cover
Contact Name
Padjrin
Contact Email
intelektualita@radenfatah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dhapadjrin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
ISSN : 23032952     EISSN : 26228491     DOI : -
Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains (Intelektualita Journal: Islamic, Social, and Science Studies) (ISSN: 2303 - 2952 ; e-ISSN: 2622-8491) is a journal published by Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Published articles come from young researchers (S1, S2 and S3 students) at regional, national, and even international levels who have broad insights in their respective fields of study.
Arjuna Subject : -
Articles 426 Documents
Politik Hukum Pengaturan Batas Usia Minimal Perkawinan di Indonesia Thoyib, Abdurrasyid; Bukhori, KA
Intelektualita Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v11i1.10594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik hukum pengaturan batas usia minimal perkawinan pada revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dalam perspektif maslahah mursalah. Metode penelitian ini adalah kepustakaan dengan pendekatan perundang-undangan. Sumber bahan hukum primer yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, politik hukum pengaturan batas usia minimal perkawinan pada revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, pembahasannya sangatlah dimanis, dari 10 fraksi yang ada di DPR, hanya Fraksi PKS dan PPP yang masih bertahan pendapatnya 18 Tahun untuk usia minimal perkawinan bagi perempuan, sedangkan 8 fraksi lainnya sepakat 19 tahun untuk usia masing-masing calon pengantin pria dan wanita yang akan melangsungkan perkawinan. Kedua, Pengadilan Agama harus mempertimbangkan prinsip maslahah mursalah dari berbagai aspek, mulai dari syariat, psikologis, sosiologis, yuridis dan kesehatan. Pemberian dispensasi harus dipastikan bahwa tidak bertentangan dengan tujuan syariat Islam (maqasidu al-syari’ah), dalam rangka menjaga keselamatan keturunan (hifzhu al-nasl) berada pada tingkatan al-daruriyyah atau minimal pada tingkatan al-hajiyyah, dengan memperhatikan keselamatan jiwa bagi mereka yang terikat pernikahan (hifzhu al-nafs) serta memperhatikan keberlanjutan pendidikan bagi anak yang diberi dispensasi kawin (hifzhu al-aql).
Network Monitoring System Perbankan: Studi Bank Sumsel Babel Sari, Ricca Verana
Intelektualita Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v11i1.11620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis bagaimana cara memantau jaringan menggunakan Network Monitoring System menggunakan Solarwinds Orion NPM dan membangun sistem pemantauan perangkat jaringan pada Bank Sumsel Babel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan metode tindakan (action research). Kegiatan yang dilakukan adalah 1) diagnosa jaringan computer, 2) survei, 3) melakukan tindakan, 4) evaluasi, dan 5) pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menggunakan prototyping yang dilakukan telah berhasil dan sesuai dengan tujuan dari pembuatan server NMS tersebut, adapun ini dapat dilihat dari 3 tanggapan hasil pengujian yaitu saat node berfungsi dengan normal, dan saat node dalam kondisi online/offline telah sesuai dengan hasil dari tools ping pada windows.
Implementasi Konsep Community Based Correction dalam Pelaksanaan Program Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Rifa'i, Ahmad; Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.11789

Abstract

Dalam meningkatkan mutu dari proses perencanaan dalam membina narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS), maka harus ditetapkan sebuah sistem dan rencana yang tepat pada saat membina program perencanaan yang dimaksudkan yaitu sebuah konsep yang berbasis masyarakat yang ada di Lapas. Perlu diterapkan sistem serta program yang baik dan benar dalam konsep Community Based Correction (CBC) ini. CBC merupakan suatu konsep yang mengganti pemidanaan penjara, yang mana konsep tersebut akan digunakan pada seseorang yang melanggar hukum, terutama pemidanaan ringan guna menjalankan pidana yang dilakukannya dengan menjalankan pekerjaan sosial. Penelitian tersebut memiliki tujuan dalam memahami perananan dari rancangan CBC pada sistem masyarakat dan bagaimanakan rencana pembinaan ini dapat menggunakan rancangan CBC pada waktu mendatang. Penelitian ini memakai model kualitatif dengan sifat deskriptif, maksudnya penelitian yang dijalankan dengan suatu temuan, perilaku masyarakatnya, fungsionalis kelompok, dan riset tersebut tak memakai prosedur statistika maupun langkah kuantitaif lain serta prosedur yang menciptakan informasi riset deskriptif. Tehnik data yang dikumpulkan memakai hasil pengamatan dilapangan. Hasil atas riset tersebut ialah narapidana bisa menjalankan program dalam pembinaannya ditengah masyarakat lewat reintegrasi sosial.
Pemenuhan Hak-Hak Narapidana Melalui Konsep Community Based Correction di Lembaga Pemasyarakatan Nugroho, Adi; Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.11794

Abstract

Meskipun narapidana telah melakukan perbuatan yang melanggar aturan yang berlaku di negara Indonesia, mereka tentu masih memiliki haknya sebagai warga negara negara Indonesia dalam menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan. Pelaksanaan pemidanaan di Indonesia saat ini sudah menggunakan sistem pemasyarakatan yang berbeda dengan zaman dulu yaitu sistem kepenjaraan yang mengedepankan pembalasan terhadap pelanggar hukum. Sistem pemasyarakatan saat ini sudah mengedepankan hak-hak narapidana dan menghilangkan budaya kekerasan terhadap narapidana. Selain itu, sistem pemasyarakatan juga mengikutsertakan masyarakat dalam proses pembinaan yang dilakukan terhadap narapidana. Dalam hal ini dinamakan dengan Community Based Correction atau CBC yang merupakan jenis program pembinaan bagi narapidana sewaktu mereka menjalani sisa pidananya, mereka diberikan kesempatan untuk kembali ke masyarakat dengan pengawasan tertentu.
Analisis Dampak Psikologi Narapidana pada Pelaksanaan Kunjungan Online pada Masa Pandemi Covid-19 di Rutan Kelas IIB Raba Bima: Kunjungan Online, Narapidana, Psikologis Nurrahmayanti, Siti; Anwar, Umar
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.11818

Abstract

Direktorat jenderal pemasyarakatan kementerian hukum dan ham asasi manusia (HAM) selama pandemi covid-19 menghentikan kunjungan fisik terhadap warga binaan pemasyarakatan dan mengganti menjadi kunjungan online seperti video call. Meskipun begitu, para tahanan dan narapidana tetap diberikan hak-hak sesuai dengan undang-undang yang berlaku termasuk menerima kunjungan dari keluarga, penasihat hukum, atau orang tertentu lainya meskipun di ganti dengan kunjungan online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implememtasi kunjungan online yang dilaksanakan di rutan kelas IIB Raba Bima dan untuk mengetahui dampak kondisi psikologis narapidana selama pandemi covid-19 sejak dilaksanakan kunjungan online serta bagaimana cara narapidana menghadapi dampak psikologi yang muncul. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kulaitatif deskripsi dengan pendektan fenomenologi, dimana penelitian ini menganalisis dampak psikologis yang dirasakan yang dirasakan oleh narapidana selama pelaksanaan kunjungan online pada masa pandemi covid-19. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan metode wawancara sera observasi Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa narapidana, didapatkan bahwa ada beberapa dampak psikologis yang dirasakan oleh narapidana baik dampak psikologi yang ringan, hingga dampak psikologis yang berat, seperti sedih, kecewa, dan depresi.
Optimalisasi Pemberian Pembebasan Bersyarat sebagai Implementasi Konsep Community-based Correction pada Narapidana Korupsi Saputra, Sumantri Aji; Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.11981

Abstract

Indonesia merupakan negara hukum dimana sanksi diberikan kepada warga negara yang melanggar aturan yang talah di setujui bersama. Pidana penjara merupakan konsekuensi apabila melanggar hukum. Namun di Indonesia menjalankan konsep CBC (Community Based Correction) sehingga pelaksanaannya kurang optimal dengan sistem pidana penjara yang dilaksanakan di Indonesia. Sehingga program PB (Pembebasan Bersyarat) yang dilaksanakan di sistem pemasyarakatan di Indonesia perlu dioptimalkan maka penulis mencari literatur dari Peraturan Perundang-Undangan, Jurnal, Atikel dan berita yang aktual untuk mengidentifikasi menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menganalisis permasalahan dengan menggunakan metode kualitatif kemudian di analisis untuk mendapatkan hasil penelitian tersebut. Penelitian ini berkaitan dengan pro kontra terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan sehingga tujuan penulisan ini untuk menelaah dari sudut pandang penulis terkait pro kontra tersebut.
Efektivitas Kerjasama Pihak Ketiga Dalam Pelaksanaan Community Based Corrections Qowi, Mu'arrif Nur; Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.11987

Abstract

Kerjasama dengan pihak ketiga dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan Community Based Correction dalam bentuk menyiapkan narapidana menuju reintegrasi sosial sesuai PPERMENKUMHAM No. 3 Tahun 2018 Tentang syarat dan tata urutan pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat sesuai dengan 5 dasar yang dikemukakan oleh P.Corney, yaitu ketersediaan pekerjaan bagi narapidana, seleksi narapidana, tidak ada pendayagunaan minimum pengawasan serta tanggung jawab pemindahan narapidana. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat sejauh mana kerjasama pihak ketiga dalam menerapkan konsep Community Based Correction untuk mempersiapkan warga binaan menuju reintegrasi sosial. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kerjasama pihak ketiga dapat mempersiapkan proses pembimbingan narapidana yang bersifat komprehensif. Penelitian ini dialkukan melalui metode yuridis-empiris. Metode tersebut adalah metode yang dilakukan dengan mengkaji aturan hukum yang berlaku kemudian dilakukan analisis untuk mengidentifikasi masalah beserta solusinya. Pendekatan yang digunakan di penelitian ini adalah pendekatan mixed-law yang lebih menguatkan analisa dalam penelitian untuk melihat secara peristiwa di lapangan secara nyata
Implementasi Penerapan Cuti Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas dalam Situasi Pandemik Covid-19 Abdillah, Muhammad Farhan; Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.12019

Abstract

Covid 19 merupakan Pandemi penyakit menular, dimulai dari negeri china sampai ke Indonesia, dan kelebihan kapasitas adalah suatu hal yang seringkali timbul diseluruh lapisan masyarakat Indonesia. Over kapasitas ini membuat penyebaran covid menjadi lebih mudah diakibatkan keadaan di lapas sulit untuk melakukan phisical distancing. Hal tersebut nyaris segala Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia hadapi over kapasitas, Hal ini membuat muncul resiko penyebaran Covid-19 sebab banyaknya masyarakat binaan yang lebih dari total kapasitas Lembaga Pemasyarakatan, hal tersebut menjadikan kamar maupun blok huniannya menjadi padat, namun kapasitas telah melewati batasnya. Oleh karena itu KEMENKUMHAM melakukan inovasi serta mengeluarkan kebijakan yang menghasilkan bermacam pemecahan yang telah dilaksanakan guna meminimalisir kelebihan kapasitas pada Lembaga pemasyarakatan. Apalagi terdapat kasus kelebihan kapasitas tersebut menjadi perihal yang tak dapat disepelekan apalagi dalam kondisi Covid-19. Penelitan ini bertujuan dalam mengetahui dan memberi penjelasan serta implementasi penerapan Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat
Strategi Litmas Pembimbing Kemasyarakatan dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi di Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar Putra, I Wayan Andi Juliantika; Anwar, Umar
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.12021

Abstract

Di Era perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, banyak sekali pekerjaan yang di permudah apabila menggunakan teknologi yang paling muktahir seperti komputer, smartphone, tablet, serta alat digital lainya. Begitu juga di Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar yang memiliki permasalahan terkait sistem pendaftaran bimbingan klien pemasyarakatan yang masih menggunakan cara manual dalam pendataan pendaftaran klien pemasyarakatan. Metode yang di gunakan adalah kualitatif observasi. Dengan adanya teknologi maka Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar membuat inovasi yang mampu mempermudah segala proses pekerjaan yang berkaitan dengan proses pembinaan serta pembimbingan klien pemasyarakatan. Salah satu sistem yang di buat oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar adalah Sistem Pendaftaran Bimbingan Klien. Sistem ini akan di terapkan oleh Pembimbing Kemasyarakatan untuk di sosialisasikan kepada klien pemasyarakatan supaya nantinya klien pemasyarakatan lebih mudah melakukan pendaftaan bimbingan yang akan di input otomatis oleh sistem.
Implementasi Program Pembinaan Keagamaan Berbasis Pesantren bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto Al Amin, Muhammad Rizky; Subroto, Mitro
Intelektualita Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2-a.12053

Abstract

Pembinaan keagamaan berbasis pesantren bertujuan untuk menjadikan narapidana tidak sekedar sebagai umat beragama tapi juga manjadi manusia yang memahami dan menjalankan aturan agamanya. Esensi yang dihasilkan dari pembinaan tersebut adalah munculnya faktor perbaikan perilaku yang menjadikan narapidana menjadi narapidana yang tidak hanya sehat secara jasmani tetapi juga sehat secara rohani dimana narapidana tersebut dapat memperbaiki dan memperbarui tindakan dan tingkah lakunya sehingga memiliki kepribadian yang sehat, akhlak yang terpuji dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pembinaan kepribadian berbasis pesantren di Lapas Kelas IIA Purwokerto dilaksanakan secara terstruktur dibuktikan dengan adanya struktur organisasi, materi pembelajaran, dan jadwal pelaksanaan pesantren.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 14 No 1 (2025): Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains More Issue