cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Prevalensi Infeksi Leptospira pada Kasus Suspect Fever Of Unknown Origin dengan Pemeriksaan Mikrobiologis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Inayati Habib; Wahyuni Hafid
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1621

Abstract

Fever is most common symptom who makes someone go to physician. Patient who have fever illness approximately 5-20% did not have clearly source infection, even the history of disease by history taking and physical examination well done before. Physician called fever did not have clear sources causes was fever of unknown origin. Most common bacteria caused fever of unknown origin is Leptospira. The research was conducted to identify the prevalence of leptospira infection in case suspect fever of unknown origin with microbiological examination in RS PKU Muhammadiyah. The design of this study was observational. The research subjects were patient at RS PKU Muhammadiyah with fever more than 3 days. The researcher used purposive sampling method primary and secondary data. Primary data by analysis subjects urine. Secondary data by medical record and did interview to the patient also distributed questionnaires. Result of this research was find prevalence of fever of unknown origin at RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta was 235 subjects (92,88%) from 253 subjects. Prevalence of Leptospira infection in suspect fever of unknown origin cases observed was 28,57%, 6 of 21 of the patient RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Demam adalah salah satu gejala paling umum yang menyebabkan seseorang dibawa ke dokter. Pasien yang mengalami demam, sekitar 5%-20% tidak mempunyai sumber infeksi yangjelas, bahkan setelah riwayat penyakit diteliti dan pemeriksaan fisik dilakukan. Kalangan medis menyebutkan bahwa demam yang tidak memiliki sumber yang jelas dikenal denganfever of unknown origin/ demam yang tidak diketahui penyebabnya. Umumnya bakteri yang menyebabkan demam tanpa sebab adalah Leptospira. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi infeksi Leptospira pada kasus suspect fever of unknown origin dengan pemeriksaan mikrobiologis di RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah observasional. Subyek penelitian merupakan pasien RS. PKU Muhammadiyah dengan demam lebih dari 3 hari. Peneliti menggunakan metode pengambilan data primer dan sekunder. Data Primer dengan melakukan penelitian menganalisa urin subyek. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien dan wawancara serta membagikan kuisioner. Hasil penelitian ditemukan bahwa prevalensi fever of unknown origin di RS. PKU Muhammadiyah adalah 235 subyek (92,88%) dari 253 subyek. Prevalensi infeksi infeksi leptospira pada kasus suspect fever of unknown origin yang telah diobservasi adalah 6 (enam) subyek (28,57 %) dari 21 jumlah pasien di RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Deteksi Kuman Salmonella pada Ayam Goreng yang Dijual di Warung Makan dan Pola Kepekaan terhadap Berbagai Zat Antibiotika Wulandari, Syuriati; Suryani, Lilis
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i2 (s).1632

Abstract

There are many types of bacteria that cause food poisoned. One of the bacterias is Salmonella typhi. This type of bacteria mostly inhabit the farm animals or wild animals. Mostly bacterias on cats, dogs, rats, flies and cockroaches defile chickens, meat, eggs and raw milk. Salmonella typhi defiles riped foods during storage and serving. Researches meant to detect Salmonella presence on foods sold at restaurants in Yogyakarta are rarely conducted. This research was in demand to find out the safety of the restaurant foods. This research is a retrospective research. The 5 (five) samples tested were fried chickens sold at restaurants along the Patang Puluhan street, Wirobrajan, Yogyakarta. The identification process was proceeded at Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UMY on August 2007. The process included bacteria quantity determination, Salmonella typhi and Salmonella paratyphi identification and sensitivity pattern of both bacteria on antibiotics. The bacteria count test result shows 6612 organism/ml. And that 60% of the fried chicken sample is contaminated with Salmonella typhi, 20% contaminated with Salmonella paratyphi, and 20% contaminated with E. Coli. The antibiotics that still can be used to exterminate Salmonella typhi are Cotrimoxazol and Ciprofloxacin, for Salmonella paratyphi are Amoxicillin, Cotrimoxazol, Seftriaxon and Ciprofloxacin.Banyakjenis kuman yang dapat menyebabkan keracunan makanan dan salah satunya adalah Salmonell typhi. Kuman ini didapat dari hewan peliharaan atau hewan liar. Biasanya pada kucing, anjing, tikus, lalat dan kecoa yang mencemari ayam, daging, telur dan hasil telur, susu mentah. Salmonella typhi mencemarkan makanan melalui makanan yang telah dimasak ketika penyediaan dan penyimpanan. Penelitian ini dilakukan untuk deteksi Salmonella pada makanan ayam goreng yang dijual pada warung makan di Yogyakarta, dengan tujuan untuk mengetahui keamanan makanan yang dijual para pedagang. Penelitian ini bersifat retrospektif. Sampel yang diuji berupa ayam goreng yang dijual di warung makan di sepanjang jalan Patang Puluhan Wirobrajan Yogyakarta sejumlah 5 sampel. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FK UMY pada bulan Agustus 2007. Identifikasi meliputi penentuan jumlah kuman, identifikasi Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi, serta pola kepekaan kedua kuman tersebut terhadap berbagai zat antiboitika. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil penentuan angka kuman diperoleh 6612 organisme/ ml. 60% sampel ayam goreng yang dijual di warung makan terkontaminasi Salmonella typhi. 20% sampel ayam goreng yang dijual di warung makan terkontaminasi Salmonella paratyphi. 20% sampel ayam goreng yang dijual di warung makan terkontaminasi E.coli. Zat antibiotika yang masih poten untuk membunuh kuman Salmonella typhi adalah Kotrimoksazol dan Ciprofloksasin. Salmonella paratyphi adalah Amoksisilin, Kotrimoksazol, Seftriakson, dan Ciprofloksasin.
Manual Vacuum Aspiration in IUFD 18 Weeks Brahmana, Ivanna Beru
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 21, No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v21i2.10238

Abstract

Manual Vacuum Aspiration (MVA) is an action to evacuate the uterine cavity up to 14 weeks gestation. In a more extensive pregnancy, it is worried that the action of the MVA is less clean so that it will still repeat the action of sharp curettage.  This article reports a multigravida aged 42 years old, G5P2A2, intrauterine fetal death (IUFD) at 18 weeks, undergoing MVA. Diagnosis of IUFD was performed using ultrasound examination. Before MVA was done, the patient was previously given 100 μg of misoprostol orally for dilation. This pregnancy was the third pregnancy with a second husband, all of whom had abortions. Manual Vacuum Aspiration had a minimal risk of uterine injury. After MVA was conducted, ultrasound examination was repeated to confirm a clean uterine cavity. It had been carried out on an indication of IUFD of 18 weeks gestation with the result of a clean uterine cavity and minimal bleeding. Furthermore, Post-Abortion Intra-Uterine Device (PAIUD) was installed adequately, not causing complaints. Based on the result, it can be concluded that MVA is effective for evacuation of uterine cavities on 18 weeks gestation.
Selulitis Fasialis dengan Trombosis Sinus Kavernosus Siti Aminah Tri Susilo Estri; Sunardi Radiono
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i1.1698

Abstract

Facial cellulitis is a facial bacterial infection that spread progressively with serious complication. This is report a 12 aged-years boys with facial cellulitis and cavernous sinus thrombosis. Diagnosed based on the physical examination, erythema and oedema on the right face and palpebra, with pain, opthalmoplegia, pareses of the right n. III and left n. VI. Laboratory examination showed lecocytosis, increasing of C-reactive protein and growth of S. Aureus from blood culture. He was treated with ceftriaxone and amycacine intravenously, analgesic and non-steroid anti-inflammation drugs and physiotherapy. Pareses of the ocular nerves improved within 3 months by physiotherapy.Selulitis fasialis (SF) merupakan infeksi bakteri pada wajah yang dapat cepat meluas dengan komplikasi serius. Tulisan ini melaporkan seorang anak laki-laki 12 tahun dengan selulitis fasialis disertai trombosis sinus kavernosus. Diagnosis ditegakkan berdasar gambaran klinis berupa edem dan eritem fasial dan palpebra bagian kanan, teraba hangat dan nyeri tekan, optalmoplegi, parese n. III kanan dan n. VI kiri, dan hasil pemeriksaan laboratoium yaitu leukositosis, peningkatan C-reactive protein dan dari kultur darah tumbuh S.aureus. Penderita diberikan terapi seftriakson dan amikasin intravena, analgetik dan antiinflamasi non-steroid dengan fisioterapi. Parese saraf mata membaik setelah 3 bulan fisioterapi.
Pengembangan Instrumen Dukungan Keluarga pada Pengkajian Luka untuk Pasien Luka Kaki Diabetik di Klinik Kitamura Pontianak Gusti Jhoni Putra; Elsye Maria Rosa; Novita Kurnia Sari
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.170204

Abstract

Peningkatan kualitas hidup pasien Luka Kaki Diabetik (LKD) merupakan tujuan dari asuhan keperawatan. Dukungan keluarga merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan pada pasien LKD, hal ini dikarenakan aktifitas dukungan keluarga sangat berpengaruh pada fisiologis tubuh dan kualitas hidup. Belum tersedianya instrumen pengkajian keluarga merupakan perhatian khusus untuk menentukan diagnosis dan intervensi yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pengkajian dukungan keluarga pada pasien LKD. Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan desain sequential exploratory. Tahap kualitatif melibatkan 4 partisipan dan tahap kuantitatif melibatkan 73 responden, dengan kriteria inklusi pasien rawat jalan atau rawat inap dan mengalami LKD pada fase proliferasi, sedangkan kriteria ekslusi pasien LKD fase proliferasi membaik dan berhenti melakukan perawatan sebelum minimal waktu penelitian. Uji validitas dengan pendekatan test-retest menggunakan pearson product moment, uji reliabilitas dengan cronbach’s alpha dan Aiken’s V digunakan untuk uji pakar pada 2 orang ahli. Hasil kualitatif didapatkan 4 tema untuk dukungan keluarga. 14 item alat ukur didapatkan hasil yang valid (0,372-0,843 0,235) dan reliabel (Cronbach alpha 0,959 dan 0,976). Hasil indeks validitas konten 0,67-0,83. Disimpulkan bahwa terdapat 4 tema aspek dukungan keluarga dan pengembangan instrumen dukungan keluarga pada pengkajian luka yang terdiri dari 13 item, dinyatakan valid dan reliabel.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku dengan Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas Titih Huriah; - Sofari
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i1.1714

Abstract

Based on preliminary survey in Public Health Center Jatilawang espe¬cially from data laboratory examination with women pregnant who examined the Hemoglobin, we know that value of Hb on pregnant women more 50 % less llg/dl. And from the survey, we also found still low of knowledge, attitude and behavior about prevention of anemia deficiency iron. The purpose of this reseach is up to know the correlation of knowledge, attitude and behavior with anemia deficiency iron. This is a survey with cross sectional study, and will be explained by de-scription analyze. Location of this research is Public Health Center of Jatilawang area, Banyumas district of Central Java. The population are 130 pregnant women age trimester II and III. The sample is 30 pregnant women has been taken. The instruments consist quistionares and Hb Sahli for exami¬nation. Analyze of result use univariate and multivariate with multiple regres¬sion. The result of this research were knowledge and attitude ofpregnant women about prevention of anemia deficiency iron are good, but the behaviour still low, and anemia deficiency iron is high enough 66,6 % on Public Health Center of Jatilawang. The conclusion of this research showed that there were a significant corre¬lation (p0,05) between behaviour with anemia deficiency iron.Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Jatilawang khususnya pada data oemeriksaan laboratorium dengan ibu hamil yang diperiksa Kadar Hbnya, diketahui rahwa Kadar Hb pada ibu hamil lebih dari 50 % adalah kurang dari 11 g/dl. Hasil zcrvey didapatkan masih rendahnya pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah pengetahuan, sikap can perilaku tentang pencegahan anemia berhubungan dengan angka kejadian ane¬mia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan rancangan penelitian cross zectional, dan analisa data menggunakan deskriptif analitik. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Populasi penelitian ini adalah 130 ibu hamil dengan usia kehamilan trimester II dan III. Jumlah sampel yang diambil 30 ibu hamil yang memenuhi kriteria tertentu. Alat yang i:gunakan adalah kuisioner serta Hb sahli. Analisis yang digunakan meliputi analisis univariatdan multivariate. Uji statistik meliputi multiple regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia di Puskesmas Jatilawang baik, namun dalam perilakunya masih kurang baik dan angka kejadian anemia masih tinggi yaitu 66,6 %. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan (p0,05) antara perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia dengan kejadian anemia.
Hubungan Faktor Genetik dan Gaya Hidup dengan Astigmatisma pada Anak Yunani Setyandriana; Nur Shani Meida; Ahmad Ikliludin; Amalia Nindya Ayuputri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180216

Abstract

Astigmatisma merupakan kelainan refraksi akibat bentuk kornea atau lensa yang tidak teratur, yang sering terjadi pada anak usia sekolah. Hingga saat ini penyebab astigmatisma belum diketahui walaupun faktor genetik dan gaya hidup diduga berperan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor genetik dan gaya hidup dengan astigmatisma pada anak. Penelitian dilakukan di RS JIH dan PKU Muhammadiyah Gamping, dari bulan Januari hingga Desember 2016. Penelitian ini merupakan penelitian analitik-observasional dengan metode potong lintang. Didapatkan sampel sebanyak tujuh puluh enam anak, yang kemudian dilakukan pemeriksaan virus dan mengisi kuesioner tentang faktor genetic dan gaya hidup pasien. Data dianalisis menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor genetik dan gaya hidup dengan astigmatisma pada anak. Faktor genetik merupakan faktor yang paling berhubungan dengan astigmatisma pada anak (p=0,003, 95% CI for B=0,52-1,18) dibandingkan dengan faktor gaya hidup yaitu kebiasaan menggunakan gadget (p=0,015, 95% CI for B= 0,50-1,01), kebiasaan membaca (p=0,204, 95% CI for B= -0,49-0,46), dan kebiasaan menonton televisi lebih dari dua jam sehari (p=0,211, 95% CI for B= -0,55-0,25).
Kejadian Luar Biasa Campak Di SD Pugeran dan SMPN II Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta Pasca Gempa September 2006 Hidayati, Titiek
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1624

Abstract

The measles outbreak epidemiology research conducted in Pugeran elementary school and state junior high school II Mantrijeron subdistric of Yogyakarta after the earthquake in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). The aims of this study is to assess the picture of measles outbreaks in Pugeran elementary school and state junior high school II after the earthquake in Yogyakarta. The research method used cross sectional design with analitic type. The collected data survey used questionnaire that filled by researcher and direct observation. Determination of the status measles outbreak used clinical diagnostic guidelines of Indonesia ministry health. Elisa laboratory tests conducted to confirm the cause of seroimunologis outbreak. Data obtained were analyzed to reveal the picture outbreaks, causes and distribution of outbreaks by time, place and person. There were 19 students of600 students, with measles outbreaks composed 15 students in elementary school and 4 students yunior high school subdistrict Mantrijeron in September 2006 (attack rate 3%). There was not found the patient dying or case fatality rate is zero. Clinical manifestations of measles outbreaks were fever (100%), rash (100%), cough (60%) and colds (60%). There weren ’tfound any clinical manifestations of red eyes conjunctivitis or shortness of breath. 19 measles patients consists of 13 men and 6 women. The patient residence covered 13 patients of the Mantrijeron district, 4 patients of Sewon district, and 2 patients of Wirobrajan district. Patient’s blood serology tests showed that rubella immunoglobulin (Ig) G positive, whereas for measles Ig G negative. It can concluded that there has been an outbreak of measles in the post-earthquake Yogyakarta in Yogyakarta.Telah dilakukan penelitian penyidikan epidemiologis kej adian luar biasa (KLB) campak di SD Pugeran dan SMPN II Kecamatan Mantrij eron Kota Yogyakarta setelah terj adinya gempa bumi di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran KLB campak di SD Pugeran dan SMPN II Kecamatan Mantrij eron Kota Yogyakarta yang terj adi setelah peristiwa gempa bumi di DIY. Penelitian KLB ini merupakan penelitian epidemiologi observasional yang dilaksanakan secara cross sectional dengan metode survey. Survey dilakukan pada 600 siswa di SD Pugeran dan SMPN II Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Penetapan status KLB campak menggunakan kriteria diagnosis klinik menggunakan pedoman penetapan KLB yang dkeluarkan Depkes RI, juga dilakukan tes laboratorium seroimunologis untuk mengkonfirmasi penyebab KLB. Data yang diperoleh dianalisa untuk mengungkapkan gambaran KLB, penyebab dan distribusi KLB berdasarkan waktu, tempat dan orang. Dari 600 siswa yang disurvey telah terj adi KLB campak pada 19 siswa, 15 siswa di SD Pugeran dan 4 siswa di SMPN II Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta pada September 2006 (attack rate 3 %). Tidak diketemukan adanya korban KLB yang meninggal atau case fatality rate adalah nol. Manifestasi klinis KLB campak yang muncul pada para korban adalah demam (100%), rash (100%), batuk (60%) dan pilek (60%). Tidak ditemukan adanya manifestasi klinik mata merah (konjungtivitis) maupun sesak nafas. Dari 19 korban yang mengalami campak terdiri dari 13 pria dan 6 wanita, 13 korban dari kecamatan Mantrijeron, 4 korban dari kecamatan Sewon, 1 korban dari kecamatan kraton dan 1 korban dari kecamatan Wirobrajan. Uji serologi darah penderita menunjukkan bahwa IgG rubella positif, sedangkan IgG untuk measles negative. Berdasarkan hasil uji serologi darah diketahui bahwa penyebab KLB campak adalah rubella. Dapat disimpulkan bahwa telah terj adi KLB campak di Yogyakarta paska gempa bumi di Yogyakarta.
Perbandingan Efek Terapi Gabapentin dan Amitriptilin pada Pasien Stroke dengan Nyeri Neuropati Utami, Pinasti; Ikawati, Zullies; Setyaningsih, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i2.1059

Abstract

Stroke merupakan masalah bagi negara berkembang. Insidensi stroke di Indonesia 234 per 100.000 penduduk dan sekitar 2 - 8 % pasien stroke yang mengalami lesi serebrovaskular akan mengalami nyeri neuropati. Beberapa penelitian sudah membuktikan Gabapentin dan Amitriptilin dapat digunakan sebagai terapi nyeri neuropati namun belum ada yang membandingkan secara langsung pada pasien stroke dari segi efek dan efek samping. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan penggunaan Gabapentin dan Amitriptilin terhadap efek terapi pada pasien stroke iskemik dengan nyeri neuropati di Rumah Sakit Jogja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experimental dengan consequtive sampling dengan sampel 23 pasien pada kelompok Gabapentin dan 18 pasien pada kelompok Amitriptilin serta dievaluasi skor nyeri selama 1 bulan dengan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) setiap 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan pemakaian Gabapentin dan Amitriptilin selama 4 minggu menurunkan skor nyeri yang diukur dengan VAS, masing-masing 2,87±1,33 dan 2,44±0,78 dengan nilai p= 0,24 yang artinya tidak berbeda signifikan. Disimpulkan bahwa penggunaan Gabapentin dan Amitriptilin sebagai terapi nyeri neuropati pasien stroke perbedaannya tidak bermakna. Stroke becomes significant problem for developing countries. In Indonesia, data show 234 incidents per 100,000 citizensand around 2 - 8 % stroke patients who suffer from cerebrovascular lesion will also suffer from central neuropathic pain. Some studies have showed  that Gabapentin and Amitritilin can be used as neuropathic pain therapy but so far there has been  no studies  that directly compares the effectiveness and side effects in stroke patients. The objective of the research is to investigate the therapeutic effect comparison of Gabapentin and amitriptylin patients as neuropathic pain relief therapy in outpatient ischemic in Jogja Hospital. The method used in this research is quasi experimental with consequtive sampling with 23 patients in Gabapentin group and 18 patients in Amitriptilin group, and then they were evaluated pain scores in 1 month by Visual Analog Scale (VAS) every two weeks. The results of the research that use of Gabapentin and amitriptyline for 4 weeks showed a decrease in pain scores measured by VAS, respectively 2.87 ± 1.33 and 2.44 ± 0.78 with a p-value 0,24. It can be concluded that effectiveness in Gabapentin and Amitriptilin users as pain relief was not statistically different.
Perbedaan Kejadian Hipertensi pada Penduduk yang Tinggal di Dekat dan Jauh dengan Jalur Kereta Api Arfah, Aldila Satyanugraha Al; Noor, Zulkhah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1(s) (2008): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1 (s).1640

Abstract

One of hypertension risk factor is stress because of noise. Source of noise come from railway track. Objectives of this research is to find the difference of hypertension prevalence between risk people who lived near and far from railway track. The research used crossectional causal comparative study. The populations are people 35 years old or more who lived near and far from railway track. The samples were 100 subjects per group. We were collected data by interviewed based on the questioner and measured blood pressure. The data analyses were by Mann-Whitney test and t-test. The hypertension prevalence of people who lived near from railway track with 13 % hypertension stage I, 6 % stage II wasn ’t significantly different with the hypertension prevalence of people who lived far from railway track with 13 % hypertension stage I, 10 % stage II (p=0,435). The difference prevalence of hypertension between people who lived near and far from railway track with hypertension risk factors were BMI 34,61% and 40,00% (p=0,032), smoking23,53%and47,06% (p=0,200), alcoholics 0,00%and 100,00% (p=0,200), history of hypertension 52,94% and54,84% (p=0,000), sports 18,46% and 15,63% (p=0,029), disease caused hypertension 37,50% and 62,50% (p=0,002), high salt diet 32,43% and 28,13% (p=0,034). The nose of railway track wasn’t significantly influence the prevalence of hypertension.Salah satu faktor resiko hipertensi adalah stress akibat bising yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi, salah satunya bisingjalur kereta api. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kejadian hipertensi penduduk pada populasi yang beresiko yang tinggal di dekat dan jauh dari jalur kereta api. Penelitian ini menggunakan metode kausal komparatif cross sectional. Populasi adalah penduduk laki-laki dan perempuan dengan usia 35 tahun atau lebih yang tinggal di dekat dan jauh dari jalur kereta api, dengan total sampel 100 per group. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang didasarkan kuesioner dan pengukuran tekanan darah. Analisis data menggunakan Mann-Whitney test dan uji beda t-test. Prevalensi hipertensi penduduk yang tinggal dekat jalur kereta api terdiri atas hipertensi stage I 13 %, stage II 6 %, tidak berbeda bermakna dengan penduduk jauh dari jalur kereta api yakni stage I 13 %, stage II 10 % (p=0,435). Perbedaan prevalensi hipertensi dengan berbagai faktor resiko pada penduduk dekat jalur kereta api dan penduduk jauh jalur kereta api berturut- turut sebagai berikut: BMI 34,61% dan 40,00% (n=0,032), merokok 23,53% dan 47,06% (n=0,200), minum-minuman beralkohol 0,00% dan 100,00% (n=0,200), riwayat hipertensi 52,94% dan 54,84% (n=0,000), tidak melakukan olahraga 18,46% dan 15,63% (n=0,029), penyakit pencetushipertensi 37,50% dan 62,50% (n=0,002), diet tinggi garam 32,43% dan 28,13% (n=0,034). Bising kereta api tidak mempengaruhi prevalensi hipertensi secara bermakna.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1: January 2021 Vol 21, No 1 (2021): January Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue