cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Karies Gigi Anak Usia Prasekolah Kabupaten Sleman Tahun 2015 Utami, Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2: July 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180218

Abstract

Karies gigi anak merupakan masalah utama di negara-negara sedang berkembang. Prevalensi karies gigi anak usia 3-6 tahun di Kota Yogyakarta mencapai 84,1%. Karies gigi merupakan multifactorial desease, antara lain faktor host, agent dan lingkungan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pH saliva, plak gigi, frekuensi menyikat gigi dengan status karies gigi anak usia prasekolah. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan case control study. Subyek penelitian adalah 80 anak-anak usia 4-6 tahun di TK wilayah Kabupaten Sleman. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Status karies gigi diukur menggunakan indeks def-s, plak gigi diukur menggunakan indeks PHP-M dan pH saliva diukur menggunakan pH digital meter, serta frekuensi menyikat gigi diukur menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah logistic regression. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa plak gigi berhubungan dengan status karies gigi dengan OR = 4,3 dan p = 0,015, pH saliva dengan OR = 6,2 dan p = 0,002 dan frekuensi menyikat gigi dengan OR = 6,5 dan p = 0,002. Plak gigi, pH saliva dan frekuensi menyikat gigi merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan status karies gigi anak usia prasekolah. Frekuensi menyikat gigi merupakan faktor risiko yang paling berperan dalam kejadian karies gigi anak usia prasekolah.
The Influence of Dry Cupping toward Heart Rate Variability (HRV) in Male Obesity adolescence Syahruramdhani, Syahruramdhani; Agustiningsih, Denny; Sofro, Zaenal Muttaqien
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 2: July 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v16i2.5137

Abstract

Cardiovascular disease defines as a disease related to heart and blood vessel. One of high risk in the disease of cardiovascular is its on people with obesity. Heart Rate Variability (HRV) indicator is an important sign to identify cardiovascular risk and provide early information related to change of heart autonomy controlling. This indicator was influenced by several factors such as cupping therapy. Study found that HRV increased after cupping therapy by wet cupping treatment in healthy people. The aims of this research is to investigate the influence of dry cupping toward increased HRV in male obesity adolescence. The study was experimental with pre-post test design by using consecutive sampling of 30 male adolescence aged 18-24 years old with BMI 25 kg/m2. They were divided into 2 groups, control and intervention group with cupping therapy. Data result used in SDDN and RMSSD level. Analysis Data were used paired and independent t test. The result showed SDNN and RMMSD level before intervention were 73,95 ms dan 67,11 ms. Whereas SDNN and RMMSD level after intervention were 69,66 ms dan 61,95 ms. In paired (p=0,52 and p=0,38) and independent t test (p=0,30 and p=0,56) showed that there were no significant difference between SDNN and RMSSD in intervention group and control group (p 0,05). The conclusion of this study is dry cupping had no effects toward increased HRV level in male obesity adolescence.
Tingkat Kerusakan Mukosa Lambung pada Tikus Model yang Dinduksi Etanol Usman, Sherly
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16 No 1: January 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering ditemukan dalam masyarakat. Kerusakan mukosa lambung dapat diinduksi oleh berbagai faktor salah satunya konsumsi alkohol. Alkohol sebagian dikonsumsi oleh penduduk dunia termasuk Indonesia. Penelitian mengenai kerusakan mukosa lambung, banyak dilakukan dengan menggunakan tikus model yang diinduksi etanol. Mekanisme kerusakan mukosa lambung yang diinduksi etanol masih belum sepenuhnya jelas. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tingkat kerusakan mukosa lambung pada tikus model yang diinduksi etanol. Penelitian ini menggunakan tikus (Rattus norvegicus)galur Spraque Dawley sebanyak 24 ekor dibagi 4 kelompok yaitu kelompok  kontrol akuades (KA), kelompok perlakuan dengan etanol terminasi hari pertama (EH1), etanol terminasi hari ke3 (EH3), etanol terminasi hari ke-5 (EH5). Semua kelompok dipuasakan dan diinduksi peroral dengan etanol dosis 100% 1ml/200 gr BB. Data tingkat kerusakan mukosa lambung didapatkan dari hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Ulkus dengan perdarahan tampak pada mukosa kelompok etanol terminasi hari pertama dengan tingkat kerusakan mukosa lambung paling berat. Disimpulkan bahwa tingkat kerusakan lambung diinduksi etanol paling berat pada awal setelah induksi, kemudian berangsur menurun mengalami perbaikan mukosa.Gastritis is frequently digestion problem found  in society. Gastric damage induced with some factors for example alcoholic people. Alcoholic people found in Indonesian people.The research of gastric damage in the rat models is mostly conducted by ethanol induction. Gastric damage induced ethanol by understandable mechanism. This research aim to analyzes the gastric damage level on rat models induced ethanol. Rat (Rattus norvegicus) Spraque Dawley strain divided into 4 group: aquades control (KA), treatment groups: first day of terminated ethanol (EH1), third day of terminated ethanol (EH3), fifth day of terminated ethanol (EH5). All groups were being per oral induction, conducted in accordance with 100% ethanol of 1ml/200 gr body weight. The data level of the gastric damage can finding on macroscopic and microscopic observation. Ulcus seen in first day induces ethanol group. The gastric damage level of etanol group was most highly in first day after induction. It was concluded that the gastric damage level of etanol was most high in first day of mucosa damage and turn on after it for mucosa healing process.
Hubungan antara Gangguan Pola Tidur dengan Keseimbangan Sistem Saraf Otonom pada Usia Dewasa Muda Risdiana, Nurvita; Rozy, Mohamad Fachrur
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19 No 1: January 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pola tidur yang buruk berdampak negatif pada kesehatan yaitu ketidakseimbangan sistem saraf otonom. Ketidakseimbangan sistem saraf otonom akan berdampak pada rendahnya nilai Heart Rate Variability (HRV). Rendahnya nilai HRV akan berdampak pada mortalitas dan morbiditas. Heart Rate Variability terdiri atas time domain dan frekuensi domain. Standard Deviation of All N-N Intervals (SDNN) merupakan bagian dari HRV yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi keseimbangan sistem saraf otonom. Usia dewasa muda rentan mengalami gangguan pola tidur, sehingga pada usia tersebut berisiko terjadi ketidakseimbangan SDNN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola tidur dengan keseimbangan saraf otonom pada dewasa muda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen dengan desain Cross sectional. Uji statistik menggunakan Spearman Rho. Sampel penelitian 31 orang dewasa muda dengan teknik purposive sampling. Data untuk gangguan pola tidur diambil menggunakan kuesioner, sedangkan pengukuran SDNN menggunakan Electrocardiogram (EKG). Didapatkan hasil 64,5% pola tidur pada dewasa muda dalam kategori baik, 35,5% pola tidur mahasiswa dalam kategori cukup, 87,1% mahasiswa memiliki SDNN yang sangat baik dan 9,7% mahasiswa memiliki SDNN tinggi. Hasil uji statistik menggunakan Spearmen Rho diperoleh nilai p= 0,11 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara gangguan pola tidur dengan kesimbangan saraf otonom.
Validitas Pemeriksaan Ankle Reflex untuk Deteksi Diabetic Peripheral Neuropathy pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Azaka, Wizard Eka Putra; Yuwono, Agus; Wydiamala, Erida
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19 No 1: January 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN) adalah bentuk komplikasi yang paling banyak pada pasien diabetes. Ankle Reflex (AR) merupakan pemeriksaan fisik sederhana yang dapat digunakan sebagai prosedur deteksi untuk mencegah morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh DPN dengan mengevaluasi fungsi saraf sensoris dan motoris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas AR sebagai prosedur deteksi DPN pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah uji diagnostik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian melibatkan 69 pasien DM tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam sebagai peserta. Pasien dievaluasi menggunakan skor Diabetic Neuropathy Examination (DNE), Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pemeriksaan AR. Data dianalisis menggunakan tabel uji diagnostik 2x2 dan kurva receiving operating characterictic (ROC). Hasil menunjukkan bahwa AR memiliki nilai sensitivitas 100%, spesifisitas 72,73%, akurasi 82,61%, nilai duga positif 67,57%, nilai duga negatif 100%, dan 0.88 area under curve (AUC). Simpulan penelitian ini adalah AR memiliki nilai validitas yang baik dan dapat digunakan sebagai prosedur deteksi DPN yang cepat dan mudah untuk pasien DM tipe 2.
Pola Tatalaksana Farmakologis Hipertensi pada Pasien Rawat Inap di RS dr Soedirman Kebumen Gularso, -; Ninda, Devita; Ana, Fauziyati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1: January 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.190121

Abstract

Rumah sakit menduduki posisi penting untuk tatalaksana hipertensi. Tatalaksana hipertensi yang baik di rumah sakit  menyebabkan tekanan darah terkontrol. Kenyataan tatalaksana hipertensi di rumah sakit saat ini belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola tatalaksana farmakologis hipertensi pasien rawat inap di RS dr Soedirman Kebumen tahun 2015. Penelitian ini bersifat non eksperimental deskriptif, menggunakan data rekam medis pasien dengan hipertensi tahun 2015. Variabel yang diobservasi meliputi jenis obat antihipertensi, jumlah obat, dosis obat dan capaian terapi. Sebanyak 95 pasien hipertensi rawat inap masuk kriteria inklusi. Pasien meninggal kurang dari 24 jam setelah rawat inap tidak diikutkan dalam penelitian. Golongan Calcium Channel Blocker merupakan obat yang paling sering digunakan secara tunggal maupun kombinasi (70,53%.) Sebanyak 46% diberikan kombinasi dua jenis obat. Kombinasi tersering yang digunakan adalah Angiotensin Receptor Blocker + Calcium Channel Blocker. Hanya 30,53% pasien memenuh target tekanan darah saat pulang. Pola tatalaksana hipertensi di RS dr Soedirman Kebumen belum sesuai dengan JNC VIII yaitu pada pemilihan jenis dan jumlah obat berdasar stadium hipertensi. Tingkat keberhasilan terapi pada kelompok dengan komorbid sudah baik dibandingkan capaian WHO tetapi sebaliknya pada kelompok tanpa komorbid.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Lansia di Panti Sosial Tresna Wredha Kalimantan Selatan Sesar, Dede Marizal; Fakhrurrazy, Fakhrurrazy; Panghiyangani, Roselina
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1: January 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.190125

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada golongan lanjut usia adalah gangguan fungsi kognitif. Penurunan tingkat aktivitas fisik diduga menjadi faktor menurunnya fungsi kognitif pada lansia. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Wredha Budi Sejahtera Kalimantan Selatan. Sampel penelitian sebanyak 39 responden dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi adalah usia 60 tahun, laki-laki, bersedia menjadi responden. Lansia yang mengalami gangguan neuropsikiatrik, gangguan pendengaran dan pengelihatan tidak diikutkan sebagai responden. Tingkat aktivitas fisik dinilai menggunakan kuesioner General Practicioner Physical Activity Questionaire (GPPAQ), sedangkan untuk mengetahui nilai fungsi kognitif menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data menggunakan uji Fischer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% tingkat aktivitas fisik aktif dan 28% pasif. Sebesar 59% fungsi kognitif buruk dan 41% fungsi kognitif baik. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna p 0,05. Disimpulkan bahwa sebagian besar lansia laki-laki memiliki tingkat aktivitas fisik tergolong aktif (72%), namun 59% memiliki fungsi kognitif tergolong buruk. Secara statistik terbukti bahwa tingkat aktivitas fisik tidak berhubungan dengan fungsi kognitif.
Penatalaksanaan Akalasia Esophagus dengan Prosedur Pembedahan Heller Dilanjutkan Fundoplikasi Rachmanio, Nicko; Alam, Guntur Surya
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1: January 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.190126

Abstract

Akalasia esophagus merupakan gangguan motilitas esophagus berupa hilangnya gerakan peristaltik dan kegagalan relaksasi dari lower esophageal sphincter. Kasus ini tergolong jarang yaitu sebanyak 0,5-1,6% dari seluruh populasi baik di Eropa, Asia, dan Amerika. Dilaporkan seorang anak laki-laki usia 14 bulan dengan keluhan sering muntah, berat badan kurang dan sulit naik. Pada pemeriksaan radiologis Oesophagus Maag Duodenum (OMD) ditemukan pelebaran oesophagus hingga gastrooesophageal junction. Dilakukan penatalaksanaan berupa pembedahan dengan prosedur Heller dilanjutkan dengan fundoplikasi. Pascaoperasi tidak ditemukan lagi keluhan pada pasien.
Durasi Membaca Al-Qur’an dengan Fungsi Kognitif pada Lansia Irawati, Kellyana; Madani, Ferika
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1: January 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.190123

Abstract

Penurunan fungsi kognitif pada lansia merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan pada system syaraf pusat seperti berkurangnya masa otak dan berkurangnya aliran darah ke otak yang menyebabkan perubahan jumlah neurotransmitter di otak. Berkurangnya fungsi kognitif pada lansia dapat diatasi dengan rutin membaca Al-Qur’an. Kitab suci Al-Qur’an dapat memberikan ketenangan bagi pembacanya, selain itu Al-Qur’an memiliki tiga trema dengan nama Islam, Kesetiaan, dan Ketaqwaan yang dapat digunakan untuk mengontrol emosi, dan memberikan ketenangan jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan durasi membaca Al-Qur`an dengan fungsi kognitif pada lansia di Posyandu Lansia. Penelitian ini menggunakan metode korelasi cross sectional. Penelitian ini menggunakan pengambilan sampel purposive sampling, dengan jumlah responden 96 lansia. Pengambilan data menggunakan kuesioner mini mental state examination. Analisis data menggunakan spearman rank test dengan nilai signifikansi p 0.005. Test bivariate menunjukan hasil adanya hubungan antara durasi membaca Al-Qur`an dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia dengan p value= 0.001. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara durasi membaca Al-Qur`an dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Hubungan antara Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Kesadaran untuk Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Bayi Baru Lahir Widuri, Asti; Susyanto, Bambang Edy; Supriyatiningsih, Supriyatiningsih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19 No 1: January 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pendengaran pada anak-anak di negara yang belum ada program deteksi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir diawali dari kecurigaan saat anak terlambat bicara. Keterlambatan deteksi tersebut karena kurangnya pengetahuan orang tua terhadap perkembangan bicara dan bahasa sebelum anak berumur 2 tahun. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap sikap/kesadaran tentang deteksi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir. Penelitian dengan desain potong lintang menilai pendidikan orang tua dan sikap terhadap pemeriksaan deteksi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir dilakukan pada orang tua/pasien klinik Asri Medical Centre Yogyakarta (AMC) bulan Juni-Juli 2018. Hasil penelitian menunjukkan 55 responden, 6 (10,9%) dengan pendidikan sangat tinggi, 42 (76,3%) dengan pendidikan tinggi, dan 7 (12,7%) dengan pendidikan menengah. Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak adanya pengaruh yang bermakna antara skor pendidikan orang tua, pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, usia dan jumlah anak terhadap sikap orang tua pada program deteksi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir. Tingkat pendidikan orang tua tidak berpengaruh pada sikap positif/tertarik pada program deteksi dini pemeriksaan pendengaran, sehingga dibutuhkan kebijakan pemerintah agar deteksi dini gangguan pendengaran berjalan optimal.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1: January 2021 Vol 21, No 1 (2021): January Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue