cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WARTA
ISSN : -     EISSN : 25495631     DOI : -
Core Subject : Education,
Warta LPM merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat yang meliputi bidang ilmu-ilmu sosial, sains dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
PAKOM APLIKASICOOPERATIVE LEARNING UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMA DAN SMK MUHAMMADIYAH SE-SURAKARTA Muamaroh Muamaroh
WARTA LPM WARTA Volume 18, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v18i2.1951

Abstract

The objective of this community serves is to give a workshop to English teachers using cooperative learning method in particular the techniques of Student Teams Achievement Division (STAD), Team-Games-Tournaments (TGT) andJigsaw STAD. This activity is also to enhance the quality of teachers in language teaching method in the class. Cooperative learning is teaching method using small group which provide students to help each other to discuss and understand lessons given by their teacher. The subject of this activity is English teachers of Muhammadiyah Senior High Schools, and Muhammadiyah Vocational schools in Surakarta. The output of this activity is participants understand and master the techniques that trained to them during the workshop. The teachers perceived that this activity is positive and very beneficial for them. They intended to implement those teaching techniques in their real English classroom.
Pelatihan Jurnalistik di SMA Negeri Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Betty Gama; Henny Sri Kusumawati
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i1.9975

Abstract

SMA Negeri Gondangrejo Karanganyar saat ini belum memiliki media komunikasi dan informasi antara guru, siswa dan orang tua dalam bentuk majalah sekolah. Hal ini mengakibatkan pelajaran ilmu jurnalistik belum atau tidak diajarkan kepada siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diadakan pelatihan jurnalistik kepada siswa SMA Negeri Gondangrejo. Pelatihan jurnalistik sangat membantu siswa dalam mengasah kreatifitas dan bakat seseorang. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan. Secara teoritis, peserta pelatihan diharap dapat mengetahui bagaimana proses membuat berita mulai dari pencarian data di lapangan, mengemas dan menyusun berita hingga berita tersebut layak dipublikasikan atau terbit. Metode yang digunakan adalah berupa penjelasan mengenai ilmu jurnalistik. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh tingkat pemahaman peserta terhadap pelatihan yang diberikan maka dilakukan pre test dan post test terlebih dahulu. Target khusus pelatihan ini antara lain menumbuhkan minat dan motivasi siswa akan pentingnya media untuk menampung kreativitas dan aktivitas siswa dalam menyalurkan bakat dan potensi diri yang dimiliki. Berdasarkan pre test dan post test dapat diketahui seberapa jauh progres atau peningkatan pengetahuan seluruh peserta. Sebanyak 4 siswa termasuk kategori tinggi (20%) dalam memahami ilmu jurnalistik dan sisanya 2 siswa termasuk kategori sedang (10%) dan 14 siswa termasuk kategori rendah (70%). Tetapi secara personal setiap peserta mengalami peningkatan dari nilai pre test ke nilai post test.
MODEL COMPLEMENT AND FOCUS DALAM PENANGANAN PASCA BENCANA TAHAP REHABILITASI (Studi Kasus pada Peristiwa Gempa Bumi di Klaten, 27 Mei 2006) Qomarun Qomarun
WARTA LPM WARTA Volume 10, Nomor 1, Maret 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v10i1.3218

Abstract

The objective of this model is to cover the interest of both donorand acceptor of aid in the event of post disaster. The complement andfocus model is being developed in the fact of their condition which isalmost the same. Complement model is conducted by sharing power, whilefocus model is conducted by centralization of scope. To approach theobjective, the activities are conducted by design and build pattern. Afterwards,the try and errormodelshould be developed to coverboth thelackofliteratureand the speed of changing. In this case study,we found the newactivitywhich was called demolition programin handling post earthquakedisaster.The main activity of that programis destroyingand cleaningthebuilt environmentwhich is almost collapse. Actually,this activity isreallyhelpful for some people in the field, although we have yet to design.
Pendampingan Literasi Digital Kampung KB RW 2 Kelurahan Gedawang Banyumanik Kota Semarang Made Dwi Adnjani; Dian Marhaeni Kurdaningsih; Urip Mulyadi
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i2.10705

Abstract

Terdapat tiga kategori khalayak yang rentan terhadap pengaruh buruk internet, yakni anak-anak, remaja, dan kaum ibu. Pada anak-anak, pengaruh itu terutama terletak pada perkembangan otak, emosi, sosial, dan kemapuan kognitif. Intensitas akan memengaruhi persepsi dengan apa yang mereka tonton. Salah satu upaya menanggulangi dampak buruk tersebut adalah dengan literasi digital. Berdasarkan informasi yang diperoleh, di Kelurahan Gedawang tepatnya wilayah RW 2 sebagai Kampung KB belum mendapatkan informasi tentang literasi digital, sehingga kegiatan ini perlu dilakukan. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Secara umum kegiatan ini membangkitkan kesadaran betapa pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak dalam pemanfaatan media digital. Disinilah para orang tua perlu memahami nilai utama dunia digital yang menyetir kehidupan kita saat ini. Ada tiga nilai penting: kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis. Para peserta melalui kegiatan ini selain pengetahuannya akan semakin meningkat juga semakin menyadari perlunya memahami etika informasi yang baik. Luaran dari kegiatan pengabdian ini selain dokumentasi kegiatan, juga publikasi di media cetak dan online, diantaranya di koran wawasan, suarabaru.id, rri.co.id. Di samping itu juga pembuatan artikel ilmiah yang dimuat di jurnal pengabdian masyarakat.
PAKOM PELATIHAN PENDAURULANGAN SAMPAH MENJADI BARANG KERAJINAN TANGAN PADA IBU-IBU PENGURUS PKK Ambarwati Ambarwati; Sri Darnoto
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 20, No. 2, September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v20i2.4476

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang sering muncul di masyarakat. Sampah yang menumpuk tidak hanya menimbulkan kesan kotor tetapi juga dapat menimbulkan bau yang tidak enak. Produksi sampah diperkirakan mencapai 0,8 sampai 1,0 Kg/orang/hari. Meskipun sampah berpotensi menimbulkan masalah, namun jika dikelola dengan baik, maka akan diperoleh dampak yang positif,  diantaranya diperolehnya lingkungan yang bersih dan bahkan dapat memberikan tambahan uang belanja bagi masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah adalah dengan pemanfaatan sampah menjadi berbagai barang kerajinan tangan.RT 03 Kemasan dan RT 04 Kauman, merupakan 2 RT yang berada di wilayah RW 09 Ngadirejo, Kartasura,  Sukoharjo. Pada tahun 2015 ini bapak Kepala Desa Ngadirejo mencanangkan kedua RT sebagai RT percontohan kegiatan Bank Sampah. Untuk mendukung program tersebut maka diajukan kegiatan yang meliputi: pemanfaatan sampah menjadi berbagai macam kerajinan tangan.Dari kegiatan ini didapatkan hasil sebagai berikut : (1). Sampah dapat didaur ulang menjadi barang kerajinan tangan yang lebih bermanfaat. (2). Sebanyak tiga barang kerajinan tangan dapat dibuat dari sampah pada pelatihan ini, yaitu : a). Potongan kain sisa yang dibuat bros, b). Dus bekas roti yang dilapisi kulit jagung kering, pelepah batang pisang kering dan kertas kardus bekas untuk dibuat tempat tisue, serta c). Botol plastik bekas untuk dibuat tempat pensil. (3). Semua (100%) peserta berpendapat pelatihan ini bermanfaat. (4). Hasil di RT 03/09 Kemasan menunjukkan barang kerajinan yang paling mudah dibuat adalah tempat tisue (78,57%), yang paling menarik juga tempat tisue (50%), yang paling bermanfaat adalah tempat pensil (64,29%), semua  barang berpotensi untuk dijual  (50%), dan barang yang paling berpotensi untuk dijadikan souvenir adalah bros (85,71%). dan mereka bersedia untuk mengikuti pelatihan serupa jika suatu saat ada pelatihan lagi. (5). Hasil di RT 04/09 Kauman menunjukkan barang kerajinan yang paling mudah dibuat adalah bros (85,71%), yang paling menarik juga tempat pensil (52,38%), yang paling bermanfaat adalah bros (71,43%),   barang yang paling berpotensi untuk dijual adalah bros (52,38%), dan barang yang paling berpotensi untuk dijadikan souvenir adalah bros (85,71%). (6). Semua (100%) pengurus baik di RT 03/09 maupun RT 04/09 bersedia untuk mengikuti pelatihan serupa jika suatu saat ada pelatihan lagi.
PEMBENTUKAN BANK SAMPAH DI KEBAYANAN-I DESA PURON KECAMATAN BULU KABUPATEN SUKOHARJO Dwi Astuti; Johan Umfri Muharram; Yesi Listiana
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5320

Abstract

Tujuan umum dari kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat di Dusun Kebayanan-I Desa Puron dalam menerapkan system pengelolaan sampah secara benar. Sedangkan tujuan khusunya adalah membentuk bank sampah yang nantinya diharapkan akan mengurangi beban polutan, menambah manfaat ekonomi, serta menciptakan lingkungan bersih. Pada akhirnya outcame yang dapat langsung dirasakan adalah berupa kesehatan dan peningkatan penghasilan.Sasaran pada kegiatan ini adalah warga masyarakat Dusun Kebayanan-I Desa Puron khususnya para kader maupun pemuda karang taruna yang nantinya akan aktif sebagai penggerak bank sampah yang akan terbentuk. Adapun metode yang diterapkan meliputi tahapan identifikasi permasalahan dengan melakukan survey lapangan, menyusun plan of action (PoA), sosialisasi/penyuluhan, pembentukan kepengurusan, dan pendampingan.Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya struktur Organisasi Bank Sampah dengan nama “MALIMPA” (Masyarakat Peduli Sampah) di Kebayanan 1, Desa Puron. Pada awal pelaksanaan program terkumpul 6,9 kg dengan  anggota 4 orang. Pelaksanaan kedua anggota bertambah 5 menjadi 9 orang dengan total sampah terkumpul 21 kg.
PENGEMBANGAN PETERNAKAN BERSIH DI DESA NGUNUT KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR Chusniatun Chusniatun; Kuswaji Dwi Priyono; Kun Harismah; Suharjo Suharjo; Muhtadi Muhtadi; Sartono Putro
WARTA LPM WARTA Volume 18, Nomor 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v18i1.1165

Abstract

In the Pemitra community service activities for development cleaner farming in Desa Ngunut Kecamatan Jumantono kabupaten Karanganyar, has been done for directing activities, training, and mentoring for farmers of cattle and chickens in Desa Ngunut, Jumantono, Karanganyar. In this Pemitra activities have been conductedbriefings and training on producing of liquid and solid organic fertilizer, planting cassava  and  sengon  by  utilizing  manure,  the  introduction  of  biogas  technology applications on cattle ranchers. The results that have been obtained from this Pemitra community activities that partners have been able to understand and have the skills for managing livestock clean the biogas technology applications, the use of probiotics or fermentator in farm management, made of solid and liquid organic fertilizer, as well as the use of organic fertilizer for agricultural development cassava and sengon. The constraints and problems had been faced by the partners were 1) lack of farmer groups  that have  organizational unity  in designing,  managing, implementing  and evaluating the work program. So that the unity and continuity in performing community service activities can not be done well, 2) Most of the participants were active inpemitra was the village officials and their family, so not much give a breadth of benefits to the general public.
Pengembangan dan Pelatihan Sistem Informasi Pemantau dan Pelaporan Perilaku Siswa MI-MTS Swasta Al-Huda Malang Khoirudin Asfani; Quota Alief Sias; Irawan Dwi Wahyono
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 23, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v23i2.10073

Abstract

Aspek kognitif dan psikomotorik seringkali menjadi fokus utama yang ditingkatkan di banyak sekolah, sementara aspek afektif siswa yang berpengaruh terhadap sikap dan perilaku siswa sedikit kurang diperhatikan. Di MI Al Huda Malang, siswa tidak hanya dididik untuk menjadi individu yang berkarakter qurani melalui kegiatan ibadah dan muamalah, tetapi juga harus berjiwa pancasilais, serta tanggap dengan perubahan ilmu dan teknologi. Namun, sampai saat ini bentuk penyampaian kondisi sikap dan perilaku siswa masih dilakukan dengan cara konvensional, yaitu melalui surat dan pesan pribadi oleh guru/bagian konseling. Hal ini bisa menjadikan keterlambatan penyampaian dan kemungkinan tidak tersampaikan (surat hilang/ siswa lupa memberikan kepada orang tuanya) sangat besar. Salah satu penyebabnya karena belum terbentuk pemahaman dan keterampilan SDM tentang penggunaan sistem informasi tata tertib siswa ketika hendak diimplementasikan di sekolah MI-MTs Al Huda Malang. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sebuah sistem informasi tata tertib siswa untuk memantau perilaku dan sikap siswa di sekolah, serta sosialisasi dan pelatihan cara pemanfaatan sistem informasi tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi, memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada guru beserta tenaga pendidik tentang sistem informasi tata tertib siswa untuk memantau sikap dan perilaku siswa saat belajar di sekolah akan dilakukan. Tahapan-tahapan metode PKM yang digunakan adalah: 1) analisis kebutuhan dan situasi; 2) perencanaan dan pengembangan sistem informasi; 3) pengembangan buku pedoman penggunaan sistem informasi; 4) pengenalan dan pelatihan sistem informasi; dan 5) evaluasi hasil pelatihan. Kegiatan PKM ini menghasilkan sebuah sistem informasi yang dapat diakses secara online sebagai bentuk sarana informasi digital, serta peningkatan keahlian yang dimiliki oleh guru dan tenaga pendidik dalam mengelola dan mengembangkan sistem informasi di MI-MTs Al Huda, Kota Malang. Dengan demikian, diharapkan sikap dan perilaku siswa dapat terpantau dengan efektif dan efisien sehingga berdampak pada perbaikan dan perubahan perilaku siswa yang menjadi semakin lebih baik dan berakhlak.
Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Untuk Hidup Sehat pada Masa Menopause Dwi Rosella Komala Sari
WARTA LPM WARTA Volume 13., No. 1., Maret 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v13i1.3209

Abstract

Daftar Isi & Kata Pengantar Agus Triyono
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i1.13429

Abstract