cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
MISWAK (Salvadora persica) as a Cleansing Teeth Erlina Sih Mahanani; Samantha Victoria Samuel
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i1.1696

Abstract

Miswak is a chewing stick that derives from Arak tree (Salvadora persica) which is used as cleansing teeth. It is used in different part of Africa, Asia especially in Middle East, South of America,2 India, Pakistan and mostly of Muslim community. This custom was adopted and Islamized by Prophet Muhammad (Peace and Blessings of Allah be upon Him/PBUH) because there are several hadith mentioning the benefits of siwak in maintaining oral hygiene. Many studies have been done to explore the oral hygiene advantages of this stick. Salvadora persica contains trimethylamine, salvadorine, chloride, fluoride, silica, sulphur, mustard oil, vitamin C, resins and traces of tannins, saponins, flavonoids and sterol. Actually this chemical composition influence to the oral hygiene. The unique chemicals component, fibers proved the effect to periodontal status, caries, antimicrobial, cleanness, whitening, calculus removal, and so on. Furthermore miswak is generally used for a longer period of time and frequency (because it is used at least 5 times a day before praying). So normally the miswak users have higher oral hygiene status.
Perbandingan Tingkat Kecemasan Ibu Menyusui Bekerja dan Tidak Bekerja Warih Andan Puspitosari; Andhika Bintang Prasetya
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2 (s).1659

Abstract

Anxiety is dependence, uncomforting feel, appear apprehensive, because something sense of unhappy feeling, but the most source cannot know and the cause is from inside. The women who has breastfeeding is more easy to feel anxiety, this problem cause by hormonal and environment factor. The aim of this research is to be able compare of anxiety levels from breastfeeding mother which occupation and breastfeeding mother which inoccupation. The research was accomplished in Posyandu on Dukuh Sidorejo, Ngestiharjo from February until May 2008 with use cross sectional method. The total sample in this research is 68 respondents with age between 17-40 years old. The data analysis using t-test paired sample. The results of this research showed that breastfeeding mother which occupation, mean value of anxiety level is 17,09, even though breastfeeding mother which inoccupation, mean value of anxiety level is 15,76, so the difference is 1,324. The value result acquire t count is 1,619 and a = 0,05 with probability 0,115. Because the probability 0,115 0,05 therefore Ho accepted so can be made the conclusion that the compare of anxiety level from breastfeeding mother which occupation and breastfeeding mother which inoccupation is relative same.Kecemasan adalah ketergantungan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul, karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan berasal dari dalam. Wanita yang sedang menyusui lebih rentan dengan gejala kecemasan, hal itu karena didominasi oleh faktor lingkungan dan hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kecemasan pada ibu yang menyusui dengan membandingkan ibu yang menyusui dengan bekerja dan ibu menyusui yang tidak bekerja. Penelitian dilakukan di Posyandu yang berada di Dukuh Sidorejo, Ngestiharjo selama bulan Februari sampai bulan Mei 2008 dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 68 responden dengan rentang usia 17- 40 tahun. Analisis data menggunakan uji t-test paired sample. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ibu menyusui yang bekerja memiliki rata-rata nilai tingkat kecemasan 17,09, sedangkan yang tidak bekerja memiliki nilai tingkat kecemasan 15,76, jadi perbedaan meannya 1,324. Didapatkan hasil nilai t hitung adalah 1,619 dan a=0,05 dengan probabilitas 0,115. Karena probabilitas 0,115 0,05, maka Ho diterima sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa perbandingan tingkat kecemasan pada ibu menyusui yang bekerja maupun yang tidak bekerja adalah relatif sama.
Respon Imun Selluler: Tinjauan Biomedik pada Pasien Tuberkulosis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Adang Muhammad Gugun; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i1.1539

Abstract

Tuberculosis (TB) is a disease which is still commonly found in developing countries including Indonesia, both in children and adults. The objective of this study was to reveal cellular immune response which include leukocyte count, defferential leukocyte count and erythrocyte sedimentation rate (ESR) in TB patients in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. Secondary data was taken from the medical records of lung TB patients whose age ranged from 6 months old until 82 years old. The patients were diagnosed as lung TB based on clinical, immunologic, radiologic and bacte- riologic examinations. ESR was examined using Westergen method and leu-cocyte count with Turk method, while defferential leucocyte count using manual method. The result of this study in leukocyte count showed leucopenia (4,28%), normo (71,4%), leukocytosis (24,2%o). The defferential leukocyte count showed neutrophilia (55,6%), limphocytosis (22,7%), normo (20,2%) and eosinophilia (1,26%). The ESR examination showed an increase in 80% cases. All the re¬sults described the first condition of TB patients who came to PKU Muhammadiyah Hospital studied from their medical records.Tuberkulosis (TB) masih merupakan penyakit yang banyak didapatkan di negara sedang berkembang termasuk di Indonesia, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan respon imun seluler yang meliputi jumlah leukosit dan hitung jenis leukosit (HJL), dan kecepatan endap dsrah (KED pada penderita TB di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Subyek penelitian adalah pasien TB paru berusia 6 bulan sampai dengan 82 nhun dengan mengambil sampel data sekunder dari catatan medik penderita yang islah didiagnosis sebagai TB paru, baik secara klinis, imunologis, radiologis maupun bakteriologis. Penghitungan jumlah leukosit dengan metode Turk dan HJL dengan sara manual. KED dihitung dengan metode Westergen. Hasil penelitian menunjukkan leukopenia (4,28), normo (71,4%) dan leukositosis (24,2%), HJL menunjukkan neutrofilia (55,6%), limfositosis (22,7%), normo (20,2%) ian eosinofilia (1,26%). Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan KED (80%). Hasil penelitian ini menguraikan kondisi awal pasien TB yang datang ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang dikaji dari buku rekam medis.
Aktivitas Leukosit Pro Inflamasi pada Kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronis Eksaserbasi Akut Juwariyah Juwariyah; Adika Zhulhi Arjana; Ester Tri Rahayu; Linda Rosita; Rozan Muhammad Irfan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.170202

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) memiliki karateristik adanya restriksi saluran nafas yang kurang reversibel. Pada PPOK terdapat inflamasi akibat aktifitas sel-sel inflamasi termasuk neutrofil dan eosinofil. Restriksi saluran nafas terjadi akibat remodelling dari proses inflamasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas sel-sel inflamasi terutama neutrofil dan eosinofil pada PPOK eksaserbasi akut dengan membandingkan kadar eosinfil dan netrofil sebelum dan sesudah terapi. Penelitian bersifat observasional dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah pasien penderita PPOK yang rawat jalan dan rawat inap di RSUD Kebumen pada tahun 2016. Semua subyek masuk dalam penelitian dengan kriteria eksklusi adalah data tidak lengkap. Hasil menunjukkan terdapat 119 pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebagai responden. Data dari rekam medis menunjukkan bahwa mayoritas penderita adalah laki-laki (84,03 %) dengan rata-rata umur 67 tahun. Penyakit penyerta yang ditemukan adalah hipertensi (54,62 %), tuberkulosis (22,69 %) dan congestive heart failure (CHF) (6,72 %). Pada tanda vital, terdapat kenaikan sistole dan laju nafas. Presentase netrofil pada kedua jenis kelamin meningkat dibandingkan normal namun tidak dengan eosinofil. Setelah dilakukan rawat inap, terjadi penurunan persentase eosinofil dan neutrofil dibanding sebelum perawatan namun tidak signifikan secara statistik (p= 0,603 vs 0,818). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan aktivitas netrofil pada pasien PPOK. Penurunan aktivitas baik netrofil maupun eosinofil didapatkan ketika pasien rawat inap meskipun tidak bermakna secara statistik.
Poliunsaturated Fatty Acid (Pufa) Dapat Memodulasi Efek Polimorfisme Apoal G-a terhadap Kadar Hdl-kolesterol pada Sifat Jenis Kelamin Tertentu: Penelitian di Framingham Nur Shani Meida
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i1.1712

Abstract

Latar belakang : Substitusi G menjadi A di daerah promoter (pasangan basa 75) pada gen Apolipoprotein Al (APOA1) secara umum sudah dijelaskan. Di beberapa penelitian, allel A tampak berhubungan dengan peninggian kadar HDL-kolesterol tetapi tidak pada penelitian lain.Tujuan : Menilai bagaimana diet lemak dapat memodulasi huubngan antara polimorfisme dengan kadar HDL-kolesterol.Design : Populasi yang digunakan sebanyak 755 pria dan 822 wanita di Framingham Offspring Studi.
Hubungan Kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH) Darah dengan Perkembangan Motorik Anak Usia Bawah 2 Tahun di Daerah Endemik GAKY Zulkhah Noor; Arby Shafara Sekundaputra
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v16i1.4729

Abstract

Salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang mengganggu tumbuh kembang anak adalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Dalam perjalanannya pemerintah telah melakukan berbagai macam upaya penanggulangan GAKY namun kurang memuaskan. Dalam upaya membantu penanggulangan masalah GAKY dapat dilakukan dengan skrining dini, salah satunya adalah pemeriksaan Thyroid Stimulating Hormone (TSH) darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kadar TSH darah dengan perkembangan motorik bayi usia bawah 2 tahun. Penelitian ini adalah studi observsional dengan desain cross sectional. Subyek penelitian ini adalah 35 bayi usia bawah 2 tahun yang di ambil secara acak di 4 dusun, Desa Tegalrandu, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Pengukuran kadar TSH darah menggunakan metode ELISA Blood Spot. Pengukuran perkembangan motorik dilakukan dengan menggunakan tes Denver II. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil pengukuran nilai rata-rata kadar TSH darah bayi usia bawah 2 tahun di Desa Tegalrandu adalah 7,15 μIU/L (optimal: 0,7-34 μIU/L). Uji korelasi Pearson untuk hubungan TSH darah dengan perkembangan motorik kasar p = 0,021 dan nilai r = -0,389, hubungan TSH darah dengan perkembangan motorik halus p = 0,891 r = - 0,024. Disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara kadar TSH darah dengan perkembangan motorik kasar namun tidak terdapat korelasi yang bermakna antara kadar TSH darah dengan perkembangan motorik halus. 
Study Guide Agus Suharto
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1868

Abstract

Tujuan Fakultas Kedokteran UMY adalah menghasilkan dokter yang profes¬sional, islami bervisi global dan mempunyai kemampuan manajerial. Untuk mencapai semua itu Fakultas Kedokteran berusaha dengan mengubah pendekatan pendidikan dari teacher centred approach ke student centred approach.Perubahan ini membawa dampak, salah satunya adalah dosen dituntut mampu membuat, mendesain, mengembangkan dan mengevaluasi media ajar yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mahasiswanya.Fungsi tradisional media pembelajaran adalah untuk menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya tentang isi materi pembelajaran kepada mahasiswa. Dalam inovasi mengembangkan media ajar, saat ini ada kecenderungan yang semakin popular dengan membuat study guides. Study guides selain berisi informasi inti juga menyatakan tujuan belajar, prasyarat suatu topic pembelajaran, learning opportunities yang tersedia, self assessment, dan lain-lain.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Lansia di Panti Sosial Tresna Wredha Kalimantan Selatan Dede Marizal Sesar; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Roselina Panghiyangani
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.190125

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada golongan lanjut usia adalah gangguan fungsi kognitif. Penurunan tingkat aktivitas fisik diduga menjadi faktor menurunnya fungsi kognitif pada lansia. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Wredha Budi Sejahtera Kalimantan Selatan. Sampel penelitian sebanyak 39 responden dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi adalah usia 60 tahun, laki-laki, bersedia menjadi responden. Lansia yang mengalami gangguan neuropsikiatrik, gangguan pendengaran dan pengelihatan tidak diikutkan sebagai responden. Tingkat aktivitas fisik dinilai menggunakan kuesioner General Practicioner Physical Activity Questionaire (GPPAQ), sedangkan untuk mengetahui nilai fungsi kognitif menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data menggunakan uji Fischer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% tingkat aktivitas fisik aktif dan 28% pasif. Sebesar 59% fungsi kognitif buruk dan 41% fungsi kognitif baik. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna p0,05. Disimpulkan bahwa sebagian besar lansia laki-laki memiliki tingkat aktivitas fisik tergolong aktif (72%), namun 59% memiliki fungsi kognitif tergolong buruk. Secara statistik terbukti bahwa tingkat aktivitas fisik tidak berhubungan dengan fungsi kognitif.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran Serta Keluarga Dalam Perawatan Klien Skizofrenia di Unit Rawat Jalan RS Grhasia DIY Yuni Permatasari Istanti; Nurvita Risdiana; Sri Hendarsih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v6i1.1881

Abstract

Schizophrenia is a mental disorder with the hallucination symptom, waham, inappropriate affect. There a some factors that influence Family role in order to treat clients, because family role can protect family member. The study was done among the schizophrenia s clients of grhasia s hospital. The crossectional study was done to 30 schizophrenic s clients in grhasia s hospital, using Chi Square to know about the factors which influence the role and also family in treatment of schizophrenia s client in take care.The result of this study in economic factor show the Flo accepted with the value of significance level: 0,05 and probabilities : 0,283 ( 0,05). This indicated that there is no influence which significant between economic factor to role and also family in treatment of schizophrenia s client. The test of Chi Square of knowledge factor show that the Ho accepted with the value of significant level: 0,05 and probabilities : 0,788 ( 0,05). This indicated that there is no influence which significant between knowledge factor to role and also family in treatment of schizophrenia s client.Skizofrenia merupakan gangguan mental yang disertai dengan gej ala halusinasi, waham dan gangguan afek. Dalam perawatannya diperlukan peran serta keluarga karena keluarga merupakan unit terdekat dengan klien. Beberapa factor dapat mempengaruhi peran serta keluarga dalam perawatan klien skizofrenia diantaranya adalah factor ekonomi dan factor pengetahuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan crossestional dengan 30 responden klien skizofrenia di unit rawat jalan RS Grhasia untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh terhadap peran serta keluarga dianalisis dengan menggunakan Chi square.Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa factor ekonomi tidak berpengaruh terhadap peran serta keluarga, begitu juga dengan factor pengetahuan, dengan tingkat signifikansi 0.05.Sehingga bias disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara factor ekonomi dan pengetahuan terhadap peran serta keluarga dalam perawatan klien skizofrenia.
The Difference in Incidence of Scabies between Conventional and Modern Boarding School Kanti Ratnaningrum; Amanatum Avidah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.200141

Abstract

The prevalence of scabies in children is still high in Indonesia, especially in children who live in dormitories such as Islamic boarding schools. Rise of modern boarding school that is claimed to be better than conventional boarding school makes researchers moved to find out whether there are differences in the occurrence of scabies in conventional boarding school and modern boarding school. This study is a descriptive observational study. The sample used was 95 respondents in each boarding schools that obtained by a simple random sampling technique. Research data were collected in the form of questionnaires and examination of the diagnosis of scabies using a dermoscope. The data was analyzed using data tabulation. From 190 respondents, most of the samples were in the age range of 14-16 years (46.8%). Scabies occurred in conventional boarding school were 35.3% (46 respondents), and 9.8% (5 respondents) occurred in modern boarding school. It can be concluded that the occurrence of scabies in modern boarding school is less than in conventional boarding school.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 18, No 1: January 2018 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue