cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 477 Documents
Pengaruh Infill Pattern Terhadap Kekuatan Hasil Cetakan 3d Printing Berbahan Poly-Lactic Acid Gilar Pandu Annanto; Ilham Naufal Ardianto; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5520

Abstract

Fused deposition modeling (FDM) merupakan salah satu jenis teknologi additve manufacturing yang saat ini populer dan banyak digunakan. Metode FDM ini memiliki kemampuan untuk memproduksi komponen dari berbagai material polymerer seperti PLA, ABS, dan PETG. Kekuatan produk hasil cetak FDM dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan salah satunya adalah material dan pola isian. Penelitian ini berfokus untuk meneliti jenis infill yang dapat menghasilkan komponen dengan waktu cetak yang singkat tetapi kuat. Spesimen berbahan PLA diberikan variasi pola isian rectilinear, stars, 3D honeycomb, archimedean chords, dan support cubic. Spesimen yang telah tercetak kemudian dilakukan pengujian tarik untuk mendapatkan informasi mengenai nilai kekuatannya. Kesimpulan yang didapatkan adalah hasil cetak dengan kekuatan tertinggi dicapai oleh spesimen yang menggunakan infill berjenis 3D honeycomb dengan nilai kekuatan sebesar 27,92 MPa. Sedangkan untuk waktu cetak yang paling singkat didapatkan pada spesimen yang menggunakan infill berjenis support cubic dengan lama waktu yang dibutuhkan adalah 42 menit. Selain itu, dilakukan perbandingan antara kekuatan dengan waktu cetak untuk mengetahui jenis infill yang paling optimal baik dari segi waktu dan kekuatan. Dari hasil perbandingan diketahui bahwa spesimen yang menggunakan infill berjenis rectilinear memiliki nilai ratio tertinggi sebesar 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa infill berjenis rectilinear merupakan jenis infill yang paling optimal dibandingkan dengan jenis infill lainnya yang diteliti pada penelitian ini.
Analisis Sifat Mekanik Baja AISI 1018 Menggunakan Preheat Treatment Muamar Khaqiqi; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5319

Abstract

Berbagai upaya untuk mendapatkan hasil penyambungan baja dengan pengelasan telah dilakukan. Pre heat treatment merupakan satu dari sekian banyak metode yang digunakan untuk menghasilkan hasil pengelasan yang mempunyai sifat mekanik yang baik. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh preheat pada material uji terhadap sifat mekanik yaitu kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan pipa baja karbon AISI 1018 dengan diameter 2 inchi yang dilakukan proses preheat dilakukan dengan variasi suhu 300oC, 350oC, 400oC, 450oC. Hasil preheat 350oC dengan nilai tegangan paling tertinggi 371,57 MPa dan nilai hasil kekerasan rata-rata paling tertinggi preheat 500oC. Sedangkan nilai terendah hasil uji tarik spesimen preheat 450oC dengan nilai tegangan sebesar 295,37 MPa dan hasil uji kekerasan paling rendah pada preheat 300oC. Pada struktur mikro tampak fasa ferit, perlit, martensit, dan ferit batas butir, daerah HAZ dikarenakan perlakuan panas terlalu tinggi ditambah lagi pengaruh panas proses las. Pada daerah las tampak terlihat fasa ferit dan ferit batas butir terlalu mendominasi dikarenakan perubahan suhu pada proses pengelasan terlalu lama. Struktur mikro daerah logam induk tampak fasa martensit dan tampak columnar, kemungkinan besar dalam pembuatan material melalui proses rolling.
Filter Air Bersih Menggunakan Keramik Berpori Studi Kasus di Kabupaten Demak Muhammad Amirur Rokhim
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5177

Abstract

Penggunaan Membran dari keramik akhir-akhir ini di Indonesia mulai meningkat karena membran keramik mempunyai kandungan kimia yang bagus, tahan terhadap panas dan kekuatan yang setabil. penggunaan membran keramik ini semakin meningkat dengan pengaplikasian sebagai filter atau penyaring. Tetapi proses pembuatan dan bahan yang digunakan cukup mahal, maka dari itu penelitian dengan metode mencampurkan bahan lain seperti karbon aktif ini dilakukan, arang tempurung kelapa dan arang sekam padi yang banyak dijumpai mempunyai kemampuan daya serap tinggi (absorpsi) yang baik. Penelitian ini menghadirkan campuran bahan zeolit alam dengan penambahan karbon aktif sebagai bahan campuranya dengan suhu pembakaran 9000C. keramik berpori dibentuk berupa silinder diteliti. Menggunakan Pengukuran densitas dan porositas atau disebut metode arschimides. uji kecepatan alir air dan pengujian nilai TDS (Total Dissolved Solid). Hasil pengujian kandungan Air sebelum disaring dan setelah disaring ICP (inductively coupled plasma) keramik berpori mampu menurunkan nilai-nilai unsur yang terkandung didalam air. hal ini tidak luput dari penggunaan campuran karbon aktif yang terbukti mampu menurunkan kandungan unsur didalam air. serta mampu menurunkan nilai TDS air. laju aliran air juga meningkat sehubungan dengan bertambahnya jumlah campuran karbon aktif yang dilakukan. Dikarenakan semakin banyak pori-pori atau rongga didalam material keramik yang disebabkan oleh terbakarnya karbon aktif disaat proses sintering.
Analisis Pengerasan Surface Spline Flange Gardan KRD (Kereta Rel Diesel) dengan Metode Quenching Oil Kusuma Wardani; Muhammad Dzulfikar; Agung Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5174

Abstract

Baja sebagai bahan spline memiliki kekuatan dan keuletan yang lebih baik jika dibandingkan dengan bahan-bahan lain. Baja adalah logam paduan dengan besi (Fe) sebagai unsur dasar dan karbon (C) sebagai unsur paduan utamanya. Kandungan karbon dalam baja berkisar antara 0.2-2.1% wt. Salah satu baja yang digunakan untuk pembuatan spline adalah baja karbon sedang AISI 1050. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh suhu austenisasi pada proses pengerasan permukaan spline terhadap struktur mikro dan distribusi kekerasan pada spline dengan bahan AISI 1050. spline dihardening dengan suhu austenisasi 700° C, 800° C dan 900° C dengan menggunakan pemanas induksi dengan lama pemanasan 62 detik, 87 detik, 142 detik. Setelah mencapai suhu penelitian dan waktu penahanan spline dicelup dengan media oli. Hasil penelitian menunjukan kekerasan pada spline yang telah dihardening pada suhu 700° C kekerasan permukaan mencapai 400.9 HV, pada suhu 800° C kekerasan permukaan mencapai 450.9 HV, pada suhu 900° C kekerasan permukaan mencapai 597.4 HV. Pengamatan struktur mikro pada suhu 700°C, 800°C dan 900°C, terlihat struktur martensit telah terbentuk akibat proses pendinginan cepat setelah hardening dan bewarna lebih gelap dengan sifat yang lebih getas dan lebih keras.Struktur lain yang terbentuk adalah bainit yang berwarna hitam seperti jarum struktur ini tingkat kekerasannya masih dibawah martensit.
Analisis Variasi Temperature Lingkungan Terhadap Keausan Kampas Rem Reynaldi Satria Gumilang
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5320

Abstract

Kampas rem adalah salah satu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan bermotor. Dalam konsep pengereman hal yang tidak dapat dihindarkan adalah sebuah keausan. Keausan terjadi apabila dua buah benda yang saling menekan dan saling bergesekan. Dalam penelitian ini, dilakukan untuk mengetahui pengaruh Temperature Lingkungan terhadap volume keausan dan laju keausan kampas rem dengan menggunakan alat uji keausan kampas rem dengan variasi suhu 30, 35, 40, 45 dan 50 °C dengan beban pengereman 2 Kg. Durasi waktu pengujian yaitu 50 menit dilakukan pengambilan data per 10 menit. Hasil penelitian ini volume keausan tertinggi yaitu pada suhu 30 °C sisi kampas A 102,69 mm3 dan sisi kampas B 81,42 mm3 dan keausan volume keausan terkecil pada suhu 50 °C sisi kampas A 60,148 mm3 dan sisi kampas B 46,211 mm3, Dan nilai laju keausan terbesar pada suhu 30 °C sisi kampas A 1,12E-07 gr/s.mm² dan sisi kampas B 9,58E-08 gr/s.mm², sedangkan nilai laju keausan terkecil pada suhu 50 °C sisi kampas A 4,85E-08 gr/s.mm² dan sisi kampas B 4,59E-08 gr/s.mm².
Uji Eksperimental Pengaruh Temperatur Lingkungan Terhadap Kinerja Mesin Pendingin Refrigeran Hidrokarbon Muhammad Edi Pujianto; Muhammad Subri; Muh Amin
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5307

Abstract

Refrigeran sintetik saat ini masih banyak digunakan untuk fluida kerja mesin pendingin. Pemanasan global merupakan salah satu dampak negatif dari penggunaan refrigeran sintetik. Salah  satu alternatif yang dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan menggunakan refrigeran alami. Sebagai contoh penggunaan hidrokarbon, propana dan isobutane sebagai pengganti CFC-12, sedangkan pengganti HCFC 22 adalah jenis propana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pengaruh penggantian refrigeran sintetis dengan refrigeran alami, metode yang digunakan yaitu melalui percobaan secara eksperimental pada sebuah air conditioner (AC) dengan cara, mengganti refrigeran R22 dengan R 290. Selain itu, variabel lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah temperatur dan kelembapan udara lingkungan. Temperatur  udara lingkungan diatur pada keadaan 28°,30°C,dan 38°C. Dari hasil penelitian didapatkan coefficient of performance (COP) akan semakin turun seiring dengan peningkatan temperatur lingkungan.
Analisis Kinerja Water Pump Cooling Sistem Pada Mesin Induk Kapal Santiko, Tony; Heriyawan, Mohammad Sapta
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5315

Abstract

Kapal MT. Sepinggan saat melakukan pelayaran (voyage) dari Surabaya menuju Cilacap pada tanggal 9 Agustus 2019 mengalami kerusakan pada main cooling sea water pump yang diawali dari naiknya temperature piston cooling yang tidak normal akibatnya piston mesin induk mengalami overheat. Penelitian ini menggunakan rumusan masalah yaitu apa faktor penyebab, apa akibat dari faktor penyebab, dan bagaimana penanganan akibat dari faktor penyebab, dengan metode atau pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam menganalisis permasalahan yaitu menggunkan teknik observasi (pengamatan), wawancara, dokumentasi dan studi pustaka.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kerjamain cooling sea waterpumpyang di MT. Sepinggan, untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari penyebab kerja main cooling sea water pump yang menurun di MT. Sepinggan dan untuk mengetahui cara mencegah kerja main cooling sea water pump yang menurun di MT. Sepinggan. Berdasarkan penelitian ada beberapa faktor yang menyebabkan kerja main cooling sea water pump yang menurun pada proses pendinginan piston mesin induk di MT. Sepinggan yaitu kondisi pipa air laut yang kotor dan berkarat, pompa melebihi batas jam kerja, low insulation resistance, getaran berlebih pada operasional kapal. Akibat yang ditimbulkan berupa kerja main cooling sea water pump menurun dan berakibat pada naiknya temperatur piston cooling. Penanganan yang dilakukan adalah penggantian pipa air laut dan membersihkan sea chest, melakukan pengecekan baut pengikat secara berkala, melakukan megger test. Kata kunci: Optimalisasi, Main cooling sea water pump, piston, mesin induk, MT. Sepinggan)
Analisis Reliability Availability dan Maintainability pada Gantry Jib Crane di Pelabuhan Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka; Yoga Pangestu Soebroto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5455

Abstract

Gantry Jib Crane (GJC) merupakan salah satu jenis mesin pesawat angkat angkut yang memiliki peran vital dalam layanan bongkar muat di pelabuhan. Pada salah satu lokasi di PT Pelabuhan Indonesia mengalami masalah pada prosedur perawatan GJC, sehingga berakibat kegiatan bongkar muat barang dan pelayanan gudang tidak dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai jadwal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis data perawatan dan kerusakan yang selama ini diterapkan dan terjadi dilapangan, serta mengukur tingkat ketersediaan atau availability dari beberapa Gantry Jib Crane yang ada di pelabuhan sebagai sebuah langkah continuous improvement.  Metode yang digunakan adalah perhitungan mean to time repair (MTTR), mean time between failure (MTBF) dan availability dan reliability. Dari hasil kajian diperoleh kesimpulan bahwa dari empat GJC yang ada ada dua unit GJC yaitu GJC 02 dan GJC 03 yang tingkat availabilitynya lebih rendah dari dua GJC yang lain. Dari hasil analisis juga diberikan rekomendasi terkait besaran jam interval predictive maintenance yang baru, untuk kedua GJC tersebut.
Uji Keausan Besi Cor Berlapis Hardchrome Menggunakan Tribotester Pin-On-Disc Wahyu Anuwar Witoyo
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5623

Abstract

Besi cor memiliki rasio kekuatan terhadap massa yang paling tinggi. sehingga banyak digunakan sebagai bahan komponen mesin, misalkan gesekan yang terjadi pada ring piston dengan bore cylinder yang merupakan komponen drive train dari sistem motor bakar. Akibat dari kerja komponen tersebut maka akan timbul adanya keausan permukaan komponen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena keausan besi cor dengan perlakuan permukaan electroplating hardchrome dengan menggunakan metode pengujian pin on disk tribometer, yang dilakukan dengan pelumasan SAE 10w-30 pada pembebanan 10N dan 20N dengan kecepatan putaran 60rpm dan jarak 200m, 300m, 400m, 500m, 600m setiap jarak dilakukan pengukuran keausan pada spesimen pin dan disc. Hasil pengujian keausan pada spesimen yang terbuat dari material besi cor dan dilapisi hardchrome dengan menggunakan pelumas SAE 10W-30 memperoleh kesimpulan bahwa setiap jarak keausan pada disk meningkat, Perhitungan keausan dengan menggunakan metode Archard yang menunjukkan tinggi keausan tertinggi sebesar 0.016729 mm pada jarak 600m di disc A beban 10N dan terendah sebesar 0.003035 mm pada jarak 200 m di disc B beban 10n. Nilai volume keausan terbesar pada disc B beban 20N berkisar 1.1741mm³ pada jarak 600 m. Serta volume keausan terendah pada disc A sebesar 0.2720 mm³ pada jarak 200 m dengan jenis keausan yang terjadi adalah keausan abrasi.
Analisis Keausan Line Contact Menggunakan Permodelan Global Incremental Wear Model Asdiar Surya Kurniawan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5621

Abstract

Keausan merupakan fenomena tribologi yang terjadi pada setiap peralatan akibat kontak mekanik antara dua komponen. Dalam kurun waktu yang lama keausan ini akan menimbulkan kerusakan pada peralatan. Untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi peralatan, maka fenomena keausan ini perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menghitung kedalaman aus dan volume aus sebuah pin berbentuk silinder pendekatan line contact menggunakan tribometer pin-on-disc. Variasi yang dilakukan adalah pembebanan yaitu sebesar 6 N, 8 N, dan 10 N. Pengujian keausan dilakukan pada keadaan tanpa pelumas. Hasil eksperimen kemudian dibandingkan dengan metode analitik GIWM (Global Incremental Wear Model). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa eksperimen tribometer pin-on-disc dan GIWM sama-sama berbanding lurus dengan pembebanan. Pada beban 10 N dengan jarak sliding 904,32 m memiliki kedalaman aus 2,46096E-05 m dan volume keausan 1,62778E-08 m3. Pada beban 6 N pada jarak sliding yang sama memiliki kedalaman aus 1,75067E-05 m dan volume aus 9,76666E-09 m3. Semakin bertambah pembebanan dan jarak sliding maka nilai keausan semakin bertambah.