cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 477 Documents
PENGERINGAN KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT Eucheuma Cottonii PADA SPRAY DRYER MENGGUNAKAN UDARA YANG DIDEHUMIDIFIKASI DENGAN ZEOLIT ALAM M. Djaeni; A. Prasetyaningrum1; A. Mahayana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.428

Abstract

Tinjauan: Kualitas Produk dan Efisiensi Energi Proses pengeringan dengan suhu tinggi akan menurunkan kualitas karaginan yang dihasilkan. Penelitian ini membahas penggunaan spray dryer yang dilengkapi dengan sistem adsorpsi menggunakan zeolit untuk pengeringan karaginan. Pada proses ini udara sebagai media pengering dikontakkan dengan zeolit untuk menurunkan kelembabannya. Kelembaban udara yang rendah akan meningkatkan driving force proses pengeringan, sehingga proses dapat dijalankan secara lebih efisien pada suhu yang lebih rendah dari pengeringan konvensional. Aspek yang dikaji pada penelitian ini adalah pengaruh suhu operasi dan kecepatan linier udara terhadap evaluasi efisiensi energi, mutu dan kadar air produk. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu dan kecepatan udara pengering, proses pengeringan akan lebih cepat. Pada suhu 125°C dan kecepatan udara 14 m/detik dihasilkan karaginan dengan kadar air 11,35%, kekuatan gel 116 g/cm2 dengan efisiensi rendemen produk 0,92, serta efisiensi energi 83,52%.Kata kunci : pengeringan; spray dryer; dehumidifikasi; karaginan; zeolit.
SIMBOLISASI RUMAH TINGGAL ETNIS CINA STUDI KASUS KAWASAN PECINAN SEMARANG M. M. Sudarwani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.429

Abstract

Rumah tinggal merupakan suatu wadah yang mampu menampung aktivitas kehidupan manusia sehari-hari. Maka dari itu suatu rumah tinggal didesain sedemikian rupa sehingga menjadi simbol jati diri dari pemilik rumah. Secara antropologi struktur fisik bangunan dalam masyarakat tradisional yang berbeda, memunculkan sejumlah contoh elemen bangunan yang hanya dapat dijelaskan sebagai istilah simbolisasi yang memiliki makna khusus. Dalam simbolisasi bangunan suatu masyarakat tradisional, elemen-elemen bangunan memiliki makna khusus yang diakui oleh para pembangun sebagai elemen penting untuk kekuatan dan stabilitas bangunan. Penelitian terhadap simbolisasi rumah tinggal suatu masyarakat tradisional memberikan kepada kita beberapa pandangan berharga bagi konsepsi perumahan. Begitu pula dalam studi kasus rumah tinggal di kawasan pecinan Semarang yang mayoritas penduduknya etnis Cina. Arsitektur Tradisionl Cina memiliki pengaruh besar dalam penataan ruang pada rumah tinggal. Selain itu simbolisasi rumah tinggal etnis Cina tidak lepas dari pengaruh kehidupan sosial-budaya yang merupakan hasil perpaduan dari berbagai kebudayaan. Dan keseluruhan aspek yang berpengaruh akan diwujudkan dalam simbolisasi yang memiliki makna khusus.Kata Kunci: simbolisasi
KARAKTERISASI KOEFISIEN GESEKPERMUKAAN BAJA ST 37 PADABIDANG DATAR TERHADAPVISKOSITAS PELUMAS B. Agus; Darmanto Darmanto; I Syafaat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.431

Abstract

Pada permesinan tidak lepas adanya kontak mekanik antara elemen satudengan elemen lainya. Kontak mekanik tersebut mengakibatkan terjadinya(wear) keausan. Untuk mengurangi keausan dapat dengan memberikanpelumasan. Keausan ada yang memang diperlukan dan ada yang harusdihindari. Keausan yang diperlukan misalnya proses grinding, cutting,pembubutan dan lain lain, sedang keausan yang harus dihindari adalahkontak mekanik pada elemen mesin yang digunakan untuk mentransmisikandaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh viskositaspelumas terhadap gaya gesek pada kekasaran permukaan yang berbedabeda.Pada penelitian ini menggunakan jenis pelumas single grade.Spesimen yang digunakan pada uji gesek antara landasan gesek denganmatrial gesek adalah jenis logam St 37. Dari hasil penelitian diperoleh hasil,bahwa gaya gesek paling besar pada kondisi tanpa pelumas. Pada kondisitanpa pelumas, semakin kasar permukaan spesimen maka semakin besargaya geseknya. Pada kondisi menggunakan pelumas, gaya gesek antarapsesimen dan plat lebih kecil dibandingkan tanpa pelumas.Kata kunci: pelumas, viscositas, gesekanPENDAHULUAN
PENGARUH SUHU UDARA PENGERING DAN KOMPOSISI ZEOLIT 3A TERHADAP LAMA WAKTU PENGERINGAN GABAH PADA FLUIDIZED BED DRYER M. A. Graciafernandy; Ratnawati Ratnawati; L. Buchori
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.433

Abstract

Gabah panen dengan kadar air tinggi dapat menyebabkan penurunan kualitas gabah. Untuk menjaga kualitasnya, Pemerintah menentukan batasan kadar air maksimal yakni 14%. Proses pengeringan gabah yang diterapkan para petani di Indonesia adalah dengan cara penjemuran di bawah sinar matahari. Kendalanya adalah ketergantungan terhadap cuaca dan lamanya waktu pengeringan. Adapula pengeringan mekanik menggunakan alat pengering seperti fluidized bed dryer. Namun penggunaan suhu tinggi menyebabkan penurunan kualiatas gabah. Kajian mengenai sistem pengeringan pada suhu rendah dan waktu yang singkat perlu dilakukan untuk meningkatan kualitas gabah. Pengeringan adsorbsi dengan zeolit 3A pada fluidized bed dryer merupakan suatu modifikasi terhadap sistem pengeringan yang sudah ada. Tujuan penelitian ini untuk menentukan suhu dan komposisi zeolit terbaik yang menghasilkan waktu pengeringan tersingkat. Secara garis besar gabah panen dikeringkan dalam suatu unggun terfluidisasi pada variasi suhu 30, 40, 50 dan 60 0C, flowrate 3 m/s dengan komposisi perbandingan zeolit:gabah berturut-turut adalah sebagai berikut 0:100; 20:80; 40:60 dan 60:40 (% w). Pengamatan dilakukan terhadap penurunan kadar air serta waktu pengeringan. Pengeringan dihentikan ketika kadar air dalam gabah mencapai 14%. Waktu pengeringan tersingkat terjadi pada kompisi zeolit:gabah = 60:40 dan suhu 600C. Pengeringan ini menghemat hingga 73,07 menit dibandingkan pengeringan tanpa zeolit. Kata kunci : fluidized bed dryer, pengeringan gabah; zeolit 3A.
KEMAMPUAN KOMBINASI ECENG GONDOK DAN LUMPUR AKTIF UNTUK MENURUNKAN PENCEMARAN PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU R. D. Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.434

Abstract

Eceng gondok telah diuji kemampuannya untuk menurunkan pencemaran pada limbah cair tahu. Lumpur aktif juga telah diuji kemampuannya untuk menurunkan pencemaran pada limbah cair tahu. Sehingga pada penelitian ini akan dilihat kemampuan kombinasi eceng gondok dan lumpur aktif untuk menurunkan pencemaran pada limbah cair tahu. Parameter utama yang diamati adalah CODnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini eceng gondok dan lumpur aktif yang telah diaklimatisasi ditanam dalam limbah cair tahu pada konsentrasi tertentu. Proses penanaman dilakukan dalam bak dengan ukuran panjang 125 cm, lebar 76 cm, dan tinggi 35 cm. Limbah cair tahu yang telah ditanami eceng gondok diamati perubahan ketinggian air, pH, kelembaban udara, DO, dan dianalisis konsentrasi CODnya. Pengamatan dilakukan setiap hari selama 8 hari. Hasil yang diperoleh penurunan konsentrasi COD awal hingga akhir perlakuan adalah 720-287 ppm. Hal ini menunjukkan adanya zat organik yang terserap oleh eceng gondok dan lumpur aktif sebagai sumber energi. Limbah cair tahu yang diolah dengan menggunakan lumpur aktif dan eceng gondok mengalami penurunan konsentrasi COD sampai 285 ppm. Dengan demikian maka limbah cair tahu yang telah diolah dengan menggunakan kombinasi sudah berada di bawah baku mutu limbah cair golongan II yaitu sebesar 300 ppm, dan bau menyengat mulai hilang sejak perlakuan awal Kata Kunci: eceng gondok, lumpur aktif, konsentras, pencemaran
INAKTIVASI ENZIMATIS PADA PRODUKSI LINAMARIN DARI DAUN SINGKONG SEBAGAI SENYAWA ANTI NEOPLASTIK I. Hartati; L. Kurniasari; M. E. Yulianto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.607

Abstract

Singkong juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu merupakan salah satu sumber bahan pangan terpenting di negara-negara tropis dan negara berkembang. Saat ini Indonesia termasuk sebagai negara penghasil singkong terbesar ketiga di dunia. Singkong merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa cyanogen. Senyawa cyanogen pada tanaman singkong berupa senyawa glukosida cyanogen yang terdiri dari linamarin dan lotaustralin. Senyawa glukosida cyanogenik pada tanaman singkong sebagian besar terakumulasi pada daun, batang dan kulit umbinya. Senyawa glukosida cyanogenik, dengan adanya enzim linamarase (β glukosidase), akan terhidrolisa menjadi acetocyanohidrin. Selanjutnya cyanohidrin akan terurai menjadi hidrogen cyanida. Linamarin memiliki sifat-sifat yang dapat menjadikannya sebagai kandidat yang baik sebagai senyawa antineoplastik (antikanker). Linamarin disebut juga sebagai nitrilosida yang memiliki kandungan vitamin B17 yang diharapkan pada proses hidrolisis dapat menghasilkan senyawa cytotoksik yakni HCN. Sel neoplastik (sel kanker) yang kekurangan akan enzim detoksifikasi tetapi kaya akan enzim hidrolase akan terpapar terhadap efek lethal dari cyanida yang dilepaskan oleh linamarin. Seiring dengan meningkatnya peran senyawa fitokimia dalam industri farmasi, dan mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah serta potensi linamarin sebagai senyawa antineoplastik, perlu dikembangkan proses produksi linamarin dari daun singkong sebagai salah satu upaya diversifikasi produk tanaman singkong dan pengadaan senyawa aktif bagi industri farmasi. Linamarin dapat diproduksi melalui proses inaktivasi enzim linamarase dan proses ekstraksi menggunakan ekstraktor inaktivasi enzim dengan solvent asam. Solven berupa larutan asam akan berfungsi ganda, menginaktivasi enzim sekaligus mengekstrak linamarin. Proses inaktivasi enzim menggunakan solvent asam diketahui memiliki beberapa keuntungan, yaitu: proses ini meringkas proses inaktivasi dan ekstraksi sekaligus serta yield yang dihasilkan lebih tinggi karena linamarin diharapkan tidak terkonversi menjadi acetocyanohid enzimatis. Kata Kunci: anti neoplastik; daun singkong; inaktivasi; linamarin
PENGECORAN DENGAN TEKANAN H. Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.608

Abstract

Pengecoran adalah suatu proses produksi untuk mendapatkan produk yang dinamakan coran dengan cara mencairkan logam pada temperatur cairnya dan menuangkannya kedalam cetakan dan dibiarkan membeku. Penambahan unsur, proses dan mekanisme atau metode yang tepat dapat menghasilkan coran dengan kualitas unggul. Metode pengecoran dengan tekanan dapat diklasifikasikan menjadi pengecoran dengan tekanan rendah, pengecoran dengan tekanan tinggi dan pengecoran squeeze. Kata kunci : Pengecoran, pengecoran dengan tekanan, kualitas unggul
ANALISIS PENGARUH ASPEK TRANSPORTASI DALAM MEMILIH PERUMAHAN J. T. Joeni; I. Mujiarto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.609

Abstract

Keberadaan suatu lokasi perumahan tidak dapat dilepaskan dari berbagai aspek pendukung disekitar lingkungan perumahan. Aspek pendukung tersebut akan berpengaruh terhadap nilai jual rumah secara khusus maupun lokasi perumahan secara umum. Salah satu aspek yang tidak bisa diabaikan adalah aspek transportasi. Kebutuhan akan prasarana transportasi bagi penduduk nampaknya merupakan kebutuhan yang harus disertakan bagi setiap pengembang, mengingat mobilitas orang yang semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspek transportasi terhadap pemilihan lokasi perumahan. Penelitian dilakukan di Perumahan Pucang Gading – Mranggen – Kabupaten Demak. Sebanyak 100 sampel yang diambil secara random sampling digunakan. Instrumen berupa kuesioner digunakan sebagai alat pengumpul data. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan untuk mendapatkan data penelitian yang tidak bias. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk membuktikan hipotesis penelitian. Hasil perhitungan statistik menunjukan model persamaan regresi Y = 2,618 + 0,378 X1 + 0,159 X2 + 0,346 X3 + μ Hasil pengujian menunjukkan bahwa Aksesbilitas lokasi (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan lokasi, yaitu dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 5,453 > 1,980. Kelancaran lalulintas (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan lokasi yaitu dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 2,542 > 1,980. Sarana transportasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan lokasi, dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 4,089 > 1,980. Secara bersama-sama atau simultan variabel aksesbilitas lokasi, kelancaran lalulintas dan sarana transportasi berpengaruh signifikan terhadap pemilihan lokasi yaitu F hitung > F tabel (61,392 > 2,68). Koefisien Determinasi diperoleh nilai R Squre = 0,657 yang berarti bahwa 65,7 % pemilihan lokasi perumahan dipengaruhi oleh aspek aksesbilitas, kelancaran lalu lintas dan sarana transportasi umum, sedangkan selebihnya yaitu sebesar 34,3% pemilihan lokasi perumahan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci : aksesbilitas lokasi, kelancaran lalulintas, sarana transportasi
ANALISA RESIKO PENGARUH PARTIKEL NANO TERHADAP KESEHATAN MANUSIA I. Riwayati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.610

Abstract

Teknologi nano memberikan banyak harapan, peluang dan manfaat dalam berbagai bidang kehidupan . Penerapan teknologi ini akan memberikan nilai lebih dalam berbagai hal . Namun begitu resiko potensial dan pengaruh penggunaan material nano terhadap makhluk hidup dan lingkungan serta cara mengelola resiko tersebut menjadi satu pemikiran dalam penerapan teknologi ini. Hal ini disebabkan karena partikel nano mempunyai sifat-sifat yang tidak dapat dengan mudah diprediksi dibandingkan dengan bulk material dengan jenis yang sama.Oleh karena itu perlu dilakukan suatu analisa untuk mengetahui pengaruh material nano terhadap kesehatan manusia khususnya organ-organ tubuh manusia.Organ tubuh manusia yang akan mengalami kontak langsung dengan partikel –partikel dari luar termasuk partikel berukuan nano adalah paru-paru, kulit dan saluran pencernaan. Secara umum ketiga organ tersebut mempunyai mekanisme pertahanan alamiah untuk menghilangkan berbagai benda asing yang masuk ke dalamnya.Tetapi karena partikel nano mempunyai sifat-sifat yang berbeda dibandingkan partikel biasa , maka dimungkinkan partikel ini akan dapat mempengaruhi metabolisme di dalam tubuh manusia. Kata kunci : resiko , partikel nano , kesehatan
TRIBOLOGI, DAERAH PELUMASAN DAN KEAUSAN I. Syafa'at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.611

Abstract

Tribologi ialah ilmu yang mempelajari gesekan, aus dan pelumasan. Dengan tribologi pemborosan energi dapat dihemat. Seiring dengan peradaban manusia yang makin meningkat maka perkembangan ilmu ini juga meningkat. Dimulai dari bangsa Mesir sampai dengan peneliti-peneliti sekarang. Daerah pelumasan dibagi menjadi 3 rejim, yaitu: (Elasto) Hydrodynamic Lubrication, Boundary Lubrication, Mixed Lubrication. Proses aus terjadi pada Boundary lubrication. Keausan terdiri atas keausan adesif, keausan abrasif, keausan lelah permukaan dan keausan kimiawi. Usaha yang dilakukan untuk mengurangi aus diantaranya dengan pelumasan dan coating atau pelapisan logam pada permukaan. Kata kunci : tribologi, pelumasan, keausan.

Page 10 of 48 | Total Record : 477