cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 408 Documents
KORELASI ANTARA PERTAMBAHAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT BAYI SAAT LAHIR DI PUSKESMAS MENINTING KABUPATEN LOMBOK BARAT Primayanti, Ika; Danianto, Ario; Wilmayani, Ni Ketut; Geriputri , Ni Nyoman
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.397

Abstract

Background: Maternal weight before pregnancy as one of maternal nutritional status illustration, has a close relationship with baby birth weight. Weight gain during pregnancy is an illustration of the fetus rate of growth need to be considered because the increase in weight that is lacking or excessive may cause serious problems for infants and mothers. This study aims to determine the correlation of early pregnancy nutritional status and baby birth weight. Methods: The research design was observational analytic with cross sectional approach. The research data were obtained from maternal cohorts, maternal cards and cohorts of infants who underwent antenatal care between July 2017–January 2018 at polindes in Meninting Primary Health Care territory. Data were analyzed by Spearman correlation test. Results: One hundred and fifty data were enrolled in this study, with the majority age group of 20–35 years (78%) and multigravida status (71%). Statistical analysis showed no correlation between maternal weight gain and birth weight (p <0.05). Conclusion: maternal weight gain during pregnancy is not the only factor that contributes to the baby's weight at birth Keywords: maternal weight gain, birth weight
EPIDEMIOLOGI KASUS BEDAH PLASTIK IGD RSUD PROVINSI NTB JANUARI-DESEMBER 2019 rambu, febrina; Istikharoh, Umu
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.398

Abstract

Latar belakang: Kunjungan kasus kegawatdaruratan di rumah sakit memiliki variasi kasus dan terus bertambah setiap tahunnya. Literatur menyatakan kasus gawat darurat bedah plastik rekonstruksi dan estetika sangat luas. Kasus pasien bedah plastik rekonstruksi dan estetika memiliki beragam jenis, dari kasus trauma yang harus dikerjakan di ruang operasi gawat darurat hingga kasus elektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan sampel dari pasien bedah plastik yang masuk rumah sakit melalui IGD RSUP Provinsi NTB dari bulan Januari – Desember 2019. Analisis deskriptif menggunakan SPSS 23. Hasil: Kasus bedah plastik IGD RSUD Provinsi didapatkan sebanyak 153 kasus. Jumlah kasus tertinggi adalah fraktur maksilofasial sebanyak 95 kasus, diikuti cedera jaringan lunak sebanyak 47 kasus. 23 kasus cedera jaringan lunak didapatkan bersama dengan fraktur maksilofasial. Luka bakar merupakan kasus terendah sebanyak 36 kasus. Penyebab luka bakar tertinggi akibat benda panas sebanyak 24 kasus. Pasien bedah plastik masuk rumah sakit didominasi jenis kelamin laki-laki. Kelompok usia tertinggi ada pada rentang 21-30 tahun.
GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS TRAUMA KRANIOFASIAL DI RSUD PROVINSI NTB PADA SEPTEMBER 2018 – SEPTEMBER 2019 Muhammad Bagus Syaiful Chaeruddin, Muhammad bagus syaiful ch; Istikharoh, Umu
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.400

Abstract

Latar Belakang: Trauma akibat cedera, kecelakaan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. WHO melaporkan setiap tahun di seluruh dunia terjadi lebih dari 1,2 juta orang meninggal di jalan raya. Indonesia sendiri, belum ada data yang menggambarakan sebaran trauma kraniofasial yang terjadi di rumah sakit. Oleh karena itu Penulis terdorong untuk membuat penelitian tentang gambaran epidemiologi kasus trauma kraniofasial di RSUD Provinsi NTB. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data rekam medis pasien trauma Kraniofasial di RSUD Provinsi NTB september 2018 – september 2019. Besar sampel ditentukan dengan metode consecutive sampling. Sampel adalah pasien trauma kraniofasial yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dalam data rekam medis untuk periode september 2018 – september 2019. Hasil: Dari 105 data rekam medis pasien yang terdiagnosis Trauma Kraniofasial pada september 2018 hingga september 2019. Dari usia dan jenis kelamin yang terdiagnosis trauma kraniofasial laki-laki dengan usia 20-30 tahun. Persebaran daerah insiden yang tertinggi daerah Lombok Barat 34.29%, trauma kraniofasial yang terbanyak ialah pasien dengan Fr mandibula sebesar 40.95% Kesimpulan : Trauma kraniofasial adalah istilah luas yang mengacu pada cedera wajah atau tengkorak. Insiden tertinggi terjadi pada laki- laki dengan fr Mandibula. Peneliti menyimpulkan bahwa angka kejadian trauma kraniofasial di daerah Nusa Tenggara Barat dikarenakan kurangnya kesadaran para pengguna jalan untuk memperhatikan keselamatan dengan menggunakan pelindung tubuh saat berkendara atau beraktivitas
NARKOLEPSI: PATOFISIOLOGI, DIAGNOSIS DAN MANAJEMEN sahidu, ghalvan; Afif, Zamroni
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.401

Abstract

Narkolepsi telah dikenal lama oleh profesi medis. Narkolepsi sangat mengganggu karena tidur dan bangun menjadi tidak teratur. Cataplexy adalah sebuah gejala yang paling sering dikaitkan dengan narkolepsi, meski ada banyak gejala lainnya yang menyertai penyakit gangguan tidur. Narkolepsi dengan cataplexy (tipe 1) bisa langsung didiagnosis. Diagnosa narkolepsi tanpa cataplexy (tipe 2) sering sulit karena hasil diagnosanya perlu diuji dan batasannya pun perlu dipahami. Narkolepsi sering dianggap pemicu terjadinya komorbiditas multipel.
PERSEPSI DOSEN DAN MAHASISWA TERHADAP STRUKTUR KEGIATAN PEMBELAJARAN MAHASISWA TAHAP PROFESI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM Dian Puspita; Rizki, Mohammad; Maulana, Akhada; Geriputri, Ni Nyoman Geriputri; Danianto, Ario
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.402

Abstract

Latar belakang: Pendidikan kedokteran tahap profesi berlangsung dalam konteks pelayanan pasien yang sering kali kurang terstruktur dan tidak sistematis. Hal ini menyulitkan fakultas memantau capaian kegiatan. Untuk mengatasinya, fakultas perlu menyusun struktur inti kegiatan dengan tetap memberikan ruang untuk penyesuaian, namun sebelumnya perlu diketahui persepsi dosen dan mahasiswa terhadap struktur kegiatan pembelajaran tahap profesi yang sudah ada saat ini. Metode: Studi ini bersifat deskriptif dan responden adalah dosen dan mahasiswa kedokteran tahap profesi. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang menilai persepsi mengenai kejelasan jadwal kegiatan pembelajaran, alokasi waktu dosen untuk kegiatan akademik dan pelayanan, alokasi waktu untuk berbagai kegiatan pembelajaran, metode penilaian yang digunakan dan fungsi penilaian, serta pemberian umpan balik. Hasil: Dosen (N=21) menilai kejelasan jadwal kegiatan dan pembagian waktu antara kegiatan akademik dan pelayanan lebih positif (masing-masing 4.33±0.58 dan 4.00±0.71) dibandingkan mahasiswa (3.71±0.85 dan 3.73±0.92, N=48). Terdapat variasi dalam alokasi waktu mingguan untuk setiap kegiatan pembelajaran namun alokasi waktu terbesar digunakan untuk bedside teaching. Metode penilaian yang telah digunakan di seluruh bagian adalah Mini-CEX dan MCQ. Lebih banyak mahasiswa yang mempersepsikan bahwa Mini-CEX sebagai penilaian sumatif dibandingkan formatif. Mahasiswa menilai pemberian umpan balik oleh dosen cukup baik (mean 3.71 – 3.94 pada skala 1-5) meskipun 52.4% dosen menyatakan waktu pemberian umpan balik tidak tentu. Kesimpulan: Struktur pembelajaran di banyak bagian klinik masih memerlukan perbaikan terutama terkait jadwal dan pembagian waktu dosen untuk akademik dan pelayanan. Penilaian di tahap profesi perlu lebih difokuskan pada fungsi formatif dibandingkan sumatif.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEKUATAN OTOT PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM Kadek Intan Murti Dewi; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Wedayani, AA Ayu Niti
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.403

Abstract

Latar Belakang. Mahasiswa kedokteran membutuhkan kebugaran fisik yang baik dalam menunjang aktivitas perkuliahan. Jadwal perkuliahan yang padat memicu mahasiswa jarang berolahraga. Inaktivitas menyebabkan penurunan kebugaran fisik, salah satunya kekuatan otot yang berguna dalam menunjang aktivitas harian. Status nutrisi individu dapat ditentukan melalui pengukuran indeks massa tubuh yang dapat memengaruhi kekuatan otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kekuatan otot pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik korelasional dengan metode pendekatan cross-sectional. Subjek melibatkan 125 mahasiswi yang dipilih menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Seluruh responden dilakukan pegukuran berat badan, tinggi badan, dan kekuatan otot. Indeks massa tubuh dihitung dengan membagi berat badan dengan tinggi badan dalam meter dikuadratkan, sedangkan kekuatan otot diukur dengan hand grip dynamometer. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Rerata indeks massa tubuh responden dalam penelitian ini adalah 22,80 ± 4,28 kg/m2 dan rerata kekuatan otot responden adalah 46,93 ± 7,67kg. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kekuatan otot. Hasil uji korelasi Spearman diperoleh hasil p=0,000 (p<0,05) dengan r = 0,362. Kesimpulan. Indeks massa tubuh berbanding lurus dengan kekuatan otot. Semakin tinggi indeks massa tubuh, maka semakin besar kekuatan otot.
GAMBARAN HASIL DARAH RUTIN PENDERITA LEUKEMIA MIELOID KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Sugiharta, Adhika Tri Putra; Anggoro, Joko
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.404

Abstract

Latar belakang: Leukemia Mieloid Kronik (LMK) adalah salah satu keganasan hematologi yang ditandai dengan peningkatan dan pertumbuhan yang tak terkendali dari sel myeloid pada sumsum tulang. Keganasan ini disebabkan oleh translokasi resiprokal antara kromosom 9 dan 22 yang menghasilkan kromosom Philadelphia yang menghasilkan gen gabungan yaitu BCR-ABL yang. Gen gabungan ini menghasilkan 210-kd protein yang berhubungan dengan aktivitas tirosin kinase, gen ini mengakibatkan proliferasi dari granulosit matang (neutrofil, eosinophil, dan basophil) dan prekursornya. Oleh karena pentingnya diagnosis dan sebaran penyakit ini khususnya di NTB, peneliti ingin mengetahui gambaran darah rutin sebagai salah satu metode diagnosis penyakit LMK terutama di RSUDP NTB. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan metode pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari 2020 sampai dengan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan data catatan rekam medis pada pasien LMK yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dari bulan Desember 2016 sampai Januari 2020. Total ada 26 pasien LMK yang menjadi responden dalam peneltian ini. Hasil: Pada penelitian ini, terdapat 26 pasien dengan rasio perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan sebanyak 61,5% dan 38,5%. Kelompok usia terbanyak yang mengalami LMK adalah 41-50 tahun (23,1%) dengan rerata usia 44 tahun. Penderita LMK rata-rata mengalami anemia sedang (30,8%), trombositosis (42,3%) dan leukositosis (92,3%). Kesimpulan: Penderita LMK di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat paling banyak adalah laki-laki, dengan rerata terjadi pada usia pertengahan, mengalami anemia sedang, peningkatan trombosit dan peningkatan leukosit.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI OBAT DUTASTERIDE DAN TAMSULOSIN TERHADAP KADAR PSA (PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN) PADA PASIEN BPH (BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA) DI RSUD PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT salsabila, safira; Maulana, Akhada Maulana; Nandana, Pandu Ishaq; Wedayani, AA Ayu Niti
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.405

Abstract

Latar belakang: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan tumor jinak yang biasa dijumpai pada 1 dari 3 pria yang berusia lebih dari 50 tahun. Sedangkan Prostate Specific Antigen (PSA) adalah protein yang dihasilkan oleh kelenjar prostat yang bersifat organ spesifik dan diperiksa pada semua pasien BPH untuk mengetahui perjalanan penyakit BPH. Penggunaan obat dutasteride pada BPH dapat menghambat perubahan testosteron menjadi dihidrotestosteron serta dapat menekan pertumbuhan prostat karena obat ini termasuk dalam golongan inhibitor 5 alfa reduktase. Tamsulosin termasuk dalam golongan obat antagonis reseptor alfa 1 yang dapat merelaksasikan tonus otot polos kelenjar prostat dan leher buli-buli. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif dengan pendekatan eksperimental dan metode pengambilan data dengan pengukuran berulang (pre test – post test field trial). Pengambilan data dilakukan di Instalasi Rawat Jalan Poliklinik Bedah Urologi dan Instalasi Rekam Medis RSUD Provinsi NTB pada periode waktu Oktober 2019 sampai dengan Desember 2019. Hasil: Dari 32 responden yang dilakukan pemeriksaan PSA awal dan akhir didapatkan rata-rata kadar PSA awal terbanyak pada kelompok <4 ng/ml dan rata-rata kadar PSA akhir terbanyak pada kelompok <4 ng/ml. Rata-rata responden berasal dari kelompok usia 61-69 tahun. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji paired sample T test diperoleh nilai p = 0,035 (p < 0,05) menunjukkan terdapat perubahan kadar PSA pada pasien BPH yang sudah diberi kombinasi obat dutasteride dan tamsulosin. Kesimpulan: Terdapat perubahan kadar PSA pada pasien BPH yang sudah diberi terapi menggunakan kombinasi obat dutasteride dan tamsulosin di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.
KORELASI ANTARA EKSPRESI GLUT4 NEURON HIPOKAMPUS DAN TRAVEL TIME TIKUS MODEL DIABETES TIPE 2 PADA PEMERIKSAAN MORRIS WATER MAZE DENGAN WAKTU PENGAMATAN YANG BERBEDA Hifdzil; Wedayani, AA Ayu Niti; Harahap, Herpan Syafii
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.406

Abstract

Latar Belakang: Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang dapat mengganggu fungsi organ tubuh terutama otak. Kejadian diabetes di Indonesia pada usia 15 tahun ke atas meningkat dua kali lipat di tahun 2013 dibandingkan tahun 2007. Pada diabetes melitus menunjukkan terdapat perubahan kadar protein GLUT4 di otak. Perubahan ini diduga memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi yang bermakna antara ekspresi GLUT4 neuron hipokampus dan travel time tikus model diabetes tipe 2 dengan pemeriksaan morris water maze pada waktu pengamatan yang berbeda. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan 16 ekor tikus putih (Rattus novergicus) yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok yaitu 2 kelompok kontrol (A0 dan A1), dan 2 kelompok perlakuan (B0 dan B1). Tikus dilatih fungsi kognitifnya dengan morris water maze selama 4 hari. Kelompok perlakuan diinduksi diabetes dengan nikotinamid 110 mg/kgBB dan streptozotocin 70 mg/kgBB dosis tunggal secara intraperitoneal. Data dianalisis menggunakan uji statistik t-test, Pearson dan Spearman. Hasil: Rerata ekspresi GLUT4 kelompok tikus diabetik signifikan lebih tinggi pada pengamatan hari ke-14. Rerata ekspresi GLUT4 signifikan lebih tinggi pada kelompok diabetik dibandingkan kelompok kontrol pada pengamatan hari ke-14 (p<0,05). Rerata travel time tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada semua pengamatan (p>0,05). Hasil uji korelasi tidak menunjukkan nilai yang signifikan pada pengamatan hari ke-0 maupun hari ke-14 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi bermakna antara ekspresi GLUT4 neuron hipokampus dan travel time tikus model diabetes tipe 2 dengan pemeriksaan morris water maze pada waktu pengamatan hari ke-0 dan ke-14.
Reflections of medicolegal aspect of visum et repertum in criminal injury cases according to police investigator as law enforcement in mataram Syamsun, Arfi; Rahayuningrum, Nurekayani; Rohadi; Herlina, Lenny; Harahap, Ida Lestari; Pujiarrohman
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 2 2020 (Edisi Juni 2020)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i2.375

Abstract

Background: To seek evidence for the sake of criminal matters, doctors can act as an expert and create Visum et Repertum. There are various procedures for writing the report of Visum et Repertum due to the lack of formal rules and regulation of Visum et Repertum structure in Indonesia. This condition can confuse and mislead people who use Visum et Repertum such as police investigators. Method: This research is a qualitative descriptive study using cross sectional research design. The sampling technique used is saturated sampling. Data were taken using Medicolegal Aspect Visum et Repertum Reflection questionnaire in the Criminal Case From Law Enforcement Perspectives in Mataram City which was validated. This research analyzed with descriptive qualitative inductive data analysis techniques. The research subjects consisted of 22 police investigators and assistant investigators in the Kepolisian Resor Kota Mataram. Result: From 46 questions regarding the formal and material requirements for Visum et Repertum contained in the questionnaire, 14 of the 46 questions showed the same opinion related to the reflections of the medicolegal aspects of the Visum et Repertum between investigators and assistant investigators. While the opinion of the other 32 questions shows the wide variety of opinions of the investigator and the assistant investigator. Conclusion: There is a difference of opinion related to the reflections of the medicolegal aspects of Visum et Repertum from the perspective of the investigator as a law enforcer in the city of Mataram, which includes formal completeness standards and material completeness standards of Visum et Repertum.