cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3.1 (2017)" : 45 Documents clear
Hubungan antara Postur Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Penambang Emas Skala Kecil di Sekotong Wangiyana, Ni Komang Ayu Swanitri; Ekawanti, Ardiana; Octora, Metta
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: International Labour Organtization (ILO) memperkirakan sekitar 1,9 juta kematian terjadi setiap tahunnya di dunia akibat penyakit terkait pekerjaan. Penyakit terkait kerja yang relatif baru, seperti keluhan muskuloskeletal, sedang meningkat angka kejadiannya di beberapa negara. Keluhan muskuloskeletal dilaporkan memiliki prevalensi yang tinggi di antara pekerja pertambangan, namun terdapat kekurangan dalam hal pendataan dan kurangnya kesadaran akan masalah tersebut. Postur kerja merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kejadian gangguan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada penambang emas di Sekotong. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 53 orang didapatkan dengan teknik consecutive sampling. Penilaian risiko postur kerja menggunakan lembar kerja REBA dan keluhan muskuloskeletal menggunakan Standardised Nordic Questionnaire. Data dianalisis dengan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil: Dari 53 subyek penelitian, terdapat 31 orang (58,5%) dengan risiko postur kerja sedang, 16 orang (30,2%) risiko tinggi, dan 6 orang (11,3%) risiko sangat tinggi. Responden yang mengalami keluhan muskuloskeletal berjumlah 38 orang (71,7%). Berdasarkan uji koefisien kontingensi diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada penambang (p=0,028), terutama keluhan pada bahu, punggung, dan pinggang Kesimpulan: Terdapat hubungan antara postur kerja yang tidak ergonomis dengan keluhan muskuloskeletal pada penambang emas di Sekotong, Lombok Barat
Pengaruh Paparan Debu Pengolahan Emas terhadap Kapasitas Fungsi Paru Pekerja Pertambangan Emas di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat Siradz, Bayu Firdaus; Ekawanti, Ardiana; Widiastuti, Ida Ayu Eka
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pekerja pertambangan skala kecil sangat rentan terhadap paparan debu dan dapat membahayakan kondisi kesehatan para pekerja tambang, salah satunya adalah fungsi parunya akibat tidak adanya standar keselamatan pekerja pada pertambangan skala kecil. Penelitian mengenai pengaruh paparan debu pertambangan terhadap fungsi paru pekerja pertambangan skala kecil masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan debu pertambangan emas skala kecil terhadap kapasitas fungsi paru pekerja pertambangan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang. Subjek penelitian berjumlah 68 orang. Subjek dalam penelitian ini adalah pekerja pertambangan emas skala kecil di Kecamatan Sekotong sebagai kelompok terpapar debu dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dan pegawai Bank NTB sebagai kelompok yang tidak terpapar debu. Subjek diwawancara dan diukur Kapasitas Fungsi Parunya menggunakan spirometer. Analisis data menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil: Pada kelompok terpapar debu, didapatkan rerata FEV1=2,48 L, FVC=2,59 L, %FEV1=66,51% dan %FVC=61,03%. Pada kelompok tidak terpapar debu didapatkan rerata FEV1=3,16 L, FVC=3,29 L, %FEV1=88,34% dan %FVC=79,37%. Didapatkan perbedaan signifikan (p=0,00) pada perbandingan nilai rerata FEV1, FVC, %FEV1 dan %FVC antara kedua kelompok. Kesimpulan: Paparan debu pertambangan emas skala kecil di Kecamatan Sekotong berpengaruh terhadap kapasitas fungsi paru pekerja pertambangan.
Hubungan Masa Kerja dengan Kapasitas Fungsi Paru pada Pekerja Pembakaran Amalgam di Kecamatan Sekotong Dananjaya, I Made Dwi; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) merupakan sumber terbesar emisi merkuri dari emisi merkuri global. Paparan merkuri dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan salah satunya terhadap gangguan fungsi paru. Data dan penelitian mengenai hal ini di Indonesia masih sangat kurang sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan masa kerja dengan kapasitas fungsi paru pada pekerja pembakaran amalgam di Kecamatan Sekotong. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang. Populasi penelitian adalah pekerja pembakaran amalgam di Kecamatan Sekotong. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 34 subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara untuk pengisian data dan pemeriksaan fungsi paru dengan spirometer. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Dari 34 subjek penelitian, terdapat 10 orang (29,41%) dengan gangguan fungsi paru restriktif dan 24 orang (71,59%) dengan gangguan campuran. Berdasarkan uji korelasi Spearman diperoleh hasil bahwa masa kerja berpengaruh signifikan terhadap nilai FEV1 (p = 0,027) dengan korelasi yang lemah (r = -0,380 ) dan FVC (p = 0,019) dengan korelasi yang sedang (r = -0,401). Kesimpulan: Masa kerja berhubungan dengan kapasitas fungsi paru pada pekerja pembakaran amalgam di Kecamatan Sekotong.
STUDI PENDAHULUAN: UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 3-5 TERHADAP DEMAM BERDARAH DI KOTA MATARAM Dilaga, Marisa Syavitri; Sari, Dian Puspita; Josafat, Anom
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemik yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia termasuk Kota Mataram. DBD disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD dapat menyerang segala usia termasuk anak-anak. Berdasarkan pola aktivitas nyamuk, jam sekolah merupakan rentang waktu yang berisiko untuk penularan DBD. Hingga saat ini, belum ada instrumenuntuk menilai pengetahuan, sikap dan praktik siswa Sekolah Dasar (SD) terhadap DBD. Tujuan: Menilai validitas dan reliabilitas kuesioner. Metode: Terdapat 294 siswa SD kelas 3-5 dari empat SD di Kota Mataram yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Kuesioner terdiri dari 30 pertanyaan tentang pengetahuan, sikap dan praktik terhadap DBD yang dibuat berdasarkan studi literatur dan masukan dari para ahli. Hasil: Pada uji validitas kuesioner didapatkan 8 item pengetahuan valid, 7 item sikap valid dan 9 item praktik valid. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach’s alpha menunjukkan instrumen ini belum memiliki reliabilitas yang kurang baik (< 0,7). Kesimpulan: Instrumen pengetahuan, sikap dan praktik siswa kelas 3-5 SD terhadap DBD di Kota Mataram masih perlu perbaikan untuk meningkatkan reliabilitasnya. Sehingga, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperbaiki instrumen ini.
PREVALENSI HEPATITIS DENGUE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NTB DAN RUMA SAKIT HARAPAN KELUARGA MATARAM TAHUN 2016 Qurani, Ratu Missa; Anggoro, Joko; Susani, Yoga Pamungkas
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dengue merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat, khususnya di Indonesia. Infeksi ini sering dihubungkan dengan keterlibatan berbagai organ. Hati adalah organ yang paling sering terganggu. Manifestasi klinis dari dengue yang mengindikasikan keterlibatan dari organ hati yaitu hepatomegali serta peningkatan enzim hati (SGOT dan SGPT). Hingga saat ini data mengenai keterlibatan hati dalam infeksi dengue di NTB masih kurang. Tujuan: Untuk mengetahui prevalensi hepatitis dengue di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB dan Rumah Sakit Harapan Keluarga Mataram dan untuk mengetahui perbedaan rerata kadar SGOT dan SGPT pada pasien hepatitis dengue perempuan dan laki-laki. Metode: Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif dengan melakukan pengambilan data secara retrospektif yaitu pada data rekam medis pasien dengue yang menjalani tes fungsi hati. Data kemudian dikelompokkan berdasarkan peningkatan enzim SGOT dan SGPT. Selanjutnya data dianalisis untuk mengetahui distribusi dari aspek-aspek yang diteliti. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 110 orang. Dari 110 orang tersebut, jumlah pasien yang menjalani tes fungsi hati adalah 50 orang. Hasil: Persentase hepatitis dengue pada penelitian ini adalah 82%. Tidak didapatkan adanya perbedaan rerata SGOT dan SGPT pada pasien hepatitis dengue perempuan dan laki-laki. Kesimpulan: Persentase hepatitis dengue di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB dan Rumah Sakit Harapan Keluarga Mataram tahun 2016 adalah 82%.
PENGARUH TINGKAT RISIKO OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA TERHADAP PROBABILITAS TERJADINYA STROKE ISKEMIK PADA PENDUDUK DI KECAMATAN SEKARBELA MATARAM Evelin, Shierly Kencana; Harahap, Herpan Syafii; Pintaningrum, Yusra
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stroke merupakan penyebab kecacatan tertinggi di Indonesia, dengan stroke iskemik sebagai jenis stroke dengan angka kejadian terbanyak. Kejadian stroke iskemik dapat diprediksi dengan menggunakan penilaian faktor risiko stroke iskemik berdasarkan Framingham Study. Selain faktor risiko yang telah dimasukkan sebagai komponen penilaian probabilitas stroke iskemik berdasarkan Framingham Study, stroke iskemik memiliki berbagai faktor risiko independen lain, salah satunya adalah obstructive sleep apnea (OSA). Pengaruh OSA terhadap stroke iskemik belum diketahui secara pasti, hal ini karena penelitian mengenai hal tersebut masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh OSA terhadap probabilitas stroke iskemik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel penelitian dilakukan di Kecamatan Sekarbela Mataram. Pada tahap awal dilakukan wawancara singkat berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi, kemudian pada subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi akan dilakukan wawancara dan pemeriksaan untuk penilaian tingkat risiko OSA berdasarkan STOP-Bang questionnaire dan pemeriksaan untuk penilaian probabilitas stroke iskemik berdasarkan Framingham Study. Data dianalisis dengan menggunakan uji komparasi Mann-Whitney. Hasil: Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi pada penelitian ini adalah 55 sampel, dengan 63.6% berisiko tinggi terhadap OSA dengan rerata probabilitas terjadi stroke iskemik 12.3% dan 36.4% berisiko rendah OSA dengan rerata probabilitas stroke iskemik 6.1%. Berdasarkan uji Mann-Whitney didapatkan hasil bahwa tingkat risiko OSA berpengaruh secara signifikan terhadap probabilitas terjadinya stroke iskemik (p=0.001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh tingkat risiko OSA terhadap probabilitas terjadinya stroke iskemik pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram.
KORELASI ANTARA EKSPRESI BCL-2 DAN LMP-1 PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING WHO TIPE III Kholifaturrohmy, Muhammad Rizqi; Kadriyan, Hamsu; Yudhanto, Didit
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan keganasan pada epitel nasofaring yang sulit dideteksi secara dini karena letak keganasan awalnya yang tersembunyi. Hubungan antara karsinoma nasofaring dan infeksi virus Epstein-barr telah dinyatakan oleh berbagai peneliti, dijumpai peninggian titer antibodi anti EBV (EBNA-1) di dalam serum plasma. Selain itu, gangguan regulasi gen yang mengkodekan protein BCL-2 proapoptotic maupun antiapoptotic juga dapat menimbulkan kanker. Tujuan:Mengetahui adakah korelasi antara ekspresi BCL-2 dengan Epstein-Barr Virus (EBV) pada sediaan blok parafin karsinoma nasofaring di wilayah Nusa Tenggara Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik laboratoris dengan desain penelitian potong lintang (cross-sectional).Penelitian ini menggunakan uji Lambda untuk mencari korelasi antara BCL-2 dan LMP-1. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Februari 2017 di laboratorium Rumah Sakit Islam Siti Hajar dan Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil:Total 44 responden. Responden terbanyak didapatkan pada kelompok usia 40-49 tahun yaitu 13 orang. Responden laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu 29 orang. Jenis BCL-2 terbanyak adalah 0 ditemukan pada 15 orang. Hasil LMP-1 negatif lebih banyak dibandingkan hasil positif yaitu 29 orang. Hasil uji Lambda untuk variabel LMP-1 terikat diperoleh nilai r=0,733 menunjukkan korelasi kuat antara BCL-2 dan LMP-1 dengan arah korelasi positif. Untuk korelasi antara BCL-2 dan LMP-1 (p=0,002) artinya dalam penelitian ini terdapat korelasi bermakna secara statisik. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang kuat dan signifikan antara BCL-2 terhadap LMP-1. Meningkatnya BCL-2 akan mempengaruhi peningkatan LMP-1.
KORELASI ANTARA JENIS KELAMIN DENGAN EKSPRESI Bcl-2 PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING WHO III chaeruddin, Muhammad bagus syaiful; Kadriyan, Hamsu; Sulaksana, Mochammad Alfian; Djannah, Fathul
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma nasofaring merupakan keganasan epitelial yang berasal dari permukaan dinding lateral dan posterior nasofaring. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kanker nasofaring antara lain adalah genetik, infeksi Ebstein-Barr virus dan lingkungan. distribusi Jenis kelamin di setiap kejadian karsinoma nasofaring 2 sampai 3 kali lipat lebih tinggi pada laki-laki dari pada perempuan. Ekspresi Bcl-2 pada KNF yang tidak berdiferensiasi berhubungan dengan penghambatan proses apoptosis serta perpanjangan kelangsungan hidup sel. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang atau cross sectional. Rancangan penelitian ini adalah penelitian yang pengukuran dan pengamatannya dilakukan secara simultan dalam satu waktu (pada waktu yang bersamaan). Sampel penelitian ini adalah pasien kanker nasofaring yang berada di Rumah Sakit Umum Nusa Tenggara Barat, yang ditentukan dengan teknik consecutive sampling dengan menyesuaikan dengan usia pasien. Pada sampel penelitian ini dilakukan pemeriksaan ekspresi Bcl-2 pada blok paraffin pasien kanker nasofaring menggunakan pemeriksaan imunohistokimia. Data dianalisis dengan uji korelasi lambda. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan imunohistokimia, dari 30 sampel yang diteliti, 10 orang (33,3%) mengekspresikan Bcl-2 (-) negatif, 8 orang (26,7%) mengekspresikan Bcl-2 (+), 2 orang (6,6%) mengekspresikan Bcl-2 (++), 10 orang (33,3%) mengekspresikan Bcl-2 (+++). Hasil uji chi square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan antara jenis kelamin dengan Bcl-2 pada karsinoma nasofaring WHO III (P= 0,965) dengan korelasi yang sangat lemah berdasarkan uji korelasi lambda (r = 0,03). Kesimpulan: Terdapat korelasi antara jenis kelamin dengan ekspresi Bcl-2 pada karsinoma nasofaring tetapi data yang di hasilkan tidak bermakna.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI KECACINGAN PADA MURID SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 27 MATARAM Bellany, Ni Wayan Septika Verga; Setyorini, Rika Hastuti; Prihatina, Lale Maulin
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi kecacingan masih menjadi salah satu penyakit berbasis lingkungan yang menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di dunia, yang disebabkan oleh sejumlah cacing usus perut dengan penularan melalui tanah, atau biasa disebut dengan Soil Transmitted Helminths atau disingkat STH. Faktor-faktor yang memiliki hubungan erat dengan kejadian infeksi kecacingan pada anak SD adalah kebersihan perorangan, sanitasi lingkungan rumah dan sekolah, serta perilaku konsumsi obat cacing dalam enam bulan terakhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan pada murid SD Negeri 27 Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dengan melakukan pengisian kuesioner oleh siswa. Subjek penelitian adalah 86 murid kelas 3 hingga 6 SD Negeri 27 Mataram. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square. Hasil: Murid yang positif terinfeksi cacing sebanyak 7 orang. Spesies cacing yang paling banyak menginfeksi murid SD Negeri 27 Mataram adalah Trichuris trichiura yaitu sebanyak 5 anak, dan Hymenolepis nana sebanyak 2 anak. Faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan ialah kebiasaan memakai alas kaki, sementara kejadian kecacingan tidak berhubungan dengan kebiasaan mencuci tangan, kebersihan kuku, kebiasaan mengkonsumsi obat cacing dalam 6 bulan terakhir, dan sanitasi lingkungan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan mencuci tangan, kebersihan kuku, konsumsi obat cacing dalam 6 bulan terakhir, dan sanitasi lingkungan sekolah dengan kejadian infeksi kecacingan, namun terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan memakai alas kaki saat bermain atau keluar rumah dengan kejadian infeksi kecacingan di SD Negeri 27 Mataram.
IDENTIFIKASI POTENSI TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN VEKTOR DEMAM BERDARAH PADA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MATARAM DAN SANDUBAYA Soewignyo, Dimas Adi; Suryani, Dewi; Josafat, Anom
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kota Mataram mempunyai angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) paling tinggi di Nusa Tenggara Barat. Data dari Dinas Kesehatan Mataram menunjukkan anak usia sekolah mempunyai jumlah kasus tertinggi. Maka upaya pencegahan DBD juga perlu melibatkan lingkungan sekolah. Identifikasi tempat yang potensial menjadi tempat perkembangbiakan jentik menjadi langkah awal untuk pencegahan DBD di sekolah. Tujuan: Identifikasi karakteristik kontainer yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan jentik nyamuk di sekolah dasar di kota Mataram, identifikasi container index (CI) beserta school index (SI), dan identifikasi deskripsi penggunaan abate di sekolah. Metode: Penelitian deskriptif dengan metode potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik simple random sampling dan memenuhi kriteria inklusi (n=12). Identifikasi kontainer dan jentik dilakukan dengan pengamatan langsung sedangkan informasi penggunaan abate dilakukan melalui wawancara terhadap responden. Hasil: Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap 15 jenis kontainer dengan total 110 kontainer yang diamati. Variasi kontainer yang paling banyak adalah bak mandi, ember dan baskom. Nilai CI dan SI masing masing adalah 11.82% dan 66.67% Didapatkan 10 (83.33%) sekolah menggunakan abate namun pada sekolah yang menggunakan abate terdapat 2 (20%) sekolah yang bebas jentik. Kesimpulan: Terdapat variasi jenis kontainer yang menjadi tempat potensial pembiakan jentik. Angka CI dan SI sekolah masih melebihi indikator standar yang ditetapkan (CI 0%, SI 10 %). Penggunaan abate masih kurang efektif.