cover
Contact Name
Laili Etika Rahmawati
Contact Email
ler211@ums.ac.id
Phone
+6282241511300
Journal Mail Official
jurnal.kls@ums.ac.id
Editorial Address
Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra KLS Department of Indonesia Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Department of Indonesian Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
ISSN : 08529604     EISSN : 25412558     DOI : https://doi.org/10.23917/kls
Language studies, covering sociolinguistics, psycolinguistics, translation, lexicography, comparative linguistics, computational linguistics, and anthropological linguistics.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1 (2010)" : 16 Documents clear
PERWUJUDAN PRINSIP KERJASAMA, SOPAN SANTUN, DAN IRONI PARA PEJABAT DALAM PERISTIWA RAPAT DINAS DI LINGKUNGAN PEMKOT BERBUDAYA JAWA Joko Prayitno, Harun
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.02 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memerikan realisasi TTDdalam kaitannya dengan perwujudan maksim-maksim dalam PKS, PSS, dan PI. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan ancangan sosiopragmatik. Penelitian dilakukan di lingkungan Pemkot Surakarta. Objek penelitian ini berupa perwujudan TTD yang digunakan oleh pejabat dalam konteks PKS, PSS, dan PI pada PRD. Sumber data penelitian meliputi keseluruhan individu yang mengepalai suatu badan, dinas, cabang dinas, kantor, kalurahan, instansi di lingkungan Pemkot Surakarta yang ditentukan secara purposive sampling dan criterion based selection. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dasar sadap dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap. Analisis dan interpretasi data dilakukan dengan teknik padan intralingual dan ekstralingual yang dilanjutkan dengan kerja analisissosiopragmatik means-end model Searle dan heuristik model Grice, skalakesantunan model Brown-Levinson, model Blum-Kulka, dan model Leech. Temuanpenelitian menggambarkan bahwa maksim-maksim PKS yang dikembangkan olehpejabat belatar belakang budaya Jawa ditampakkan melalui sub-submaksimkejelasan direktif, kebenaran direktif, kecukupan bukti, ketepatan direktif,ketidaktaksaan direktif, keruntutan strategi direktif. Kesantunan direktif lebihdidasarkan pada cara-cara kesantunan tak langsung, berpagar, dan pesimismedaripada dengan cara-cara meminimalkan paksaan, penghormatan, meminta maaf, dan impersonal, pernyataan-pertanyaan, isyarat halus. Strategi PI yangdikembangkan oleh pejabat di lingkungan pemkot berbudaya Jawa lebih banyakmengambil tempat di antara PKS dan PSS sehingga betuk ketidaktulusan,ketidaksabaran, pernyataan menggelikan, pernyataan mengecilkan, maupun bentuk cemooh halus ditampakkan melalui TTD yang seakan-akan sopan meskipunsejatinya tidak sopan.Kata Kunci: tindak tutur direktif, ekstralingual, ilokusi, maksim, pemarkah, sosiopragmatik.
ANALISIS PERCAKAPAN TERHADAP DRAMA KAPAI-KAPAI KARYA ARIFIN C. NOER Wiratno, Tri
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.833 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4369

Abstract

Artikel ini membahas analisis percakapan terhadap drama Kapai-Kapai karyaArifin C Nur, khususnys bagian II adegan 8. Drama ini dianalisis sebagai teks,bukan sebagai bentuk pementasan. Teori yang digunakan untuk menganalis tekstersebut adalah (1) Kerangka teori yang digunakan dalam analisis adalah: (1)prinsip-prinsip percakapan dalam ethnography of speaking milik Dell Hymes; (2)tata cara analisis percakapan Richards & Schmidt; Drew & Curl di bawah payung ethnomethodology oleh Malcolm Coulthard yang dipadu dengan prinsip-prinisptindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi Searle dan Levinson; dan (3) prinsip-prinsipdialog sebagai bentuk interaksi dalam drama yang dikembangkan oleh Vimala Herman. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis pecakapan sebagai salah satu bentuk analisis wacana memanfaatkan berbagai teori tidak saja dari pragmatik, tetapi juga dari sosiologi, sosiolinguistik, dan linguistik secara umum. Drama Kapai Kapai, Bagian II/Adegan 8 merupakan dialog yang unik karena terjadi di alam bawah sadar pelaku utamanya. Atas dasar keunikannya inilah barangkali analisis drama ini menuntut beberapa teori sekaligus. Analisis wacana dengan dua teori (ethnography of speaking dan ethnomethodology) terasa belum cukup, sehingga teori lain, seperti psikologi atau komunikasi, masih diperlukan lagi untuk lebih dapat mengungkapkan isi drama itu secara keseluruhan.Kata kunci: etnografi, lokusi, ilokusi, perlokusi.
PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR MEMBACA MENULIS PERMULAAN DENGAN PENDEKATAN ATRAKTIF DI SEKOLAH DASAR KAWASAN MISKIN KOTA SURAKARTA Andayani, Andayani
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.799 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4365

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun produk awal berbentuk bahan ajar membacamenulis permulaan dengan pendekatan atraktif yang tepat untuk diterapkan diSD kawasan miskin Kota Surakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakanmetode research and development (R&D) dan mendapatkan hasil bahwa pada tahapeksplorasi ditemukan kebutuhan bahan ajar yang menarik untuk diterapkan diSD-SD kawasan miskin Kota Surakarta, sehingga dikembangkan bahan ajar denganpendekatan atraktif. Proses pengembangan dilaksanakan melalui observasi,wawancara, dan lokakarya. Berdasarkan hasil uji keefektifan ditemukan bahwabahan ajar dengan pendekatan atraktif dapat digunakan untuk meningkatkankompetensi membaca menulis permulaan secara efektif dan berterima.Kata Kunci: membaca-menulis permulaan, atraktif, kawasan miskin
PENGEMBANGAN MODEL PERANGKAT PEMBELAJARAN MENULIS LEGENDA DENGAN STRATEGI BELAJAR KUANTUM Sukirno, Sukirno
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.178 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4366

Abstract

Masalah umum penelitian ini adalah belum ada model perangkat pembelajaranmenulis legenda dengan strategi belajar kuantum. Sesuai dengan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model perangkat pembelajaran menulis legenda dengan strategi belajar kuantum. Hasil penelitian ini berbentuk buku dan elektronik. Model berbentuk buku terdiri atas tiga model, yaitu (1) model silabus dan sistem penilaian pembelajaran menulis legenda, (2) model bahan ajarpembelajaran menulis legenda, dan (3) model skenario pembelajaran menulis legenda. Model berbentuk elektronik berupa satu keping VCD berisi visualisasi materi pelajaran menulis legenda. Berdasarkan analisis data kualitatif, ketiga model perangkat pembelajaran tersebut memiliki keefektifan pada bagian materi pokok, pengalaman belajar, indikator pencapaian, sistem penilaian, dan bagian sumber serta media yang digunakan. Berdasarkan analisis data kuantitatif diketahui bahwa perbedaan skor tes awal dan tes akhir kemampuan menulis legenda dengan strategi belajar konvensional terdapat perbedaan, tetapi perbedaan itu tidak signifikan (p > 0,005). Sebaliknya, skor tes awal dan tes akhir kemampuan menulis legenda dengan strategi belajar kuantum terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Jadi, ketiga model perangkat pembelajaran tersebut terbukti efektif dan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan menulis legenda.Kata kunci: perangkat pembelajaran, menulis legenda, kuantum.
KESEPADANAN MAKNA TERJEMAHAN TEKS MICROBIOLOGY FOR ENVIRONMENTAL SCIENTISTS AND ENGINEERS MENJADI MIKROBIOLOGI UNTUK ILMUWAN DAN INSINYUR LINGKUNGAN Meiliana, Sylvie
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.377 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4362

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterbacaan dankesepadanan makna pada naskah “Microbiology for Environmental Scientists andEngineers” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Mikrobiologiuntuk Ilmuwan dan Insinyur Lingkungan”. Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen sementaradata dalam penelitian ini adalah 50 kalimat yang diambil dari naskah buku “Microbiology for Environmental Scientists and Engineers” dan terjemahan-nya pada buku “Mikrobiologi Untuk Ilmuwan dan Insinyur Lingkungan”. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive-sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 data yang dianalisis terdapat 30 data atau 60 % termasuk dalam kategori terjemahan yang tepat dan 20 data atau 40 % termasuk pada kategori terjemahan yang tidak tepat. Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerjemah mampu menerjemahkan dengan baik walaupun masih mengalami kendala. Hasil penelitian ini sangat signifikan untuk berpartisipasi menyumbangkan pengembangan dalam teori linguistik yang diterapkan untuk penerjemahan. Hasil penelitian ini juga dapat berkontribusi untuk memperkaya referensi dalam analisis wacana maupun penerjemahan serta mamu membantu penerjemah dalam memecahkan persoalan di bidang penerjemahan.Keywords: Ketepatan makna, keterbacaan
IMPLEMENTASI KURIKULUM BAHASA ASING DI TAMAN-KANAK (TK) DKI JAKARTA Rahmat, Aceng
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.233 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4367

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kurikulum bahasaasing Pendidikan Taman Kanak-kanak di Jakarta. Secara khusus, tujuan penelitianini untuk mengetahui (1) profil guru bahasa asing, (2) proses pembelajaran bahasa asing (3) ciri-ciri bentuk pembajaran dan tanggapan siswa terhadap prosespembelajarannya, dan (4) kendala-kendala dalam pembelajaran bahasa asing diTK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Responden dalam penelitianini adalah guru bahasa asing. Data dikumpulkan dengan angket, wawancaramendalam, dan simak catat. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskripstifdan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) profil kualifikasipendidikan guru TK masih relative standar, yaitu sarjana namun kebanyakan darimereka tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan bahasaasing yang mereja ajarkan, (2) secara umum, proses pembelajaran berjalan relative lancer seperti suasana pembelajaran, materi dan konsep, strategi, aktivitas pendukung, metode mengajar, ujian dan evaluasi serta media yang digunakan, namun dalam beberapa hal tidak berjalan sebagaimana mestinya, seperti desain kurikulum, silabus, dan materi pembelajaran, (3) ciri-ciri bentuk pembajaran dan tanggapan siswa terhadap proses pembelajarannya relative bagus dan positif walaupun dalam beberapa aspek seperti penyiapan pembelajaran, spirit bersaing dan dorongan pembelajaran, penguasaan pembelajaran dan partisipasinya perlu ditingkatkan, serta (4) terdapat beberapa kendala yang dihadapi sekolah dalam menerapkan kurikulum bahasa asing seperti kurang relevannya latarbelakang pendidikan guru, kurangnya dukungan dan partidipasi orang tua siswa, kurangnya jam belajar, kurangnya media dan sarana belajar serta kurangnya motivasi siswa.Kata kunci: kurikulum, bahasa asing, sekolah Taman-Kanak
LANGUAGE INTERFERENCE ON ENGLISH: [n] ARTICULATION OF INDONESIAN STUDENTS Susiati, Susiati; Laila, Malikatul; Maskuroh, Qanitah
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.084 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4363

Abstract

Being familiar in “tahsin” rule in Arabic may have influenced ones in pronouncing regressive assimilation [n] in English. The study aims to identify the similarities and differences between English and Arabic with “tahsin” rules based onthe place of articulation and to describe how the students of Mu’allimat programpronounce regressive assimilation [n] in English. The data collected are the English speech produced by the students of Mu’allimat program in PONPES AlMukmin Ngruki Sukoharjo having “tahsin” background, especially English consonants and regressive assimilation [n] and Arabic “nun sakinah” law in “tahsin”rules. The data are analyzed by technique of comparing Arabic and English viewedfrom rules on phonetic base. The results show that (1) the similarities and differences between English consonant sounds and Arabic with “tahsin” rules lies in itsplace of articulation; and (2) the students of Mu’allimat program belonging tokhalaqoh tahsinul qur’an have not always pronounced English regressive assimilation [n]better than those who don’t belong to khalaqoh tahsinul qur’an.Key words: interference, regressive assimilation, tahsin.
ELT ANALYSIS THROUGH LITERARY WORKS APPRECIATION Hermayawati, Hermayawati
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.635 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4368

Abstract

Literary works appreciation can be effectively used to master language competency beside as a means of intercultural understanding. The problem is, not everysecondary school’s teacher realizes it. That is why the writer intended to analysethe teachers’ teaching of English through learning of the literary works appreciation at the senior high school. It was a case study with teachers of English as thesubjects. The research object was the literary works appreciation learning process.The data were gathered by in-depth interviewing and documentation to analyse byusing McDonough & McDonough model. This study found: there was only oneteacher who developed literary works appreciation, it needed 4 meetings with 90minutes for each, the learning materials were facilitated by the teacher, there wasonly one compulsory book to learn, i.e “Lorna and John”, and the activity aimedat assessing the learners’ speaking competence. The writer recommended: all teachers should teach literary works appreciation, develop learners’ appreciative behavior towards English literary works as a vehicle of adapting cultural discrepancies among foreigners, and schools should provide adequate English literary works.Key words: ELT, literary works, appreciation
KESEPADANAN MAKNA TERJEMAHAN TEKS MICROBIOLOGY FOR ENVIRONMENTAL SCIENTISTS AND ENGINEERS MENJADI MIKROBIOLOGI UNTUK ILMUWAN DAN INSINYUR LINGKUNGAN Sylvie Meiliana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.377 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4362

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterbacaan dankesepadanan makna pada naskah “Microbiology for Environmental Scientists andEngineers” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Mikrobiologiuntuk Ilmuwan dan Insinyur Lingkungan”. Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen sementaradata dalam penelitian ini adalah 50 kalimat yang diambil dari naskah buku “Microbiology for Environmental Scientists and Engineers” dan terjemahan-nya pada buku “Mikrobiologi Untuk Ilmuwan dan Insinyur Lingkungan”. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive-sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 data yang dianalisis terdapat 30 data atau 60 % termasuk dalam kategori terjemahan yang tepat dan 20 data atau 40 % termasuk pada kategori terjemahan yang tidak tepat. Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerjemah mampu menerjemahkan dengan baik walaupun masih mengalami kendala. Hasil penelitian ini sangat signifikan untuk berpartisipasi menyumbangkan pengembangan dalam teori linguistik yang diterapkan untuk penerjemahan. Hasil penelitian ini juga dapat berkontribusi untuk memperkaya referensi dalam analisis wacana maupun penerjemahan serta mamu membantu penerjemah dalam memecahkan persoalan di bidang penerjemahan.Keywords: Ketepatan makna, keterbacaan
IMPLEMENTASI KURIKULUM BAHASA ASING DI TAMAN-KANAK (TK) DKI JAKARTA Aceng Rahmat
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.233 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i1.4367

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kurikulum bahasaasing Pendidikan Taman Kanak-kanak di Jakarta. Secara khusus, tujuan penelitianini untuk mengetahui (1) profil guru bahasa asing, (2) proses pembelajaran bahasa asing (3) ciri-ciri bentuk pembajaran dan tanggapan siswa terhadap prosespembelajarannya, dan (4) kendala-kendala dalam pembelajaran bahasa asing diTK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Responden dalam penelitianini adalah guru bahasa asing. Data dikumpulkan dengan angket, wawancaramendalam, dan simak catat. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskripstifdan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) profil kualifikasipendidikan guru TK masih relative standar, yaitu sarjana namun kebanyakan darimereka tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan bahasaasing yang mereja ajarkan, (2) secara umum, proses pembelajaran berjalan relative lancer seperti suasana pembelajaran, materi dan konsep, strategi, aktivitas pendukung, metode mengajar, ujian dan evaluasi serta media yang digunakan, namun dalam beberapa hal tidak berjalan sebagaimana mestinya, seperti desain kurikulum, silabus, dan materi pembelajaran, (3) ciri-ciri bentuk pembajaran dan tanggapan siswa terhadap proses pembelajarannya relative bagus dan positif walaupun dalam beberapa aspek seperti penyiapan pembelajaran, spirit bersaing dan dorongan pembelajaran, penguasaan pembelajaran dan partisipasinya perlu ditingkatkan, serta (4) terdapat beberapa kendala yang dihadapi sekolah dalam menerapkan kurikulum bahasa asing seperti kurang relevannya latarbelakang pendidikan guru, kurangnya dukungan dan partidipasi orang tua siswa, kurangnya jam belajar, kurangnya media dan sarana belajar serta kurangnya motivasi siswa.Kata kunci: kurikulum, bahasa asing, sekolah Taman-Kanak

Page 1 of 2 | Total Record : 16