Articles
447 Documents
Penerapan Mesin Pemarut Singkong untuk Meningkatkan Produktivitas Usaha Makanan Tradisional “Gebleg” di Kota Magelang
Rany Puspita Dewi;
Sri Hastuti;
Herru Santosa Budiono
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v24i2.12617
Kampung Meteseh Jayengan terletak di Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang, yang berlokasi sekitar 3,5 Km dari pusat kota Magelang. Sebagian besar warga masyarakat kampung Meteseh Jayengan, Kelurahan Magelang memiliki usaha produksi makanan tradisional. Sebagian besar proses produksi jajanan tradisional masih dilakukan tanpa mesin, sehingga tidak efektif secara waktu. Tujuan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu untuk meningkatkan kapasitas produksi makanan tradisonal “gebleg”, salah satunya usaha milik Bu Murdinah. Kegiatan PKM di Meteseh Jayengan, Kelurahan Magelang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap awal adalah observasi dengan melakukan survei lapangan untuk memperoleh data dokumentasi dan dilanjutkan diskusi dengan Bu Murdinah sebagai stakeholder. Tahap kedua adalah tahap pengembangan solusi melalui penerapan teknologi tepat guna yaitu mesin pemarut singkong. Hasil kegiatan PKM adalah berupa mesin pemarut singkong yang memiliki kapasitas 30 kg/hari dengan daya 20 watt. Melalui penerapan mesin pemarut singkong yang dibuat dapat meningkatkan kapasitas produksi yang semula hanya 15 kg/hari menjadi 30 kg/hari. Taraf hidup masyarakat Meteseh Jayengan, Kelurahan Magelang juga meningkat dengan meningkatnya pendapatan hingga 100%.
PAKOM PELATIHAN PENGOPERASIAN KOMPUTER BAGI PERANGKAT DESA DI KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR
Hernawan Sulistyanto
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 20, No. 2, September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v20i2.4757
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan motivasi, pengetahuan dan ketrampilan/keahlian dasar dalam penguasaan teknologi komputer dan informasi guna meningkatkan skill dan kompetensi perangkat desa dalam dunia kerja melayani masyarakat. Khalayak sasaran pengabdian adalah golongan usia produktif, yaitu para perangkat desa di Desa Tuban Kecamaatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian yang berbentuk pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, latihan, dan tanya-jawab. Metode ceramah digunakan untuk mengaktivasi semangat guna meningkatkan motivasi belajar para perangkat sekaligus digunakan untuk menjelaskan konsep teknologi komputer. Metode demonstrasi dipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja dan pembelajaran, yaitu tahap-tahap pengoperasian komputer termasuk diantaranya cara pengoperasian Windows dan Microsoft Office. Sementara itu, metode latihan digunakan untuk mempraktekkan cara merakit mrngoperasikan beberapa aplikasi yang akan dipelajari. Sedangkan metode tanya-jawab memberikan kesempatan pada para peserta untuk berkonsultasi dalam mengatasi kendala-kendala yang muncul selama instalasi proses pelatihan dan pembelajaran program-program komputer.Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan maka dapat diambil kesimpulan bahwa hampir seluruh peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan komputer yang diadakan dengan diindikasikan para perangkat desa setelah pelatihan berakhir mampu memahami dan mempraktekan dengan baik seluruh materi yang disampaikan selama kegiatan pengabdian. Sebuah kendala yang muncul adalah keterbatasan alat peraga dan praktek yaitu perangkat komputer yang terbatas sehigga mengakibatkan pelaksanaan kegiatan belum bisa berjalan maksimal.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) DI SDN SAMBIGEDE 03
Arnelina Dwi Yasa
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v21i2.6027
Guru yang profesional harus memiliki dasar ilmu pengetahuan dan teknologi, metodologi yang efektif, selalu berusaha mengasah kompetensi melalui pelatihan dan kemauan belajar seumur hidup, kegemaran membaca buku, serta kegiatan penelitian. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran guru wajib melaksanakan PTK dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan guru SDN Sambigide 03 dalam menyusun proposal dan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas melalui program pelatihan dan pendampingan penyunsunan PTK di sekolah.Berdasarkan hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa Pengabdian yang dilakukan di SDN Sambigede 03 telah berjalan dengan baik. Kegiatan dimulai dengan pretest, kemudian penyampaian materi Penelitian Tindakan Kelas dengan metode ceramah, diskusi, latihan praktek pembuatan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan diakhiri dengan post test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang pembuatan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebesar 19,46%. Terdapat perbedaan penguasaan konsep tentang PTK sebelum dan setelah diberikan pelatihan dan pendampingan. Ada delapan guru yang memperoleh skor sedang dan tujuh guru mendapat skor tinggi untuk penguasaan konsepnya. Sehingga, dapat dikatakan kegiatan pelatihan dan pendampingan penyunsunan proposal PTK dikatakan berhasil karena nilai N-Gain skor dalam kategori sedang dan tinggi. Kata kunci: Proposal PTK , SDN Sambigide 03
PENYAKIT JIWA DI KOMUNITAS
Arum Pratiwi;
Abi Muhlisin;
Agus Sudaryanto;
Sahuri Teguh kurniawan
WARTA LPM WARTA Volume 18, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v18i2.1946
PAKOM activities purpose to help resolve the community problem about sufferingfrom mental illnes. Patients recovering from a mental disorder burden in the family,another result was isolated by society because they considered dangerouse. PAKOMwas conducted in a Nguter village of Sukoharjo district. These problems possibilitycan be solved with build up the community mental health center. The purpose of thisactivity is to create the community mental health center as a first home base andrehabilitation services the mental illness in a community. Base on the health centerare expected the mentally ill patients able to socialize with the community, engagingin activities in the community, as a result the patient’s quality of life better and impactto the decreasing recurrence rate level mental disorders in the community.
Penggabungan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Kendal Menuju Pengelolaan Pendidikan yang Efisien
Muhdi Muhdi;
Nurkolis Siri Kastawi;
Yovitha Yuliejantiningsih;
Sunandar Sunandar
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 23, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v23i2.9911
Kabupaten Kendal mencakup 20 kecamatan dan memiliki 551 SDN (Sekolah Dasar Negeri). Total guru di Kabupaten Kendal sebanyak 5.452 orang terdiri dari guru kelas 3.471 orang, guru mata pelajaran 1.410 orang, dan kepala sekolah 571 orang. Banyak SDN di Kabupaten Kendal kekurangan peserta didik dan banyak guru yang belum memenuhi beban mengajar. Hal tersebut mengakibatkan penyelenggaraan pendidikan tidak efisien. Maka tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui: (a) kondisi satuan pendidikan di SDN, (b) kondidi guru di SDN, dan (c) efisiensi pengelolaan pendidikan di SDN. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu analisis data pokok pendidikan, diskusi terpumpun untuk verifikasi dan penentuan sekolah yang digabung, dan diskusi terpumpun untuk membuat kebijakan daerah tentang penggabungan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa: (a) kondisi satuan pendidikan tidak merata karena mayoritas (71%) SDN termasuk katetori sekolah sangat kecil (44%) dan sekolah kecil (27%); (b) kondisi guru kelas mengalami kelebihan di 73% SDN dan guru PNS mendominasi yaitu 66%; dan (c) pengelolaan SDN belum efisien dilihat dari rasio guru siswa karena 76% belum memenuhi aturan, rasio guru kelas dengan rombongan belajar tidak efisien karena 73% SDN kelebihan guru kelas, dan sebanyak 21% guru belum bekerja sesuai dengan regulasi. Berdasarkan hasil pengabdian ini disarankan untuk segera disahkan regulasi guna mengatur agar penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Kendal yang lebih efisien.
KAJIAN PSIKOLOGI BELAJAR: MENGUKIR PRESTASI MELALUI PENGENALAN DIRI DAN OPTIMALISASI POTENSI
Eny Purwandari
WARTA LPM WARTA Volume 10, Nomor 1, Maret 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v10i1.3213
Self knowledge is a process which must be conceded by everyindividual. In this process, it is likely that an individual knows his strengthand weakness. The strength does not always cause benefit, on the otherhand the weakness does not always cause a misplace. However, if bothof them are managed well, it will cause something extraordinary. Thestudent has to know his self knowledge to get the best achievement. Someof the things that should be considered are: style of learning, emotionand the ways of life orientation. For the students of MAN I Sragen, thelearning style tends to be auditory. They manage their emotion well enough,and their ways of life are focused on three things namely: spirit, familyharmony, and achievement. Based on the result of social service, thestudents and the teachers have to use and maximize it well so that theirpositive potential can be optimized and developed well either individuallyor collectively in the educational institution.
Pendampingan Promosi Digital SMA Muhammadiyah Piyungan untuk Meningkatkan Jumlah Pendaftar di Masa Pandemi Covid 19
Erwan Sudiwijaya;
Ayu Amalia
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v24i2.12206
Kemunculan Peraturan Mendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) pada pasal 16 menyebutkan bahwa pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui jalur zonasi sebesar 90% dari daya tampung. Kondisi ini ditambah dengan Pandemi Covid 19 yang berdampak langsung pada menurunnya jumlah pendaftar di SMU Muhammadiyah Piyungan, salah satu penyebabnya ditengarai karena aktivitas promosi fisik yang menurun karena pemberlakukan pembatasan fisik. Hal ini berimbas pada menurunnya jumlah pendaftar di SMA Muhammadiyah Piyungan, saat ini total peserta didik di tahun 2019/2020 berjumlah 60 orang. Oleh karena itu guru-guru pengelola SMA Muhammadiyah Piyungan berinisiatif untuk mengubah format sekolah mereka agar memiliki kekhasan, yaitu sebagai Muhammadiyah Boarding School dan menyasar target siswa yang lebih luas yaitu dari luar kota. Namun masih terkendala dalam mempromosikan secara digital pada calon siswa dan orang tua siswa. Dalam upaya menyelesaikan permasalahan mitra yang sudah dirumuskan di atas, maka kami merencanakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menyusun strategi promosi digital. Tahap-tahapan metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah 1) analisis kebutuhan dan situasi; 2) perencanaan dan pengembangan sistem informasi; 3) pengenalan dan pelatihan sistem informasi; dan 4) evaluasi hasil pelatihan. Kegiatan PKM ini menghasilkan sebuah sistem informasi berupa website yang terintegrasi dengan instagram, peningkatan keahlian yang dimiliki oleh guru dan tenaga pendidik dalam mengelola dan mengembangkan promosi digital dan seperangkat PC All in One sebagai alat pendukung pengelolaan promosi digital. Dengan demikian diharapkan SMA MBS Muhammadiyah Piyungan dapat dikenal lebih luas dan peminatnya pun meningkat.
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI SEBAGAI SOLUSI KONFLIK PADA HUBUNGAN REMAJA DAN ORANG TUA DI SMK BATIK 2 SURAKARTA
Rina Sari Kusuma
WARTA LPM WARTA LPM Vol. 20, No. 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v19i3.3642
Semakin baik komunikasi keluarga, semakin jarang remaja melakukan kenakalan. Efek positifnya adalah remaja merasa ada yang peduli dengan masalah, kehidupan, dan masa depannya. Sebaliknya, semakin jarang komunikasi di dalam keluarga, maka semakin tinggi pulalah remaja melakukan kenakalan. Hal ini terjadi karena keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Keluarga adalah dasar bagi kemanusiaan masyarakat. Remaja yang sering memiliki konflik tak terselesaikan dengan orang tuanya berada pada resiko yang tinggi untuk melakukan kenakalan. Adanya konflik di dalam keluarga membuat remaja kehilangan pengalaman personalnya, yang penuh cinta dan adanya tempat bernaung. Konflik terjadi ketika kedua belah pihak mengalami ketidaksepakatan mengenai suatu hal. Ketika hal itu terjadi maka keahlian resolusi konflik perlu untuk mengatasi perbedaan dan tetap menjalin hubungan yang positif. Ketika komunikasi dan solusi konflik dilihat sebagai sebuah masalah, maka kita harus merujuk pada adanya masalah di dalam hubungan antar pribadinya. Kemampuan untuk menyelesaikan konflik penting bagi semua tahapan perkembangan manusia, karena dapat mengarah pada hubungan yang produktif dan harmonis.
WEBSITE SEKOLAH UNTUK MENUNJANG PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA
Heru Supriyono;
Reza Benarivo;
Muamaroh Muamaroh
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 22, No. 1, Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v21i2.6671
One of the main problems faced by SMP Muhammadiyah 10 Surakarta is how to attract new students to register. Manual promotion based on leaflets and brochures currently used by the school is among the root of problems that make school only recognized by the society around the school in the restricted geographical area. Another obstacle for the community is the manual registration process for new students, which require the prospective student to come to the school. In this publication, internet technology was proposed to solve these two problems. The objectives of the community services are to widen the promotional scope of SMP Muhammadiyah 10 Surakarta and to enable the prospective student to register online via the school website. The activities of the community services are involving purchasing a web domain for school standard, hosting the website, training for administrator, and evaluation from the society. The results of the community services include school website, and the teacher has been trained as an administrator. Assessment from the society results showed that 74.68% of respondents provided positive feedback that the site is satisfying and beneficial.Keywords: PPDB online, school, website
Bimbingan Teknis Perencanaan Partisipatif Pembangunan Desa di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar
Aguswan Aguswan;
Trio Saputra;
Widia Astuti;
Eka Eka;
Syofian Syofian
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 23, No. 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v23i1.9680
Kecamatan XIII Koto Kampar merupakan wilayah pinggiran yang bertetangga dengan kabupaten Lima Puluh Koto provinsi Sumatera Barat. Lokasi daerah ini terletak paling ujung di sebelah barat Kabupaten Kampar, sehingga beberapa permasalahan teknis di lapangan. Permasalahan itu antara lain: (1) pengaturan tapal batas Desa; (2) belum tersedia profil desa di Kecamatan XIII Koto Kampar; (3) kemampuan aparatur desa dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat desa yang masih belum maksimal, sehingga pemenuhan kebutuhan pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masarakat desa kurang tercapai; dan (4) penyusunan perencanaan desa dan penetapan prioritas pembangunan desa yang tidak tepat sasaran, disebabkan kurangnya data dan informasi yang disediakan oleh desa. Berdasarkan uraian di atas, untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan, pembangunaan dan pelayanan kepada masyarakat, maka perlu dilakukan kegiatan pemberdayaan pimpinan desa beserta perangkatnya yakni dengan menyelenggarakan bimbingan teknis perencanaan partisipatif pembangunan desa di Kecamatan XIII Koto Kampar kabupaten Kampar. Metode participatory Rural Apraisal (PRA) yang diperkuat dengan Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk memperkuat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pemamfaatan dan evaluasi pembangunan Desa. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil berupa terwujudnya penguatan organisasi dan manajemen desa, peningkatan kemampuan aparatur dalam penyusunan perencanaan desa, terlaksananya kepemimpinan partisipatif Kepala Desa dan peningkatan pelayanan prima di tingkat Desa.