cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
MANFAAT PSIKOLOGI MENGATASI KENAKALAN REMAJA DALAM PENDIDIKAN EZRIANI, EZRIANI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk mengatasi kenakalan remaja dalam pendidikan dan pembelajaran. Dalam hubungannya dengan siswa, keluarga, lingkungan dan sekolah sehingga bisa orangtua, lingkungan, sekolah, mengerti bagaimana mengatasi kenakalan remaja, misalnya. Ada empat permasalahan yang harus diperhatikan orangtua, lingkungan dan sekolah, yang mana hal ini saling berkaitan, yaitu dalam pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Dengan memahami karakteristik remaja, orangtua dan pendidik bisa menanggulangi dan memanfaatkan teori yang ada dalam psikologi pendidikan dan perkembangan, sehingga dapat mengatasi kenakalan remaja.
PELUANG MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DARI PRAKSIS STRATEGI ACTIVE DEBATE PADA PEMBELAJARAN PKn SD Hendrizal, Hendrizal
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengulas peluang meningkatkan segi aktivitas belajar bagi peserta didik dari praksis strategi active debate dalam ranah pembelajaran PKn di SD. Hal ini dengan tujuan memberi wawasan kepada warga bangsa (khususnya yang berkiprah di dunia pendidikan dalam pembelajaran PKn di SD) untuk: memahami hakikat strategi active debate; memahami tahapan implementasi strategi active debate di dalam ranah pembelajaran PKn SD; dan mengetahui praksis implementasi strategi active debate pada ranah pembelajaran PKn di SD dalam usaha meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Pada tataran praksis, selanjutnya, diharapkan insan pendidikan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sebagai acuan pendidikan dan pedoman dalam melakukan kegiatan pembelajaran PKn SD. Disarankan kepada insan pendidikan untuk pentingnya menyadari bahwa strategi active debate dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif variasi di dalam penyelenggaraan pembelajaran PKn. Sebab, strategi active debate tersebut bisa diharapkan membuka peluang meningkatkan sisi aktivitas dan sekaligus hasil belajar para peserta didik.
MENGUPAS HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA YUNITASARI, DUKHA
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengupas hakikat manusia sebagai makhluk pendidikan dengan pisau pandangan filsafat. Hal ini dengan tujuan memberi wawasan kepada para pihak yang berkiprah di dunia pendidikan untuk semakin memahami hal-hal berikut: pandangan filsafat tentang hakikat manusia dalam pendidikan; implikasi pandangan filsafat tentang hakikat manusia dalam ilmu pendidikan; dan implikasi pandangan filsafat tentang perilaku manusia dalam pendidikan, khususnya membentuk kepribadian manusia. Perlu diketahui bahwa guna terwujudnya nilai-nilai manusiawi dalam kompleksitas kehidupan dan dalam dunia pendidikan khususnya, mutlak diperlukan kejelasan dan bahkan kepastian terpahaminya manusia sebagai makhluk yang manusiawi. Pemahaman dan selanjutnya perlakuan terhadap manusia itu sendiri sangat diperlukan melalui pengertian filosofis tentang harkat martabat manusia. Pada tataran praksisnya, selanjutnya, diharapkan agar para insan pendidikan dapat menerapkan pandangan filsafat itu dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Disarankan kepada praktisi pendidikan untuk semakin menyadari bahwa peserta didik sebagai manusia harus dipandang sebagai makhluk yang unik sekaligus istimewa, serta harus diperlakukan secara manusiawi juga.
Hubungan Pendayagunaan Media Pembelajaran Mata Pelajaran Geografi dengan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri Kota Pekanbaru TA. 2006/2007 Ibrahim, Bedriati
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui (a) untuk mengetahui sejauh mana kemampuan guru SMA Negeri dalam menggunakan media pembelajaran mata pelajaran geografi di Kota Pekanbaru, (b) untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa dalam pelajaran geografi, (c) untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara penggunaan media pembelajaran mata pelajaran geografi oleh guru SMA Negeri Kota Pekanbaru terhadap hasil belajar siswa. Terdapat 54 guru geografi yang menjadi sampel di SMA Negeri di Kota Pekanbaru dimana 49 orang atau sekitar 91% yang mengembalikan angket dan sekitar 9% atau sebanyak 5 orang yang tidak mengembalikan angket. Dari hasil informasi yang tidak mengembalikan angket karena dua orang guru berhalangan hadir, dua orang guru sedang cuti dan satu orang lagi tidak hadir pada saat peneliti mengambil angket yang telah disebarkan sebelumnya. Sebagian besar guru mata pelajaran geografi telah menyiapkan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar adalah sebesar 81,64%.Guru-guru mata pelajaran geografi di SMA Negeri Kota Pekanbaru telah menggunakan media pembelajaran sebesar 71,43%. Sebagian besar guru-guru mata pelajaran geografi di SMA Negeri Kota Pekanbaru selalu menggunakan media pembelajaran cukup baik yakni sebesar 93,88%. Selain itu pula sebagian besar guru-guru kebanyakan menggunakan peta sebagai media pembelajaran yang efektif yakni sebesar 67,35%. Untuk menyatakan terjadinya hubungan antara kedua variabel X dan Y, maka diperlukan koefisien korelasi dengan menggunakan rumus product moment. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga r : 0,43 dengan taraf signifikasi 5% = 0,281 dan pada taraf  r1%=0,364. Hal itu berarti terdapat hubungan yang berarti antara penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran geografi oleh guru terhadap hasil belajar siswa pada SMA Negeri Pekanbaru selama tahun ajaran 2006/2007.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK BERBASIS KARAKTER UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KHAIRI, ASHABUL
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini terkait penerapan sistem pembelajaran yang berorientasi pada pem-bentukan karakter peserta didik yang menjadi tumpuan harapan bagi kelangsungan pembangunan bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya suatu harapan bahwa pembelajaran berkarakter mampu menanggulangi masalah kemerosotan moral yang terjadi pada generasi muda. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan model yang tepat dalam mengajar sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter yang luhur, termasuk upaya pengembangan berbagai macam media pembelajaran. Melalui media pembelaja-ran hendaknya nilai-nilai karakter dapat ditumbuhkan, karena media tidak hanya menjadi faktor penting dalam menyampaikan informasi materi pelajaran namun juga berisi muatan pesan-pesan moral bagi siswa. Ini terkait dengan pembentukan akhlak yang bertujuan mencerdaskan sekaligus membentuk manusia sebagai pribadi yang berkarakter. Karena itu dilakukan pengembangan media komik berbasis karakter. Untuk memenuhi tujuan penelitian, maka penelitian ini didesain dengan menggunakan pen-dekatan research and development (R&D).
MEMETIK PELAJARAN DARI SISTEM PENDIDIKAN MESIR UNTUK PENINGKATAN PENDIDIKAN INDONESIA Yunitasari, Dukha
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bermaksud mengulas dan memetik pelajaran dari sistem pendidikan Mesir. Hal ini dengan tujuan memberi ilmu pengetahuan kepada warga bangsa yang berkiprah di dunia pendidikan dalam tiga hal berikut: bagaimana sesungguhnya potret sistem pendidikan Mesir, bagaimana perbandingan sistem pendidikan Mesir dengan sistem pendidikan Indonesia ataupun negara lain, dan apa pelajaran yang dapat dipetik dari praktek penyelenggaraan sistem pendidikan Mesir. Poin penting yang diulas dalam konteks sistem pendidikan Mesir ini adalah landasan filsafat pendidikan, politik dan tujuan pendidikan, struktur dan jenis pendidikan, jenis-jenis sekolah, dan manajemen pendidikan di Mesir. Kemudian poin-poin itu diperbandingkan dengan sistem pendidi-kan Indonesia dan Cina. Beberapa poin penting yang terkait dengan sistem pendidikan Mesir tersebut perlu menjadi perhatian kita dan diambil pelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
PENGARUH MUSIK DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP SISWA ZAMIL, ILHAM
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning requires a proper learning atmosphere so that learning objectives can be achieved. The right learning environment can be seen from the learning environment. The learning environment should be designed as comfortable as possible so that students can follow the lessons well. Conducive learning environment needs to be created by teachers. Create a learning environment can use many methods, one of which is to use the music. This refers to the type of student learning is the type of audio learning, the type of learning that use certain music. Conducive learning environment and the use of certain music contribute to the implementation of learning.
HAKIKAT PENDIDIKAN BERDASARKAN KEBUTUHAN USIA Lase, Famahato
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan belajar setiap individu berdasarkan usia berbeda-beda. Anak usia dini berbeda kebutuhannya dengan anak usia sekolah dasar, remaja dan dewasa. Setiap pembelajaran yang dirancang selalu dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan yang didasarkan pada kebutuhan (needs) peserta didik. Dari berbagai hal dimaksud, maka salah satu di antaranya adalah kebutuhan belajar yang berbeda-beda berdasarkan usia. Kebutuhan umur yang sama pun berbeda-beda. Oleh karena itu dalam merancang pembelajaran, pendidik perlu melakukannya sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik.
PEMBELAJARAN INDIVIDUAL DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ', MULYADI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pembelajaran individual merupakan “terjemahan” dari Indivualized Educa-tional Program (IEP). IEP merupakan rumusan program pembelajaran yang disusun dan dikembangkan menjadi suatu program yang didasarkan atas hasil asesmen terhadap kemampuan individu anak. Program pembelajaran individual mengacu kepada sasaran utama, yaitu annual goals. Untuk program semacam ini diperlukan perumusan tujuan pembelajaran khusus dengan menggunakan kata kerja operasional (umumnya lebih mengutamakan ranah psikomotor daripada ranah kognitif atau afektif) untuk setiap tujuan yang akan dicapai dalam program pembelajaran, mulai proses kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan pengamatan sehari-hari diketahui bahwa anak “tuna” juga sering menunjukkan karakteristik perilaku tersendiri yang berbeda dengan orang normal. Perilaku khusus tersebut muncul sebagai kompensasi dari ketunanetraannya. Seseorang berkembang karena perasaan rendah diri (inferior) dan perasaan inilah yang mendorong seseorang bertingkah laku mencapai rasa superior, sehingga perkembangan itu terjadi.
MENGEMBANGKAN NASIONALISME KEBANGSAAN MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER NURHARMI, NURHARMI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini berangkat dari masalah nasionalisme dan pendidikan karakter. Hal itu tidak terlepas dari menajerial kepemimpinan dalam sistem politik, kekuasaan dan peme-rintahan suatu negara tertentu. Banyak orang membicarakan “manajerial kepemimpinan pendidikan”, tetapi hanya menguraikan manajemen, berbicara gaya pemerintah, mem-berikan pidato mengenai timbulnya kekacauan. Kekacauan itu tak pernah habis dan berhenti dalam kehidupan manusia. Demokrasi sebagai agenda reformasi sejak tahun 1998 sudah konsensus bangsa dan negara berlandaskan UUD 1945. Hal itu sudah merupakan mendasar diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa. Tetapi pengem-bangan paradigma sistem politik yang demokratis, di satu pihak memberikan harapan yang mengutamakan aspek procedure dari tujuan, di lain pihak membawa ekses munculnya krisis multidimensional mencakup krisis ekonomi, kelembagaan, kepemim-pinan, krisis kebangsaan, korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) yang merajalela di berbagai level kekuasaan, dan krisis lainnya. Ada anggapan penyebabnya di antaranya dikatakan bahwa masyarakat Indonesia masyarakat majemuk, baik dari sisi suku, etnis, tempat tinggal yang kesuburan tanahnya, kondisi alamnya yang berbeda. Hal itu mempengaruhi kehidupan ekonomi, karakternya, menajerial kepemimpinan dan lainnya, baik secara individual maupun sosial. Kemudian, masyarakat Indonesia adalah masyarakat multikultural, plural budaya, adat istiadat, keagamaannya. Kedua itu tidak dapat dikatakan penyebab rawannya konflik sosial, konflik kebangsaan, manusianya ditentukan pula sistem yang dibuat. Lalu jika hal itu dianggap sakit, tidak normal, maka perlu diobati kalau ia memang sudah sakit. Sebab, jika gagal membangun karakter masyarakat yang toleran, demokratis, cinta damai, peduli sosial, bersahabat, serta bertanggung jawab, maka kehancuran sudah menghadang kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Page 7 of 10 | Total Record : 91