cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
HUBUNGAN KESEGARAN JASMANI DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 KUBUNG MASRUL, MASRUL
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa, karena jam pelajaran penjas orkes pada tengah hari (lewat jam 11.00 WIB) siang, sebagian siswa kurang menyenangi kegiatan olahraga, siswa tidak bersemangat melakukan aktivitas olahraga, jumlah peralatan penjas orkes tidak sebanding dengan banyaknya siswa, siswa kurang percaya diri dalam melakukan aktivitas olahraga, kesehatan fisik siwa yang kurang mendukung. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) hubungan kesegaran jasmani terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kubung Kabupaten Solok, (2) hubungan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kubung Kabupaten Solok, (3) Hubungan secara bersama-sama kesegaran jasmani dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kubung Kabupaten Solok. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 149 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling didapatkan sampel 25 orang siswa putra. Teknik analisis data menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kesegaran jasmani berhubungan dengan hasil belajar siswa putra SMA Negeri 1 Kubung Kabupaten Solok r hitung>r tabel (0,654>0,396), motivasi belajar siswa berhubungan dengan hasil belajar siswa putra r hitung>r tabel (0,453>0,396). Kesegaran jasmani berhubungan dengan hasil belajar siswa putra SMA Negeri 1 Kubung Kabupaten Solok r hitung>r tabel (0,488>0,413), motivasi belajar berhubungan dengan hasil belajar siswa putra r hitung>r tabel (0,420>0,413). Kesegaran jasmani dan motivasi belajar siswa bersama-sama berhubungan dengan hasil belajar siswa putra sebesar 51,5%. Kesegaran jasmani dan motivasi belajar bersama-sama berhubungan dengan hasil belajar siswa putri sebesar 76,9%.
MANAJEMEN SISTEM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MENENGAH UNIVERSAL MENUJU WAJIB BELAJAR 12 TAHUN DI KABUPATEN PESISIR SELATAN Sahnan, Muhammad
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Management emphasis on the human aspect as actors and policy implementers. In accordance with the concept of management, that person’s success or failure depends on the leadership of the extent to which he succeeded in managing the human resources that exist on organisation. Existing human resources should be managed effectively and be able to work together. Specifically examines the efforts of management in conjunction with management functions, can be implemented, especially in practices relating to the planning, implementation, and supervision. The results showed bring: (1) planning development program Universal Intermediate Education towards compulsory education 12 years in the South Coastal District of West Sumatra, beginning with the formulation of the vision and mission, requirements analysis, and preparation of planning, (2) the implementation of development programs towards reasonable Universal Intermediate Education compulsory education 12 years in the District South coast of West Sumatra has a procedure, namely organizing, parties involved in the development of intermediate education programs, identify the source of funds in the implementation of development programs and determining technique toward reasonable Universal Intermediate Education compulsory education 12 years, (3) Monitoring the Development Programme Universal Intermediate Education headed compulsory education 12 years in Coastal District South West Sumatra include monitoring and evaluation, and (4) Model Development System Management Universal Intermediate Education to the compulsory education 12 years on the South Coast, applying the principles of management, including planning, implementation, monitoring. In formulating planning beforehand adapt to change and analyze the needs doing SWOT analysis involving stakeholders (interested parties). In practice always forward commitment, cooperation, and team work is solid. Supervision is carried out through monitoring and evaluation.
APLIKASI TEORI BEHAVIORISTIK DALAM GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH ', SULASTRI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinannya dapat menggunakan gaya kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional berusaha untuk mencapai tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. Kepala sekolah harus mampu memberikan pengaruh, motivasi, meningkatkan kemampuan intelektual, dan memberikan perhatian kepada guru-guru. Kepala sekolah harus menciptakan lingkungan yang kondusif untuk terealisasinya rangsangan-rangsangan yang diinginkan.
ISU-ISU STRATEGIS DALAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS IRWANDI, IRWANDI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are actual issues in education in Indonesia nationally. These issues include cha-racter education, National Examination, curriculum changing, teachers’ competency inwritingscientific papers, educational infrastructure, and education management. The issues on character education are more emphasized on strategies for character education to be right on target. While the issue of National Exam focuses on the essence of implementation. The last three issues relate to the urgency of teachers’ scientific work, instructional media, and the arrangement of recruitment, career development, and teacher supervision system. All the above national education issues have implications for learning English as a foreign language in Indonesia. This article discusses issues of national education and its implications for learning English in foreign languages in Indonesia.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pemberdayaan Pegawai di SMA Negeri 8 Pekanbaru Rosmawati, Rosmawati; Umari, Tri
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Succeding of school organization in reaching target determined by leadership of the headmaster on powered potency of school personal. One of them is potency of school officer. This research target to know the headmaster leadership in order to enableness of school officer. And this research used descriptive methode in which explained how headmaster leadership in powered of school officer. Unit analyzes is a headmaster and school officer of SMA Negeri 8 Pekanbaru. Data gathering technique by holding interview with headmaster and school officer. The result of this research indicated that application of empowerment by influencing, moving and motivating. There are many strategies that used by the headmaster in powerment school officer, there are ; entangling the school officer in doing school program, executing supervision, entangling school officer in committee, giving reinforcement, giving opportunity in servicetraining, inculcating togetherness culture, and also create the atmosphere which conducive by equipping facilities create the clean and fresh environment.
PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA PEBRIYENNI, PEBRIYENNI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman terhadap tiga hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara siswa memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara siswa memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Mengingat begitu pentingnya kecerdasan emosional dan spiritual bagi individu untuk menemukan kebermaknaaan hidup yang sebenarnya maka para pendidik seharusnya sejak dini mengenali, memahami dan mengembangkan kecerdasan ini. Dengan pemahaman dan pengenalan sejak awal diharapkan upaya pembangunan karakter (character building) menghasilkan bangunan pribadi yang kokoh sebagai pijakan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas. Hal ini memerlukan kerja sama pendidik terutama guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang bersinergi dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK).
ANALISIS MASALAH –MASALAH BELAJAR YANG DI ALAMI OLEH SISWA KELAS AKSELERASI DAN UNGGULAN DI SMP NEGERI KOTA DUMAI Saam, Zulfan; Yakub, Elni
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis masalah-masalah belajaryang di alami oleh siswa kelas Akselerasi dan kelas Unggulan. Jenis penelitian ini adalahpenelitian deskriptif, alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Sampelyang diambil menggunakan teknik sensus atau total sampel yaitu berjumlah 123 orang.Data yang terkumpul di olah dengan analisa deskriptif dalam bentuk persentase. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa masalah belajar yang di alami oleh siswa kelas Akseleraasidan Unggulan yang utama adalah Kebiasaan dan Sikap Belajar belum baik. Apabila dilihatdari butir masalahnya, maka masalah yang paling dirasakan siswa akselerasi dalam 3urutan utama adalah; tidak betah belajar selama priode waktu yang lama, dalam belajaratau mengerjakan tugas tidak tahan lama melaksanakannya.Sedangkan 3 butir masalahyang utama di alami oleh siswa kelas unggulan secara berurutan adalah; tidak maumemberikan tanggapan sewaktu pelajaran berlangsung, catatan pelajaran tidak lengkapserta buku-buku pelajaran sulit dimengerti.Secara keseluruhan siswa kelas unggulan lebihtinggi rata-rata persentase masalahnya dibandingkan dengan kelas akselerasi. Artinyasiswa kelas unggulan lebih bermasalah dalam belajar dibanding dengan kelas Akselerasi.
STUDI TENTANG PERSEPSI DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP PROGRAM GERAKAN PAKAIAN RAPI DAN SOPAN DI FKIP UNIVERSITAS RIAU EDDISON, AHMAD
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is being done with regards to the dressing habits of students from Teacher Training and Science Education Faculty, University of Riau. Therefore, the above contributed to the author to explore and research this study entitled “The Study of Students’ Perceptions and Attitudes towards Decent and Presentable Dressing in Teacher Training and Science Education Faculty, University of Riau.” The formulation of the program in this study is how perceptions and attitudes of students from Teacher Training and Science Education Faculty, University of Riau towards the program of decent and presentable dressing. The purpose of this research was to determine the perceptions and attitudes of students toward the program of “Decent and Presentable Dressing”, Teacher Training and Science Education Faculty” also known as FKIP in University of Riau.This research was done in the premises of Teacher Training and Science Education Faculty, University of Riau. The population within this research was recorded as 779 people. The sampling method used in this research is known as descriptive qualitative method and was guided by the opinions of Suharsimi Arikunto, this research utilized only 10% out of a total of 779 people, resulting only in the figure of 78 people. The instrument used in this research consisted of a questionnaire running up to a total of 20 questions and an interview of 5 questions. The data collected was then analyzed using descriptive qualitative through percentages calculation. From the total percentage calculation of the total respondents, 59.65% (range scale between 50.01% - 75.00%) agreed to the idea of decent and presentable dressing in the vicinity of University of Riau. Thus, the hypothesis of this research toward Decent and Presentable Dressing in Teacher Training and Science Education Faculty, University of Riau is accepted and represented by 13 questions supporting a total of 20 questions in the questionnaire.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn DENGAN METODE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 23 PEKANBARU TAHUN 2016 Efnitawarni, Efnitawarni
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pengajaran yang selama ini dilakukan masih bersifat konvensional yaitu ceramah bervariasi. Patut diduga inilah yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan masalah tersebut maka dipendang perlu untuk dilakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan metode Picture and Picture. Apakah penggunaan metode Picture and Picture dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn materi pokok Norma-norma dalam Kehidupan Bermasyarakat pada kelas VII SMP Negeri 23 Pekanbaru?”. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar PKn dengan menggunakan metode Picture and Picture bagi siswa kelas VII A SMP Negeri 23 Pekanbaru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan sebanyak 2 siklus. Pada siklus I dilakukan 2 kali pertemuan dan pada siklus II dilakukan 2 kali pertemuan juga.  Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar pada tiap siklus. Peningkatan ketuntasan belajar siswa tersebut terjadi secara bertahap, dimana pada tahap siklus I terdapat 27 siswa yang tuntas dalam belajarnya atau 64,29 %, setelah dilakukan perbaikan melalui metode Picture and Picture. Pada siklus II tindakan perbaikan lanjut, hasil belajar siswa meningkat menjadi 95,23 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode Picture and Picture dapat meningkatkan hasil belajar PKn Siswa Kelas VII A SMP Negeri 23 Pekanbaru tahun 2016.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMPERKUAT KARAKTER BANGSA Pebriyenni, Pebriyenni
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persatuan, toleransi, dan kerja sama yang mencirikan karakter bangsa mulai terkikis akibat penetrasi pemikiran dan tindakan pragmatis-individualistis. Semangat nasionalis-me dan patriotisme yang dicirikan bangsa Indonesia telah memudar seiring munculnya tantangan globalisasi, materialisme, hedonisme dan modernisme yang tidak disertai respons yang memadai. Keadaan ini seharusnya tidak dibiarkan terjadi, karena selain merongrong kekuatan dan integritas bangsa, juga muncul fenomena marginalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai wujud disklamasi realitas dan karakter asli bangsa Indonesia yang penuh dengan dimensi luhur. Melihat kenyataan bahwa Pancasila semakin terpinggirkan dari pemikiran dan tindakan masyarakat saat ini, maka perlu kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila, salah satu solusinya bisa dengan mengoptimalkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Melalui pembelajaran PKn, Pancasila akan dapat direvitalisasi agar selalu menjadi penuntun semangat yang mengalir pada setiap perilaku dan aktivitas semua elemen bangsa, pada posisi, status dan bidang profesi masing-masing.

Page 6 of 10 | Total Record : 91