cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Meningioma Wahyuliati, Tri; Dahlan, Pernodjo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumor yang tumbuh didalam rongga kepala atau tumor intra kranial, dapat berasal dari tulang tengkorak, selaput otak atau meninges, nervus cranialis, pembuluh darah, glandula pituitari atau parenkim otak itu sendiri. Angka insidensi tumor intra kranial pada penderita dari semua golongan umur mencapai sekitar 4,2 - 5,4 /100,0002 Tumor intra kranial bisa bermanifestasi dalam berbagai variasi, dari keluhan minimal yang tidak khas sampai pada keluhan berat atau ditemukannya tanda abnormalitas yang berat seperti kelemahan atau kejang. Berbagai manifestasi tersebut yang berupa tanda dan gejala, berhubungan dengan lokasi tumor. Meskipun secara umum tidak ada kelompok gejala yang patognomonik untuk tumor intra kranial.Tanda trias yang khas untuk tumor intra kranial meliputi nyeri kepala, mutah proyektil dan papil edema yang bermanifestasi pada keluhan pandangan kabur yang dirasakan penderita. Hal itu terutama disebabkan karena adanya obstruksi saluran cairan serebrospinal oleh desakan masa tumor. Trias tersebut terutama muncul paling sering pada anak - anak. Pemeriksaan Ct scan dan MRI kepala merupakan pemeriksaan penunjang yang sangat membantu dan handal dalam menegakkan diagnosa tumor otak. Diagnosa pasti tumor otak, seperti halnya tumor dari organ atau jaringan lain adalah dengan biopsi.
Pengaruh Ekstrak Alkohol Biji Jengkol (Pithecolobium lobatum) terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus (Rattus norvegicus) Diinduksi Alloka Ruci, Nishi Dewi; Purwoko, Akhmad Edy
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (s) (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pithecolobium obatum is tree in west archipelago with high until 26 m. Assumpted, Diabetes mellitus patient used Pithecolobium lobatum for traditional medicine. This research is experimental which had objective to prove that Pithecolobium lobatum has a hypoglycemic effect. Research subject were 2 months male white rat Wistar strain. Weight were 1.304 gram. This research used 30 subjects, divided into 5 groups, 6 subjects each. Negative control group was given water for 7 days. Positive control group was given 0,1 mg of glibenclamide for 7 days. Treatment group was given pithecolobium lobatum alcohol ecstract in 3 stageing dose one times a day for 7 days. Blood glucose test used spectrofotometri microlab 300 had been done twice, before and after treatment. Research data analyzed with onway ANOVA and Post hoc Test. The results showed the mean of blood glucose level before and after tretment in negative control group were 153,72 mg/dl and 91,32 mg/dl, in positive control group were 264,05 mg/ dl and 87,60 mg/dl, and in sampel group for 1, 2, and 3 dose were 372,67 mg/dl and 195,90 mg/dl ; 184,12 mg/dl and 131,40 mg/dl ; 135,47 mg/dl and 88,83mg/dl. Oneway Anova Homogenity test result showed a significant 0.002 that is the probability < 0.05, then rejected H0 Sixth variant not identic. Arithmetic F1454 with probability 0.246 > 0.05, then accepted H0 that means blood glucose level on an average after treatment is same. Oneway Anova test continuing with intergroup post hoc test showed not difference of blood glucose level before and after treatment in sixth test group (p > 0.005). In Homogeneus Subsets showed did not the real difference. No significant of blood glucose level reduction before and after treatment indicate that Pithecolobium lobatum alcohol extract in this research has not a hypoglycemic effect.Jengkol (Pithecolobium lobatum Benth) adalah pohon di bagian barat nusantara dengan tinggi sampai 26 meter diduga sebagai obat tradisional penderita diabetes mellitus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan membuktikan bahwa biji jengkol memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah.  Subyek penelitian adalah tikus putih jantan strain Wistar umur 2 bulan, ± berat badan ± 130,4 gram. Jumlah subyek 30 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 6 ekor. Kelompok kontrol negatif tidak diberi perlakuan apapun selama 7 hari. Kelompok kontrol positif diberi obat glibenklamid dosis 0,1 mg satu kali sehari selama 7 hari. Kelompok perlakuan diberi ekstrak alkohol biji jengkol dalam 3 dosis bertingkat satu kali sehari selama 7 hari. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan 2 kali, sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan Spektrofotometri Microlab 300. Data penelitian dianalisis dengan Oneway ANOVA dan uji post hoc. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar glukosa darah kelompok kontrol negatifsebelum dan sesudah perlakuan adalah 153,72 mg/dl dan 91,32 mg/dl. Kelompok kontrol positif sebelum dan sesudah perlakuan adalah 264,05 mg/dl dan 87,60 mg/dl. Pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah perlakuan 1, 2, dan 3 yaitu 372,67 mg/dl dan 195,90 mg/dl ; 184,12 mg/dl dan 131,40 mg/dl ; 135,47 mg/dl dan 88,83 mg/dl. Hasil uji Homogenitas Oneway Anova didapatkan hasil Sig. 0,002 yaitu probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak. Keenam varians tidak identik. F hitung 1.454 dengan probabilitas 0.246 > 0.05 maka H0 diterima yang berarti rata-rata kadar glukosa darah setelah perlakuan adalah sama. Uji oneway ANOVA dilanjutkan dengan uji post hoc interkelompok menunjukkan tidak adanya perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah perlakuan pada ke enam kelompok uji (p>0,005). Pada Homogeneus Subsets menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata. Penurunan kadar glukosa darah yang tidak bermakna sebelum dan sesudah perlakuan mengindikasikan bahwa ekstrak alkohol biji jengkol pada penelitian kali ini tidak memiliki efek hipoglikemik.
Efektifitas Gel Ekstrak Pithecellobium lobatum Benth. pada Proses Kesembuhan Luka Pascapencabutan Gigi: Studi pada Cavia cobaya dengan Pengamatan Histologis Afiyah, Lisa Lamusul; Medawati, Ana
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17 No 2: July 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.170205

Abstract

Sel yang berperan penting dalam penyembuhan luka adalah kepadatan serabut kolagen. Kulit buah jengkol (P. lobatum Benth.) mengandung senyawa aktif saponin, tanin dan flavonoid yang berperan pada penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian gel ekstrak kulit buah P. lobatum Benth. terhadap kepadatan kolagen pada proses penyembuhan luka pascapencabutan gigi Cavia cobaya jantan. Jenis penelitian eksperimental murni in vivo,  rancangan posttest only control group. Subjek penelitian 45 ekor C. cobaya, dibagi lima kelompok perlakuan yaitu kelompok I (povidone iodin) sebagai kontrol positif, kelompok II (tanpa perlakuan) sebagai kontrol negatif, kelompok III, IV dan V adalah kelompok perlakuan yang diberi  gel ekstrak dengan konsetrasi 1%, 5% dan 10%. C. cobaya didekapitulasi rahang pada hari pertama, ketiga dan ketujuh. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk, dilanjutkan uji One Way Anova dan uji Tukey HSD (Honestly Significant Difference). Hasil uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan distribusi data yang normal (p>0,05). Uji One Way Anova menunjukkan terdapat perbedaan kepadatan kolagen di antara kelima kelompok. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan kolagen signifikan pada kelompok V (gel ekstrak kulit buah P. lobatum Benth. konsentrasi 10%) dengan nilai signifikansi 0,000 (p <0,05). Kesimpulan menunjukkan  pemberian gel ekstrak kulit buah P. lobatum Benth. konsentrasi 10% efektif terhadap peningkatan kepadatan kolagen pada proses penyembuhan luka pascapencabutan gigi.
Pemilihan Terapi pada Kutil Genital Estri, Siti Aminah Tri Susilo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (s) (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genital warts (GC) is one of the most common STDs and associated with cervical cancer or genital cancer. This paper will explain the various treatment modalities and how to vote on the GC. GC could be spontaneous resolution, making it one of the treatment options and treatment will be given if clinically visible or enlarged lesions. Treatment modality of GC are grouped into 3, antitumor (cytotoxic andphysical ablative), immunomodulatory and antiviral. Election of treatment modalities is influenced by various factors, like the number, size and place of the lesion, the shape of the lesion, patient preference, cost, side effects, physician experience and specific conditions of patient such as pregnancy, children and immunocompromised patients.Kutil genital (KG) merupakan salah satu PMS yang paling sering terj adi dan berhubungan dengan kanker servik atau kanker genital. Tulisan ini akan menj elaskan berbagai modalitas dan cara pemilihan terapi pada kutil genital. KG dapat mengalami resolusi spontan, sehingga salah satu pilihan terapi dengan membiarkan dan terapi hanya diberikan jika secara klinis tampak atau lesi membesar. Modalitas terapi KG dikelompokkan menjadi 3, yaitu preparat antitumor (sitotoksik dan ablatif fisik), dan imunomodulator dan antivirus. Pemilihan terapi KG dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: jumlah, ukuran dan tempat lesi, bentuk lesi, kesukaan pasien, biaya, efek samping dan pengalaman dokter serta kondisi khusus pasien seperti kehamilan, anak-anak dan penderita imunokompromais.
Embriologi Acardiac Twin Hayati, Nur
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acardiac twin is a rare congenital malformation ofmonochorionic twin, often result from extensive abnormalplacental anastomose. This leads to twin reversed-arterial-perfusion (TRAP) syndrome in the recipient twin, causing hypoxia to the cephalic pole leading to abnormalities of the upper body. This condition is always fatalfor the recipient twin and carries a high mortality for the pump twin. Purpose of this article is to review the embryology of acardiac twin. Case reported a 25 years old secundigravida was referred to Tirtonegoro Hospital, Klaten at 30 weeks of gestation with ultrasound report performed by an obstetrician as a single pregnancy with intraabdominal cystic mass. At 33 weeks of gestation the patient was labour a twin. The first was spontaneous, vertex presentation, female, 1600g without any external malformation and no sign for cardiomegaly. The second, by cesarean delivery, female, acardiac-anceps, stillborn, 1950g. Monoplacenta, diamnionic and monochorionic with second twin’s umbilical cord 3 cm. This acardiac twin was not diagnosed in antenatal care. The conclusion is a rare case of acardiac twin has been reported and discussed embryologically. Acardiac twin is resulting from extensive abnormal placental vascular anastomosis between twins in monochorionic multiple pregnancies. Knowing the embryologic sequence is important to understanding the mechanism of twin placentation due to this unique syndrome.Acardiac twin adalah suatu bentuk malformasi kongenital langka pada kembar monochorion, akibat anastomosis ekstensif pada pembuluh darah plasenta, menyebabkan terjadinya twin reversed-arterial-perfusion (TRAP) syndrome pada kembar “resipien” yang mengakibatkan hipoksia pada kutup kepala fetus dan selanjutnya terjadi abnormalitas pada badan bagian atas. Keadaan ini fatal bagi kembar resipien dan menyebabkan tingginya mortalitas dan morbiditas bagi kembar donor. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menelaah embriologi kasus acardiac twin. Dilaporkan kasus seorang sekundigravida umur 25 tahun dirujuk ke RSU Tirtonegoro Klaten, pada umur kehamilan 30 minggu, hasil USG janin tunggal dengan masa kistik di abdomen. Pada umur kehamilan 33 minggu pasien melahirkan bayi kembar. Bayi I lahir spontan, presentasi kepala, perempuan, BB 1600 g, tidak ada malformasi eksternal dan tidak ada tanda cardiomegali. Bayi kedua lahir secara sectio sesaria, perempuan, acardiac- anceps, lahir mati, BB 1950 g. Plasenta monoplasenta, diamnion, monochorion dengan tali pusat janin II hanya 3 cm. Acardiac twin kasus ini tidak terdiagnosis pada saat ANC. Disimpulkan bahwa kasus yang jarang yaitu acardiac twin dan dibahas aspek embriologisnya. Acardiac twin terjadi karena adanya anastomosis abnormal pembuluh darah placenta pada kehamilan kembar monochorion. Memahami urutan embriologis penting untuk mengetahui mekanisme pembentukan plasenta yang berperan dalam kasus unik ini.
Gambaran Pendistribusian Kartu Sehat pada Program JPSBK di Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Achmawati, Faridha; Mukti, Ali Ghufron; Prabandari, Yayi Suryo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The social and political crisis happening since July 1997 has affected the economic condition among Indonesians, as well as their health condition. In terms of health field, the government has held JPSBK or Health- Based Social Safety Net.The objective of this reseach is to learn the distribution of health cards provided for the community in Yogyakarta Special Province.This was an evaluative study using post-test only with secondary data from PIMU (Province Independent Monitoring Unit) survey in Yogyakarta in 2001. This study was conducted in 10 community health centers in Yogyakarta Province, and from those 10 community health centers, 220 re¬spondents were obtained.From the poverty criteria from BKKBN or National Family Planning Field Coordinator and village team, it was found that the criteria for family members of the poor that 99.1% of them could eat the basic food twice a day. All 95 % family members had different clothes to wear at home, in the office or school, and travelling. Fifty point nine percent family members joined family planning using health facility.Ninety-four point one percent of the family members went to health facil¬ity. Sixty one point four percent of the floor of the poor family ’s houses was not clay. Fifty two point three percent of the walls of their houses were made of cement and 98.2 %. of the ceilings were made of tiles. Forty fife percents of the respondents had cattles at home.This reseach showed that the distribution of health cards in Yogyakarta has not been appropriate, as there are many holders who do not full f ill the criteria as cardholders (BKKBN poverty criteria & Village Team).Krisis politik dan krisis sosial yang terjadi sejak bulan Juli 1997 telah menimbulkan dampak yang besar sekali pada kondisi ekonomi masyarakat Indo¬nesia termasuk pada kondisi kesehatannya. Khusus untuk bidang kesehatan, pemerintah melaksanakan program Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan JPSBK) .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran pendistribusian Kartu Sehat yang diberikan pada masyarakat di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian jenis evaluatif dengan rancangan post test only yang menggunakan data sekunder dari hasil survey PIMU (Province inde¬pendent Monitoring Unit) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2001. Penelitian dilakukan pada 10 puskesmas di Propinsi Daerah istimewa Yogyakarta, dari 10 puskesmas tersebut didapatkan responden berjumlah 220.Kriteria miskin dari BKKBN dan tim desa didapatkan kriteria seluruh anggota keluarga bisa makan makanan pokok sehari 2 kali atau lebih berjumlah 99.1 %, seluruh anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk digunakan ii rumah, bekerja/sekolah, dan berpergian berjumlah 95%, bila ada Pasangan Usia Subur yang ingin melaksanakan KB pergi ke sarana / petugas kesehatan berjumlah 50,9%, seluruh anggota keluarga bila sakit dibawa ke sarana / fasilitas kesehatan berjumlah 94,1 %, bagian terluas lantai bukan dari tanah berjumlah 61,4%, dinding terluas rumah dari tembok berjumlah 52,3%, atap rumah terluas dari genting berjumlah 98,2%, ditambah dengan kepemilikan ternak dari 220 responden yang menjawab memiliki ternak ada 45%.Dari hasil penelitian diketahui bahwa pendistribusian Kartu Sehat di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum sesuai dengan yang diharapkan karena masih banyak penerima Kartu Sehat yang tidak memenuhi kriteria sebagai penerima Kartu Sehat (kriteria miskin dari BKKBN dan dari tim desa).
Tinjauan Risiko dan Manfaat Hormone Replacement Therapy Miladiyah, Isnatin
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Until now, pharmacological options for the management of perimenopausal and postmenopausal syndromes have been dominated by HRT (hormone re¬placement therapy), with either estrogen alone or estrogen plus progestine. In the recent year, several prospective trials of HRT in postmenopausal women had been carried out. The first two studies about the risks and benefits of HRT were carried out by the Women ’s Health Initiative (WHI) and the Heart and Estrogen/progestin Replacement Therapy (HERS). The main focus of these studies were how menopausal woman can best achieves good quality of life. Those studies find that combination therapy with estrogen and progestine is associated with higher risk of stroke, venous thromboembolism, and a slightly risk of myocardial infarction, and breast cancer in women using HRT long term. This review discuss more detail about the risks and benefits of HRT sup¬ported by evidences. In addition, this review propose several recommenda¬tions about the use of HRT regarding those risks and benefits, though pre¬scribing of any HRT can really achieve qood quality of life of menopausal woman.Sampai saat ini pilihan terapi farmakologik untuk mengatasi sindroma perimenopause dan pasca menopause masih didominasi oleh penggunaan HRT {hormone replacement therapy atau terapi sulih hormon), baik dengan estrogen saja atau kombinasi estrogen dengan progestin. Dalam beberapa tahun terakhir, telah banyak penelitian prospektif tentang penggunaan HRT pada wanita pasca menopause. Dua penelitian pertama yang membahas tentang risiko dan manfaat HRT ini adalah dari the Women ’s Health Initiative (WHI) dan the Heart and Estrogen/progestin Replacement Therapy (HERS). Fokus utama penelitian- penelitian ini terutama adalah agar wanita menopause dapat mencapai kualitas hidup yang baik. Hasil dari kedua penelitian tersebut adalah bahwa HRT dikaitkan dengan tingginya risiko mengalami stroke, tromboemboli vena, infark miokard, dan kanker payudara pada penggunaan HRT jangka panjang. Tulisan ini membahas tentang risiko dan manfaat HRT disertai dengan bukti-bukti penelitian yang mendukungnya. Selain itu, tulisan ini juga mengungkap beberapa rekomendasi penggunaan HRT berdasarkan pertimbangan risiko dan manfaat tersebut, sehingga keputusan pemberian HRT benar-benar akan memberikan peningkatan kualitas hidup wanita menopause.
Efektivitas Terapi Wudhu Menjelang Tidur terhadap Kualitas Tidur Remaja Lestari, Nina Dwi; Minan, Muhammad Rofiqul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2: July 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180215

Abstract

Gangguan kualitas tidur memberikan dampak buruk terhadap kesehatan dan menurunnya konsentrasi seseorang. Penelitian mengenai terapi relaksasi khususnya wudhu terhadap kualitas tidur remaja belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi wudhu menjelang tidur terhadap kualitas tidur pada remaja. Penelitian ini adalah Quasy-Experimental with pretest-posttest control group design pada 60 remaja.Teknik sampling dengan Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Pretest dilakukan pada kedua kelompok selama 7 hari sebelum perlakuan dimulai pada kelompok intervensi. Terapi wudhu dilakukan pada kelompok eksperimen, sekali sehari setiap hari menjelang tidur malam selama seminggu. Posttest dilakukan setiap hari selama seminggu, dilakukan saat bangun tidur (pagi hari) pada kedua kelompok, selama intervensi berlangsung pada kelompok eksperimen. Uji statistik menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata PSQI sebelum dan sesudah diberikan terapi wudhu yaitu 6.04 dan 3.94 (p value 0,000). Rata-rata nilai PSQI pada kelompok kontrol pada pengukuran pertama adalah 6.23 dan 6.05 pada pengukuran kedua (p value 0,730). Terdapat perbedaan kualitas tidur yang signifikan antara kelompok control dan kelompok eksperimen setelah diberikan terapi wudhu (p value 0,000, p 0,05). Terapi wudhu menjelang tidur terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tidur remaja.
Pengaruh Temperatur terhadap Daya Lenting Kawat Stainless Steel Finger Spring Utari, Tita Ratya; Oktavia, Justika
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16 No 1: January 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat ortodontik lepasan memiliki komponen aktif yang membantu menggerakkan gigi. Finger spring merupakan salah satu komponen aktif yang paling banyak digunakan yang dibuat dari kawat ortodontik stainless steel tipe austenitic dengan diameter 0,6 mm. Lingkungan rongga mulut dapat membuat kawat ortodontik mengalami kerusakan karena di dalam rongga mulut akan terkena paparan dari beberapa faktor seperti temperatur, saliva, plak, pH, protein dan makanan atau minuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap daya lenting kawat stainless steel finger spring. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 buah finger spring yang telah diaktifkan didalam plat akrilik dan terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok 1 (kontrol) dimana finger spring diberi temperatur 37°C, kelompok 2 adalah kelompok dengan pemberian temperatur 15°C, kelompok 3 dengan pemberian temperatur 65°C, dan kelompok 4 dengan pemberian temperatur 15°C dan 65°C. Sebelum sampel diberi perlakuan, terlebih dahulu dilakukan pengukuran pre test daya lenting kemudian sampel diberi perlakuan temperatur selama 1 menit dalam sehari dan diulangi 7 minggu. Setelah selesai maka dilakukan pengukuran post test. Pengukuran daya lenting menggunakan tension gauge. Disimpulkan bahwa hasil uji statistik paired sampel t-test menunjukkan nilai (p<0,05) pada kelompok 2 dan 3 yang berarti memiliki perbedaan signifikan pada kelompok tersebut dan pada uji one way ANOVA menunjukkan nilai (p<0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan dari setiap kelompok. Penurunan nilai daya lenting yang terjadi paling tinggi pada kelompok 3 diberi temperature 65°C.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pekerjaan dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Kanker Ovarium pada Wanita Purwoko, Mitayani
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2: July 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180214

Abstract

Kanker ovarium adalah tumor ganas yang berasal dari ovarium dengan berbagai tipe histologi yang dapat mengenai semua umur. Kanker ovarium menem-pati posisi ke-3 dari 10 kanker tersering pada wanita. Minimnya pengetahuan terha-dap kanker sendiri merupakan salah satu penghambat pendeteksian dini kejadian kanker ovarium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan wanita terkait kanker ovarium.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah penduduk kota Palem-bang yang berjenis kelamin wanita. Besar sampel 80 orang diperoleh dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Data diambil menggunakan instru-men kuesioner mengenai pengetahuan wanita terkait kanker ovarium. Data dianali-sis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% subjek memi-liki pengetahuan yang kurang mengenai kanker ovarium dan 20% memiliki penge-tahuan cukup. Tidak ada subjek penelitian yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai kanker ovarium. Hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan responden mengenai kanker ovarium memiliki nilai r = 8,205 dengan p = 0,038. Hubungan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden mengenai kanker ovarium memiliki nilai r = 3,156 dengan p = 0,093. Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mengenai kanker ovarium dipengaruhi oleh tingkat pendi-dikan.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 18, No 1: January 2018 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 1 (2015): January Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue