensure that the foundation can support the stability of the appropriate abutment load. Before the foundation was installed, the foundation bearing capacity was estimated based on data from 2 points from the Standard Penetration Test and using 2 empirical methods, namely the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method. After the foundation was installed, the foundation bearing capacity was determined using data from 4 points from the Pile Driving Analyzer test. The Reese and Wright Method produced an ultimate bearing capacity of 272.5 tons, while the Reese and O'Neill Method produced an ultimate bearing capacity of 309.4 tons. After the foundation was installed, the ultimate bearing capacity determined based on Pile Driving Analyzer test data was 316.2 tons. This study shows that the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method produced estimates of the ultimate bearing capacity of a single pile by 13.8% and 2.2%, respectively, when compared to the ultimate bearing capacity obtained using the Pile Driving Analyzer test results. Keywords: foundation; bridge structure; bearing capacity; bored pile foundation; bridge abutment Abstrak Fondasi merupakan elemen paling krusial dari struktur jembatan, karena fondasi berperan menahan beban dan meneruskan beban tersebut ke lapisan tanah yang lebih keras. Jembatan Wai Rahwaen, yang terletak di Pulau Buru, Provinsi Maluku, dibangun dengan menggunakan fondasi tiang bor, untuk memberikan daya dukung yang efektif bagi struktur di atasnya. Analisis daya dukung fondasi pada studi ini dilakukan dengan pendekatan sebelum dan setelah pemasangan fondasi. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, untuk memastikan bahwa fondasi itu dapat menopang stabilitas beban abutmen yang sesuai. Sebelum fondasi dipasang, daya dukung fondasi diestimasi berdasarkan data 2 titik hasil uji Standard Penetration Test serta menggunakan 2 metode empiris, yaitu Metode Reese and Wright dan Metode Reese and O’Neill. Setelah fondasi terpasang, daya dukung fondasi ditentukan dengan menggunakan data 4 titik hasil uji Pile Driving Analyzer. Metode Reese and Wright menghasilkan daya dukung ultimit fondasi sebesar 272,5 ton, sedangkan Metode Reese and O’Neill menghasilkan daya dukung ultimit sebesar 309,4 ton. Setelah fondasi terpasang daya dukung ultimit yang ditentukan berdasarkan data uji Pile Driving Analyzer adalah sebesar 316,2 ton. Studi ini menunjukkan bahwa Metode Reese dan Wright serta Metode Reese dan O’Neill menghasilkan nilai estimasi daya dukung ultimate tiang tunggal yang lebih rendah, masing-masing 13,8% dan 2,2%, bila dibandingkan dengan daya dukung ultimate yang dihasilkan dengan menggunakan hasil uji Pile Driving Analyzer Kata-kata kunci: fondasi; struktur jembatan; daya dukung; fondasi tiang bor; abutmen jembatan
PEMBANGUNAN JEMBATAN BENTANG PANJANG DI INDONESIA (Studi Kasus: Jembatan Bentang Panjang Pulau Balang) Muchlis, Basuki
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/h6x14j88

Abstract

Abstract A long-span bridge is a bridge with a very wide distance between pillars. This type of bridge is very much needed in Indonesia, because it plays a vital role in connecting the archipelago regions in Indonesia and speeding up land transportation, reducing logistics costs, supporting regional economic growth, and facilitating the distribution of goods and tourism connectivity. Many long-span bridges have been built in Indonesia, but the type of structure chosen needs to consider technical, non-technical, and cost aspects. In principle, there are three challenges in the construction of long-span bridges, namely: (1) technical and structural challenges, (2) challenges related to logistics and location, and (3) non-technical and social challenges. Based on observations made on the Balang Island Bridge Construction Project, this study shows that the main technical and structural challenges during the construction of the Balang Island Bridge are the condition of the waters in the Balikpapan Strait with strong currents and the need for large-diameter deep foundations to withstand extreme loads from waves, wind, and earthquakes. In addition, there are challenges related to the procurement of materials from outside Kalimantan Island and the need for multi-agency coordination to expedite the construction process. Meanwhile, non-technical and social challenges relate to land acquisition, local social and economic impacts, environmental issues, and bridge operations and governance. Keywords: bridge; long-span bridge; bridge construction; land acquisition Abstrak Jembatan bentang panjang merupakan suatu jembatan dengan jarak antarpilar yang sangat lebar, Jembatan seperti ini sangat dibutuhkan di Indonesia, karena berperan vital dalam menghubungkan wilayah kepulauan yang terdapat di Indonesia serta mempercepat transportasi darat, menekan biaya logistik, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan mempermudah distribusi barang dan konektivitas pariwisata. Jembatan bentang panjang sudah banyak dibangun di Indonesia, namun tipe struktur yang dipilih perlu memperhatikan aspek-aspek teknis, nonteknis, dan biaya. Pada prinsipnya, terdapat 3 tantangan dalam pembangunan jembatan bentang panjang, yaitu: (1) tantangan yang bersifat teknis dan struktural, (2) tantangan yang terkait dengan logistik dan lokasi, dan (3) tantangan yang bersifat nonteknis dan sosial. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Balang, studi ini menunjukkan bahwa tantangan utama yang bersifat teknis dan struktural saat pelaksanaan konstruksi jembatan Pulau Balang adalah kondisi perairan di Selat Balikpapan yang berarus deras serta kebutuhan akan fondasi dalam berdiameter besar untuk menahan beban ekstrem gelombang, angin, dan gempa. Selain itu, terdapat tantangan yang terkait dengan pengadaan material dari luar Pulau Kalimantan dan perlunya koordinasi multilembaga untuk mempercepat proses konstruksi. Sedangkan tantangan yang bersifat nonteknis dan sosial terkait dengan pembebasan lahan, dampak sosial dan ekonomi lokal, masalah lingkungan, dan operasional dan tata kelola jembatan. Kata-kata kunci: jembatan; jembatan bentang panjang; konstruksi jembatan; pembebasan lahan

Page 1 of 1 | Total Record : 8