cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3 (2016)" : 10 Documents clear
Nilai Rerata Jarak Tempuh Uji Jalan 6 Menit Pada Anak Sehat Usia 10-14 Tahun Di Bandung dan Hubungannya dengan Panjang Tungkai Lindawati, Lindawati; Shanti, Marietta; Damiati, Tri
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Uji jalan 6 menit (6MWT) merupakan uji latih submaksimal, dengan variabel utama yang diukur adalah jarak tempuh dalam 6 menit. Jarak tempuh 6 MWT akan dipengaruhi oleh kecepatan jalan yang akan meningkat seiring dengan pertumbuhan anak, terutama disebabkan karena peningkatan panjang langkah. Pertambahan panjang tungkai akan memengaruhi pertambahan panjang langkah. Metode: deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Hasil: Jarak tempuh 6MWT di lintasan 15 meter pada anak laki-laki usia 10, 11, 12, 13 dan 14 tahun adalah 485,5 (395-585) m, 521 (432-660) m, 524 (431-694,2) m, 560 (449-675) m, dan 540 (439-664,5) m. Jarak tempuh 6MWT pada lintasan 15 meter untuk anak perempuan usia 10, 11, 12, 13, dan 14 tahun adalah 497 (353-742) m, 553 (420-662) m, 559 (428,1-658) m, 551,3 (373-685) m, dan 545,6 (464-600) m. Panjang tungkai berkorelasi bermakna dengan jarak tempuh 6MWT (p<0,001). Berdasarkan uji regresi didapatkan rumus prediksi jarak tempuh 6MWT untuk anak sehat usia 10-14 tahun pada lintasan 15 m yaitu 6,872 x panjang tungkai (cm). Kesimpulan: Panjang tungkai memiliki korelasi dengan jarak tempuh 6MWT, dan dapat digunakan untuk memprediksi jarak tempuh 6MWT pada anak sehat usia 10-14 tahun di lintasan 15 m.
Profil Probabilitas Stroke Iskemik Di Kota Malang Dan Batu: Aplikasi Skor Risiko Stroke Framingham Harahap, Herpan Syafii; Arisetijono, Eko; Afif, Zamroni
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stroke saat ini merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama di dunia, dimana 85% kasus merupakan stroke iskemik. Dengan mengetahui faktor-faktor risiko stroke iskemik, dapat dilakukan prediksi risiko untuk mengalami stroke iskemik dengan menggunakan skor risiko stroke Framingham. Tujuan: Untuk mengetahui profil probabilitas stroke iskemik di Kota Malang dan Batu menurut skor risiko stroke Framingham. Metode: Penelitian deskriptif cross-sectional ini menggunakan teknik consecutive random sampling untuk pengambilan sampel penelitian. Dilakukan pengukuran persentase dan stratifikasi skor risiko stroke Framingham terhadap 109 orang menurut jenis kelamin (n=109). Dalam penelitian ini juga dilakukan pengukuran parameter indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, rasio lingkar panggul-perut, dan kadar kolesterol total dan asam urat serum untuk dikorelasikan dengan persentase skor risiko stroke Framingham. Hasil: Sebanyak 72 orang (66,06%) memiliki risiko stroke iskemik yang rendah, 20 orang (18,34%) memiliki risiko sedang, dan 17 orang (15,60%) memiliki risiko tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan persentase risiko stroke memiliki korelasi negatif dengan IMT (p=0,030;r=-0,208) dan korelasi positif dengan kadar asam urat serum (p=0,018;r=0,244). Tidak didapatkan korelasi antara persentase skor risiko stroke Framingham dengan lingkar perut (p=0,120), rasio lingkar perut-panggul (p=0,070), dan kadar kolesterol total serum (p=0,208). Kesimpulan: Sepertiga sampel penelitian yang memiliki risiko stroke iskemik sedang-berat berdasarkan skor risiko stroke Framingham.
Hubungan Antara Onset Kejadian Preeklamsia dengan Kejadian Bayi Lahir Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Provinsi NTB Primayanti, Ika; Affarah, Wahyu Sulistya; Harahap, Ida Lestari; Syari, Mayuarsih Kartika; Wilmayani, Ni Ketut
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi obstetrik yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas baik maternal maupun perinatal. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu komplikasi perinatal yang dapat terjadi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara onset kejadian preeklamsia dengan kejadian BBLR (p= 0,000). Kesimpulan: Penurunan perfusi uteroplasenta pada preeklamsia menyebabkan berkurangnya aliran darah plasenta sehingga pertumbuhan janin menurun dan meningkatnnya risiko bayi berat lahir rendah
Gambaran Konsumsi Garam Iodium dan Kadar Iodium Urin pada Anak Sekolah Dasar di Pulau Lombok Ekawanti, Ardiana; Lestarini, Ima Arum; Cholidah, Rifana; Fathana, Prima Belia; Yuliyani, Eka Arie
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Defisiensi iodium masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Dari pemeriksaan iodium yang diekskresikan melalui urine, didapatkan defisiensi iodium pada 36,4% anak di seluruh dunia, dan daerah Asia Tenggara didapatkan 39,8% anak usia sekolah mengalami defisiensi iodium. Nusa Tenggara Barat adalah provinsi dengan konsumsi garam iodium yang terendah di seluruh Indonesia dan belum ada penelitian tentang kadar iodium urin dan factor yang mempengaruhinya. Tujuan: Mencari data dasar tentang epidemiologi defisiensi iodium , selain itu penelitian ini juga bisa memberi manfaat tentang gambaran kadar iodine masyarakat secara umum.. Metode: Rancangan penelitian ini adalah rancangan potong lintang dengan populasi terjangkau kelas 5 dan 6 siswa SD di dataran rendah dan dataran tinggi Pulau Lombok. Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi garam didapatkan dengan menggunakan kuesioner. Kadar iodium urin dinyatakan dengan median iodium urin yang didapatkan dengan menggunakan metode acid digestion. Hasil: Median iodium urin di dataran rendah didapatkan 218 mg/L dan di dataran tinggi 236 mg/L. Iodium Urine Excretion di dataran rendah dan tinggi juga menunjukkan kecukupan tingkat konsumsi garam iodium. Kesimpulan: Median iodium urin di dataran rendah didapatkan 218 mg/L dan di dataran tinggi 236 mg/L. Iodium Urine Excretion di dataran rendah dan tinggi juga menunjukkan kecukupan tingkat konsumsi garam iodium.
Tingkat Kepuasan Pasien Jamkesmas Terhadap Pelayanan Rawat Jalan Pusat Kesehatan Masyarakat Ampenan Tahun 2013 Astuti, Anies Dyaning; Gerudug, I Komang; Syamsun, Arfi
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan lini pertama yang menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan, kemampuan hidup sehat setiap penduduk. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitik beratkan pada kualitas pelayanan. Salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan adalah tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan pasien Jamkesmas terhadap pelayanan rawat jalan di Puskesmas Ampenan. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil dengan consecutive sampling terhadap 70 pasien yang termasuk kriteria inklusi. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner yang telah diuji validasi terlebih dahulu. Hasil: Hasil penelitian secara umum menunjukkan tingkat kepuasan pasien pada variabel tangible didapatkan hasil tidak puas 4,3%, cukup puas 64,3%, puas 28,6%, sangat puas 2,9%. Berdasarkan variabel empathy didapatkan hasil tidak puas 1,4%, cukup puas 35,7%, puas 38,6%, sangat puas 24,3%. Berdasarkan variabel reliability didapatkan hasil tidak puas 1,4%, cukup puas 21,4%, puas 62,9%, sangat puas 14,3%. Berdasarkan variabel responsiveness didapatkan hasil tidak puas 1,4%, cukup puas 22,9%, puas 70%, sangat puas 5,7%. Berdasarkan variabel assurance didapatkan hasil tidak puas 1,4%, cukup puas 21,4%, puas 68,6%, sangat puas 8,6%. Kesimpulan: Secara umum tingkat kepuasan pasien Jamkesmas adalah sudah merasa puas (53,74%) terhadap pelayanan rawat jalan di Puskesmas Ampenan.
Profil Penanganan Luka pada Pasien Trauma di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat Zuhan, Arif; Rahman, Hadian; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Luka terbuka mempunyai resiko untuk terjadinya infeksi yang serius dan dapat menyebabkan kematian. Penanganan luka yang sesuai sangat penting untuk mengurangi terjadinya infeksi pada luka. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskritif prospektif dengan metode cross-sectional tentang profil penangan luka pada pasien trauma di IGD RSUP NTB. Subjek penelitian ini adalah pasien yang mengalami luka akibat trauma dan ditangani di IGD RSUP NTB. Penelitian ini menggunakan total sampling. Pengambilan data dilakukan dari bulan Juli sampai September 2015. Hasil: Didapatkan 90 pasien luka akibat trauma yang terdiri dari 73% laki-laki dan 27% perempuan. Tindakan disinfeksi luka dilakukan pada 100% pasien, anestesi luka pada 65,6% pasien dan irigasi luka pada 97% pasien. Debridement luka dilakukan pada 13% pasien, penjahitan luka pada 61% pasien dan dressing luka pada 77% pasien. Antibiotik profilaksis diberikan pada 26% pasien dan antitetanus profilaksis diberikan pada 28% pasien. Kesimpulan: Tindakan disinfeksi luka terutama menggunakan povidon iodin. Tindakan anestesi luka menggunakan Lidocain dan irigasi luka menggunakan NaCl 0,9%. Tindakan penjahitan luka terutama menggunakan jahitan simple suture. Antibiotik profilaksis terutama menggunakan Amoxicilin dan antitetanus profilaksis terutama menggunakan ATS.
Oftalmopati pada Penyakit Graves Farida, Siti; Sakti, Pandu Tridana
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Graves Oftalmopati juga dikenal dengan, Tyroid Associated Ophtalmopathy (TAO) , penyakit mata tyroid, dan penyakit Basedow’s (dalam bahasa Jerman), orbitopaty dystiroid, orbitopaty tiroid adalah gangguan inflamasi autoimmune dengan pencetus yang berkesinambungan. Dengan gambaran klinis karakteristiknya satu atau lebih gambaran berikut yaitu retraksi kelopak mata, keterlambatan kelopak mata dalam mengikuti gerakan mata (lid lag), proptosis, myopati ekstraokuler restriksi dan neuropaty optik progresif. Laporan kasus: penulis melaporkan 1 laporan kasus oftalmopati pada penyait graves pada pasien perempuan berusia 31 tahun. Pasien mengeluhkan kedua mata menonjol, mata kering, benjolan pada leher, mudah lelah, mudah lapar dan haus, berkeringat, tubuh terasa panas, dan berdebar-debar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan proptosis pada kedua mata denan menggunakan eksoftalmometer hertel. Pasien juga dilakukan pemeriksaan kadar TSH. Pasien ditatalaksana dengan pemberian artificial tears dan kelopak diplester waktu tidur serta tatalaksana untuk kondisi hipertiroidnya.
Meningkatkan Efektivitas Umpan Balik dalam Pendidikan Klinik Sari, Dian Puspita
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umpan balik memainkan peranan penting dalam pendidikan klinik. Berbagai literatur telah menunjukkan manfaat umpan balik dalam meningkatkan performa mahasiswa dan profesional. Namun demikian tidak semua umpan balik bermanfaat; beberapa bahkan dapat menghambat pembelajaran. Agar efektif untuk mendorong pembelajaran, umpan balik harus menjawab tiga pertanyaan penting mengenai tujuan yang ingin dicapai, perbandingan kualitas performa saat ini dengan performa yang diharapkan, serta petunjuk untuk pembelajaran selanjutnya. Selain itu, level fokus dari umpan balik juga mempengaruhi efektivitasnya. Meski demikian artikel ini berargumen bahwa fokus yang sempit pada kualitas isi umpan balik saja tidak cukup karena pembelajar tidak pasif menerima umpan balik begitu saja dan umpan balik tidak berlangsung dalam vakum. Pembimbing klinis perlu memahami peran pembelajar dalam menerima dan memproses umpan balik serta peran budaya lingkungan belajar di kedokteran dalam memfasilitasi dan menghambat pertukaran umpan balik di pendidikan klinik. Artikel ini mendiskusikan cara-cara meningkatkan kualitas umpan balik berdasarkan pemahaman terhadap ketiga aspek ini: isi dan fokus umpan balik, proses penerimaan umpan balik oleh pembelajar dan peran budaya lingkungan belajar.
Hipersensitivitas Terhadap Vaksin Asmara, I Gede Yasa
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksin mirip dengan obat yaitu dapat berpotensi menimbulkan reaksi hipersensitivitas baik ringan maupun berat. Proses pembuatan vaksin harus memperhatikan keseimbangan antara aspek imunogenisitas dan reaktigenisitas. Hampir semua komponen vaksin berpotensi menimbulkan reaksi hipersensitivitas namun mekanisme alergi hanya sebagian kecil dari seluruh efek samping vaksin. Reaksi hipersensitivitas terhadap vaksin ada dua jenis yaitu reaksi segera maupun reaksi lambat. Penegakan diagnosis reaksi hipersensitivitas terhadap vaksin mengutamakan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tes alergi belum terstandar dan tervalidasi. Penanganan reaksi hipersensitivitas terhadap vaksin hampir sama dengan penanganan reaksi alergi secara umum. Keputusan pemberian re-vaksinasi sangat individual tergantung kondisi masing-masing pasien.
Infeksi Hepatitis B Tersamar (Occult Hepatitis B Infection) dan Kanker Hati Primer Triani, Eva
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi virus hepatitis B tersamar merupakan infeksi yang masih menjadi masalah karena prevalensinya yang cukup tinggi dan berpengaruh pada keselamatan terutama dalam praktik donor darah. Virus Hepatitis B merupakan virus yang paling sering ditransmisikan melalui transfusi dan terdapat kemungkinan transmisi berasal dari virus hepatitis B tersamar. Padahal, telah diketahui bahwa terdapat hubungan yang erat antara infeksi hepatitis B tersamar dan kejadian sirosis dan kanker hati primer.

Page 1 of 1 | Total Record : 10