cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Perawatan Crown Lengthening pada Gigi Anterior Pasca Terjadi Fraktur Fauziah Karimah; Hartanti Hartanti
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7298

Abstract

Fraktur gigi anterior yang parah akibat trauma sering menyisakan sedikit struktur gigi yang menjadi tantangan dokter gigi untuk merestorasi. Retensi yang minimal memungkinkan terjadinya kegagalan restorasi, sehingga kebanyakan dokter akan lebih memilih melakukan pencabutan. Crown lengthening adalah prosedur pembedahan untuk mengekspose mahkota klinis yang tersisa sebagai usaha untuk meningkatkan retensi restorasi. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi hasil restorasi pasca dilakukan crown lengthening. Laporan kasus seorang perempuan usia 20 tahun mengalami fraktur gigi anterior maksila pasca kecelakaan yang dialaminya 2 minggu lalu. Gigi 21 fraktur dengan garis patahan horizontal 1/3 servikal mengenai pulpa. Status periodontal baik dan tidak ditemukan kelainan pada gambaran radiograf. Penatalaksanaan dilakukan scalling dan root planning pada regio gigi 21 sebelum pembedahan. Gingiva dipotong sedalam 2 mm pada seluruh permukaan menggunakan blade nomor 15 dilanjutkan penutupan luka bekas pembedahan dengan periodontal dressing. Perawatan saluran akar dilakukan dan diikuti dengan restorasi pasak fiber serta inti dengan resin komposit. Porcelain fused to metal diinsersikan sebagai restorasi mahkota akhir. Hasil restorasi akhir gigi 21 menunjukkan retensi yang memadai untuk restorasi mahkota porcelain fused to metal. Mahkota yang diinsersi dapat bertahan setelah 6 bulan observasi dan pasien merasa cukup puas dengan hasil perawatan. Kesimpulan dari kasus ini, prosedur crown lengthening dapat menunjang restorasi akhir yang retentif pada kasus fraktur gigi anterior yang kehilangan sebagian besar struktur mahkota.
Pengaruh Daya Anti Bakteri Ekstrak Bunga Mawar Merah (Rosa damascena Mill) terhadap Pertumbuhan Enterococcus faecalis Yusrini Pasril; Dita Okasari
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9114

Abstract

Ekstrak bunga mawar merah (Rosa damascena Mill) mengandung tannin, geraniol, nerol, citronellol, flavonoid yang memiliki efek antibakteri. Enterococcus faecalis mampu bertahan hidup pada lingkungan dengan pH tinggi dan bertahan dalam saluran akar yang bisa menginvasi tubuli dentin. Agen antibakteri tersebut menghambat bakteri dengan mengganggu aktivitas transpeptidase peptidoglikan sehingga pembentukan dinding sel terganggu dan sel mengalami lisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak bunga mawar merah (Rosa damascena Mill) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium In Vitro. Konsentrasi ekstrak bunga mawar merah (Rosa damascena Mill) yang digunakan yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kalsium hidroksida Ca(OH)2 digunakan sebagai kontrol positif dan aquades digunakan sebagai kontrol negatif. Uji daya anti bakteri menggunakan metode difusi sumuran pada cawan petri selama 24 jam dengan suhu inkubasi 37°C. Pengaruh daya anti bakteri ekstrak bunga mawar merah (Rosa damascena Mill) diketahui melalui uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian didapatkan rata-rata zona radikal yang terbentuk pada ekstrak bunga mawar merah (Rosa damascena Mill) dengan konsentrasi 25% sebesar 4,048 mm, konsentrasi 50% sebesar 5,165 mm, konsentrasi 75% sebesar 6,185 mm, konsentrasi 100% sebesar 8,895 mm, dan pada kontrol positif sebesar 5,5 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga mawar merah (Rosa damascena Mill) memiliki pengaruh daya antibakteri terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis dan konsentrasi terbaik yaitu 100%.
The Effectiveness Of Tofu Liquid Waste As A Natural Phytoestrogen For Mandibular Bone Of Ovariectomized Rats Meilia Aquina; Nur Permatasari
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.508

Abstract

Estrogen is a steroid compound that has many benefits for the body's physiology.Hypoestrogenic women could have periodontitis in their mouth. Hormonereplacement therapy (HRT) is a therapy that used to reduce the disturbance causedby estrogen deficiency. However, HRT has many side effects. Theoretical studyshows that isoflavones in tofu liquid waste has an element of a steroid compound.The purpose of this study was to prove the effectiveness of isoflavones in the tofuliquid waste by examining the microscopic structure, estrogen receptor expressionand MDA levels in rat mandibular bone post-ovariectomy. This research methoduse a true experimental laboratory with randomized post test control group design.Twenty-four female wistar rats were divided randomly into six groups, consistedof a group of normal rat that does’nt ovariectomized (C1), 4 weeksovariectomized rats (C2), 8 weeks ovariectomized rats (C3) but no tofu liquidwaste was given, and 8 weeks ovariectomized rats that given tofu liquid waste atthe end of the 4th week of ovariectomy with three different doses (C4 = 1.2, C5 =6; C6 = 12 ml / kg). Histopathological slide used to see the changes resulted in anumber of osteoclasts, osteocytes, periodontal ligament width, alveolar boneheight, the amount of estrogen receptor expression and MDA levels. The resultsof statistical tests show that there is a difference in the rats between six differentgroups (ANOVA, p 0.05) and there is a close relationship between the dose ofthe tofu liquid waste with all parameter. The conclusion of this study is tofuliquid waste could improve the microscopic structure, estrogen receptorexpression and MDA levels in rat mandibular bone post-ovariectomy.
Penatalaksanaan Bedah Periapikal Molar Pertama Maksila pada Instrumen Endodontik Patah Regia Aristiyanto; Aqilla Tiara Kartikaningtyas
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.8877

Abstract

Instrumen endodontik patah merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada perawatan saluran akar. Pengambilan intrumen yang patah dari saluran akar merupakan prosedur yang sulit, terutama ketika menembus hingga periapikal. Laporan kasus ini bertujuan menyajikan penatalaksanaan bedah pengambilan instrumen endodontik patah pada periapikal gigi molar pertama maksila. Seorang pria berusia 29 tahun dirujuk ke departemen konservasi gigi karena mengeluhkan sakit yang tumpul dan intermiten pada gigi molar pertama kiri atas dan bertambah sakit ketika menggigit. Pasien menjelaskan telah menjalani perawatan saluran akar yang tidak lengkap sekitar 2 bulan yang lalu. Pemeriksaan klinis menunjukkan terdapat tumpatan sementara pada permukaan oklusal molar pertama kiri atas dan respon positif pada pemeriksaan perkusi. Berdasarkan pemeriksaan radiograf periapikal, terdapat sebuah segmen file patah yang ekstrusi keluar dari akar mesio bukal dengan obturasi saluran akar yang tidak hermetis pada saluran akar. Pengambilan instrumen patah dilakukan dengan bedah periapikal (teknik retrograde), selanjutnya dilakukan reseksi akar mesiobukal. Penatalaksanaan instrumen endodontik patah hingga daerah periapikal dengan bedah periapikal merupakan pilihan perawatan yang menunjukkan hasil dan prognosis yang baik.
SP Transcription Family Involve In Tooth Development ? Ivan Arie Wahyudi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.520

Abstract

Specificity Protein (SP) family members are tissue specific transcription factors.They regulate a wide range of cellular function including cells growth, apoptosis,differentiation and tumor formation. This family composed of more than 25member proteins, which contain a DNA-binding domain very well conservebetween all members with three tandem zinc fingers of the C2H2 type in theirCterminal region. Recently, it has reported in mammalian genome, there are nineSp genes (Sp1-Sp9). Some previous study reported Sp3 knockout mice haveenamel/dentin layer defect. Sp4 mRNA express in E13- E16 of WT mouse incisor.Sp7 mRNA express in at 15, 17 days of post coitum and P1 (postnatal day 1). Sp6has another name epiprofin, I also worked with this genes. Sp6 mRNA expressedin early stage of tooth development to the secretory stage of ameloblast. It alsoreported Sp6 weakly expressed in mesenchymal odontoblast of the incisor. Sp6deficient mice reported delay tooth development. SP family members play animportant role in tooth development.
A Fossa Canina Abscess Originated From First Maxillary Primary Molar: A Case Report Management Abdul Rochim
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i2.537

Abstract

A possible complication of fossa canina infections is reactive thrombosis of the vena angularis, which can lead to cavernous sinus phlebothrombosis. According to the literature there are different opinions about the treatment protocol of fossa canina abscesses. This study reports theunusual case of odontogenic infection in children. A four years old girl patient arrived at a dental clinic with her mother and sister. The patient presented with massive swelling and redness in the region of left eye. According to the subjective data obtained from her mother and sister, the swelling occurs in the morning, six hours before being taken to the dentist. We suspect that the left maxillary first primary molar caused the case. Management of this case is open bur and there was bleeding from the pulp without pain. After 4 min, swelling in the lower eyelid decreased. The condition is getting better after 39 min before the patient took the drug. The patient still get medicine for healing efforts.
Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Metode Ceramah Interaktif Dan Demonstrasi Disertai Alat Peraga Pada Guru Sekolah Dasar Sebagai Fasilitator Novitasari Ratna Astuti
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.572

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gigi dan mulut banyak dialami siswa SD. Guru SD berperan sebagai health educator di sekolah. Promosi kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi disertai alat peraga merupakan salah satu langkah dalam menyampaikan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta keterampilan komunikasi verbal dan non verbal kepada guru SD. Tujuan: menguji pengaruh metode ceramah interaktif dan demonstrasi disertaialat peraga, terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan komunikasi tentang kesehatan gigi dan mulutpada guru SD, serta perbedaan pengetahuan dan keterampilan komunikasi verbal dan non verbal guru SD padakelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode: Jenis penelitian yang digunakan quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Subjek penelitian dibagi atas kelompok perlakuan (20 orang) dan kelompok kontrol (17 orang). Sampel penelitian berdasarkan purposive sampling. Kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan check list untuk mengukur keterampilan. Analisis data menggunakan paired t-testdan independent t-test. Hasil: Uji paired t-test, pengetahuan, serta keterampilan komunikasi verbal dan non verbal guru pada kelompok perlakuan meningkat secara signifikan setelah mendapatkan pelatihan (p0,05). Melalui independent t-test, ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan komunikasi verbal dan non verbal antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kesimpulan: Metode ceramah interaktif dan demonstrasi disertai alat peraga memiliki pengaruh dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan komunikasi guru serta ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan komunikasi guru pada kelompok perlakuan dan kontrol.
Perbedaan Daya Antibakteri antara Klorheksidin Diglukonat 2% dan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava Linn) Berbagai Konsentrasi (Tinjauan Terhadap Enterococcus Faecalis) Differences Of Antibacterial Power Between Chlorhexidine Digluconate 2% And Vari Erma Sofiani; Dhita Ardian Mareta
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v3i1.1726

Abstract

Latar belakang: Enterococcus faecalis merupakan bakteri patogen penyebab kegagalan paska perawatansaluran akar karena memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mentoleransi secara ekologis pada kondisiperawatan saluran akar yang gagal. Pemberantasan Enterococcus faecalis dari saluran akar dapat dilakukan salahsatunya dengan penggunaan bahan irigasi. Salah satu bahan irigasi yaitu klorheksidin diglukonat 2% yang efektifmelawan Enterococci dan jamur, namun tidak dapat melarutkan jaringan. Klorheksidin diglukonat 2% dapatmenimbulkan reaksi alergi apabila digunakan secara berulang dalam jangka waktu yang lama. Bahan alternatifirigasi lain untuk menghindari reaksi alergi tersebut yaitu ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn) yangdapat berfungsi sebagai antibakteri. Adanya kandungan tanin di dalam daun jambu biji (Psidium guajava Linn)dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Tujuan penelitian: untuk mengetahuiperbedaan keefektivitasan daya antibakteri antara klorheksidin diglukonat 2% dengan berbagai konsentrasiekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn). Desain penelitian: eksperimental laboratories in vitro denganmetode difusi sumuran agar pada media TSA. Media TSA di olesi Enterococcus faecalis kemudian ditetesilarutan uji khorheksidin diglukonat 2%, aquabides steril dan ekstrak daun jambu biji dengan konsentrasi 20%,40%, 60% dan 80%. Perhitungan daya antibakteri dengan mengukur zona radikal menggunakan slidding caliper.Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian: klorheksidindiglukonat 2% memiliki daya antibakteri yang lebih tinggi terhadap Enterococcus faecalis dibandingkan denganekstrak daun jambu biji dengan konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80%. Konsentrasi ekstrak daun jambu biji(Psidium guajava Linn) sebesar 60% memiliki daya antibakteri paling tinggi dibandingkan konsentrasi lainsehingga dapat digunakan sebagai bahan alternatif irigasi saluran akar.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Lansia dengan Promosi Kesehatan Metode Demonstrasi Morita Sari; Nendia Intan Permata Putri
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i2.11311

Abstract

Penyakit mulut menyebabkan gangguan rasa sakit, fungsi menelan, makan, mencicipi, tersenyum dan komunikasi. Penyakit ini merupakan masalah utama masyarakat, khususnya di kalangan orang miskin, orang yang tinggal di pinggiran, dan lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas promosi kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan perilaku kesehatan gigi dan mulut pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimental dengan teknik total sampling. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuisioner dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan yaitu demonstrasi cara melakukan sikat gigi yang baik dan benar. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 subjek di ambil dari Panti Wredha, Dharma Bakti, Surakarta. Hasil penelitian dengan uji paired t-test menunjukkan perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan dengan signifikansi p0.05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan metode demonstrasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan lansia terhadap perilaku kesehatan gigi dan mulut.
The Effect Of Arrowroot Starch (Marantha Arundiceae L) Into Alginate Towards Alginate Impression Setting Time Lelly Yustri Anita; Purwanto Agustiono
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i2.523

Abstract

The demand of alginate increase overtime, in otherhand, Indonesia could not produce its own alginate yet. Limited access to get alginate in certain region of Indonesia raise an idea to apllicate arrowroot starch into alginate to reduce alginate using. One of impression material requirment is has suitable setting time. The effect of adding arrowroot starch into alginate towards its dimensional stabillity has been published, but the effect toward its setting time has not been evaluated. Methods : This study using 60 sample that divided into 4 groups (control, 45%, 50%, and 55% of added arrowroot starch). Acrilic stick is used by entering it into alginate after 10 second, and replied until no alginate on acrilic stick. The time when no alginate on acrilic stick was record by stopwatch. Result : Statistically, KruskallWallis test is show that arrowroot starch which add into alginate have significant effect towards alginate impression setting time with p=0,000. Conclusion : Arrowroot starch which has been added into alginate has an effect towards alginate impression setting time.