cover
Contact Name
Gema
Contact Email
gemarullyana@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaledulib@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edulib
ISSN : 20896549     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Edulib, practitioners in the field of LIS focuses on the main problems in the development of the information science, documentation science, library science, archieve, librarianship, and ICT in Library. It covers the theoretical and general aspects of Institutional management of information, information and libraries, libraries and communities in the 3.0 Era, libraries in all areas of education (formal, informal, informal), entrepreneurship information services, social librarianship, child and youth librarianship, curriculum and learning libraries, information literacy in all aspects of life, information society, and digital archives.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
SELF-IDENTIFICATION AS PREDICTOR OF PLEASURE READING AMONG STUDENTS OF UNIVERSITY-OWNED SENIOR SECONDARY SCHOOLS IN SOUTHWESTERN NIGERIA Florence Adeola Omoba
Edulib Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i1.23810

Abstract

Pleasure reading seems to be a fast eroding culture among senior secondary school students in Nigeria. Previous studies focused on reading habits but with little consideration for psychological factors that affect reading. This study therefore, investigated the extent to which self–identification predicted pleasure reading among students of university-owned senior secondary schools in Southwestern Nigeria. A total of 1,054 senior secondary school two students were selected from eight university-owned schools (Federal and State) in southwestern Nigeria were involved in the study.  The instruments used were: Pleasure Reading (r = 0.74) and Students’ Self-Identification (r = 0.73) scales. Data were analysed using descriptive statistics, Pearson Product Moment Correlation and Multiple regression analysis at 0.05 level of significance. Respondents had average level of pleasure reading (23.66) and high level of self-identification (53.10). The study discovered that higher the level of self-identification, the higher the level of pleasure reading. Other determining factors could have been responsible for average level of pleasure reading since the level of self-identification is high
PEMANFAATAN APLIKASI SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS TIMOR Sau, Palmerya Christina; Rakhmawati, Tine Silvana; Yusup, Pawit Mumamad
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v9i2.18860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan aplikasi SLIMS (Senayan Library Management System) sebagai sarana otomasi di UPT. Perpustakaan UNIMOR dengan didasarkan pada aspek kemudahan dan kebermanfaatan dari teori Technology Acceptance Model (TAM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi kasus. Informan sebanyak 8 orang yang terdiri dari lima orang karyawan dan tiga orang mahasiswa. Objek penelitian yaitu pemanfaatan aplikasi SLIMS Akasia 8.31 di UPT. Perpustakaan UNIMOR. Penentuan sample yaitu menggunakan metode purposive sampling untuk mendapatkan informasi dengan kriteria yang telah peneliti tentukan yaitu, menjadi karyawan perpustakaan selama 1 tahun terakhir, aktif dalam memberikan layanan kepada pengguna selama 1 tahun terakhir, dapat mengoperasikan aplikasi SLIMS secara baik, dapat berkomunikasi dengan pengguna secara baik, menjadi mahasiswa aktif UNIMOR selama 1 tahun terakhir, menjadi anggota aktif pada perpustakaan UNIMOR selama 1 tahun terakhir, dapat mengoperasikan aplikasi SLIMS pada menu OPAC secara baik saat peneliti melakukan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi SLIMS versi Akasia 8.31 di UPT. Perpustakaan Unimor telah memenuhi aspek kemudahan dan kebermanfaatan dalam teori Technology Acceptance Model (TAM) guna meningkatkan kualitas layanan di UPT. Perustakaan UNIMOR. Aplikasi SLIMS merupakan sebuah perangkat lunak yang mudah dipahami cara kerjanya dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan UPT. Perpustakaan UNIMOR, akan tetapi pemanfaatan SLIM belum terlalu maksimal dan perlu ditingkatkan dengan layanan yang terintegrasi pada beberapa fakultas di UNIMOR guna meningkatkan kualitas layanan informasinya.
PERSEPSI NARAPIDANA LAPAS KELAS IIA AMBARAWA TERHADAP LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING Sundari, Hayu Nia
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v9i2.17786

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi narapidana Lapas Kelas IIA Ambarawa terhadap layanan perpustakaan keliling Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang dengan menggunakan dimensi pengukuran yang meliputi Affect of Service, Information Control, dan Library as Place. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Terdapat lima responden yang memenuhi kriteria informan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan mengumpulkan data lalu membuat transkrip, mengelompokkan, kemudian membuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dimensi Affect of Service, pustakawan dapat memahami keinginan pemustaka, pustakawan sudah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh, pustakawan bersedia membantu pemustaka, pemustaka belum puas terhadap ketanggapan petugas dalam memberikan bantuan, pustakawan sudah ramah, petugas sudah dapat dipercaya, waktu layanan sudah sesuai jadwal, pustakawan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan pemustaka. Sedangkan dalam dimensi Information Control, koleksi yang tersedia dianggap sudah mencakup berbagai subjek ilmu pengetahuan; pemustaka cukup mudah dalam mengakses informasi, namun waktu yang dibutuhkan untuk menemukan informasi belum relatif cepat, hambatan dalam mengakses informasi adalah penataan buku yang kurang rapi dan tidak tersedianya katalog. Untuk dimensi Library as Place, kondisi fisik mobil perpustakaan keliling dirasa sudah cukup, lokasi parkir layanan perpustakaan keliling sudah tepat, ruangan sudah terjaga kebersihannya namun penataan buku kurang rapi.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Putut Suharso; Ayu Muntiah
Edulib Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i1.20984

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial Instagram pada perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan dokumentasi dengan mengamati langsung pada objek kajian yaitu akun Instagram perpustakaan perguruan tinggi. Terdapat tiga akun perpustakaan perguruan tinggi yang diamati oleh penulis, yaitu Perpustakaan Universitas Indonesia, Perpustakaan Universitas Gajah Mada, dan Perpustakaan Institut Teknologi Bandung. Melalui akun tersebut penulis mengambil data mengenai frekuensi penggunaan, jenis konten yang dipublikasikan, dan respon pengguna pada konten Instagram tersebut. Berdasarkan data tersebut pula dilakukan analisis SWOT guna melihat  tingkat efetif  dari penggunaan dan pemanfaatan media sosial perpustakaan. Hasil dari penelitian ini diperoleh Perpustakaan Universitas Gajah Mada menjadi perpustakaan paling aktif dari segi jumlah kiriman dibanding dua perpustakaan lainnya. Frekuensi posting Perpustakaan Universitas Gajah Mada adalah 16 hingga 17 kiriman dalam sebulan. Sedangkan, perpustakaan dengan antusiasme pengguna terbanyak ada pada Perpustakaan UI, hal ini dapat dilihat dari pengguna yang banyak bertanya dan memberikan likes pada kiriman. Pemanfaatan instagram oleh perpustakaan digunakan untuk memposting konten mengenai kegiatan/event, ucapan hari besar, serta informasi terkait perpustakaan hingga pengetahuan umum yang berguna bagi pembaca.
OPTIMALISASI LAYANAN DALAM JEJARING PERPUSTAKAAN UPI MASA BENCANA COVID-19 Riche Cynthia Johan; Hada Hidayat Margana; Damayanty Damayanty; Santi Santika; Tri Agung Yogaswara; Yayu Wulandari
Edulib Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i1.24288

Abstract

Memfungsikan sumber belajar pada level pendidikan tinggi, menjadi salah satu prioritas kegiatan yang perlu dilakukan semasa terjadi kebencanaan yang melanda seluruh dunia saat ini. Sivitas akademik yang harus belajar di rumah dan bekerja dari rumah untuk memerangi penyebaran virus corona-19 ini, memerlukan seluruh akses yang tetap harus berjalan dan dapat memberikan layanan informasi bahan-bahan, koleksi digital yang tepat, sesuai kebutuhan. Akses terhadap layanan langsung tidak dapat diberikan kepada pemustaka untuk meminjam dan membaca ditempat, bahkan pengembalian koleksi tercetak pun tidak dapat dilakukan. Melalui survey yang diselenggarakan dalam kurun waktu satu minggu, dimulai dari tanggal 13 April 2020 sampai dengan 17 april 2020, Perpustakaan UPI menyebarkan kuisioner daring untuk mengukur seberapa besar layanan dalam jejaring dimanfaatkan oleh pemustaka, serta memberikan deskripsi gambaran kecenderungan layanan dalam jejaring apa saja yang diakses oleh pemustaka, dan terakhir mengidentifikasi kebutuhan layanan daring apa yang belum tersedia di Perpustakaan UPI. Diperoleh 100 orang pemustaka melalui sampel insidental, dari pemustaka yang menggunakan email dan instragram. Hasil yang diperoleh adalah 56% responden mengakses sumber informasi layanan daring perpustakaan dari website perpustakaan.upi.edu dengan persepsi pemustaka pada layanan daring perpustakaan UPI sebanyak 53% menyatakan optimal. Sebanyak 52% kesan umum pemustaka menyatakan baik dan layanan daring yang paling dibutuhkan oleh pemustaka adalah layanan repository sebanyak 80% pemustaka menyatakan layanan daring ini dapat diakses dengan mudah oleh pemustaka, lalu kesan umum mengenai ketuntasan dalam aktivitas layanan daring yang disediakan oleh perpustakaan ini menunjukan 63% selesai dalam waktu yang dijanjikan dan layanan dari ini dinyatakan oleh 93% responden sesuai dengan panduan. Dibutuhkan bentuk sosialisasi dan pengembangan program berbasis teknologi informasi untuk mendukung setiap bentuk kebutuhan pemustaka khususnya, untuk memfasilitasi akses yang belum terfasilitasi secara optimal. Utamanya Perpustakaan UPI telah memberikan berbagai layanan dalam jejaring yang terus diupayakan menjadi sumber informasi dalam membantu pembelajaran secara optimal dalam masa kebencanaan COVID-19 ini.
PENGALAMAN INFORMASI MAHASISWA TERHADAP ARSITEKTUR INFORMASI ELIBRARY UPGRIS Wahyu Nur Janah; Heriyanto Heriyanto
Edulib Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i1.19624

Abstract

Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman informasi pemustaka terhadap arsitektur informasi di dalam eLIBRARY Universitas PGRI Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur sebagai teknik pengumpulan data.  Pengumpulan data ini melibatkan sebanyak 8 informan yaitu mahasiswa aktif Universitas PGRI Semarang yang sudah pernah mengakses eLIBRARY. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik Thematic Analysis. Hasil analisis menunjukkan tiga tema terkait dengan pengalaman pemustaka yang pernah menggunakan eLIBRARY. Tema pertama yaitu pengelolaan layout yang menggambarkan tentang pendapat pemustaka mengenai tampilan eLIBRARY. Pengorganisasian menu memudahkan pemustaka dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. Tema kedua yaitu Content website yang  memotret pengalaman informasi pemustaka tentang isi informasi yang disediakan di dalam eLIBRARY. Content yang disediakan sudah relevan dan sesuai dengan kebutuhan informasi pemustaka. Yang ketiga, tema aksesibilitas atau kemudahan akses adalah gambaran tentang kemudahan pemustaka dalam mengakses eLIBRARY. Pemustaka mudah dalam mengakses dan menelusur informasi, ditunjang dengan navigasi atau petunjuk yang baik dalam website memudahkan pemustaka dalam mendapatkan informasi yang mereka cari.
ANALISIS ISI ULASAN WARGANET TENTANG PERPUSTAKAAN MELALUI LOCAL GUIDES GOOGLE MAPS Moh Safii; Erwin Novianto
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.24758

Abstract

Manajemen perpustakaan di era digital hendaknya secara kontinu melakukan perubahan yang terarah dan memiliki tujuan untuk mengembangkan serta meningkatkan layanan perpustakaan sekaligus menjangkau pengguna perpustakaan yang aktif dan potensial. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ulasan warganet pada Local Guide Google Maps Perpustakaan Grhatama Pustaka BPAD DIY dan Perpustakaan Kota Jogja, yang dihitung sampai bulan Maret 2019. Jumlah ulasan pada Perpustakaan Grhatama Pustaka BPAD DIY sebanyak 386 ulasan, sedangkan Perpustakaan Kota Jogja sebanyak 346 ulasan. Data diolah dengan menggunakan analisis sintaksis yaitu menentukan jenis ulasan, sifat ulasan, menjumlahkan ulasan sesuai kriterianya, mempresentasikan seluruh ulasan, dan membandingkan antar ulasan. Dari data yang ditemukan bahwa warganet lebih banyak berkomentar terkait fasilitas pada Perpustakaan Grhatama sedangkan pada Perpustakaan Kota Jogja lebih banyak berkomentar pada layanan. Karakteritstik pemustaka perpustakaan umum akan lebih menyoroti pada fasilitas dan layanan. Sehingga dua ini seharusnya menjadi prioritas program kerja.
DEVELOPMENT CONSTRUCTIVE DESIGN THROUGH COLLABORATION LEARNING STRATEGIES CAN TO IMPROVE QUALITY ON THE COLLEGE OF SERIES PUBLISHING MANAGEMENT Sokhibul Ansor; Inawati Inawati
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.24756

Abstract

The emergence of a new paradigm is expected to contribute to overcoming the problem of learning, namely students will increase the knowledge, skills, and attitudes of people who learn. For students to experience changes in learning, a teacher, lecturer, and instructor are seen as needing to develop a constructivist-based learning design. The aim of developing constructivist learning designs through collaborative learning is to produce learning designs in the course management series publications. With this learning design, it is expected. (1) Students actively construct or build their knowledge; (2) Students are free in learning and doing collaborative activities in learning, (3) Provides opportunities for students to use diverse learning resources, (4) Students are encouraged to solve problems in learning. The learning strategy used in the management course for serial publications is collaborative learning. The research method used in the development to produce this design product is the R2D2 model. The results show that the collaborative learning strategy was tested on the subject matter of making a catalog of serial publications which shows that 5 respondent groups declared to be very feasible do not need to be revised in making software programs for serial publications of catalogs; 5 groups of respondents declared eligible do not need to be revised
LAYANAN REFERENSI VIRTUAL DI PERPUSTAKAAN MELALUI MEDIA SOSIAL WHATSAPP Sufyan Mulana Hastoto; Putut Suharso; Erwan Setyo Budi
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.26822

Abstract

Pemanfaatan media sosial oleh perpustakaan saat ini telah banyak dilakukan dalam memberikan layanan secara virtual. WhatsApp merupakan aplikasi yang paling populer dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luar dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan penerapan terhadap layanan referensi melalui aplikasi WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kajian empiris terhadap fenomena eksistensi perpustakaan di Indonesia saat ini. Data diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi melalui pengamatan secara langsung pada objek kajian lembaga perpustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media sosial WhatApp pada layanan referensi di perpustakaan memiliki beberapa kelebihan yaitu tampilan user interface yang sederhana, tidak memakan penyimpanan (RAM) yang terlalu banyak, terdapat fitur panggilan suara dan panggilan video, menggunakan jaringan internet, terdapat fitur backup pesan, dan gratis. Salah satu perpustakaan yang telah memanfaatkan WhatsApp sebagai media dalam melakukan layanan referensi virtual adalah perpustakaan Universitas Diponegoro, kegiatan yang terdapat pada layanan tersebut adalah kegiatan snap and send yang berupa pengiriman gambar kepada pustakawan ketika mengalami kendala dan kegiatan pencarian referensi bagi pemustaka yang kesulitan menemukan sumber referensi yang dibutuhkan. Pemanfaatan WhatsApp sebagai media layanan referensi virtual di perpustakaan tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap eksistensi dari sebuah perpustakaan yang merupakan pusaat penyedia informasi yang memiliki kredibilitas tinggi.Pemanfaatan media sosial oleh perpustakaan saat ini telah banyak dilakukan dalam memberikan layanan secara virtual. WhatsApp merupakan aplikasi yang paling populer dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luar dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan penerapan terhadap layanan referensi melalui aplikasi WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kajian empiris terhadap fenomena eksistensi perpustakaan di Indonesia saat ini. Data diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi melalui pengamatan secara langsung pada objek kajian lembaga perpustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media sosial WhatApp pada layanan referensi di perpustakaan memiliki beberapa kelebihan yaitu tampilan user interface yang sederhana, tidak memakan penyimpanan (RAM) yang terlalu banyak, terdapat fitur panggilan suara dan panggilan video, menggunakan jaringan internet, terdapat fitur backup pesan, dan gratis. Salah satu perpustakaan yang telah memanfaatkan WhatsApp sebagai media dalam melakukan layanan referensi virtual adalah perpustakaan Universitas Diponegoro, kegiatan yang terdapat pada layanan tersebut adalah kegiatan snap and send yang berupa pengiriman gambar kepada pustakawan ketika mengalami kendala dan kegiatan pencarian referensi bagi pemustaka yang kesulitan menemukan sumber referensi yang dibutuhkan. Pemanfaatan WhatsApp sebagai media layanan referensi virtual di perpustakaan tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap eksistensi dari sebuah perpustakaan yang merupakan pusaat penyedia informasi yang memiliki kredibilitas tinggi. Kata Kunci :Layanan Referensi, Media Sosial, WhatsApp
REPRESENTASI PERPUSTAKAAN PADA FILM DOCTOR STRANGE Nesia Nusantari; Laksmi Laksmi
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.27210

Abstract

Film merupakan salah satu media yang di dalamnya terdapat representasi. Representasi dalam film terdiri dari berbagai hal. Salah satu hal yang dapat direpresentasikan adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan tempat yang menyimpan dan mengelola berbagai ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh para penggunanya, mulai dari menemukan jawaban atas pertanyaan mereka, mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan minat bakat mereka, hingga menciptakan banyak makna bersama. Penelitian ini akan berfokus pada representasi perpustakaan pada film Doctor Strange. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika dengan analisis sintagmatik dan paradigmatik. Dalam film Doctor Strange, perpustakaan direpresentasikan sebagai tempat suci yang menyimpan berbagai ilmu pengetahuan. Perpustakaan dalam film juga merupakan sumber informasi bagi para penghuni Kamar-Taj untuk meningkatkan pengetahuan mengenai ilmu sihir mereka. Ilmu pengetahuan dalam film disimbolkan sebagai kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Perpustakaan juga direpresentasikan sebagai tempat pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam memperebutkan ilmu pengetahuan.