Edulib
Edulib, practitioners in the field of LIS focuses on the main problems in the development of the information science, documentation science, library science, archieve, librarianship, and ICT in Library. It covers the theoretical and general aspects of Institutional management of information, information and libraries, libraries and communities in the 3.0 Era, libraries in all areas of education (formal, informal, informal), entrepreneurship information services, social librarianship, child and youth librarianship, curriculum and learning libraries, information literacy in all aspects of life, information society, and digital archives.
Articles
221 Documents
PENGEMBANGAN KOLEKSI TERKAIT PROGRAM PERPUSTAKAAN BERBASIS KOMUNITAS : STUDI KASUS PROGRAM SMART READING PADA PERPUSTAKAAN CINTA BACA
Damayanti, Fenti
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v9i2.17814
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan kebijakan pengembangan koleksi di Perpustakaan Cinta Baca terhadap kegiatan storytelling dalam program Smart Reading. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian adalah pengelola dan peserta program Smart Reading di Perpustakaan Cinta Baca. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Cinta Baca telah melakukan pengembangan koleksi berdasarkan empat komponen yang terdiri dari analisis kebutuhan pengguna, seleksi bahan pustaka, pengadaan, dan evaluasi. Penerapan kebijakan pengembangan koleksi terhadap program Smart Reading berdampak pada terciptanya kriteria koleksi yang digunakan dalam program. Selain itu hadirnya program Smart Reading juga berpengaruh terhadap pengadaan koleksi big book yang berfungsi untuk menunjang kegiatan storytelling dalam program.
LAYANAN AKHIR PEKAN PERPUSTAKAAN, HARUSKAH?
Yani Tresnawaty
Edulib Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v10i1.14793
Perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi telah menuntut pasar jasa di berbagai bidang untuk menyediakan layanan akhir pekan. Begitu juga halnya dengan perpustakaan. Dibumbui dengan acuan sebuah standar, perpustakaan berlomba-lomba untuk menyediakan layanan dan fasilitas yang maksimal tanpa menyadari bahwa usahanya tersebut kurang tepat sehingga apa yang menjadi tujuannya tidak tercapai maksimal. Penelitian ini mengambil kasus layanan akhir pekan di Perpustakaan Politeknik Negeri Bandung yang telah berjalan selama dua tahun. Evaluasi didasari data pengunjung perpustakaan dan hasil kuesioner yang dibagikan kepada 150 orang responden. Hasil dari angket menunjukan bahwa 60% responden merasa tidak dapat datang ke perpustakaan pada hari Sabtu. 27% dari Responden mengungkapkan bahwa pada hari Sabtu mereka mengisinya dengan keperluan studi di luar kampus, 32% dari responden mengikuti kegiatan di kampus selain perkuliahan, sedangkan 45% lainnya memiliki kegiatan yang sifatnya lebih pribadi. Hasil penelitian ini hendaknya dapat menjadi pertimbangan bagi perguruan tinggi yang ingin mengembangkan layanan perpustakaannya di akhir pekan. Layanan akhir pekan perpustakaan memang sebaiknya dilaksanakan atas permintaan pemustaka guna memenuhi keperluan mereka bukan atas kepentingan suatu standar atau hargi diri institusi. Institusi sebaiknya tidak mengorbankan biaya lembur dan waktu libur staf perpustakaan untuk sebuah layanan yang kurang responnya. Perpustakaan dapat mencari alternatif layanan lain untuk meningkatkan kualitasnya.
IDENTIFIKASI FAKTOR PERUSAK PADA NASKAH KUNO KABUYUTAN CIBURUT GARUT
Khadijah, Ute Lies siti;
Rizal, Edwin;
Sri Rejeki, Diah
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v9i2.17865
Naskah kuno lebih rentan rusak dibandingkan dengan benda cagar budaya yang lain. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi faktor perusak pada naskah kuno Kabuyutan Ciburuy, Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun hasil dari penelitian menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor perusak, antara lain: (1) faktor iklim dan tempat penyimpanan, (2) faktor cahaya, (3) faktor biota, (4) faktor kima dan (5) faktor bencana. Kesimpulannya naskah kuno perlu perawatan dan penanganan yang sesuai standar agar dapat terpelihara dengn baik.
PERILAKU INFORMASI PEMILIH PEMULA MENGHADAPI PEMILU 2019 DI SMA 103 JAKARTA
Wijayanti, Arliana;
Laksmi, Laksmi
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v9i2.15232
Penelitian ini mengenai perilaku informasi pemilih pemula siswa SMAN 103 Jakarta dalam menghadapi pemilu 2019. Sebagai generasi milenial, pemilih pemula tidak lepas dari pengaruh tekhnologi, karena mereka tumbuh bersama perkembangan teknologi. Fenomena ini sedikit menggambarkan perilaku pencarian informasi mereka. Jumlah suara dari pemilih pemula merupakan jumlah suara potensial bagi para calon legislatif dan calon presiden nanti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku informasi pemilih, yaitu 16 orang siswa SMAN 103, dalam menghadapi pemilihan umum pertamanya. Metodologi penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk penjaringan data, digunakan metode Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi kelompok terfokus yang terdiri dari 16 siswa. Hasil dari penelitian ini adalah hampir semua peserta FGD paham akan pemilu yang akan mereka hadapi. Mereka sudah mempunyai kesadaran untuk mengikutinya dalam mewujudkan demokrasi di negara ini. Perilaku informasi para pemilih pemula ini terlihat dengan interaksi mereka dengan teknologi sekitarnya sebagai sumber informasi utamanya.
ASPEK PESAN PADA KEGIATAN PERSONAL SELLING DALAM PEMASARAN MUSEUM SRI BADUGA
Yunus Winoto;
Sukaesih Sukaesih
Edulib Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v10i1.23384
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek pesan pada kegiatan personal selling dalam pemasaran jasa informasi di Museum Sri Baduga Maharaja. Ada dua komponen dalam personal selling yakni jalur sentral (central route) dan jalur periferal (peripheral route). Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung museum dengan teknik pengambilan sampling menggunakan accidental sampling. Sedangkan untuk teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui angket, observasi, wawancara serta melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa komponen jalur sentral utama (central route) dari pesan yang disampaikan petugas museum sepeti kelengkapan, keragaman koleksi maupun kompetensi petugasmuseum mendapat respon positif. Sedangkan komponen jalur tambahan (peripheral route) dalam kegiatan personal selling seperti aspek cara berpakaian petugas, faktor jarak dan faktor lalu lintas menuju museum tidak berpengaruh terhadap responden untuk datang ke museum Sri Baduga Maharaja.
EVALUATION OF THE USE OF KWARA STATE PUBLIC LIBRARY BY SECONDARY SCHOOL STUDENTS IN ILORIN METROPOLIS
Laaro, Dolapo Medinat;
Oyedokun, Tunde Toyese;
Ambali, Olanihun Zainab
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v9i2.18587
The study investigated the relevance of public library to the peculiar needs of secondary school students in Ilorin Metropolis. A descriptive research design was adopted for the study and 300 students participated in the survey. The instruments for data collection include structure questionnaire, interview as well as personal observation. Each instrument complements one another and the data gathered were analyzed through the calculation of frequencies and percentages. Reports of findings has it that Kwara State Library Board stand a good chance to adequately cater for the diverse educational and other related information needs of secondary school students in Ilorin Metropolis, but yet such expectation have not been met to a large extent. The state library has not leave up to its responsibility of providing services that support school curriculum and education. It is on this basis that recommendation was made that appropriate ministry responsible for funding of public library should wake up to reality of what is expected of a modern public library.
STRATEGIES TO FOSTER READING INTEREST THROUGH EMERGENT LITERACY AT TAMAN PENGEMBANGAN ANAK MAKARA
Juwitasari, Farah Fida;
Laksmi, Laksmi
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v9i2.16533
This research discusses the strategies to foster reading interest for children at early age at Taman Pengembangan Anak Makara, Universitas Indonesia that is compatible with emergent literacy implemented by effective early childhood teachers. The purpose of this study is to improve the strategy of basic literacy in order to increase reading interest in early childhood in day care centers. This research uses qualitative approach with case study method. The informants were vice coordinators of TPAM, facilitators and co-facilitators, and parents of students. The result shows that the efforts are infusing literacy introduction to children's language development, using interesting media when telling stories, reading books to children before bedtime, teaching children to love books, delivering books creatively and effectively, and providing training to the facilitators in TPAM. It was concluded that emergent literacy in TPAM emphasizes a child-oriented pattern. In essence, children can maximize their potential to have better literacy. The recommendation is that TPAM needs to give more training for the facilitators, add more varied books, and improve books related activities.
KEBIJAKAN LAYANAN PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BAGI PENYANDANG DISABILITAS YANG DUDUK DI KURSI RODA
Euis Rosinar;
Hada Hidayat Margana;
Damayanty Damayanty
Edulib Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v10i1.23993
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan salah satu universitas yang mempelopori pendidikan inklusi di Indonesia yang menerima mahasiswa berkebutuhan khusus termasuk mahasiswa dengan hambatan fisik, hambatan penglihatan, hambatan emosi, dan hambatan berbicara. Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut, UPI perlu memperhatikan dan menyediakan fasilitas belajar yang mendukung aksesibilitas mahasiswa difabel yang diantaranya merupakan tugas perpustakaan untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan. Seluruh mahasiswa UPI secara otomatis menjadi anggota perpustakaan dan berhak memanfaatkan koleksi perpustakaan termasuk tidak terkecuali mahasiswa difabel. Dalam Renstra UPI 2016-2020, perpustakaan sebagai penunjang akademik belum mendapat porsi dalam hal fasilitas fisik, akses masuk menuju ke perpustakaan serta layanan informasi bagi mahasiswa difabel. Melihat fenomena ini, permasalahan pokok yang dikaji dalam penelitian ini dirumuskan sebagai “Bagaimanakah kebijakan layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas pada Perpustakaan UPI?”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan kebijakan layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas pada Perpustakaan UPI. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan (mixed) kuantitatif dan kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah Pasca Sarjana program Studi Pendidikan Khusus, dan mahasiswa penyandang disabilitas sebagai informan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia telah mengembangkan kebijakan layanan bagi penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda, namun untuk ketersediaan informasi layanan, aksesibilitas menuju perpustakaan, aksesibilitas menuju/ antar ruang dalam perpustakaan, dan aksesibilitas fasilitas perpustakaan dan sarana layanan peminjaman dalam perpustakaan bagi pemustaka penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda belum memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda.
LOCAL CONTENT PROMOTION IN FORMING MALANG CITY PUBLIC LIBRARY LIBARARY'S BRAND EQUITY
Mahdi, Reza;
Ramadhan, Fery Wahyu
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v9i2.18648
Local content is content that is owned by a library with a particular subject, for example the local content of a city or regional public library is a collection of books and non-book libraries that talk about the city or area of the library. But for the Public Library of Malang City, local content is divided into two types, namely collections of authors from Malang and collections that talk about Malang. The local content of Malang City Public Library must be highlighted, one of them is by doing a promotion, to become a differentiator of the public library with other public libraries. This research is a qualitative research with descriptive method. Data retrieval is done by observing and interviewing the librarians of Malang City Public Library and Malang Community.
PROMOSI PERPUSTAKAAN MELALUI MEDIA SOSIAL TWITTER DI PERPUSTAKAAN HUKUM DANIEL S. LEV
Iryanti, Yasmin Salsabila;
Rachman, Margareta Aulia
Edulib Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edulib.v9i2.17763
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi promosi Perpustakaan Daniel S.Lev melalui Twitter dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan promosi. Dampak perkembangan teknologi yang dirasakan oleh perpustakaan melalui media sosial mempengaruhi promosi yang dilakukan oleh perpustakaan. Maraknya penggunaan media sosial memberikan keuntungan bagi perpustakaan dalam mempromosikan produk perpustakaan. Perpustakaan Daniel S.Lev mempromosikan koleksi, layanan, dan fasilitasnya melalui Twitter. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dari penelitian adalah pustakawan yang berkaitan dengan media sosial Twitter @Danlevlibrary dan objek dari penelitian merupakan media sosial Twitter yang dimanfaatkan oleh Perpustakaan Daniel S.Lev sebagai media promosi perpustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga jenis, yaitu wawancara, studi dokumen dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah Perpustakaan Daniel S.Lev telah menerapkan empat dari enam bauran promosi yang terdiri dari promosi penjualan, penjualan pribadi, hubungan masyarakat, dan pemasaran digital. Selain itu, promosi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi promosi adalah program Pemustaka Aktif yang berhasil meningkatkan jumlah kunjungan di Perpustakaan Daniel S.Lev.