cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 408 Documents
Aspek Imunologi Peran Homosistein Dalam Patogenesis Gangguan Kognitif Pasca Stroke Iskemik Harahap, Herpan Syafii
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 3 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 3 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i3.423

Abstract

Approximately 70% of acute ischemic stroke patients suffered from cognitive impairment that can be a direct insult of the ischemic stroke itself or as a consequence of the interaction between ischemic stroke event and its associated risk factors. Hyperhomocysteinemia is one of the vascular risk factors which can contribute to the pathophysiology of cognitive impairment after ischemic stroke. This condition can be due to an increase in the SAM / SAH ratio associated with a high methionine-containing diet, genetic predisposition, and deficiency of vitamin B6 and folic acid. The role of homocysteine ??in the pathogenesis of post-stroke cognitive impairment has not yet been studied extensively. Homocysteine ??is toxic and can induce systemic inflammatory responses, disruption of the blood-brain barrier, neuroinflamation, and neuronal death that lead to neurodegenerative processes. Neurodegenerative processes in particular brain structures that carry out certain function of cognitive domains will disrupt the function of those cognitive domains. Understanding the immunological aspects of the role of homocysteine ??in the occurrence of cognitive impairment among ischemic stroke patients is beneficial in providing an opportunity for development of interventions against homocysteine ??and its immunological responses consequences as the part of optimal management of post-ischemic cognitive impairment.
Potensi Sirih Gading (Epipremnum aureum) dan Lili Paris (Chlorophytum comosum) Sebagai Sarana Fitoremediasi PM2.5 di Dalam Ruangan Didar Haq, Abiyyu; Rahim, Aulia Riezka; Rahayu, Luh Ade Dita
Jurnal Kedokteran Vol 10 No 1 (2021): volume 10 nomor 1 2021
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v10i1.425

Abstract

92% of world population breathe dirty air because of high concentration of air pollutant. Air pollutant contributed in 43% of all Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Particulate Matter 2.5 (PM2.5), the most dangerous component of air pollutant, has caused 4,2 million death in 2017. PM2.5 is classified into indoor PM2.5 and outdoor PM2.5. Outdoor PM2.5 has a higher average concentration than indoor PM2.5 therefore it is possible that outdoor PM2.5 influence the indoor PM2.5. Remediation is an effort to restore the air from any pollutant. Remediation technique that often used is using chemical to absorp, filtrate, ozonise, and photolyse. Phytoremediation is a remediation that utilize the surface characteristic of plants part and microorganism in the plant phyllosphere. Sirih gading (Epipremnum aureum) and lili paris (Chlorophytum comosum) has been proven to have a surface characteristic that are very effective in accumulating PM2.5. Beside that, microorganism in both of the plant’s phyllosphere are known to be able to detoxify PM2.5. Microorganism that have the ability to detoxify PM2.5 in Epipremnum aureum’s phyllosphere is Aspergillus niger, Aspergillus fumigatus, and Firmicutes bacteria. In other hands, microorganism in Chlorophytum comosum that has that ability to detoxify is Proteobacteria phyla.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN MASKER PEEL OFF EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn.) Rohiyati, Matsna Yuliana; Yohanes Juliantoni; Hakim, Aliefman
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 4 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 4 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i4.426

Abstract

Latar belakang: Senyawa antioksidan dapat mengurangi efek buruk terhadap kulit akibat radikal bebas. Lidah Buaya (Aloe vera Linn.) adalah salah satu tanaman yang mengandung antioksidan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar masker wajah untuk perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak lidah buaya sebagai sediaan masker peel off sehingga didapatkan formula yang memenuhi persyaratan. Metode: Metode maserasi menggunakan tiga pelarut berbeda yaitu etanol, etil asetat, dan n-heksan untuk mengetahui kandungan flavonoid tertinggi akan digunakan sebagai bahan pembuatan masker peel off. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Sediaan masker peel off dibuat sebanyak 4 formula yaitu F1 (tanpa ekstrak), FII (0,5%), FIII (1%), dan FIV (1,5%). Keempat formula dievaluasi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, dan waktu pengeringan. Hasil: Menunjukkan bahwa ekstrak etanol lidah buaya merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 49,03 ppm. Ekstrak etil asetat dan n-heksan merupakan antioksidan lemah dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu 233,20 ppm dan 511,54 ppm. Ekstrak etanol dipilih sebagai zat aktif karena memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keempat formula telah memenuhi syarat uji daya sebar yaitu 5-7 cm, homogenitas, dan waktu mengering sebesar 15-30 menit. Pada uji pH hanya formula FI, FII, dan FIII yang memenuhi syarat yaitu 4,5-6,5. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol lidah buaya memiliki nilai IC50 yang paling besar dibandingkan ekstra etil asetat dan n-heksan yaitu sebesar 49,03 ppm. Formula masker gel peel off ekstrak daun lidah buaya FII dan FIII telah memenuhi syarat pH, homogenitas, daya sebar dan waktu mengering.
Overview Of Characteristics, IPSS Score, and Quality of Life BPH Patients in Mataram Hospital Samudera, I Made Ari; Nandana, Pandu Ishaq
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 4 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 4 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i4.427

Abstract

Overview of Characteristics, IPSS Score, and Quality of Life BPH Patient’s in Mataram Hospital I Made Ari Samudera1 Pandu Ishaq Nandana2 Abstract Background: Benign prostate hyperplasia (BPH) is a degenerative disease that causes discomfort. Risk factors; are; age, obesity, and diabetes mellitus (DM). Patients can be assessed by using the International Prostate Symptom Score (IPSS) which contains seven questions and one Quality of Life (QoL) question. This study aims to describe some risk factors for BPH, IPSS score and QoL scores. Method: This study used a descriptive cross-sectional design. The sample was 43 BPH patients in Mataram City Hospital. The research instrument used medical records, measuring instruments for height and weight, and reference values for IPSS score and QoL scores on PPK BPH IAUI. Result: This study found that the ages of 70-79 years were 44.1%, 60-69 years 37.2%, ? 80 years 11.6%, and 50-59 years 6.9%. Patients with DM 18,6 % and non DM 81,4 %. Patients with obesity 27.9% while non-obese 72.1%. IPSS score moderate category was 44.1%, severe 39.5% and mild 16.2%. The highest QoL score was 4 with 27.9% patients, while the lowest QoL score was 0 with 2.3% patient. Conclusion: BPH patients in Mataram Hospital were dominated 44.1% from aged 70-79 years, non-DM 81,4 %, and non-obese 72.1%. IPSS score is dominated by the moderate category 44.1%, with a QoL score of 4 with 27.9%. Keywords: BPH, Ages, DM, Obesity, IPSS score, QoL Score 1Internship in Mataram Hospital *e-mail: arisamudera@yahoo.com
Pencegahan dan pengendalian infeksi pada jenazah pasien covid-19 Harahap, Ida Lestari
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 3 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 3 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i3.428

Abstract

Data global dari World Health Organization (WHO) melaporkan penularan COVID-19 dari manusia ke manusia terjadi melalui droplet, kontak dan benda yang terkontaminasi. Kontak penularan tidak hanya terjadi pada pasien hidup namun juga dapat terjadi pada jenazah pasien terkonfirmasi COVID-19. Orang-orang yang bekerja atau yang melakukan kontak dengan jenazah memiliki potensi terpapar agen infeksi. Pasien yang meninggal dalam kondisi COVID-19 memerlukan protokol khusus untuk dalam penanganannya. Meski pasien sudah meninggal virusnya masih berbahaya dan dapat menular kepada orang-orang yang melakukan kontak dengan jenazah tersebut. Penularan dapat terjadi saat semua proses pengurusan jenazah mulai dari saat jenazah dimandikan, pemasangan kain kafan, melakukan sholat jenazah, proses autopsi jenazah, sampai pada penghantaran dan pemakaman jenazah. Sebagai upaya pencegahan penularan kepada petugas yang menangani jenazah tersebut, perlu menerapkan prosedur yang aman dan penggunaan alat pelindung diri yang sesuai.
Karakteristik Pasien Atrial Fibrilasi Pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode Januari 2015 Hingga Januari 2016 Irmansyah, Yos Akbar; Pintaningrum, Yusra
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 3 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 3 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i3.429

Abstract

Latar Belakang: Atrial fibrilasi (AF) merupakan disritmia yang paling sering ditemukan dan kini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang telah mencapai proporsi epidemik di beberapa negara. AF memiliki nilai insidensi yang cukup stabil, yaitu sekitar 1-2%, dimana insidensi ini bertambah seiring dengan bertambahnya usia, dan diketahui lebih banyak terjadi pada populasi perempuan. Kurangnya data yang tersedia terutama dalam menjelaskan angka prevalensi dan insidensi AF terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia pada umumnya, dan khususnya di wilayah kerja RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan: Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat gambaran karakteristik penyakit AF yang ada di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat selama 1 Januari 2015 hingga 31 Januari 2016. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational deskriptif dengan desain cross sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder dan terdiri atas dua jenis data (registrasi elektronik dan rekam medik tertulis). Data yang dikumpulkan termasuk total kunjungan pasien rawat jalan poliklinik jantung, total kunjungan pasien AF, dan karakteristik pasien AF yang terdiri atas usia, jenis kelamin, dan kejadian stroke. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil: Prevalensi AF selama 1 tahun sebesar 0,37%, dengan insidensi 46/100,000 pada laki-laki dan 64,4/100.000 pada perempuan. Dari 51 rekam pasien AF, didapatkan 62,7% pasien perempuan dan 37,3% pasien laki-laki. Berdasarkan hasil ekokardiografi sebanyak 33,3% disebabkan oleh tipe valvular dan 17,6% lainnya ialah non-valvular dengan rata-rata usia tiap kelompok 50,41 ± 13,20 dan 51,78 ± 14,35. Riwayat kejadian stroke ditemukan sebesar 25,4% pada pasien AF dan lebih tinggi pada pasien berjenis kelamin perempuan.
Identifikasi Apendisitis Pada MSCT 128 Slices Tanpa Dan Dengan Kontras Media Intravena Di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode Maret-September 2019 Andansari, Novia; Kusdaryono, Arif; Kusdaryono, Sigit
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 3 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 3 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i3.430

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan MSCT dapat meningkatkan kemampuan untuk mengevaluasi struktur yang kecil dengan lebih baik, contohnya seperti pada apendiks atau pada pembuluh darah kecil yang kadang tampak tidak jelas pada gambar potongan aksial karena merupakan orientasi vertikal dari struktur tersebut. CT scan pada pasien dengan gambaran klinis suspek apendisitis dapat signifikan mengurangi kejadian negatif apendiktomi hingga 4%. Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui identifikasi apendisitis dan melakukan upaya untuk mencari gambaran apendisitis pada CT scan. Metode: Data pemeriksaan MSCT scan diperoleh dari 27 pasien yang didapat dari klinis apendisitis periode Maret-September 2019 dengan dan tanpa kontras media. Kemudian oleh peneliti seluruh data tersebut diklasifikasikan menurut hasil operasi. Hasil dan Kesimpulan: Secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara CT scan tanpa kontras dan dengan menggunakan kontras media mengidentifikasi apendiks. Namun demikian, kontras media intravena tetap sebagai standar emas untuk pemeriksaan identifikasi apendiks, terutama kasus apendisitis atau kelainan apendiks yang lain. CT scan abdomen tanpa kontras ini dapat diindikasikan pada penderita dengan kecurigaan apendisitis dengan gangguan faal ginjal.
Efektivitas Irigasi Nasal Dengan Larutan Salin Isotonis Terhadap Kualitas Hidup Pasien Rinosinusitis Kronis Di RSUD Provinsi NTB Yuliyani, Eka Arie; Kadriyan, Hamsu; Yudhanto, Didit
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 3 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 3 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i3.431

Abstract

Latar Belakang: Rinosinusitis kronis merupakan inflamasi kronis pada mukosa kavum nasi dan sinus paranasalis yang dapat terjadi karena multifaktorial baik alergi maupun non alergi serta memberikan dampak pada kualitas hidup penderitanya. Penilaian kualitas hidup penderita rinosinusitis kronis dilakukan dengan Sino Nasal Outcome Test-22 (SNOT-22). Pemberian terapi standar dan cuci hidung dengan larutan salin isotonis dapat mengurangi gejala yang dikeluhkan penderita. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre-posttest control group design, dimana subjek penelitian berjumlah 30 orang dan dibagi menjadi kelompok alergi dan non alergi dengan masing-masing kelompok berjumlah 15 orang. Subjek mendapatkan terapi standar serta cuci hidung dengan salin isotonis selama 2 minggu. Dilakukan Pemeriksaan IgE dan penilaian kualitas hidup dengan kuesioner SNOT-22 sebelum dan setelah terapi untuk mengetahui efektivitas cuci hidung dengan salin isotonis pada pasien rinosinusitis kronis. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan perbedaan yang signifikan total skor SNOT-22 sebelum dan setelah diberikan terapi standar dan cuci hidung dengan salin isotonis baik pada kelompok alergi maupun non alergi (p=0,001). Kesimpulan: Pemberian terapi standar dan cuci hidung dengan salin isotonis pada pasien rinosinusitis kronis baik yang disebabkan oleh alergi maupun non alergi dapat memperbaiki kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.
Peran Neuroprotektif Cognitive Reserve Dalam Menghambat Progresivitas Gangguan Kognitif Terkait Diabetes Melitus Tipe 2 Harahap, Herpan Syafii; Indrayana, Yanna
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 4 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 4 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i4.432

Abstract

Cognitive impairment is one of the important complications of type 2 diabetes mellitus. Type 2 diabetes mellitus-associated cognitive impairment has wide spectrum, ranging from mild cognitive impairment to dementia. The susceptibility of patients with type 2 diabetes mellitus to experiencing cognitive impairment is also determined by their previous cognitive reserve status. A good cognitive reserve of a patient with type 2 diabetes mellitus will protect him from cognitive impairment. The components of cognitive reserve, including education, occupation, hobbies, and social and physical activities provide a protective effect through neural reserve and neural compensation mechanisms that lead to a serial processes of neurogenesis, production of neurotropic factors, and neurotransmitter regulation. An understanding of the neuroprotective effects of the components of cognitive reserve is very important in determining optimal cognitive impairment management strategies in type 2 diabetes mellitus patients, in such a way that they are still able to carry out daily functional activities properly.
MASKNE: Akne Akibat Masker Hidajat, Dedianto
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 3 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 3 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i3.433

Abstract

Salah satu upaya pencegahan terhadap transmisi virus COVID-19 adalah dengan menggunakan masker secara kontinu. Namun demikian, penggunaan masker dalam jangka waktu tertentu menimbulkan berbagai efek samping dan yang paling sering, yaitu akne. Maskne merupakan varian akne yang timbul akibat penggunaan masker. Berbagai faktor yang diduga terkait dengan kejadian maskne antara lain jenis, lama penggunaan masker, riwayat akne sebelumnya, dan kebersihan pribadi. Namun tidak menutup kemungkinan faktor lain perlu diidentifikasi. Penanganan non farmakologis seperti penggunaan dan pengelolaan masker yang baik dan benar merupakan hal yang penting selain penanganan farmakologisnya. Belum banyak penelitian mengkaji efektivitas masker dan kaitannya dengan maskne ini.