cover
Contact Name
Yohannes Bagus Wismanto
Contact Email
bagusw@unika.ac.id
Phone
+628122893412
Journal Mail Official
psikodimensia@unika.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Jl. Pawiyatan Luhur IV /1 Bendan Dhuwur Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi
ISSN : 14116073     EISSN : 25796321     DOI : https://doi.org/10.24167/psidim
Core Subject : Science,
PSIKODIMENSIA is a scientific study that contains the results of research, thought and dissemination that aims to improve research, reviews and applications in the field of psychology. As a forum, communication media, and scientific development, the editorial received a contribution to the article that leads to improvement and development of psychology.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2014)" : 20 Documents clear
STUDI DESKRIPTIF MENGENAI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI MENGIKUTI KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR PADA SISWA SMP DI SEMARANG Eriany, Praharesti; Hernawati, Lucia; Goeritno, Haryo
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor motivasi yang mempengaruhi siswa SMP mengikuti kegiatan Bimbingan Belajar (Bimbel) secara analisis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 48 siswa yang mengikuti Bimbel Primagama Semarang. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala berdasarkan teknik semantic differential untuk pernyataan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Hasil penelitian menunjukkan 89.12% siswa mengikuti Bimbel dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan dan dari lima karakteristik motivasi intrinsik yang berperan berdasarkan urutan adalah sikap mengikuti Bimbel (23.23%), nilai mengikuti Bimbel (21.64%), tujuan mengikuti Bimbel (20,39%), kebutuhan mengikuti bimbel (18.89%) dan minat mengikuti Bimbel (15.85%). Dari tiga karakteristik motivasi ekstrinsik yang berperan adalah keluarga (45.80%), orang lain (32.82%) dan teman(21.37%). Tidak ada perbedaan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik mengikuti Bimbel berdasar jenis kelamin
KESEPIAN ANAK TUNGGAL PADA DEWASA MUDA Pratama, Andry Putra; Rahayu, Esthi
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor penyebab kesepian pada anak tunggal dewasa muda dan bagaimana cara anak tunggal dewasa muda dalam mengatasi kesepiannya. Metode pengambilan data berupa wawancara, observasi dan tes TAT (Thematic Apperception Test) dari Murray. Pengambilan sample dilakukan secara purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dengan karakteristik individu anak tunggal dewasa muda. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor penyebab kesepian pada anak tunggal dewasa muda adalah faktor internal dan eksternal. Cara yang dilakukan oleh anak tunggal dalam mengatasi kesepian, adalah: mengenali diri sendiri, mengembangkan kepribadian dengan kelebihan yang dimiliki dan mengurangi kelemahan yang ada, tidak memandang rendah diri sendiri, berbicara tentang kelebihan dan kebaikan orang lain dengan setulusnya, menghadapi dan menaklukan perasaan takut sendirian, memperbaiki komunikasi serta berjumpa dan bergaul dengan banyak orang, dan mencari kesibukan dengan kegiatan, pekerjaan atau hobi
KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWI PAPUA DITINJAU DARI DUKUNGAN TEMAN SEBAYA Hapasari, Aulia; Primastuti, Emiliana
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kepercayaan diri mahasiswi Papua. Subjek penelitian ini adalah 52 mahasiswi Papua di Semarang yang masih aktif kuliah semester I-IV dan terdaftar sebagai anggota HIPMAPAS. Untuk mengungkap kepercayaan diri digunakan skala kepercayaan diri dengan ciri-ciri kepercayaan diri yaitu optimis, mandiri, tidak raguragu, menghargai diri sendiri. Untuk mengungkap dukungan teman sebaya digunakan skala dukungan teman sebaya dengan jenis dukungan sosial diantaranya dukungan instrumental, dukungan penghargaan, dan dukungan informasi. Hasil analisis data menunjukkan hipotesis diuji dengan menggunakan Korelasi Product Moment dapat diterima yang menyatakan bahwa ada hubungan positif antara dukungan teman sebaya terhadap kepercayaan diri yang sangat signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rxy= 0,520 dengan p < 0,01. Sumbangan efektif dukungan teman sebaya sebesar 27 % terhadap kepercayaan diri.
SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA DITINJAU DARI KESADARAN LINGKUNGAN Here, Sonia Visita; Priyanto, Pius Heru
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara kesadaran lingkungan dan subjective well-being (SWB) pada remaja. SWB diukur berdasarkan dua aspek, yaitu kepuasan hidup dan afeksi. Alat ukur Satisfaction With Life Scale digunakan untuk mengukur kepuasan hidup, sedangkan Positive Affectivity and Negative Affectivity Scale digunakan untuk mengukur afeksi. Kesadaran lingkungan diukur berdasarkan lima aspek, yaitu: kesadaran pada penyebab polusi; tanah dan udara; perlindungan energi; kesehatan manusia; perlindungan kehidupan liar dan kepunahan hewan. Subyek berjumlah 130 pada remaja SMK Semarang. Pengambilan data menggunakan metode cluster sampling. Hasil uji korelasi product moment memperoleh hasil r = 0,506 (p < 0,01) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kesadaran lingkungan dengan SWB remaja, dimana sumbangan efektif yang diberikan kesadaran lingkungan pada SWB remaja adalah sebesar 25,6%
PENGARUH BELAJAR DENGAN CARA MENGHAFAL TERHADAP MENGINGAT KOSAKATA DALAM BAHASA INGGRIS Hardjo, Teresia Yuliana; ,, Siswanto
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belajar dengan cara menghafal terhadap mengingat kosakata dalam Bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini merupakan studi populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 4 SD Marsudirini Gedangan Semarang yang memiliki nilai Bahasa Inggris pada semester lalu antara 75- 84. Desain eksperimen yang digunakan adalah Within Subject Design. Analisa data menggunakan uji Within Subject Anava (repeated measure) untuk menguji hipotesis mayor dan t-test untuk menguji hipotesis minor. Pada pengujian hipotesis mayor diperoleh hasil Fhitung = 20,663 dan taraf signifikansi 0,005 dengan p < 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara belajar dengan cara menghafal terhadap mengingat kosakata dalam Bahasa Inggris yang sangat signifikan. Pada pengujian hipotesis minor diperoleh hasil thitung = 1,740 < 9t( =0,05) = 3,355. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara jenis kelamin terhadap mengingat kosakata dalam Bahasa Inggris. Belajar dengan cara menghafal sebanyak tiga hingga empat kali paling efektif untuk mengingat kosakata dalam Bahasa Inggris. Akan tetapi, menghafal sebanyak 11-14 kali sudah tidak efektif lagi untuk mengingat kosakata dalam Bahasa Inggris
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI KEBUTUHAN HIDUP SEHARI-HARI DITINJAU DARI GAYA HIDUP VALUE MINDED PADA MAHASISWA KOST UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA DI SEMARANG Niken, Christina Angelina; Widianingtanti, Lucia Trisni
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara gaya hidup value mindeddengan pengambilan keputusan membeli barang kebutuhan hidup sehari-hari pada mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata yang tinggal secara kost di Semarang. Hipotesanya adalah ada hubungan antara gaya hidup value minded dengan pengambilan keputusan membeli kebutuhan hidup sehari-hari pada mahasiswa kost. Subyek penelitian adalah mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata jenjang S1 yang tinggal secara kost (harga kost < Rp 500.000,-) di Semarang, berusia 18-22 tahun, belum menikah, dan uang bulanan yang diterima dari orang tua rata-rata ≤ Rp 2.000.000,- per bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisa datanya menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson.Subyek penelitian berjumlah 61 orang.Alat ukur menggunakan skala Gaya Hidup Value Minded dan skala Pengambilan Keputusan Membeli Kebutuhan Hidup Sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara gaya hidup value minded dengan pengambilan keputusan membeli kebutuhan hidup sehari-hari (rxy=0,276, p0,05
HUBUNGAN NILAI DALAM PERKAWINAN DAN PEMAAFAN DENGAN KEHARMONISAN KELUARGA Nancy, Maria Nona; Wismanto, Yohanes Bagus; Hastuti, Lita W.
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examined the relationship between the value of marriage, forgiveness and family harmony. Major hypothesis in this research is there is positive relationship between the value of marriage, forgiveness and family harmony, while the minor hypothesis reads (1) there is positive relationship between the value of marriage and family harmony (2) there is positive relationship between forgiveness with family harmony. The method used in this research was quantitative research method. The research population were married couples living in the District of East Alok, District Alok and District West Alok, the city of Maumere, Sikka regency, amounting to 200 persons. The measuring instruments were a family harmony scale to measure family harmony, the value of marriage scales to measure the value of marriage and modification of Forgiveness Scale from Rye et al (2001) to measure forgiveness. The data were collected through the scales that were filled by married couples and then analyzed with regression analysis two predictors for major hypothesis and correlation bivariate techniques for minor hypothesis. The Results show that (1) there is a positive relationship between the value of marriage, forgiveness and family harmony, (2) there is a positive relationship between the value of marriage with family harmony, (3) there is a positive relationship between forgiveness with family harmony
KOMITMEN ORGANISASI DITINJAU DARI JOB INSECURITY PADA KARYAWAN OUTSOURCING Yunanti, Yohana Dwi; Prabowo, Sumbodo
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara komitmen organisasi dengan job insecurity. Hipotesis pada penelitian ini adalah: ada hubungan negatif antara komitmen organisasi dengan job insecurity. Populasi penelitian ini adalah karyawan outsourcing pada PT Pura Baru Tama. Alat ukur menggunakan skala komitmen organisasi dan job insecurity. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh hasil: nilai korelasi sebesar -0,433 dengan p < 0,01. Hal ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara job insecurity dengan komitmen organisasi. Artinya semakin tinggi job insecurity maka akan semakin rendah komitmen organisasi karyawan outsourcing. Dengan melihat sumbangan efektif job insecurity dengan komitmen organisasi adalah sebesar 18,7%
HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN BIDANG PRODUKSI CV. X Sianipar, Anggie Rumondang Berliana; Haryanti, Kristiana
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan bagian produksi CV. X. Hipotesis mayor yang diajukan adalah ada hubungan antara komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan alat ukur berupa skala intensi turnover, skala komitmen organisasi, dan skala kepuasan kerja. Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dan jumlah sampel yang digunakan 53 orang bagian produksi. Hasil perhitungannya adalah Rx1x2y = 0,820 (p < 0,01) maka hipotesis mayor diterima, artinya ada hubungan yang positif dan signifikan antara komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover. Hasil perhitungan hipotesis minor pertama adalah r = -0,655 (p < 0,01), maka hipotesis minor pertama diterima, yang berarti ada hubungan negatif antara komitmen organisasi dengan intensi turnover. Semakin tinggi komitmen terhadap organisasi maka akan semakin rendah intensi turnover dan sebaliknya. Hasil perhitungan hipotesis minor kedua adalah r = -0,817 (p < 0,01), maka hipotesis minor kedua diterima, artinya semakin tinggi kepuasan kerja maka semakin rendah intensi turnover dan sebaliknya
KONSEP SELF DAN PENGHAYATAN SELF ORANG JAWA Susetyo, DP. Budi; Widiyatmadi, HM. Edy; Sudiantara, y.
Psikodimensia Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Psikodimensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami konsep self dan penghayatan self orang Jawa. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah tujuh (7) orang Jawa berusia 40 tahun ke atas yang tinggal di Semarang. Hasil penelitian menunjukkan deskripsi konseptual self mereka sebagai orang Jawa tergambarkan dalam frase-frase menurut ungkapan masing-masing. Akar dari self orang Jawa bermuara pada menjalankan prinsip rukun dan hormat yang memang menjadi ciri khas kepribadian orang Jawa. Dalam hal penghayatan self di kehidupan nyata, subjek mengimplementasikan apa yang mereka konsepkan sebagai karakteristik dari self masing-masing ke dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Deskripsi mengenai penghayatan self dalam kehidupan sehari-hari hanya berbeda dalam hal target interaksi. Secara substantif, esensi atau kualitas sikap dan perilaku identik dengan self yang dikonsepkan

Page 1 of 2 | Total Record : 20