cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JIA (Jurnal Ilmu Agama)
ISSN : 24430919     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Agama merupakan jurnal yang mengkaji tentang doktrin, pemikiran dan fenomena agama.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
KRITIK TERHADAP TAREKAT: TELAAH KRITISTERHADAP POLA PIKIR DAN CARA HIDUP SUFI Jamhari Jamhari
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5076

Abstract

Sufisme atau tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana memurnikan jiwa, memurnikan moralitas, mengembangkan Dhahir dan pikiran dan untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi. Sufisme pada awalnya merupakan gerakan zuhud dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisisme Islam. Pola hidup sufi adalah mengambil jalan yang lebih dekat dengan Allah SWT dengan meninggalkan sesuatu yang berharga yaitu kemewahan duniawi dengan berharap dan menginginkan sesuatu yang lebih baik untuk kebahagiaan akhirat. Dengan demikian, seorang Sufi adalah tipe seorang Muslim yang mencontohkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi, menjadi kumpulan bintang kehidupan yang dipenuhi dengan ketekunan dan ketulusan, amal spiritual, dan pertempuran abadi. Seorang sufi hidup dengan tubuh bersama dengan sopan santun dan jiwa bersama dengan sifat kebenaran. Namun di sisi lain para Sufi dianggap sebagai sumber kemunduran peradaban Islam. Sufisme dituduh sebagai 'virus' yang menghambat kemajuan dan menyebabkan keterbelakangan dunia Muslim di arena peradaban modern. Sufisme dan doktrin dianggap tidak relevan dengan semangat era global dan modernisme. Kata Kunci : kritik, tasawuf dan sufi
“SHIFTING PARADIGM” PEMAHAMAN HADIS DI INDONESIA (Studi Interpretasi Kontekstual Ali Mustafa Ya’qub terhadap Hadis-Hadis Hubungan dengan Non-Muslim) Adriansyah . NZ
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5077

Abstract

Hampir semua jenis ilmu pengetahuan mengalami “shifting paradigm”, begitu juga pada kajian hadis.Era kontemporer, pemahaman hadis tertentu seringkali menimbulkan masalah dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks Indonesia, para pengkaji hadis berusaha untuk merekonstruksi metode pemahaman hadis Nabi agar dapat diterima dan membumi dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk. Ali masuk dalam deretan tokoh yang berpengaruh dalam kancah keilmuan hadis. Metode Interpretasi Kontekstual hadis yang diusungnya, Ali Mustafa Ya’qub dapat menempatkan posisi hadis Nabi SAW diterima pada konteks kekinian, tanpa menghilangkan dan mengabaikan pesan teks hadis itu sendiri. Penelitian ini menjadi penting untuk mengungkap dan menganalisis model interpretasi kontekstual Ali Mustafa Ya’qub dalam kerangka shifting paradigm terhadap hadis hubungan dengan non-muslim. Melalui metode deskriptif-analisis didapatkan bahwa dalam wacana Ali Mustafa Ya’qub hadis harus dipahami secara tekstual. Apabila pemahaman tekstual dinilai tidak mungkin dilakukan, maka pemahaman kontekstual harus diterapkan. Hadis-hadis bertema ghaib, ibadah murni dan hukum qath’i harus dipahami secara tekstual. Sebelum melakukan pemahaman hadis secara kontekstual, Ali mengingatkan untuk melalui metode penafsiran/syarah al-Qur’an dengan al-Qur’an, al-Qur’an dengan hadis dan hadis dengan hadis yang lain. Pemahaman kontekstual harus melihat aspek luar teks, yaitu sabab al-wurud hadis, makani dan zamani dan al-taqalid al-diniyah. Adapun model interpretasi kontekstual hadis, Ali melakukan generalisasi hal-hal khusus tentang hubungan dengan non-muslim, yaitu memilah hadis tentang perang diterapkan/dipahami dalam kondisi perang dan hadis damai diterapkan dan dipahami dalam kondisi damai. Sedangkan hierarki nilai yang terkandung dalam interpretasi kontekstual hadis Ali Mustafa Ya’qub adalah terdapatnya; 1) Obligatory Values, 2) Fundamental Values. 3) Protectional Values, dan 4) Implementational Values. Kata Kunci: Shifting Paradigm, Interpretasi Kontekstual, Non-Muslim
MATIUS 28 :19 ANALISIS HERMENEUTIK DALAM TAFSIRAN ALKITAB MASA KINI Nur Fitriyana; Murtiningsih Murtiningsih
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5078

Abstract

Memahami eksegesis pada Matius 28 :19, yaitu Kuasa Tuhan yang universal membawa kepada kuasa universal tugas gereja untuk mengabarkan Injil dan baptisan Kristen dalam nama Yesus Kristus dan Tritunggal. Implementasi eksegesis Matius 28 :19 menurut iman Kristen bahwa Amanat Agung dan baptisan adalah dua hal yang saling bersinergis. Para murid bukan hanya memberitakan Injil kepada segala bangsa tetapi juga telah menerima mereka yang datang untuk dibaptis dalam nama Yesus dan mereka yang dibaptis dan yang membaptis keduanya telah menerima Roh Kudus.Baptisan pelayanan yang dilakukan Yesus semasa di bumi adalah baptisan pertobatan sama seperti baptisan Yohanes. Tetapi pasca Pentakosta Hal ini dianggap sebagai peralihan dari baptisan Yohanes ke baptisan Perjanjian Baru. Baptisan dalam nama Tubuh Kristus harus diberitakan kepada semua bangsa, hanya akan tiba setelah Yesus ditinggikan dan Roh Kudus dicurahkan. Baptisan gereja adalah penghapusan dosa melalui nama Kristus yang telah bangkit, nama Yang Maha Kuasa melalui kesaksian dari Roh Kudus. Kata Kunci : hermeneutik, kuasa tuhan, baptis
PENGARUH PEMAHAMAN FILSAFAT TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN RELIGIUS MAHASISWA AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM DI FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM UIN RADEN FATAH PALEMBANG Yulian Rama Pri Handiki; Heni Indrayani
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5079

Abstract

Secara konseptual filsafat adalah jalan hidup yang dapat memberikan arah kepada manusia kepada kehidupan yang lebih baik melalui pemahaman religius. Hal ini menunjukkan adanya aspek pengaruh pada pemahaman filsafat dalam hubungannya dengan pemahaman religius. Melalui penelitian kuantitatif yang dilaksanakan melalui penyebaran angket ditemukan bahwa pada mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam terlihat pengaruh pemahaman filsafat terhadap pemahaman religius. Kata Kunci:Mahasiswa, Filsafat, Religiusitas
GOD SPOT DAN TATANAN NEW NORMAL DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Nur Fitriyana
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v21i1.6147

Abstract

Penyebaran Covid-19 sulit untuk diputus, sebab proses mutasinya begitu cepat dan dapat menimbulkan varian baru. Sehingga sulit untuk membuat vaksin. Banyak orang mengharapkan herd imunity yang diperlukan menuju tatanan new normal. Agama memiliki peran signifikan sebagai penguat bagi manusia dalam menjalani berbagai tantangan kehidupan yang tidak biasa, khususnya di masa pandemi dan menuju tatanan new normal. Jelasnya, muncul beragam sikap dan prilaku masyarakat beragama. Nada pesimis terhadap agama bahkan terhadap Tuhan juga muncul. Jangankan mengatakan wabah sebagai azab Tuhan karena kejahatan sudah merajalela. Bahkan dengan Tuhan pun mereka tidak percaya. Sehingga tulisan ini urgen sebagai bagian dari solusi dalam menghadapi pandemi covid-19 dan menuju new normal. Sebagai manusia yang beragama, sudah seharusnya menghadapi pandemi ini secara holistik, tidak cukup dengan pendekatan parsial dari segi medis, tetapi juga dengan pendekatan agama. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa dalam menuju tatanan new normal perlu mensinergikan kekuatan agama dan sains. Karena agama bertugas menemukan makna dan sains bertugas menemukan fakta. Sehingga bukan hanya menjalankan protokol kesehatan saja tetapi juga perlu mengaktifkan titik God Spot yang mengembalikan manusia kepada kesucian fitrahnya untuk memperkuat mentalitas dan konsep diri dalam menghadapi tatanan new normal. Kepatuhan dan ketaatan kepada Allah, keihklasan, kesabaran dan ketabahan menghadapi pandemi covid-19 bersinergi dengan kesadaran kolektif berbasis keluarga untuk tetap sehat, yaitu mencuci tangan dengan air dan sabun yang mengalir, memakai masker ketika ke luar rumah, menjaga jarak, menjaga pola makan dan berolahraga untuk menjaga imun supaya tetap sehat. Suasana kecemasan, karena ketakutan pada virus corona perlahan mulai hilang seiring dengan doa yang senantiasa dipanjatkan kepada Sang Penguasa Tunggal. Sehingga suasana batin yang tenang ini justru dapat meningkatkan imunitas tubuh. Sejatinya menjalankan protokol kesehatan adalah bagian dari menjalankan ajaran agama.
KAJIAN KRITIS KITAB MARAQI AL-‘UBUDIYAH Hedhri Nadhiran
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v21i1.6148

Abstract

Hadis merupakan sumber ajaran Islam yang berfungsi sebagai bayan (penjelas) al-Qur’an.Kegagalan memahami hadis akan berimbas pada kegagalan memahami pesan al-Qur’an mengingat sebahagian besar ayat-ayat al-Qur’an bersifat global. Disinilah pentingnya penggunaan metode syarah yang benar untuk mendapatkan pemahaman yang tepat dari sebuah hadis.Salah seorang ulama yang mengambil peran penting ini adalah Syekh Nawawial-Bantani(1813-1897 M), melalui karyanya, Maraqi al-‘Ubudiyah syarah Bidayatul Hidayah sebuah kitab karya Imam al-Ghazali yang banyak mengulas tuntunan atau adab dalam beribadah. Oleh karena berisi tuntunan dan adab beribadah, maka kitab ini menggunakan hadis-hadis Nabi saw sebagai landasan dalam uraiannya. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana metode syarah Syekh Nawawi al-Bantani ketika berhadapan dengan hadis-hadis tersebut. Pertanyaan ini sangat menarik mengingat pemahaman teks agama (hadis) didominasi oleh pemahaman tekstual yang sering memunculkan stigma kaku dan rigid; adanya kebutuhan terhadap sebuah metode syarah dan juga pemahaman hadis yang relevan dengan konteks kekinian; dan sosok Syekh Nawawi al-Bantani serta karya-karyanya yang memiliki kedudukan istimewa dalam jaringan ulama nusantara dan perkembangan intelektual, khususnya di dunia pesantren; serta pemikirannya yang cenderung sufistik, padahal dalam tradisi pemikiran Islam, fiqh - bersama dengan aqidah, sering diposisikan pada kutub yang berlawanan dengan tasawuf sehingga muncul istilah syariah vis a vis hakikat.Temuan terhadap metode syarah al-Bantani sendiri diharapkan mampu menunjukkan keunggulan (dan kekurangan) karyanya ini dan sekaligus menjadikan metode syarahnya sebagai satu alternatif dalam memahami hadis Nabi, khususnya bagi Umat Islam Indonesia.
PEMIKIRAN POLITIK ISLAM SYEKH TAQIYUDDIN AN-NABHANI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PLURALITAS DI INDONESIA M. Roki Novriansyah; A. Rifai Abun; Herwansyah Herwansyah
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v21i1.6149

Abstract

Penelitian ini berangkat dari problem di mana fenomena yang terjadi di zaman sekarang ini. Ketika di Indonesia beredar pemikiran, isu semangat tentang berdirinya sistem politik Islam yaitu khilafah telah menjadi pembcaraan banyak kalangan. Menurut sebagian orang merupakan sesuatu yang sangat ditakuti. Indonesia sebagai salah satu negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Tetapi banyak masyarakatnya beranggapan negatif tentang sistem khilafah, dari pelajar, mahasiswa, dosen, sampai anggota pemerintahan yang notabenenya adalah orang-orang berpendidikan. Mungkin generasi umat Islam saat ini tidak tertarik dengan sistem khilafah karena tidak pernah membaca sejarah, menyaksikan kejayaan Islam pada masa lampau. Menurut Syekh Taqiyuddin an-Nabhani sistem Khilafah adalah satu-satunya cara untuk mewujudkan sistem Islam dalam kehidupan. Tapi, apakah sistem ini akan berimplikasi terhadap pluralitas di Indonesia. Hasil penelitian ini adalah bahwa sistem khilafah yang digagas oleh Syekh Taiyuddin an-Nabhani bisa berimplikasi positif dan negatif terhadap pluralitas di Indonesia. Berimplikasi negatif karena di Indonesia The Founding Fathers telah sepakat membentuk negara kesatuan republik Indonesia dan pancasila sebagai dasar negara. Akan tetapi dengan penerapan syariat dalam bingkai khilafah bisa juga berimplikasi positif sehingga ada tuduhan negatif bahwa ketika syariat Islam diterapkan akan mengancam pluralitas anggapan yang keliru juga.
MENJADI TAMU ALLAH SWT Heni Indrayani
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v21i1.6150

Abstract

Bulan Ramadhan adalah momen berharga di mana umat Islam menjadi tamu Allah SWT SWT. Sebagai tamu, orang yang berpuasa tidak hanya disuguhkan berbagai hidangan (pahala) untuk dinikmati dengan kemudahan, tetapi juga dididik untuk menjadi manusia sempurna dengan meniru sikap dan adab tuan rumah. Berakhlak sebagaimana akhlak Allah SWT adalah tuntunan yang diajarkan di Bulan Ramadhan yang memiliki tujuan besar untuk menjaga kelangsungan peradaban umat manusia. Kesempurnaan manusia secara material dan spiritual dapat dengan mudah dicapai melalui puasa di Bulan Ramadhan, kesehatan jasmani dan ruhani adalah bahan dasar untuk mencapai peradaban yang sempurna.
DISKURSUS AGAMA TERHADAP AIDS DI INDONESIA Zaki Faddad Syarif Zain; Aristophan Firdaus
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v21i1.6152

Abstract

Artikel ini akan menguraikan mengenai narasi AIDS di Indonesia. Ini akan focus pada relasi antara Pemerintah dan kelompok agama dalam hal ini agama Islam sebagai mayoritas yang dianut oleh penduduk Indonesia. Peran MUI sebagai institusi Islam sangat berperan besar dalam mempengaruhi setiap kebijakan yang dibuat di Indonesia. Narasi yang dibangun oleh yang dibangun oleh dua kelompok itu sangat berpengaruh terhadap program-program yang dibuat dalam penanganan HIV/AIDS di Indonesia.
PEMIKIRAN NURCHOLIS MADJID TENTANG DEMOKRASI DAN NEGARA ISLAM Jamhari Jamhari
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v21i1.6153

Abstract

Isu-isu tentang demokrasi dan konsep Negara Islam masih tetap menjadi studi yang menarik terutama di negara-negara yang notabene mayoritas agama Islam. Seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, Iran, Maroko, dan lainnya. Banyak masalah muncul dari masalah ini. seperti demokrasi, misalnya, dalam ajaran Islam (Al-Quran) memberikan konsep keadilan, musyawarah, dan legalisme hukum Islam yang kemudian membawa umat Islam ke konsep "Negara Islam" yang menganggap bahwa Islam adalah struktur yang lengkap dan Hukum Kelompok. Dari apologis ini, beberapa orang memaksa diri mereka untuk menegakkan syariat Islam misalnya di Indonesia. Begitu banyak masalah ini muncul di tengah-tengah masyarakat dari awal kemerdekaan hingga hari ini, misalnya: DI / TII, NII, dan banyak pihak yang ditemukan - partai Islam bermunculan pasca-Reformasi pada tahun 1998. Ini menunjukkan bahwa ada adalah keinginan beberapa masyarakat Islam ingin mendirikan Syariat Islam. Namun, ini adalah masalah serius dan dapat melemahkan kondisi nasionalisme. Berangkatkan Darisinilah kemudian berbagai respons bermunculan baik pro maupun kontra. Nurcholis Madjid sebagai tokoh modernis dan sekuler memberikan pemikiran yang kontradiktif tentang masalah ini. Inilah yang kemudian studi tersebut akan terus menarik sampai kapan saja.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 2 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama More Issue