cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 477 Documents
Perancangan Alat Praktikum Uji Kerugian Tekanan Aliran Air dalam Pipa Tabah Priangkoso; Dwi Ermadi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6103

Abstract

Uji kerugian tekanan pada sistem perpipaan merupakan salah satu mata praktikum Fenomena Dasar Mesin dengan tujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang terjadinya kerugian tekanan di sepanjang sistem perpipaan yang diakibatkan oleh gaya gesek air pada permukaan dinding dalam pipa. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang alat praktikum uji kerugian tekanan aliran fluida dalam pipa. Fluida yang digunakan adalah air dan pipa yang digunakan berbahan PVC. Sistem perpipaan terdiri dari pipa lurus sepanjang 0,8 m, fitting lurus, dan fitting siku dengan diameter 1”. Pengukuran kerugian head setiap komponen dalam sistem perpiaan dilakukan dengan menghitung selisih tekanan masuk dan keluar dalam bentuk kerugian head menggunakan manometer, sedangkan pengukuran debit aliran menggunakan rotameter dari 10 hingga 36 L/menit. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil perhitungan secara teoritis. Hasil pengukuran kerugian head pipa lurus pada alat uji menujukkan rata-rata mempunyai kesamaan sebesar 98,1%, pada fitting lurus sebesar 86,5%, pada fitting elbow 86,7% dibanding perhitugan teoritis. Dengan demikian alat praktikum uji kerugian tekanan aliran air dalam pipa dapat digunakan untuk praktikum.
Komposit Serat E-Glass Matrik Polyepoxy dengan Metode Vacuum Bag Sebagai Alternatif Skateboard Sugeng Slamet; Ahmad Amin; Rochmad Winarso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6409

Abstract

Bagian utama pada permainan olah raga skateboard adalah papan tumpuan yang menerima beban dinamis. Bahan utama papan tumpuan ini terbuat dari kayu jenis maple yang banyak tumbuh di kawasan subtropis dan merupakan produk import. Kayu maple mempunyai keunggulan densitas dan kekuatan mekanis yang tinggi. Kualitas kayu ini bergantung pada usia tanam bisa mencapai 60 tahun, kesesuaian tanah dan musim.  Faktor tersebut menjadikan tanaman kayu maple menjadi masalah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku papan skateboard. Paduan logam ringan dan komposit menjadi material alternatif yang dapat dikembangkan melalui rekayasa paduan dalam komposit.  Rekayasa material komposit ini menggunakan penguat serat E-glass wowen roving dengan matrik polyepoksi. Manufaktur komposit menggunakan gabungan antara hand lay up dikombinasikan dengan vacuum bag. Pengujian dilakukan terhadap spesimen meliputi densitas, kekuatan tarik DIN 50-125 dan kekuatan bending ASTM E 290-14 dibandingkan dengan beberapa uji mekanis peneliti lainnya. Produk akhir komposit berupa sandwich composite, dimana bahan komposit selanjutnya berfungsi sebagai filler diantara papan kayu tipis yang diberikan tekanan. Pengujian terhadap komposit tersebut menunjukkan densitas 1,48 gr/cm3, kekuatan tarik 363,67 MPa dan kekuatan bending 59,47 MPa. Terhadap papan kayu maple, maka kekuatan tarik dan kekuatan bending lebih tinggi, sementara densitas masih perlu ditingkatkan.  
Implementasi Optimasi Topologi Sebagai Infill Modifier pada Hasil Cetak 3D Printer Berbahas Polylactic Acid dengan Menggunakan Metode Taguchi Gilar Pandu Annanto; Ahmad Hamami Azhar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6033

Abstract

Dewasa ini  metode fused deposition modeling menjadi semakin populer dan banyak digunakan. Metode FDM dikenal memiliki kemampuan untuk memproduksi komponen dari berbagai material polymerer seperti PLA, ABS, dan PETG. Hasil cetak FDM dapat memiliki kekuatan yang berbeda – beda yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti  material dan parameter cetak. Penelitian ini berfokus untuk meneliti kekuatan dari hasil cetak FDM yang dicetak dengan menggunakan metode penggabungan dengan hasil optimasi topologi. Area yang merupakan hasil optimasi topologi akan diberikan kerapatan senilai 60%, 75% & 90% , sedangkan diluar area tersebut akan diberikan kerapatan senial 10%, 25%, & 40%. Adapun jenis infill yang digunakan adalah cubic, grid, & 3D honeycomb. Untuk mengetahui kombinasi yang paling optimal, digunakan metode taguchi yang akan membatasi jumlah kombinasi spesimen yang dicetak serta mengalisis faktor yang paling berpengaruh untuk mendapatkan nilai kekuatan tertinggi. Dari hasil pengujian diketahui bahwa untuk mendapatkan nilai kekuatan yang optimal, parameter yang dapat digunakan adalah inner infill berjenis 3d honeycomb dengan kerapatan 90% dikombinasikan dengan outer infill berjenis 3d honeycomb dengan kerapatan 25%. . 
Analisis Keausan AISI 52100 Tanpa Pelumasan Menggunakan Tribotester Pin-On- Disc Kusman .; Darmanto .
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6446

Abstract

Peranan penting terhadap komponen permesinan adalah umur pemakaian, karena merupakan salah satu fenomena keausan. Dalam ilmu perancangan teknik perlu sekali untuk mempertimbangkan keausan karena ada kaitannya dengan hilangnya material. Untuk mengurangi keausan dari komponen permesinan harus dilakukan perancangan teknik yang baik. Didalam permesinan ada salah satu fenomena yang terjadi yaitu fenomena kontak antar komponen. Gesekan pada tiap-tiap komponen mengakibatkan keausan. Alat uji untuk mengetahui nilai keausan adalah tribometer pin-on-disc. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui volume keausan yang terjadi pada pin besi cor A (79, 5 HRB) dan pin besi cor B (86,5 HRB) tanpa pelumas.. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa Volume keausan tertinggi terjadi pada pin besi cor A dengan beban 20 N dengan jarak 600 m volume keausannya 0,31252 , dan volume keausan terkecil pada pin besi cor B dengan beban 10 N dengan jarak 100 m volume keausannya 0,00384 . Rata-rata koefisien keausan terbesar terjadi pada pin besi cor A dengan beban 20 N yaitu 1,18467×10ˉ8 (mm³/N.mm) kemudian pin besi cor B dengan beban 10 N koefisien keausan terkecil yaitu 1,60135×10ˉ8 (mm³/N.mm). Tinggi keausan tertinggi terjadi pada pin A beban 20 N yaitu 0,1454 mm pada jarak 600 m,dan yang tinggi terkecil pada pin b beban 10 N yaitu 0,0160 mm pada jarak 100 m.Jadi kekerasan material dan beban berpengaruh terhadap hasil pengujian.
Analisis Pengaruh Quench Temper Pada Pisau Penepung (Later Gear) dengan Metode Pemanas Induksi dan Menggunakan Pendingin Oli Gunadi Wijoyo; Muhammad Fahri Kusaeni
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6444

Abstract

Pisau penepung (later gear) merupakan salah satu komponen mesin diskmill atau sering juga disebut mesin pengecil ukuran, later gear merupakan sebuah komponen yang berfungsi sebagai pisau penggiling didalam mesin tersebut, pesau penepung ini menepung arang batok kelapa untuk itu pisau mudah aus dan untuk meminimalkan terjadinya keausan di lakukan proses metode pemanasan induksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisa pengujian impak, pengujian kekerasan Vickers, Rockwell dan pengujian struktur mikro pada Baja AISI 1020, dan di lakukan proses austenisasi sampai suhu 900˚C di celup oli,di tempet pada suhu 200˚C, 400˚C. Pengujian ketangguhan impak terendah didapatkan pada raw material sebesar 0,011 J/mm². Dan hasil pengujian ketangguhan impak tertinggi di dapatkan pada austenisasi 900˚C temper 400˚C sebesar 0,014 J/mm. Pengujian Vickers nilai kekerasan terendah didapatkan pada raw material sebesar 0,011 J/mm². Dan hasil pengujian ketangguhan impak tertinggi di dapatkan pada austenisasi 900˚C temper 400˚C sebesar 0,014 J/mm. Dan austenisasi 900˚C temper 200˚C memiliki ketangguhan yang sama 0,014 J/mm. Pengujian Rockwell austenisasi 9000C terjadi kenaikan mendapatkan hasil 453 VHN. austenisasi pada suhu 9000C temper 2000C menjadi menurut mendapatkan hasil 415 VHN dan austenisasi dengan suhu 9000C temper 4000C mendapatkan hasil 337 VHN dengan di lakukannya temper bias menurunkan kekerasan. Hasil pengamatan foto mikro terdapat fasa ferriet, pearlite dan matesit pada proses quecnh dan temper hal ini membuktikan bahwa dengan proses tersebut dapat meningkatkan ketahanan aus dan dan menbuat material menjadi keras akan tetapi material yang sudah di lakukan proses quench dengan suhu austenit akan memiliki kekerasan dan kegetasan yang tinggi.
Pengaruh Variasi Waktu Electroplating Terhadap Warna Emas Antik (Antique Gold) Pada Medali Dengan Material Zinc Alloy Sendie Yuliarto Margen
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.5991

Abstract

Eletroplating warna emas antik (antique gold) melewati empat tahap utama yakni pembersihan, brush (aktifasi penyepuhan warna keemasan),  Pencelupan warna klasik, dan clear (pelapisan pengkilat dan anti gores). Untuk menentukan warna emas antik pada proses elektroplating, biasanya setiap orang atau perusahaan mempunyai hasil yang berbeda beda pada setiap warna emas antik yang dibuat, ini mengakibatkan kesulitan menemukan keseragaman warna emas antik pada proses elektroplating khususnya pada pembuatan dan pewarnaan medali. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi hasil elektroplating dengan warna emas antik pada medali dengan material zinc alloy. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan peralatan proses elektroplating dengan melakukan pengujian warna emas antik (antique gold) terhadap benda uji yaitu medali dengan material zinc alloy yang berdiameter 50 mm dan tebal 4 mm, dengan memvariasikan waktu proses elektroplating. Hasil penelitian menggunakan peralatan proses elektroplating dengan hasil akhir bahwa semakin lama proses aktivasi elektroplating, maka warna yang dihasilkan semakin gelap.
Analisis Keausan Pin Besi Cor FCD Type Point Contact Berpelumas SAE 140 Menggunakan Variasi Pembebanan Imam Syafa'at; Mucamad Restu Anwar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6438

Abstract

Pelumasan merupakan aktivitas pemberian minyak lumas pada mesin yang berfungsi untuk meminimalisasi tingkat keausan pada mesin. Minyak lumas memiliki tingkat kekentalan dengan standar kekentalan dari badan internasional Sociaty of Automotive Enginers (SAE) dengan kode awalan SAE didepan indeks kekentalan, yang mana harus disesuaikan dengan tipe dan kebutuhan mesin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelumas SAE 140 terhadap keausan besi cor FCD yang bergesekan dengan material AISI 52100 dengan pengujian Tribotester Pin-On-Disc. Penilitian ini dilakukan pada dua material besi cor grafit bulat dengan tingkat kekerasan FCD 50 dan FCD 60, variasi beban 10 N dan 20 N, variasi jarak sliding 100 m, 200 m, 300 m, 400 m, 500 m, 600 m, dan minyak pelumas dengan kode SAE 140. Nilai tinggi keausan terbesar didapatkan pada material pin FCD 50 dengan beban 20 N yaitu 0,02396067 mm. Nilai volume keausan terbesar didapatkan pada material pin FCD 50 dengan beban 20 N yaitu 0,008519766 mm³. Nilai koefisien keausan terbesar didapat pada material pin FCD 50 dengan beban 20 N yaitu 1,47381E-10 mm³/N.mm. Nilai lebar keausan, tinggi keausan, volume keausan, dan koefisien keausan pada material pin FCD 50 lebih besar daripada nilai lebar keausan, tinggi keausan, volume keausan, koefisien keausan material pin FCD 60.
Studi Kasus Perbaikan Daun Baling-Baling Kapal Tug Boat Akibat Patah dan Fouling Santhi Wilastari; Budi Santoso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6436

Abstract

Kerusakan pada daun propeller  sangat berpengaruh terhadap performa dari kapal. Daya yang dipindahkan dari mesin tidak dapat dipakai secara maksimal. Selama berlayar di wilayah laut atau sungai, baling-baling kapal sering berbenturan dengan benda asing yang mengambang sehingga menyebabkan kerusakan pada baling-baling. Kerusakan ini bisa berupa  melengkung, retak atau rusak pada daun baling-baling. Paper ini membahas tentang studi kasus perbaikan propeller  kapal akibat patah dan fouling. Proses perbaikan baling-baling diantaranya adalah dengan pemotongan bagian yang patah untuk kemudian disambung dengan pelat baru dengan cara pengelasan. Perbaikan karena fouling  atau penempelan kerang laut dilakukan dengan cara dihilangkan secara kimiawi dan secara mekanis lewat gerinda. Setelah perbaikan proses selanjutnya adalah balancing. Hasil balancing menunjukkan bahwa daun baling-baling sudah memenuhi standar untuk digunakan berlayar.
Pengaruh Variasi Bentuk Core pada Aluminium Komposit Sandwich Panel Structure Terhadap Kekuatan Mekanik Viktor Naubnome; Ardha Febri Silatama
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.5809

Abstract

Penggunaan material yang kuat tetapi ringan sangat penting pada struktur pesawat terbang, salah satu material yang digunakan pada pesawat terbang adalah komposit honeycomb sandwich panel. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dengan membandingkan kekuatan tekan dan tekuk pada komposit honeycomb sandwich panel apabila struktur core divariasikan ke bentuk  yang berbeda dari bentuk  asalnya, seperti  struktur yang terinspirasi dari alam  dan beberapa peneliti sudah menggunakannya pada berbagai bidang konstruksi seperti serat batang pohon pisang (banana tree trunks) yang sudah banyak dikembangkan menjadi campuran material komposit, maupun struktur jaring laba-laba (cobwebs) yang banyak diaplikasikan pada konstruksi pondasi gedung, apakah memiliki karakteristik yang sama dengan struktur honeycomb sandwich atau lebih baik dari struktur sebelumnya. Pembuatan core menggunakan bahan dasar plat aluminium 1100 dan dilakukan dengan metode press dengan dimensi core 6 cm. Pengujian tekuk mengacu pada standar ASTM C393/C393M-16 dan pengujian tekan mengacu pada standar ASTM C365/C365M-16. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi struktur core banana tree trunks sandwich panel memiliki nilai kuat tekan sebesar 9,68 N/mm² dan nilai kuat lentur sebesar 1,5162 N/mm, yang merupakan lebih baik dari variasi core berbentuk honeycomb sandwich panel maupun cobwebs. Hasil pengujian ini dapat dipengaruhi oleh proses pembuatan spesimen komposit sandwich structure dan kerapatan antar bagian cell.
Pengaruh Tekanan Compression Moulding Terhadap Kekerasan dan Densitas Daur Ulang High-Density Polyethylene (HDPE) Sebagai Kandidat Bahan Baku Ubin Taufik NurHidayat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6445

Abstract

Pengolahan sampah plastik salah satunya dengan menjadikan sebagai kandidat bahan baku ubin, sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan meningkatkan nilai jual. Dengan menggunakan mesin compression moulding, sampah plastik akan dibuat menjadi produk ubin. Pada penelititan ini telah dilakukan pembuatan sampel ubin dengan bahan High Density Polyethlene (HDPE) daur ulang ukuran 22 x 22 cm pada variasi tekanan 5 kg/cm2, 7 kg/cm2, dan 10 kg/cm2 pada suhu kompresi 200ºC. Spesimen dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian densitas. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan alat durometer dengan metode Hardess Shore D. Dalam pengujian kekerasan dapat dibaca hasil kekerasan 1 detik dan 15 detik. Waktu 1 detik nilai kekerasan tertinggi pada tekanan 10 kg/cm2 mencapai 61,8 Shore D dan waktu 15 detik nilai kekerasan tertinggi pada tekanan 10 kg/cm2 mencapai 56,3 Shore D namun pada tekanan 7 kg/cm2 waktu 15 detik nilai kekerasan menurun menjadi 54,7 Shore D. Menurut pengamatan yang dilakukan pada tekanan 7 kg/cm2 waktu 15 detik terdapat cacat porositas sehingga pada pengujian kekerasan waktu 15 detik nilai kekerasan mengalami penurunan. Nilai densitas terkecil terjadi pada variasi tekan 5 kg/cm2 yaitu 0,90 g/cm3, dan nilai tertinggi pengujian densitas pada variasi tekan 10 kg/cm2 yaitu 0,98 g/cm3. Hasil tersebut didapatkan bahwa semakin tinggi tekanan yang diberikan maka semakin tinggi pula nilai kekerasannya dan semakin tinggi tekanan akan meningkatkan nilai densitas plastik daur ulang jenis HDPE.