cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
KAJIAN EKSTRAKSI MINYAK JAHE MENGGUNAKAN MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) L. Kurniasari; I. Hartati; R. D. Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.622

Abstract

Jahe merupakan salah satu hasil rempah-rempah yang cukup potensial di Indonesia. Salah satu pemanfaatan jahe yang memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu minyak jahe. Akan tetapi minyak jahe Indonesia sampai saat ini belum dapat memenuhi standar internasional. Minyak jahe Indonesia memiliki kadar zingiberene rendah serta nilai putar optik + (positif), sementara minyak jahe standar internasional memiliki kadar zingiberene tinggi dan nilai putar optik – (negatif). Rendahya kadar zingiberene minyak jahe Indonesia disebabkan oleh penguraian zingiberene pada proses destilasi konvensioanl dengan suhu tinggi. Zingiberene sendiri merupakan senyawa thermolabil yang mudah terurai pada suhu tinggi. Oleh karena itu perlu adanya upaya pencarian alternatif proses ekstraksi minyak jahe. Salah satu proses yang ditawarkan adalah ekstraksi minyak jahe dengan menggunakan Microwave Assisted Extraction (MAE). Alat ini tidak menggunakan suhu tinggi serta mempunyai kontrol yang baik terhadap suhu, sehingga cocok digunakan untuk senyawa-senyawa thermolabil. Selain itu, dengan alat ini waktu ekstraksi juga relatif lebih cepat dengan yield yang tinggi serta penggunaan energi yang relatif kecil. Kata kunci : jahe, zingiberene, microwave assisted extraction (MAE)
PROSES PENGOLAHAN ILES-ILES (Amorphophallus sp.) MENJADI GLUKOMANNAN SEBAGAI GELLING AGENT PENGGANTI BORAKS K. Haryani; . Hargono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i2.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengolah iles-iles (Amorphophallus sp.) menjadi tepung glukomannan. dengan cara mengekstraksi glukomannan dari iles-iles menggunakan air sebagai solven dan etanol sebagai pengendap. Dalam penelitian ini digunakan variable tetap yaitu massa tepung iles-iles sebanyak 35gr, sedangkan variabel berubah adalah volume solven sebanyak 300,600ml, suhu 40,80 0 C, waktu 30,12 )menit. Sebagai alat utamapenelitian ini digunakan ektraksi sederhana dan filter vakum. Percobaan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan percobaan awal untuk mencari variable yang paling berpengaruh sedangkan tahap kedua adalah proses optimasi. Dari tahap pertama diperoleh variabel yang paling berpengaruh adalah volume solven. Dan setelah dilakukan optimasi pada volume solven 600ml diperoleh glukomannan dengan massa paling banyak. Kata kunci : iles-iles, glukomannan, ekstraksi
KAJIAN HIDROLISA STARCH SAGU OLEH ENZIM GLUCOAMYLASE DAN PULLULANASE UNTUK PRODUKSI ASAM ORGANIK I. Hartati; M. E. Yulianto; L. Kurniasari; I. Riwayati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.627

Abstract

Sagu merupakan sumber pati dan karbohidrat yang bisa dikembangkan menjadi aneka produk bernilai ekonomi tinggi. Meskipun Indonesia merupakan negara penghasil sagu terbesar di dunia, namun teknologi pemanfaatan sagu di Indonesia masih sangat sederhana. Salah satu potensi pengembangan starch sagu adalah sebagai bahan baku produksi asam-asam organik seperti asam sitrat maupun asam glukonat. Starch sagu memiliki kadar starch (pati) yang cukup tinggi yaitu mencapai 98.2%. Proses konversi glukosa starch sagu menjadi asam-asam organik didahului proses hidrolisa. Hidrolisa starch secara enzymatic dengan menggunakan enzyme Glucoamylase dan Pullulanase dapat mengatasi permasalahan yang timbul pada proses hidrolisa starch asam. Kelebihan dari hidrolisa enzimatis antara lain konversi glukosa menjadi D glukosa lebih tinggi, biaya produksi yang lebih rendah, tidak mempengaruhi warna produk dan tidak dihasilkan endapan garam. Proses konversi starch menjadi glukosa dibagi menjadi tiga tahapan yakni gelatinisasi, liquefaction dan saccharification. Terdapat beberapa jenis enzyme yang digunakan dalam proses hidrolisa enzimatis, diantarana adalah enzyme glucoamylase dan pullulanase. Sumber dari enzim glucoamylase adalah Aspergillus niger sedangkan sumber dari enzim pullulanase adalah Basillus acidopullulyticus. Glucoamylase bekerja memecah ikatan α -1,4 α -1,6- untuk menghasilkan α –glucose dan enzim pullulanase bekerja memecah ikatan α-1,6-links untuk menghasilkan maltodextrins rantai lurus. Key words : glucoamylase, hidrolisa, pullulanase, starch sagu
PENGARUH KUAT ARUS PADA SISTEM METODA ARUS TERPASANG (Impressed Current Method) (SUATU UPAYA UNTUK MEMPERLAMBAT LAJU KOROSI PADA SALURAN PIPA BAJA) . Suhartana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.628

Abstract

Oksidasi besi atau korosi dan upaya memperlambat lajunya, adalah pertarungan yang tak akan pernah selesai antara peristiwa oksidasi dan upaya pencegahan yang dikemukakan oleh ilmuwan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperlambat laju korosi ini. Dalam makalah ini akan diuraikan cara memperlambat laju korosi dengan Metoda Arus Terpasang. Prinsip Metoda Arus Terpasang adalah membuat bahan yang akan dilindungi ditempatkan sebagai katoda, dan bahan lain yang akan dikorbankan ditempatkan sebagai anoda. Dengan kontrol arus kita dapat mendeteksi apakah anoda masih berfungsi atau tidak. Kata kunci: katoda, anoda, dan kontrol arus. Abstract Oxidation of ferrous or corrosion and effort to slow down fast corrosion , is combat which will never finish between oxidized material and preventive effort which told by scientist and engineer. Many way of which would be done to slow down fast corrosion. In this case would be elaborated by the way of slowing down fast of corrosion by Impressed Current Method. Impressed Current Method is to make materials to protect to be to be placed as cathode, and other materials to be sacrificed as anode. With current control we earn to detect do anode have function or not. Keyword: cathode, anode, and current control
PEMILIHAN FUNGSI PROTEKSI DAN PERHITUNGAN SETTING RELAY DIGITAL MCX-913 UNTUK PROTEKSI TRANSFORMATOR STEP-UP 11,5 kV . Carwoto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.629

Abstract

Salah satu cara memperoleh kehandalan sistem kelistrikan adalah dengan menerapkan sistem proteksi bagi peralatannya. Transformator step-up pada sistem transmisi tenaga listrik merupakan peralatan yang sangat penting dan memerlukan perlindungan dari berbagai gangguan. Relay MCX-913 adalah jenis relay statik berbasis mikroprosessor untuk keperluan proteksi peralatan sistem tenaga listrik. Kelebihan relay ini antara lain adalah kemampuannya untuk mengoperasikan beberapa fungsi proteksi sekaligus dan menyimpan nilai settingnya. Tulisan ini membahas pemilihan fungsi-fungsi proteksi yang dimiliki oleh Relay MCX-913 beserta perhitungan nilai settingnya untuk diterapkan sebagai proteksi transformator step-up 11,5 kV. Terdapat enam fungsi proteksi yang dimiliki Relay MCX-913 yang secara teknis dapat diaktifkan sekaligus untuk memproteksi transformator step-up 11,5 kV.
TINJAUAN ALTERNATIF PENGELOLAAN LEACHATE H. Mulyani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.630

Abstract

Leachate merupakan hasil samping dari proses dekomposisi sampah organik yang mengandung padatan, mikroba dan zat pencemar lainnya. Adanya mikroba dan kandungan zat pencemar pada leachate dapat mencemari perairan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Untuk mengurangi bahaya yang ditimbulkan maka perlu dilakukan pengelolaan leachate. Tahapan pengelolaan pada umumnya meliputi penampungan, pengolahan dan pembuangan akhir leachate. Untuk mengurangi beban pengolahan, sebagian leachate dari inlet pengolahan dapat langsung dimanfaatkan baik untuk mengoptimalkan proses terbentuknya biogas maupun untuk mereduksi ion Cr3+. Sementara lumpur kering hasil pengolahan leachate dapat dimanfaatkan untuk menambah daya tahan permukaan tanah terhadap erosi. Key words: dekomposisi, leachate,
KODE GANGGUAN-SEMU SPEKTRUM-TERSEBAR (PSEUDO-NOISE SPREAD-SEKTRUM) A. Riyantomo
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.631

Abstract

Sistem komunikasi spektrum-tersebar merupakan salah satu sistem komunikasi yang menggunakan kode atau sandi sebagai sarana pengiriman data informasi. Kode yang digunakan dalam sistem komunikasi ini adalah kode gangguan-semu (pseudo-noise). Gangguan-semu spektrum-tersebar adalah salah satu teknik penyebaran pada sistem komunikasi ini. Penebaran lebar-bidang transmisi dilakukan dengan cara memodulasi sinyal yang akan dikirim secara langsung dengan kode gangguan-semu. Sedangkan penciutan dapat dilakukan bila kode gangguan-semu pembangkit sinkron dengan kode gangguan-semu penerima. Kata Kunci : Kode-gangguan semu, Spektrum-tersebar
PENGARUH UKURAN BUTIRAN ADSORBEN KHITOSAN TERHADAP DERAJAD ADSORPSI/PENJERAPAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu2+) . Hargono; C. S. Budiyati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.632

Abstract

Kandungan logam berat tembaga, Cu di dalam limbah cair kerajinan elektroplating sangat tinggi, melebihi ambang batas yang ditentukan pemerintah. Di salah satu kerajinan elektroplating di sekitar Lingkungan Industri Kecil (LIK) di Semarang kandungan ion tembaga, Cu2+mencapai 0,77 mg/L padahal standar baku mutu air limbah untuk kadar ion Cu adalah 0.19mg/L. Alternatif pengelolaan limbah ini bisa dilakukan dengan operasi adsorpsi menggunakan adsorben Khitosan. Elektron nitrogen pada gugus amino yang dimiliki Khitosan dapat mengikat ion-ion logam membentuk senyawa kompleks koordinasi yang stabil. Kemampuan Khitosan untuk menjerap ion Cu tergantung pada derajat deasetilasinya. Proses adsorbsi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ukuran partikel adsorben, jumlah adsorbent, pH, waktu, kecepatan pengadukan dan suhu. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh ukuran partikel Khitosan terhadap aktivasinya dalam menjerap ion logam berat Cu2+ Percobaan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan Khitosan dari cangkang/ kulit udang, dengan konsentrasi NaOH dari 20 hingga 60% (%berat). Khitosan yang dihasilkan dari proses ini dianalisis derajat deasetilasinya dengan FTIR. Tahap kedua adalah mencari pengaruh ukuran partikel Khitosan dalam mengadsorbsi ion Tembaga dengan menggunakan Khitosan dengan derajat deasetilasi yang paling besar. Variabel berubah adalah diameter rata-rata Khitosan 0,711 mm (-20+28 mesh), 0,503 mm (-28+35 mesh) dan 0,193 mm (-65+80 mesh). Analisis ion Cu2+dilakukan dengan AAS. Hasil penelitian menunjukaan proses adsorpsi ion Cu2+ paling baik dicapai pada diameter rata-rata butiran Khitosan 0,193 mm, derajat deasetilasi pada konsentrasi NaOH 50%, waktu penjerapan efektif 60 menit dengan derajad penjerapan tembaga mencapai 80,52 % Kata kunci : Khitosan, ukuran partikel, proses penjerapan,ion Cu
ANALISA KEAUSAN PADA RANTAI SEPEDA MOTOR I. Syafa'at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.633

Abstract

Rantai adalah salah satu komponen penting dalam sepeda motor. Keausan pada rantai adalah hal yang wajar. Beban yang besar saat terjadi tumbukan antara bus yang didalamnya terdapat pin, dengan gigi-gigi sproket membuat keausan terjadi pada pin dan bus. Keausan yang terjadi adalah dalam bentuk mulur yang dihitung berdasar persen perpanjangan. Rantai harus diganti ketika persen perpanjangan mencapai 2%. Pelumasan, pembersihan terhadap kotoran pada rantai, serta menghindari perpindahan gigi sesering mungkin dapat mengurangi keausan. Kata kunci : keausan, rantai, bus, pin, persen perpanjangan
Pengaruh Teknologi Sistem Plasma Lucutan Pijar terhadap Tingkat Pengerasan Permukaan Logam B. Setiyana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.634

Abstract

Permukaan material logam yang keras dan tahan aus, dan didukung oleh inti yang ulet serta tahan akan pembebanan statis maupun pembebanan dinamis, sangat diperlukan dalam industri pada masa sekarang ini. Sifat – sifat mekanik yang berbeda tersebut, dapat digabungkan dalam suatu material logam dengan jalan proses perlakuan pengerasan permukaan logam, yang antara lain : karburasi, nitridasi, flame hardening, induksi dan yang paling baru dan sekarang ini banyak sekali dikembangkan adalah pengerasan dengan Sistem Plasma. Sistem pengerasan permukaan pada material yang berbahan dasar logam dengan menggunakan plasma, mempunyai metode prinsip pendeposisian atom – atom, antara lain salah satunya adalah pendeposisian atom karbon atau atom nitrogen pada permukaan logam, sehingga dapat terbentuk persenyawaan Fe – C atau Fe – N yang bersifat sangat keras pada permukaan logam. Kata kunci : plasma, pengerasan permukaan