cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran Serta Keluarga Dalam Perawatan Klien Skizofrenia di Unit Rawat Jalan RS Grhasia DIY Permatasari Istanti, Yuni; Risdiana, Nurvita; Hendarsih, Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v6i1.1881

Abstract

Schizophrenia is a mental disorder with the hallucination symptom, waham, inappropriate affect. There a some factors that influence Family role in order to treat clients, because family role can protect family member. The study was done among the schizophrenia s clients of grhasia s hospital. The crossectional study was done to 30 schizophrenic s clients in grhasia s hospital, using Chi Square to know about the factors which influence the role and also family in treatment of schizophrenia s client in take care.The result of this study in economic factor show the Flo accepted with the value of significance level: 0,05 and probabilities : 0,283 ( 0,05). This indicated that there is no influence which significant between economic factor to role and also family in treatment of schizophrenia s client. The test of Chi Square of knowledge factor show that the Ho accepted with the value of significant level: 0,05 and probabilities : 0,788 ( 0,05). This indicated that there is no influence which significant between knowledge factor to role and also family in treatment of schizophrenia s client.Skizofrenia merupakan gangguan mental yang disertai dengan gej ala halusinasi, waham dan gangguan afek. Dalam perawatannya diperlukan peran serta keluarga karena keluarga merupakan unit terdekat dengan klien. Beberapa factor dapat mempengaruhi peran serta keluarga dalam perawatan klien skizofrenia diantaranya adalah factor ekonomi dan factor pengetahuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan crossestional dengan 30 responden klien skizofrenia di unit rawat jalan RS Grhasia untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh terhadap peran serta keluarga dianalisis dengan menggunakan Chi square.Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa factor ekonomi tidak berpengaruh terhadap peran serta keluarga, begitu juga dengan factor pengetahuan, dengan tingkat signifikansi 0.05.Sehingga bias disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara factor ekonomi dan pengetahuan terhadap peran serta keluarga dalam perawatan klien skizofrenia.
Evaluasi Pelayanan Kesehatan di Wilayah dengan Angka Kematian Bayi (AKB) Tinggi Asmi, Sarah Ayu Budi; Dewi, Arlina
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (s) (2008): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1 (s).1645

Abstract

Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia has been decrease but it is still high compared with the other ASEAN’s countries, the third higher rank in ASEAN, after Laos and Burma. Indirect causes of IMR include health services, relative difficult to be solved so it is still influence health status disparity of rural and urban area. High IMR regions should be more concerned, such as Pejawaran District which has a high IMR in 5years recent are 46,8/1.000 birth life on 2007, that is higher than national’s IMR are 26,9/1.000 birth life. The objective of this study is to evaluate health services (antenatal andperinatal care) in a high IMR region, Pejawaran District. This study use observational method with survey approach. The population is Pejawaran District ’s community. The samples are housewives who live at this district minimum 5 years and given birth minimum 1 life baby born. Ninety seven samples are selected by Lameshow formula of sample size and were selected by unproportional simple random from 3 villages that are selected by purposive sampling. The result are analyzed by descriptive analysis Generally, maternal-neonatal health care in Pejawaran district are good. There is needed an effort to make health cost and health care location more affordable and accessible for all Pejawaran ’s communities.Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia telah menurun, tetapi masih tinggi dibandingkan anggota ASEAN lain yaitu peringkat ketiga setelah Laos dan Burma. Penyebab tidak langsung AKB termasuk pelayanan kesehatan relatif sulit ditanggulangi sehingga masih menimbulkan disparitas antarpedesaan-perkotaan. Daerah dengan AKB tinggi perlu lebih diperhatikan, seperti Kecamatan Pejawaran yang selalu tinggi dalam 5 tahun terakhir yaitu 46,8/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, terlihat lebih tinggi dari AKB nasional yaitu 26,9/1.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan (perawatan antenatal dan perinatal) di wilayah dengan AKB tinggi, yaitu Kecamatan Pej awaran. Penelitian ini menggunakan metode observasional pendekatan survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Pej awaran, dengan sampel ibu rumah tangga yang pernah melahirkan minimal satu bayi lahir hidup dan tinggal di kecamatan ini minimal selama 5 tahun. Sampel sebesar 97 ditentukan berdasarkan rumus besar sampel Lameshow dan diambil secara unproporsional simple random dari tiga desa yang ditentukan secara purposive sampling. Data diolah dengan analisis deskriptif. Secara umum didapatkan hasil, pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di Kecamatan Pejawaran cukup baik, biaya kesehatan dan lokasi tempat pelayanan kesehatan perlu diupayakan supaya lebih terj angkau dan tercapai bagi seluruh masyarakat Kecamatan Pej awaran.
Tinjauan Biomedik Puasa Ramadhan Pramono, Ardi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i1.1546

Abstract

Fasting during the month of Ramadan is an obligation for Moslems. They retain from eating and drinking for several hours during the day time from dawn to sunset for about 30 days. However, due to geographic difference Moslems from different part of the world will experience different length of daytime. Those in equatorial regions have more or less little variation, while those in northern or southern hemisphere very much depend on season varia¬tion. Previous studies reveal that fasting during Ramadan may affect biochemi¬cal parameters in human body, however, they seem to remain in normal range. During fasting, the body consumes mainly glucose from gluconeogenesis to produce energy. Glycerol, lactate, and certain amino acids are among others utilised as substrate for gluconeogenesis. This biochemical process produces urea, changes in muscle mass and reduced fat in adiposa tissue. It is sug¬gested that more fat should be consumed while practicing Ramadan fasting.Puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi muslim yang sudah akil baliq. Puasa dilakukan dengan menahan makan dan minum sejak matahari terbit sampai tenggelam, selama 30 hari di bulan Ramadan. Karena perbedaan muka bumi dan geografis, maka lama puasa setiap hari berbeda di tiap negara. Pada negara di daerah equator sedikit megalami perubahan, sedangkan yang terletak di utara dan selatan garis equator dapat memiliki variasi waktu tergantung musim. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat mempengaruhi parameter biokimiawi tubuh, walaupun masih dalam batas normal Selama puasa, glukosa merupakan sumber energi utama yang berasal dari proses glukoneogenesis. Glukoneogenesis berasal dari gliserol, laktat, dan asam amino glukogenik. Proses glukoneogenesis ini menghasilkan urea, perubahan massa otot, dan penurunan lemak di jaringan adipose. Disarankan agar selama menjalankan puasa Ramadan, meningkatkan konsumsi lemak.
Pengaruh Ekstrak Buah Merah (Pandanus conoideus L.) terhadap Kadar Glukosa Darah Astuti, Yoni; Dewi, Lisa La Rosma
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (s) (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i1 (s).1678

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic hyperglycemia marked by various disparities of metabolism as the result of hormonal disparity which generates various chronic complications at eyes, nerves and blood vessels. DM complication causes disorder even physical defect to the patient. Therefore, DM therapy is now directed more toward to the complication prevention. Traditionally, red fruit (Pandanus conoideus L.) is used to cure various diseases, including DM. The aim of this research is to prove the hypoglicemic effect of red fruit extract. This is an experimental laboratory research in animal test. Subject were 11 rats of Spraque Dawley strain, 4 months age, male, 310-370 gram body weight. The subjects was divided into 4 groups i.e. negative control was given aquades, positive control group was given alloxan, first treatment group was given red fruit extracts 30ml and second treatment group was given alloxan and red fruit extract of dose 45 ml. The treatment was given for 24 days and at 25th day retrieval of blood through vein retroorbitalis was done. The laboratory examination was carried out by using KIT Glucose DYASIS reagent. The data was analyzed by oneway Anova and t test. The result shows that the blood glucose level on group fUJII and IV are 75,41±1,73; 183,64±2,11 mg/dl; 73,76±1,84; and 121,1±3,05 mg/dl. Oneway Anova shows a significant difference of blood glucose level among the groups (p=0,000). The t test shows a significant difference of blood glucose level between group 4 (p 0, 05) and other grous. The level of blood glucose on group IV was lowest than other groups. There was a hypoglycemic effect on Pandanus conoideus.Diabetes mellitus (DM) adalah hiperglikemia kronis yang ditandai oleh berbagai kelaianan metabolisme sebagai akibat kelainan hormon yang menghasilkan berbagai komplikasi kronik pada mata, saraf dan pembuluh darah. Komplikasi DM menyebabkan gangguan bahkan cacat fisik kepada pasien. Oleh karena itu, terapi DM sekarang lebih diarahkan pada pencegahan komplikasi. Secara tradisional, buah merah (Pandanus conoideus L.) digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk DM. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek hipoglikemik buah merah. Desain penelitian adalah eksperimental in vivo pada hewan uji. Subjek penelitian 11 ekor tikus galur Sprague Dawley, usia 4 bulan, jantan, berat badan 310-370 gram. Subyek dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol negatif diberi akuades, kelompok kontrol positif diberi Alloxan, kelompok perlakuan I diberi ekstrak buah merah 30ml, kelompok perlakuan II diberi Alloxan dan ekstrak buah merah dosis 45 ml. Perlakuan diberikan selama 24 hari, selanjutnya pada hari ke 25 dilakukan pengambilan darah melalui vena retroorbitalis. Pemeriksaan Glukosa dilakukan dengan menggunakan reagen KIT DYASIS. Data dianalisis dengan oneway Anova dilanjutkan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar glukosa darah kelompok I,n,IIl dan IV adalah (75,41 ± 1,73) mg/dl; (183,64 ± 2,11) mg/dl; (73,76 ± 1,84) mg/dl; dan (121,1 ± 3,05) mg/ dl. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan kadar glukosa darah antar kelompok (p = 0.000). Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan kadar glukosa darah kelompok IV (p 0, 05) dengan kelompok - kelompok yang lain.Pada kelompok IV merupakan rerata kadar terendah glukosa darah. Dapat disimpulkan bahwa buah merah memiliki efek hipoglikemik.
Pengaruh Penambahan Pati Garut (Maranta arundinecea L) pada Alginat terhadap Stabilitas Dimensi Hasil Cetakan Anita, Lelly Yustri; Agustiono, Purwanto
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of dentist year after year will always increase. It will equal with the using of alginate. Polysaccharides in arrowroot starch have a similar characteristic with sodium alginate. Therefore, it is the reason that both of the material could be mixed. The characteristic of amylose and amylopectin of arrowroot starch could tight the water, so the dimensions of impression will stabile from shrinkage. This study is to find the outcome of arrowroot starch influence dimension stability of alginate impression. This study using 60 sample that divided into 4 groups (100% alginate as control, alginate add by 45%, 50%, and 55% of arrowroot starch). Samples and control were manipulated with 17.5ml of aquadest. After it was set, it was measured by electric sliding calipers 0,001mm for 0, 30, and 60 minute covered by wet cotton after incubated 25oC and humidity is 96%. It can be concluded that arrowroot starch influence the diameter stability (p=0,000), but not for its height (p=0,251). Alginate: arrowroot starch = 50%: 50% is the group which has the best dimensional stability (diameter), because they have no much either shrinkage or imbibitions (p=0,000).Jumlah dokter gigi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut akan sebanding dengan penggunaan alginat. Polisakarda pada pati garut memiliki karakteristik yang sama dengan sodium alginat, hal tersebut menandakan bahwa kedua bahan tersebut dapat dicampur. Karakteristik amilosa dan amilopektin dalam pati garut dapat mengikat air sehingga dimensi hasil cetakan dapat stabil dari pengkerutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati garut pada alginat terhadap dimensi hasil cetakan alginat. Penelitian ini mengunakan 60 sampel yang dibagi menjadi 4 kelompok (alginat 100% sebagai kontrol, kelompok perlakuan, yaitu alginat yang ditambahkan pati garut sebesar 45%, 50%, dan 55%). Sampel dan kontrol dimanipulasi dengan 17,5 ml akuades. Setelah sampel mengalami setting, hasil cetakan diukur dengan menggunakan sliding caliper elektrik dengan ketelitian 0,01mm pada menit ke 0, 30, dan 60 yang ditutup dengan kapas basah dan dimasukkan ke dalam inkubator Memmert 25oC dan kelembaban 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pati garut berpengaruh terhadap stabilitas diameter hasil cetakan (p=0,000), akan tetapi tidak berpengaruh terhadap stabilitas tinggi hasil cetakan (p=0,251). Kelompok sampel dengan penambahan pati garut sebesar 50% merupakan kelompok yang memiliki stabilitas dimensi yang paling baik karena tidak banyak terjadi perubahan dimensi, baik karena pengkerutan maupun imbibisi (p=0,000).
Hubungan Onset Usia dengan Kualitas Hidup Penderita Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta Wijayanti, Ajeng; Puspitosari, Warih Andan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v14i1.2469

Abstract

Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa dimana adanya keretakan atau ketidakseimbangan antara proses berfikir, perasaan dan perbuatan. Skizofrenia prevalensinya sama antara laki-laki dan wanita, perbedaannya adalah dalam hal onset usia dan perjalanan penyakit. Hasil penelitian sebelumnya menyatakan skizofrenia onset usia muda mengalami penurunan IQ, fungsi psikomotor, dan memori verbal lebih besar daripada skizofrenia onset usia tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara onset usia dan kualitas hidup skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Responden penelitian sebanyak 25 orang penderita skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta, yaitu di Desa Ngestiharjo dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara dan kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara onset usia dengan kualitas hidup pasien skizofrenia (sig=0,934, p 0,05). Hal ini disebabkan banyak faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup pasien skizofrenia selain faktor onset usia yaitu faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara onset usia dengan kualitas hidup pasien skizofrenia.Skizofrenia is a mental disorder which presence the cracks or imbalance between the processes of thinking, feeling and action. Schizophrenia prevalence is equal between men and women, the differ­ence is in terms age of onset and course of disease. The result from previous study state that a young age of onset of schizophrenia decreased IQ, psychomotor function, verbal memory larger than the old age onset of schizophrenia. The research aims to determine the correlation between onset age and quality life of schizophrenia. This study is observational analytic study with cross-sectional design. The respondents was 25 schizophrenia patient in the work area Kasihan Primary Health Care II Bantul in the Ngestiharjo village, Yogyakarta using consecutive sampling technique. The data was collected by inter­view and questionnaire. The research data were analyzed using the Spearman correlation test. The result from Spearman test show there are no correlation between age of onset and quality of life schizo­phrenia patient (sig=0,934, p 0,05). This is due to many other factors that affect quality of life of schizo­phrenic patients except the age of onset there are gender factor, education level, occupation and in­come. Concluded that there no correlation between age of onset with quality of life schizophrenia pa­tient.
Poliunsaturated Fatty Acid (Pufa) Dapat Memodulasi Efek Polimorfisme Apoal G-a terhadap Kadar Hdl-kolesterol pada Sifat Jenis Kelamin Tertentu: Penelitian di Framingham Meida, Nur Shani
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i1.1712

Abstract

Latar belakang : Substitusi G menjadi A di daerah promoter (pasangan basa 75) pada gen Apolipoprotein Al (APOA1) secara umum sudah dijelaskan. Di beberapa penelitian, allel A tampak berhubungan dengan peninggian kadar HDL-kolesterol tetapi tidak pada penelitian lain.Tujuan : Menilai bagaimana diet lemak dapat memodulasi huubngan antara polimorfisme dengan kadar HDL-kolesterol.Design : Populasi yang digunakan sebanyak 755 pria dan 822 wanita di Framingham Offspring Studi.
Antibiotik Linkomisin M sebagai Antimalaria terhadap Mencit Swiss Terinfeksi Plasmodium berghei Sundari, Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i2.1604

Abstract

Malaria is one among the most important public health problems in tropical countries like Indonesia. Several actions have been taken to overcome this problem, however its prevalence is still high. Parasite resistance to antimalarial drug and vector resistance to insecticide are the major constrains in controlling the disease. To overcome this problem an alternative drugs are essentially need to be found. The antibiotic lincomycine is an example of alternative drug, and has been used in combination with chloroquine.. This aim of this study is to assess the effect of linkomycine on Swiss mice infected by Plasmodium berghei and will be compared to antimalarial drug of chloroquine. Fibe groups, each consisted of 5 female Swiss mice were used and Plasmodium berghei were inoculated. Group 1 is positive control who reseiving 100 mg/kg BW, 200 mg/kg BW and 300 mg/kg BW oAll drugs were given twice daily for 5 days. The degree of parasitemia were examinated daily using thin blood smears up to 5 days from inoculation and were analyzed by log-probit metod. The study showed that linkomycine 200 mg/kg BW and linkomycine 300 mg/kg BW were cured on Swiss mice infected by Plasmodium berghei. Effective dosage 50 of linkomycine is 3,707 mg/kg BW and effective dosage 90 is 39,125 mg/kg BW.Malaria sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting terutama di Negara-negara tropis termasuk Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk pemberantasan malaria tetapi prevalensi malaria masih tetap tinggi disebabkan berbagai hambatan diantaranya adanya resistensi vektor terhadap insektisida dan resistensi parasit terhadap obat antimalaria. Adanya permasalahan tersebut mendorong untuk mencari alternatif obat yang dapat diperoleh dengan mudah dan telah dikenal oleh masyarakat luas bahkan mungkin telah lama digunakan, salah satunya dengan menggunakan antibiotika. Diantara antibiotika tersebut adalah linkomisin yang pernah digunakan sebagai antimalaria dengan cara dikombinasi dengan obat-obat yang lain yang termasuk dalam antimalaria sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek linkomisin terhadap mencit Swiss yang terinfeksi Plasamodium berghei jika dibandingkan dengan klorokuin. Lima kelompok perlakukan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor mencit betina yang diinokulasi Plasmodium berghei. Kelompok I sebagai kontrol positif mendapatkan pengobatan klorokuin 25 mg/kg BB, kelompok II sebagai kontrol negatif tidak mendapatkan pengobatan apapun. Kelompok III, IV, dan V masing-masing mendapatkan pengobatan linkomisin 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB. Setiap kelompok mencit diberikan pengobatan secara oral 2 kali sehari selama 5 hari. Pemeriksaan angka parasitemia dilakukan setiap hari dengan pemeriksaan apus darah tipis yang diambil dari ekor mencit. Dosis efektif (ED) 50, ED-90 dihitung dengan analisis probit. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa linkomisin 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB mampu menekan pertumbuhan parasit sehingga mencit bebas parasit. Dari hasil analisis probit ED-50 linkomisin 3,707 mg/kgBB, dan ED-90 adalah 39,125 mg/kgBB.
Gambaran Karakteristik Pasien CHF di Instalasi Rawat Jalan RSUD Tugurejo Semarang Maulidta, K W
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyebab utama kematian di beberapa negara dan   Angka kejadiannya setiap tahunnya terus meningkat. Hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan CHF merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia setelah stroke dan hipertensi. Pada tahun 2010 diperoleh data Incidence Rate penyakit jantung pada kelompok umur 15 tahun atau lebih sebesar 2,2 %. Pada tahun 2013 jumlah penderita CHF meningkat sekitar 229.696 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien CHF di Instalasi Rawat Jalan RSUD Tugurejo Semarang pada bulan Maret-Mei 2014. Penelitian dilakukan menggunakan penelitian deskriptif dengan desain Hospital based study.Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang berobat di Instalasi Rawat Jalan RSUD Tugurejo Semarang. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diperoleh dari status penderita CHF di Instalasi Rawat Jalan RSUD Tugurejo Semarang. Karakteristik pasien CHF di Instalasi rawat jalan RSUD Tugurejo berdasarkan sosiodemografi tertinggi adalah laki 63,30%, lansia awal 40,00%, kawin 90,00%, suku jawa 100,00%, Indeks Masa Tubuh (IMT) normal 90,00%, dan penyebab terjadi CHF paling banyak adalah hipertensi, dan kardiomiopati sejumlah 70,00%.Congestive Heart Failure (CHF) is a major cause of death in several countries and it happens every year figure continues to rise. Riskesdas CHF 2007 shows a third cause of death in Indonesia after stroke and hypertension. In 2010 obtained the data Incidence Rate of heart disease in the age group of 15 years or more at 2.2%. In 2013 the number of patients with CHF increased by about 229 696 people. The purpose of this study to determine the characteristics of CHF patients in the Hospital Outpatient Installation Se Tugurejo marang in March-May, 2014. The study was conducted using descriptive research design with Hospital-based study. The study population was all patients who seek treatment at Hospital Outpatient Installation Tugurejo Semarang. The data collected is secondary data obtained from the status of CHF patients in the Hospital Outpatient Installation Tugurejo Semarang. Characteristics of CHF patients in hospital outpatient Installation Tugurejo by sociodemographic highest is 63.30% male, early elderly 40.00%, 90.00% married, Java rate of 100, 00%, body mass index (BMI) normal 90.00%, and the cause of a CHF most is hypertension and cardiomyopathy number of 70.00%.
Sumbing Median (Midline Cleft) Dachlan, Ishandono; Handaya, A. Yuda; Sagiran, Sagiran
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midline Cleft is a midline deformity of the upper lip and nose (Tessier Clasification of Cleft Number 0 ). It is rare and often accompanied by disorder of the central nervous system. Head CT Scan with a better architecture of the brain has a better prognosis and those with poor differentiation of brain die during infancy. The treatment of choice is surgical procedure to correct the deformity by Z-plasty or its modification. The aim of this stydy is to report the management of a midline cleftTwo Cases has been reported, The first case was a 13 year-old girl suffering from a midline upper lip cleft, she visited to Sardjito Hospital because of a cosmetic problem, and she had a good achievements at School, The head CT Scan showed a normal brain architecture. She had undergone an upper lip modification Z- Plasty. The second case was a 2 day-old male baby within absence of collumella and prolabial segment of lip (false median cleft), absence of the premaxilla skeletal and he suffers multiple anomalies, the head CT scan showed poor differentiation of brain.Result of this study showed that the one case has showed a good result after upper lip modification of Z-Plasty, the second case died before treated any surgical operation. It can concluded that midline cleft should be treated with observing other problems or anomalies especially of the brain structure and followed with delicate method of surgical procedure.Sumbing median adalah kelainan median pada bibir atas dan hidung (Klasifikasi Tessier, Cleft Nomor 0). Sumbing median adalah kelainan yang jarang terjadi dan biasanya disertai dengan gangguan sistem syaraf pusat. CT Scan kepala yang menunjukkan struktur otak baik mempunyai prognosis lebih baik, Gambaran struktur otak yang jelek biasanya meninggal pada awal kehidupan atau masa pertumbuhan. Terapi pilihan biasanya berupa prosedur pembedahan untuk mengoreksi kelainan, dengan teknik Z-plasty atau modifikasinya. Tujuan dari kajian ini adalah untuk melaporkan penatalaksanaan dua buah kasus sumbing median.Delaporkan dua kasus sumbing median, kasus pertama wanita usia 13 tahun menderita sumbing pada pertengahan bibir atas, pasien datang ke Rumah sakit Sardjito dengan keluhan kosmetik, pasien mempunyai prestasi yang baik di sekolah. CT Scan kepala menunjukan gambaran otak normal. Pasien dilakukan operasi Z- Plasty pada bibir atas. Kasus ke dua,pasien laki-laki usia 2 hari dengan tidak adanya collumella danprolabial, serta tidak adanya tulang premaxilla, pasien menderita anomali multipel, CT Scan kepala menunjukan gambaran otak yang tidak sempurna.Kasus pertama menunjukan hasil yang baik setelah dilakukan operasi Z-Plasty, kasus kedua meninggal sebelum dilakukan tindakan bedah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan sumbing median harus memperhatikan anomali lain terutama struktur otak dan perlu mempertimbangkan teknik operasi yang tepat untuk mendapatkan hasil yang baik.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue