cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Restorasi Estetik 1 Kali Kunjungan Dengan Penggunaan Pasak Pada Kasus Fraktur (Laporan Kasus) Setyawati, Any
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.521

Abstract

Laporan kasus ini menginformasikan bahwa restorasi estetik dengan penguatpasak dapat dilakukan dalam 1 kali kunjungan pada kasus fraktur gigianterior.Pasien wanita 21 tahun mengalami kecelakaan sehingga gigi anteriornyafraktur. Gigi 11 fraktur ellis kelas III dan mengalami disto torsi. Gigi 12mengalami fraktur ellis kelas II. Satu bulan sebelumnya, 11 telah dilakukanperawatan saluran akar dan 12 telah dilakukan kaping pulpa. 11 dilakukanpengambilan gutta perca, preparasi saluran pasak, dan diinsersikan pasakfabricated jenis unimetric sebagai penguat, kemudian dilakukan restorasi langsungmenggunakan resin komposit warna A3. 12 dilakukan preparasi pembuatan bevel,selanjutnya dilakukan restorasi langsung menggunakan resin komposit warna A3.Dalam 1 kali kunjungan gigi 11 dan 12 yang mengalami fraktur berhasildilakukan restorasi estetik, penggunaan penguat pasak pada 11 dilakukan dalam 1kali kunjungan, sehingga tidak perlu beberapakali kunjungan untuk memperbaikipenampilan, dan pasien sangat puas. Hasil restorasi baik, saat dilakukan kontrolsatu minggu setelah restorasi estetik menggunakan penguat pasak, tidak terdapatkeluhan rasa sakit, gingiva sekitar gigi normal. Gigi dapat berfungsi dengan baikserta dapat mengembalikan rasa percaya diri pada pasien
Efektivitas Manajemen Stres Cognitive-Behavioral dalam Menurunkan Tingkat Stres Mahasiswa Tahun Pertama Tahap Sarjana PSPDG UMY Kurniasih, Indri; Liza, Ika Dhita M
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7296

Abstract

Stres dapat dikatakan sebagai proses adaptasi dengan lingkungan yang baru. Beberapa fenomena dan penelitian menunjukkan bahwa stres meningkat pada mahasiswa kedokteran gigi di tahun pertama, disertai adanya efek negatif terhadap akademis dan kesehatan. Cara yang paling tepat dalam mengurangi efek negatif dari stres pada mahasiswa baru adalah adalah dengan manajemen stres Cognitive- behavioral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas manajemen stres metode Cognitive-behavioral dalam menurunkan stres pada mahasiswa tahun pertama tahap sarjana Program Studi Pendidikan Dokter Gigi (PSPDG) UMY. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental dengan rancangan pretest-intervention-postest. Sampel terdiri dari 40 mahasiswa tahun pertama PSPDG UMY yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon karena distribusi data tidak normal. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberi manajemen stres dengan nilai probabilitas 0,000 (p 0,05). Hasil rata-rata menunjukkan penurunan nilai sebesar 9,60. Dapat disimpulkan bahwa manajemen stres metode Cognitive-behavioral efektif dapat menurunkan tingkat stres mahasiswa tahun pertama PSPDG UMY.
Perbedaan Tingkat Kejadian Karies Pada Anak Berkebutuhan Khusus Berdasarkan Jenis Kelamin Di Kelas 1-4 SDLB Widya Mulya, Pundong, Bantul, DIY Krisna Adhi, Yudhanto; Octavia, Alfini
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.573

Abstract

Background.Oral health in children with special needs, usually need more treatment than those in normal. This is going to get worse if their parents have lack of knowledge and attention. Commonly in our society children with special needs is still considered as a second class civil. This circumstance could inhibit their growth, development and potency. Purpose. The purpose of this study is to know the difference of caries index level between boys and girls in grades 1-4 SDLB using caries index def - t and DMF - T. Methods.This study has been done to 22 student of 1-4 grades of Widya Mulya, Pundong, Bantul, DIY. Subjects consisted of 12 boys and 10 girls. The method was observational with cross sectional design. When the subjects were examined, the caries index( def-t and DMF-T) has recorded with odontogram sheet. The the severity of caries between boys and girls was compared. Result. The score of def-t in boys 1-4 grades are 4,33 and the girls 3,2. The score ofDMF-T in boys 3 and the girls 3,2. Conclusion. The result of this research was found that the caries index between boys and girls SDLB 1-4 graders at Widya Mulya, Pundong, Bantul, DIY was not different significantly
Efektivitas Penggunaan Saliva Dibandingkan Povidin-Iodin 10% Terhadap PenyembuhanLuka Pada Kutaneus Tikus Sprague Dawley Arie Wahyudi, Ivan; Magista, Malida; Angel, Merry
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i1.551

Abstract

Saliva merupakan bagian dari lingkungan rongga mulut yang mempuyai peran penting menjaga intergritas dari jaringan rongga mulut, pada proses mastikasi dan fonasi. Saliva mengandung growth factors seperti Epidermal Growth Factor (EGF) yang diyakini berfungsi sebagai faktor penyembuhan luka dalam rongga mulut sehingga luka lebih cepat sembuh dibandingkan dengan luka di kulit. Penggunaan povidon-iodin 10% untuk membersihkan, mengirigasi, dressing luka masih kontroversial dikarenakan povidon-iodin 10% tidak secara efektif  membantu menyembuhkan luka dengan tampak keadaan luka yang tidak sembuh secara sempurna, mengurangi kekuatan rekonstruksi kulit, ataupun terjadinya infeksi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas saliva sebagai faktor yang mempercepat penyembuhan luka pada kutaneus dibandingkan dengan povidon-iodin 10% dengan mengamati kecepatan penyembuhan luka dan hasil remodeling kulit. Pengamatan dilakukan pada prosespenyembuhan luka selama 21 hari sesuai dengan fase-fase penyembuhan yang akan dilalui yaitu fase inflamatori, fase proliferatif, dan fase remodelling jaringan. Pengamatan dilakukan pada aspek klinis dan histologis. Aspek klinis dilihat pada perubahan area hiperemia dan edema pada daerah luka hasil eksisi. Evaluasi histologis pada luka dilakukan pada hari ke-1, 3, 5, 7, 14, dan 21 setelah perlukaan dengan parameter ketebalan epitel dan kepadatan serabut kolagen. Hasil penelitian menjukkan terdapat kecepatan penyembuhan luka dan hasilrekonstruksi yang berbeda meskipun secara analisis statistik perbedaan tersebut tidak signifikan (p0,05). Saliva yang mengandung EGF, yang berfungsi memacu poliferasi sel, diferensiasi sel, dan migrasi sel, akan mempercepat penyembuhan luka dengan rekonstruksi luka yang paling baik. Penyembuhan luka menggunakan NaCl lebih baik dibandingkan dengan penggunaan povidin-iodin 10% karena NaCl menciptakan keadaan lembab pada area lukadapat mempercepat terbentuknya stratum corneum dan angiogenesis untuk proses penyembuhan luka. Kesimpulan: saliva dapat mempercepat penyembuhan luka, sehingga kedepannya saliva dengan kandungan EGF nya dapat menjadi sumber obat yang baru untuk penyembuhan luka. Kata kunci: saliva, povidon-iodin 10%, lukakutaneus
Resin Akrilik Reinforce Nanosisal Menurunkan Perlekatan Bakteri Steptococcus mutans dan Jamur Candida albicans Dwi Aji Nugroho; Tiara Chaesar Yusifar; Ita Nur Rochmah; Hairiyah Hairiyah
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i2.7353

Abstract

Resin akrilik telah banyak digunakan sebagai bahan basis gigi tiruan lepasan sejak pertengahan tahun 1940. Nanosisal merupakan serat dari tanaman Agave sisalana yang dibuat berukuran nano karena dapat memberikan hasil pemolesan gigi tiruan yang lebih halus, memudahkan proses polishing, tahan terhadap keausan, lebih mengkilap sehingga perlekatan bakteri dan jamur lebih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nanosisal dengan konsentrasi 0%, 10% dan 20% yang dicampur dengan material resin akrilik terhadap perlekatan S. mutans dan C. albicans. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental in vitro. Pembuatan nanosisal 0%, 10%, dan 20% dicampur dengan resin akrilik polimerisasi panas dan dicetak dengan ukuran 15x15x2 mm, direndam dalam suspensi S. mutans dan C. albicans kemudian dihitung jumlah koloninya untuk menentukan perlekatannya. Perhitungan koloni dilakukan pada hasil biakan S. mutans dalam media TSA dan C. albicans dalam media SDA. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada perlekatan S. mutans terhadap penambahan jumlah nanosisal (p 0,05) sedangkan hasil uji perlekatan C. albicans menunjukkan perbedaan yang bermakna (p 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat penurunan perlekatan C. albicans pada resin akrilik yang diberi reinforced nanosisal. Semakin tinggi konsentrasi nanosisal yang ditambahkan maka semakin menurunkan jumlah perlekatan koloni S. mutans dan C. albicans pada sampel resin akrilik. 
Uji Pemanfaatan Daun Binahong (Anredera Cardifolia (Tenore) Steenis) Pada Proses Penyembuhan Luka Gingiva Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Melalui Pengamatan Kepadatan Serabut Kolagen Dan Ketebalan Epitel Wika Putri Adriani; Idha Ardianingtiyas; Nurul Husna Wulansari; Dian Nur’aini Safitri; Ike Primalia AP; Erlina Sih Mahanani
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i2.525

Abstract

Rongga mulut sebagai bagian integral tubuh, sering mengalami trauma saat melakukan fungsinya. Trauma ini dapat terjadi secara disengaja maupun tidak, yang pada akhirnya akan menimbulkan luka pada mukosa mulut. Perlukaan pada jaringan akan menyebabkan terjadinyareaksi radang. Reaksi radang merupakan tahap awal dari serangkaian proses penyembuhanluka. Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) mengandung flavonoid, saponin, dan alkaloid yang dapat berpengaruh pada proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji pemanfaatan daun Binahong (Anredera cardifolia (Ten) Steenis) pada penyembuhan luka di gingiva melalui pengamatan kepadatan serabut kolagen dan ketebalan epitel, serta untuk membandingkan efektifitas penggunaan daun Binahong (Anredera cardifolia (Tenore) Steenis) dan Povidone Iodine pada penyembuhan luka di gingiva. Sampel penelitian menggunakan tikus jantan galur Wistar (Rattus norvegicus) berusia 3 bulan sebanyak 30ekor dibagi menjadi 3 kelompok : kelompok I (kontrol negatif), kelompok II (povidoneiodine), kelompok III (binahong). Tikus yang digunakan dalam penelitian ini memiliki beratbadan 150-250 gram dan telah diadaptasikan selama 1 minggu. Perlakuan dibuat pada gingivarahang bawah dengan luka gores sonde, dengan panjang ± 3mm dan kedalaman hingga tulangalveolar. Luka pada kelompok II diberi Povidon Iodine 1cc, sedangkan pada kelompok III diberi tumbukan binahong 1gram, masing-masing selama 3 menit secara topikal. Dekapitasi dilakukan sesuai hari perlakuan 1, 3,5 hari masing-masing 3 ekor tikus. Penghitungan kepadatanserabut kolagen dilakukan pada preparat histologi Trikom Mallory dan ketebalan epitel dilakukan pada preparat histologi HE. Data kepadatan kolagen dan ketebalan epitel dianalisisdengan One Way Anova dilanjutkan dengan tes LSD untuk mengetahui perbandingan antarkelompok. Hasil tes LSD kepadatan serabut kolagen menunjukkan adanya perbedaan yangbermakna antar kelompok sesuai hari perlakuan. Sedangkan hasil tes LSD ketebalan epitelmenunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara masing-masing kelompok perlakuandibandingkan dengan normal. Namun, tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa pemberian tumbukan binahong secara topikaldapat meningkatkan kepadatan kolagen dan ketebalan epitel, sehingga mempercepat prosespenyembuhan luka pada gingiva tikus wistar.
Efek Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Sebagai Agen Penghambat Pembentukan Biofilm Streptococcus Mutans Like Rosita Dwi Susanto; Archadian Nuryanti; Ivan Arie Wahyudi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i1.556

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman yang sering digunakan untuk obat tradisional. Kandungan eugenol dalam minyak atsiri daun kemangi memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Gram positif. Streptococcus mutans adalah bakteri anaerobik fakultatif Gram positif di dalam rongga mulut yang banyak ditemukan dalam plak biofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai agen penghambat pembentukan biofilm Streptococcus mutans. Penelitian ini dimulai dari pengadaan daun kemangi, kemudian dilakukan destilasi uap air hingga didapat minyak atsiri. Konsentrasi minyak atsiri yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1%, 0,5%, 0,25%, 0,125%, dan 0,0625% dengan menggunakan pelarut PEG 400 2,5%. Uji agen penghambat pembentukan biofilm dilakukan pada microplate round bottom 96 wells dengan pewarnaan kristal violet 0,5%. Pembacaan nilai absorbansi menggunakan microplate readerdengan panjang gelombang 595nm. Data yang didapat diolah menggunakan rumus penghambatan pembentukan biofilm. Daya penghambatan pembentukan biofilm dinyatakan sebagai nilai IC50 yang dianalisis menggunakan metode Probit pada program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi minyak atsiri daun kemangi 0,0625%, 0,125%, 0,25%, 0,5%, dan 1% dapat menghambat pembentukan biofilm S. mutans sebesar4,451%, 40,121%, 80,416%, 88,586%, dan 94,812%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki efek sebagai agen penghambat pembentukan biofilm Streptococcus mutans dengan IC50 pada konsentrasi 0,168%.
Pengaruh Penambahan Polyethylene Fiber Dan Serat Sisal Terhadap Kekuatan Fleksural Dan Impak Base Plate Komposit Resin Akrilik Eko Hadianto; Widjijono Widjijono; M.K. Herliansya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.577

Abstract

Resin Akrilik Menjadi Pilihan Untuk Pembuatan Gigi Tiruan Lepasan Karena Harganya Relatif Murah, Mudah Direparasi Dan Proses Pembuatan Mudah. Kelemahan Resin Akrilik Adalah Terbatasnya Terhadap Kekuatan Fleksural Dan Impak. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Penambahan Polyethylene Fi ber Dan Serat Sisal Dengan Konsentrasi 1,6% Berat Terhadap Kekuatan Fleksural Dan Impak Basis Gigi Tiru an Resin Akrilik. Penelitian Ini Menggunakan Resin Akrilik Kuring Panas Merek Qc 20 Dengan Ukuran 65x10x2,5 Mm Untuk Uji Fleksural Dan 65x10x8 Mm Untuk Uji Impak. Sampel Penelitian Masing-Masing Terbagi Menjadi 3 Kelompok, Setiap Kelompok Terdiri Dari 4 Subyek. Kelompok I Tanpa Penambahan Fiber, Kelompok Ii Dengan Penambahan Polyethylene Fiber, Kelompok Iii Dengan Penambahan Serat Sisal. Seluruh Plat Resin Akrilik Direndam Di Dalam Air Destilasi Selama 24 Jam Pada Suhu 370c. Pengujian Kekuatan Fleksural Menggunakan Universal Testing Machine Dan Pengujian Kekuatan Impak Menggunakan Metode Charpy. Analisis Data Menggunakan One Way Anova Dengan Tingkat Kepercayaan 95% (Α=0,05) Dan Analisis Lsd. Hasil Penelitian Menunjukkan Rerata Kekuatan Fleksural (Mpa) Tanpa Penambahan Fiber (109,79±5,93);Penambahan Polyethylene Fiber (134,18 ±3,80); Serat Sisal (170,15±5,50). Pada Kekuatan Impak (Kj/M2) Tanpa Penambahan (4,45±1,95) Penambahan Polyethylene Fiber (60,79±26,49); Penambahan Serat Sisal (16,23±3,02). Hasil Analisis One Way Anova Menunjukkan Pengaruh Bermakna Akibat Penembahan Fiber Terhadap Kekuatan Fleksural Dan Impak Base Plate Resin Akrilik (P0,05). Analisis Lsd Menunjukkan Perbedaan Bermakna Rerata Kekuatan Fleksural Antar Kelompok (P0,05). Pada Hasil Uji Impak Menunjukkan Bahwa Rerata Kelompok Tanpa Fiber Berbeda Bermakna Dengan Kelompok Dengan Penambahan Fiber (P0,05), Dan Antara Kelompok Penambahan Polyethylene Fiber Dengan Penambahan Serat Sisal Tidak Berbeda Bermakna. Kesimpulan Dari Penelitian Ini Adalah Terdapat Peningkatan Kekuatan Fleksural Dan Impak Base Plate Komposit Resin Akrilik Pada Penambahan Polyethylene Fiber Dan Serat Sisal. Base Plate Dengan Penguat SeratSisal Memiliki Rerata Kekuatan Fleksural Paling Tinggi, Sedangkan Base Plate Dengan Penguat Polyethylene Fi ber Memiliki Rerata Kekuatan Impak Tertinggi.
Potensi Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Memutihkan Email Gigi yang Mengalami Diskolorasi Lime (Citrus aurantifolia) Potential to The Whiten Discoloration Tooth Enamel Nurbaetty Rochmah; Dwi Merry Ch.R; Sri Lestari
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v3i1.1731

Abstract

Latar Belakang: Perubahan warna gigi (diskolorasi) merupakan problem estetika yang berdampak padapsikologis terutama pada gigi anterior. Seseorang akan melakukan perawatan terhadap giginya untuk mengatasimasalah estetiknya. Salah satu upaya dokter gigi untuk mengatasi masalah tersebut adalah bleaching. Tujuan:Mengetahui pengaruh air perasan jeruk nipis konsentrasi 2,5% terhadap email gigi yang mengalami diskolorasi,serta untuk menentukan waktu optimum air perasan jeruk nipis konsentrasi 2,5% dalam memutihkan email gigiyang yang mengalami diskolorasi dengan variasi waktu 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Metode Penelitian:Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorik dengan rancangan pretest-posttest group. Alatuji interpretasi warna yang digunakan adalah Spectrophotometer UV-VIS 2401 PC. Analisis data menggunakanuji Paired-T test dan Oneway Annova. Hasil: Nilai uji intensitas warna sesudah perendaman air perasan jeruknipis konsentrasi 2,5% lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum perendaman air perasan jeruk nipis konsentrasi2,5% dan tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok (30 menit, 45 menit dan 60 menit). Kesimpulan: Jeruknipis mampu merubah warna gigi yang terdiskolorasi menjadi lebih putih dengan konsentrasi 2,5% dengan lamaperendaman 30 menit, 45 menit dan 60 menit.
Pertimbangan Penggunaan Implan Gigi pada Lansia Nissia Ananda; Lilies Dwi Sulistyani; Endang Winiati Bachtiar
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6181

Abstract

Saat ini terjadi perkembangan populasi lansia di Indonesia sehingga isu kesehatan lansia merupakan sesuatu yangesensial. Lansia adalah individu yang telah mengalami proses menua sehingga terjadi berbagai perubahan biologispada tubuhnya, sehingga berpengaruh terhadap penurunan fungsi organ. Kehilangan gigi adalah salah satu masalahyang umum pada lansia sehingga kebutuhan untuk pemasangan gigi tiruan merupakan hal penting yang perludiperhatikan masyarakat kelompok lansia. Implan gigi tiruan merupakan salah satu alternatif pengganti kehilangangigi yang memiliki banyak keuntungan dibandingkan gigi tiruan lain. Namun perlu disadari bahwa penggunaan implangigi memiliki pertimbangan-pertimbangan kondisi rongga mulut dan sistemik tertentu untuk menunjang keberhasilanperawatan. Pemahaman mengenai terjadinya proses menua dan hubungannya dengan pertimbangan penggunaanimplan sangat penting untuk diperhatikan oleh klinisi sebelum merencanakan perawatan, terutama berkaitan denganperubahan pada sistem pertahanan tubuh yang terjadi seiring proses menua.