cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
NEW VARIATION OF INDONESIAN HUMOR USING LANGUAGE EXPERIENCE Yuwana, Rawuh Yuda; Santosa, Riyadi; Sumarlam, Sumarlam
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i1.6333

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan variasi baru humor Indonesia menggunakan pengalaman bahasa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode mendengarkan dengan menggunakan teknik dasar sadap - catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode referensi penyamaan dengan menggunakan teknik perbandingan untuk mendukung kodifikasi, reduksi, presentasi, dan interpretasi seperti desain kerja penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah video dan meme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komedian menggunakan 8 strategi dalam bahan humornya, yaitu: (1) mengeksploitasi kebenaran umum yang sudah diketahui orang; (2) mengubah konstituen dengan pengalaman bahasanya; (3) sengaja menempatkan kata ganti yang salah; (4) menyampaikan sesuatu yang tidak lengkap; (5) mengalihkan berbagai bahasa; (6) memberikan respons yang tidak terkait sama sekali; (7) mengeksploitasi celah bahasa untuk mendistorsi maknanya; (8) menyampaikan sesuatu yang tidak wajar, absurd, bahkan terkesan kontroversi.
RETORIKA PEMAKAIAN BAHASA PARA DEMONSTRAN DI KABUPATEN PAMEKASAN Kusumawati, Hesty
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.947 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.7076

Abstract

Retorika pemakaian bahasa menjamur pada momen-momen atau peristiwa-peristiwa yang disinyalir dapat menimbulkan oposisi biner antara pro dan kontra antarkelas, kelompok, masyarakat elit, dan marginalitas, yang berkaitan dengan nuansa kepentingan. Retorika pemakaian bahasa juga sering digunakan oleh para demonstran di seluruh Indonesia, baik dalam kontek suasio (anjuran) maupun disuasio (penolakan).Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan secara objektif  retorika pemakaian bahasa dilihat dari faktor ethos dan pathos para demonstran di kabupaten Pamekasan tahun 2017 dalam pernyataan sikap GSM (Gerakan Solidaritas Muda) dan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia).Penelitian ini tergolong jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, sedagnkan teknik analisis data menggunakan tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan deskripsi. Pengecekan keabsahan temuan data dalam penelitian ini dilakukan dengan trianggulasi sumber dan ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika pemakaian bahasa para demonstran di kabupaten Pamekasan dalam bentuk pernyataan sikap, yang dilakukan oleh GSM dan GMNI dilihat dari faktor ethos mencerminkan adanya pengetahuan, pemahaman, dan intelektual para demonstran tentang sebuah objek yang menjadi bahan demo, sedangkan dilihat dari faktor pathos mencerminkan adanya kekuatan sugesti atau seni dan keterampilan mempengaruhi orang lain agar dapat meyakini sekaligus membenarkan penyataan yang disampaikan oleh para demonstran.
LITERASI BACA TULIS DAN INOVASI KURIKULUM BAHASA Indriyani, Vivi; Zaim, M; Atmazaki, Atmazaki; Ramadhan, Syahrul
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i1.7842

Abstract

Kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami perubahan pada tahun 2013. Perubahan tersebut merupakan usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pada pembelajaran bahasa Indonesia, kurikulum yang digunakan adalah berbasis teks. Beberapa tahun kemudian, untuk mewujudkan visi dan misi agar masyarakat dapat beradaptasi dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan diperbarui dengan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan literasi yang dilakukan di sekolah dan melihat respon siswa setelah dilaksanakan kegiatan literasi. Penelitian ini merekomendasikan untuk mempertimbangkan literasi sebagai inovasi kurikulum di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik wawancara terstruktur dan teknik pengumpulan angket. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar kuesioner. Wawancara dilakukan dengan tujuh orang guru Bahasa Indonesia di Sumatera Barat dan Angket diisi oleh 30 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, literasi tidak dilaksanakan dengan aturan yang ditetapkan. Tujuan dari literasi tersebut juga tidak tercapai dengan mestinya. Dalam pelaksanaannya, kurikulum dan literasi seolah-olah merupakan dua hal yang berbeda dan pelaksanaan yang tidak sejalan. Padahal, kegiatan pembelajaran yang dilakukan merupakan kegiatan literasi. Khusus pada pembelajaran bahasa, literasi yang dilakukan adalah literasi baca dan tulis.
EKSISTENSI MISTISISME DALAM NOVEL AMBA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK M.Pd, Arif Setiawan,; Musaffak, Musaffak
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/KEMBARA.Vol5.No2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi mistisisme dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Hal ini didasari oleh realitas bahwa pengarang termasuk ke dalam generasi yang tumbuh dan berkembang di lingkungan modern. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa sekuen cerita dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak yang menggambarkan eksistensi mistisisme. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Amba Karya Laksmi Pamuntjak yang diterbitkan pada tahun 2013 oleh Anggota IKAPI dengan tebal 577 halaman. Setelah semua data terkumpul, maka dianalisis menggunakan analisis data model Milles dan Hubberman yang terdiri dari (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam novel Amba menampilkan eksistensi mistisisme tokoh utama pada tataran yang paling rendah yaitu syariat/sarengat. Eksistensi mistisisme tokoh utama dibuktikan dengan tetap percaya terhadap semua takdir yang digariskan oleh Tuhan, namun masih ada perilaku yang condong pada (1) arwah-arwah leluhur, (2) keberadaan dewa-dewa, dan (3) pahlawan mitilogi seperti seorang dukun.
Budaya Sunda Pada Novel Perempuan Bernama Arjuna karya Remy Sylado: Suatu Kajian Antropologi Sastra Lestari, Chintya Bayu
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/KEMBARA.Vol5.No2.%p

Abstract

Abstrak : Penelitian ini adalah penelitian literatur yang berorientasi pada kajian antropologi sastra. Alasan memilih penelitian ini pertama, novel Perempuan Bernama Arjuna belum ada yang mencoba. Kedua, penelitian budaya Sunda dalam karya sastra yang belum pernah dipelajari dan jarang dilakukan dikaji. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana representasi budaya Sunda pada novel Perempuan Bernama Arjuna . Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan secara lengkap representasi budaya Sunda pada novel Perempuan Bernama Arjuna . Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi.Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Data penelitian ini adalah kutipan kata, kalimat, wacana, atau paragraf yang menunjukkan representasi budaya Sunda pada novel. Hasil penelitian ini adalah budaya yang terepresentasi dalam novel Perempuan Bernama Arjuna adalah budaya Sunda. Budaya Sunda yang direpresentasikan mencakup pengetahuan sejarah (Sunda Kalapa, Sunda dan Tasikmalaya), pengetahuan seni angklung, seni tembang (kinanti, sinom, asmarandana, dangdanggula, mijil), musik musik (suling dan kecapi), bahasa sosial, dan bahasa. Kata kunci: novel, antropologi sastra, budaya sunda
MENGUNGKAP PENGGUNAAN DIKSI LIRIK LAGU TARLINGDUT KARYA ABDUL ADJIB: KAJIAN STILISTIKA Yulistiana, Esi; Sumarlam, Sumarlam; Satoto, Soediro
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.206 KB) | DOI: 10.22219/KEMBARA.Vol5.No1.53-62

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan diksi serta fungsinya dalam lirik lagu Tarlingdut karya Abdul Adjib. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa frasa, kata, dan kalimat dalam lirik lagu Tarlingdut karya Abdul Adjib. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik inventarisasi, baca-simak, dan pencatatan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Milles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat buah lagu ciptaan Abdul Adjib menggunakan diksi atau pilihan kata yang estetis dalam hal pemilihan kata. Selain itu, dalam lirik lagu Tarlingdut banyak menggunakan diksi yang diambil dari serapan bahasa (1) Jawa khas Cirebon dan (2) bahasa asing yang terdiri dari bahasa Arab, Inggris dan China, serta pemanfaatan sinonim.
RECOUNTING AS REALIZATION OF BROWN AND LEVINSON’S POSITIVE POLITENESS STRATEGIES IN INSTRUCTIONAL INTERACTIONS Pramujiono, Agung
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/KEMBARA.Vol5.No2.%p

Abstract

Abstract: In instructional interactions, a lecturer should be able to build harmony in a conducive classroom atmosphere in order that a learning objective can be attained. This study aims to describe recounting as the realization of Brown and Levinson's positive politeness strategies in instructional interactions in the classroom. The subjects of this study were six lecturers from the Satya Wacana Christian University Salatiga. The research data were in the form of lecturer utterances when lecturing. The data were collected using the participant observation. The data analysis was performed using descriptive techniques following the Miles and Huberman flow model. Based on the results of data analysis, it revealed that the recounts employed included ones about lecturers, students, lecturers' experiences, and public figures/attitudes of public figures.  These findings can be used to strengthen and revise the positive politeness sub-strategies of Brown and Levinson (1987). In addition to functioning to forge a close relationship with interactants, the recounting strategy also serves to instill character values and to motivate. students to be more disciplined, and to optimize their own potential of becoming creative students. The use of recount as a positive politeness substrategy has contributed to efforts to create humanistic-based learning.Keyword: storytelling, positive politeness strategies, instructional interactionsAbstrak: Dalam interaksi instruksional, seorang dosen dituntut mampu membangun harmoni di kelas sehingga terbangun suasana kelas yang kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bercerita sebagai realisasi strategi kesantunan positif Brown dan Levinson dalam interaksi instruksional di kelas. Subjek penelitian ini adalah enam orang dosen Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Data penelitian berupa ujaran dosen dalam perkuliahan.  Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif mengikuti model alir Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan cerita yang digunakan meliputi cerita tentang diri dosen, cerita tentang mahasiswa, cerita tentang pengalaman dosen, dan cerita tentang tokoh/sikap tokoh. Selain berfungsi membangun kedekatan hubungan dengan interaktan, strategi bercerita juga berfungsi untuk menanamkan nilai karakter dan untuk memotivasi mahasiswa.Kata Kunci: bercerita, strategi kesantunan positif, interaksi instruksional
PERAN MKWU BAHASA INDONESIA SEBAGAI PENGUAT IDENTITAS DAN NASIONALISME MAHASISWA PTKI (STUDI PELAKSANAAN MKWU BAHASA INDONESIA DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA) Nuryani, Nuryani; Bahtiar, Ahmad
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/KEMBARA.Vol5.No2.%p

Abstract

Permasalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana peran MKWU Bahasa Indonesia dalam memperkuat identitas dan rasa nasionalisme mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Bahasa Indonesia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam memperkuat identitas dan rasa nasionalisme mahasiswa. Mata kuliah Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah yang diajarkan di semua jurusan dan fakultas harus mampu mendukung dalam memperkuat identitas dan rasa nasionalisme mahasiswa. Dengan begitu mata kuliah ini tidak hanya diajarkan dalam rangka pemenuhan nilai semata. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengambilan data dilakukan melalui studi dokumen dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah peran MKWU Bahasa Indonesia dalam memperkuat identitas dan rasa nasionalisme mahasiswa diwujudkan melalui tagihan-tagihan yang diberikan. Tagihan tersebut diharapkan dapat menstimulasi atau mendorong mahasiswa memiliki sikap dan pemikiran kritis terhadap permasalahan yang dihadapi oleh bangsanya. Selain itu, beberapa tagihan yang diberikan juga mengungkapkan identitas yang mengedepankan visi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yakni keislaman, keindonesiaan, dan  kekeilmuwan, salah satunya memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara serta penghargaan yang tinggi terhadap bahasa Indonesia.
PENERAPAN MODEL SINEKTIK BERBANTUAN LKPD DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN KELAS IX MTS. MUHAMMADIYAH 1 MALANG M.Si, Gigit Mujianto,; Pangesti, Fida
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/KEMBARA.Vol5.No2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan modelSinektik berbantuan LKP interviu dan peta pikiran dan (2) kendala yang dialami guru dalam penerapan model Sinektik berbantuan LKP beserta alternatif solusinya. Untuk memenuhi tujuan tersebut, peneliti menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di MTs. Muhammadiyah 1 Malang dengan subjek penelitian siswa kelas IX-B yang berjumlah 21 orang. Data dalam penelitian ini berupa dokumen dan catatan lapangan yang diperoleh melalui teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis melalui kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modelSinektik diterapkan dengan 5 tahapan yakni (1) mendeskripsikan masalah, (2) analogi langsung, (3) analogi personal, (4) konflik padat, dan (5) menulis cerpen. Model sinektik ini telah diterapkan dengan baik sehingga berimplikasi positif terhadap proses maupun hasil belajar siswa yang mencapai rata-rata kelas 86. Namun demikian, terdapat tiga kendala yang dihadapi guru yakni (1) kurangnya alokasi waktu pembelajaran, (2) kurangnya pemahaman siswa terhadap model yang diterapkan, dan (3) kurangnya penguasaan diksi dan gaya bahasa. Kendala tersebut diatasi melalui manajemen waktu, manajemen pengelolaan kelas, dan pemanfaatan media pembelajaran.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEBAHASAAN DALAM MENULIS TEKS CERPEN SEJARAH DI MAN 7 JOMBANG Jayanti, Rani; Rosita, Yesy Diah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/KEMBARA.Vol5.No2.%p

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui kompetensi kebahasaan dalam menulis teks cerpen sejarah siswa. Alasan utama peneliti mengadakan riset untuk mencari tahu tentang hal yang mempengaruhi meningkatnya kebahasaan setiap siswa terutama dalam menyusun teks cerpen sejarah yang berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Hasil penelitian yaitu hasil uji coba pre-test dan post-test peserta didik MAN 7 Jombang mengalami perbedaan, dari nilai pre-test pada tabel 1 lebih rendah dengan rata-rata 79. Sedangkan, hasil dari nilai post-test lebih tinggi dengan rata-rata 84,13. Jadi, ada ketidaksamaan yang penting dalam penggunan pengembangan bahan ajar berupa modul. Bahan ajar modul dapat dinyatakan mampu meningkatkan hasil belajar dan pemahaman siswa secara efektif.

Page 11 of 46 | Total Record : 451