cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Pengaruh Konsumsi Teh Hitam terhadap Kadar Fe dan Hemoglobin dalam Plasma Orbayinah, Salmah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (s) (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tea is one of the most popular drinks in the world. According to its production process, traditionally, tea divided into 3 kinds: green tea, oolong tea and black tea. Either green tea or black tea contains katekin. Both have potential to reduce non-hem iron absorption. The aim of this study is to reveal the effect of black tea consumption on non-heme iron absorption and hemoglobin concentration in plasma. This study is an experimental laboratory study. The subjects are 10 male mice (Mus muculus), ± 2 month years old, and weight of ± 25 grams which divided randomly into 2 groups. Each group consist of 5 mice, first group role as a control group which receive an aquades consumption and second group role as a black tea group which receive black tea water with 0,04gr/10ml dose for 14 days, one hour before meal. Non-heme iron and hemoglobin measurement was done before the study start and on 15th day of the study which use blood sample collect from lateral part of mice ’s eyes. The data collected then were analyzed with t- test paired samples method using SPSS program version 10 W. Results showed that non-heme iron concentration in black tea group (96,6800 ± 0,8273) higher significantly (p<0,05) and in control group (87,6760 ± 1,5340) less significantly (p<0,05). Hemoglobin concentration in black tea group (11, 2180 ± 0, 3355) and control group (10, 0100 ± 0, 2709) higher significantly (p<0,05). This results indicates that black tea consumption with 0,04gr/10ml dose for 14 days, one hour before meal not enough to reduce non-heme iron absorption and not decreasing the hemoglobin concentration of mice ’s plasma.Teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia. Berdasarkan proses pengolahannya, secara tradisional produk teh dibagi menjadi 3 jenis, yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Baik teh hijau maupun teh hitam mengandung katekin. Keduanya berpotensi untuk menghambat penyerapan besi nonheme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi teh hitam terhadap absorpsi besi nonheme dan kadar hemoglobin dalam plasma . Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Subyek penelitian adalah 10 ekor mencit (Mus musculus) jantan, umur ± 2 bulan, berat badan ± 25 gram dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Tiap kelompok berjumlah 5 ekor mencit, kelompok kontrol yang diberi konsumsi akuades sedangkan kelompok perlakuan diberi konsumsi seduhan teh hitam dengan dosis 0,04gr/10ml selama 14 hari satu jam sebelum makan. Pengukuran fe non-heme dan hemoglobin dilakukan sebelum perlakuan dan pada hari ke-15 dengan menggunakan sampel darah yang diambil dari bagian lateral mata mencit. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode t-test paired samples. Hasil penelitian menunjukkan, terjadi peningkatan kadar Fe nonheme pada kelompok teh hitam (96,6800 ± ± 0,8273) yang signifikan (p< 0,05) dan penurunan kadar Fe nonheme pada kelompok kontrol (87,6760 ± 1,5340) yang signifikan (p<0,05). Terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok teh hitam (11,2180 ± 0,3355) dan kelompok kontrol (10,0100 ± 0,2709) yang signifikan (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa konsumsi teh hitam dengan dosis 0,04gr/10ml selama 14 hari satujam sebelum makan tidak cukup menghambat penyerapan Fe non heme dan tidak menurunkan kadar hemoglobin plasma mencit.
Evaluasi Pelayanan Kesehatan, Perilaku Masyarakat, dan Lingkungan di Wilayah dengan Angka Kematian Bayi (AKB) Tinggi Dewi, Arlina; Sulistyawati, Endang; Asmi, Sarah Ayu Budi; Arini, Merita
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, Pejawaran District has high IMR minimal 5 year and higher than national average. The aims of this research are to evaluate health care, community behavior, and environment in Pejawaran District. This research uses observational method with survey approach. The 97 sample are women who ever deliver the life baby and live in Pejawaran for 5 years. Maternal-neonatal health cares in Pejawaran are good, which are enough in available, acceptable-continuely, accessible, affordable, and good quality. Health behaviors are various and some components should be more concerned (proper washing hand, brushing teeth, “kadarzi”, birth attendance, health insurance and smoking). Illness behaviors are still low, especially mother knowledge. Sick role behaviors are various especially the community efforts to take medication. Achievement is good in the knowledge of health care places and the understanding of the rights of sick people although the understanding of the duties is low. Unfulfilled health housing component are ratio wide house with family members (22,7%), floor (51,5%), wall (49,5%), roof (3,1%), ventilation (66%), lighting (20,6%), and cages of animal (51,6%). Unfulfilled health basic sanitation are the drinking water source (100%), excreta disposals (87%), garbage bin (4,1%), andwaste water disposal (50,5%). The conclution are maternal-neonatal health care in Pejawaran District have fulled requirement; health related behaviors achievement are various, but mostly must be increased; and the majority environment archievement haven ’t fulled health requirements yet.Kecamatan Pejawaran memiliki AKB tinggi selama 5 tahun terakhir dan lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pelayanan kesehatan, perilaku masyarakat, dan lingkungan di Kecamatan Pejawaran. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan survei. Sampel sebanyak 97 yaitu ibu yang pernah melahirkan 1 bayi lahir hidup dan tinggal di Pejawaran minimal 5 tahun. Pelayanan kesehatan maternal-neonatal cukup tersedia, dapat diterima-berkelanjutan, mudah dicapai, dapat dijangkau, dan berkualitas. Perilaku sehat masyarakat bervariasi, komponen yang masih memerlukan perhatian adalah mencuci tangan dengan benar, menggosok gigi, kadarzi, penolong persalinan, asuransi kesehatan dan merokok. Perilaku sakit masih rendah khususnya pengetahuan ibu. Perilaku peran sakit beragam khususnya perilaku mencari kesembuhan. Pengetahuan adanya tempat pelayanan kesehatan dan kepemahaman terhadap hak orang sakit tercapai dengan baik walaupun kepemahaman terhadap kewajiban orang sakit masih rendah. Komponen rumah yang belum mencapat syarat kesehatan adalah kepadatan rumah (22,7%), lantai (51,5%), dinding (49,5%), langit-langit (3,1%), ventilasi (66%), pencahayaan (20,6%), dan kandang ternak (51,6%). Sanitasi dasar yang belum mencapat syarat kesehatan adalah sumber air bersih (100%), sarana pembuangan kotoran (87%), sarana pembuangan sampah (4,15%), dan sarana pembuangan limbah (50,5%). Kesimpulan yang diperoleh adalah pelayanan kesehatan maternal-neonatal Kecamatan Pejawaran sudah memenuhi syarat; cakupan perilaku masyarakat terkait kesehatan beragam, namun sebagian besar harus diperbaiki; dan cakupan komponen lingkungan sebagian besar belum memenuhi syarat kesehatan.
Pengaruh Leptin terhadap Kadar Interleukin 6 Serum Tikus yang Diberi Pakan Tinggi Lemak Setiawan, Daniel; Soemardini, Soemardini; Indra, Rasjad M.
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada keadaan obesitas, meningkatnya jumlah sel lemak merupakan salah satu penyebab meningkatnya sitokin proinflamasi seperti IL-6. Obesitas dapat dimulai dengan terjadinya resistensi leptin. Penurunan resistensi perifer leptin akan mengembalikan fungsi leptin dalam memecah jaringan lemak sehingga kadar IL-6 dalam serum akan turun. Dalam penelitian ini leptin eksogen diberikan untuk mengatasi resistensi perifer leptin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian leptin eksogen dalam jangka pendek dapat mengatasi resistensi perifer leptin. Penelitian eksperimental dengan post test only control group design. Dua puluh lima tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok dengan pakan normal, kelompok dengan pakan tinggi lemak, kelompok pakan tinggi lemak dan pemberian leptin dosis 50 ng/ml; 100 ng/ml; dan 200 ng/ml. Tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Setelah diberi pakan tinggi lemak enam puluh hari, tikus diberi injeksi leptin intravena sekali sehari selama 3 hari. Pada hari ke 3 setelah pemberian leptin, tikus dibedah dan diambil darahnya dari aorta. Darah disentrifus, untuk memisahkan serum dengan hematokrit, kemudian diukur kadar IL-6 dalam serum. Tikus yang diberi pakan tinggi lemak kadar IL-6 dalam serum lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diberi pakan normal. Tikus yang diberi pakan tinggi lemak dan pemberian leptin mempunyai kadar IL-6 dalam serum yang lebih rendah. Disimpulkan bahwa pemberian leptin eksogen dapat mengatasi resistensi leptin sehingga kadar IL-6 dalam serum menurun.In obesity, the increasing amount of fat cells is one among many factors that causes raise in proinflammatory cytokine such as IL-6. Obesity may begin with leptin resistance. Decline in leptin pe­ripheral resistance will return leptin function in breaking down fat tissues hence the serum concentration of IL-6 will decrease. In this study, exogenous leptin was given to overcome leptin peripheral resistance. This study aims to investigate whether short course of exogenous leptin administration can overcome leptin peripheral resistance. Experimental research with posttest only control group design. Twenty five male mouses were divided into 5 groups which are: group with normal diet, high fat diet, high fat diet with 50 ng/ml leptin administration, high fat diet with 100 ng/ml leptin administration, high fat diet with 200 ng/ ml leptin administration. Every group consists of 5 mouses. After given high fat diet for 60 days, mouses were given intravenous leptin injection once daily for 3 days. On the 3rd day after leptin administration, mice were resected and blood was taken from the aorta. The blood was centrifuged to separate the serum from the hematocrit, and then concentration of IL-6 was measured from the serum. Mouses given high fat diet had higher serum IL-6 concentration compared with control group. Mouses with high fat diet with leptin administration had lower serum IL-6 concentration. It can be concluded that exogenous leptin can overcome leptin resistance, thus serum IL-6 concentration decreases.
Abses Submandibula Widuri, Asti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infectious disease, in the ENT department is still common to find in the community. One of them is deep neck infection. The commonest of deep neck infection is infection in the submandibula or submandibula abscess. The com¬plication of this infection can cause death. It’s happen because of the spread¬ing of the abscess to the other place/area in the neck. We report one case of submandibular abscess caused by teeth infection with mediastinitis as it’s com¬plication.Dalam bidang Ilmu Penyakit THT penyakit infeksi masih banyak dijumpai di masyarakat, salah satu diantaranya adalah infeksi leher bagian dalam. Infeksi leher bagian dalam yang paling sering terjadi adalah infeksi pada ruang submandibula atau abses submandibula. Pada infeksi ini dapat terjadi komplikasi-komplikasi yang dapat menimbulkan kematian karena mudahnya penyebaran abses ke ruang-ruang leher yang lain. Dilaporkan satu kasus abses submandibula dengan komplikasi me¬diastinitis yang disebabkan oleh infeksi gigi.
Pengaruh Brain Gym terhadap Fungsi Kognitif pada Usia Lanjut Sangundo, Muhammad Faham; Sagiran, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i2 (s).1610

Abstract

Cognitive function has a very important role in livelong human life. Elderly is a population that commonly has cognitive disorder. Brain gym has some certain movements that able to increase human body and brain functional quality. The aim of this study is to determine brain gym practice effect to cognitive function on the elderly population. The research is quasi experimental using the elderly home PENGHUNI Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur, Kasongan, Yogyakarta as the subjects. Thirty respondents were divided into treatment and control group in the same number. The treatment group do the 8 brain gym movements which are cross crawl, positive point, thinking cap, balance buttons, earth buttons, space buttons, neck rolls and hooks up part 2. Control group do the routine elderly gymnastics. Both of them were do the exercise for 5 times a week in three weeks. Pre¬test andpost-test by Mini Mental State Examination (MMSE) was performed to all respondents before and after intervention. The difference of MMSE score between post-test and pre-test was analyzed by independent t-test. Both of treatment and control group have normal data distribution. MMSE score ’s mean in control group is decrease about 2,33 point and treatment group ’s mean is increase about 1,40 point. Independent t-test gives significance level 0,001 (p 0,05) in 95% of confidence interval. The conclution is that brain gym practice gives significance effect to elderly cognitive function with MMSE score.Fungsi kognitif mempunyai peran yang sangat penting di sepanjang kehidupan manusia. Usia lanjut (usila) adalah populasi yang sering mengalami gangguan fungsi kognitif. Brain gym memiliki beberapa gerakan tertentu yang dapat meningkatkan kualitas fungsional otak dan tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan brain gym terhadap fungsi kognitif usia lanjut. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimental yang dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha (panti jompo) Budi Luhur, Yogyakarta. Tiga puluh responden dibagi ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol dengan jumlah yang sama. Kelompok perlakuan mendapatkan 8 gerakan brain gym yaitu gerakan silang, titik positif, pasang telinga, tombol imbang, tombol bumi, tombol angkasa, putaran leher dan kait rileks. Kelompok kontrol mendapatkan senam rutin usila. Kedua kelompok menjalankan brain gym dan senam usila sebanyak 5 kali seminggu selama 3 pekan. Pre¬test dan post-test dengan menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) dilakukan pada seluruh reponden sebelum dan sesudah intervensi. Selisih nilai MMSE saat post-test dan pre-test digunakan sebagai data yang diuji dengan independent t-test. Kelompok perlakuan dan kontrol mempunyai distribusi data yang normal. Rerata nilai MMSE pada kelompok kontrol mengalami penurunan sebanyak 2,33 poin dan kelompok perlakuan mengalami peningkatan sebanyak 1,40 poin. Independent t-test menghasilkan tingkat signifikansi sebesar 0,001 (p 0,05) pada tingkat kepercayaan 95%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pelaksanaan brain gym dengan fungsi kognitif usila.
Ekstrak Buah Legundi (Vitex trifolia) Mampu Menghambat Pembelahan dan Pertumbuhan Sel Tumor Kulit Tikus Lubis, Humairah Medina Liza; Hariaji, Ilham
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17 No 1: January 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan perubahan gaya hidup manusia yang tidak sehat, terpapar radiasi sinar ultraviolet, agen fisika dan kimia secara berlebihan, luka yang lama tidak sembuh khususnya luka bakar dan infeksi virus, yang apabila dibiarkan dan tidak diobati bisa berkembang menjadi kanker. Pengobatan untuk tumor lebih banyak menggunakan obat-obatan sintetik yang juga dapat menimbulkan komplikasi dan kebanyakan belum menunjukkan hasil yang memuaskan, sehingga banyak penelitian ditujukan pada tanaman tradisional yang banyak tumbuh di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi penghambat pembelahan sel dari ekstrak buah legundi (Vitex trifolia). Penelitian ini adalah studi eksperimental dengan menggunakan tikus Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol normal (K1), kontrol positif (K2), P1, P2, P3. Ekstrak etanol buah V. trifolia dibagi dalam 2 dosis yaitu 0,5g dan 1g/kgBB/hari/oral selama 3 minggu. Hasil penelitian berupa 3 slide (60%) adalah tumor ganas (nonkeratinizing squamous cellcarcinoma), 1 slide (20%) adalah lesi atipik dan 1 slide (20%) adalah lesi jinak. Setelah pemberian terapi menggunakan buah V. trifolia, kelompok 2, 3, dan 4 yang memiliki lesi tumor mengalami penurunan ukuran (mengecil). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah V. trifolia memiliki kemampuan untuk menginhibisi aktivitas proliferasi dan pertumbuhan dengan dosis pemberian 0,5 g dan 1 gr/hari.
Masalah-masalah dalam Penatalaksanaan Tekanan Darah Tinggi pada Lanjut Usia dan Peran-peran Pengasuh Utamanya (Caregiver): Sebuah Studi Kualitatif Khasanah, Uswatun
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/1877

Abstract

A caring nursing relationship with hypertensive clients at their homes can have positive effects upon their blood pressure. This paper attempts to reveal efforts of the hypertensive older adults and their caregivers in dealing the high blood pressure. This study shows that often older adults they do not realize they are having hypertension at first; accidentally they are diagnosed with hypertension when they seek help for other health problem. While the others realize that they are having hypertension after the screening program conducted by students or health professional.Soon after the older adults realize they are diagnosed with hypertension, changing the risky behaviors, asking and searching information related the disease follows. However, often they neglect the disease management when they feel the disease symptoms disappear. Or still practicing incorrect management, such as improper medical regiment, irregular checking blood pressure till does not manage their high blood pressure at all. The common practices among the hypertensive are alternative medicine used, such as using herbs, holy water, or asking help from the traditional healer as well as the spiritual leader. Concerning older adult caregivers roles are as the main psychological and financial support for the older adults.This study demonstrates various perspectives of older adults and caregivers problems and efforts in maintaining blood pressure within recommended level. This is very useful information for the health professional in caring the hypertensive older adult comprehensively according to their needs and their perspective.Artikel ini mengemukakan tentang persepsi dari lanjut usia dan pengasuhnya tentang usaha-usaha mereka untuk mengontrol tekanan darah tinggi yang dialami oleh para lanjut usia dirumah. Hasil dari penelitian dengan desain kualitatif dan wawancara sebagai tehnik pengumpulan data ini yaitu kebanyaan pada awalnya lanjut usia tidak menyadari bahwa mereka menderita tekanan darah tinggi, baru setelah mereka memeriksakan masalah kesehatan yang lainnya kepada tenaga kesehatan dan dicek tekanan darah tingginya, didapakan tekanan darah tingginya melebihi batas normal yang direkomendasikan. Sedangkan lanjut usia yang lainnya mengetahui kalau mereka menderita tekanan darah tinggi setelah ada program screening dari mahasiswa atau tenaga kesehatan yang lainnya.Segera setelah lanjut usia mengetahui mereka menderita tekanan darah tinggi, maka merubah tingkah laku yang membahayakan kesehatan, bertanya dan mencari informasi yang berkaitan dengan penyakitnya adalah hal yang dilakukan oleh para lanjut usia tersebut. Akan tetapi masih banyak diantara lanjut usia tersebut yang melakukan penatalaksanaan yang kurang tepat, seperti penggunaan obat yang salah, tidak teratur mengontrol tekanan darah atau juga tidak melakukan apapun untuk mengontrol penyakitnya tersebut. Praktek yang sering dilakukan untuk mengontrol tekanan darah tinggi diantaranya yaitu lanjut usia menggunakan pengobatan alternative seperti dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan, air suci, atau meminta pertolongan dari pengobat tradisional dan juga pemimpin agama. Tentang pengasuh anjut usia, mereka adalah pendukung secara psykologis dan juga financial.Penelitian ini menunjukkan beberapa perspektif lanjut usia dan pengasuhnya tentang usaha-usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan lanjut usia. Hal ini merupakan informasi yang sangat berharga bagi tenaga kesehatan dalam merawat lanjut usia dengan darah tinggi secara komprehensif dan berdasarkan kebutuhannya dan dengan memperhatikan perspective mereka.
Pengaruh Virgin Coconut Oil terhadap Kadar Kolesterol, HDL dan LDL Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yudha, Raditya Purna; Tasminatun, Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (s) (2008): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1 (s).1641

Abstract

Recently, cardiovascular disease becomes an obstacle to do a daily activities. VCO is one of the solutions to decrease cholesterol blood score.The aim of this research is to know the influence of VCO (Virgin Coconut Oil) toward cholesterol, LDL and HDL score on Rattus norvegicus. The research design used an experimental laboratory in vivo on animah test which used Rattus norvegicus, Spraque Dawley strain, 2 months age, 130-215g body weight as subject. Twenty rats were divided into 4 groups. Three groups were VCO ’s treatment and 1 group was a control group. Those 3 groups were given three different VCO ’s brand each others orally everyday during 30 days and the formula doses were converted with human dose standard. Then on 31st day, all rats are killed to check the blood score with micro capillary pipe. The blood score were measured by Spectrophotometer and analyzed by ANOVA one way, continued with Tukey Test. Cholesterol and LDL score which given VCO treatment, its score higher than control group. HDL score on the group which given VCO lower than control group. There is not any significant (P 0.05)between the influence of VCO toward Rattus norvegicus’ cholesterol, LDL and HDL score.Akhir-akhir ini penyakit kardiovaskuler dapat mengganggu aktifitas kerja, sehingga manusia mencari jalan keluar untuk mengatasinya. Salah satunya dengan cara menggunakan VCO yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh VCO (Virgin Coconut Oil) yang berada di pasaran terhadap kadar kolesterol, LDL, dan HDL tikus putih (Rattus norvegicus). Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental in vivo pada hewan uji dengan tikus putih (Rattusnorvegicus) galur SD jantan umur 2 bulan, berat badan 130-215g. Duapuluh ekor tikus putih dibagi menjadi 4 kelompok yaitu: 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberi VCO dengan 3 merek berbeda per oral setiap hari selama 30 hari dengan dosis yang dikonversikan dari dosis pada manusia. Pada hari ke 31 tikus dikorbankan, diperiksa darah menggunakan pipa kapiler. Hasil kadar kolesterol diukur menggunakan Spektrofotometri, dan dianalisis menggunakan uji Anova satu jalan dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol dan LDL kelompok perlakuan yang diberi VCO lebih tinggi daripada kelompok kontrol dan secara statistik tidak berbeda secara bermakna (p 0,05). KadarHDL kelompok yang diberi VCO lebih rendah daripada kelompok kontrol dan secara statistik juga tidak signifikan (p 0,05).
Pengaruh Family Psychoeducation terhadap Beban dan Kemampuan Keluarga dalam Merawat Klien Halusinasi di Kabupaten Bantul Tahun 2007 Wardaningsih, Shanti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental dosorder in brief range of time and surely long-range, will result the burden client, family and also state. The aim of this research is to know the influence of Family Psychoeducation toward family abilities and burdens to care of clients with hallucination. This research uses quantitative method with experimental quasi approaching. This research was take on 4 Public Health Center (Puskesmas) at Bantul District that are Puskesmas Kasihan 1, Kasihan 2, Sewon 1 and Imogiri 1. Samples was taken by used simple random sampling as much 28 samples for control & intervention groups . Data collected by using questionnaire and intervention modul that is FPE. Data analyzed by using chi-square and paired test, withp-value result < 0,05. The Result of this research influenced of FPE, which are decreasing burden and increasing family abilities to care of clients with hallucination. Also concluded that characteristics of the family and client are not as confounding variable. The result of the research is recommend the health services of Puskesmas to facilitate application FPE for families, which have member suffering mental disorderGangguan jiwa dalam kurun waktu singkat apalagi jangka panjang, akan mengakibatkan beban pada klien, keluarga serta negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Family Psychoeducation terhadap beban dan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Tempat penelitian dilakukan di 4 Puskesmas di Kabupaten Bantul yaitu Puskesmas Kasihan 1, Kasihan 2, Sewon 1 dan Imogiri 1. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan sampel sebanyak 28 untuk kelompok kontrol dan intervensi. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan modul intervensi yaitu Family Psychoeducation. Analisa data menggunakan chi- square dan paired t test, dengan hasil p-value < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh Family Psychoeducation yaitu penurunan beban dan peningkatan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi. Selain itu didapatkan bahwa karakteristik keluarga dan klien tidak menjadi variabel konfonding. Rekomendasi penelitian ini terutama ditujukan kepada pelayanan kesehatan di puskesmas agar menfasilitasi untuk penerapan family psychoeducation bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
Pengaruh Air Susu Ibu terhadap Derajat Keasaman (pH) Saliva Bayi (In Vitro) Ardiansyah, Muhammad Shulchan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1576

Abstract

Mother milk is a main food in baby. The wrong way of giving milk can cause decay the tooth, because mother milk contain of laktosa as carbohidrat cariogenic. Carbohidrat would be fermentation by bacteria as predisposision asidogenic bacteria. Lactobaslius is the main asidogenic bacteria in mouth. This bacteria exist in plaque in sulcus gingiva. So the bacteria more exist in baby that have teeth than haven ’t teeth. The aim of this research is to know the influence of mother milk toward saliva pH in baby that have teeth and haven ’t teeth. The subject of this research with 20 baby (10 haven’t teeth and 10 have teeth) in notoprajan, ngampilan Yogyakarta by random. Measure of pH by digital pH meter. Saliva take in 13 minutes after dops by mother milk. Analysis data by t-test with significant 5 %. The result of this research is mother milk can decrease baby saliva pH. pH saliva is more decrease in baby that have teeth than haven ’t teeth (th =11,58), p 0,0.Susu ibu adalah makanan utama pada bayi. Cara yang salah memberikan susu dapat menyebabkan kerusakan gigi, karena ASI mengandung laktosa sebagai karbohidrat kariogenik. Akan karbohidrat fermentasi oleh bakteri sebagai bakteri predisposision asidogenic. Lactobaslius adalah bakteri asidogenic utama dalam mulut. Bakteri ini ada di plak di sulkus gingiva. Jadi lebih banyak bakteri yang ada pada bayi yang belum gigi dari gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ASI terhadap pH saliva pada bayi yang memiliki gigi dan belum gigi Subyek penelitian ini dengan 20 bayi (10 belum gigi dan 10 memiliki gigi) di Notoprajan, ngampilan Yogyakarta secara acak. Mengukur pH dengan pH meter digital. Air liur mengambil di 13 menit setelah dops oleh susu ibu. Analisis data dengan t-test dengan signifikan 5% Hasil dari penelitian ini adalah ibu susu dapat menurunkan pH air liur bayi. pH saliva semakin berkurang pada bayi yang memiliki gigi dari gigi tidak (th = 11,58), p 0,05.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue