cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram Dan Jamur Merang Pada Media Alternatif Tepung Biji Jewawut Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Suparti Suparti; Zaimatu Sholihah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.13942

Abstract

Karbohidrat merupakan nutrisi yang paling dibutuhkan miselium jamur untuk tumbuh. Tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kentang untuk pembuatan bibit F0. Kentang mengandung  19,10 g karbohidrat, sedangkan tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat sebesar 68,32 g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang yang ditumbuhkan pada media tepung jewawut dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi media tepung biji jewawut dan jenis jamur. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rerata pertumbuhan miselium jamur terbaik pada J2T2 (Konsentrasi tepung biji jewawut 15%, indukan jamur merang) yaitu dengan diameter 3,1 cm dan miselium yang rapat. Sedangkan rerata pertumbuhan miselium jamur terendah pada J1T3 (Konsentrasi tepung biji jewawut 20%, indukan jamur tiram) dengan miselium yang tidak mengalami pertumbuhan.
Review: Fitokimia genus Baccaurea spp. Gunawan Gunawan; Tatik Chikmawati; Sobir Sobir; Sulistijorini Sulistijorini
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i2.2488

Abstract

Genus BaccaureaLour. adalah salah satu anggota dari famili Phyllanthaceae, merupakan genus yang cukup besar dengan anggota mencapai 43 spesies. Pada pengobatan tradisional genus Baccaurea telah dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati  sembelit, pembengkakan pada mata, radang sendi, abses, sakit perut, memperlancar haid serta buang air kecil. Beberapa anggota genus Baccaureamemiliki potensi sebagai tumbuhan obat karena mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, karotenoid, antosianin, tanin, asam rosmarinik dan fenolik. Kandungan metabolit sekunder tersebut berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, antimikroba, antidiabetes, antiinflamasi, antitripanosoma. B. ramiflora, B. lanceolata, B. macrocarpa, B. angulata, B. motleyana, B. brevipes, B. hookeri, B.recemosa, B. sapida, B. polyneura, B.parviflora dan B.dulcis adalah anggota genus Baccaurea yang berpotensi sebagai tumbuhan obat.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL BUAH Syzygium polyanthum TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Agni Rimba Mawan; Sri Endah Indriwati; Suhadi Suhadi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i1.5934

Abstract

Buah salam (Syzygium polyanthum) memiliki manfaat sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak metanol buah Syzygium polyanthum terhadap pertumbuhan bakteri Escherchia coli. Ekstraksi dilakukandengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 40%, 60%, dan 80%, dengan tetracycline sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode one way anova, dilanjutkan dengan uji LSD (least signifiance diffrent). Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak buah Syzygium polyanthum berpengaruh signifian dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherchia coli(p 0,05). Konsentrasi 80% memiliki aktivitas paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherchia coli, yang tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 60% dan kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak metanol buah Syzygium polyanthum memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherchia coli
Risiko Pemanfaatan Air Baku POKMAIR Watumalang Melalui Tinjauan Cemaran Koliform Pujiyati Pujiyati; Prabang Setyono; Wiryanto Wiryanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9234

Abstract

Watumalang, Wonosobo, is a district with substantial spring utilization (60.66%). Limited management in quality of water utilization is considered a risk to health, especially from coliform contamination. The purpose of this study is to assess the risk of using raw water of POKMAIR group (spring users), specifically from the coliform aspect. The study was conducted primarily by water sampling and respondent questionnaires. Data analysis was performed descriptively and correlatively. The result shows that 71% of water samples did not meet the requirements as clean water from the coliform aspect. Utilization risk assessment shows that 37.5% of high-risk villages. Further analysis shows that the closest relationship to coliform was the ownership of sanitation facilities (r -0,381).
KEMAMPUAN FERMENTASI BAL DENGAN SUBSTRAT SUSU KACANG MERAH Luthfiana Indah Hastuti; Endah Retnaningrum
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8856

Abstract

The oligosaccharide content in red beans can be broken down with groups of microorganisms, namely lactic acid bacteria. This decomposition is done by the fermentation process. Lactic acid bacteria used in this study were Lactococcus lactis subsp. lactis NBRC 12007. This study aims to determine BAL Lactococcus lactis subsp. Lactis NBRC 12007 in the fermentation process of red bean juice and regulates the difference in quality by fermentation of UHT cow's milk with the same starter bacteria. Beginner Lactococcus lactis subsp. lactis NBRC 12007 was added 3% to the substrate of red bean extract and UHT cow's milk. Fermentation is carried out for 24 hours at 37oC. The results showed that the total cell, total acid, total protein, pH, antibacterial and physical values were much better and improved the quality of the fermented red bean extract substrate product compared to the fermentation with UHT cow's milk substrate.
PENANAMAN MANGROVE DI DALAM POT Sarno Sarno
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1577

Abstract

Jenis mangrove tertentu sangat menarik jika ditanam di dalam pot. Tulisan ini dibuat berdasarkan hasil percobaan dan pengenalan mangrove sebagai tanaman hias kepada masyarakat. Diharapkan dapat memberikan informasi dan inspirasi tentang pemilihan jenis dan prospek mangrove sebagai tanaman hias dalam pot. Pemilihan jenis mangrove tergantung kepada selera masing.masing. Selama ini belum banyak yang mencoba secara intensif untuk kepentingan bisnis, sehingga menjadi peluang yang prospektif. Pemanfaatan mangrove seyogyanya dilakukan dengan tetap memperhatikan pelestariannya.
POTENSI TANNIN PADA RAMUAN NGINANG SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI YANG RAMAH LINGKUNGAN Wulanda Setty Siamtuti; Renika Aftiarani; Zulvika Kusuma Wardhani; Nanang Alfianto; Indra Viki Hartoko
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5186

Abstract

Tannin merupakan senyawa molekul yang dihasilkam oleh tanaman dan berperan sebagai penolak nutrisi (antinutrient) dan penghambat enzim (enzyme inhibitor) sehingga mengakibatkan rendahnya hidrolisis pati dan menurunkan respons terhadap gula darah pada hewan. Zat aktif tannin potensial digunakan sebagai insektisida nabati. Ada beberapa jenis tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang dapat menghasilkan tannin, antara lain tanaman pinang, tanaman akasia, gabus, bakau, pinus dan gambir. Gambir biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk kegiatan nginang. Bahan-bahan pada nginang antara lain sirih, tembakau, gambir dan kapur sirih. Dalam rangka mengembangkan pertanian organik/ramah lingkungan insektsida organik sangat berpotensi untuk digunakan sebab aman untuk manusia dan binatang ternak dan dapat juga sebagai bahan pengawet alami serta selektif mengendalikan organisme pengganggu tanaman pada tanaman pangan yang sudah kebal terhadap bahan kimia sintetis. Tujuan program ini untuk menciptakan sebuah inovasi pestisida organik yang terbuat dari bahan ramuan nginang sebagai bahan utama dengan nama INSEKDUBANG (Insektisida Idu Abang). Penetapan tannin total equivalent tannic acid menggunakan metode uji berupa Spektrofotometri.
TINGKAT PLOIDI PAKU SAYUR (Diplazium esculentum) PADA KETINGGIAN YANG BERBEDA DI GUNUNG MERBABU, BOYOLALI, JAWA TENGAH, INDONESIA Anggun Wulandari; Rina Dian Rahmawati
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: March 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7981

Abstract

Pada tumbuhan paku sering terjadi fenomena poliploidi dan salah satu penyebab yang diduga dapat menimbulkan peristiwa poliploidi adalah suhu dingin. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ploidi paku sayur (Diplazium esculentum) pada ketinggian yang berbeda di Gunung Merbabu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Objek yang digunakan adalah tumbuhan paku Diplazium esculentum yang diambil dari ketinggian yang berbeda (±500 mdpl, ±1500 mdpl, dan ±2500 mdpl) di salahsatu gunung tinggi Indonesia, yaitu Gunung Merbabu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada ketinggian yang berbeda. Tumbuhan paku Diplazium esculentum yang berada pada ketinggian ±500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi diploid (2n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 54,2; pada ketinggian ±1500 mdpl menunjukkan hasil tipe sitologi triploid (3n) yang memiliki jumlah rata-rata kromosom adalah 80,533; sedangkan pada ketinggian ±2500 m dpl memiliki jumlah rata-rata kromosom sebanyak 105,333 dengan hasil tipe sitologi tetraploid (4n). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ploidi Diplazium esculentum pada masing-masing ketinggian di Gunung Merbabu.
DISTRIBUSI TEMPORAL ARTHROPODA PADA TUMBUHAN LIAR Centella asiatica L. DI KEBUN BIOLOGI FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Vica Dian Aprelia Resti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.870

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi temporal Arthropoda pada tumbuhan liar Centella asiatica L. di kebun Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode pengamatan yang digunakan diadaptasi dari Weisse dan Stettmer (1991) secara visual control dengan mengamati secara langsung serangga yang mengunjungi cuplikan tumbuhan liar. Pengamatan dilakukan pada titik cuplikan tanaman Centella asiatica L. masing-masing pada tiga tempat yang ditentukan berdasarkan jauh dekatnya dengan jalan setapak dan sumber air. Pada setiap titik dilakukan pengamatan terhadap Arthropoda yang berkunjung dengan cara pengamatan langsung dengan gradasi jarak pengamatan 2 meter dan dilakukan pada 3 periode pengamatan dan durasi 15 menit. Distribusi temporal Arthropoda pada tumbuhan Centella asiatica L. menunjukkan variasi yang berbeda-beda. Pola yang paling mencolok ditemui pada distribusi famili Formicidae. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan kapan waktu yang tepat dilaksanakannya Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam upaya menurunkan penggunaan pestisida kimiawi di lahan pertanian atau perkebunan.
Karakteristik Kulit Batang Pohon Inang Lichen di Bukit Bibi, Taman Nasional Gunung Merapi (The Bark Characteristics of Lichen Host Tree in Bukit Bibi, Taman Nasional Gunung Merapi) Puspita Ratna Susilawati
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11355

Abstract

Karakteristik kulit batang inang menjadi faktor penentu komunitas corticolous lichen. Beberapa jenis lichen menunjukkan preferensi terhadap karakteristik kulit batang tertentu. Informasi karakteristik kulit batang pohon inang sangat dibutuhkan dalam upaya konservasi terutama untuk red-listed lichen species. Namun penelitian dengan tema tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis pohon inang lichen di Bukit Bibi dan mendeskripsikan karakteristiknya. Pohon yang disampling adalah pohon yang ditumbuhi lichen di sepanjang jalur jelajah dengan diameter batang 20 cm DBH. Kulit batang yang disampling adalah kulit batang yang tidak ditumbuhi lichen dan terletak pada ketinggian 130 cm. Karakteristik fisik yang dianalisis meliputi tekstur, kelembaban substrat dan kapasitas menyimpan air sedangkan karakteristik kimia berupa pH. Pohon inang corticolous lichen di Bukit Bibi ada 17 jenis. Karakteristik kulit batang yang bervariasi yaitu tekstur halus sampai kasar dengan celah/ retakan yang dalam; kelembaban substrat antara 8,03% - 63,18%; kapasitas menyimpan air antara 56,06% - 153,33%; dan pH antara 5,05 - 5,89. The characteristics of the host tree bark became a determining factor for the corticolous lichen community. Several types of lichen showed a preference for certain bark characteristics. Information on characteristics of host tree bark was needed in conservation, especially for red-listed lichen species. However, research on this theme was still limited. This study was aimed to determine the diversity of species of lichen host trees in Bukit Bibi and to describe their characteristics. The sampled tree was a tree that was overgrown with lichen along the cruising path with a trunk diameter 20 cm DBH. Sampled bark was a bark that was not overgrown with lichen and was situated at a height of 130 cm. Physical characteristics analyzed included texture, substrate humidity, and water holding capacity while chemical characteristic was pH. There were 17 types of corticolous lichen host trees in Bukit Bibi. Varied bark characteristics were smooth to rough texture with deep cracks; substrate humidity between 8.03% - 63.18%; water storage capacity between 56.06% - 153.33%; and pH between 5.05 - 5.89.