cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Biomedika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
PENGARUH SELF-HYPNOSIS TERHADAP INTENSITAS NYERI DAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA PENDERITA OSTEOARTRITIS Chandra Irawan; Aris Sudiyanto; Mohammad Fanani
Biomedika Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v11i1.6606

Abstract

Arthritis or rheumatism in the elderly (called osteoarthritis) is chronic and can not be recovered. Pain becomes the main symptoms of osteoarthritis joints experience. The pain can disrupt motor function, sleep disorders and psychological stress. Nowadays, the treatment for elderly with osteoarthritis pain therapy is to pharmacotherapy. Due to psychological disorders such as anxiety and depression play a role in the recurrence of pain, then there is a complementary therapy intervention that is self-hypnosis. Self-hypnosis (as a complementary therapy) popular and familiar because it is easy to do, inexpensive and can be done at home independently. The aimed of this study was to find out whether there is any influence of self-hypnosis on the pain intensity and level of anxiety elderly with osteoarthritis.This study was a quantitative research in the form of quasi experimental randomized pretest-posttest control group design, intervention module using self-hypnosis to reduce pain intensity and level of anxiety elderly with osteoarthritis. This study was approved by the hospital ethics committee. The result of this study was a significant difference in the value pretest and posttest group treated osteoarthritis pain and anxiety elderly. The mean value of NRS (pain) treatment group pretest posttest 1,47 ± 0.57 and 0.97 ± 0.72 with p = 0.001 0.05. The mean value of TMAS (anxiety) treatment group pretest amounted to 13.13 ± 2.27 posttest 10.93 ± 3.35 with p= 0.000Keywords: Self-Hypnosis, Pain Intensity, Level Of Anxiety, The Elderly With Osteoarthritis.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT DM DENGAN PENGENDALIAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DM TIPE II DI RSU PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Ananda Asriany Perdana; Burhannudin Ichsan; Devi Usdiana Rosyidah
Biomedika Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v5i2.265

Abstract

The level of DM knowladge with blood glucose controll was instrument to help diabetic patients did the management of diabetes. Diabetic patients who had more and better informations about DM, than they changed their life style, that could controll their disease. So, they would have longer and better live. This research was observational analytic research with cross sectional approach. The sample was 33 diabetic patients who cared their disease in RSU PKU Muhammadiyah Surakarta and who had ful lled the predeterminated criteria, it was taking with the purposive sampling technique. The research instrument used the level of DM knowladge quesioner and medical record. From the statistical calculation, it was obtained that P value = 0,042. It could be concluded that there was signi cant the relationship between the level of DM knowladge with blood glucose controll of type 2 diabetic patients. Pasients who had high level knowladge would have good blood glucose controll.Key Words : Level Knowladge, Diabetes Melitus of Type 2, Blood Glucose
DAMPAK PEMBERIAN JUICE BUAH NAGA MERAH PADA PERUBAHAN KARDIORESPIRASI DALAM AKTIVITAS FISIK MAKSIMUM Hafiz Anugrah Mursyid; Gusbakti Rusip
Biomedika Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v13i1.10643

Abstract

ABSTRAKAktifitas fisik berkontribusi terhadap stress oksidatif yang dapat mengakibatkan penurunan antioksidan sehingga mempengaruhi kebugaran fisik. Antioksidan diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan stress oksidatif. Telah diketahui kandungan buah naga merah kaya antioksidan berguna untuk menetralkan stress oksidatif yang terjadi akibat aktifitas fisik. Salah satu cara menilai kebugaran fisik seseorang dengan mengukur nilai VO2 max dan denyut nadi pemulihan. Jenis penelitian adalah quasi experimental dirancang dengan pre – post control group design. Populasi dan sampel penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU sebanyak 32 orang yang memenuhi kriteria dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol selama 4 minggu. Dilakukan pengukuran VO2 max dan denyut nadi pemulihan. Penelitian ini menunjukkan hasil yang signikan didapati nilai VO2 max sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai p = 0.004 (p0.05) dan denyut nadi pemulihan sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai rerata dari 80 per menit menurun menjadi 75 per menit. Kesimpulan penelitian, bahwa dengan pemberian jus buah naga merah mempunyai pengaruh terhadap peningkatan fungsi kardiorespirasi, dengan demikian tentunya dapat menunjukan tingkat kebugaran fisik lebih baik.Kata kunci: Buah Naga Merah, VO2 max, Denyut Nadi Pemulihan ABSTRACTPhysical activity contributes to oxidative stress which can result in a decrease in antioxidants that affects physical fitness. Antioxidants are needed by the body to neutralize free radicals and prevent damage to oxidative stress. It is known that the content of antioxidant-rich red dragon fruit is useful for neutralizing oxidative stress triggered by physical activity. One way to assess one's physical fitness is by measuring the VO2 max value and recovery pulse rate. This study was a quasi-experimental study with pre-post test only group design. Research subjects were 32 students, which were divided into 2 groups, the treatment and control group for 4 weeks. VO2 max and recovery pulse measurements were taken. This study showed increased found VO2 max values before and after treatment p = 0.004 (p0.05) and the recovery rate before and after treatment with a value means of 80 per minute decreased to 75 per minute. Ingestion juice red dragon fruit has an increasing function cardiorespiration, thus certainly can show a better level of physical fitness                                                                                          Keywords: Red Dragon Fruit, VO2 max, Recovery Pulse
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH LEUNCA (SOLANUM NIGRUM L.) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI DAN ANOPHELES ACONITUS Reisya Tiara Kandita; Riandini Aisyah; Wulandari Berliani Putri
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i2.1898

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus merupakan beberapa vektor penting pada penyakit tropis di Indonesia, antara lain seperti penyakit demam berdarah dan malaria. Salah satu cara pemberantasan nyamuk yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida kimiawi yang bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa juga menimbulkan permasalahan tersendiri yaitu timbulnya resistensi nyamuk dan efek toksik pada manusia. Oleh karena itu, diperlukan insektisida alternatif yang lebih aman terhadap lingkungan yang berasal dari tanaman. Salah satunya dengan menggunakan ekstrak buah Leunca (Solanum nigrum). Buah Leunca mengandung glikoalkaloid yang beracun. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak buah Leunca mempunyai potensi sebagai insektisida alami terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan true experimental-post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi ekstrak 20%, 40%, 60%, dan 80% dan nyamuk Anopheles aconitus dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 20% dan 40%. Dilakukan penyemprotan pada glass chamber kemudian diamati sampai 20 menit, setelah itu nyamuk dipindah ke dalam paper cup dan diamati selama 24 jam. Pengulangan dilakukan sebanyak empat kali. Uji yang digunakan adalah uji Oneway Anova dengan nilai p 0,05 dan analisis probit.Hasil uji Oneway Anova diperoleh nilai signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah Leunca memiliki efek insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus. Hasil analisis probit nyamuk Aedes aegypti LC50 terletak antara 69,890% dan 156,417% dengan estimasi 91,128% dan LC90 terletak antara 337,934% dan 5842,532% dengan estimasi 785,398%, sedangkan nyamuk Anopheles aconitus LC50 terletak antara 19,809% dan 33,570%. Dengan estimasi 24,767% dan LC90 terletak antara 96,540% dengan 450,875% dengan estimasi 169,046%. Peneliti menyimpulkan bahwa ekstrak buah Leunca (Solanum nigrum L.) memiliki efek insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi 80% dan Anopheles aconitus dengan konsentrasi 40%.Kata Kunci: Ekstrak buah Leunca (Solanum nigrum), insektisida, Aedes aegypti, Anopheles aconitus
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN D3 (CALCITRIOL) TERHADAP KADAR TGF β1 DAN IL-6 PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK STADIUM V Rahma Anindita; Bambang Purwanto; Sugiarto Sugiarto
Biomedika Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i1.4341

Abstract

Penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien PGK adalah insiden kardiovaskuler yang didasari oleh proses aterosklerosis. Penurunan kadar TGF-β1 dan IL-6 dengan kalsifikasi vaskuler yang selanjutnya berkembang menjadi plak arteriosklerotik. Vitamin D menekan pada jalur aktivasi NF-ĸB sehingga mempunyai sifat anti inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi vitamin D terhadap kadar TGF-β1 dan IL-6 pada pasien penyakit ginjal kronik stadium v yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen dengan randomisasi, sampel 30 orang, dibagi menjadi kelompok kontrol diberikan plasebo dan perlakuan diberikan calcitriol 1x0,5 μg peroral selama 4 minggu. Analisis statistik menggunakan SPSS 22for windows. Karakteristik penelitian yang berupa variabel kualitatif, uji homogenitas dilakukan menggunakan uji Chi Square. Uji beda dua rerata menggunakan uji t dengan signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pemberian calcitriol 1x0,5 μg peroral jika dibandingkan placebo secara bermakna menurunkan kadarTGF-β1 (-1672,64±4217,61vs 7539,95±6435,86; p = 0,001), dan menurunkan kadar IL-6(- 1,45±3,14vs 4,20±2,83; p = 0,001). Pemberian suplementasi vitamin D dapat menurunkan kadar TGF-β1 dan menurunkan kadar IL-6 pada pasien penyakit ginjal kronik stadium V yang menjalani hemodialisis Kata kunci: Vitamin D, TGF-β1, IL-6, Penyakit Ginjal Kronis
KUALITAS JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR SECARA MIKROBIOLOGI DI KECAMATAN KOTO TANGAH PADANG SUMATERA BARAT Rahmawita Rahmawita; Dwi Hilda Putri; Linda Advinda
Biomedika Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v10i2.7020

Abstract

ABSTRAKPangan jajanan merupakan sarana bagi anak-anak dalam pemenuhan kebutuhan kecukupan gizi, tetapi juga berisiko menimbulkan keracunan jika tidak higienis. Menurut Undang–Undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan menyatakan bahwa keamanan pangan adalah usaha mencegah pangan dari kontaminasi biologis, kimia dan fisik. Laporan kasus kejadian luar biasa (KLB) yang dikeluarkan oleh BPOM tahun 2016 menyatakan bahwa 16,35% keracunan makanan di Indonesia berasal dari pangan jajanan di sekolah dan sebanyak 42,14%  berasal dari jajanan yang dibuat dari pangan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menguji kualitas  jajanan anak sekolah dasar secara mikrobiologi di Kecamatan Koto Tangah Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengidentifikasi mikroba patogen dalam jajanan yang di jual pada 19 Kantin Sekolah Dasar pada bulan Maret hingga April 2018. Total sampel yang dapat disampling sebanyak 49 sampel. Pengambilan sampel dilakukan pagi hari hingga menjelang jam istirahat siang. Sampel yang disampling dari kantin dibagi dalam tiga bentuk yaitu jajanan kering, jajanan basah dan minuman yang diberi es batu. Hasil penelitian dengan ditemukannya S.aureus pengkontaminasi pada 1 sampel (2,04%) dari jajanan kering dan E. coli sebanyak 3 sampel (6,12%) dari minuman yang diberi es batu, dan bakteri jenis lain sebanyak  91.82 %.Kata kunci:  Kualitas Mikrobiologi, Jajanan Anak Sekolah, Mikroba Patogen Pengkontaminan. ABSTRACTSchool Children Food (SCF) played an important role in providing nutrient intake of children nutritional  needs, in the other hand, it may has a risk of poisioning if unhygienic. According to the Law of Republic Indonesia number 18 of 2012 on food states that food security is an attempt to prevent food from biological, chemical and physical contamination. Report on Outbreaks issued by BPOM in 2016 states that 16.35% of food poisoning in Indonesia caused by contaminated SCF, and as much as 42.14% caused by contaminated of household SCF. The aim of this study is to test the microbiological quality of Elementay SCF in Sub-district Koto Tangah Padang. This descriptive research would like to identify pathogenic microbial in SCF which sold at 19 elementary school canteen during periode of time March to April 2018. The total samples are 49. Time of sampling conducted from morning until right before lunchtime. The samples categorized into three forms which are dried, wet and ice-cubed drinks. The result showed that one sample (2.04%) of dried SCF was contaminated by S. aureus, three samples (6.12%) of Iced-cube drinks was contaminated by E.coli and the rest (91.82%) was contaminated by other bacteria. Keyword: Microbiological Quality, School Children Food, Pathogenic Bacteria.
PERBANDINGAN PEMBERIAN BUFFERED PEHAKAIN DENGAN FRESHLY MIXED LIDOKAIN- EPINEFRIN PADA PERSEPSI NYERI KARENA INFILTRASI ANESTESI LOKAL Ratih Pramuningtyas
Biomedika Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v4i2.256

Abstract

Over the last decade, there has been a rise in the number of surgical procedures being perfomed under local anethesia. The infiltration of the local anesthetic is the most painful part of this procedures, and pain associations can develop into avoidance behaviors in future procedures. Several techniques were used to reduce the pain of local anesthetic infiltration. The objective of this study is comparing the effect of Buffered Pehacaine versus freshly mixed lidocaine-epinephrin in reducing the pain of local anesthetic infiltration. Six subject were recruited for this study. Each subject was received 2 kind of treatment. Subject rated pain using Visual Analog Score. Pain score were compared using paired t test. Sixty seven percent (67%) subjects reported that pain of infiltration was lower in Buffered pehacaine than freshly mixed lidocaine-epinephrine. The difference was not statistically significant. There are no significant difference between Buffered Pehacaine versus freshly mixed lidocaine-epinephrin in reducing the pain of local anesthetic infiltrationKeywords : local anesthetic infiltration, lidocaine, pehacaine
ANTIFUNGAL EFFECTIVENESS OF CACAO BEAN SHELLS EXTRACT (Theobroma cocoa L.) ON TRICHOPHYTON RUBRUM GROWTH IN VITRO Chintya Mei Desia Hutasoit; Yuni Setyaningsih; Andri Pramono
Biomedika Vol 12, No 2 (2020): Biomedika Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v12i2.10176

Abstract

ABSTRACTTrichophyton rubrum is the most common dermatophytosis etiology. The antifungal agent has several problems such as fungal resistance and therapy side effects. Cacao (Theobroma cocoa L.) bean shells extract contained flavonoids, alkaloids, and saponins which have an antifungal effect. This study aimed to test the in vitro cacao bean shells extract antifungal (especially: Trichophyton rubrum) effectiveness by agar well diffusion method. This was an experimental study with a post-test only control group design. This study used cacao bean shells extract concentration 25%, 50%, 75%, and 100%, ketokonazol as positive control, and aquadest as negative control. The average inhibition diameter of 25%, 50%, 75% and 100% cacao bean shells extract concentration were 10.65 mm, 18 mm, 26.92 mm, and 37.22 mm, respectively, while the ketoconazole inhibition diameter was 51.52 mm. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test and post hoc with Mann-Whitney. The results showed significant differences between each treatment group (p0.05). Cacao bean shells extract had an antifungal effect in inhibiting the growth of Tricophyton rubrum invitro.Keywords: Trichophyton rubrum, Cacao Bean Shells, Antifungal, Agar Well Diffusion Method,  ABSTRAKTrichophyton rubrum adalah penyebab paling umum dermatofitosis. Obat dermatofitosis (antijamur) memiliki beberapa masalah seperti resistensi dan efek samping terapi. Ekstrak cangkang biji kakao (Theobroma cocoa L.) mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin yang memiliki efek antijamur. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas antijamur (khususnya Trichophyton rubrum) ekstrak cangkang biji kakao secara in vitro dengan metode difusi agar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan konsentrasi ekstrak cankang biji kakao 25%, 50%, 75%, dan 100%, ketokonazol sebagai kontrol positif, dan aquadest sebagai kontrol negatif. Rata-rata diameter hambat konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%  secara berturut-turut yaitu: 10,65 mm, 18 mm, 26,92 mm, dan 37,22 mm, sedangkan daya hambat ketoconazole adalah 51,52 mm. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan post hoc dengan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara masing-masing kelompok perlakuan (p 0,05). Ekstrak cangkang biji kakao memiliki efek antijamur dalam menghambat pertumbuhan Tricophyton rubrum invitro.Kata kunci: Trichophyton rubrum, Anti-jamur, Cangkang Biji Kaka, Metode Difusi Sumuran Agar
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN TERJADINYA OSTEOARTRITIS LUTUT PADA LANSIA KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA Annas Syahirul Nugraha; Sigit Widyatmoko; Safari Wahyu Jatmiko
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i1.1587

Abstract

Prevalensi osteoartritis di Indonesia mencapai 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita. Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Obesitas adalah kelebihan berat badan melebihi berat normal. Obesitas menjadi faktor risiko osteoartritis lutut karena terjadi penambahan berat badan yang mengakibatkan sendi lutut bekerja lebih keras. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan osteoartritis antara lain bertambahnya usia, jenis kelamin, genetik, dan pekerjaan. Jenis penelitian termasuk analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 50 yang terdiri dari 25 lansia dengan obesitas dan 25 lansia tidak obesitas. Instrumen yang digunakan pada penelitian antara lain timbangan berat badan, alat pengukur tinggi badan dan kriteria osteoartritis sendi lutut berdasarkan American College of Rheumatologi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan program SPSS versi 22 berbasis windows. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji chi-square didapatkan hasil p = 0,001 (p0,005), yang berarti terdapat hubungan obesitas dengan terjadinya osteoartritis lutut pada lansia di Laweyan Surakarta.Kata kunci: Obesitas, Osteoartritis, Lansia.
PERBEDAAN TINGKAT DEFISIT NEUROLOGIS PADA STROKE ISKEMIK LESI HEMISFER KIRI DAN KANAN Muhamad Prayoga; Ani Rusnani Fibriani; Nining Lestari
Biomedika Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i2.2916

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di negara maju dan ketiga terbanyak di Negara berkembang. Stroke akan menyebabkan defisit neurologis yang berbeda-beda tergantung kepada daerah otak yang terganggu.Terdapat perbedaan anatomi dan fisiologi dari hemisfer kiri dan kanan sehingga apabila terjadi kerusakan maka akan terjadi perbedaan outcome pada masing-masing hemisfer. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Bagian Rekam Medik RS X Surakarta pada bulan November-Desember 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan 58 sampel penderita stroke iskemik, terdiri atas 29 sampel lesi hemisfer kiri dan 29 sampel lesi hemisfer kanan. Pada penelitian ini diperoleh rerata NIHSS Stroke iskemik lesi hemisfer kiri sebesar 11,9655 dengan simpang baku (± 3.417) dan stroke iskemik lesi hemisfer kanan sebesar 7,9655 dengan simpang baku (± 2,211). Hasil uji statistik uji Mann Whitney nilai signifikansi p = 0,001 (p0,05). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat defisit neurologis pada stroke iskemik lesi hemisfer kiri dan kanan. Tingkat defisit neurologis lesi hemisfer kiri lebih tinggi dari pada lesi hemisfer kanan. Kata kunci : stroke iskemiklesi hemisfer kiri dan kanan, NIHSS, defisit neurologis.

Filter by Year

2009 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2022): Biomedika Agustus 2022 Vol 14, No 1 (2022): Biomedika Februari 2022 Vol 13, No 2 (2021): Biomedika Agustus 2021 Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021 Vol 12, No 2 (2020): Biomedika Agustus 2020 Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020 Vol 11, No 2 (2019): Biomedika Agustus 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Online First More Issue