ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
Atavisme adalah jurnal yang bertujuan mempublikasikan hasil- hasil penelitian sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah maupun sastra asing. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Atavisme diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Juni dan Desember.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME"
:
8 Documents
clear
MELINTASI HORISON INTERPRETASI IDEOLOGIS DALAM NOVEL RITOURNELLE DE LA FAIM KARYA J.M.G.LE CLÉZIO
Pratiwi, Dian;
Udasmoro, Wening
ATAVISME Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.038 KB)
|
DOI: 10.24257/atavisme.v21i2.489.150-163
Penelitian ini berfokus pada kajian ideologi pengarang dalam novel Ritournelle de la faim karya J.M.G.Le Clezio. Upaya kritik dengan menghadirkan kisah heroine dari kelas dominan, justru menunjukkan bentuk-bentuk ambivalensi di dalam teks. Hal tersebut memunculkan kecurigaan atas potensi resistensi dari teks, yaitu apakah teks bersifat subversif atau pada akhirnya tunduk pada ideologi dominan itu sendiri. Untuk mengkaji permasalahan tersebut, maka digunakan tiga tahapan horison interpretasi Frederic Jameson. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) horison politis, teks RDLF hadir sebagai resolusi imajiner terhadap kontradiksi sosial yaitu melalui upaya kritik terhadap kelas borjuis; 2) horison sosial ditemukan ideologeme berupa demoralisasi masyarakat yang kemudian menghadirkan ambivalensi tokoh (-tokoh) dalam novel RDLF. Hal ini pada akhirnya justru membalikkan nilai borjuasi sebagai sebuah fantasi hidup ideal; 3) Pada horison modus produksi, pengarang muncul sebagai subjek sinis, dimana teks telah terdistorsi sedemikian rupa oleh ideologi kapitalisme lanjut.
PERAN ALAM YANG DIKALAHKAN SANG SAPURBA DITINJAU DARI PERSPEKTIF ETIKA LINGKUNGAN
Lestari, Puji;
Waluyo, Herman J.;
Saddhono, Kundharu
ATAVISME Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.507 KB)
|
DOI: 10.24257/atavisme.v21i2.474.224-237
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengungkapkan konsep peran alam dari pandangan orang Melayu berdasarkan tipe dalam roman Dikalahkan Sang Sapurba karya Ediruslan Pe Amanriza. Metode yang digunakan deskriptif analitis dengan acuan teori etika lingkungan (ekokritik) dan Kluckhohn. Data berupa kutipan kalimat atau paragraf dari roman yang diklasifikasikan dan dianalisis untuk memperoleh gambaran secara lengkap atas persoalan lingkungan hidup berdasarkan konsep peran alam. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa peran alam yang diyakini baik gaib dan nyata akan menentukan wujud identitas kontrol sosialnya. Peran gaib memberikan konsep alam yang suci (sacred nature) sebagai bentuk ekosentrisme, sedangkan peran nyata melambangkan bahwa alam dapat dikuasai atau dilawan yang mencerminkan wujud dari antroposentrisme dari perspektif etika lingkungan. Penelitian ini menunjukkan pula bahwa peran nyata lebih dominan dibandingkan peran gaib sehingga akhir cerita ditunjukkan dengan bentuk sad ending.
PERBANDINGAN MONSTROSITAS KRIMINAL DALAM RED DRAGON (1981) KARYA THOMAS HARRIS DAN HANNIBAL (2015) SERIAL TELEVISI NBC
Putri, Fitria Zahrina
ATAVISME Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (111.084 KB)
|
DOI: 10.24257/atavisme.v21i2.457.164-179
Dr. Hannibal ?the Cannibal? Lecter merupakan salah satu karakter antagonis yang paling popular di Amerika. Kisah Hannibal diceritakan dalam bentuk tetralogi novel dan telah diadaptasi dalam berbagai medium. Salah satu dari empat novelnya yang berjudul Red Dragon diadaptasi sebagai serial televisi di NBC dengan judul Hannibal. Terdapat perbedaan antara serial TV ini dengan novelnya, terutama dalam menampilkan monstrositas kriminal yang terkait erat dengan praktik kanibalisme. Ada banyak adegan memasak daging manusia yang dikemas dalam gaya Eropa dalam versi adaptasi, namun tidak pada novel. Perbedaan ini menimbulkan satu pertanyaan, yakni bagaimana berbedanya monstrositas criminal antara novel Red Dragon dengan adaptasinya, Hannibal. Penelitian ini bersifat komparatif, menggunakan metode kualitatif, dan menggunakan teori monstrositas kriminal oleh Alexa Wright. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kanibalisme dilihat sebagai tidak etis, barbarik dan gila didalam Red Dragon, sementara Hannibal membawakan sebuah narasi baru: seorang kanibal yang berkelas dan berpendidikan.
POWER PRAXIS AT THE BEGINNING OF THE MEIJI ERA: TRADITION AND MODERN DISCOURSE
Cahyasari, Intannia;
Efendi, Anwar
ATAVISME Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (648.886 KB)
|
DOI: 10.24257/atavisme.v21i2.486.238-252
This study aims to investigate how the discourse of Japanese society tradition with conservative mindset as the impact of Tokugawa power that applied sakoku (isolation politics) for more than two hundred years began questioned, criticized and disputed in Hanauzumi?s novel by Jun'ichi Watanabe. This study uses Foucault's discourse approach that is applied to express the form of discourse by external and internal exclusion. This research uses a qualitative descriptive method, the data collected is data that explains the problem of production and distribution of discourse based on Foucault's external and internal exclusion. The results of this study indicate that Jun'ichi Watanabe produces, distributes and transforms modern discourse as counter discourse against the discourse of tradition to change the way of thinking, customs and culture that harm women.
ISLAM EKSKLUSIF YANG TOLERAN: TELAAH ATAS POLA DIDAKTIS ADIT SOPO JARWO
Yulianto, Wawan Eko
ATAVISME Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.52 KB)
|
DOI: 10.24257/atavisme.v21i2.495.180-193
Adit Sopo Jarwo is an Indonesian animation series that has gained quite high popularity in the past couple of years. However, there is still some dissatisfaction among its audience regarding the series? overtly didactic nature. This study aims to highlight and explain the didactic pattern of Adit Sopo Jarwo and to interpret this didacticism with regards to the social context that serves as the background of this work. For the purpose of this study, ten episodes of Adit Sopo Jarwo obtained from a YouTube search were analyzed. This study reveals the monolithic tendency of the didacticism of Adit Sopo Jarwo with the involvement of Haji Udin both direct and indirect as the source of wisdom. In the final analysis, the writer proposes the hypothesis of exclusivist but tolerant Islam as the explanation for the didactic pattern of Adit Sopo Jarwo.
HAZEL’S STRUGGLE TO GET HER SELF-ACTUALIZATION IN JOHN GREEN’S THE FAULT IN OUR STARS
Chumairoh, Putri
ATAVISME Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.407 KB)
|
DOI: 10.24257/atavisme.v21i2.488.253-268
This research aims to analyze John Green?s novel The Fault in Our Stars which focuses on analyzing Hazel Grace?s character and her struggle to face a stage IV cancer thyroid. The aims of this research are to describe the characteristics of Hazel Grace in The Fault in Our Stars novel and to reveal Hazel?s struggle to fulfill her needs based on Abraham Maslow?s hierarchy of need theory. The character and characterization approaches are applied as the foundation of this research. Abraham Maslow?s hierarchy of human need theory is applied as well. This theory is classified into five stages of needs which consist of physiological, safety and security, love and belongingness, self-esteem and self-actualization needs. The writer analyzed the data collected by categorizing them into five points which are included in hierarchy of needs. As a conclusion, Hazel able to fulfill her needs with her struggle as well as her self-actualization.
HASRAT PENGARANG DALAM NOVEL A THOUSAND SPLENDID SUNS: PERSPEKTIF LACANIAN
Ulya, Afriani;
Pujiharto, Pujiharto
ATAVISME Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.234 KB)
|
DOI: 10.24257/atavisme.v21i2.475.133-149
Penelitian ini mengungkapkan hasrat pengarang dalam novel A Thousand Splendid Suns karya Khaled Hosseini, yang merupakan hasrat-hasrat pengarang sebagai subjek yang berkekurangan dan berhasrat untuk memperoleh keutuhan identitasnya. Penelitian ini menjawab dua pertanyaan: bagaimana hasrat Khaled Hosseini termanifestasikan dalam novel A Thousand Splendid Suns?; ?hasrat menjadi? dan ?hasrat memiliki? Khaled Hosseini yang seperti apa yang termanifestasikan dalam novel A Thousand Splendid Suns? Penelitian dilakukan dengan menggunakan teori dan metode psikoanalisis Lacan. Psikoanalisis Lacan membahas hasrat manusia melalui bahasa (penanda) dengan mekanisme metafora dan metonimia. Hasil penelitian membuktikan bahwa novel A Thousand Splendid Suns merupakan manifestasi dari hasrat dan kekurangan yang ada pada diri Khaled Hosseini sebagai pengarang melalui hasrat untuk menjadi (narsistik) dan hasrat memiliki (anaklitik).This study reveals the author's desire in Khaled Hosseini's A Thousand Splendid Suns, which is the author's desires as a subject of lack and desires to obtain his identity. This study will answer two questions: 1) How does Khaled Hosseini's desire manifested in A Thousand Splendid Suns?; 2) What is the Khaled Hosseini?s desire-to-be and desire-to-have manifested in A Thousand Splendid Suns?. This study was done by using theory and method of Lacanian psychoanalysis. Lacanian psychoanalysis discusses human desire through language (signifier) with metaphor and metonymy mechanisms. The results prove that A Thousand Splendid Suns is a manifestation of the desires and lack that exist in Khaled Hosseini as the author through the desire to be (narcissistic) and the desire to have (anaclitic).
MANIFESTASI KEARIFAN EKOLOGIS DALAM RITUAL “KARO†DAN “KASADAâ€: SEBUAH PERSPEKTIF EKOKRITIK
Setiawan, Fredy Nugroho;
Nurmansyah, M Andhy;
Nufiarni, Rizki;
Eka, Scarletina Vidyayani
ATAVISME Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.281 KB)
|
DOI: 10.24257/atavisme.v21i2.455.209-223
?Karo? dan ?Kasada? merupakan tradisi lokal orang Tengger yang berkaitan erat dengan kearifan lingkungan. Keterkaitan tersebut merupakan faktor yang menarik untuk dikaji seiring dengan persoalan ekologis yang telah menjadi isu global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana kearifan ekologis termanifestasi dalam ritual ?Karo? dan ?Kasada?. Data dalam penelitian ini meliputi data pustaka, yaitu data mengenai ?Karo? dan ?Kasada? diperoleh dari artikel, jurnal dan laporan penelitian, dan data lapangan, yaitu informasi ritual ?Karo? dan ?Kasada? dari Dukun Pandita di Tengger dan laku ritual tersebut, yang kemudian dianalisis dengan menerapkan pendekatan ekokritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam, pemeliharaan, dan budaya terjalin berkelindan dengan esensi ritual ?Karo? dan ?Kasada? sehingga setiap laku ritual tidak lepas dari simbolisasi hubungan antara manusia dengan alam, yaitu tentang bagaimana manusia dan segala praktik budayanya harus menghormati dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya.