cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
SIMBOLISME HASTA-SILA DALAM TEMBANG DOLANAN Waryanti, Endang
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.951 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v3i1.4375

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan simbolisme hasta-sila dalam tembang dolanan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, ungkapan, dan kalimat yang terdapat dalam tembang dolanan. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah tembang dolanan yang ada di kebudayaan masyarakat Jawa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tembang dolanan terdapat simbolisme tri-sila dan panca-sila yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
KETERAMPILAN MENULIS POSTER DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN MEDIA GAMBAR BERTEMA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Aliyah, Vita Nur; Chamalah, Evi; Arsanti, Meilan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.457 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i1.5484

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis poster dengan model pembelajaran kontekstual dan media gambar bertema iklan layanan masyarakat pada siswa kelas VIII G SMP N 1 Pringapus, (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis poster denganmodel pembelajaran kontekstual dan media gambar bertema iklan layanan masyarakat pada siswa kelas VIII G SMP N 1 Pringapus, dan (3) mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas VIII G SMP N 1 Pringapus setelah mengikuti pembelajaran menulis poster dengan model pembelajaran kontekstual dan media gambar bertema iklan layanan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Prosedur penelitian tindakan kelas dilakukan dalam empat siklus yaitu prasiklus, siklus I, siklus II, dan siklus III. Berdasarkan hasil tes peningkatan keterampilan menulis poster diketahui dari hasil tes Prasiklus, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Nilai rata-rata kumulatif pada prasiklus mencapai 56 dengan kategori kurang. Nilai rata-rata kumulatif setelah dilakukan tindakan siklus I mencapai sebesar 67,37 dengan kategori cukup. Terjadi peningkatan sebesar 11,43%. Pada prasiklus ke siklus I. Nilai rata-rata kumulatif setelah dilakukan tindakan siklus II mencapai sebesar 74,62 dengan kategori cukup. Terjadi peningkatan sebesar 7,25% dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata kumulatif setelah dilakukan tindakan siklus III mencapai sebesar 79,12 dengan kategori baik. Terjadi peningkatan sebesar 4,5% dari siklus II ke siklus III. Perubahan perilaku siswa juga terlihat setelah siswa mengikuti pembelajaran. Sikap dan motivasi siswa dalam berperilaku positif tersebut dapat dibuktikan pada hasil observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil tes dan nontes nilai siswa semakin meningkat dan siswa lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran menulis poster yang menggunakan model pembelajaran kontekstual dan media gambar bertema iklan layanan masyarakat. 
PHONOLOGICAL INTERFERENCE IN JAVANESE LANGUAGE OF BANYUMAS DIALECT IN FAMILY DOMAIN IN PURWOKERTO Andika, Yunilis; Sumarlam, Sumarlam; Abdullah, Wakit
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.456 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.6012

Abstract

The objective of this research is to identify the type of phonological interference in Javanese Language of Banyumas dialect in family domain in Purwokerto and also its factor. As the administrative center of Banyumas regency, the researcher selects Purwokerto especially in Northern Purwokerto, Southern Purwokerto, Eastern Purwokerto, and Western Purwokerto as the location of data collection. The research is descriptive qualitative research which was conducted by sociolinguistic study. The instrument used to collect the data is the uninvolved conversation observation technique, recording technique, notation technique, questionnaire and in-depth interview. The method used to analyze the data is identifying method combined with appeal correlation technique. The result of this research shows that there is phonological interference in Purwokerto society, there are phonemic vowel and phonemic consonance, although the phonemic semivowel isn’t found in this research. The interference existed derive from Indonesian and English languages which interfere Javanese language of Banyumas dialect. The factor of the habit becomes the factor of the interference manifestation. Interference manifestation as the process of being interfered in the Javanese language structure of dialect Banyumas make an ambiguity in the using of language, in that case interference should be avoided or even should disappear. However, interference has a positive side. The phenomenon of language interference in conversation is used by speaker to support communication activity because it can cover lingual unity in that Javanese languages of Banyumas dialect don’t have.
PERTENTANGAN KELAS SOSIAL PADA TOKOH UTAMA DALAM DRAMA THE HEIRS BERDASARKAN PERSPEKTIF TEORI SASTRA MARXIS Zulhizawati, Zulhizawati; Hamzah, Muh. Zuhdy; Basid, Abdul
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.947 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5885

Abstract

The purpose of this study is to reveal the form and cause of social class opposition to the main character in drama the heirs based on the perspective of Marxist literary theory. The type of this research is descriptive qualitative research. The main data source in this study is the drama The Heirs. The technique of data collection is watching, reading, and record. While the technique of data analysis is Miles and Huberman model. The results of this study is: 1) the form of social class disagreement on the main character in the drama The Heirs is oppression; and 2) the cause of social class opposition to the main character in the drama The Heirs is: a) the relationship between the bourgeoisie and the proletarian class; and b) the implementation of hierarchical system in Jeguk High School.
ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN TENTANG ORMAS ISLAM PADA SITUS BERITA ONLINE M.Si, Gigit Mujianto,
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.451 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.7035

Abstract

Dalam analisis wacana kritis Model Theo van Leeuwen, teks dipandang sebagai medium saluran kelompok yang dominan memanipulasi ideologi kepada kelompok yang tidak dominan melalui kampanye disinformasi yang sarat stigma. Stigma yang menjadi stempel/cap ormas Islam hadir dalam kesadaran khalayak melalui proses eksklusi dan proses inklusi. Melalui proses eksklusi, pengeluaran subjek dengan membuat dalih, dihadirkan dengan strategi: (1) pasivasi, meniadakan hadirnya aktor dalam teks; (2) nominalisasi, mengubah makna tindakan menjadi peristiwa; dan (3) penggantian anak kalimat, membuat subjek tersembunyi. Adapun melalui proses inklusi, peristiwa atau aktor disertai stigma, dihadirkan dengan strategi: (1) diferensiasi,  menampilkan perbedaan yang kontras untuk menyudutkan; (2) objektivasi-abstraksi, menampilkan dalih objektif dan negatif; (3) kategorisasi, menghadirkan persepsi negatif; (4) determinasi, menampilkan anonimitas, tokoh, peristiwa, dan tokoh dengan konotasi negatif; (5) asimilasi, menghadirkan citra dan julukan negatif. Dengan berbagai strategi tersebut stempel/cap ormas Islam ditampilkan secara asosiatif untuk memberikan penguatan stigma ormas Islam guna memperoleh legitimasi nonformal, baik legitimasi politik maupun legitimasi peran.
RESEPSI MAHASISWA TERHADAP NILAI MORAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “AYAT-AYAT CINTA 1” KARYA HABIBURRHMAN EL SHIRAZY Fajariyah, Wulandari Nur; Rasyid, Yumna; Nuruddin, Nuruddin
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.514 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5966

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan resepsi mahasiswa semester VI C Jurusan PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sudah membaca novel “Ayat-ayat Cinta 1”. Resepsi mahasiswa terhadap nilai moral tokoh utama dalam novel Ayat-ayat Cinta 1 karya Habiburrahman El Shirazy tersebut mencakup: (1) nilai moral agama; (2) nilai moral kepribadian; dan (3) nilai moral sosial. Data penelitian kulaitatif ini diperoleh melalui angket dan wawancara. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara: menyebarkan angket, melakukan wawancara, mengumpulkan data, mengklasifikasi data, dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral agama tokoh utama baik dengan persentase 9,3%, begitupula dengan nilai moral kepribadian dengan persentase 9,0%, dan nilai moral sosialnya dengan persentase 9,6%. Nilai moral tokoh utama dapat menjadi teladan dan pelajaran bagi mahasiswa sehingga dapat membentuk karakter yang kuat dalam nilai moral beragama, nilai moral kepribadian, dan nilai moral sosial.
PERPINDAHAN FRASA NOMINA BENEFACTIVE KE ARGUMENT-POSITION DALAM KALIMAT PASIF BITRANSITIF PADA RAGAM BAHASA LISAN ANAK USIA PRASEKOLAH Prihatini, Arti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.45 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.7045

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah perpindahan frasa nomina (FN) benefactive  ke Argument-Position (A-Position) pada kalimat pasif bitransitif tanpa delisi pada anak usia prasekolah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus deskriptif. Data penelitian ini adalah perpindahan FN ke A-Position pada kalimat pasif bitransitif tanpa delisi yang bersumber dari tuturan lisan anak usia prasekolah di Kelas B-Lion TK Laboratorium UM. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik perekaman dan catatan lapang. Analisis data terdiri atas tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia prasekolah dapat memindahkan frasa nomina benefaktif ke argument-position dengan disertai penyesuaian berupa perubahan imbuhan verba aktif menjadi verba pasif yang berimbuhan di-. Anak juga mempertimbangkan kebernyawaan (animacy) dalam proses perpindahan frasa nomina benefactive dan dalam penyusunan urutan kata dalam kalimat hasil perpindahan tersebut. Perpindahan yang dilakukan tidak melanggar subjacency condition.
BAHASA TIDUNG DI KALIMANTAN UTARA: SEBUAH TINJAUAN DARI PERSPEKTIF DIAKRONIS Aqromi, Nur Lailatul; Hendrawan, Faldi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.387 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5803

Abstract

ABSTRACTKalimantan island has been known as one of the largest island whose many tribe languages, one of them is Tidung language spoken by Dayak Tidung Tribe. Mostly Dayak tribes language is the descendant of Proto Melayu Polinesia, then this paper tries to analyze the relationship of the language by reflected the alteration either retention or innovation of Proto Melayu Polinesia to Tidung Language by using top down external reconstruction technique. First by introducing and explaining the rule of language alteration from Proto Melayu Polinesia to Tidung Language. Then proposing the steps of the alteration either in lexical or phonological level. Lastly, the conclusion can be reached that some vocabularies of Tidung Language is reflected from Proto Melayu Polinesia Language through retention and innovation. Key Words : Tidung Language, Proto Melayu Polinesia, Historical Comaparative Linguistics. ABSTRAKPulau Kalimantan dikenal sebagai salah satu pulau terbesar yang kaya akan berbagai macam Bahasa Daerah, salah sataunya adalah Bahasa Tidung dari suku Dayak Tidung. Sebagain besar bahasa-bahasa Suku Dayak merupakan turunan dari bahasa Proto Melayu Polinesia, oleh karena itu kemudian penelitian ini tertarik untuk menganalisis hubungan tersebut dengan melihat refleksi bahasa Proto Melayu Polinesia ke Bahasa Tidung melalui retensi dan inovasi yang terjadi. Adapun analisis dilakukan dengan teknik rekonstrusi  top-down. Bagian pertama penelitian ini menjelaskan tentang hukum perubahan dari Proto Melayu Polinesia ke Bahasa Tidung kemudian menjelaskan langkah-langkah perubahan tersebut baik dari tataran leksikal maupun fonologi. Kemudian di akhir penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat beberapa kata dari Bahasa Tidung yang merupakan refleksi dari Proto Melayu Polinesia baik melalui proses retensi maupun inovasi.Kata Kunci : Bahasa Tidung, Proto Melayu Polinesia, Linguistik Historis Komparatif.
KARAKTER PERSONA DALAM SURAH TA-HA TENTANG KISAH NABI MUSA A.S MELALUI PENDEKATAN ENDOFORA Kurniawan, Dian Cahyo; Nababan, Mangatur Rudolf; Santosa, Riyadi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.421 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.6297

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sifat atau karakter persona melalui sikap dan tindakan partisipan dalam surah Ta-ha melalui pendekatan endofora. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa frasa dan klausa dalam surah Ta-Ha yang diambil dari situs www.altafsir.com, Yordania. Teknik purposive sampling digunakan  untuk mengklasifikasikan data sesuai pertanyaan penelitian, kemudian ditabulasikan kedalam domain menurut konteks makna ayat. Metode pengumpulan data adalah teknik simak catat dan dikaji dengan analisis isi dokumen (contents analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter persona dalam empat domain teks, terungkap melalui pendekatan referensi endofora, dengan rincian: 1) Allah SWT bersifat Maha Kuasa, Pengasih, Penyayang, mengetahui; 2) patuh, takut dan keras; 3) Harun : patuh dan sabar; 3) Fira’un : melampaui batas, keras hatinya; 4) Bani Israel : cenderung sesat dan ingkar. Kata Kunci: karakter persona, kisah Musa, surah Ta-Ha, referensi endofora Abstract: This research aims to describe the personal character based on the attitude and behaviour of participants in surah Ta-ha through endhopora references. The method used is descriptive qualitative with data research is phrases and clauses in surah Ta-Ha, retrieved from www.altafsir.com, Jordania. Purposive sampling technique used to classify the research data based on the research question. Data is gathers in the text domain, based on the contexts of ayah. The data collecting is observes and notes technique then data analyze with content analysis. The result shows that personal characters in four domain in surah Ta-ha has reveal by endhopora reference. The personal character in details : 1) Allah SWT : Almighty, Beneficent and Merciful, Omniscient; 2) Moses :  obedient, apprehensive, persistent; 3) Aaron : obedient, patient; 3) Pharaoh : repressive, stubborn; 4) Israel sons : misguided and apostatize. Keywords: Personal character, Moses story, Surah Ta-Ha, endhopora reference
THE ACCEPTABILITY OF RHETORICAL QUESTION TRANSLATION IN FIVE ON A TREASURE ISLAND BY ENID BLYTON Yulinda, Pathy; Nababan, Mangatur Rudolf; Djatmika, Djatmika
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.934 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5957

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi pertanyaan retoris dan mendeskripsikan kualitas terjemahan, khususnya pada tingkat keberterimaan dalam novel Five On A Treasure Island karya Enid Blyton dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia Lima Sekawan Di Pulau Harta yang diterjemahkan oleh Agus Setiadi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui analisis konten dan focus group discussion (FGD). Hasil temuan pada penelitian ini terdapat 14 fungsi pertanyaan retoris dari 177 data yang ditemukan, yaitu memastikan (71 data), menunjukkan rasa heran/kaget (36 data), menekankan fakta yang sudah diketahui (12 data), menyarankan (11 data), mengajak (10 data), menunjukkan keragu-raguan/ketidakpastian (8 data), menunjukkan kekaguman (8 data), memerintah (6 data), meminta (4 data), menunjukkan rasa marah (3 data), menunjukkan kebingungan (3 data), mengeluh (2 data), memperkenalkan topik baru (2 data), dan mengingatkan (1 data). Terdapat 9 fungsi baru pertanyaan retoris yang ditemukan dalam penelitian ini yang sebelumnya belum disebutkan oleh Larson (1998) dan hasil FGD menunjukkan bahwa kualitas terjemahan pertanyaan retoris, khususnya tingkat keberterimaan, menghasilkan terjemahan dengan kualitas yang cukup baik atau berterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertanyaan retoris merepresentasikan banyak fungsi dalam sebuah percakapan dan untuk penerjemah, dalam menerjemahkan pertanyaan retoris sebaiknya memahami maksud pertanyaan retoris pada teks bahasa sumber dengan baik.  Kata kunci: pertanyaan retoris, penerjemahan, kualitas terjemahan, keberterimaan AbstractThis study aims to identify the function of rhetorical questions and to describe the quality of the translation in terms of acceptability on the novel of Five On A Treasure Island by Enid Blyton and its Indonesian translation Lima Sekawan Di Pulau Harta translated by Agus Setiadi. The research method used in this study is a descriptive qualitative with content analysis and focus group discussion (FGD). The findings are:  there are 14 functions of rhetorical questions from 177 data identified, namely: to confirm (71 data), to show surprise (36 data), emphasize a known fact (12 data), to suggest (11 data), to persuade (10 data), to show uncertainty (8 data), to show amazement (8 data), to command (6 data), to request (4 data), to show angry (3 data), to show confusion (3 data), to complain (2 data), to introduce a new topic (2 data), and to admonish (1 data). There are 9 new functions of rhetorical questions that have not been identified from Larson’s concept (1998) and from FGD shows the quality of rhetorical questions translation in terms of acceptability of the novel is high quality translation. The results of this study is rhetorical question represents many functions in conversation and the translator should be wisely in understanding the intention of rhetorical questions in the source text. Keywords: rhetorical question, translation, quality of translation, acceptability

Page 9 of 46 | Total Record : 451