cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JIA (Jurnal Ilmu Agama)
ISSN : 24430919     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Agama merupakan jurnal yang mengkaji tentang doktrin, pemikiran dan fenomena agama.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
AL QURAN DAN LITERASI MEDIA DI MASA PANDEMI: RESPON AKADEMISI TERHADAP COVID-19 MELALUI INTERPRETASI AYAT Al QURAN Mahbub Ghozali; Chandra Kartika Dewi
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i1.9011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi ulang terhadap beragam respon akademisi terhadap pandemi COVID-19 dengan mengaitkannya terhadap beragam ayat Al Quran. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penelitian studi pustaka. Sebagai perangkat analisa data, penelitian ini juga menggunakan pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan ayat dalam merespon fenomena pandemi menggunakan metode teknik penafsiran dan pembuktian kemukjizatan Al Quran secara saintifik. Dalam proses penafsiran, pencarian konteks penghubung untuk menemukan relasi terhadap konteks turunnya ayat dengan konteks kekinian tidak dapat ditemukan relevansinya. Kecenderungan para akademisi mengaitkan satu ayat dengan konteks hari ini tidak meninjau aspek historisitasnya, sehingga beragam ayat yang digunakan tidak dapat menunjukkan pemaknaan yang mendekati makna yang ditunjukkan oleh makna yang terkandung dalam kajian historisnya. Meskipun demikian, beberapa pengkaji berhasil menguatkan pembuktian bahwa kemukjizatan Al Quran dari segi bahasanya dapat diuji melalui perangkat ilmiah dan terbukti dapat mengembalikan sistem imun dan kesehatan mental penderita COVID-19.
UNIVERSALISME ISLAM: KEMANUSIAAN DALAM DIALOG AGAMA Yulian Rama Pri Handiki; Heni Indrayani
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i1.9012

Abstract

Universalisme Islam adalah kajian yang dititikberatkan pada konsep kemanusiaan. Meskipun tidak menafikan bahwa kajian serupa juga ada pada agama-agama samawi lainnya seperti Yahudi, Zoroaster dan Kristen, kajian kemanusiaan dalam Islam lebih sesuai dengan zaman modern karena lebih mendalam dan komprehensif dan sesuai dengan tuntutan zaman. Dibandingkan dengan kajian-kajian kemanusiaan filsuf Eropa, Islam masih memiliki kelebihan karena memasukkan nilai transenden dalam kajiannya.
ZIKIR MAHASANTRI MA’HAD AL-JAMI’AH UIN RADEN FATAH PALEMBANG DITINJAU DARI PERSPEKTIF ILMU TAREKAT Nyayu Siti Zahrah; Muhammad Noupal; Muhammad Arfah Nurhayat
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i1.9014

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang zikir mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang yang ditinjau dari perspektif ilmu tarekat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ritual zikir yang dilaksanakan oleh mahasantri di Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang yang ketika diamati zikir ini memiliki kesamaan dengan ajaran tasawuf dan beberapa tarekat, baik dari segi adab, bacaan, gerakan, nada dan intonasi. Maka dari itu penulis ingin menganalisis zikir mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah ditinjau dari perspektif ilmu tarekat. Dalam Penelitian ini penyusun menggunakan analisis fenomenologi yang berarti mengamati fenomena-fenomena yang terjadi pada saat penelitian berlangsung. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa zikir yang dilaksanakan oleh mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang memiliki tujuan yang sama dengan tujuan zikir pada ajaran tasawuf yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan dari sisi bacaan, zikir yang dilakukan Mahasantri Ma’had al-Jami’ah sebagian besar memiliki kesamaan dengan bacaan zikir pada tarekat Naqsabandiyah, tetapi dari sisi adab zikir nya lebih kepada adab zikir ajaran Syekh Abdus Shamad al-Palimbani, namun nada dan intonasi zikir yang terdapat dalam zikir ini sebagian memiliki kesamaan dengan nada dan intonasi zikir pada ajaran tarekat Sammaniyah. Sedangkan gerakan zikirnya mengikuti gerakan zikir dari ajaran Syekh Abdus Shamad al-Palimbani. Hal ini dikarenakan imam zikir tersebut yaitu Bapak Munir merupakan pengikut dua aliran tarekat yaitu tarekat Naqsabandiyah dan tarekat Sammaniyah.
PERAN KIAI MEMBENTUK KEPATUHAN LANSIA DALAM MENGGUNAKAN MASKER MELALUI PENDEKATAN SPIRITUALITAS THE KIAI ROLE FORMS ELDER OBEDIENCE IN USING THE MASK THROUGH A SPIRITUALITY APPROACH Khoridatus Sa’adah; Agus Machfud Fauzi
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i1.9017

Abstract

Lansia atau biasa dikenal dengan sebutan sepuh tidak banyak mengetahui tentang masker dan pandemi covid-19. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Pada dasarnya, sosialisasi yang dilakukan tidak banyak memberikan hasil sebab lansia yang tidak pernah mengenal masker selama hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Kiai dalam upaya mensosialisasikan penggunaan masker melalui spiritualitas masyarakat lansia. Hal menarik dalam penelitian ini adalah keberhasilan peran Kiai bukan dipahami lansia sebab manfaat menggunakan masker. Namun, dorongan untuk bersikap sami’na wa atho’na atau dalam tafsiran lain adalah mendengar dan mematuhi Kiai sebagai individu yang memberikan contoh dan teladan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teori yang digunakan adalah peran dari Robert Linton dengan melihat peran Kiai dalam pendekatan melalui spiritualitas masyarakat lansia untuk menggunakan masker demi mencegah penyebaran virus covid-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Kiai dalam memberikan anjuran menggunakan masker dilakukan melalui sisi spiritualitas masyarakat lansia. Kebutuhan spiritualitas masyarakat lansia yang dipenuhi dengan banyak mengikuti kajian keagaaman berdampak pada posisi Kiai begitu tinggi di mata masyarakat lansia. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Kiai untuk mensosialisasikan atau dalam kata lain memberikan anjuran untuk selalu menggunakan masker dalam berbagai aktivitas demi menjaga diri dari penyebaran virus covid-19.
MUSHOLA SEBAGAI RUANG PUBLIK DALAM MENINGKATKAN NILAI TOLERANSI ANTAR SESAMA UMAT MUSLIM DI KLAKAH, LUMAJANG Arinda Nuril Mustinka
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i1.9019

Abstract

Toleransi merupakan bentuk sikap menghargai adanya bentuk perbedaan dari diri individu satu dengan individu lainnya. Secara umum perbedaan yang terdapat di tengah – tengah kehidupan masyarakt sosial yaitu adanya perbedaan agama, ras, budaya dan suku. Akan tetapi dengan sesama umat muslim yang memiliki kesamaan atas agama yang dipeluk-pun masih terdapat perbedaan seperti adanya perbedaan sudut pandang dari masing – masing umat muslim. Dalam meminimalisir akan adanya perbedaan maka dibutuhkannya ruang publik yang diperuntukan untuk umat muslim. Salah satu ruang publik yang dapat digunakan untuk meningkatkan toleransi antar umat muslim yaitu dengan diadakannya sebuah pengajian di mushola yang merupakan ruang publik bagi umat muslim. Pengajian sendiri merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan setiap seminggu sekali di desa Klakah. Dalam kegiatan pengajian akan memunculkan berbagai macam topik perbincangan setelah acara inti mengaji bersama dilakukan, sehingga dengan adanya topik perbincangan tersebut mampu meminimalisir akan adanya perbedaan diantara sesama umat muslim. Tujuan penelitian ini guna menganalisis peran dari mushola sebagai ruang publik dengan adanya acara pengajian dalam meningkatkan toleransi diantara sesama umat muslim di desa Klakah. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap informan. Teori yang digunakan yaitu teori ruang publik oleh Jurgen Habermas. Hasil sementara akan penelitian ini yaitu dengan ruang publik yang meruapakan tempat atau wadah yang digunakan untuk memberikan pendapat ataupun opini secara bebas dapat mampu mengurangi akan perbedaan pandangan. Hal tersebut juga berkaitan dengan mushola sebagai ruang publik yang memberikan wadah para jemaah pengajian untuk memberikan pendapatnya dan meminimalisir perbedaan pendapat ataupun sudut pandang mengenai topik keagaamaan.
MA’RIFAT AHKAM AL-QUR’AN: TELAAH PEMIKIRAN AL-ZARKASYI DALAM AL-BURHAN FI ‘ULUM AL-QUR’AN Beko Hendro
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i1.9020

Abstract

Artikel ini mendiskusikan pemikiran Imam al-Zarkasyi dalam kitab al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an berkaitan dengan kaidah istimbat (pengalian) hukum dalam al-Qur’an. Dengan menggunakan metode deskriptif analitis dan pendekatan ulumul qur’an serta ushul fiqh, didapatkan temuan bahwa menurut al-Zakasyi mengali hukum dalam al-Qur’an paling tidak ada dua poin penting yang harus diperhatikan. Pertama, klasifikasi hukum menurut al-Zarkasyi dibagi menjadi dua; (1) hukum yang langsung bisa dipahami tanpa ada keterlibatan ayat lain; dan (2) hukum yang mengharuskan adanya ayat lain untuk memahaminya. Kedua, terkait kaidah istinbat hukum, al-Zarkasyi membaginya menjadi enam; (1) Memahami siyaq al-nafi yang bersifat umum; (2) Istifham; (3) Syuruth; (4) Larangan; (5) Bentuk kata yang khusus tetapi ditujukan untuk umum; dan (6) Bentuk kata umum namun memiliki maksud khusus.
MAGISTERIUM SEBAGAI OTORITAS TUNGGAL PENGAJAR DAN PENAFSIR KEBENARAN GEREJA KATOLIK Murniat Murniat; Nur Fitriyana; Sofia Hayati
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i1.9022

Abstract

Magisterium adalah wewenang mengajar gereja yang terdiri dari para uskup dan paus dalam persekutuannya. Magisterium bertanggung jawab untuk mengajar, menjaga kelestarian iman, menafsirkan dan mewartakan sabda Ilahi. Ajaran Katolik memiliki perbedaan dalam hal otoritas dengan agama-agama lainnya yang menepatkan otoritas tertinggi kepada kitab suci. Namun pada agama Katolik otoritas tertinggi berada di tangan magisterium. Magisterium merupakan wewenang atau kuasa mengajar dan otoritas tertinggi dalam gereja Katolik. Wewenang ini diberikan kepada para uskup di bawah pimpinan paus. Penelitian ilmiah ini secara khusus membahas mengenai: bagaimana tugas magisterium sebagai otoritas tunggal pengajar dan penafsir kebenaran Gereja Katolik. Dari hasil penelitian penulis mengambil kesimpulan bahwa tugas magisterium sebagai pengajar dibagi menjadi dua kategori yaitu magisterium biasa dan magisterium luar biasa. Magisterium biasa yaitu melakukan kerygma/katekese (pengajaran), pastoral (pengembalaan), mengambil keputusan berdasarkan doktrin, episkopal (pengawasan) dan sebagai pengajar melakukan sidang sinode. Magisterium luar biasa yaitu sebagai pengajar melaksanakan konsili ekumenis dan uskup Roma sebagai kepala dari para uskup. Sedangkan sebagai penafsir, tugas magisterium ialah sebagai penafsir yang otentik, penafsir yang definitif dan penafsir yang infalibilitas.
DIMENSI NILAI ETIKA ISLAM AL-GHAZALI DAN PENCEGAHAN CYBERBULLYING DI KALANGAN REMAJA Annisa Rizki Ananda
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i1.9025

Abstract

Maraknya cyberbullying menjadi ancaman bagi peningkatan kualitas generasi penerus bangsa, hal ini dikarenakan pelaku maupun korban dalam tindakan ini adalah remaja. Masa remaja yang seharusnya menjadi masa keemasan bagi anak untuk berkeatifitas dan meningkatkan kemampuan diri harus dirusak dengan tindakan-tindakan amoral yang dapat mengganggu mental dan kejernihan berpikir mereka. Kolom komentar sosial media yang seharusnya berisi kata-kata positif kini sudah jarang terlihat dan justru dipenuhi hujatan, makian, provokasi dan celaan. Kolom komentar yang terbuka untuk umum menjadi media bagi remaja untuk melontarkan kata-kata negatif tanpa ragu seolah hal ini biasa dan wajar dilakukan. Bagaimanapun juga cyberbullying tidak bisa dibiarkan semakin masif terjadi. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan yang tepat dalam mencegahnya. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa untuk mencegah semakin masifnya cyberbullying, yang paling pertama berperan adalah orang tua dan keluarga. Penanaman dimensi nilai etika Islam menjadi solusi bagi degradasi moral remaja terutama dalam menghadapi perkembangan zaman. Dimensi nilai etika Islam Al-Ghazali yang sarat dengan dua tujuan; mencapai kualitas hubungan antar sesama sekaligus terhadap Tuhan menjadi sebuah persoalan penting yang perlu dipelajari lebih jauh dalam perjalanan mendidik seorang anak. Pemberian contoh, latihan, kebiasaan, nasihat, dan anjuran merupakan metode yang dikemukakan Al-Ghazali dalam mendidik anak yang membawa pengaruh besar bagi orang tua dalam membina kepribadian anak sesuai ajaran Islam sekaligus mengembalikan fitrah anak sebagai manusia yang beretika al-kamil.
DAKWAH ISLAM RAHMAT LI AL-ʻALAMIN HUSEIN JA’FAR AL-HADAR: KONSEP DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBERAGAMAAN KAUM MILENIAL DI MEDIA SOSIAL Nur Mufidatul Ummah; Yoga Irama
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i2.10960

Abstract

As a result of the many Islamic groups and groups who have different understandings of the meaning of rahmat li al-‘alamin, some of them have misunderstood the meaning. It is proven by the amount of propaganda on social media, acts of intolerance and violence that are based on the name of Islam are very contrary to the goal of Islam as a religion of mercy that creates peace and safety for the entire universe. So in this article, we review and examine the idea of Islam rahmat li al-ʻalamin brought by Husein Ja'far al-Hadar. This study uses a qualitative approach using descriptive analysis directed at the overall message of da'wah spread on social media: both from Youtube, Twitter, and Instagram. The results of the study show that the idea of ​​Islam rahmat li al-‘alamin Husein Ja'far al-Hadar with a concept based on love emphasizes three important aspects, namely truth, goodness and beauty. Seeing that the times are growing, technology is starting to dominate the world, the existence of Islam must not avoid and be anti-pathy to that reality. So the third option is an Islamic university with the particularization of the times. So in conveying a message must be adapted to the conditions of the times. So that way in today's millennial era, which is better known as the digitalization era, da'wah will be conveyed properly.
FENOMENA PEMBACAAN KITAB AQIDATUL AWAM DAN RELEVANSINYA TERHADAP NILAI SPIRITUAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN SABILUL MUHTADIN DI DESA LANGKAN Dwi Putri; Nur Fitriyana; Ahmad Soleh Sakni
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i2.10961

Abstract

Kitab Aqidatul Awam is one of the books of tauhid, which explains the oneness and essence of Allah swt, the angels, the prophets and messengers. In this case, the Aqidatul Awam book is not only studied as a subject but also practiced by reading it every day after the midday call to prayer and before performing the midday prayer by the students of the Sabilul Muhtadin Islamic Boarding School. This is what makes the writer interested in examining the phenomenon of the relationship between the practice of the Aqidatul Awam book and the spiritual values ​​felt by the students when reading the Aqidatul Awam book. The type of research used is field research using qualitative methods. The primary data source in this case is the Aqidatul Awam book and the students of the Sabilul Muhtadin Islamic Boarding School. While secondary sources are various relevant sources such as theses, articles, journals, books, documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the phenomenon of the practice of reading the book of Aqidatul Awam was carried out by the students of the Sabilul Muhtadin Islamic Boarding School after the call to prayer for midday. This is done because the time of dzuhur is understood as a good time and afdhal to do good deeds. The relevance of the practice of reading the book of Aqidatul Awam to the spiritual value of students who practice it istiqamah, namely they can feel peace of mind, feel closeness to Allah swt and remind them to always do good.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 2 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama More Issue