cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS VII1 SMP NEGERI 1 MEMPURA TAHUN AJARAN 2016 – 2017 Praftiah, Praftiah
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa SMP N 1 Mempura melalui penerapan Problem Solving dan Mendapatkan bukti-bukti bahwa penerapan Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa SMP N 1 Mempura. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan hipotesis tindakannya adalah melalui penerapan Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VII.1. Data dikumpulkan melalui lembaran observasi yang di gunakan untuk melihat perubahan hasil belajar siswa dengan menggunakan media gambar dari siklus I ke siklus II dan ke siklus III. Hasil penelitian ini  adalah Penggunaan metodei Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII1 pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Sosial di SMPN 1 Mempura Kecamatan Mempura Kabupaten Siak.
ANALISIS KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH Umari, Tri; Yakub, Elni
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai analisis kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling disekolah. Kompetensi yang akan diteliti adalah kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling di sekolah yang mengacu pada Standar Kompetensi berdasarkan Permendiknas RI No. 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) gambaran umum kompetensi guru BK di sekolah, 2) kompetensi guru BK dalam pengumpulan data (asesmen BK), 3) kompetensi guru BK dalam menyusun program BK di sekolah, 4)  kompetensi guru BK dalam melaksanakan layanan BK di sekolah, 5) kompetensi guru BK dalam penilaian pelaksanaan layanan BK di sekolah, 6) kompetensi guru BK dalam melaksanakan etika profesi BK di sekolah, 7) kompetensi guru BK dalam melaksanakan penelitian BK.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, data yang dikumpulkan  adalah tentang kompetensi profesional guru BK di sekolah melalui instrumen skala kompetensi. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa hanya separuh dari guru BK di sekolah yang memiliki kompetensi profesional sesuai dengan yang diharapkan, baik dalam pengumpulan data, penyusunan program BK di sekolah, melaksanakan layanan BK, penilaian pelaksanaan BK, melaksanakan etika profesional BK, dan dalam melaksanakan penelitian. Berdasarkan temuan penelitian ini, maka peneliti menyarankan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Riau agar memberi kesempatan pada guru-guru BK di sekolah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tentang bimbingan dan konseling di sekolah
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA INDONESIA SERTA PERKEMBANGAN IDEOLOGI PANCASILA PADA MASA ORDE LAMA, ORDE BARU DAN ERA REFORMASI Dewi, Sandra; Utama, Andrew Shandy
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa sebenarnya merupakan perwujudan dari nilai-nilai budaya milik bangsa sendiri yang diyakini kebenarannya. Pancasila digali dari budaya bangsa yang sudah ada, tumbuh, dan berkembang berabad-abad lamanya. Rumusan masalahnya adalah bagaimanakah sejarah dan perkembangan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia? Bagaimanakah perkembangan ideologi Pancasila pada masa Orde Lama? Bagaimanakah perkembangan ideologi Pancasila pada masa Orde Baru? Bagaimanakah perkembangan ideologi Pancasila pada Era Reformasi? Pembahasannya adalah pada awalnya, konsep Pancasila dapat dipahami sebagai common platform bersama bagi berbagai ideologi politik yang berkembang saat itu di Indonesia. Nilai integratif Pancasila mengandung makna bahwa Pancasila dijadikan sebagai sarana pemersatu dalam masyarakat dan prosedur penyelesaian konflik. Pada masa Orde Lama, pada masa Presiden Soekarno, Pancasila mengalami ideologisasi. Pada masa Orde Baru, pada masa Presiden Soeharto, bangsa Indonesia kembali menjadikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara. Era Reformasi yang diharapkan sebagai era pembaruan memberikan angin segar bagi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia diharapkan kembali mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, faktanya justru pada Era Reformasi ini bangsa Indonesia dirasakan semakin jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila. Rakyat Indonesia mengalami degradasi moral dan cenderung liberalis karena pengaruh globalisasi. Tindak pidana korupsi dilakukan secara terang-terangan seolah-olah telah membudaya di Indonesia.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LISTENING SISWA MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL BAGI SISWA SMP N 1 MEMPURA KELAS IX.5 DENGAN MENGGUNAKAN DVD (DIGITAL VIDEO DISC) TAHUN AJARAN 2017/2018 Gustina, Novi
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  Meningkatkan kemampuan mendengarkan dalam bahasa inggris bagi siswa  kelas IX.5 SMPN  1 Mempura melalaui media Audio-Visual. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan hipotesis tindakannya adalah dengan penggunaan  media Audio-Visual dapat Meningkatkan kemampuan mendengarkan dalam bahasa inggris bagi siswa  kelas IX.5 SMPN  1 Mempura. Data dikumpulkan melalui lembaran observasi yang di gunakan untuk melihat perubahan  kemampuan mendengarkan dalam bahasa inggris bagi siswa  kelas IX.5 SMPN  1 Mempura dari siklus I ke siklus II.  Hasil penelitian ini  adalah terjadi peningkatan Kemampuan mendengarkan siswa kelas IX.5 SMP N 1 Mempura   melalui Audio-Visual dari siklus I ke siklus II sebesar 36,33%.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PKN SISWA KELAS XII SMA NEGERI 5 PEKANBARU TAHUN AJARAN 2015-2016 Emyati, Emyati
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar PKn Siswa di kelas XII SMA Negeri 5 Pekanbaru Tahun Ajaran 20015-20016. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah kelas XII SMA Negeri 5 Pekanbaru Tahun Ajaran 20015-20016 yang berjumlah sebanyak 44 siswa. Variabel yang diukur adalah Penggunaan Model  Pembelajaran Talking Stick, motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui lembar observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa dan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemui adanya peningkatan prestasi belajar PKn siswa dari motivasi belajar yang didapatkan siswa, dengan menggunakan Penggunaan Model  Pembelajaran Talking Stick yang dilaksanakan 2 siklus, pada siklus I motivasi belajar siswa mencapai nilai rata-rata 70% sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 83%. Kondisi ini menunjukkan bahwa Penggunaan Model  Pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan motivasi belajar PKn siswa kelas XII SMA Negeri 5 Pekanbaru Tahun Ajaran 2015-2016.
ANTROPOLOGI ORANG LAUT (DESIN DOLAK) KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU NEGARA INDONESIA (SUATU SUKU BANGSA BESAR YANG TERTULIS DALAM SEJARAH NAMUN KEBERADAANNYA SEOLAH LENYAP) Haryono, Haryono
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian antropologi sangat memperhatikan aspek sejarah dan penjelasan menyeluruh untuk menggambarkan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial ilmu hayati (alam), dan juga humaniora. (Birx, James. H. 2011). Antropologi Orang Laut dalam tulisan ini memberi gambaran tentang Orang Laut Indragiri Hilir berdasarkan 7 Unsur Kebudayaan dalam Antropologi, yaitu : Bahasa, Sistem Pengetahuan, Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial, Sistem Peralatan Hidup atau Teknologi, Sistem Mata Pencaharian, Sistem Religi dan Kesenian. Tulisan ini dibuat agar pembaca memahami Orang Laut secara holistik terutama di Indragiri Hilir. 7 Unsur Kebudayaan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat menjadi pedoman penulis dalam mengklasifikasikan Orang Laut di Indgragiri Hilir, Orang Laut dalam konteks ini adalah Desin Dolak jika diterjemahkan (Desin = Orang, Dolak = Laut). Dahulu pernah digunakan Isilah Duanu tetapi saat ini penggunaan telah kembali kepada istilah Desin Dolak/ Orang Laut sebenarnya agar melekat semua akar sejarah yang pernah terlepas. Hasil kajian ini menemukan kesimpulan terbaru yang menyatakan (1). Desin Dolak/ Orang Laut Indragiri Hilir memiliki Bahasa Asli yang dipakai sendiri oleh kelompok masyarakat Orang Laut di Indragiri Hilir, namun terdapat beberapa kalimat serapan yang dipakai dari kalimat arab dan inggris, beberapa kalimat itu memiliki arti yang sama, namun beberapa kalimat memiliki penyebutan sama, namun telah berubah makna. (2). Sistem pengetahuan Orang Laut terkait dengan menjaga lingkungan sekitarnya yang akhirnya menjadi kearifan lokal bagi penyelamatan lingkungan sekitarnya. (3). Sistem Kemasyarakatan Orang Laut pada masa lalu juga terikat dengan sistem Kesultanan pada masa lampau yang  menjabat sebagai Panglima dan Laksemana, Orang Laut kehilangan struktur masyarakat/ Organisasi Kemasyarakatan, memasuki Orde Lama hingga Orde Baru, pada 2014 Muncul LABBOLI (Lembaga Adat Bahasa dan Budaya Orang Laut Indonesia) yang merupakan embrio lahirnya LABOLI (Lembaga Adat Bangsa Orang Laut International), mengaplikasikan dengan pembaharuan struktur baru kemasyarakat atau Oranisasi Sosial Orang Laut. (4). Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi Orang Laut tradisional terbuat dari alam secara langsung terutama pengolahan kayu-kayu baik untuk dijadikan sampan ataupun pengayuh, untuk alat produksi Orang Laut merupakan kelompok masyarakat penyedia bahan mentah bukan pada tatanan produksi, dalam mendapatkan bahan mentah ini Orang Laut menggunakan papan tongkah, jaring, rawai, belat, dll. (5). Pada masa lalu Orang Laut menjalankan kehidupan ekonominya melalui sistem barter melalui pola penukaran hasil laut dengan bahan yang tidak dimiliki Orang Laut masa itu, Sistem Mata Pencaharian Orang Laut tentu terkait dengan kehidupan bahari dan kebutuhan pokok lingkungan sekitar tinggalnya (6). Awal mula keberadaanya sebelum memeluk Islam Suku Laut atau Orang Laut adalah kelompok masyarakat yang menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme, yang saat ini dapat terlihat pada ritual pengobatan, nyanyian (denden) dan aplikasi hidup lainnya yang terlihat pada kehidupan beberapa masyarakat Suku Laut itu sendiri. Namun persebatian dengan melayu saat ini membuat  mayoritas masyarakat Suku Laut Indragiri Hilir beragama Islam dalam pesentase 99,9 %. (7). Kesenian Suku Laut atau Orang Laut terbagi dalam beberapa hasil karya, diantaranya Seni Suara, Terdiri dari ; Bedenden, Jampi dan Panten. Seni Rupa, yaitu ; Motif Batik Orang Laut Asli, Seni Tari, yaitu ; Joged Betungkan, Seni Sastra Lisan ; Cerita Rakyat Dol, Hikayat Seri Bijawangsa.
DAMPAK EKSISTENSI NILAI PEDULI LINGKUNGAN HUTAN LARANGAN ADAT KAMPAR TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT (Studi kearifan lokal hutan adat Kampar terhadap kehidupan sosial budaya dan ekonomi di Rumbio) Kamaruddin, Kamaruddin; Yuliantoro, Yuliantoro; Ahmal, Ahmal
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan dampak dari eksistensi nilai peduli lingkungan masyarakat adat Kampar terhadap hutan larangan adat di Kenegerian Rumbio dalam aspek kehidupan ekonomi dan sosial budaya. Data diperoleh dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berupa, observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi terkait dengan wilayah penelitian berupa keadaan desa, kehidupan sosial budaya masyarakat dan kehidupan ekonomi masyarakat desa, wawancara dengan pemuka adat, tokoh masyarakat pelaku usaha dan masyarakat sekitar dengan teknik wawancara mendalam serta snowball sumpling agar data yang diperoleh dapat maksimal, serta dokumentasi untuk mendukung data yang diperoleh seperti laporan dari pemerintahan desa, laporan pelaku usaha atau karya penelitian akademis dari ahli. Analisis data menggunakan metode analisis Miles & Huberman seperti Reduksi data, data display, Verifilasi/ kesimpulan kemudian validasi data Triangulasi, Member Check dan Exspert Opinion. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut, 1. Dalam Aspek budaya terjadinya revitalisasi peran ninik mamak dalam memperkokoh jati diri adat, Berdirinya yayasan Pelopor sebagai wadah pelestari budaya dan adat istiadat dan dibentuknya SPKP sebagai lembaga penyuluhan adat di Kenegrian Rumbio, 2. Dalam aspek Ekonomi yaitu terbukanya usaha baru seperti usaha depot air minum, menjadi wilayah produksi ikan kolam dan produksi padi sawah terbesar di Kabupaten Kampar (BPS Kabupaten Kampar, 2016) serta wadah kreatif anak muda dalam meningkatkan pendapatan bidang wisata.
KEBERHASILAN SEKOLAH ADIWIYATA SMP NEGERI 2 DI TINGKAT PROVINSI DAN MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA TINGAT NASIONAL Insani, Putri
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian di lakukan dengan pendekatan kualitatif dikarenakan penelitian ini ingin mengungkap secara komprehensif tentang Sekolah Adiwiyata di SMPN 2 Pujud. Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis suatu objek yang alami.Tujuan penelitian ini adalah:1)Untuk mengetaui bagaimana carannya SMPN 2 Pujud bisa lolos Adiwiyata Tingkat Kabupaten. 2) Untuk mengetahui bagaimana caranya SMPN 2 Pujud bisa lolos Adiwiyata tingkat Provinsi. 3) Untuk mengetahui Persiapan apa saja yang dilakukan SMPN 2 Pujud dalam Menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat NasionalAspek yang diukur dalam menilai keberhasilan tindakan adalah Penilaian Adiwiyata Tingkat Kabupaten minimal memperoleh nilai 56,namun Tim penilan Kabupaten menetapkan penerimaan penghargaan Tingkat Adiwiyata Kabupaten apa bila memperoleh nilai minimal 56, namun SMPN 2 Pujud, berdasarkan SK Bupati Rokan Hilir No 497 tahun 2016 memperoleh nilai 65 dan sudah melebihi KKM. Untuk itu SMPN 2 Pujud layak untuk melanjutkan Tingkat Provinsi.Penilaian Tingkat Provinsi Minimal memperoleh Nilai 65, namun Berdasarkan SK Gubernur Riau No.Kpts.577/VII/2017 tanggal 17 Juli 2017 maka SMP N 2 Pujud memperoleh nilai 72,5 dan sudah melewati KKM untuk bisa ikut Adiwiyata Tingkat Nasional. Untuk penilaian Tingkat Nasional  memperoleh nilai minimal 72, dari hasil yang diperoleh tingkat Provinsi SMPN 2 sudah mendapat stantas kelulusan Tingkat Nasional.Mudah-mudahan SMP N 2 Pujud bisa mempertahankan nilai tersebut dan kalu bisa melebihi nilai dari 72, dan  menjadi Adiwiata Tingkat Nasional, Amin. Penilian Adiwiyata Tingkat Nasional diperkirakan bulan 7 atau 8 akan dilaksanakan mudah-mudahan berhasil.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DENGAN PERAGAAN RANDAI KUANSING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PKN SISWA KELAS X. 7 SMA NEGERI 5 PEKANBARU ELMIDA, ELMIDA
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar PPKn pada siswa Kelas X-7 SMA Negeri 5 Pekanbaru Tahun Ajaran 2015-2016 dengan menggunaan Model  Pembelajaran Role Playing dengan peragaan randai kuansing. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah Kelas X. 7 SMA Negeri 5 Pekanbaru Tahun Ajaran 2015-2016 yang berjumlah sebanyak 41 siswa. Variabel yang diukur adalah Penggunaan Model  Pembelajaran Role Playing dengan peragaan randai kuansing, motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui lembar observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa dan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemui adanya peningkatan prestasi belajar PKn siswa dari motivasi belajar yang didapatkan siswa, dengan menggunakan Penggunaan Model  Pembelajaran Role Playing dengan peragaan randai kuansing yang dilaksanakan 2 siklus, pada siklus I motivasi belajar siswa mencapai nilai rata-rata 72% sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 89%. Kondisi ini menunjukkan bahwa Penggunaan Model  Pembelajaran Role Playing dengan peragaan randai kuansing dapat meningkatkan motivasi belajar PKn siswa Kelas X.7 SMA Negeri 5 Pekanbaru Tahun Ajaran 2015-2016
PENGGUNAAN MEDIA TEKA TEKI SILANG DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX.4 PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMPN 1 MEMPURA KECAMATAN MEMPURA KABUPATEN SIAK TAHUN AJARAN 2015/2016 Sandi, Santi Pradila
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Peningkatan  Hasil Belajar IPS Melalui Penggunaan  Media Teka Teki Silang  Siswa Kelas IX.4 SMPN Negeri 1 Mempura Kec. Mempura Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan hipotesis tindakannya adalah dengan penggunaan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzl pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivits siswa dan hasil belajar siswa kelas IX.4 Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Mempura Kecamatan Mempura Kabupaten Siak tahun pelajaran 2015 – 2016. Data dikumpulkan melalui lembaran observasi yang di gunakan untuk melihat perubahan aktivitas belajar siswa, aktivitas guru dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan strategi crossword puzzl pada mata pelajaran IPS dari siklus I ke siklus II.  Hasil penelitian ini menunjukkan hasil belajar siswa, aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru mengalami peningkatan sejak siklus I, peningkatan ini berlanjut pada siklus II dan pada siklus III mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Page 9 of 10 | Total Record : 91