cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jinopfkip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JINOP (Jurnal Inovasi Pembelajaran)
ISSN : 24431591     EISSN : 24600873     DOI : 10.2229.
Core Subject : Education,
JINoP acts as medium of publicating the result of research covering the learning innovation theme from the elementary to higher education level. The journal also acts as a medium of disseminating research thought conducted by teachers and lecturers. In substance, the articles published in the journal are projected to inspire circles of education in conducting innovation in teaching and learning process.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
Jurnal Inovasi Pembelajaran (JINoP) Cover Jurnal Inovasi Pembelajaran
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2441

Abstract

Dewan Redaksi JINoP Dewan Redaksi Jinop
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2442

Abstract

Dewan Redaksi Jurnal Inovasi Pembelajaran
Daftar Isi Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol.1, No.1 Mei 2015 Daftar Isi Jinop
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2443

Abstract

Daftar Isi Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol.1, No.1 Mei 2015
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Guru SD Muhammadiyah 4 Batu Dalam Mengelola Pembelajaran ABK melalui Lesson Study Endang Poerwanti; Siti Fatimah Soenaryo; Arina Restian
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2444

Abstract

Anak-anak dengan kebutuhan khusus (ABK) yang dikenal sebagai anak-anak cacat, atau anak-anak yang luar biasa, anak-anak yaitu yang menyimpang secara signifikan dari kriteria normal, baik dari aspek fisik, psikologis, emosional dan sosial. Mulai tahun 2001, pemerintah mulai program pendidikan inklusif, pendidikan inklusif adalah untuk memasukkan anak-anak dengan kebutuhan khusus belajar bersama dengan anak normal di kelas dan sekolah reguler. Masalahnya, guru di sekolah reguler tidak berpendidikan dan dipersiapkan khusus untuk mengelola proses belajar mengajar untuk ABK. Masalah juga dialami oleh SD Muhammadiyah 4 Batu, untuk membantu memecahkan masalah tim FKIP menerapkan aktivitas Lesson Study untuk meningkatkan pengetahuan guru dan keterampilan dalam mengelola ABK pembelajaran individual Lesson study yang dilakukan dalam tiga siklus yang dikemas dalam tiga model pembelajaran; ABK belajar sendiri di kelas khusus, pengajaran dan pembelajaran di kelas reguler dan pengajaran dan pembelajaran ABK di kelas reguler dengan bantuan GPK. Setiap siklus terdiri dari beberapa kegiatan. Studi pelajaran terdiri dari empat kegiatan yang disingkat PDCA; P (rencana) atau perencanaan, D (lakukan) adalah pelaksanaan pembelajaran oleh seorang guru sebagai model dan diamati oleh guru lainnya, C (cek) merupakan cerminan dari perbaikan lebih lanjut proses pembelajaran, dan A (tindak) adalah tindak lanjut. Dari tiga tahapan pelaksanaan proses belajar mengajar ABK dapat memberikan manfaat bagi para guru untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan untuk mengelola pembelajaran untuk ABK. Melalui Lesson Study diharapkan ABK mendapatkan layanan yang tepat dan belajar yang optimal. Beberapa temuan dampak pada perilaku siswa di kelas adalah bahwa siswa dapat menerima keberadaan ABK di. Meskipun keterbatasan kelas fasilitas guru mendapatkan pengalaman berharga yang terkait dengan pengembangan pembelajaran melalui forum ABK Lesson Study. Jadi kebutuhan untuk pelaksanaan tindak lanjut di kelas lain. Bimbingan dan bantuan dari Universitas Muhammadiyah untuk pergi ke SD Muhammadiyah Batu untuk menjadi sekolah mandiri.
Pengembangan Multimedia Interaktif Untuk Pembelajaran Berbicara Bagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Farida Yufarilina Rosita
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2445

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berbicara untuk siswa kelas IV SD berupa software yang dilengkapi dengan panduan sebagai bahan pendukung dalam mengoperasikan media pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua model pengembangan, yaitu model R2D2 dan model Dick and Carey dengan sifat saling melengkapi. Validasi dilakukan oleh tiga ahli dan satu praktisi dalam bidangnya, serta uji coba lapangan kepada siswa untuk mendapatkan produk yang akurat. Poin-poin yang divalidasi adalah isi, penyajian, dan kelayakan bahasa. Nilai terakhir hasil validasi media pembelajaran adalah 87,33%, sedangkan hasil validasi buku panduan adalah 92,5%. Berdasarkan kualifikasi yang telah ditentukan, media pembelajaran ini memenuhi kualifikasi nilai 85-100%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media ini sangat layak digunakan siswa kelas IV SDN 2 Sukosari, Dagangan, Madiun.
Kemampuan Menentukan Arah Mata Angin Pada Siswa Kelas I SD Muhammadiyah 4 Batu Lilis Wahyuningrum
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendiskripsikan penerapan permainan Treasure Hunt dalam meningkatkan kemampuan menentukan arah mata angin Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan  kelas yang terdiri dari  2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas 1  SD Muhammadiyah 4 Batu.  Sumber  data  primer berasal dari siswa melalui tes unjuk kerja dengan cara menghadap arah mata angin sesuai instruksi. Sedangkan sumber data sekunder adalah data nilai karakter siswa pada saat pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif, yaitu membandingkan data kuantitatif dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran di kelas, dengan menggunakan media kompas dan metode bermain Treasure Hunt terjadi peningkatan hasil evaluasi belajar baik secara individu maupun klasikal.  Hal ini terjadi karena siswa diajak bermain sambil belajar, sehingga mereka mempunyai pengalaman yang menyenangkan dan mengasyikkan meskipun ada tugas yang harus dikerjakan. Jadi kemampuan menentukan arah mata angin pada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 4 Batu dapat ditingkatkan melalui penerapan permainan Treasure Hunt.  Dan  penerapan  permainan Treasure Hunt dapat meningkatkan kemampuan siswa menentukan arah mata angin sebesar 18,8%  yaitu dari siklus 1 65,6% meningkat menjadi 84,4%  pada siklus 2.
Implementasi Lesson Study Untuk Meningkatkan Pelaksanaan Pendekatan Scientific Guru IPA SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang Lise Chamisijatin; Siti Zaenab; Sukarsono M.Si
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2447

Abstract

Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach). Pada pembelajaran IPA pendekatan scientific dapat diterapkan melalui keterampilan proses sains. Pendekatan scientific akan berhasil melalui penerapan keterampilan proses pada pembelajaran IPA yang disajikan dengan strategi dan metode yang tepat. Untuk itu perlu usaha guru dalam penerapannya. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan kegiatan Lesson Study.Kegiatan ini bertujuan untuk pendampingan pembuatan perencanaan dan pelaksanaan Lesson Study dalam  mengembangkan pemahaman dan pelaksanaan pendekatan scientific guru IPA SMP Muhammadiyah  6 Kabupaten Malang. Setelah kegiatan ini diharapkan guru IPA SMP Muhammadiyah  6 Kabupaten  Malang dapat membuat perencanaan danpelaksanaan Lesson Study untuk meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan pendekatan scientific. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang pada semester Ganjil 2014/2015. Kegiatan  Pengabdian ini terdiri dari: (1) Diskusi Lesson Study. (2) Pendampingan dalam pembuatan perencanaan Lesson Study (3)Pendampingan dalam pelaksanaan Lesson Study. (4) Pendampingan dalam refleksi Lesson Study. (5) Pendampingan dalam tindak lanjut Lesson Study.Hasil Kegiatan Pengabdian di SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang adalah: Guru-guru IPA di SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang, yang pada awalnya belum memahami dan belum pernah melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan Lesson Study, dengan pendampingan yang intensif akhirnya dapat menerapkan Lesson Studysebagai wahana untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan scientific. Disamping itu, guru-guru IPA SMP Muhammadiyah 6 Kabupaten Malang dapat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mencerminkanpendekatan scientific, keterampilan untuk menyelenggarakan pembelajaran IPA yang menggunakan pendekatan scientific, dan dapat melakukan pengamatan pelaksanaan pembelajaran, serta dapat menemukan permasalahan pelaksanaan Lesson Study dan alternatif solusinya. Selain itu, bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi yang sedang melaksanakan PPL di SMP Muhammadiyah 6 Malang juga memperoleh pengalaman secara langsung penerapan Lesson studydalam pelaksanaan pembelajaran, karena mereka terlibat secara aktifdalam pembelajaran, baik sebagai guru model maupun sebagai observer.
Peningkatan Kemampuan Apresiasi Peserta Didik Pada Materi Upaya Pengendalian Penyimpangan Sosial Melalui Pembelajaran Model Batuk di Sekolah Menengah Pertama Muhammad Suhudi
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan apresiasi peserta didik melalui pembelajaran model batuk pada materi upaya pengendalian penyimpangan sosial di sekolah menengah pertama untuk Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada kelas VIII SMP Negeri 1 Tekung dengan jumlah peserta didik 35 peserta didik. Penelitian terdiri atas dua siklus yang  meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dengan format pengamatan peserta didik,  pengamatan guru, angket, dan kuesioner. Hasilnya, pembelajaran model batuk dapat meningkatkan  kemampuan apresiasi peserta didik dalam materi upaya pengendalian penyimpangan sosial.
Penerapan Model Group Investigation Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran Fisika di Sekolah Menengah Atas Prayudi SMAN 3 Lumajang
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2449

Abstract

Tujuan penelitian adalah: (1) untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan model Group Investigation dalam pelajaran Fisika, (2) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model Group Investigation dalam pelajaran Fisika, dan (3) mengetahui kendala yang mungkin terjadi dalam penerapan model Group Investigation. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 3 Lumajang dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif bersifat deskriptif. Data penelitian berupa observasi, tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penerapan model Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari rata-rata 73,40 dengan daya serap 73,40% dan ketuntasan belajar 57,10% pada siklus 1, meningkat menjadi rata-rata 76,1 dengan daya serap 76,10% dan ketuntasan belajar 82,80% pada siklus 2; (2) penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat menumbuhkan respon positif siswa dengan rata-rata respon siswa 36,8 pada siklus 1 menjadi 38,7 pada siklus 2; (3) penerapan model Group Investigation dalam pelajaran Fisika mengalami beberapa kendala pada siklus 1 yaitu masih terdapatnya anggota kelompok yang kurang aktif dan ragu dalam mengemukakan pendapat.
Pengembangan Media Pembelajaran Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dan Hasil Belajar IPS di Sekolah Dasar Rifki Afandi
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i1.2450

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran permainan ular tangga dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) di sekolah dasar untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Salah satu permasalahan pendidikan adalah minimnya sarana dan prasarana, sehingga guru dituntut kreatif  dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas, seperti mengembangkan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran  yang menarik dan mengatasi kebosanan siswa dalam kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan pembelajaran berbasis permainan, seperti penerapan media pembelajaran permainan ular tangga. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran permainan ular tangga dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) di sekolah dasar. Pengembangan penelitian mengadobsi model 4D dari model Thiagarajan, dkk . yaitu define, design, develop, dan  dissaminate. Teknik pengumpulan data dalam  penelitian melalui observasi, pemberian angket, dan tes.  implementasi media pembelajaran permainan ular tangga dilaksanankan uji coba dua, uji coba penelitian dilaksanakan di SDI Yapita Surabaya. Hasil implementasi media pembelajaran permainan ular tangga motivasi belajar siswa meningkat 66,7% pada aspek keaktifan belajar dan semangat belajar, sedangkan aspek ketertarikan motivasi belajar siswa meningkat 70%. Sedangkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan 40% dari 55% siswa yang mencapai nilai dibawah KKM (kriteria ketuntasan minimun) menjadi 100% semua siswa mencapai nilai diatas KKM (kriteria ketuntasan minimum).