cover
Contact Name
Siti Anisyah
Contact Email
sitianisyah_uin@radenfatah.ac.id
Phone
+6281279171099
Journal Mail Official
wardah_dakwah@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri No. 01 KM. 3.5, Kel. Pahlawan, Kec. Kemuning, Palembang 30126, Sount Sumatra, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Wardah
ISSN : 14123711     EISSN : 25033050     DOI : https://doi.org/10.19109/wardah
Wardah is a focus journal on issues surrounding dakwah and Islamic communication, Method of Dakwah The History of Dakwah Communication Dakwah The epistemology of Dakwah Management of Dakwah
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 1 (2025): Wardah" : 5 Documents clear
Opini Publik di Media Sosial tentang Tokoh Masyarakat yang Bertransformasi Menjadi Anggota DPR RI Rizka Rahmawati; Nasyaya, Annada
Wardah Vol 26 No 1 (2025): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/zmqgne08

Abstract

The government has an important role towards the public as a leader, one of which is the People's Representative Council of the Republic of Indonesia. Institutions that make laws and represent the voice of the people. This research aims to find out public opinion on social media related to the transformation of public figures into DPR RI. Seeing that there are several public figures who contribute to the public by occupying positions in the DPR RI and accompanied by the phenomenon of a number of political parties involving public figures. This study looks at public opinion regarding the Indonesian DPRI who has a background as a public figure in the 2019 - 2024 period. The research method used is descriptive quantitative with content analysis to look at the content of public tweets on Twitter or X media. Crawling the data using Google Collaboratory, 3009 tweets were found using keywords determined by the time filter 1 October 2019 – 28 November 2023. The data was categorized (coding) and analyzed using Kriyantono's theory of several categories of public opinion. This research found that there were dominant categories such as positive opinion with a percentage of 57% or 1,727 tweets. Another finding is that there are indicators that are the most dominant, such as indicators of approval conveyed by the public after going through categorization.
Efektivitas Identitas Budaya dan Modal Sosial dalam Membentuk Perilaku Pemilih (Studi Kasus: Komunikasi Kampanye Politik Herman Deru dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 2018) Anggun Septiarani; Julian Aldrin Pasha
Wardah Vol 26 No 1 (2025): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/why0qf06

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi kampanye politik yang memanfaatkan identitas budaya dan modal sosial dalam membentuk perilaku pemilih, dengan menggunakan kasus kampanye Herman Deru pada pemilihan gubernur Sumatera Selatan 2018. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi media kampanye. Temuan menunjukkan bahwa Herman Deru secara strategis membangun narasi identitas etnis Komering menggunakan simbol-simbol lokal seperti slogan "Putra Asli Komering" dan bahasa daerah, yang mendorong kedekatan emosional dengan pemilih. Selain itu, mobilisasi modal sosial melalui penguatan (solidaritas etnis), jembatan (hubungan antar kelompok), dan keterkaitan (akses ke elit politik dan ekonomi) memperluas jangkauan kampanye dan memperkuat kepercayaan publik. Integrasi komunikasi politik berbasis identitas dengan jaringan sosial terstruktur terbukti efektif dalam mempengaruhi perilaku pemilih.
Analisis Sinematografi dalam Film Pendek “Mateng Wit” Produksi Bakar Production Muhammad Muhyidin; Inayatul Khafidhoh
Wardah Vol 26 No 1 (2025): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/1a27md43

Abstract

Film pendek, sebagai media komunikasi visual yang efektif, memiliki tantangan untuk menyampaikan narasi yang mendalam dalam durasi singkat. Penelitian ini berfokus pada analisis sinematografi dalam film pendek "Mateng Wit" yang diproduksi oleh Bakar Production. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini menganalisis elemen-elemen sinematografi seperti komposisi gambar, pergerakan kamera dan engle shot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik seperti rule of thirds, dolly shot dan angle shot berhasil memperkuat narasi film. Dengan pendekatan visual yang harmonis, "Mateng Wit" tidak hanya menyampaikan pesan edukatif tentang ketahanan keluarga dan persiapan pernikahan, tetapi juga menciptakan pengalaman emosional yang mendalam bagi penontonnya. Studi ini menegaskan bahwa sinematografi memiliki peran penting dalam mendukung pesan naratif film pendek sebagai media edukasi yang efektif.
Representation of Islamic Communication in Multicultural Spaces: A Semiotic Analysis of the Film 99 Cahaya di Langit Eropa Marhamah; Fauzi
Wardah Vol 26 No 1 (2025): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/e7n59j44

Abstract

This study aims to analyze the representation of Islamic communication within multicultural spaces through the film 99 Cahaya di Langit Eropa. The focus is directed toward visual symbols such as mosques and the hijab, verbal signs in the form of dialogues about Qur’anic recitation and greetings of peace, as well as the narrative of the main character’s religious experiences that portray interactions between Muslims and European society. The method employed is qualitative with Roland Barthes’ semiotic approach, which interprets signs through three layers: denotation, connotation, and myth. Data were obtained through documentation by repeatedly viewing the film and supported by academic literature related to Islamic communication, the mediatization of religion, and semiotics. The findings reveal that the film represents Islamic communication in a persuasive, inclusive, and adaptive manner, functioning as a medium of intercultural and interreligious interaction. At the denotative level, Islamic symbols appear as religious identity, while at the connotative level, they affirm values of tolerance, harmony, and solidarity. At the mythic level, the film constructs an ideological narrative that Islam is a universal religion capable of engaging in dialogue with diversity. This study highlights the significant role of popular media in constructing discourses of Islamic communication within multicultural spaces.
Transformasi Retorika Abu Bakar Ba’asyir: Analisis Wacana Narasi Qoul Qodim ke Qoul Jadid Nawaffani, Muh. Mahsya; Muh. Fajar Shodiq; Faruq Alhasbi; Wan Mohd Yusof Wan Chik
Wardah Vol 26 No 1 (2025): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/khyydd35

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi retorika dakwah Abu Bakar Ba’asyir dari narasi qoul qodim yang menolak Pancasila menuju qoul jadid yang menerima dan meresapi nilai dasar negara. Topik ini dipilih karena perubahan paradigma dakwah tokoh yang selama ini terstigma radikal bahkan oleh dunia internasional tersebut mencerminkan dinamika komunikasi keagamaan dalam konteks Islam Nusantara dan tantangan integrasi nilai agama dengan identitas kebangsaan. Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif deskriptif-analitis, menggunakan korpus ceramah, rekaman video, dan wawancara mendalam dengan Ba’asyir serta keluarga sebagai data primer, didukung observasi simbolik di Pesantren Al-Mukmin Ngruki. Analisis wacana kritis dan tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pergeseran strategi ethos, pathos, dan logos, serta proses ijtihad kontemporer yang merekontekstualisasi argumentasi keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi dakwah mengalami reposisi dari otoritas teologis eksklusif ke otoritas historis-kultural, bahasa emosional berpindah dari ancaman moral ke narasi empati kolektif, dan argumen rasional direkontekstualisasi melalui referensi sejarah ulama pendiri bangsa. Kombinasi ketiga aspek ini memperkuat efektivitas komunikasi dakwah dalam masyarakat plural. Kesimpulannya, transformasi retorika Ba’asyir membuktikan pentingnya kontekstualisasi dan inkulturasi pesan keagamaan untuk menjembatani tauhid dan nilai Pancasila tanpa kehilangan substansi teologis. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan pelatihan komunikasi dakwah adaptif bagi pengkaji dan dai, integrasi kajian sejarah ulama ke dalam kurikulum dakwah, serta pemanfaatan simbol lokal dan media digital untuk memperkuat legitimasi dan daya tarik pesan dakwah dalam konteks budaya lokal

Page 1 of 1 | Total Record : 5