Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Articles
314 Documents
Prevalensi Stomatitis Traumatik Pemakai Alat Ortodonsi Lepasan (Kajian di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Asri Medical Center Yogyakarta)
Aldihyah Kunsputri, Fahma;
Suhartiningtyas, Dwi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Estetika penting bagi banyak orang terkait dengan penampilan dan interaksi sosial. Alat ortodonsi lepasan menjadi pilihan sebagian orang untuk memperbaiki keadaan gigi-geliginya. Akan tetapi alat ini juga memiliki kekurangan, salah satunya adalah stomatitis traumatic Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi stomatitis traumatik pemakai alat ortodonsi lepasan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif observasionaldengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RSGM-P AMC Yogyakarta. Subjek penelitian adalah pasien pemakai alat ortodonsi lepasan yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah subjek penelitian sebanyak 34 orang. Hasil penelitian statistik deskriptif prevalensi stomatitis traumatik akibat pemakaian alat ortodonsi sebanyak 6 orang (17,6%), pasien yang mengalami stomatitis karena sebab lain sebanyak 5 orang (14,7%), dan yang tidak mengalami stomatitis sebanyak 23 orang (67,6%). Dari hasil penghitungan diatas, dapat disimpulkanbahwa prevalensi stomatitis traumatik pemakai alat ortodonsi lepasan di RSGM-P AMC Yogyakarta adalah 17,6%.
Oral Habits That Cause Malocclusion Problems
Joelijanto, Rudy
Insisiva Dental Journal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Insisiva Dental Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Oral habits that place pressure on the teeth may slowly move the teeth out of place. The aim of this study was to review the literature for articles referring the most common oral habits that cause malocclusion. The oral bad habits that cause malocclussion problems include: Thumb sucking, It is a normal habit for babies, but causes serious orthodontic problems if it continues long after the eruption of permanent teeth. Prolonged thumb sucking can create crowded, crooked teeth, or bite problems and speech problems. Protrusion and displacement of front teeth are usual results of thumb sucking. Lip-biting or fingernail biting, both habits can shift the teeth out of alignment. Tongue thrusting, some children thrust their tongue forward, pressing it against the lips with a force that can result in teeth malocclusions such as âopen biteâ or teeth protrusion (overjet). While parents can not do much to prevent an orthodontic problem caused by hereditary factors, they can help their kids to avoid the need for braces, by maintaining good oral hygiene and avoiding bad oral habits that could cause teeth malocclusion problems. Modern orthodontics are usually able to treat most teeth malocclusions successfully, but prevention can help the family to avoid the large cost of orthodontic treatment and the child will not have to wear dental braces and feel uncomfortable.
Perbedaan Kekuatan Geser dan Kekuatan Tarik pada Restorasi Resin Komposit Microhybrid dengan Bonding Generasi V dan Bonding Generasi VII
Susra, Winda;
Listya Nur, Desi;
Puspita, Sartika
Insisiva Dental Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Insisiva Dental Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Microhybrid composite resin is current development of a hybrid composite resin which has particle size of 0.6- 0.8 µm in average and 0.04µm as filler for 78% of the whole weight that have contribution to improve mechanical properties. A bonding agent is required to bond composite resin into tooth. It has a function to embed composite resin as restorative material, therefore it has to had a good adhesive strength. This study has purpose to determine the differences between shear and tensile bond strength of V and VII bonding agent generation in the microhybrid composite resin restoration. The study was in vitro experimental laboratory with 20 samples of post-extraction-caries-free premolars. The samples were cut through dentin. Before microhybrid resin composite was applied into the samples, they were equally separated into two groups. Fifth bonding agent generation was applied on first group and seventh bonding agent generation was applied on second group then incubated for 24hours at room temperature. It was tested in the term of shear and tensile bond strength by universal testing machine at speed 0.5mm/second. The result showed significance shear and tensile bond strength between two groups (p<0,05) by Independent Sample T-Test. It can be concluded that V bonding agent generation has greater shear and tensile strength than VII bonding agent generation.
Effect Of Apple Juice On Whitening Teeth After Immersion In Coffee Solution In Vitro
Puspasari, Nuzulya;
Effendi, Chair;
Nugraeni, Yuli
Insisiva Dental Journal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Insisiva Dental Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Background of this research because one of the extrinsic cause teeth discoloration is excessive coffee consumption. To cope teeth discoloration whitening teeth done either with chemicals or natural ingredients. Apples (Malus sylvestris Mill) is one of the fruits that contain malic acid, substance that can whitening teeth. The General Objective is to determine the effect of giving apple juice (Malus sylvestris Mill) on a teeth that has been soaked in coffee solution on teeth whitening in vitro. Materials and Methods research is experimental laboratory use elements of the permanent maxillary premolar tooth from extraction indications orthodontic treatment, free of caries and hypoplasia as a sample of 12 pieces, divided into 2 groups. The first group as a control group with 100 ml distilled water immersion. The second group as the treatment group using apple juice immersion with 75% concentration. Samples of tooth element has immersed first in coffee solution during 2 weeks until discoloration then immersed according to the group for 2 weeks (3x@5minutes a day), then measured the color changes of tooth. The Result with Paired T-test showed significant effect on the group before treatment and after treatment (p <0.05). Independen T-test result showed significant difference between the control group immersed in 100 ml distilled water and treatment group, immersed in apple juice 75% concentration. Conclusion of the results showed that apple juice has the ability to whiten the tooth enamel surface that changes color because of immersion in coffee solution so it can return to the original color before discoloration.
Karsinoma Sel Skuamosa Sebagai Salah Satu Kanker Rongga Mulut Dan Permasalahannya
Medawati, Ana
Insisiva Dental Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Insisiva Dental Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jenis kanker di jaringan lunak rongga mulut yang memiliki angka kejadian terbanyak adalah jenis karsinoma sel skuamosa. Karsinoma sel skuomosa bisa terjadi di berbagai tempat, seperti di bibir, dasar mulut, lidah, maupun bagian lainnya di rongga mulut. Penyakit kanker inijika tidak ditangani secara serius dapat mengakibatkan kematian penderitanya, sehingga diperlukan tindakan nyata untuk menanggulangi penyakit ini. Gambaran kanker ini sangat bervariasi, untuk itu perlu dipastikan penegakan diagnosis dan terapi yang tepat untuk keberhasilan penyembuhannya.
Pengaruh Ekstrak Antanan (Centella Asiatica) Dibandingkan Dengan Ibuprofen Terhadap Kadar Hcl Gaster Tikus
Perwira Putra, Yudha;
Reni Yuslianti, Euis
Insisiva Dental Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Insisiva Dental Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ibuprofen merupakan salah satu obat anti inflamasiyang diketahui memiliki efek samping terhadap peningkatan kadar HCl lambung.Salah satu obat tradisional yang memiliki efek anti inflamasi adalah antanan(Centella asiatica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrakantanan dibandingkan dengan ibuprofen terhadap kadar HCl gaster tikus. Bahandan Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorikdengan 30 ekor tikus wistar jantan. Kelompok perlakuan terbagi atas kelompokyang diberi ektrak antanan 20 mg/200 gr berat badan/oral, kelompok yang diberiibuprofen 21,6 mg/200 gr berat badan/oral dan kelompok kontrol. Perlakuandiberikan selama 7 hari dan setelah pemberian perlakuan (hari ke-8), tikusdipuasakan selama 24 jam kemudian dilakukan pengangkatan lambung dandilanjutkan dengan pengambilan getah lambung untuk mengetahui kadar pHdengan menggunakan metode pH meter serta metode titrasi. Hasil dan Analisis:Hasil penelitian didapatkan kelompok yang diberikan ekstrak antanan (Centellaasiatica) meningkatkan asam lambung dengan rata-rata acidity pH 1,15sedangkan pada kelompok yang diberikan ibuprofen meningkatkan asam lambungdengan rata-rata acidity pH 1,06. Hasil analisis statistik menggunakan metodeOne Way ANOVA dan dilanjutkan uji lanjut Duncan (p ⤠0.05) menunjukan bahwaekstrak antanan dan ibuprofen mempunyai pengaruh terhadap penurunan kadarasam lambung (p = 0.00). Kelompok perlakuan ibuprofen memberikan pengaruhyang berbeda dibandingkan dengan yang lainnya, sedangkan pada kelompokperlakuan kontrol memberikan pengaruh yang sama dengan kelompok perlakuanekstrak antanan. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberianekstrak antanan mempunyai pengaruh lebih rendah dibandingkan denganpemberian ibuprofen dalam meningkatkan kadar HCl lambung tikus.
Kadar Fosfor (P) dalam Cairan Sulkus Gingiva pada Penderita Penyakit Periodontal Phosphorus (P) Level of Gingival Crevicular Fluid of Peridontal Diseases
Kusuma Ardiani, Deasy;
Wulan Suci Dharmayanti, Agustin;
Pujiastuti, Peni
Insisiva Dental Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Insisiva Dental Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang. Prevalensi penyakit periodontal mencapai 60% pada masyarakat di Indonesia. Periodontitiskronis merupakan penyakit periodontal yang sering diderita masyarakat Indonesia. Penyebab utama daripenyakit periodontal adalah bakteri plak. Perlekatan dan akumulasi bakteri plak akan mengakibatkan inflamasidan kerusakan jaringan periodontal diikuti dengan peningkatan aliran cairan sulkus gingiva dan komponen cairansulkus gingiva, salah satunya yaitu fosfor yang akan dikeluarkan melalui sulkus. Fosfor yang larut bersamaaliran darah berasal dari cairan sulkus gingiva yang meningkat dan dikeluarkan melalui sulcular epithelium.Tujuan. Mengetahui kadar fosfor dalam cairan sulkus gingiva pada penderita periodontitis kronis. Metode.Subyek penelitian merupakan pasien yang datang ke RSGM Universitas Jember yang memenuhi kriteria inklusidan eksklusi. Subyek penelitian yang memiliki kriteria inklusi dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan hasilpemeriksaan intra oral, yaitu penderita gingivitis dan periodontitis kronis. Pengambilan sampel cairan sulkusgingiva dilakukan pada elemen gigi yang mengalami gingivitis atau periodontitis dengan paperpoint. Tahappengukuran kadar fosfor menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 883 nm. Hasilpenelitian dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil. Terdapat perbedaan yang signifikan kadar fosfor padapenderita penyakit periodontal. Kesimpulan. Kadar fosfor pada penderita periodontitis kronis lebih tinggidaripada penderita gingivitis.
Penatalaksanaan Stomatitis Alergika Disertai Dermatitis Perioral Akibat Alergi Telur
Sung, Erna;
Radhitia, Desiana
Insisiva Dental Journal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Insisiva Dental Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Reaksi hipersensitivitas tipe I merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh aktivasi IgE. Hipersensitivitastipe I dapat berupa reaksi anafilaktik sistemik atau reaksi lokal yang ditandai oleh inflamasi dan kerusakan epitelmukosa. Telur ayam dikenal sebagai makanan yang sering memicu alergi akibat kandungan protein di dalamnyamerangsang reaksi sistem imun secara berlebihan pada pasien tertentu. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan membahaspenatalaksanaan stomatitis alergika disertai dermatitis perioral yang disebabkan oleh alergi telur ayam. Kasus:Seorang wanita berusia 18 tahun datang dengan keluhan utama bibir terasa perih dan tebal serta terdapat sariawan dilidah yang terasa perih bila disentuh. Keluhan dirasakan sejak pasien mengkonsumsi telur 3 hari sebelumnya. Pasienmemiliki riwayat alergi terhadap telur dan makanan laut. Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan edema, deskuamasidan hiperpigmentasi di sekitar bibir. Pemeriksaan intraoral menunjukkan deskuamasi pada mukosa labial danmukosa bukal, serta bercak putih yang terasa sakit pada dorsum dan lateral lidah. Tatalaksana: Pemeriksaan darahmenunjukkan peningkatan kadar IgE total. Pasien dirawat dengan obat kumur anti-inflamasi non steroid dan dirujukuntuk pemeriksaan alergi lebih lanjut, serta diberikan krim kortikosteroid topikal untuk mengatasi hiperpigmentasidan rasa tebal pada daerah perioral. Pasien dianjurkan menghindari alergen. Perbaikan dicapai dalam 3 minggu danpemeriksaan alergi menunjukkan positif alergi terhadap telur. Simpulan: Klinisi harus memahami berbagai manifestasireaksi hipersensitivitas agar dapat menegakkan diagnosis dengan tepat dan menemukan pemicunya sehingga dapatmemberikan perawatan yang tepat.
Perubahan Tipe Bentuk Lengkung Gigi Paska Perawatan Ortodontik Cekat dengan Pencabutan Premolar Pertama (Laporan kasus)
Prahastuti, Novarini
Insisiva Dental Journal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Insisiva Dental Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Bentuk lengkung gigi merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan dan kestabilan hasil perawatan ortodontik, karena akan mempengaruhi fungsi dan estetik oklusi gigi. Tipe bentuk lengkung gigi yang tetap sama selama pertumbuhan merupakan indikator adanya keseimbangan antara gigi, lidah dan otot circum oral dari kekuatan perubahan. Selama pergantian gigi susu ke gigi permanen, ukuran lengkung gigi yang berubah dapat mempengaruhi bentuk lengkung gigi. Perawatan ortodontik alat cekat teknik Straight menggunakan wire dengan pilihan bentuk lengkung yang telah ditentukan. Salah satu tujuan perawatan tersebut adalah untuk mendapatkan tipe bentuk lengkung gigi yang ideal disesuaikan dengan kondisi pasien. Kasus: perempuan 20 tahun mengeluhkan kedua gigi kaninus atas tampak menonjol ketika tersenyum serta gigi-gigi rahang bawah berjejal. Diagnosis: Maloklusi Angle Klas I tipe skeletal klas I dengan bimaksiler protrusif, derajat inklinasi gigi insisivus bawah retrusif dan gigi insisivus atas protrusif disertai malposisi gigi individual. Perawatan: menggunakan alat cekat teknik Straight dengan pencabutan empat gigi premolar pertama. Hasil: terjadi perubahan tipe bentuk lengkung gigi dari trapezoid asimetris menjadi parabola simetris serta perbaikan profil wajah menjadi lebih harmonis. Kesimpulan: Tipe bentuk lengkung gigi yang sesuai dengan bentuk wajah pasien menciptakan kenyamanan dalam optimalisasi fungsi oklusi, estetik dan stabilisasi hasil perawatan ortodontik.
Lima Komponen Penting dalam Perencanaan OSCE Five Essential Keys in OSCE Planning
Kurniasih, Indri
Insisiva Dental Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Insisiva Dental Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan : Kompleksitas dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan Objective Structured ClinicalExamination (OSCE) dapat mempengaruhi kualitas dan kehandalan OSCE sebagai alat penilaian performa suatuketerampilan klinik. Berbagai faktor dapat membuat penilaian OSCE menjadi kurang reliabel. Perencanaankegiatan OSCE yang baik merupakan faktor penting dalam mendukung kehandalan OSCE. Tujuan dari penulisan ini adalah menguraikan dari berbagai sumber tentang prinsip dasar lima komponen penting dalam perencanaan OSCE. Diskusi : Pelaksanaan OSCE membutuhkan langkah-langkah yang terencana secara baik. Terdapatlima komponen penting dalam perencanaan suatu OSCE yaitu disain OSCE, pasien standar, penguji, saranaprasarana, dan standar setting. Disain OSCE meliputi penyusunan blue print OSCE, penyusunan kasus/stationdan penyusunan form checklist/rating scale. Penyusunan blue print merupakan langkah awal dalam mendisainOSCE. Blue print disusun untuk memastikan bahwa berbagai kompetensi individual akan diujikan beberapa kalipada beberapa station, dan setiap station berkontribusi melengkapi ujian dengan menilai beberapa jeniskompetensi. Kesimpulan : Persiapan berbagai komponen penting penyusun OSCE harus dilakukan secara terencana oleh komite ujian agar penilaian menjadi objektif, valid dan reliabel serta menghasilkan informasi yangdapat dipercaya.